Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 12400

Limbah Turunkan Pamor Bintan

0
Warga menunjukkan limbah minyak hitam yang mencemari Pantai Sakera, Tanjunguban, Kamis (22/3). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Limbah minyak hitam atau sludge oil tak hanya mencemari kawasan wisata Lagoi, Bintan. Tiga hari terakhir pantai rakyat Sakera dan Pegudang juga diserang limbah hitam ini. “Tahun ini pencemarannya lebih parah dari tahun sbelumnya,” kata warga Kampung Bugis Tanjunguban, Tajjudin, 64 ditemui di Pantai Sakera, Kamis (22/3).

Menurutnya, tahun sebelumnya limbah berbentuk gumpalan sehingga mudah dipisahkan dari pasir dan dikumpulkan dalam karung. “Kalau sekarang susah dipisahkan, terlalu lengket,” bebernya.

Akibatnya, para nelayan tak bisa melaut. Alat tangkap ikan berupa jaring rusak bila terkena limbah minyak. “Jaringnya lengket bila terkena minyak. Dulu pernah kena, langsung saya buang (jaring, red) karena tak bisa dipakai lagi,” ungkapnya.

Akibat pencemaran tu, warga sekitar melarang wisatawan berenang. “Macam mana mau berenang kalau lengket begini, makanya saya larang pengunjung berenang,” kata dia.

Meskipun demikian, belum ada tindakan pemerintah ataupun instansi terkait untuk membersihkan tumpahan minyak hitam tersebut. Kelompok masyarakat peduli lingkungan, Iwan Winarto menyampaikan, peristiwa limbah minyak hitam sudah menjadi bencana rutin setiap tahun di Kabupaten Binta. “Sudah di mana-mana (tercemar). Mulai Sakera, Sungai Kecil, Pengudang dan Berakit juga tercemari limbah minyak hitam,” kata warga Pengudang ini.

Memasuki musim selatan, limbah mulai berkurang karena terbawa arus. Meskipun demikian bekasnya masih menempel di karang atau bebatuan.Karena itu, ia berharap ada tindakan atau penanganan serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Setidaknya ketika musim angin utara tiba. “Setidaknya penanganan limbah yang datang pas musim angin utara,” kata dia.

Yudha warga Berakit juga mengatakan, limbah minyak hitam sudah sampai ke wilayahnya. Seorang temannya yang sedang berenang mencari karang pun menjadi korbannya. “Tiba tiba kepalanya berat, ternyata kepalanya dipenuhi limbah,” bebernya.

Sementara itu, GM Banyan Tree Hotel and Resort, Alpha Eldiansyah mengatakan pencemaran limbah minyak hitam jelas menganggu kenyamanan wisatawan utamanya tamu tamu yang menginap di beberapa resort di kawasan Lagoi. “Di sini banyak resort yang kena,” katanya.

Diakuinya beberapa tamu hotel mengeluhkan pencemaran limbah minyak hitam walaupun tamu umumnya memaklumi bahwa kejadian ini bukan disebabkan karena pihak resort. “Ada tamu tamu kita dalam dan luar negeri yang mengeluhkan, walaupun mereka mengerti,” ujarnya.

Ia khawatir kejadian yang terus berulang setiap tahun ini bisa menurunkan wilayah Bintan yang terkenal akan wisata pantai nya. “Nama Bintan dan Lagoi sedang naik daun, saya khawatirnya ketika wisatawan pulang ke negaranya dan menceritakan apa yang mereka lihat di sini ke teman teman di negaranya,” jelasnya.

Kepala OPS PPLP Tanjunguban, Sugeng Riyono mengatakan, pihaknya terus menyisir perairan meski sementara ini belum ditemukan adanya limbah minyak hitam di laut. Limbah yang ditemukan justru di pesisir dan sudah sampai di darat.”Sekarang kami pun lagi menyisir,” kata dia ketika dihubungi, kemarin.

Dugaan sementara kata dia, limbah minyak hitam berasal dari perairan laut lepas atau kapal yang melakukan cleaning tank (pembersihan tangki). “Mungkin juga ada industri apa, kami tidak tahu,” katanya.

