Wabup Lingga, Novrizal meresmikan Koperasi Merah Putih di Dabo. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Wakil Bupati Lingga Novrizal meresmikan Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Dabo, Kamis (14/8/2025). Koperasi ini menjadi yang pertama di tingkat kelurahan/desa di Kabupaten Lingga yang resmi beroperasi.
Pemerintah Kabupaten Lingga memberikan apresiasi kepada pengurus KMP Kelurahan Dabo atas inisiatif mengaktifkan koperasi tersebut.
Langkah ini dinilai sejalan dengan program besar Presiden Prabowo yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
“Kita berharap KMP di kelurahan dan desa lain segera diaktifkan agar program nasional ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Novrizal.
Saat ini, KMP Kelurahan Dabo menjalankan usaha gerai sembako yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Kehadiran gerai ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga.
“Program ini sangat membantu perekonomian warga, apalagi harga yang ditawarkan di bawah harga pasar. Semoga ke depan usaha ini semakin berkembang dan manfaatnya semakin luas,” tambahnya.
Dengan beroperasinya KMP Kelurahan Dabo, Pemkab Lingga optimistis perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan dan desa dapat tumbuh lebih mandiri.
Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi keberlangsungan dan pengembangan koperasi-koperasi serupa di wilayah Lingga. (*)
ILUSTRASI ekspor yang dilakukan Indonesia ke luar negeri beberapa waktu lalu.
batampos – Ekonomi global saat ini ibarat tengah menghadapi cuaca berawan. Yang bahkan berpotensi berubah menjadi badai. Artinya, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Karena dapat berdampak serius terhadap perekonomian Indonesia.
Senior Economist DBS Bank Radhika Rao masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 di angka 4,8 persen. Sejalan dengan berbagai indikator pelemahan dan berkurangnya stimulus di semester kedua tahun ini.
“Efek stimulus mulai berkurang, perkiraan inflasi rata-rata untuk 2025 direvisi naik menjadi 2,2 persen Year-on-Year (YoY), dari sebelumnya 1,8 persen,” terangnya kepada Jawa Pos, Rabu (13/8).
Radhika memperkirakan, kinerja ekspor akan turun setelah lonjakan di paruh pertama 2025. Didorong oleh strategi percepatan pengiriman (front loading) menjelang penerapan tarif impor dari Amerika Serikat (AS). “Ekspor yang digenjot lebih awal di awal tahun kemungkinan akan diikuti oleh penurunan sebagai bentuk pembalikan tren,” imbuhnya.
Meski belanja pemerintah diperkirakan akan meningkat, namun penerimaan negara terus berada di bawah target. Sehingga akan memaksa pemerintah untuk menahan laju penyaluran belanja. Agar defisit anggaran tidak memburuk.
Dari sisi konsumsi masih akan tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan. Hanya saja, tidak sekuat sebelumnya. Karena pertumbuhan pendapatan masyarakat yang cenderung lemah.
“Ketidakpastian global masih tinggi, terutama karena kenaikan tajam tarif liberation day 2.0 yang berdampak langsung pada sektor padat karya di Indonesia seperti tekstil, kulit, furnitur, dan alas kaki,” beber Radhika.
Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menuturkan, risiko ekonomi yang menjadi sorotan datang dari perlambatan ekonomi Tiongkok yang berlanjut. Meski di semester pertama tahun ini pertumbuhan ekonomi Negeri Panda masih cukup solid di kisaran 5 persen.
“Kami mencermati bahwa pada semester kedua mulai muncul tanda-tanda perlambatan. Hal ini antara lain dipicu oleh krisis sektor properti yang masih berlanjut di negara tersebut. Perlambatan ini juga akan berdampak pada kinerja ekspor Tiongkok ke negara-negara lain, termasuk ke AS,” ungkapnya.
Kebijakan proteksionisme yang lebih agresif dari AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump juga menjadi perhatian utama. Diberlakukannya tarif yang bersifat timbal balik (reciprocal tariffs) berisiko menekan perdagangan global. Yang mana sejumlah negara terkena dampak secara berbeda, ada yang ringan, sedang, hingga berat.
Bagi Indonesia, Josua menilai, dampaknya mungkin tidak tergolong berat, tapi juga tidak ringan. Misalnya, pengenaan tarif dari 0 persen menjadi 19 persen jelas menimbulkan tekanan. Khususnya terhadap produk ekspor Indonesia ke pasar AS. Seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, hingga produk elektronik.
