Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12361

LAM Lantik Kepengurusan Jemaja

0
Ketua Lam Kabupaten Anambas, Datok Sri Setia Amanah melantik sejumlah pengurus LAM Kecamatan Jemaja di Aula Kantor Camat. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas melantik kepengurusan LAM tingkat Kecamatan Jemaja, di aula Kantor Camat Jemaja, Sabtu (24/2). Pelantikan Kepengurusan tingkat kecamatan ini merupakan yang pertama kali ditingkat kecamatan, kecamatan lain akan menyusul.

“Alhamdulilah, pelantikan kepengurusan LAM Kecamatan Jemaja berjalan dengan lancar, semoga ketua terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat khusus adat istiadat melayu di kedepankan,” kata Datok Sri Setia Amanah selaku Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas Herdi Usman, Minggu (25/2).

Diakuinya, pembentukan dan pelantikan kepengurusan LAM di Jemaja merupakan kecamatan terjauh jadi dilaksanakan pertama kali. “Ada lima kandidat awalnya mendaftar sebagai calon ketua, tapi dengan hasil musyawarah kemarin, satu terpilih. Pada hari Senin (26/2) akan dilakukan pembentukan kepengurusan LAM Kecamatan Jemaja Timur,” sebutnya.

Sementara itu Ubaidilah selaku ketua terpulih LAM Kecamatan Jemaja mengatakan, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan amanah yang dinilai olehnya cukup berat, tapi dengan adanya dukungan dari semua elemen dan masyarakat adat istiadat melayu di Kecamatan Jemaja pada umumnya dirinya akan berusaha mengemban amanah tersebut.

Ia juga menilai bahwa nilai-nilai budaya ketika masuk zaman modern mulai tergerus dan harus segera diperbaiki demi meningkatkan peradaban yang lebih baik lagi.

Katanya, banyak hal yang menjadi perhatian LAM, nantinya salah satu contoh, saat ini tentang tata cara atau petatah petitih adat istiadat pernikahan dengan tata cara adat istiadat sudah tidak berarturan dan selalu dicampur adukan. Hal itu akan menjadi program pertama pihaknya memperbaiki dan mengembalikan dengan pola yang telah diatur sejak zaman terdahulu.

“Kami akan menjalankan amanah yang diemban, meskipun amanah ini sangat berat dan penuh tantangan. Berkat kerja sama yang baik dan dukungan yang kuat maka saya yakin akan bisa bersama-sama dengan penggurus lain bisa membangkitkan kembali budaya yang sudah hilang tergerus oleh zaman,” tuturnya. (sya)

Terus Berbagi kepada Masyarakat, Gubernur Puji Preti

0
Gubernur Kepri Nurdin basirun saat bersama sejumlah pengurus Preti Batam di Restoran Sydney HOtel, Batam, Sabtu (24/2) siang. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi Perempuan Tionghua (Preti) Kota Batam dengan aktivitas-aktivitas sosialnya. Bertindak nyata dan berbagi dengan sesama sangat bermanfaat buat sesama.

“Apa yang bisa kita bantu kepada masyarakat, lakukanlah sesuai dengan kemampuan kita,” kata Nurdin saat bertemu dengan sejumlah pengurus Preti Batam di Restoran Sydney Hotel, Batam, Sabtu (24/2) siang.

Pertemuan itu dalam rangkaian perayaan Imlek tahun ini. Hadir pada kesempatan itu Selvy Pembina Preti Batam, Mina Ketua Preti Batam dan sejumlah anggota. Hari itu juga mereka sedang persiapan bermain angklung untuk tampil pada perayaan Imlek Marga Tan di Pekanbaru, Riau.

Nurdin ikut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kasisperindag Burhanuddin, Kadis Perikanan dan Kelautan Edy Sofyan, Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan.

Kata Nurdin, jika melakukan aktivitas sosial lagi, sila berkoordinasi dengan berbagai OPD tersebut. Barangkali ada aktivitas yang bisa dibantu, seperti tenaga kesehatan dan lainnya.