Jika menemukan limbah minyak hitam di laut, ia menjelaskan, pihaknya akan mengambil sampel lalu diserahkan ke pihak lingkungan hidup untuk diteliti. “Sampai sekarang kami belum menemukan limbah di laut, yang kami temukan justru sudah sampai di darat,” kata dia.(met)

Rp 1,6 Miliar untuk 10 Parpol

0

batampos.co.id – Sepuluh partai politik (Parpol) yang duduk di DPRD Kepri pada periode 2014-2019 mendapatkan Bantuan Partai Politik (Banpol). Adapun besaran Alokasi anggaran dari APBD Kepri untuk setiap tahun anggaran adalah Rp 1,6 miliar. Partai Golkar mendapat bagian terbesar, sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang paling kecil.

“Jumlah tersebut tidak dibagi rata, melainkan berdasarkan skala perolehan suara di Pileg lalu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepri, Zulhendri, Kamis (22/3) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskan Hendri, dasar hukum bagi bantuan partai politik tersebut mengacu pada beberapa regulasi yang sudah ditetapkan Pemerintah Pusat. Yakni Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Parpol.

Berikutnya adalah Permendagri Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 77 tahun 2014 tentang pedoman tata cara penghitungan penganggaran dalam APBD, dan tata tertib administrasi pengajuan, penyaluran, dan laporan pertanggungjawaban penggunaan bantuan keuangan Parpol.

Disamping itu, kata Hendri, juga diperkuat dengan Peraturan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 2 tahun 2015 tentang pemeriksaan laporan pertanggungjawaban penggunaan keuangan Parpol. “Kita di daerah juga turut memperkuat regulasi, yakni dengan membuat Pergub Nomor 220 tahun 2017 tentang tim verifikasi Banpol,” tegas Hendri.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam tersebut menjabarkan, hasil Pemilu 2014-2019 tingkat Provinsi Kepri oleh 10 Parpol adalah 827.488 suara. Adapun satu suara
besaran Banpol yang diberikan senilai Rp 1.989. Sehingga dikalkulasikan secara global jumlahnya Rp 1.645.873.632 (lihat tabel,red). Masih kata Hendri, Banpol tersebut flat
selama lima tahun sampai 2019 mendatang.

“Pengelolaan dana Banpol tidak berada di Kesbangpol. Melainkan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Kami adalah bagian dari tim verifikasi,” paparnya.

Dikatakannya juga, meskipun pihaknya sudah melakukan pendampingan-pendampingan kepada Parpol, tetapi laporan pertanggungjawaban yang diserahkan ke BPK masih belum
lengkap. Sehingga menjadi temuan yang harus diperbaiki. Meskipun masalah administrasi tetapi itu sangat mengganggu kinerja keuangan daerah.

“Tahun lalu, nilai laporan Parpol mencapai 98 persen. Karena ada satu parpol yang menjadi temuan oleh BPK,” paparnya lagi.

Pria yang saat ini duduk sebagai Sekretaris Kesbangpol Kepri itu, mengungkapkan, dari evaluasi yang sudah dilakukan, pihaknya menyarankan kepada setiap parpol untuk
memiliki staf administrasi keuangan punya pengetahuan tentang membuat laporan keuangan. Karena jika Laporan keuangan dinilai buruk dan tidak bisa diperbaiki,
konsekuensinya ditanggung oleh Parpol.

“Jika laporan penggunaan anggaran tahun sebelumnya buruk. Tahun berikutnya tidak akan dapat bagian,” tutup Hendri.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri dan Kewaspadaan Dini, Kesbangpol Kepri, Elman Krisos menambahkan, dalam pelaksanaan di lapangan juga ada
beberapa kendala. Karena kepengurusan partai yang sering berubah. Karana pencairan anggaran biasanya dilakukan berdasarkan syarat tertentu.

“Selain soal laporan keuangan, Banpol tidak bisa diberikan ketika kepengurusan Parpol bermasalah atau dualisme. Pada 2016 lalu, Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepri merasakan itu,” tegasnya.

Dijelaskannya juga, instansi-instansi yang tergabung dalam Tim Verifikasi Banpol adalah Kesbangpol Kepri, KPU Provinsi Kepri, Kanwil Kemenkum dan HAM Kepri, Biro Hukum Kepri dan BPKAD Kepri. Fakta-fakta autentikasi hasil Pemilu 2014-2019 harus di lampirkan ke dalam proposal yang diajukan.