“Jika kita menggunakan analogi cuaca, dampaknya bisa diibaratkan seperti hujan deras,” ujarnya.
Beberapa provinsi yang bergantung pada industri manufaktur ekspor kemungkinan besar akan ikut terdampak. Meski begitu, pemerintah Indonesia juga telah berupaya melakukan negosiasi dengan AS. Termasuk melalui pembelian produk-produk energi, pertanian, hingga pesawat Boeing.
Risiko berikutnya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Asia Timur. Ketidakpastian akibat konflik ini menjadikan pasar keuangan global, termasuk di kawasan Asia, sangat rentan terhadap kejutan (shock).
“Kombinasi ketiga risiko tersebut memperumit lanskap ekonomi global dan menciptakan ketidakpastian yang tinggi,” ucap Josua. (*)
batampos – Bendera merah putih sangat melekat dengan identitas bangsa Indonesia. Warna merah putih telah dikibarkan sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Ternyata ada beberapa negara di belahan benua lain yang menggunakan warna merah dan putih sebagai warna utama benderanya. Bahkan desain sangat mirip dengan Indonesia.
Ini 6 negara dengan warna bendera mirip dengan Indonesia:
1. Monako
Bendera Monako dan Indonesia dibilang seperti saudara kembar. Memiliki dua garis horizontal, merah di atas dan putih di bawah. Perbedaan hanya terletak di rasio ukuran bendera. Monako dengan rasio 4:5, sedangkan rasio 2:3. Monako menggunakan warna bendera ini sejak 1881, jauh sebelum Indonesia merdeka.
2. Polandia
Polandia memiliki putih di atas dan merah di bawah. Warna ini memiliki makna historis mendalam bagi rakyat Polandia sebagai simbol perjuangan dan kedamaian.
3. Austria
Bendera Austria dengan kombinasi merah, putih, merah secara horizontal. Warna ini sebagai bendera nasional terua yang masih digunakan dari abad ke 13. Desain ini terinspirasi dari perban berdarah milik Duke Leopold V dalam pertempuran.
4. Latvia
Latvia memiliki warna merah yang bercampur dengan merah keunguan. Legenda menyebut desain ini terinspirasi dari pakaian seorang pemimpin perang yang terkena darah namun menyisakan bagian putih di tengah tubuhnya.
5. Swiss
Bendera Swiss memiliki dua warna, yaitu merah dan putih. Salib putih di tengah melambangkan netralitas, kemanusiaan, dan kebebasan. Desain ini menginspirasi simbol Palang Merah Internasional.
6. Singapura
Bendera merah putih dengan bulan sabit dan bintang berjumlah 5 ini memiliki arti yang kuat. Merah melambangkan persaudaraan universal dan kesetaraan manusia, putih melambangkan kemurnian dan kebajikan. Bulan sabit sebagai simbol negara muda yang sedang berkembang. Lima bintang memiliki nilai, seperti demokrasi, perdamaian, kemajuan, keadilan, dan kesetaraan.
Bendera bukan sekedar kain yang berkibar saja, tetapi simbol identitas suatu bangsa. Warna tentu sama, namun kisah bersejarah setiap berbeda. (*)
Francesco Bagnaia hanya meraih finis ketiga pada balapan sprint MotoGP Italia di Mugello. (Instagram @pecco63)
batampos – Ayah juara dunia MotoGP dua kali, Francesco -Pecco- Bagnaia, mengungkapkan bahwa putranya sempat mengalami depresi pada awal karier grand prix sebelum mendapatkan dukungan dari Valentino Rossi.
Dilansir dari laman Crash pada Kamis (14/8), Pecco memulai debut grand prix pada 2013 bersama Tim Italia dengan FTR Honda, namun gagal meraih poin sepanjang musim.
Pada 2014, Bagnaia bergabung dengan Akademi VR46 yang didirikan Rossi. Ia kemudian membela tim VR46 di Moto3 dengan KTM sebelum pindah ke Mahindra pada 2015.
Setelah memperkuat skuad Aspar, ia kembali ke tim VR46 di Moto2 pada 2017 dan berhasil meraih gelar juara dunia pada 2018.
