Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12373

INDEF Sebut Utang RI Rp 7 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Direktur Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, total utang Indonesia sebenarnya sebesar Rp 7 ribu triliun. Utang itu merupakan milik pemerintah dan swasta.

Angka ini beda dengan yang Bank Indonesia (BI) sebutkan. BI mencatat utang Indonesia hingga Januari 2018 sebesar USD 357,5 miliar atau sebesar Rp 4.897,7 triliun.

Rasio utangnya, tercatat sebesar 34,7 persen.

“Total utang Negara Indonesia setidaknya telah mencapai lebih dari Rp 7 ribu triliun, terdiri atas total utang pemerintah dan swasta,” ujarnya di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3).

“Utang pemerintah untuk membiayai defisit anggaran, dan utang swasta dilakukan oleh korporasi swasta dan BUMN,” tambahnya.

Dia merincikan, total utang tersebut terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) yang pada September 2017 tercatat sebesar Rp 3.128 triliun. “Itu terdiri SBN denominasi Rupiah Rp 2.279 triliun, dan dalam denominasi valas Rp 849 triliun,” tuturnya.

Sementara posisi Utang Luar Negeri Pemerintah pada 2017 mencapai USD 177 miliar atau sekitar Rp 2.389 (kurs Rp 13.500). Sedangkan untuk utang luar negeri swasta tahun 2017 tercatat sebesar USD 172 miliar atau sekitar Rp 2.322 triliun (kurs 13.500).

“Besar kemungkinan (utang-utang) ini belum termasuk semua utang BUMN,” pungkasnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Data Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia tercatat sebesar USD 183,4 miliar atau sebesar Rp 2.512,5 triliun dengan kurs Rp 13.700 per USD.

Deputi Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Tutuk Cahyono mengatakan, pertumbuhan utang Indonesia tercatat stabil di angka 10,3 persen. Naiknya laju utang dalam rupiah, salah satu faktornya karena pelemahan nilai tukar yang terjadi terhadap USD.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan kebutuhan dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor produktif lainnya.

Dikatakan Tutuk bahwa komposisi utang Pemerintah Indonesia merupakan utang jangka panjang, yakni mencapai 98,1 persen dai total USD 183,4 miliar. Selain itu, rasio utang Indonesia dibanding produk domestik bruto (PDB) berada dikisaran 34,7 persen.

Angka itu pun masih lebih baik dibanding beberapa negara lainnya, seperti Malaysia yang memiliki rasio utang luar negeri sebesar 68 persen.

Dengan komposisi utang yang hampir seluruhnya berjangka panjang, Tutuk mengklaim utang Pemerintah Indonesia saat ini masih dalam kondisi aman.

(ce1/hap/JPC)

Tiga Speed Boat Rp 1,5 Miliar Beroperasi Mei

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam kembal mendapat bantuan tiga speed boat gratis yang akan beroperasi Mei mendatang. Kapal cepat dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar itu akan difungsikan untuk mengitari pulau-pulau berpenghuni di Batam.

“Kalau tambahan tiga kapal yang baru baru akan beroperasi Mei mendatang. Tapi memang kapalnya sudah ada. Kalau tidak salah, per unitnya Rp 500 juta,” kata kepala UPT Trans Batam, Cipto, Kamis (22/3).

Untuk tarifnya masih gratis. Rencananya dua unit di Belakang Padang dan sekitarnya. Dan satu unit lainnya adalah melayani warga yang ada di wilayah Nongsa, Ngenang, Subang Mas dan Air Raja.

“Sifat kapal ini masih bantuan. Dan dari pak Walikota belum membicarakan masalah tarifnya,” kataya.

Cipto menyebutkan bahwa kapal cepat ini berkapasitas 40 tempat duduk. Di mana jadwal keberangkatan kapal ini nantinya akan ditentukan kemudian.

Sementara empat kapal lain yang tahun lalu sudah beroperasi masih dalam kondisi bagus. Satu kapal di daerah pulau karas-Sembulang, satu kapal di daerah pulau Abang hingga jembatan enam, satu kapal di Kampung Baru Galang.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton mengatakan pengadaan kapal ini untuk membantu masyarakat yang ada di pulau. Di mana selama ini mobilitas penduduk memang agak terbatas.

“Kita berharap dengan adanya kapal ini, aktifitas penduduk makin lancar. Ini juga sangat membantu karena memang gratis,” katanya.

Ia berharap dinas perhubungan bisa mensosialisasikan jadwal keberangkatan sehingga masyarakat bisa tahu. Dan ia berpesan kepada pengelola kapal untuk tidak pernah meminta uang kepada masyarakat.