“Untuk mendapatkan laporan keuangan yang akuntabel, tentu kita harus mengetahui rambu-rambu yang sudah ada,” ujar Helman.(jpg)

Daftar Penerima Banpol
Golkar      Rp 310.564.449 (156.141 suara)
PDI P       Rp 284.094.837 (142.833 suara)
PD           Rp 218.626.902 (109.918 suara)
Hanura     Rp 145.724.085 (73.265 suara)
Gerindra   Rp 142.048.413 (61.417 suara)
PAN         Rp 122.657.652 (61.668 suara)
NasDem   Rp 117.014.859 (58.831 suara)
PKS          Rp 114.608.169 (57.621 suara)
PPP          Rp 105.737.229 (53.161 suara)
PKB          Rp 84.797.037 (42.633 suara)

Sedan Terbakar di Batam Center

0
foto: satlantas polres barelang

Mobil sedan warna putih terbakar di Jalan Sudirman dekat Simpang Raya, Batamcentre, Jumat (23/). Kebakaran diduga kena percikan api dari mesin.

Tampak pemadam kebakaran memadamkan api dan anggota Polantas sudah mengamankan lokasi kebakaran mobil. (ali)

Ketika Cacing Bersarang di Tubuh Kita

0
Gambar cacing yang diperbesar

batampos.co.id – Cacing gilig yang ditemukan di dalam sarden kalengan merek Farmer Jack, IO, dan HOKi ternyata cukup berbahaya bagi kesehatan. Jika masuk ke dalam usus, cacing dengan nama ilmiah anisakis sp ini dapat menyebakan penyakit anisakiasis.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan penyakit saluran cerna dan penyakit hati Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Dr Arif Koswandi, SpPD KGEH mengatakan, anisakiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing dari famili anisakidae terutama anisakis sp, dan tergolong zoonosi yang berbahaya.

“Penyakit ini dapat menginfeksi manusia, biasanya melalui konsumsi ikan mentah yang mengandung larva anisakis,” kata dokter Arif, Kamis (22/3).

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan gejala sakit pada abdomen, kejang, muntah, diare, dan demam ringan. Dalam kasus ekstrem, cacing dapat menyebabkan obstruksi usus. “Obstruksi usus adalah penyumbatan yang membuat makanan atau cairan melewati usus kecil atau usus besar,” ujarnya.

Masalah yang sering muncul disebabkan karena mengkonsumsi makanan ikan atau makanan mentah tanpa dimasak terlebih dahulu atau dalam keadaan setengah masak.

Celakanya, parasit ini bisa tumbuh cukup lama dalam tubuh ikannya. Jika tidak sengaja dikonsumsi, maka tubuh bakal memberikan respons immunomodulatorik (respons imun) dan reaksi alergi. Namun secara alami tubuh manusia normal memiliki kemampuan mengatasi kecacingan, terutama cacing usus.

“Ada respon protektif. Tubuh segera mengaktifkan antigen presenting cell (APC) yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh,” ujarnya.

Fatalnya lagi, meskipun cacing parasit ini dalam keadaan mati saat dikonsumsi, cacing tersebut akan tetap menyebabkan reaksi alergi. “Parasit yang mati akan melepaskan materi antigenik, yakni antigen somatik. Hal ini menyebabkan sensitisasi dan reaksi alergi,” kata Arif.

Dia menyarankan masyarakat yang sudah terlanjur mengkonsumsi sarden yang mengandung cacing gilig ini untuk tidak panik dan segera mengonsumsi obat cacing. “Dalam kasus besar jika timbul komplikasi akibat konsumsi parasit tersebut dapat menyebabkan penyumbatan usus. Kalau sudah seperti itu bisa dilakukan operasi,” tutupnya. (why)

Satpol PP Awasi PKL di Kawasan Laman Boenda

0

batampos.co.id – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Laman Boenda, utamanya di sekitar Gedung Gonggong akan tetap berjalan sebagaimana biasanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Effendi menuturkan perubahan mekanisme penertiban PKL baru bisa dilakukan usai didapatkannya kesepakatan terbaru mengenai cara penjualan dan titik lokasi penjualan.”Pengawasan dan penertiban tetap jalan seperti biasa,” tegas Effendi, kemarin.