Pietro Bagnaia, ayah Pecco, mengungkapkan bahwa pengalaman bersama Tim Italia hampir menggagalkan karier putranya.
Ayah Pecco menyebut tim tersebut tidak memberikan pembinaan yang memadai dan bahkan mengancam Pecco tidak akan balapan lagi jika mengikuti uji coba dengan Mahindra. Meski demikian, Pietro tetap mendukung langkah putranya dan menandatangani pelepasan kontrak.
Langkah tersebut bertepatan dengan awal pembentukan Akademi VR46. Menurut Pietro, ajakan Uccio Salucci untuk bergabung dalam proyek VR46 membuat Pecco kembali bersemangat.
Perubahan dari kondisi depresi menjadi antusias menjadi titik balik karier sang pembalap, yang kemudian berkembang bersama tim Sky VR46.
Akademi VR46 yang berdiri pada 2014 telah melahirkan sejumlah pembalap sukses. Selain Bagnaia, Franco Morbidelli menjadi juara dunia Moto2 2017 dan pemenang balapan MotoGP pada 2020, sementara Luca Marini dan Marco Bezzecchi juga berhasil menembus kelas utama. Tim VR46 sendiri memulai kiprahnya di MotoGP pada 2022 sebagai tim satelit Ducati. (*)
Bupati karimun Iskandarsyah melantikan Direktur Utama Wan Abdul Rahman dan Direktur Kepatuhan Siska Naritasari Perumda BPR Tuah Karimun untuk periode 2025-2030. f.DISKOMINFO KARIMUN
batampos– Bupati Karimun Iskandarsyah didampingi wakil bupati karimun Rocky M Bawole, resmi melantik Direktur Utama Wan Abdul Rahman dan Direktur Kepatuhan Siska Naritasari Perumda BPR Tuah Karimun untuk periode 2025-2030, Rabu (13/8) di rumah Dinas Bupati Karimun.
Dalam kesempatan tersebut, bupati karimun menyampaikan proses seleksi dirut dan direktur kepatuhan Perumda BPR Tuah Karimun cukup panjang dan terakhir dilakukan tes oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri.
” Alhamdulillah, proses sudah berjalan sesuai aturan. Jadi, kedua nama tersebut kita ajukan ke OJK Kepri dan lulus, langsung dilakukan pelantikan,” terangnya kepada awak media.
Salah satu BUMD Karimun ini, diharapkan dapat berkembang dan sukses kedepannya. Sehingga, bisa dirasakan oleh masyarakat dalam dunia usaha. Dimana, saat ini mempunyai Pekerjaan Rumah (PR) bersama yaitu menambah modal dan merubah nama perkreditan menjadi perekonomian.
” Pertama dipulihkan dahulu manajemen perbankannya. Dan, nanti akan dilakukan penambahan modal ke BPR Tuah Karimun yang akan dianggarkan sebesar Rp2,5 miliar sesuai persyaratan dari OJK yang menjadi genap Rp6 miliar modal inti BPR Tuah Karimun pada tahun ini,” ungkapnya.
Untuk target sendiri, lanjut Iskandar lagi dirinya sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) kepada BPR Tuah Karimun belum ada ditargetkan dahulu. Mengingat Perda APBD Perubahan 2025, telah disahkan oleh DPRD Karimun.
” Selain pembenahan, titik-titik lemahnya juga segera dilakukan perbaikan. Kemudian, tugas Pemda Karimun mendorong bagaimana BPR Tuah Karimun dapat tumbuh yang pada akhirnya dapat memberikan PAD nantinya,” tegasnya.
Sementara itu Dirut Perumda BPR Tuah Karimun Wan Abdul Rahman ketika dikonfirmasi Batam Pos mengatakan, bahwa dirinya siap mengemban amanah yang telah diberikan oleh Bupati Karimun. Kedepan, BPR Tuah Karimun bagaimana memberikan kredit kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tempatan.
” Bagaiman para pelaku UMKM lokal ini, bisa memanfaatkan kredit di BPR Tuah Karimun dengan mudah. Selain itu, gimana dapat bersinergi Pemda Karimun lebih dekat lagi,” tuturnya.
Artinya, kata Wan Abdul Rahman lagi dana-dana yang ada di Pemda Karimun bisa disimpan ke BPR Tuah Karimun selain BRK Syariah. Sehingga, bisa disimpan anggaran Pemda Karimun ke BPR Tuah Karimun selain kas daerah (kasda).