“Saya tegaskan, itu gratis. Jadi jangan membebani masyarakat. Dan ingat jangan karena penumpang sedikit, kapal itu jadi tak berangkat,” katanya. (ian)

Rp 1,1 M untuk Ruang Tunggu Pelabuhan Tanjungberlian

0
 Jokonugroho. Dok pribadi Joko untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri Dapil Karimun Jokonugroho menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri secara bertahap akan membangun gedung ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara.

Tahap pertama Pemprov Kepri melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana sebesar Rp 1,1 miliar untuk membangun ruang tunggu. Pembangunan ruang tunggu ini diprioritaskan karena pelabuhan penumpang Tanjungberlian belum memiliki ruang tunggu yang memadai.

Insyallah tahun 2018 ini pengerjaan gedung ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara sudah dimulai. Saat ini masih dalam proses persiapan, sebelumnya saya bersama dinas perhubungan pemprov Kepri dan pihak konsultan meninjau lokasinya. Mudah-mudahan pengerjaanya berjalan lancar dan segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Jokonugroho, Kamis (22/3) kemarin.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut selama ini pelabuhan Tanjungberlian hanya ada ponton dan dermaga, sedangkan ruang tunggu penumpang belum ada. Untuk sementara ruang tunggu memanfaatkan dermaga sebagai tempat menunggu jadwal keberangkatan kapal bagi penumpang. Dibangunya ruang tunggu nantinya penumpang akan merasa nyaman ketika menunggu jadwal keberangkatan kapal penumpang. Dalam hal ini diminta dukungan dan peran aktif masyarakat sehingga pengerjaan ruang tunggu segera terealisasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jokonugroho juga menyebutkan selain akan membangun ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian, juga akan dibangun dermaga ponton di Kampung Asam desa Teluk Radang dengan nilai sebesar Rp 2,1 miliar. Di kecamatan Durai juga akan dibangun dermaga bernuansa wisata tahap awal sebesar Rp 1,4 miliar dan pengembangan Parit Rempak Karimun dengan nilai Rp 10 miliar. Hal inilah sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi Kepri untuk pembangunan dermaga di pulau Kundur dan di Karimun serta kecamatan Durai.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan provinsi Kepri melalui Kepala Bidang Kepelabuhan Azis membenarkan rencana pembangunan ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian tersebut. Dikatakan ia sebelumnya bersama anggota Komisi III DPRD Provinsi Jokonugroho, camat Kundur Utara meninjau pelabuhan Tanjungberlian yang akan dibangun ruang tunggu tersebut. (ims)

IPHI Berkontribusi Membangun Karimun

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan sambutan diperingatan hari lahir IPHI di Masjid Agung, Karimun, Kamis (22/3). F. Humas Pemkab Karimun untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui, kontribusi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Karimun dalam mengisi pembangunan syiar Islam begitu tinggi. Terutama dalam memberikan pelayanan pelaksanaan ibadah Haji.

IPHI memasuki usia ke-28 pada Kamis (22/3). Dan sangat diharapkan kontribusi IPHI untuk pembangunan daerah terus ditingkatkan, dan semakin jaya. “Selamat Hari Jadi IPHI Kabupaten Karimun. Semoga diusia ke 28, IPHI semakin matang, semakin jaya, dan selalu berkontribusi di dalam mensiarkan Islam,” ungkap Bupati saat menghadiri Tasyakkuran hari lahir IPHI Karimun di Aula Masjid Agung Karimun.

Di sisi lain, Bupati berharap kepada semua anggota IPHI untuk bekerja dengan ikhlas, santun dalam berkomunikasi, disiplin waktu, dan efisien dalam segala hal. Yang penting, adalah menjadikan moralitas sebagai basis dalam setiap pengambilan keputusan atau tindakan keorganisasian.

“Harapan kami, IPHI akan selalu utuh, dan selalu kompak di dalam membatu pemerintah daerah di dalam pelaksanaan haji. Terkhusus, bekerja dengan ikhlas, santun dalam berkomunikasi, disiplin waktu, dan efisien dalam segala hal,” tuturnya.

Sementara Ketua IPHI Karimun, H.Haris Fadillah menyebutkan, kegitan tahunan yang di laksanakan semata-mata hanya untuk saling mempererat silaturahim antara anggotan IPHI Kabupaten Karimun. Di usi ke-28, IPHI Karimun hanya melaksanakan kegioatan secara sederhan. Yakni mendatangkan menghadirkan Ustad Windu Wijaya untuk memberikan Pencerahan atau Tausiah Agama.