Penertiban yang ditegakkan Satpol PP terhadap pedagang kaki lima di kawasan tersebut, terang Effendi, tidak lain untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung taman kota tersebut.Ikon kota yang kerap dikunjungi wisatawan nusantara maupun lokal ini, diharapkan mampu meninggalkan kesan yang baik dan nyaman saat berada di lokasi tersbut. Sehingga estetika taman dan gedung Gonggong tetap terjaga.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya. pedagang kaki lima di kawasan Taman Laman Boenda kemarin, menyepakati keputusan yang dibuat bersama DPRD Tanjungpinang, Satpol PP, Dinas Perdagangan dan BUMD Kota Tanjungpinang. Bahwa
penjual asongan diperbolehkan berjualan di kawasan taman, dengan cara menggendong barang dagangannya sementara waktu.

Selain itu anggota DPRD Tanjungpinang, Syahrial, juga menjanjikan akan membahas usulan PKL untuk dapat berjualan di dalam area Laman Boenda. Dengan syarat tidak menggunakan kereta dorong bayi, melainkan troli yang diseragamkan.

Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang ini juga menuturkan, agar Satpol PP melakukan pengawasan dan penertiban dengan cara yang baik kepada para pedagang di kawasan tersebut. Sehingga tidak menimbulkan pergesekan. “Sama-samalah saling menjaga,” pungkas Syahrial.(aya)

Sarden Bercacing Diimpor dari Tiongkok

0
Petugas BPOM Kepri meneliti sampel produk sarden di salah satu distributor yang berada di komplek Refindo Batuampar, Rabu (21/3). Pengambilan sampel itu terkait dugaan caci nematoda yang berada di produk jenis ikan kemasan kaleng. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kepri terus berupaya menarik sarden kalengan mengandung cacing dengan merek Farmer Jack, IO, dan HOKI. Hingga Kamis (22/3) kemarin, sudah ada ratusan ribu kaleng sarden yang disita dari gudang importir.

“Namun itu belum semua. Ada yang sudah terlanjur beredar,” kata Kepala Balai POM Kepri, Yosef Dwi Irawan, Kamis (22/3).

Yosep mengatakan, pihaknya mengimbau para importir untuk segera menarik ketiga merek sarden tersebut dari pasaran. Tenggat waktu yang diberikan satu bulan. Namun pihak importir ada yang menyanggupi akan menyelesaikannya dalam tiga minggu.

Setelah semua produk sarden terlarang itu ditarik dari pasaran, selanjutnya akan dimusnahkan. Namun pemusnahan akan dilakukan sendiri oleh pihak importir dengan pengawasan Balai POM dan instansi terkait.

Terkait dengan sanksi, Yosef mengatakan pihaknya hanya memberikan peringatan keras. Karena, menurutnya, kesalahan ini bukan sepenuhnya harus ditanggung pihak importir, tapi produsen dari sarden tersebut. Namun untuk penindakan produsen, ia mengatakan pihaknya mengalami kesulitan.

“Produsennya di luar negeri,” tuturnya.

Ia mengatakan, produsen dari sarden ini tidak teliti dalam pemilihan bahan baku. Yosef menduga bahan baku yang digunakan bukanlah kualitas baik. “Karena ada cacingnya di sana,” ujarnya.

Apabila sarden ini konsumsi, kata Yosef, akan mengakibatkan reaksi alergi (hipersensitifitas) pada orang yang sensitif.

“Itu kalau cacingnya dalam kondisi telah mati, tapi kalau masih hidup tentunya akan berdampak buruk terhadap kesehatan,” ucapnya.

Yosef mengatakan, hal ini menjadi pelajaran bagi pihaknya. Ke depannya, Badan POM akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar meningkatkan pengawasan, seperti dari karantina ikan untuk memeriksa layak atau tidaknya bahan baku yang ada di dalam kemasan.

“Kami telah meminta importir melengkapi sertifikat pengolahan bahan baku, agar bisa melihat bahan bakunya itu benar-benar bagus atau tidak. Kejadian ini membuat kami belajar dan koreksi diri,” katanya.

Ia menuturkan, pengawasan akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang.

Agar pengawasan penarikan sarden ini berjalan lancar, Yosef mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa instansi untuk mengawasi proses itu. “Batam, Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Karimun, Anambas, dan Natuna sardennya sudah mulai ditarik dari peredaran,” ucapnya.