” Saya menginginkan membangun ekosistem atau matarantai terhadap BUMD Karimun seperti di Perumda Tirta Mulia Karimun, Perumda Bumi Berazam Jaya maupun PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) atau BUP Karimun yang dananya bisa disimpan di BPR Tuah Karimun,” ucapnya.(*)
batampos – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa jumlah Bandara Internasional terus bertambah dari sebelumnya dikurangi hanya 17, kini telah menjadi 36 di Indonesia. Untuk diketahui, pengurangan jumlah bandara internasional sebelumnya pernah dilakukan pada pemerintahan era Presiden Joko Widodo, tepatnya pada tahun 2024.
Kemudian, Presiden Prabowo Subianto justru meminta jumlahnya terus ditambah guna mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata daerah. Terkait dengan permintaan Presiden Prabowo, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan telah menambah jumlah bandara internasional di Indonesia.
Terakhir, penambahan itu telah tertuang melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 yang secara total sudah mencapai 36 bandara internasional, dari sebelumnya telah ditambah 5 menjadi 22 sejak awal tahun 2025.
“Presiden Prabowo menginstruksikan pembukaan bandara internasional sebanyak-banyaknya di berbagai daerah guna mendorong percepatan perputaran ekonomi dan pariwisata daerah. Sehingga penetapan bandara internasional ini menjadi langkah strategis untuk mendorong hal tersebut,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, di Jakarta, Rabu (13/8).
Adapun bandar udara yang ditetapkan sebagai bandara internasional, meliputi:
1. Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh;
2. Bandar Udara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara;
3. Bandar Udara Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat;
4. Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau;
5. Bandar Udara Hang Nadim, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau;
6. Bandar Udara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten;
7. Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta;
8. Bandar Udara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat;
9. Bandar Udara Kulon Progo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta;
10. Bandar Udara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur;
11. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali;
12. Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat;
13. Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur;
14. Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan;
15. Bandar Udara Sam Ratulangi, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara;
16. Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua;
17. Bandar Udara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
18. Bandar Udara S.M. Badaruddin II, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan;
19. Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung;
20. Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah;
21. Bandar Udara Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan;
22. Bandar Udara Supadio, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat;
23. Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara;
24. Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau;
25. Bandar Udara Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung;
26. Bandar Udara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah;
27. Bandar Udara Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur;
28. Bandar Udara Juwata, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara;
29. Bandar Udara El Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur;
30. Bandar Udara Pattimura, Kota Ambon, Provinsi Maluku;
31. Bandar Udara Frans Kaisiepo, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua;
32. Bandar Udara Mopah, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan;
33. Bandar Udara Kediri, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur;
34. Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah;
35. Bandar Udara Domine Eduard Osok, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya; dan
36. Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, ia memastikan, khusus untuk bandar Udara Halim Perdanakusuma, penerbangan luar negeri hanya diperuntukkan bagi angkutan udara niaga tidak berjadwal, angkutan udara bukan niaga, serta penerbangan pesewa udara negara Indonesia atau pesawat udara negara asing.
Selanjutnya, Menhub menugaskan Direktur Jenderal Perhubungan Udara melakukan pengawasan atas pelaksanaan Keputusan Menteri ini. Status bandara udara internasional akan terus dievaluasi sekurang-kurangnya setiap dua tahun sekali.
Dalam hal ini, ada sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh masing-masing pengelola bandara, termasuk persyaratan keselamatan, keamanan dan pelayanan sebagai bandara internasional sebelum kegiatan penerbangan internasional dilakukan.
“Persyaratan tersebut harus disampaikan paling lambat enam bulan sejak keputusan Menteri ini dikeluarkan,” pungkas Menhub. (*)
Seseorang sedang membawa botol minumnya, menunjukkan kebiasaan sederhana yang mencerminkan sifat-sifat unik. (iStock
batampos – Membawa botol air ke mana-mana terlihat seperti kebiasaan sederhana. Namun, menurut para ahli psikologi, tindakan ini menunjukkan lebih dari sekadar hidrasi. Kebiasaan kecil ini adalah cerminan dari sifat-sifat khusus yang dimiliki seseorang.
