Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 1248

Sarasehan Jurnalis Televisi Se Sumatera: Menjaga Etika,Membangun Integritas

0
IJTI Kepri Saat Mengikuti Kegiatan Konsolidasi Nasional di Jakarta. f.ist

batampos– Untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) ke- 27, Kordinator Wilayah (Korwil) Sumatera akan menggelar kegiatan bertajuk Sarasehan Jurnalis Televisi Se-Sumatera di Nongsa Point Marina & Resort, Kota Batam pada 21 sampai 22 Agustus 2025.

Kegiatan ini akan diikuti lebih dari 120an peserta dan dihadiri langsung oleh perwakilan Pengurus Daerah IJTI Se-Sumatera serta tidak dipungkiri juga akan dihadiri Pengda di luar Sumatera.

Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum IJTI Pusat Herik Kurniawan, anggota Dewan Pers Jazuli, Kapolda Kepri, Gubernur Kepri, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.

Ketua Panitia Sarasehan, Agus Siswanto Siagian mengungkapkan, selain pelaksanaan HUT IJTI Ke-27, kegiatan sarasehan ini nantinya akan melaksanakan diskusi tentang Peningkatan Kinerja dan Profesionalisme Jurnalis Televisi.

BACA JUGA: Ini Isi Pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan Donald Trump via Telepon

“Kami ingin momentum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat komitmen profesionalisme di lapangan,” ujar Agus, Rabu (13/8/2025) siang di daerah Batam Center.

Lanjutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang keluarga besar IJTI smuntuk merajut dan menyambung tali silaturrahmi antar daerah.

“Ini merupakan kesempatan kita semua untuk menjadi ajang silaturahmi seluruh jurnalis Televisi dalam menghadapi tangtangan di era digital kedepannya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua Korwil IJTI Sumatera, Gusti Yennosa menambahkan, bahwa Sarasehan ini menjadi ajang silaturahmi bagi para jurnalis TV se-Sumatera. Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring antar jurnalis Televisi di Sumatera,” kata Gusti Yennosa yang akrab disapa Ocha.

Panitia juga akan mengajak seluruh peserta yang hadir untuk melaksanakan tour atau keliling Kota Batam untuk menikmati destinasi wisata unggulan kota ini.

“Kita akan memperlihatkan kepada seluruh peserta keindahan dan keunggulan Kota Batam, karena Kota Batam sendiri dikenal sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi ketiga di Indonesia,” ungkapnya.

“Kita akan menawarkan berbagai spot menarik mulai dari museum, wisata pantai hingga kuliner khas Kota Batam. Selain itu juga akan melaksanakan kegiatan fun game. Acara ini juga akan disiarkan secara langsung,” pungkasnya. (*)

Artikel Sarasehan Jurnalis Televisi Se Sumatera: Menjaga Etika,Membangun Integritas pertama kali tampil pada News.

Geger Ular Sanca 4 Meter di Perumahan Griya Bestari Tanjungpinang, Damkar Turun Tangan

0
Ular sanca
Petugas Damkar Tanjungpinang menangkap ular sanca yang bersarang di parit perumahan Griya Bestari Tanjungpinang Timur. F. DPKP Tanjungpinang.

batampos – Warga Perumahan Griya Bestari Blok D, Jalan DI Panjaitan, Batu 9, Kota Tanjungpinang, digegerkan oleh kemunculan ular sanca di parit lingkungan mereka, Selasa (12/8) malam.

Merasa terancam, warga melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan (DPKP) Tanjungpinang. Petugas kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi ular besar tersebut.

Kepala Seksi Penyelamatan DPKP Tanjungpinang, Derry Ambari, mengatakan proses evakuasi memakan waktu sekitar satu setengah jam. Petugas harus membongkar sebagian penutup parit sebelum menangkap ular tersebut.

“Meskipun sedikit kesulitan, ular sanca sepanjang sekitar empat meter berhasil ditangkap menggunakan snake grab. Selanjutnya dimasukkan ke dalam karung dan dilepas ke habitatnya,” kata Derry, Rabu (13/8).