Saat ditanya apakah ke depan ketiga merek sarden itu dilarang beredar di Kepri, Yosef mengaku masih perlu ada kajian. “Lagi pula kami menunggu instruksi dari BPOM pusat,” katanya.

foto: shinta / batampos

Selain Balai POM Kepri, Dinas Perindustrian dan Perdaganan (Disperindag) Kota Batam juga menarik ratusan produk sarden merek HOKI dan Farmer Jack di beberapa pusat perbelanjaan di Batam.

“Jumlah pastinya belum kami hitung,” kata Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi, Kamis (22/3).

Zaref menyebutkan sarden yang terindikasi cacing gilig ini merupakan produk yang diimpor dari Tiongkok. Setelah menarik ratusan kaleng sarden itu, Zaref mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai POM Kepri.

“Biasanya dimusnahkan, nanti kami koordinasi dulu. Yang jelas ini perlu penanganan cepat,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (BPM-PTSP) Batam, Gustian Riau, mengungkapkan tengah mengecek kelengkapan perizinan perusahaan importir yang mendatangkan sarden terindikasi cacing gilig. “Tim tengah berada di kantor distributor,” kata dia.

Razia sarden mengandung cacing juga digelar di Bintan. Selain menarik sarden kalengan dari toko, petugas yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan juga mengecek langsung isi kaleng sarden terlarang tersebut. Hasilnya, memang terdapat sejumlah cacing di dalam kaleng sarden.

Seorang warga, Ani, mengaku senang dengan adanya pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang beredar di masyarakat. Khususnya untuk makanan kaleng impor.

Di Natuna, Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan Pemkab Natuna didampingi Satpol PP juga turun tangan, Kamis (22/3). Namun mereka baru sebatas memberikan imbauan kepada para pedagang untuk tidak menjual sarden kalengan merek Farmer Jack, IO, dan HOKI.

Pantauan Batam Pos, sebagian besar pedagang di Ranai, Natuna, hanya menjual sarden merek Farmer Jack. Sarden tersebut sangat laku karena harganya jauh lebih murah dibandingkan merek lain.

Kasi Farmasi dan Alkes Dinas Kesehatan Natuna, Desy Arianti, menyatakan petugas hanya sebatas memberikan imbauan kepada pihak pedagang agar tidak menjual produk sarden yang dilarang BPOM. Untuk penarikan langsung, pihaknya tak punya kewenangan.

Sementara di Batam, hingga Kamis (22/3) kemarin masih banyak toko dan minimarket yang menjual sarden merek Farmer Jack, IO, dan HOKI. Para pedagang mengaku tidak tahu jika ketiga merek sarden tersebut dilarang edar.

“Kata siapa sarden ini berbahaya untuk dimakan. Buktinya masih saja laku kok,” ujar salah satu pemilik toko kelontong di kawasan Jodoh, Murni, Kamis (22/3) siang.

Bahkan sebuah swalayan ternama di kawasan Nagoya-Jodoh pun masih ada yang memajang menjual sarden merek IO. Agar tak mencolok, sarden tersebut ditempatkan di rak terbawah, ditumpuk dengan sarden produk nasional.

Cek Semua Produk Sarden

Yayasan Lembaga Konsumen Batam (YLKB) mendesak Balai POM dan Dinas Kesehatan Batam segera menarik produk sarden merek Hoki, IO, dan Farmer Jack yang terdeteksi mengandung cacing gilig.

“Informasi ini sudah membuat masyarakat resah,” ujar Ketua YLKB, Fahri Agusta, Kamis (23/3).

Ia juga mempertanyakan pengujian yang dilakukan BPOM. Sebab, ketiga produk sarden ini memiliki izin edar, dan dikatakan aman untuk dikonsumsi. Sementara kondisinya sendiri mengandung parasit yang berbahaya bagi tubuh.

“Kalau bisa jangan tiga ini saja. Semua produk sarden dalam dan luar negeri harus diperiksa di lab,” tuturnya.

Menurut dia, seharusnya BPOM melakukan pengujian secara cermat sebelum memberikan izin edar pada produk tertentu. Terutama produk makanan atau minuman impor.

