batampos.co.id – Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.631 ton untuk periode Oktober 2017 – Juli 2018. Jatah tersebut diberikan pemerintah kepada empat perusahaan. Yakni,
PT Kharisma Karya Kartika,
PT Dewi Kartika Inti,
PT Batam Frozen Food
PT Aneka Tata Niaga.
“Kuota impor daging beku ditentukan oleh Kementerian Perdagangan sedangkan kami hanya mengeluarkan izin impor saja,” kata Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam Tri Novianto, Selasa (20/3).
Masih seperti sebelumnya, daging-daging itu diimpor dari tiga negara yakni Selandia Baru, Australia dan Spanyol.
“Daging-daging itu diimpor keempat perusahaan yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perdagangan,” katanya.
Tri menjelaskan, selain daging, ketiga importir itu juga memasok lidah, bibir, hati, jantung dan paru-paru. Selain mensuplai daging lembu kata Tri, Australia juga memasok daging biri-biri dan kambing. Daging sapi dari Spanyol dipasok sebanyak 415 ton, lalu daging dari Australia sebanyak 1871 ton dan daging dari Selandian Baru sebanyak 2216 ton.
Jumlah ini meningkat dibanding periode September 2016 hingga Maret 2017 lalu, saat itu Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.251. Impor berasal dari tiga negara, yakni Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.
Perusahaan yang mendapatkan izin impor saat itu antara lain PT Kharisma Karya Kartika, PT Dewi Kartika Inti, dan PT Batam Frozen Food. “Ketiganya mengajukan kuota langsung ke Kementerian Perdagangan setelah kembali baru meminta izin impor dari BP Batam,” tambah Tri.
Untuk PT Kharisma mendapat kuota daging impor sebesar 836 ton, kemudian PT Dewi Kartika Inti dapat kuota 750 ton, dan PT Batam Frozen Food sebesar 665 ton. Namun ketiga perusahaan tidak serta merta bisa melakukan impor sekaligus karena periode impor dibagi per semester.
Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya. (leo)
Limbah minyak hitam mencemari pesisir pantai di kawasan wisata Lagoi, Selasa (20/3). Hampir semua pantai resort di Lagoi, Bintan tercemar limbah hitam ini. F. Iskindo Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Pencemaran limbah minyak hitam atau sludge oil di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan semakin meluas. Sepekan terakhir setidaknya lima resort tercemari limbah minyak hitam ini. Diantaranya Bintan Lagoon, Club Med, Ria Bintan, Banyan Tree dan Nirwana Gardens .
“Hampir semua pantai resort tercemar limbah minyak hitam,” ungkap seorang pekerja salah satu resort di Lagoi, Edy. Saat ini sejumlah pekerja di masing-masing resort sedang melakukan pembersihan pantai.
Ketua DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Provinsi Kepri, Renal pantai resort di Lagoi hampir setiap hari diserang limbah minyak hitam. Karena itu, ia meminta tindakan nyata dari pemerintah dan instansi terkait. “Menurut saya pengawasan di perairan Kabupaten Bintan dan khususnya perairan Lagoi mesti ditingkatkan misalkan melakukan patroli gabungan di Perairan Lagoi,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah dan aparat menyelidiki asal muasal atau sumber pencemaran limbah minyak hitam. Serta meminta pelakunya ditindak dan diberikan sanksi yang tegas. “Penegakkan hukum harus dilakukan supaya pelaku lainnya jera dan tidak membuang limbah minyak hitam sembarangan,” tegasnya.
Kabid Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, Hasyim mengatakan, masalah ini telah dibahas di tingkat Kementerian. Bahkan telah dibentuk tim penanggulangan tumpahan minyak di tingkat Provinsi Kepri yang diketuai oleh Gubernur Kepri. Nantinya, akan dibentuk tim penanggulangan tumpahan minyak di masing masing kabupaten/kota.
Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan Asri mengatakan, sejauh ini penanganan di lapangan adalah mengumpulkan limbah ke dalam drum yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Usai dikumpulkan, limbah kemudian dibawa ke tempat pengolahan limbah di Batam,” tukasnya.(met)
batampos.co.id – Seorang remaja wanita berinisial W, diduga mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh sang bibi di salah satu kelenteng di Seipasir, Kecamatan Meral, Minggu (18/3) lalu. Korban yang masih duduk di bangku kelas X mengalami luka di sekujur tubuh akibat, pemukulan, ditendang, dirotan, hingga dilempar menggunakan keranjang baju.
