Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12372

SWRO Diresmikan Awal April, Pembahasan Subsidi Belum Tuntas

0
Sukatno, memperlihatkan air laut olahan di Gedung Operasional SWRO Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang akan meresmikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) awal April nanti. Pemerintah akan membagi tiga klasifikasi pelanggan, yakni kategori rumah tangga, kategori sosial, dan kategori niaga. Perbedaan kategori ini nantinya akan berimbas pada tarif yang dibebankan.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono menilai, tarif pelanggan SWRO memang tidak bisa dibagi sama rata. “Karena ada juga yang punya usaha air minum isi ulang, panti asuhan atau masjid, dan ada pula yang cuma rumah tangga biasa, jadi tarifnya harus beda,” kata Riono, kemarin.

Hanya saja, baru klasifikasi ini yang disepakati. Soal besaran tarif yang akan dibebankan belum ada kesepakatan. Karena, kata Riono, besaran itu harus diresmikan dan tertuang dalam beleid Peraturan Wali Kota. “Nanti akan kami minta juga pertimbangan dan persetujuan DPRD,” ujar Riono.

Satu hal yang juga sedang alot dibahas, sambung Riono, adalah berkenaan subsidi. Hal ini juga belum ada kepastian. Hal itu mengingat penetapan subsidi itu diperkirakan akan berimbas pada beban anggaran Pemko. Dan ini yang tak bisa diputuskan secara sepihak oleh Riono. “Subsidi ini sendiri akan membebani APBD sekian miliar. Jadi saya belum berani memutuskan, tunggu hasil keputusan bersama,” terang Riono.

Regulasi pembiayaan dan harga semacam ini diharapkan Riono bisa ada kesepakatan. Karena direncanakan pada awal bulan depan layananan SWRO ini akan diresmikan dan difungsikan secara luas kepada pelanggan. “Memang sudah beroperasi atau telah dilakukan uji coba beroperasi 5 jam per hari secara gratis tanpa dipungut biaya. Nanti setelah launching secara otomatis yang salama ini memanfaatkan SWRO akan mulai membayar,” ujar Riono.

Riono juga menyampaikan, biaya untuk obat penyuling air jadi tawar dan biaya listrik per bulannya dibutuhkan Rp 170 juta. Belum termasuk biaya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan pekerjanya ada 10 orang, belum termasuk 15 orang Kasubagnya.

“Nah untuk biaya ini, perlu rapat kembali. Agar bisa dihitung biaya per kubiknya yang harus di bayar oleh pelanggan SWRO nanti. Termasuk berapa jumlah pelanggan SWRO. Apakah nanti tetap disubsisi atau tidak, tergantung keputusan bersama. Tetap tidak memberatkan masyarakat nantinya,” pungkasnya. (aya)

Disdik Percepat Distribusi Soal Ujian Nasional

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan persiapan Ujian Nasional (UN) 2018 di Kepri sudah matang. Bahkan proses penyebaran soal UN bagi daerah-daerah terdepan di Natuna dan Anambas sedang berlangsung.

“Belum semua daerah di Kepri bisa menerapkan UN berbasis komputer,” ujar Arifin Nasir menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (23/3).

Arifin yang mengaku saat ini sedang berada di Natuna untuk memantau persiapan UN. Menurut Arifin, tahun ini tetap menggunaan dua format UN. Pertama adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan yang kedua adalah Ujian Nasional Kerta Pensil (UNKP).

“UNKP ini berlaku bagi daerah-daerah yang belum tersentuh jaringan informasi teknologi,” papar Arifin.

Dijelaskannya, kebijakan UNKP tentunya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satunya adalah persoalan rentang kendali. Seperti yang terjadi di Natuna dan Anambas. Meskipun ada sekolah yang menggelar UNBK, tetap tidak bisa menumpang.

“Daerah-daerah terdepan, penyebaran soal UN kita prioritaskan,” tegas Arifin.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri tersebut juga mengatakan, secara umum ada 23.201 pelajar SMA/SMK, dan MA di Kepri yang akan menjalani UN. Adapun rinciannya adalah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 6.067, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 7.858, Bahasa 114, dan Agama 168.