Damkar Tanjungpinang mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar untuk mencegah hewan liar masuk.

“Masyarakat harus waspada, karena ular sering masuk ke rumah, apalagi saat cuaca tidak menentu,” ujar Derry. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Geger Ular Sanca 4 Meter di Perumahan Griya Bestari Tanjungpinang, Damkar Turun Tangan pertama kali tampil pada Kepri.

Mentrans Bantah Isu Warga Gaza Ditempatkan di Tanjung Banon

0
Rumah rumah yang dibangun di kawasan Tanjung Banon, Selasa (12/8). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Rencana pemerintah pusat untuk merelokasi 2.000 warga Gaza korban perang ke Pulau Galang kembali memunculkan isu baru. Kabar yang beredar menyebut para pengungsi tersebut akan ditempatkan di rumah-rumah relokasi warga Rempang yang berada di Tanjung Banon.

Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang meninjau kawasan Tanjung Banon pada Selasa (12/8), menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Di sini (Tanjung Banon) saya pastikan tidak ada,” tegasnya.

Bahkan, ia sama sekali belum menerima informasi resmi mengenai penempatan warga Gaza di hunian relokasi Rempang. Ia menilai isu yang beredar tersebut sebaiknya tidak langsung dipercaya sebelum ada penjelasan dari pihak yang berwenang di tingkat pusat.

“Kalau soal itu, saya tidak dapat informasi. Nanti biarlah pemerintah pusat, dalam hal ini mungkin Kementerian Dalam Negeri atau Kementerian Sosial, yang akan menjawab,” ujarnya.

Kawasan Tanjung Banon saat ini menjadi lokasi relokasi bagi warga Rempang yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Pemerintah telah membangun ratusan rumah yang sebagian besar sudah ditempati sejak 2024.

Isu penempatan pengungsi Gaza di Tanjung Banon muncul di tengah sorotan publik terhadap kesiapan infrastruktur Pulau Galang. Ada pula kekhawatiran kehadiran ribuan pengungsi akan memengaruhi ketersediaan fasilitas dan pelayanan publik di daerah tersebut. (*)

Artikel Mentrans Bantah Isu Warga Gaza Ditempatkan di Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Bongkar Makam Mahasiswa di Tanjungpinang, Ungkap Kasus Gantung Diri

0
TPU Batu 7 Tanjungpinang
Tempat pemakaman umum kilometer 7 Tanjungpinang, tempat makam HF yang akan diekshumasi, Rabu (13/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Polisi mengagendakan ekshumasi atau penggalian makam seorang mahasiswa berinisial HF (26) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Rencananya, proses pembongkaran makam dimulai pada Rabu (13/8) siang.

HF sebelumnya ditemukan tewas gantung diri pada Kamis (7/8/2025) di rumahnya, Perumahan Mahkota Alam Raya. Makamnya  berada di Tempat Pemakaman Umum Kilometer 7 Tanjungpinang.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan pembongkaran dilakukan untuk keperluan autopsi.

“Ya, ini pelaku gantung diri yang TKP-nya di Perumahan Mahkota Alam Raya. Ia seorang mahasiswa,” ujar Hamam.

Menurutnya, ekshumasi disetujui pihak keluarga. Langkah ini diambil demi penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Tanjungpinang.

“Awalnya keluarga menerima hasil visum awal. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kita lakukan ekshumasi hari ini,” tambahnya.

Sejauh ini, motif awal diduga karena masalah keluarga yang dialami HF. “Kita tunggu hasil forensik dari Polda Kepri. Untuk motif awal, ada problem keluarga,” jelas Hamam.

HF ditemukan meninggal dunia tergantung di dapur rumahnya. Selain seutas tali, polisi juga menemukan sejumlah alat isap sabu di lokasi kejadian. (*)

Reporter: M. Ismail 

 

Artikel Polisi Bongkar Makam Mahasiswa di Tanjungpinang, Ungkap Kasus Gantung Diri pertama kali tampil pada Kepri.