“Sejatinya, kegiatan tasyakkuran di Karimun dilaksanakan secara sederhana. Yakni menghadirkan Ustadz Windu Wijaya untuk memberikan Pencerahan atau Tausiah Agama.
“Biasanya kegiatan ini kita laksanakan di laksanakan di Balai Haji Karimun. Berhubung gedung kita yang di Kecamatan Tebing sedang direnovasi oleh sebab itu pada kita laksanakan di Masjid Agung,” jelasnya. (enl)

Tampung Aspirasi, Fokus ke Pembangunan

0
Sekda Karimun teken kesepakatan bersama hasil Musrenbang

batampos.co.id – Musrenbang 2018 Kabupaten Karimun yang diselanggaran sejak tiga hari lalu, ditutup secara resmi oleh Sekda Karimun M Firmansyah, Kamis (22/3).

Penutupan kegiatan tahunan menyerap aspirasi dari seluruh wilayah Kabupaten Karimun ini ditandai dengan penandatangan hasil kesepakatan bersama selama pelaksanaan Musrenbang.

”Musrenbang tahun ini yang kita laksanakan merupakan yang ketiga kalinya sejak 2016 untuk periode kepemimpinan Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Musrenbang yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah ini dalam rangka menampung aspirasi dari seluruh masyarakat melalui perwakilannya yang disejalankan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati,” ujar Firmansyah.

Pada Musrenbang yang sebelumnya, kata Sekda, yang dituangkan di dalam APBD 2017-2018 ada beberapa hal yang menjadi fokus dari pemerintah. Misalnya, peningkatan sarana air bersih yang saat ini sudah terealisasi. Kemudian, listrik untuk masyarakat hinterland dan termasuk peningkatan sarana jalan di pulau-pulau.

Sedangkan, berdasarkan hasil Musrenbang hari ini (kemarin, red) untuk 2019 fokus pembangunan yang akan dituangkan di dalam APBD adalah pemerataan pembangunan dan sinergitas.

”Mulai tahun depan pemerintah akan meningkatkan kualitas pembangunan dan pem,erataan infrasturktur. Kemudian, untuk sinergitas yang menjadi fokusnya kita akan memperkuat sinergitas dunia usha dalam membangun Karimun yang berdaya saing dibidang martim,” ujarnya.

Dengan adanya fokus pembangunan yang disejalankan dengan RPJMD serta visi dan misi Bupati, maka daerah kita akan memiliki daya saing.

Untuk itu, lanjutnya, semua OPD yang ada di lingkungan Kabupaten Karimun harus menggambarkan rencana program kerja yang sudah disepakati. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung di kawasan FTZ secara memadai. Tidak lupa juga program kerja untuk meningkatkan pengembangan sumber daya maritim dan pertanian. Karena, daerah kita ini dikelilingi oleh laut dan pertanian itu sebagai basis ekonomi kerakyatan.

”Pada tahun depan kita juga sudah mempunyai rencana porgram kerja untuk meningkatkan aksesbilitas pewtani dan nelayan. Yakni, terhadap sumber-sumber permodalan. Hal ini bertujuan untuk bisa membantu pengembangan usaha para petani dan nelayan yang ada di daerah kita,” jelasnya. (san)

Palapa Ring Barat Mulai Beroperasi

0

batampos.co.id – Palapa Ring Barat (PRB) dimungkinkan sudah bisa beroperasi tahun ini. Pasalnya, tahun ini sudah dilaksanakan uji coba di Natuna. Bahkan Menteri Kominfo Republik Indonesia Rudiantara, didampingi Direktur Utama Bp3ti Anang Latif, Direktur Utama PT. Palapa Ring Barat Syarif Luminto, Kepala Divisi Hukum dan Humas Bp3ti Latifah Hanum dan Ajudan Menkominfo Andik Wantoro, akan berkunjung ke Anambas untuk menyaksikan uji coba jaringan internet PRB dan sekaligus meninjau perusahaan telekomunikasi sacofa yang belakangan ini sudah diakuisisi PT. SSU.