Aksi kekerasan yang dilakukan Ame, dipicu karena tidak terima korban masih berkomunikasi dengan ibu kandungnya. Mengingat, ibu kandung korban sudah bercerai dengan suaminya yang juga merupakan abang pelaku.
Meski sudah bercerai, korban yang tinggal bersama ayah masih diperbolehkan bertemu dengan ibunya. Sebaliknya, bibinya yang ngotot melarang korban berhubungan dengan ibunya hingga berbuah penganiayaan. Tidak terima anaknya dianiaya, ibu korban, Mely, langsung membuat laporan ke Polres Karimun dengan nomor laporan LP-/41/III/2018/ Kepri/ SPKT-Res Karimun.
“Tindak kekerasan yang dilakukan Ame terhadap anak saya sudah dua kali. Pertama pada Januari lalu. Begitu mengetahui anak dianiaya lagi, saya langsung lapor ke polisi,” ungkap Mely kepada Batam Pos, Selasa (19/3) kemarin.
Mely mengaku mengetahui anaknya dianiaya ketika mengeluh sakit di sekujur tubuh. Alangkah kagetnya ketika bekas memar terlihat di lengan kanan, dan kaki korban. “Orang tua mana yang tega melihat anaknya disakiti. Makanya saya laporkan perbuatan pelaku ke polisi agar ditindaklanjuti,” tutur Mely seraya meperlihatkan foto memar di sekujur tubuh anaknya.
Mely berharap pelaku dapat dihukum setimpal dengan perbuatannya. Selain mengalami luka memar akibat kekerasan, korban juga mengalami trauma. “Anak saya sekarang banyak murung. Mungkin karena sering mendapat siksaan. Makanya saya berharap kepada pelaku dihukum setimpal,” harap Mely.
Paska perceraian, korban tinggal bersama ayahnya yang berprofesi sebagai nelayan. Perlakuan yang diterima korban di rumah ayahnya sangat baik. Sebaliknya, larangan berhubungan dengan ibunya datang dari bibinya.
Saat Minggu (18/3) sekira pukul 16.30 WIB, korban diminta membantu bibinya yang juga seorang Loya Koniu di kelenteng sekitar Seipasir. Setelah membantu, korban lalu beristirahat di ruang depan kelenteng. Tiba-tiba pelaku datang, dan langsung melayangkan pukulan kaki. Tidak puas, tangan, serta kaki korban menjadi sasaran pukulan rotan. Bahkan keranjang baju pun menjadi alat untuk menganiaya korban.
“Saat itu, saya lagi duduk di ruang depan, tiba-tiba bibi datang dan langsung menendang. Lalu saya ditinju, dipukul pakai rotan. Bibi marah karena tidak terima saya masih berkomunikasi dengan ibu,” tutur korban. Saat ini, kasus kekerasan terhadap anak masih ditangani pihak berwajib. Dan korban kembali tinggal bersama ibunya. (enl)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memukul beduk pada pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Tanjungpinang, Senin (19/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan Pemprov Kepri terus mendorong berbagai elemen masyarakat untuk melahirkan generasi dengan iman dan taqwa. Semua diajak bahu membahu mewujudkan generasi terbaik dari Kepri.
Dengan MTQ, akan semakin menggalakkan syiar agama melalui lantunan ayat-ayat suci.
“Mari implentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nurdin saat membuka MTQ Ke XII Tingkat Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (19/3) malam.
Menurut Nurdin, kegiatan keagamaan seperti MTQ terus terlaksana secara berkesinambungan. Nurdin bangga pada malam pembukaan itu dapat bersilahturahmi berkumpul bersama masyarakat Tanjungpinang. Masyarakat memang tampak tumpahruah dan antusias menyaksikan para kafilah dari kelurahan masing masing.
“Jadi terasa sempit halaman masjid ini,” kata Nurdin.
Nurdin berpesan kepada para kafilah untuk terus mempersiapkan diri ke jenjang yang lebih tinggi pada setiap pelaksanaan MTQ. Pada kesempatan itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengatakan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan ini sebagai bentuk menanamkan semangat mencintai alquran kepada para generasi muda di Kepri. Menurut Ariza pelaksanaan ini merupakan seleksi untuk terus mencari bibit qori qoriah terbaik.
Camat Tanjungpinang Timur, Yeni Trisia Isabella mengaku senang dan bangga dengan hadirnya Gubernur di tengah kesibukani. Namun masih bisa bersilaturahmi dengan masyarakat pada pembukaan MTQ.