Nurdin pads kesempatan itu juga menyampaikan terus jaga kebhinekaan yang ada di tanah Kepri ini. Keberagaman adalah berkah yang menjadi perekat dan penguat bangsa ini.

Apalagi ada 714 suku di Indonesia dan Kepri sebagai miniatur NKRI suku bangsa tersebut hidup rukun serta saling mendukung.

“Kita jaga daerah ini tetap damai dan nyaman,” kata Nurdin.

Pada kesempatan itu, Mina Ketua Preti Batam mengatakan mereka dalam waktu dekat juga akan melakukan sejumlah kegiatan sosial. Mereka sedang memetakan pulau-pulau yang nantinya akan dikunjungi.(uma)

Usulkan Gasing Menjadi Warisan Nusantara

0
Warga Memainkan gasing saat persatuan Pemuda Merawang dan Lembaga Adat Melayu Lingga menggelar pertandingan gasing Lingga beberapa waktu lalu. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga bersama pengurus pelestarian permainan rakyat Kabupaten Lingga dan unsur lainnya terus berupaya agar nilai-nilai Kebudayaan serta tradisi yang pernah ada agar tetap terjaga. Sehingga generasi penerus dapat mengetahui tradisi peninggalan le dahulu.

“Beberapa waktu lalu kami bersama unsur terkait, Kades Merawang, Persatuan Pemuda Merawang dan Lembaga Adat Melayu Lingga menggelar pertandingan gasing Lingga,” kata Kepala Dinas Kabupaten Lingga M Ishak, Minggu (25/2) pagi.

Tujuan penyelenggaraan pertandingan gasing ini selain untuk memberikan pengenalan tradisi kebudayaan kepada generasi muda, permainan ini juga sebagai bentuk menciptakan iven-iven yang mungkin menjadi rutin sehingga dapat memberikan hiburan kepada masyarakat.

Ishak yang juga sebagai ketua LAM Kabupaten Lingga mengatakan, LAM tentunya memiliki tanggungjawab dan fungsi yang luas. Selain melestarikan Budaya seperti tepuk tepung tawar, adat perkawinan Melayu, pakaian dan permainan seperti gasing, LAM juga dapat membantu Pemerintah Kabupaten Lingga dalam meningkatkan geliat perekonomian masyarakat.

“Contohnya, pada pertandingan gasing yang telah kami adakan itu, terbukti perekonomian masyarakat sedikit meningkat. Banyak warga yang berjualan makan khas dan sebagainya yang laku keras,” ujar Ishak.

Kegiatan yang di prakarsai pemuda Merawang serta LAM Merawang ini tentunya mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan serta LAM Kabupaten Lingga agar dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sedangkan pada sisi sosial, pertandingan gasing ini juga memberikan nilai positif kepada masyarakat Kabupaten Lingga. Selain hiburan, permainan gasing ini juga digemari seluruh lapisan masyarakat dari usia anak hingga orang dewasa, sehingga menjadikan kegiatan penjalin tali silaturahmi yang baik.

Gasing Lingga memang terkenal unik dan berbeda dari gasing-gasing lainnya. Selain bentuk cara bersaing gasing juga terbilang unik. Untuk itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga berencana akan mengajukan ke Kemendikbud melalui Pemprov Kepri agar gasing Lingga menjadi warisan benda nusantara.

“Tahun ini ada 28 jenis permainan serta kebudayaan Melayu yang telah kami usulkan. Insya Allah, bila berhasil separuh saja kami merasa sangat bersyukur,” kata Ishak. (wsa)

ASDP Wacanakan Pelayaran Malam

0
Astuni. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Melihat tingginya pengguna jasa kapal Roll on Roll off ( Ro-Ro), supervisor ASDP Tanjunguban Astuni mengusulkan pelayaran khusus malam  dari pelabuhan ASDP Telagapunggur ataupun Pelabuhan ASDP Tanjunguban.

“Pelayanan khusus malam seminggu sekali sudah saya usulkan ke pimpinan, semoga mendapat respon yang positif,” kata Astuni yang ditemui di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, kemarin (25/2).