Kepala dinas komunikasi, informatika dan statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal mengatakan, selain ke Anambas rombongan juga dikabarkan akan ke Natuna. Belum diketahui apakah rombongan ke Anambas dulu atau ke Natuna dulu. “Rombongan akan ke Anambas pada hari Senin (26/3) besok dan rencananya akan bermalam di Anambas selama satu malam,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Lanjutnya, kunjungan Menkominfo bersama rombongan akan dilakukan dengan menggunakan pesawat TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusumah ke Bandara Khusus Matak pada tanggal 26 Maret 2018. Rombongan kemudian melakukan peninjauan ke NOC dan Beach Main Hole (BMH) Palapa Ring Barat sekaligus melakukan sosialisasi dan operasional Palapa Ring Barat dan uji coba internet. Rombongan pun, kemudian dijadwalkan juga meninjau landing point PT. Super Sistem Ultima (SSU), serta meninjau layanan akses internet di SMAN 1 Siantan.

“Selain berencana untuk meninjau lokasi landing point PT. SSU yang dulunya eks Sacofa, rombongan juga melakukan pertemuan dengan FKPD di aula kantor Bupati,” ungkapnya lagi.

Jeprizal juga mengatakan kalau salahsatu provider akan melakukan uji coba untuk mengoperasikan Palapa Ring Barat. Hanya saja, Jeprizal kurang mengetahui dengan pasti apakah hal tersebut berkenaan dengan dongkrak sinyal karena kunjungan Menkominfo yang hanya sesaat itu.

“Yang jelas mereka akan melakukan uji coba dengan BTS mereka yang ada di Pasir Merah. Soal (sementara) itu, kami tidak tahu. Memang, tadi pun hal itu juga menjadi pertanyaan. Pak Sekda yang memimpin rapat pun, juga menyampaikan hal itu. Sayangnya, tidak ada perwakilan dari provider tersebut yang datang. Kalau dari perwakilan Palapa Ring Barat memang hadir dalam pertemuan tadi. Hanya saja, ?itu bukan merupakan kewenangan mereka. Karena, memang harapan kami ada kontribusi nyata dalam pemerataan akses telekomunikasi di Anambas,” ungkapnya.

Namun demikian ada kemungkinan rombongan tidak ke Anambas melainkan ke Batam dan Natuna menggunakan maskapai komersil. “Untuk keputusan fix baru diketahui besok (hari ini Jum’at 23/3),” ungkapnya. (sya)

Bukit Raya Sandar di Letung

0

batampos.co.id – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Amat Yani mengatakan, dermaga pelabuhan Letung Kecamatan Jemaja dilihat dari sisi navigasi, kedalaman laut, fasilitas terminal dan dermaga direkomendasikan untuk disandari oleh KM Bukit Raya maupun kapal lain yang ukurannya sepadan.

Hal ini bukan tanpa alasan tapi sudah mendapatkan rekomendasi dari tim terpadu yang terdiri dari perwakilan Direktorat Lalulintas dan angkutan laut, Direktorat Kenavigasian, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Kantor UPP Kelas III Tarempa dan PT Pelni telah melaksanakan survei pelabuhan Letung.

“Hasil dari survei yang dilakukan tim terpadu pada tanggal 21 Februari 2018 lalu telah memberikan rekomendasi untuk disandari KM Bukit Raya di Dermaga Pelabuhan Letung,” ungkap Amat Yani selaku Wakil Ketua II DPRD KKA kepada wartawan Kamis (22/3) di Tarempa.

Tambahnya, hal ini akan ia teruskan bersama pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait khusus Dinas Pehubungan untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Kepri dan pihak Kementerian Perhubungan agar segera menindaklanjuti surat tersebut. Ia menambahkan sejak surat hasil survei ini diterbitkan belum ada uji coba.

“Kami dari DPRD Anambas bersama OPD terkait akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov Kepri dan Kementerian Perhubungan. Hingga saat ini KM Bukit Raya belum sandar di dermaga pelabuhan Letung,” terangnya.

Ia juga akan menyampaikan sejumlah kebutuhan sebagai penunjang operasional dermaga pelabuhan letung nantinya, seperti penyediaan fasilitas umum seperti terminal, lapangan parkir, mushola dan toilet. Jika diperlukan meminta diadakan kapal tunda dan tandu.

Dermaga pelabuhan letung merupakan pelabuhan laut yang terletak di Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepri, terdapat satu dermaga pelabuhan yang memiliki panjang 100 meter lebar 11 meter, kedalaman -8 sampai dengan 20 m dan panjang trester 260 meter dari dermaga.