Ini 3 Alasan Mengapa Anda Dianjurkan untuk Minum Air Sebelum Sikat Gigi di Pagi Hari

0
Ilustrasi minum air putih. (Dok. JawaPos)

batampos – Banyak orang terbiasa langsung mengambil sikat gigi begitu bangun tidur, tanpa menyadari bahwa ada satu kebiasaan sederhana yang ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan, yaitu minum air terlebih dahulu.

Meneguk segelas air di pagi hari sebelum menyikat gigi bukan hanya membuat tenggorokan terasa segar, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa.

Hanya dengan meminum air, Anda mungkin akan merasakan perbedaan yang signifikan pada tubuh dan rasa segar di pagi hari.

Lalu, mengapa minum air sebelum sikat gigi begitu dianjurkan? Jawabannya akan Anda temukan dalam penjelasan berikut ini.

Dilansir dari laman RBC Ukraine pada Selasa (12/8), berikut merupakan 3 alasan mengapa sangat dianjurkan untuk minum air sebelum sikat gigi di pagi hari.

1. Meningkatkan Metabolisme

Minum segelas air segera setelah bangun tidur memberikan dorongan awal bagi tubuh untuk mulai beraktivitas.

Saat tidur, tubuh berada dalam keadaan istirahat penuh dan metabolisme berjalan lebih lambat.

Dengan mengonsumsi air di pagi hari, organ-organ penting seperti lambung, hati, dan usus akan mulai terstimulasi untuk bekerja, sehingga proses pencernaan pun menjadi lebih optimal.

Tubuh akan lebih cepat membakar kalori, membantu mengatur berat badan, dan meningkatkan energi untuk memulai hari.

Apabila air yang diminum dalam kondisi dingin, tubuh akan mengeluarkan energi tambahan untuk menyesuaikan suhunya dengan suhu tubuh.

Proses ini membuat metabolisme meningkat sementara, yang pada akhirnya akan memberi manfaat bagi pembakaran lemak dan pemeliharaan kebugaran tubuh.

2. Melindungi Mikrobioma Mulut

Selama kita tidur, produksi air liur berkurang drastis. Padahal, air liur memiliki peran penting sebagai pelindung alami bagi gigi dan gusi, karena mengandung enzim serta bakteri baik yang menjaga keseimbangan mikroba di dalam mulut.

Berkurangnya air liur membuat bakteri berkembang biak lebih cepat dan menghasilkan bau mulut yang khas di pagi hari.

Minum air segera setelah bangun tidur membantu membilas sebagian bakteri serta racun yang menumpuk semalaman, sekaligus melembapkan kembali rongga mulut.

Hal ini juga mempersiapkan mulut untuk menerima makanan atau minuman berikutnya dengan kondisi yang lebih segar.

Walaupun begitu, kebiasaan menyikat gigi tetap wajib dilakukan karena air saja tidak mampu menghilangkan plak yang menempel pada gigi.

3. Mempersiapkan Sistem Pencernaan

Saat tubuh beristirahat di malam hari, cairan dalam tubuh berkurang akibat pernapasan dan penguapan keringat.

Akibatnya, sistem pencernaan juga menjadi “tenang” dan belum siap secara langsung untuk menerima makanan.

Dengan minum air di pagi hari, cairan tubuh yang hilang akan kembali, sehingga perut dan usus menjadi lebih siap untuk bekerja.

Air, terutama jika hangat, akan membantu membersihkan sisa asam lambung, lendir, dan racun yang terkumpul selama tidur.

Tidak hanya itu, air hangat juga mampu merangsang kontraksi alami dinding usus, yang membantu memperlancar buang air besar di pagi hari.

Ibaratnya, air di pagi hari menjadi sinyal lembut bagi sistem pencernaan untuk mulai bekerja tanpa “kejutan” dari kafein atau makanan yang berat.

Lalu, Berapa Jumlah Air yang Sebaiknya Diminum di Pagi Hari?

Kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, namun secara umum dianjurkan untuk mengonsumsi 200–500 ml air (1–2 gelas) sebelum sarapan.

Satu gelas sudah cukup untuk memulai proses hidrasi tubuh setelah semalaman berpuasa dari cairan, sedangkan dua gelas akan memberi dorongan ekstra untuk mengaktifkan metabolisme dan membantu proses detoksifikasi alami tubuh.

Cara terbaik adalah meminumnya secara perlahan, bukan sekaligus dalam satu tegukan besar.

Minum air terlalu cepat bisa membuat perut terasa penuh atau tidak nyaman, sementara minum dengan tempo perlahan membantu tubuh untuk menyerap cairan secara maksimal. Dengan begitu, manfaat yang didapatkan pun akan lebih optimal. (*)

Artikel Ini 3 Alasan Mengapa Anda Dianjurkan untuk Minum Air Sebelum Sikat Gigi di Pagi Hari pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tren Unik, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-pura Kerja

0
Ilustrasi co-working space
Ilustrasi. F. Freepik

batampos – Fenomena unik kembali muncul dari China. Kali ini, tren yang ramai dibicarakan adalah layanan “kantor pura-pura” yang disewa para penganggur muda agar terlihat seperti bekerja.

Dilansir Firstpost, Rabu (13/8), layanan ini mematok biaya 30–50 yuan per hari atau sekitar Rp65 ribu–Rp113 ribu. Fasilitasnya lengkap, mulai dari meja kerja, Wi-Fi, ruang rapat, kopi, camilan, hingga bos palsu untuk menciptakan suasana kerja sungguhan.

Kantor pura-pura ini sudah hadir di kota-kota besar seperti Dongguan, Shenzhen, Shanghai, Chengdu, Wuhan, Nanjing, Kunming, dan Hangzhou.

Salah satu pengguna, Xiaowen Tang (23), bahkan menyewa ruang ini untuk pura-pura magang demi memenuhi syarat kelulusan universitas yang meminta bukti magang resmi.

“Fenomena ini seperti cangkang pertahanan diri untuk menjaga martabat di tengah ketidakpastian ekonomi,” kata Dr Biao Xiang dari Max Planck Institute.

Tren ini tumbuh karena banyak anak muda di China merasa malu dan cemas jika dianggap penganggur oleh keluarga atau lingkungan. Menyewa ruang kantor memberi kesan mereka produktif, meski sebenarnya tidak bekerja.

Fenomena ini mencerminkan beberapa kondisi di China:

1. Tingginya angka pengangguran yang menekan psikologis dan sosial, terutama di kalangan muda berpendidikan tinggi.

2. Munculnya solusi tidak konvensional demi mempertahankan rutinitas dan citra normal di masyarakat yang menjunjung tinggi kerja serta prestasi.

3. Kesenjangan antara harapan pendidikan dan ketersediaan lapangan kerja.

Pakar menilai, pendekatan melalui konseling dan dukungan keluarga dibutuhkan agar tren ini perlahan menghilang.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Tren Unik, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-pura Kerja pertama kali tampil pada Lifestyle.

Mentrans Iftitah Serahkan 94 Sertifikat Tanah yang Tempati Hunian Baru di Tanjung Banon

0
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanegara, bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyerahkan penyerahan sertifikat hak milik (SHM) kepada warga Rempang yang telah menempati hunian baru Selasa (12/8) di Tanjung Banon.

batampos – Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengunjungi kawasan relokasi Tanjung Banon, Selasa (12/8). Dalam kunjungan itu, ia menyerahkan 94 sertifikat tanah kepada warga yang telah menempati hunian baru sebagai bagian dari program transmigrasi lokal.

Iftitah hadir didampingi Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta sejumlah pejabat forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Ia menyebut penyerahan sertifikat ini merupakan tindak lanjut dari program Trans Tuntas yang menjamin kepastian hukum bagi warga yang direlokasi.