Ia mengusulkan, Sabtu malam dilakukan sekali pelayaran misalnya sekitar pukul 22.00 atau sekitar pukul 20.00 malam. Mengapa demikian? Menurutnya, banyak masyarakat Batam yang berlibur ke Bintan ingin lebih lama berada di objek objek wisata yang tersebar di Pulau Bintan.

“Waktu berkunjung ke tempat wisata tentu akan lebih lama. Tak seperti saat ini, mereka datang saja tiba di Tanjunguban sudah menjelang siang, nanti sore harus buru buru kembali ke Batam. Jadi habis waktunya di jalan saja,” kata dia.

Demikian pula lanjut dia, masyarakat Bintan yang berlibur ke Batam ingin lebih lama berbelanja di Batam. “Orang Bintan ke Batam kan pasti mau belanja. Kalau sampai jam 17.30 sore, tentu mereka buru-buru belanjanya. Kalau ada kapal malam seminggu sekali misalkan hari Sabtu tentu masyarakat Bintan yang berbelanja kebutuhan di Batam akan banyak waktunya,” kata dia.

Teknis di lapangan, dia mengatakan, nantinya apabila disetujui pimpinanya maka selanjutnya akan dikoordinasikan ke instansi samping yang berkaitan dengan pelayanan di pelabuhan ASDP yakni Syahbandar, Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina serta Kepolisian. “Kalau saya pribadi selalu siap, namanya saja di pelayanan publik jadi harus siap melayani masyarakat,” kata dia.

Termasuk kemungkinan dibukanya pelayanan malam, ia mengatakan, semua nanti akan dikembalikan ke syahbandar. Jika syahbandar mengizinkan dibukanya pelayaran malam dengan alasan tidak menganggu keselamatan penumpang, menurutnya tentu tidak ada masalah. “Tapi kalau cuaca tidak mendukung atau kurang bersahabat, tentu syahbandar punya alasan tidak membolehkan pelayanan malam dilakukan,” jelasnya.

Selain hal itu, Astuni juga mengharapkan kelonggaran aturan yang melarang kendaraan FTZ di Batam menyeberang ke Pulau Bintan. Menurutnya sebenarnya banyak kendaraan FTZ Batam yang ingin menyeberang ke Pulau Bintan, namun terkekang aturan.

“Secara aturan memang tidak boleh, tapi bagaimana dicarikan celah agar kendaraan kendaraan itu bisa atau dibolehkan menyeberang asalkan tercatat dengan alasannya jelas, karena rata rata untuk berlibur,” kata dia.

Dengan dibukanya pelayanan malam dan diizinkannya kendaraan FTZ Batam ke Pulau Bintan tentunya dengan catatan, menurutnya, akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang sedang dilanda kelesuan saat ini. “Saya yakin usaha di Tanjunguban ini akan mengeliat sampai malam hari, karena lalu lalang orang dan barang,” tukasnya. (met)

Pembaca, Pemko Batam Naikkan Tarif NJOP

0

batampos.co.id – Tak hanya kenaikan tarif pajak yang akan diberlakukan Maret nanti. Awal tahun ini, Pemko Batam juga telah menyesuaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Untuk diketahui komponen NJOP merupakan penentu besaran Pajak Bumi Bangunan (PBB).

Kenaikan NJOP tertinggi seperti yang diterapkan di Nagoya Lubukbaja dari yang semula tahun 2017 lalu paling tinggi Rp 5,6 juta permeter kini menjadi Rp 6,8 juta permeter.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), Raja Azmansyah menyebutkan penyesuaian tahun ini tidak ada yang turun, artinya rata-rata per wialayah NJOP mengalami kenaikan. Sementara kenaikannya sangat variatif sesuai dengan kondisi per wilayah dimana objek PBB berada.

“Tidak ada yang turun, seperti contoh di Batam kan tak ada bencana sehingga membuat nilai tanah turun. Rata-rata naik terutama di daerah-daerah yang jalannya kami perlebar, ” kata dia.

Ia mengatakan pelebaran jalan yang gencara dilakukan oleh Pemko Batam beberapa tahun belakangan berdampak positif bagi perkembangan harga tanah. Untuk itu dalam hal ini Pemko Batam mengambil langkah menaikan NJOP terutama pada ruas-ruas yang mendapat hasil dari pengembangan infrastruktur.