“Artinya pelabuhan Letung layak disandari oleh kapal type 1000, selain dari KM Bukit Raya atau Kapal Tol Laut. Kebutuhan itu memang sangat ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas khususnya masyarakat Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur,” tuturnya. (sya)

Cegah Monopoli Usaha di Natuna

0
Wan Siswandi. F: Humas Pemkab Natuna untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna Wan Siswandi mengharapkan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat mencegah terjadinya monopoli dalam usaha di Natuna.

Menurut Siswandi, pertumbuhan dunia usaha memiliki peran penting mendukung pertumbuhan ekonomi di Natuna. Dan intervensi pemerintah adalah keharusan menjamin kesamaan hak bagi rakyat untuk melakukan berbagai aktifitas usaha baik bagi usaha skala besar, usaha menengah dan kecil.

“KPPU ini belum ada di Natuna. Mudah-mudahan dapat membantu menumbuhkan dunia usaha, tentu dapat mencegah praktik monopoli di lapangan,” sebut Siswandi saat mengadakan pertemuan bersama Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Batam, Akhmad Muhari di kantor Bupati Natuna, Kamis (22/3).

Wan Siswandi menambahkan, bahwa saat ini Kabupaten Natuna sedang memacu percepatan pembangunan dimana salah satu unsur yang memegang peran penting pada sektor pertumbuhan ekonomi adalah pengusaha.

Namun untuk mewujudkan persaingan yang sehat, pemerintah harus mengambil peran tegas bagi upaya pengendalian harga dan pencegahan terjadinya monopoli usaha di daerah.

“Kehadiran KPPU Batam ini, kami berharap seluruh pelaku usaha daerah dan lembaga terkait mendapatkan informasi secara utuh dan menyeluruh terkait peran dan fungsi KPPU. Supaya setiap unsur dapat bekerjasama menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Siswandi.

Kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Batam, Akhmad Muhari menjelaskan, tugas dan peran utama lembaga ini adalah untuk penegakan hukum, advokasi kebijakan, pengendalian dan pengawasan kemitraan usaha di daerah.

Tugas KPPU katanya, untuk menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional, melalui jaminan kesempatan usaha yang sama kepada seluruh pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mengingat pentingnya peran KPPU, kami uga berharap, terjalin kerjasama dan proaktif semua pihak, baik dari unsur pemerintahan maupun lembaga terkait dan unsur lainnya, mencegah terjadi monopoli usaha,” ujar Muhari.(arn)

Soal Tambang Pasir Darat, Pemprov Salahkan Pemko Batam

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meski aktivitas pertambangan pasir ilegal di kawasan Tembesi saat ini gencar dirazia, namun aktivitas itu tak membuat penambang pasir di kawasan Panglong Nongsa ciut nyali.

Pantauan Batam Pos di pertambangan pasir ilegal Panglong Nongsa, Kamis (22/3) pagi, baik mesin pengisap pasir maupun lori yang siap mengangkut pasir, serta beberapa orang yang menunggu pengisapan pasir masih beroperasi serentak. Ada yang bertugas mengecek mesin pengisap pasir, ada juga yang bertugas menaikkan pasir hasil penyedotan yang sudah agak kering menggunakan sekop ke atas bak lori.

Padahal aktivitas penambangan pasir dara ilegal tersebut sudah ditegaskan, Kepala Distamben Provinsi Kepri, Amjon, semua yang ada di Batam adalah ilegal atau tak berizin.

“Setahu kami, sampai saat ini kami belum pernah mengeluarkan satu izinpun di Batam untuk pertambangan, apapun itu, termasuk tambang pasir darat. Kenapa kami tak mengeluarkan izin itu, karena memang tidak ada dalam tata ruang satu titikpun di Pulau Batam ini untuk tata ruang tambang seperti pasir darat,” ujar Amjon.

Apabila masih ada kegiatan pertambangan pasir darat di Batam, Amjon menegaskan hal itu adalah ilegal atau sifatnya pencurian pasir.

“Kami ingin menyampaikan bahwa aktivitas penambangan pasir darat di Batam itu tak bisa disebut tambang ilegal, mereka itu mencuri pasir. Kalau kami bahasakan tambang ilegal, mindset masyarkat Batam, DLH Batam, Wali Kota Batam atau siapapun, seolah-olah itu jadi gawenya Distamben Kepri. Padahal itu bukan gawe atau tanggung jawab kami. Itu adalah tanggung Jawab Pemko Batam sendiri seperti apa penindakannya,” terangnya.

Pemko Batam, lanjut Amjon, pernah berkirim surat ke intansi yang dipimpinnya yang isinya ingin membuat tim terpadu untuk menertibkan aktivitas pencurian pasir atau tambang ilegal di Batam. Hal tersebut dinilai Amjon sebenarnya hal yang tak perlu.