Kegiatan ini berlangsung hingga 21 Maret 2018 yang diikuti oleh 5 kelurahan diantaranya Kelurahan Air Raja, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kelurahan Batu IX, Kelurahan Kampung Bulang, Kelurahan Pinang Kencana.
Yeni juga menjelaskan cabang cabang yang akan ditandingkan nantinya adalah, cabang tilawah sebanyak 44 peserta. Ada juga lomba merawis, lomba kompang.(bni)
batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengajak umat muslim di Pulau Bintan beramai-ramai ke Masjid Nur Ilahi Dompak, Tanjungpinang. Mereka diajak untuk subuh akbar yang dihadiri KH Syarif Rahmat, salah seorang penceraman Damai Indonesiaku di salah satu televisi nasional.
“InsyaAllah, kita bersama-sama memakmurkan masjid-masjid di Kepri ini. Jumat ini mari beramai-ramai ke Masjid Nur Ilahi Dompa,” kata Arif di usai safari subuh di Masjid Jabal Hidayah Perum Bukit Galang Permai Batu 11 Tanjungpinang, Selasa (20/3).
Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga akan hadir pada acara tersebut. Nurdin sendiri gencar dengan gerakan safari subuh. Gerakan ini sudah dilakukan Nurdin sejak belasan tahun lalu saat masih di Karimun.
Saat menakhodai Kepri, safari subuh semakin masif dilakukan. Selagi berada di Kepri, di kabupaten manapun, Nurdin selalu melaksanakan safari subuh. Saat safari subuh di Masjid Jabal Hidayah, Selasa, Nurdin menyampaikan kekuatan doa masyarakat Kepri sangat membantu dirinya dalam menakhodai Kepri semakin hari semakin baik. Karena itu, Nurdin selalu menyampaikan perlunya dukungan dan doa dari masyarakat.
“InsyaAllah, kerja kerja yang dilakukan semuanya untuk masyarakat Kepri,” kata Nurdin.
Selain itu, Nurdin menyampaikan, kebersamaan yang ada di masyarakat Kepri harus semakin diperkokoh. Silaturahmi yang dilakukan sejak fajar, dari masjid ke masjid semakin memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat Kepri.
“Doa dan silaturakhim menjadi kekuatan kami dalam mengemban amanah masyarakat Kepri menjalankan roda pemerintahan,” kata Nurdin. (hgt)
batampos.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor ) Tanjungpinang menjatuhkan hukuman enam bulan penjara terhadap tiga Pejabat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Selasa (20/3).
Hukuman kepada pejabat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Polres Tanjungpinang tersebut serupa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Para terdakwa, Herbert Panusunan, Sutoyo maupun Eri Priawan dituntut enam bulan kurungan dan denda Rp 5 juta subsider satu bulan penjara.
“Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, majelis hakim memutuskan tiga terdakwa dinyatakan bersalah,” ujar Hakim Ketua, Edward Sialoho.
Ditegaskan Edward, tindakan melawan hukum yang dilakukan tiga terdakwa dijerat dalam pasal 12 huruf (e) UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang korupsi. “Masing-masing terdakwa diberikan kesempatan waktu, untuk menerima keputusan ini atau melakukan banding,” papar Edward.
Ketiga terdakwa yang didampingi penasehat hukum mereka sepakat untuk pikir-pikir. Seperti diketahui, Tim Saber Pungli Polres Tanjungpinang melakukan OTT terhadap seorang pejabat KSOP Tanjungpinang, pada 1 Mei 2017 lalu di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah bukti, termasuk uang hasil pungutan liar (Pungli). Dari hasil pengembangan penyidik, polisi juga menetapkan dua tersangka lainnya. Selama proses hukum di kepolisian, ketiga tersangka
tersebut tidak ditahan.
Proses penahanan baru dilakukan ketika dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang pada November 2017 lalu. Berkaca dari keputusan pengadilan, masing-masing terpidana tinggal menjalani hukum lebih kurang tiga bulan kurungan termasuk
subsider atas denda.(jpg)
Bupati Bintan, Apri Sujadi menyerahkan piala kepada santri terbaik dalam acara wisuda santri di Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (18/3) lalu. F. Kominfo Pemkab Bintan untuk Batam Pos.
batampos.co.id – Bekas kantor Pemerintah Kecamatan Gunung Kijang lama akan disulap menjadi rumah tahfidz. Pembangunan rumah tahfidz ketiga di Kabupaten Bintan akan dimulai pada tahun ini.