“Ibaratnya kalau sudah didandani, dimake up kan nialai jualnya tinggikan. Nah kenaikan paling tinggi rata-rata di pusat wilayah, kota atau pusat bisnis,” papar dia.

Ia menerangkan, kenaikan tersebut masih dibawah harga pasar dan bisa dijangkau masyarakat umum. Walau naik, kata dia, tarif baru mempertimbangkan kemampuan masyarakat bahakn ia sampaikan di Batam lebih rendah dibanding Kota Medan Sumatera Utara dan Pekanbaru Riau. “Masih bisa dijangkau masyarakat. Nilai NJOP segitu bukan sebesar itu yang dibayar ada caranya, misal nilai ruko di Nagoya 2 miliar kalikan 0,12 persen bayarnya sekitar Rp 2 juta. Misal nilai Rp 12 paling bayarnya 15 ribu setahu, murahkan,” imbuhnya.

Tahun 2018 ini, nilai batas atas dan batas bawah NJOP dapat dirinci yakni
Belakangpadang NJOP permeter dari Rp 7.500 hingga Rp 285.000, Batuampar dari Rp 285 ribu hingga Rp 4,6 juta. Sekupang dari Rp 64 ribu hingga Rp1,8 juta.

Kecamatan Nongsa dari Rp 10 ribu hingga Rp 600 ribu, kecamatan Lubukbaja dari Rp 500 ribu hingga Rp 6,8 juta. Kecamatan Seibeduk dari Rp 7 ribu hingga Rp 1,4 juta. Bengkong dari Rp 100 ribu hingga Rp 1,4 juta. Batamkota dari Rp 300 ribu hingga Rp 3,7 juta. Sedangkan Sagulung dari Rp 160 ribu hingga Rp 700 ribu, dan Batuaji dari Rp 7 ribu hingga Rp 800 ribu.

“Susah untuk merinci kenaikannya lagi, tapi bisa kita lihat dari total penetapan kalau tahun lalu Rp 160 miliar, tahun ini Rp 180 miliar naik penetapannya sebesar Rp 20 miliar,” pungkasnya. (adi)

SOTK Baru Tunggu Evaluasi Gubernur

0
Adi Prihantara. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Meski telah disahkan menjadi perda, beberapa susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) baru Kabupaten Bintan belum bisa langsung dijalankan. Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemkab Bintan harus dievaluasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

“Perdanya sedang dimohonkan dahulu untuk dievaluasi di provinsi. Setelah itu, baru disiapkan Perbup pendukung SOTK yang menjabarkantugas dan jabatan dari masing masing OPD,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Adi Prihantara saat ditemui di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Minggu (25/2).

Ia memastikan anggaran untuk SOTK baru telah disiapkan dalam pembahasan APBD tahun 2018. Misalkan, anggaran SOTK baru yakni Dinas Tenaga Kerja sudah disiapkan dalam anggaran Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bintan. Demikian pula SOTK baru Dinas Kominfo yang anggarannya sudah dialokasikan di bagian Humas dan Kominfo.

“Sudah, alokasi anggarannya sudah disiapkan jadi tidak perlu adanya perubahan anggaran, karena kemarin sudah disiapkan operasionalnya menjadi dinas. Insya Allah paling cepat bulan Mei mendatang,” kata dia.

Sebelumnya, Rabu (21/2) lalu DPRD Bintan mengesahkan Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di Kantor DPRD Kabupaten Bintan di Bintan Buyu. Dalam pengesahan itu,

Pemkab dan dewan sepakat Dinas Tenaga Kerja berdiri sendiri atau terpisah dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selain itu, disetujui dinas baru yakni Dinas Kominfo Kabupaten Bintan. (met)

 

Menikmati Akhir Pekan di Kebun Raya Batam

0
Sejumlah warga Batam saat menikamti taman sambil berswafoto di Kebun Raya Batam, Minggu (25/2). Kebun Raya Batam menjadi salah tempat salah satu tempat mengisi liburan baik bagi warga Batam maupun wisatawan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat Kota Batam memilih menghabisi akhir pekan di Kebun Raya, Nongsa. Selain jadi tempat bersantai bersama keluarga, Kebun Raya juga asyik untuk selfie para remaja.