“Hari ini kami menyerahkan sekitar 94 sertifikat dari total 162 kepala keluarga yang sudah pindah ke sini. Sebelumnya, sebanyak 68 sertifikat juga sudah kami serahkan,” ujarnya.

Proses penyerahan sertifikat dilakukan bertahap. BP Batam bersama Kementerian Transmigrasi dan Kementerian ATR/BPN akan memastikan seluruh warga yang telah pindah ke Tanjung Banon mendapatkan dokumen tersebut. Program Trans Tuntas, lanjutnya, tidak hanya memindahkan warga, tetapi juga memastikan mereka mendapat hak atas tanah yang ditempati.

“Setelah masuk kawasan, mereka langsung memiliki kepastian hukum,” tambahnya.

Meski sudah berjalan, Tanjung Banon belum resmi ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi. Status itu menunggu revisi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2024 rampung.

“Kami masih merevisi satu pasal untuk memperkuat proses pendampingan di kawasan transmigrasi. Nanti akan ada patriot-patriot yang mendampingi warga sehingga mereka tidak sendirian,” kata Iftitah.

Baca Juga: Kak Seto: Batam Harus Jadi Kota Ramah Anak, Bukan Panggung Kekerasan

Transmigrasi ke depan diarahkan menjadi program transformasi sosial-ekonomi. Target revisi PP tersebut, lanjutnya, diupayakan rampung pada bulan ini. Setelah itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran daerah sebagai pelaksana utama program transmigrasi.

“Bukan sekadar perpindahan penduduk, tapi benar-benar menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan kesejahteraan. Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah daerah menjadi leading sector. Bahkan, lebih dari setengah anggaran Kementerian Transmigrasi diserahkan ke daerah,” ujarnya.

Di sela kunjungan, muncul usulan warga agar nama Tanjung Banon diganti menjadi “Kampung Rempang Eco City”. Menanggapi hal itu, Amsakar Achmad memilih bersikap terbuka, tetapi realistis.

“Itu biar mengalir saja. Menurut saya, nama Tanjung Banon lebih membumi dan sesuai tradisi adat-istiadat, sehingga lebih mudah diterima,” katanya.

Ia menambahkan, semua ide boleh disampaikan, namun nantinya akan dipilih nama yang paling tepat. “Yang penting diterima masyarakat dan mengakar di sini,” lanjutnya.

Kawasan Tanjung Banon dirancang terintegrasi. Di sana terdapat 250 unit rumah, dermaga sandar kapal, fasilitas BBM, sekolah, musala, serta sarana-prasarana perkantoran.

Seluruh fasilitas itu ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025. Setelah tahap pertama rampung, akan dilanjutkan dengan pengembangan kegiatan lanjutan sesuai rencana yang telah disusun.

“Banyak lagi yang mau disiapkan, tetapi karena waktu yang tersisa hanya sekitar lima bulan tahun ini, maka yang kami plot baru itu,” ujar Amsakar.

Soal sertifikat yang baru diserahkan, Amsakar mengingatkan warga untuk menjaganya baik-baik. “Jangan gampang melepasnya. Karena mendapatkan lahan 500 meter persegi di Batam itu tidak mudah,” katanya.

Masuk Rencana Transmigrasi, Utamakan Warga Lokal

Selain itu, Pulau Galang, Batam, bakal dijadikan kawasan transmigrasi. Rencana tersebut diungkapkan Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanagara, yang memastikan sudah ada Surat Keputusan (SK) pencadangan lahan dari Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Program ini bukan untuk menyelesaikan konflik sosial yang pernah muncul, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghubungkan Batam sebagai kota investasi dan industri dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat ikut mendapatkan manfaat dari investasi tersebut,” ujarnya, Selasa (12/8).

Baca Juga: 194 Kasus Kekerasan di Batam, 125 Korban adalah Anak Perempuan

Menurutnya, transmigrasi bukan hanya soal insentif sosial, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat. Ia menilai meningkatnya kemiskinan kerap terjadi di daerah yang menerima investasi besar karena warga lokal tidak terserap oleh lapangan kerja yang dibuka investor.