“Khusus untuk SMK dari berbagai jurusan sebanyak 8.994 peserta,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, untuk soal UN di daerah-daerah yang bisa ditempuh perjalan satu hari, akan disebar menjelang pelaksanaan UN. Ia berharap, aktivitas UN di Kepri tahun ini berjalan dengan baik. Selain itu peserta didik juga bisa memberikan yang terbaik bagi nama besar Kepri di tingkat nasional.

“Target kita tentu mendapatkan yang terbaik,” jelasnya lagi.

Ditambahkan Arifin, dari 248 sekolah SMA/SMK dan MA yang akan menggelar UN, 115 sekolah dinyatakan siap untuk menggelar UN secara mandiri. Sedangkan 15 sekolah akan menumpang disekolah-sekolah terdekat yang menggelar UNBK. Sementara itu, ada 118 sekolah akan menggunakan sistem UNKP.

“Untuk menyelaraskan UNBK di Kepri memang membutuhkan waktu. Kendalanya adalah sistem jaringan IT,” tutup Arifin.(jpg)

Sisir Sarden Kalengan, Tim Temukan Produk Kedaluwarsa

0

batampos.co.id – Tim Pangan Kabupaten Bintan menemukan beberapa produk kedaluwarsa saat melakukan penyisiran sarden kaleng di salah satu
swalayan Takarina di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/3). Terkait temuan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan akan mengkoordinasikan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri.

“Kami tidak berwenang menindak pelaku usaha yang kedapatan menjual produk kedaluwarsa, tugas itu ada di BPOM,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama AF Isnaeni, Jumat (23/3).

Dia menyampaikan pihaknya sebatas memberikan pembinaan terhadap pelaku
usaha. Namun apabila pelaku usaha tetap menjual produk kedaluwarsa, maka persoalan itu akan ditindaklanjuti ke Badan POM. “BPOM yang memprosesnya,” kata dia.

Meski demikian, Gama tetap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag Koperasi dan UMKM Kabupaten Bintan. Jika pelaku usaha masih membandel dan menjual produk kedaluwarsa, maka akan ada sanksi berupa pencabutan izin usaha.

“Pertama ya dibina dulu, kalau sudah keterlaluan, akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan undang undang yang berlaku,” kata dia.

Ditemukannya produk kedaluwarsa di swalayan itu ketika Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan bersama BPPOM melakukan penyisiran produk sarden kalengan yang dilarang beredar ke sejumlah swalayan di Kabupaten Bintan, Kamis (22/3). Namun, saat itu, petugas menemukan sejumlah produk yang dipajang di rak sudah kedaluwarsa antara lain mie instan, kopi bubuk, sabun dan beberapa alat kosmetik. (met)

Bantu Distribusi

0

Irfan dan Yudha penambang pancung (perahu kayu untuk transportasi antar-pulau di Kota Batam) di Pulau Belakangpadang memindahkan tabung gas LPG isi 3 kg ke dalam pancung untuk didistribusikan ke pulau-pulau kecil yang terdapat di Pulau Belakangpadang.

Kota Batam memiliki 308 pulau di sekitar Pulau Batam. Transportasi laut tradisional membantu distribusi tabung gas ke penduduk.

 

FOTO/TEKS: IMAN WACHYUDI / BATAM POS

Untuk Warga di Pulau Perbatasan

0

Yanto penambang pancung (perahu kayu untuk transportasi antar-pulau di Kota Batam) di Pulau Belakangpadang memindahkan tabung gas LPG 3 Kg ke dalam pancung untuk dibawa ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) khusus liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 3 Kg di jalan Patimura, Kabil.

Dari Pulau Belakangpadang Yanto menuju ke Pelabuhan Rakyat Punggur di Pulau Batam, untuk kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat. Demikian pula sebaliknya.

Yanto mengaku, setiap dua hari sekali ia harus membawa 200 tabung yang berisi gas 3 Kg untuk diantarkan kepada dua pangkalan yang terdapat di Belakangpadang yang kemudian didistribusikan ke sejumlah pulau di sekitarnya yang merupakan daerah perbatasan dengan Negara Singapura.

Pertamina berkomitmen menciptakan energi yang berkeadilan di seluruh wilayah Indonesia.