Apalagi untuk masuk ke kawasan Kebun Raya tidak dikenakan biaya sepersenpun alias gratis. Di dalam kebun raya, masyarakat bisa melihat berbagai jenis tanaman, mulai bunga dan perpohonan. Meski belum beragam, paling tidak Kebun Raya menjadi alternatif murah meriah bagi warga yang ingin bersantai.

Seperti dikatakan Nuraini, warga Batuaji. Wanita berusia 35 tahun itu sengaja datang bersama suami dan dua anaknya ke Kebun Raya. Meski jauh, setidaknya keberagaman tanaman di Kebun Raya bisa mengobati rasa penasarannya.

“Sudah lama liatnya di facebook teman-teman, jadi penasaran. Tapi baru sempat kesini. Saya datang dari jauh, dari Batuji,” kata Nuraini, Minggu (25/2).

Menurut dia, Kebun Raya menjadi alternatif wisata diakhir pekan selain pantai dan pusat perbelanjaan (mal). Sebab, selama ini masyarakat Batam hanya menggenal dua hal tersebut, karena acara-acara hiburan di Batam bisa dikatakan sangat jarang.

“Bosan ke mal atau ke pantai, makanya memilih kesini. Lumayan lah, meski tidak terlalu banyak bunga. Pohon besarnya juga masih kurang,” imbuhnya.

Sementara, Khairani yang masih duduk di sekolah menengah atas (SMA) mengaku datang bersama teman-temannya. Kemarin, merupakan kedua kalinya ia kesana.

“Pertama bersama keluarga, hari ini bersama teman. Kesini pakai motor. Sampai sini foto-fotolah,” ujarnya sembari tertawa. (she)

Bangkitkan Semangat Jiwa Penolong

0
Sejumlah peserta mengikuti lomba yang digelar BNPP Tanjungpinang, Sabtu (24/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan mahasiswa dan pelajar se-Tanjungpinang mengikuti lomba bantuan hidup dasar atau Medical First Responden (MFR), dan Rangking 1 yang digelar Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Tanjungpinang, Sabtu (24/2).

Kepala Kantor BNNP Tanjungpinang Budi Cahyadi mengatakan lomba tersebut bertujuan untuk mengetahui langkah awal dalam teknik pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan dan menguji wawasan dasar. “Jika mereka melihat kejadian seperti kecelakaan lalulintas, mereka dapat memberikan pertolongan,” jelas Budi.

Lomba tersebut juga memberikan pengetahuan kepada peserta saat memberikan pertolongan pertama hanya menggunakan alat-alat seadanya “Seperti bagaimana cara menyimpulkan atau membuat tali temali agar mudah dipasang dan mudah dibuka,” paparnya.

Tidak hanya perlombaan, BNPP juga akan mengadakan fitnes drell untuk memberikan pemahaman kepada peserta untuk selalu memiliki jiwa penolong yang mempunyai kekuatan fisik yang prima. “Selain itu, kami juga mencoba membangkitkan semangat jiwa penolong peserta dan berguna untuk menambah wawasan dalam melakukan pertolongan,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan ajang mengenalkan BNPP sebagai instansi atau lembaga pemerintah non kementerian kepada masyarakat terutama mahasiswa dan pelajar. “Kegiatan ini juga untuk memperingati HUT ke 46 BNPP,” pungkasnya. (odi)

Bupati Ajak Masyarakat Menabung

0
Bupati Bintan Apri Sujadi berjoget bersama anak anak yang mengikuti jalan santai dan senam sehat di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Minggu (25/2). F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan di Kabupaten Bintan. Salah satu caranya dengan menjadi nasabah di bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan.

“Ayo menabung di Bank BPR Bintan,” ajaknya seusai mengikuti senam sehat dan jalan santai bersama masyarakat dalam rangka ulang tahun ke 10 BPR Bintan di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Minggu (25/2).