Oleh sebab itulah, ia selalu berpesan agar masyarakat hari-hati membeli makanan kemasan kaleng. “Kita kan gak tahu makanan ini berbahaya atau tidak. Seperti ini misalnya ada izin edar dan layak konsumsi. Tapi kenyatannya ada cacing gilig,” jelasnya. (ska/yui/met/arn/gas/rng)

BPTP Kepri Petakan Lokasi Strategis Pertanian

0
Kepala BPTP-Balitbangtan Kepri, Mizu Istianto foto bersama dengan Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin dan peserta sosialisasi peta penyesuaian sumber daya lahan, Kamis(22/3). F.Humas BPTP-Balitbangtan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP-Balitbangtan) Kepri sudah menuangkan kawasan-kawasan pertanian strategis di tujuh kabupaten/kota di Kepri ke dalam peta kesesuaian lahan. Sosialisasi dan lauching Peta Kesuaian Lahan di Kepri digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kepri, Kamis (22/3).

“Peta penyesuaian lahan dan arahan komoditas pertanian dengan skala 1:50.000 dirancang khusus bagi lima kabupaten dan dua kota di Kepri,” ujar, Kepala BPTP-Balitbang Kepri, Mizu Istianto disela-sela kegiatan, kemarin.

Dijelaskannya, dengan adanya peta ini, bisa diketahui secara detail, tentang sumber daya lahan yang dimiliki Pemprov Kepri. Bahkan dari hasil riset yang dilakukan di dalam peta tersebut juga menjabarkan potensi-potensi pertanian apa saja disetiap daerah.

“Kita sudah gambarkan potensi pertanian di setiap daerah. Semoga terobosan yang kita buat ini bermanfaat bagi daerah,” papar Mizu.

Sementara itu, Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut mengatakan, peta penyesuaian sumber daya lahan ini, keberadaanya sangat penting. Bahkan bisa menjadi rujukan bagi kepentingan investasi di bidang pertanian.

“Jika ada investor yang ingin berinvestasi pertanian di Kepri, tinggal memilih pertanian apa,” ujar Naharuddin.

Menurut Naharuddin, didalam peta tersebut telah menjabarkan secara detail prospek pertanian disetiap daerah. Baik itu dari kecamatan sampai ketingkat desa. Karena petugas BPTP-Balitbangtan Kepri sudah tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Kita sudah pasti sangat terbantu dengan adanya peta ini. Karena bisa menjadi pegangan untuk menawarkan investasi bidang pertanian,” paparnya.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menjelaskan, Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Terpilih ini menyajikan informasi berupa identifikasi dan evaluasi tingkat kesesuaian lahan dengan beberapa jenis komoditas pilihan seperti cabai, karet, kakao, tebu, jagung, dan padi.

Pembuatan peta ini juga langkah sinergi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun Pemprov Kepri. “Informasi dalam peta ini juga bisa dipakai sebagai dasar dalam menentukan teknologi, strategi dan arahan pengembangan berbagai komoditas di setiap daerah,” jelas Mantan Kadishub Kepri tersebut.(jpg)

 

Tour de Bintan Diikuti 1.200 Peserta

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin rapat persiapan Tour de Bintan 2018 usai meninjau lintasan, Kamis (22/3). F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 1.200 peserta dari 42 negara akan meramaikan perhelatan olahraga balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 pada 23 hingga 25 Maret mendatang di Simpang Lagoi, Bintan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menuturkan segala persiapan jelang event balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 telah dilakukan secara matang. Lintasan yang akan dilalui peserta balap sepeda pun telah disterilkan malah telah dipasang beberapa petunjuk.

Hanya ia menekankan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat terkait yang wilayahnya dilintasi peserta balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 harus saling bersinergi. “Saya meminta kepada camat yang daerahnya dilalui peserta bisa membuat aktivitas kemasyarakat,” katanya.

Kadispar Bintan, Luki Zaiman Prawira menyampaikan peserta TdB 2018 akan digelar selama tiga hari dan diikuti 1.200 peserta dengan empat kategori lomba. Luki menjelaskan, 23 Maret akan dimulai race kit collection dan individual time trial yang mana peserta akan melakukan pemanasan dengan menempuh jarak lebih kurang 17 kilometer di Lagoi Bay.

Tour de Bintan sendiri akan dibuka Menteri PAN RB pada 24 Maret mendatang. Pembukaannya bakal dihibur artis Ibu Kota yang diboyong Kementerian Pariwisata ke Kabupaten Bintan yakni Fitri Karlina.

Dua kategori utama akan sebagai pembuka Tour de Bintan yakni kategori Grand Fondo World Series Classic jarak 144 kilometer dan kategori Grand Fondo World Series Challenge jarak 82 kilometer. “Kedua kategori dimulai di Simpang Lagoi,” kata Luki.