 

foto/teks: IMAN WACHYUDI / BATAM POS

Pererat Silaturhami dan Persahabatan Pramuka

0
Penyematan scraf peserta KISC oleh Kepala SMPN 2 Karimun Salawati, Jumat (23/3). F.Ichwanul Fazmi/batampos.co.id 

batampos.co.id – Karimun International Scout Challenge (KISC), resmi dibuka oleh Asisten III, Hurnaini, Jumat (23/3) di halaman SMPN 2 Karimun. Kegiatan kepramukaan ini, melibatkan SMK Dato Penggawa Barat, Pontian Johor dengan mempertandingkan sejumlah perlombaan selama tiga hari ke depan.

Di antaranya, persahabatan pramuka Indonesia, dan Pengakap Malaysia. Kemudian, perlombaan Olimpiade Matematika, Olimpiade IPA, dan program Adiwiyata. Termasuk progam seni membatik. Peserta KISC juga dibawa berkunjung ke sejumlah objek wisata di Pulau Karimun. Sebelum pulang juga dilaksanakan malam kebudaan dan ramah tamah.
Hurnaini yang mewakili Bupati menegaskan, pemerintah sangat mendorong, sekaligus mendukung kegiatan kepramukaan yang melibatkan dua negara.

Melalui kegiatan pramuka bisa membuat peserta lebih berkarakter, kreatif, dan berinovasi dalam mengisi pembangunan. Selain itu, menghindarkan anak-anak dari hal-hal bersifat negatif.

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan ini. Karena kegiatan pramuka bisa mendekatkan anak dengan kedisiplinan, sehingga bisa menciptakan pribadi yang jujur, dan mampu menghindarkan mereka dari hal-negatif,” kata Hurnaini.

Sementara Ketua sekaligus Wakil Resmi merangkap Guru Penolong Kanan Hal Ihwal Murid SMK Dato Penggawa, HM Azmi mengaku terharu atas sambutan yang diberikan tuan rumah. Terlebih begitu sampai di pelabuhan, rombongan disambut kompang. Bahkan mempersembahkan tanjak yang disematkan oleh Camat Karimun, Arpan.

Karimun International Scout Challenge melibatkan persekutuan pengakap Malaysia yang diwakili Pengakap Laut Kumpulan 14 Pontian, Johor. Masing-masing 49 peserta pelajar, dan 15 guru.

“Kami sangat berbangga mendapat sambutan yang begitu tinggi. Mulai dari kedatangan, hingga penjamuan. Kami berharap, kegiatan ini terus kekal, dan berkesinabungan dalam mempererat silaturahmi,” ungkap Azmi.

Sedangkan Kepala SMPN 2 Karimun, Salawati menjelaskan, KISC merupakan kerja sama dua negara yang diselenggarakan untuk Pramuka Indonesia, dan Pengakap Malaysia. Kegiatan KISC berisi aktivitas kreatif, produktif, inovatif, dan rekreatif dalam bentuk lomba persahabatan.

“Melalui kegiatan KISC dapat memupuk rasa persahabatan, persaudaraan, dan perdamaian antar Indonesia, dan Malaysia. Dan kita berharap silaturahmi terus terjalin, dan kegiatan serupa tetap terjaga,” ungkap Salawati.

Turut hadir diacara KISC, Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim, Camat Karimun, Arpan, Seklur Balai Kota Erwari, Ketua Kwarran Pramuka Karimun, Yusriana. Kegiatan KISC berlangsung di dua titik, SMPN 2, dan lapangan Coastal Area. Sebanyak 105 peserta, dan 50 pembimbing terlibat dalam kegiatan KISC. (enl)

Isi Minyak Tengah laut

0

Perahu penumpang melintas di dekat kapal yang tengah mengisi minyak di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik Pertamina di Pulau Sambu, Batam. Pulau Sambu yang berhadapan dengan Singapura itu telah digunakan sebagai penyimpanan minyak (storage tank oil) oleh Royal Dutch Shell sejak tahun 1927 lalu diteruskan penggunaanya oleh Pertamina.

Saat ini Pertamina memiliki terminal berstandar internasional dengan kapasitas 310.000 kilo liter di Pulau Sambu guna mendukung ketahanan energi dan bisnis oil trading perusahaan di wilayah regional Asia Tenggara.

 

foto/teks : IMAN WACHYUDI / BATAMPOS

Suplai Avtur

0

Petugas PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) mengisi bahan bakar avtur ke dalam tanki Pesawat Garuda yang terletak di sayap pesawat tersebut di Bandar Udara Internasional Hang Nadim yang terletak di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kamis (8/3/2018) lalu.