Bupati Bintan, Apri Sujadi menyampaikan, Pemkab memiliki target di setiap kecamatan memiliki rumah tahfiz. Sampai saat ini, sudah dua rumah tahfidz dibangun yakni di Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Bintan Timur.
Tahun ini lanjutnya, Pemkab akan membangun rumah tahfidz di Kecamatan Gunung Kijang. “Jadi ini adalah rumah tahfidz yang ketiga setelah di Bintan Utara dan Bintan Timur,” ujarnya.
Program rumah tahfidz kata Apri, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan bagi masyarakat, terutama para generasi muda. Pemkab Bintan berkomitmen untuk membangun generasi muda yang madani.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Bintan meluncurkan beberapa program diantaranya program magrib mengaji, program 15 menit mengaji sebelum jam belajar sekolah dan juga pembangunan rumah tahfidz di setiap kecamatan.
Kadis Pemukiman Pemkab Bintan, Herry Wahyu membenarkan pembangunan rumah tahfidz di Kecamatan Gunung Kijang akan segera dimulai pada tahun ini.”Insya Allah tahun ini dibangun (rumah tahfidz),” ujarnya, Selasa (20/3).(met)
batampos.co.id – Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan belum menerima hibah seluruh aset Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun Satker Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera).
Dari 12 SPAM yang dibangun di Bintan, baru empat titik yang sudah diserahterimakan.
Akibatnya sejumlah SPAM belum dioperasikan secara maksimal.
Kabid Cipta Karya Dinas PUPera Kabupaten Bintan, Edy Normansyah mengatakan penyerahan delapan aset pemerintah pusat itu terkendala di Kementrian Keuangan. “Satker dan Kementerian PUPera sedang mengurus,” katanya.
Sedangkan sisanya sebanyak empat aset SPAM sudah diserahkan dan menjadi aset Pemkab Bintan. Diantranya SPAM Kawal, SPAM Penaga, SPAM Pegudang dan SPAM Kuala Sempang.(met)
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Deby Maryanti foto bersama usai penyerahkan bantuan bibit dan uang Rp 250 juta di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Senin (19/3). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
batampos.co.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bintan, Deby Maryanti menyerahkan bantuan bibit benih tanaman dan uang Rp 250 juta untuk Kelompok Tani Wanita (KWT) di kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Senin (19/3).
Hal itu dilakukan guna mengembangan usaha sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan konsep Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Deby mengajak puluhan kelompok wanita tani dan para kader PKK tingkat kelurahan dan desa untuk menjadi mesin penggerak pelopor pemanfaatan sumber daya lokal. Sehingga terjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.
Ia menjelaskan, penerima bantuan bibit hanya 30 KWT yang berasal dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bintan. Bantuan bibit benih yang diberikan diantaranya bibit benih cabai, bibit benih seledri, benih sawi, benih kangkung, benih tomat dan lain sebagainya. Sedangkan penerima bantuan uang hanya 5 KWT. “Uangnya langsung disalurkan ke rekening masing-masing KWT,” ujar dia. (met)
batampos.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi resmi membuka Nongsa Digital Park (NDP) Batam, Selasa (20/3). Kawasan industri digital ini ditargetkan akan menarik investasi sekitar Rp 6,8 triliun dan melibatkan ribuan pekerja.
“Untuk tahap awal kami akan mempekerjakan 1.500 orang. Jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan selesainya proyek NDP,” kata Direktur NDP Mike Willuan di lokasi peresmian, Selasa (20/3).
Mike mengatakan, saat ini NDP baru menyelesaikan tiga dari sembilan gedung yang akan dibangun di kawasan tersebut. Dua gedung di antaranya sudah difungsikan oleh perusahaan digital.
Mike kemudian mengatakan Batam telah dinyatakan sebagai jembatan digital dari Singapura menuju Indonesia melalui Batam.
“Menghubungkan dalam hal kegiatan ekonomi digital ke kota-kota lainnya dan merupakan lokasi ideal untuk menjadi platform industri digital dan pengembangan inkubator start up,” paparnya.
Ia juga mengatakan kedua negara telah memberikan dukungan melalui berbagai lembaga terutama lewat lembaga pendidikan yang bertujuan meningkatkan keterampilan siswa IT Indonesia. NDP saat ini menjadi rumah untuk 65 dosen dari seluruh Indonesia yang datang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan ekonomi digital baru.