“Sudah jelas kok, tata ruang di Batam menegaskan tak ada satu titik pun izin tambang termasuk pasir darat. Mereka itu unsurnya sudah pidana, mencuri pasir. DLH Batam harus tegas, Pemko Batam harus tegas, tangkap mereka. Begitu juga polisi berhak menangkap mereka. Karena apa, unsurnya murni itu pencurian yang masuk ranah pidana,” ujarnya.

Tugas dan tanggung jawab Distamben Kepri, lanjut Amjon, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan adalah mengawasi, mengontrol, menginvestasi dan memberikan pengawasan kepada tambang-tambang berizin atau legal yang terdaftar.

“Pengawasan kami terhadap tambang legal. Tapi setelah berizin mereka masih melaksanakan kegiatan di luar amdal, di luar IUP, maka itu adalah jadi tanggung jawab kami untuk memperkarakan atau menindak. Kalaupun ada aktivitas tambang yang tak berizin di kami, itu bukan ranah kami, tapi ranah pemerintah daerah setempat penindakannya,” terang Amjon.

Amjon mengaku sampai saat ini pihaknya tak tahu di Batam ada aktivitas penambangan pasir darat.

“Jangankan itu, titiknya di mana saja kami tak tahu, orangnya kita tak tahu, pakai PT apa juga tak tahu. Kalau pemerintah daerah setempat mengetahui itu, ya tindak lah, turunkan PPNS atau gandeng polisi untuk menindaknya, bukan dilemparkan kesalahan ke kami. Mereka itu unsurnya sudah jelas mencuri pasir. Jangan diberi angin aktivitas pencurian pasir ini, jangan diberi ruang gerak mereka beraktivitas mengeruk pasir darat,” ujar Amjon mengakhiri. (gas)

Main Judi di Kedai Kopi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri dituntut lebih fokus lagi untuk memberantas praktek perjudian di Batam. Itu karena berbagai macam praktek perjudian masih marak beroperasi hingga saat ini.

Judi Sie Jie atau yang disebut toto gelap (togel) merupakan jenis perjudian yang susah diberantas. Itu karena siapa saja bisa menjadi agen penjualan judi tebak angka tersebut. Pelaku perjudian juga bisa dilakukan oleh siapa saja sebab dengan modal Rp 1.000 sudah bisa membeli judi tebak angka tersebut. Kemudahan-kemudahan itu membuat judi sie jie susah diberantas sebab peminat juga banyak.

Informasi yang didapat Batam Pos dari seorang mantan bandar judi Sie Jie di Batuaji, saking banyaknya peminat judi tebak angka itu, bandar sie jie juga membuka praktek perjudian lain untuk meraup keuntungan yang lebih.

“Biasanya di kedai kopi seperti itu. Selain beli togel, orang (pengunjung) bisa main song dan leng (jenis judi kartu) di kedainya. Rata-rata memang begitu (untuk bandar togel yang memiliki kedai kopi atau rumah makan lainnya),” ujar sumber, Kamis (22/3).

Dengan membuka praktek perjudian ganda itu, pemilik kedai akan mendapat keuntungan lebih. Selain komisi dari penjualan angka sie jie, jualan di kedai kopinya juga laris manis. “Itulah yang dikejar mereka. Kopi atau makanan di kedai itu jadi laris kalau orang main (judi) disitu,” tuturnya.

Situasi yang menguntungkan itu benar-benar dimanfaatkan oleh oknum pemilik kedai kopi yang membuka praktek perjudian itu. Siapa saja yang datang akan diterima dengan senang hati sekalipun masih anak-anak.

Ini menjadi kekuatiran serius bagi sebagian warga yang memiliki anak usia sekolah. Maraknya aktifitas perjudian itu dikuatirkan akan mempengaruhi anak-anak mereka. Anak-anak bisa saja terjerumus ke sana karena kemudahan-kemudahan praktek perjudian tersebut. “Judi sie jie yang paling dikuatirkan. Itu mudah didapat dan siapa saja boleh. Kalau anak-anak sudah ketagihan, nanti akan coba judi yang lebih besar lagi seperti judi kartu itu,” tutur Paulina, warga Tembesi.

Untuk itu warga berharap agar aparat kepolisian di Batam benar-benar serius menanggapi keluhan ini. Praktek perjudian dalam bentuk apapun segera ditertibkan agar tidak merusak generasi penerus bangsa nantinya. (eja)