Pertamina memiliki jaringan layanan bisnis bahan bakar penerbangan atau lini bisnis aviasi, baik di dalam negeri (domestik) maupun di luar negeri (overseas).

Kegiatan usaha aviasi adalah memasarkan avtur untuk perusahaan penerbangan di bandar udara (bandara) dalam negeri dan luar negeri. Untuk bandara di luar negeri, Pertamina menjalin kerja sama dengan mitra setempat melalui skema kerja sama Conco Delco (Contracting Company Delivery Company).

Di dalam negeri, Pertamina melayani kebutuhan bahan bakar di 63 bandara melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) yang tersebar dalam Marketing Operation Region (MOR) 1 hingga MOR 8.

foto / teks : IMAN WACHYUDI / BATAMPOS

Ada Tempat Hiburan Malam di Depan Kantor Satpol PP

0
Sepanjang jalan DKW Mohammmad Benteng Ranai inilah terdapat tempat karaoke, tepat di depan Kantor Satpol PP. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna kembali menghembuskan rencana penertiban tempat hiburan malam (karaoke,red). Kali ini fokusnya karaoke berada di sekitar kantor Satpol PP.

Sekda Natuna sekaligus ketua tim Pekat Pemkab Natuna Wan Siswandi, mengaku sudah mulai risih sejak beroperasinya kembali tempat karaoke di sekitar kantor Satpol PP. Sebelumnya sempat ditutup, kecuali karaoke keluarga.

“Tim Pekat akan mengagendakan penertiban tempat karaoke. Terutama disekitaran kantor Satpol PP,” ujar Siswandi kemarin.

Keberadaan tempat karaoke di depan kantor Satpol PP kata Siswandi, membuat pandangan jelek bagi satuan Polisi Pamong Praja yang sudah mulai berbenah diri. Sehingga tempat hiburan perlu ditata lagi.

Pemerintah daerah sambungnya, akan agendakan tentang pemindahan tempat karaoke yang berada di lokasi yang tidak pantas. Karena tidak layak untuk dilihat oleh masyarakat.

Dan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan berkoordinasi instansi terkait dengan para pemilik lahan. Selain itu juga diberi pengarahan supaya tidak menjadi bumerang bagi pemerintah dalam menjalankan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah sekarang sudah sedikit risih, tempat karaoke kok di depan kantor penegak Perda. Dan di kantor Satpol juga perlu di bangun gerbang masuk supaya menandakan kantor,” ujar Siswandi.(arn)

Warga Kelarik Hilang di Laut

0

batampos.co.id – Mat Lazim, 70 warga Kelarik Kecamatan Bunguran Utara Natuna dikabarkan hilang di laut, kamis (22/3) dini hari kemarin, hingga saat ini belum ditemukan.

Menurut pengakuan keluarga korban, Mat Lazim diduga terjatuh dari pompong saat melaut bersama menantunya, Surdiman. Saat itu sedang di sekitar perairan pulau Sedue Kelarik.

“Saat itu bapak sedang memompa air pompong. Gak tau langsung hilang, suara tercebur ke laut pun tidak ada. Saya juga kaget, sekitar pukul 03.00 dini hari waktu itu saya sadar bapak sudah gak ada di pompong,” tutur Surdiman, Jumat (23/3).

Sudiman mengaku, saat itu masih berupaya melakukan pencarian seorang diri menyisir di sekitar lokasi. Tetapi korban tak kunjung ditemukan. Akhirnya pulang ke rumah meminta bantuan warga, yang langsung ikut membantu pencarian.

Pencairan juga melibatkan tim SAR dibantu kepolisian setempat. Dan lima unit pompong ikut melakukan pencarian, namun belum menemukan Mar Lazim yang diduga terjatuh dari pompong.

Camat Bunguran Utara, Izhar mengatakan, warga belum menemukan korban. Dan lima unit pompong masih melakukan pencairan dibantu tim SAR dan anggota Polsek.

“Mudah-mudahan orangtua ini cepat ditemukan, kondisi selamat. Masyarakat di Kelarik cukup cemas dan kawatir kepada korban yang sudah separuh baya ini,” ujar Izhar. (arn)