Terdapat tujuh sifat kepribadian yang tersembunyi di balik kebiasaan tersebut. Melansir dari Geediting.com, Kamis (14/8), kebiasaan ini mencerminkan komitmen terhadap diri sendiri dan lingkungan. Ini adalah jendela menuju nilai dan prioritas hidup mereka.
Berikut adalah tujuh sifat yang sering dimiliki oleh mereka yang selalu membawa botol minum:
1. Sadar Kesehatan
Seseorang yang selalu membawa botol minum sangat peduli terhadap kesehatannya. Mereka memahami bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah fondasi utama. Ini penting untuk mempertahankan energi.
2. Terorganisir
Kebiasaan ini adalah bukti dari pola pikir terorganisir yang kuat. Mereka suka merencanakan ke depan dan tidak ingin meninggalkan apapun secara kebetulan. Ini menunjukkan keterampilan dalam mengatur diri sendiri.
3. Menghargai Kesederhanaan
Orang seperti ini cenderung menghargai hal-hal yang sederhana namun efektif. Mereka tahu bahwa solusi terbaik tidak selalu yang paling rumit. Kesederhanaan adalah kunci mereka.
4. Peduli Lingkungan
Membawa botol minum sendiri adalah pilihan yang sadar terhadap planet. Ini menunjukkan mereka peduli dengan keberlanjutan hidup. Tindakan kecil ini adalah bukti kepedulian yang besar.
5. Tahan Banting
Kebiasaan ini mencerminkan ketahanan dan kemauan untuk bertahan dalam tekanan. Mereka tahu bahwa merawat kebutuhan dasar adalah kunci. Ini menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi.
6. Memperhatikan Orang Lain
Selalu membawa air berarti seseorang siap sedia bukan hanya untuk dirinya sendiri. Mereka juga bisa membantu orang lain yang membutuhkan. Ini adalah tanda kepedulian.
7. Berdisiplin
Mengingat untuk mengisi botol dan membawanya adalah sebuah tindakan disiplin. Ini menunjukkan komitmen kuat yang dibuat untuk diri sendiri. Mereka memegang teguh janji pada diri sendiri.
Tindakan sederhana membawa botol air ternyata mengungkap banyak hal. Itu menunjukkan kombinasi ketelitian dan nilai hidup. Kebiasaan kecil sehari-hari dapat menjadi cerminan kepribadian Anda.
Membawa botol air adalah tindakan sederhana. Namun, kebiasaan ini memberikan pemahaman tentang kesehatan dan kedisiplinan diri. Hal ini membuktikan bahwa tindakan kecil dapat memiliki makna yang sangat mendalam. (*)
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis berbicara di hadapan mahasiswa Politeknik Negeri Batam pada Selasa (12/8).
batampos – Badan Pengusahaan Batam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peluncuran inovasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB).
Hal ini sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam mewujudkan Batam sebagai pusat investasi global yang berdaya saing.
Peluncuran MANTAB diumumkan di Politeknik Negeri Batam pada Selasa (12/8), dihadiri oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis; Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir Widyasa; serta Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan.
Program ini merupakan sistem manajemen talenta terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang bertujuan mengurangi tingkat pengangguran serta mempercepat penyerapan tenaga kerja di industri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka di Batam pada 2024 mencapai 7,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 4,82 persen. Dari 33.795 lamaran kerja yang masuk, tingkat penerimaan hanya 5,56 persen, mayoritas berasal dari angkatan kerja tanpa keterampilan memadai.
Menurut Fary Francis, MANTAB merupakan langkah konkret BP Batam dalam menjembatani kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
“Batam memiliki potensi industri yang besar, namun daya serap tenaga kerja kerap terhambat karena mismatch keterampilan. MANTAB hadir sebagai jembatan antara talenta lokal dan kebutuhan riil industri, sehingga para pencari kerja memiliki kompetensi sesuai permintaan pasar,” ujarnya.
MANTAB akan memanfaatkan teknologi digital untuk mengintegrasikan data tenaga kerja dan keterampilan dengan kebutuhan industri secara real-time. Program ini juga memperkuat ekosistem pelatihan berbasis link and match antara kawasan industri, pemerintah, BUMN, dan dunia pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini akan berdampak langsung pada mutu lulusan vokasi.