Luki menjelaskan, lintasan yang dilalui peserta untuk kategori grand fondo world series classic mulai Simpang Lagoi, arah Lome, belok kiri arah Pulau Pucung, belok kanan arah Malang Rapat, Teluk Bakau, Kawal, Kangka, belok kiri arah Korindo.

Lalu peserta melanjutkan ke belok kiri arah Kijang, lampu merah Barek Motor, lurus bundaran Masjid Raya Nurul Iman Kijang, Tugu Antam lurus Bukit Panglong, belok kanan ke Simpang Tiga Kuburan, belok kiri ke Simpang Tirta Madu.

Kemudian peserta balap sepeda belok kanan masuk Tirta Madu, belok kanan ke Gesek, belok kiri ke Toapaya lurus kembali ke Simpang Lagoi melalui jalan lama. “Lintasan ini tidak lewat Siantan dan tidak melalui Kantor Bupati,” kata dia.

Luki pun menjelaskan lintasan yang dilalui peserta untuk kategori grand fondo world series challenge mulai jalan Simpang Lagoi, arah Lome, belok kiri arah Pulau Pucung, belok kiri arah Teluk Dalam, belok kiri arah Pengudang, belok kanan kembali ke jalan lama Tanjunguban dan finish di Simpang Lagoi.

Lalu pada 25 maret untuk dua kategori yakni century dan discvovery masing masing 111 kilometer dan 55 kilometer. Kedua kategori ini akan dimulai dan berakhir di Nirwana Gardens, Lagoi. Lintasan yang dilalui untuk peserta 11 kilometer ini mulai Nirwana Gardens Resort, arah ke Simpang Lagoi, Belok kanan arah Sungai Kecil, Belok Kanan masuk Sungai Kecil, desa Sebong Pereh, Tun Teja, Kampung Bugis, Kampung Baru, Dahope, belok Kanan Al Qur’an Centre/Kantor Camat Lama, Perempatan Polsek Tanjunguban belok kiri, Makam Pahlawan belok kiri.

Kemudian lanjut Luki peserta menuju arah Jembatan busung, Lintas Barat, Belok Kiri perempatan Gunung Bintan, Gerbang Gunung Bintan, Tugu Durian Belok Kanan, Pertigaan Sri Bintan Belok Kiri, Satrad, Simpang Ekang Belok Kiri, Belok Kanan Arah Kampung Baru, Simpang Lagoi, kembali ke nirwana gardens.

Sedangkan kategori discvovery 55 kilometer mulai dari Bandar Bintan Telani, Arah Reservoir (Bendungan) Masuk ke Ria Bintan Pos 1, Keluar Pos 2 (sebelah Bintan Lagoon), kembali ke jalan utama menuju Simpang Lagoi, Belok Kiri arah Simpang Ekang, Belok Kanan masuk Ekang, Belok Kanan Arah Kampung Baru, Simpang Lagoi, Kembali ke Finish Nirwana Gardens.

Sementara itu, GM Administrasi PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) AdityaLaksamana menyampaikan, tingkat hunian hotel hampir 90 persen kamar penuh lantaran sudah dipesan ribuan peserta yang akan ikut memeriahkan tour de bintan. “Benar sudah mencapai 90 persen kamar dipesan,” pungkasnya.(met)

Tim Satgas Pangan Menemukan Cacing dalam Kaleng Sarden

0
Petugas memeriksa sarden kaleng dari merek yang dilarang beredar dan menemukan cacing di dalamnya, Kamis (22/3). F. Slamet Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan menemukan cacing dalam kaleng sarden ketika melakukan penyisiran larangan edar 3 merek sarden ke beberapa toko sembako dan swayalan di Tanjunguban, Bintan, Kamis (22/3).

Tim Satgas Pangan yang turun terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, dan pihak Polres Bintan. Hasilnya, tim menemukan puluhan kaleng sarden tiga merek yang dilarang yakni merek Farmer Jack, HOKI, dan IO beredar di rak toko.

Selain memberikan selembaran imbauan agar pedagang tidak menjual ketiga merek sarden yang dilarang beredar, petugas juga langsung melakukan pembuktian. Salah satu kaleng sarden dibuka lalu dimasukkan ke dalam mangkok plastik. Kemudian petugas memilah di sela sela daging sardin dan menemukan cacing berwarna putih.