NDP juga didukung oleh Infinite Studios yang tergabung dalam grup perusahaan yang sama yakni Citramas Group. “Citramas Group dan pihak pemerintah terkait akan selalu terlibat dalam pembicaraan untuk mendukung pembangunan peraturan dalam wilayah kegiatan ekonomi digital karena merupakan industri masa depan Batam,” paparnya.
Sedangkan Menlu Retno Marsudi mengatakan proyek NDP ini merupakan langkah lanjutan dari pengembangan Batam sebagai jembatan digital yang diwacanakan sejak tahun lalu antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura
“Ide utamanya adalah bagaimana NDP dapat mendukung upaya peningkatan investasi ke Batam,” jelasnya.
Mentri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menlu Singapura, Gubenur Kepri, Kepala BP Batam, Walikota Batam, Komisaris Utama Citra Mas Group Kris Wiluan dan undangan berswafoto usai peresmian Nongsa Digital Park di Nongsa , Selasa (20/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Retno kemudian menjelaskan pemerintah pusat sudah menyadari bahwa industri digital kelak akan menjadi tulang punggung negara. Makanya pengembangan e-commerce, financial technologies (fintech), dan artificial intelligence (AI) akan terus digalakkan untuk mendukung upaya tersebut.
“Kemudian yang perlu dilakukan adalah memperluas akses digital dan mengembangkan talenta-talenta muda di Indonesia. Apalagi di negara kita, 100 juta orang ternyata pandai menggunakan internet,” jelasnya.
NDP itu merupakan pilot proyek yang sangat diharapkan dapat mendongkrak peningkatan investasi start up di Batam. “Ini berkaitan juga dengan meningkatkan kepercayaan diri Indonesia dalam kompetisi dunia digital,” jelasnya.
Pengusaha start up juga membutuhkan talenta-talenta yang berbakat di bidang informasi dan teknologi (IT). Sehingga program vokasi akan terus dilanjutkan utuk mewujudkan hal tersebut.
Sedangkan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan mengungkapkan Indonesia masih merupakan favorit investor Singapura. Ia mengatakan jumlah investasi yang telah dialokasikan mencapai 2 miliar dolar Singapura. Sehingga kehadiran NDP yang merupakan kolaborasi antara Indonesia dan Singapura diharapkan dapat meningkatkan investasi Singapura ke Batam.
“Tapi untuk mencapai visi ini perlu edukasi agar bisa menaikkan taraf skill. Jika bisa melakukannya, maka pekerjaan akan datang,” jelasnya.
Ia melihat NDP akan menjadi pendukung utama dalam mewujudkan hal tersebut. Makanya Indonesia dan Singapura telah menjalin kerjasama di bidang pendidikan. Contohnya adalah dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Politeknik Singapura.
Upaya pengembangan NDP sebagai kawasan industri digital utama juga selaras dengan niat BP Batam yang ingin mengembangkan Batam sebagai pusat logistik baik di kawasan regional Indonesia dan juga Asia Tenggara.
Alasannya mudah karena perusahaan-perusahaan start up dan digital, khususnya yang bergerak di bidang jasa komersil pasti membutuhkan gudang logistik untuk menyimpan barang-barangnya. Jadi akan tercipta simbiosis mutualisme antara NDP dengan Bandara Hang Nadim.
“Ini sebagai aspirasi buat masa depan Batam. Untuk saat ini NDP lagi proses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) dan lagi diproses di Dewan KEK nasional,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.
Di KEK katanya lebih banyak fasilitas seperti Tax Holiday dan Tax Allowance. “Karena kami ingin mengundang investor untuk bisa berinvestasi di Batam. Ini untuk masa depan,” katanya.
Sementara Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga akan mendukung segala upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mengembangkan ekonomi Kepri khususnya Batam. Batam menurut Gubernur masih menjadi primadona investasi.
“Tentunya kami bahagia dan bangga sekali. Karena dengan demikian, Kepri dan Batam punya daya saing sehingga dapat menjadi semakin kompetitif di kancah dunia,” jelasnya.
Ia juga mendukung langkah BP Batam untuk menjadikan Batam berstatus sebagai KEK. “Supaya dapat berkompetisi, supaya ada insentif yang menjadi daya tarik. Dan saya harap agar hubungan kedua negara terjalin,” katanya. (leo)