“Oleh karena itu, kita ingin memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat agar terserap oleh lapangan kerja,” kata Iftitah.

Warga lokal akan menjadi prioritas utama dalam penempatan transmigran di Pulau Galang. Rencana ini disebutnya akan dikaji lebih lanjut bersama berbagai pihak. Pemerintah juga mempertimbangkan adanya rencana investasi di wilayah Galang, yang disebut sebagai bagian terintegrasi dari pengembangan Batam, Rempang, dan Galang.

Selain membahas Galang, Iftitah juga menyinggung perkembangan investasi di kawasan Sembulang, Batam. Tempo lalu, ia sempat menyebut adanya usulan penundaan investasi di sana.

“Soal investasinya itu biar Kementerian Investasi. Kami hanya mengusulkan, dan pada saat itu konteksnya adalah kita kedepankan dialog terlebih dahulu supaya tidak ada penolakan berarti dari masyarakat,” ujarnya.

Pada wilayah Rempang lain yang sudah berstatus clean and clear, pihaknya justru mendorong percepatan investasi. Hal itu digalakkan demi membuka lapangan kerja lebih cepat dan menyerap tenaga kerja lokal.

Pemerintah pusat, lanjutnya, ingin memastikan setiap langkah investasi dan transmigrasi selaras dengan kepentingan masyarakat, khususnya agar warga lokal tidak tertinggal dari arus pembangunan.

“Kalau investasi sudah jalan, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat kita terserap, maka itu baru bisa kita katakan pembangunan yang adil,” tutupnya. (*)

Artikel Mentrans Iftitah Serahkan 94 Sertifikat Tanah yang Tempati Hunian Baru di Tanjung Banon pertama kali tampil pada Metropolis.

SMK Negeri 10 Batam Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Industri

0
Program Murid Teknik Pengelasan Belajar di Industri PT. Bahari Bahtera Shipyard.

batampos– SMK Negeri 10 Batam, Sekolah Menengah Kejuruan yang baru berkembang sejak didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 341 Tahun 2024, terus memantapkan langkah mempersiapkan siswanya untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor perkapalan, migas, dan teknologi digital.

Sejak awal berdiri, sekolah ini aktif menjalin kemitraan dengan dunia industri agar lulusannya memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja. Salah satu mitra strategis adalah PT BBS, perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan kapal. Kemitraan ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) pada 16 Juli 2024.

Direktur PT BBS, Yahya Bin Usman, menegaskan pihaknya berkomitmen membimbing siswa berbakat di jurusan Teknik Pengelasan. “Kami ingin lulusan SMK Negeri 10 Batam mampu berkarya di industri galangan kapal maupun migas, baik di PT BBS maupun perusahaan sejenis lainnya. Saya tidak mau lulusan SMK ini menjadi penyumbang angka pengangguran di Kota Batam,” tegas Yahya.

Bentuk nyata dari kerja sama itu adalah Program Murid Belajar di Industri (PMBdI) yang mulai dilaksanakan pada 25 Juli 2025. Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina Dwi Kurnia, S.E., M.M., menjelaskan program ini berlangsung selama satu tahun dan dibagi menjadi empat gelombang. Setiap gelombang diikuti 20 siswa selama kurang lebih tiga bulan.

BACA JUGA: Disdik Batam Tunggu Laporan Resmi dari Sekolah Swasta untuk Penerima Bantuan Pendidikan

Siswa akan dibimbing tenaga ahli bersertifikat kompetensi nasional dan internasional. “Materi yang diberikan adalah keterampilan pengelasan yang benar-benar dibutuhkan industri. Siswa wajib praktik langsung di proses fabrikasi, selain mendapat teori tambahan dari industri,” jelas Yahya.

Pembukaan Ekstrakurikuler Cyber Security Murid Rekayasa Perangkat Lunak bersama Infinite Learning.