Seorang pedagang, Lim A Kau, 57, mengatakan dirinya hanya tahu menjual. Sarden kalengan yang dilarang diedarkan itu, kata dia ditawarkan oleh sales. “Di sini rata rata sales yang menyalurkan, kami cuma jual saja,” katanya.

Setelah menerima surat edaran jika tiga merek sarden dilarang, ia tidak akan menjual lagi dan akan menyimpan sebelum dikembalikan ke sales yang menawarkan sarden tersebut.

Seorang pembeli, Ani mengaku senang dilakukan pemeriksaan seperti ini. Ia berharap pemeriksaan terhadap makanan yang khususnya dari luar negeri dilakukan rutin.

Pegawai BPOM enggan memberikan komentar. Hanya ia terlihat membawa beberapa sampel sarden kalengan di luar tiga merek sarden yang dilarang beredar. “Sampel untuk diujicobakan, merek tolong jangan disebutkan,” katanya.

“Dalam hal ini saya tidak punya kewenangan buat menjawab, silakan ke kasi atau kabid aja,” kata dia lagi.

Sementara itu Kasi Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Mardianto belum berhasil dihubungi. PPNS Disperindag Koperasi dan UMKM Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan mengatakan sementara ini pihaknya mengimbau kepada pedagang agar tidak lagi menjual tiga merek sarden yang sudah jelas mengandung cacing.

“Tadi kan sudah dikasihkan imbauan melalui surat. Ya kami harapkan jangan dijual lagi. Simpan saja dan kembalikan ke salesnya,” katanya.

Untuk konsumen, ia mengimbau agar berhati hati sebelum membeli produk. konsumen sebaiknya memperhatikan tanggal produksi, kedaluwarsa dan izin edar. jika menemukan kemasan produk mengalami kerusakan, saran dia agar tidak dibeli. (met)

 

Polda Kepri Telusuri Pencucian Uang dari Penyelundup Sabu

0

batampos.co.id – Polda Kepri mengamakan uang sekitar Rp 1,2 miliar dari penyelundup sabu, 30 November 2017 lalu. Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto mengatakan kasus narkoba kurir narkoba ini sudah masuk ke pengadilan.

“Kini yang kami tangani itu TPPUnya (Tindak pidana pencucian uang), dan sudah p21. Sebentar lagi juga akan memasuki pengadilan,” katanya, Kamis (22/3).

Pengungkapan TPPU ini, kata Yani bermula saat pengeledahan dilakukan pihak kepolisian terhadap Nazaruddin. Penyidik mendapati satu buku tulis merek standar A warna hitam kuning. Di buku tersebut, Nazaruddin menuliskan secara detail, uang masuk dan keluar hasil dari transaksi narkoba. “Setelah kami kembangkan, ada dua buku tabungan. Satunya berisikan Rp 1,2 miliar, satunya lagi berisi Rp 4 juta,” tuturnya.

Yani mengatakan pihaknya sedang mendalami aliran dana yang masuk ke buku tabungan milik Nazaruddin tersebut. Karena diduga uang yang masuk ke buku tabungan tersebut, berasal dari bandar sabu yang mengirim uang setelah Nazaruddin berhasil menyelundupkan sabu. “Kasusnya (TPPU),red) dinyatakan pihak kejaksaan sudah lengkap sejak 8 Maret lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, sudah mewanti-wanti jajarannya untuk tidak hanya mengamankan bandar atau kurir sabu serta barang buktinya saja. Tapi juga berusaha menelusuri harta dari penyelundup narkoba itu. “Gunanya untuk memiskinkan kurir atau bandar tersebut. Saya sudah lakukan itu waktu masih di Lampung,” ungkapnya.

Polisi menjerat Nazaruddin dengan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua juncto pasal 137 huruf a dan huruf b Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotikan dan pasal 3 juncto pasal 10 Undang-undang no 8 tahun 2010 tentang Tindak pidana pencucian uang.

Sebelumnya diberitakan, Nazaruddin diamankan petugas saat berusaha menyelundupkan sabu seberat 719 gram melalui Bandara Internantional Hang Nadim, 30 November 2017. Sabu itu dibagi-bagi oleh Nazaruddin dalam 7 bungkus, dan rencananya akan dibawa menuju ke Jakarta. (ska)