Selain hal itu, Apri mengapresiasi kinerja jajaran BPR Bintan karena selama 10 tahun terakhir telah memberikan kontribusi yang besar untuk pemerintah daerah. Dengan modal awal sekitar Rp 1,4 miliar, saat ini aset BPR Bintan mencapai sekitar Rp 311,4 miliar.

Selama itu pula, Pemkab Bintan telah memberikan penyertaan modal sekitar Rp 10,4 miliar dan selama itu, BPR Bintan telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 24,7 miliar. “Artinya pertumbuhan BPR Bintan sangat signifikan. Tahun ini saja deviden yang diberikan BPR Bintan ke Pemkab Bintan dari hasil usaha tahun lalu sekitar Rp 4,1 miliar,” jelasnya sembari berharap BPR Bintan terus meningkatkan pelayanan.

Sementara Dirut BPR Bintan Radhiah dalam sambutannya mengatakan, BPR Bintan terus berupaya menjadi bank yang berperan dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan dan berdaya saing dengan pelayanan yang profesional untuk tujuan utama menyejahterakan masyarakat Bintan.

Terbukti, selama berdiri BPR Bintan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 223 miliar, di mana Rp 63,4 miliar diantaranya untuk kredit modal kerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bintan. Masih kata dia, BPR Bintan juga telah melakukan kerja sama dengan Pemkab Bintan sebagai bank penyalur program bantuan sosial pemerintah seperti program bedah rumah tidak layak huni, penyaluran bantuan kelompok usaha bersama dan penyaluran bantuan bagi mubaligh, guru ngaji dan fardhu kifayah.

“Semoga ke depan lebih banyak lagi program masyarakat yang melibatkan BPR Bintan,” harap dia. (met)

Penyerapan APBD Jangan Ditumpuk di Akhir Tahun

0

batampos.co.id – Legislator Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun punya tanggungjawab untuk mengontrol penyerapan APBD Kepri. Ia berharap penyebaran penyerapan merata di setiap triwulan. Sehingga tidak menumpuk di akhir tahun.

“Pelaksanaan APBD adalah stimulus bagi bergeraknya roda ekonomi daerah. Jika pergerakannnya simultan tentu akan sangat baik,” ujar Irwansyah, Minggu (25/2).
Politisi Partai Persatuan Pembangunan menilai, sekarang ini tidak perlu berkoar-koar kepada publik, bahwa akan melakukan peluncuran banyak kegiatan. Apalagi jika hasilnya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan. Sejauh ini, kata Irwansyah, pergerakan Pemprov Kepri dinilai cukup baik.

Lebih lanjut katanya, perkembangan sekarang ini merupakan langkah yang sangat baik yang dilakukan Pemprov Kepri, sebab program dan perencanan pembangunan akan berjalan sesuai harapan dan yang telah ditargetkan. Sehingga akan cepat dirasakan masyarakat dan juga dapat meningkatkan serapan APBD Kepri.

“Kita tentunya tidak mau serapan APBD itu lamban, dan berpengaruh molornya pembangunan infrastruktur di Kepri dan berimbas juga melemahnya perekonomian kita,” paparnya.

Legislator yang membidangi pembangunan ini mengingatkan agar Pemprov Kepri dalam melaksanakan pembangunan ini harus sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Jangan sampai pembangunan dikerjakan dengan capat, tetapi menimbulkan permasalahan.

“Kita tidak mau pekerjaan dilaksanakan secepatnya tetapi timbul permasalahan baik pembangunannya tidak sesaui space dan aturan, juga berakibat timbulnya masalah hukum. Ini yang eprlu diperhatikan pemerintah terutama kepala OPD Kepri,” tegasnya.
“Kita apresiasi dengan cepatnya pengerjaan pembangunan infrastruktur ini. Mudah-mudahan berjalan dengan mulus dan baik,” paparnya lagi.

Terpisah, Kepala Biro Layanan Pengadaan, Pemprov Kepri, Misbardi mengatakan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemrov Kepri terus bekerja cepat untuk menggesa pelaksanaan lelang kegiatan-kegiatan yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) APBD Kepri tahun ini. (jpg)