Menurutnya, kolaborasi sekolah dan industri sangat penting karena kebutuhan industri terus berkembang sesuai teknologi dan standar global. “Link and match harus berjalan. Kalau tidak, lulusan akan ketinggalan,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup Program Magang Guru agar pendidik dapat mengikuti perkembangan dunia industri sehingga materi pembelajaran di sekolah selalu relevan.

Selain fokus di bidang pengelasan, SMK Negeri 10 Batam juga mengembangkan kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) melalui kerja sama dengan Infinite Learning yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park. Program ini mencakup penyelarasan kurikulum, pelatihan siswa dan guru, hingga ekstrakurikuler cyber security.

Kegiatan ekstrakurikuler cyber security dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Kota Batam, Kasdianto, S.Pd., pada Jumat, 8 Agustus 2025, di Lab RPL SMK Negeri 10 Batam. Acara tersebut dihadiri pengawas SMK, ketua komite sekolah, kepala sekolah, majelis guru, mentor Infinite Learning, serta 20 siswa peserta ekskul.

Kasdianto mengapresiasi kemajuan SMK Negeri 10 Batam yang baru memasuki tahun kedua. “Sekolah ini sudah mampu menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan besar, termasuk yang ada di KEK Nongsa Digital Park. Ini pencapaian yang patut dibanggakan,” katanya. Ia berpesan agar siswa memanfaatkan kesempatan belajar teknologi canggih, menjaga sikap, menghormati guru dan orang tua, serta menyiapkan diri menghadapi peluang kerja di Batam maupun luar negeri.

Fasilitas Lab RPL SMK Negeri 10 Batam kini dilengkapi 32 komputer, dua unit AC bantuan Universitas Internasional Batam (UIB), instalasi listrik dari PT Bintan Offshore Marine Center (BOMC), serta teralis hasil karya siswa Teknik Pengelasan dengan dukungan bahan dari PT BBS. Fasilitas ini digunakan untuk pembelajaran praktik, kegiatan ekstrakurikuler, dan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) perdana sekolah.

Marsani, mentor Infinite Learning, menyebut cyber security sebagai bidang vital di era digital, baik untuk kepentingan negara, pendidikan, maupun perlindungan individu. “Kesempatan belajar seperti ini harus dimanfaatkan maksimal oleh siswa,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 10 Batam, Herlina, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, mitra industri, instansi, universitas, masyarakat, para guru, dan orang tua/wali murid atas dukungan membangun sekolah baru ini. “Kami ingin mencetak lulusan yang beradab, berprestasi, dan kompeten, sehingga siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga

Artikel SMK Negeri 10 Batam Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Industri pertama kali tampil pada Metropolis.

Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Pulau Penyengat Tahap 3

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyosialisasikan rencana penataan lanjutan program penataan kawasan Pulau Penyengat tahap 3, Senin (11/8/2025) malam. (Iwan/Biro Adpim Kepri)

batampos-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri melanjutkan program penataan kawasan Pulau Penyengat. Tahun 2025 ini, pekerjaan masuk pada Tahap 3.

Pembangunan mencakup pembangunan plaza penyambut, penataan halaman Balai Adat, lanskap, ruang cerita dan galeri seni (storytelling & artwork), serta lanjutan penataan jalan lingkungan.

Senin (11/8/2025), Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyosialisasikan rencana pekerjaan tersebut kepada masyarakat di Halaman Balai Kelurahan Penyengat. Sosialisasi dilakukan Gubernur setibanya dari pelaksanaan kunjungan kerja di Kabupaten Natuna.

BACA JUGA: BRK Syariah dan Pemkab Natuna Kolaborasi Ringankan Beban Pelaku UMKM

“Tahun ini ada pekerjaan lanjutan sekaligus pekerjaan baru untuk melengkapi berbagai kebutuhan infrastruktur di Pulau Penyengat. Pulau ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga penataan dilakukan secara kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Tanjungpinang,” ujar Gubernur Ansar.

Ia menegaskan, ke depan semua bangunan di Pulau Penyengat harus bernuansa pariwisata dan budaya, termasuk fasilitas umum seperti mushola dan puskesmas.

“Tahun ini Kementerian PUPR akan membangun enam ruas jalan dengan total panjang sekitar 2 km. Insya Allah semua tuntas tahun ini. Saya akan mengawasi langsung prosesnya, dan jika ada kendala, kita dudukkan bersama,” tambahnya.

Gubernur Ansar juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang telah menjaga kebersihan lingkungan

Sosialisasi kepada masyarakat ini turut dihadiri Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Kepri Rocky Adam, serta sejumlah Kepala OPD di lingkup Kepri. (Harun/Diskominfo Kepri)

“Saya berterima kasih dan memberikan penghormatan kepada masyarakat. Rumah-rumah bapak ibu sudah mulai bersih, ini menjadi modal besar bagi pariwisata kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepri, Rocky Adam, menegaskan pentingnya penataan kawasan yang terintegrasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Pulau Penyengat.

“Pekerjaan ini merupakan keberlanjutan program Kementerian PUPR yang sebelumnya pada tahun 2022 dan 2023 telah meningkatkan kualitas permukiman. Kami berharap pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu, dengan dukungan seluruh pihak dan partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.

Dengan kelanjutan penataan tahap 3 ini, Pulau Penyengat diharapkan semakin memesona sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan adalah Unit pelaksana teknis di lingkungan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (*/adv)

Artikel Pemprov Kepri dan Kementerian PUPR Lanjutkan Penataan Kawasan Pulau Penyengat Tahap 3 pertama kali tampil pada Kepri.

Aneh Tapi Nyata, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-Pura Kerja

0
Ilustrasi kerja di kantor. (freepik)

batampos – Fenomena tren aneh kembali datang dari negara China. China terkenal dengan tren – tren unik dari masyarakatnya sendiri.

Ada tren yang melibatkan penganggur muda yang membayar perusahaan sekitar 30 – 50 yuan per hari (sekitar Rp65 ribu – Rp113 ribu), untuk menyewa ruangan kantor. Ruang kerja lengkap dengan meja, Wi-fi, ruang rapat, kopi, camilan, dan bos palsu untuk menciptakan ilusi bekerja secara nyata.

Layanan kantor pura – pura telah muncul di kota besar seperti, Dongguan, Shenzhen, Shanghai, Chengdu, Wuhan, Nanjing, Kunming, dan Hangzhou dengan biaya sekitar 30 – 50 yuan/hari. Salah satu pengguna fenomena ini bernama Xiaowen Tang (23) membayar sewa untuk pura – pura magang agar dapat ijazah, karena universitas meminta bukti magang untuk kelulusan.

“Fenomena ini sebagai cangkang pertahanan diri untuk menjaga martabat dalam ketidakpastian ekonomi,” kata Dr. Biao Xiang dari Max Planck Institute, dikutip dari Firstpost, Rabu (13/8).

Tren ini muncul karena banyak yang malu dan cemas bila dianggap penganggur oleh keluarga atau lingkungan. Menyewa ruang kantor, memperlihatkan mereka terlihat produktif.

Fenomena ini mencerminkan situasi di China, dikutip dari Firstpost:

1. Pengangguran tinggi yang menekan sikologis dan sosial, terutama di kalangan muda dengan latar pendidikan tinggi.
2. Solusi tidak konvensional untuk mempertahankan rutinitas dan citra normal dalam masyarakat yang sangat mengutamakan kerja dan prestasi.
3. Kesenjangan struktural antara harapan pendidikan dan ketersedian pekerjaan.

Fenomena ini mencerminkan tekanan besar yang dirasakan generasi muda pengangguran di China. Pendekatan melalui konseling dan dukungan keluarga bisa membantu tren ini perlahan menghilang.(*)

 

Reporter Juliana Belence

Artikel Aneh Tapi Nyata, Pengangguran di China Sewa Kantor untuk Pura-Pura Kerja pertama kali tampil pada News.