“Dengan MANTAB, mahasiswa dan lulusan akan mendapatkan akses pelatihan relevan, sertifikasi kompetensi yang terjangkau, dan peluang kerja yang lebih terbuka,” jelasnya.
Selain itu, MANTAB terhubung dengan Batam Creative Hub, pusat inovasi dan kolaborasi yang menjadi wadah pengembangan talenta di sektor ekonomi kreatif, manufaktur presisi, otomasi, hingga quality control.
Lebih lanjut, Direktur Pengembangan Kawasan KPBPB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa, menekankan bahwa MANTAB bukan sekadar platform digital.
“Ini adalah ekosistem berkelanjutan untuk memastikan setiap talenta Batam siap kerja, siap bersaing, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
BP Batam optimistis, dengan dukungan industri dan lembaga pendidikan, MANTAB akan menjadi model nasional pengelolaan talenta terintegrasi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis berbicara di hadapan mahasiswa Politeknik Negeri Batam pada Selasa (12/8).
batampos – Badan Pengusahaan Batam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peluncuran inovasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB).
Hal ini sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dalam mewujudkan Batam sebagai pusat investasi global yang berdaya saing.
Peluncuran MANTAB diumumkan di Politeknik Negeri Batam pada Selasa (12/8), dihadiri oleh Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis; Direktur Pengembangan KPBPB dan KEK Irfan Syakir Widyasa; serta Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan.
Program ini merupakan sistem manajemen talenta terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang bertujuan mengurangi tingkat pengangguran serta mempercepat penyerapan tenaga kerja di industri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat pengangguran terbuka di Batam pada 2024 mencapai 7,68 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 4,82 persen. Dari 33.795 lamaran kerja yang masuk, tingkat penerimaan hanya 5,56 persen, mayoritas berasal dari angkatan kerja tanpa keterampilan memadai.
Menurut Fary Francis, MANTAB merupakan langkah konkret BP Batam dalam menjembatani kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
“Batam memiliki potensi industri yang besar, namun daya serap tenaga kerja kerap terhambat karena mismatch keterampilan. MANTAB hadir sebagai jembatan antara talenta lokal dan kebutuhan riil industri, sehingga para pencari kerja memiliki kompetensi sesuai permintaan pasar,” ujarnya.
MANTAB akan memanfaatkan teknologi digital untuk mengintegrasikan data tenaga kerja dan keterampilan dengan kebutuhan industri secara real-time. Program ini juga memperkuat ekosistem pelatihan berbasis link and match antara kawasan industri, pemerintah, BUMN, dan dunia pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini akan berdampak langsung pada mutu lulusan vokasi.
“Dengan MANTAB, mahasiswa dan lulusan akan mendapatkan akses pelatihan relevan, sertifikasi kompetensi yang terjangkau, dan peluang kerja yang lebih terbuka,” jelasnya.
Selain itu, MANTAB terhubung dengan Batam Creative Hub, pusat inovasi dan kolaborasi yang menjadi wadah pengembangan talenta di sektor ekonomi kreatif, manufaktur presisi, otomasi, hingga quality control.
Lebih lanjut, Direktur Pengembangan Kawasan KPBPB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa, menekankan bahwa MANTAB bukan sekadar platform digital.
“Ini adalah ekosistem berkelanjutan untuk memastikan setiap talenta Batam siap kerja, siap bersaing, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
BP Batam optimistis, dengan dukungan industri dan lembaga pendidikan, MANTAB akan menjadi model nasional pengelolaan talenta terintegrasi yang berorientasi pada kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*)
batampos – Aktivitas padat kerap membuat pola makan menjadi tidak teratur. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu masalah pencernaan, berat badan tidak stabil, hingga meningkatkan risiko penyakit.
Agar kesehatan tetap terjaga di tengah kesibukan, penting menerapkan pola makan sehat. Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), berikut enam cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pola makan saat jadwal padat:
1. Merencanakan menu
Susun menu harian dengan gizi seimbang untuk menghindari pilihan makanan yang kurang sehat secara impulsif.
2. Mempersiapkan makanan
Siapkan bahan makanan terlebih dahulu, seperti memotong sayuran, memarinasi daging, atau membuat bumbu, agar lebih praktis saat memasak.
3. Memilih makanan sehat dan praktis
Pilih camilan seperti buah, kacang, atau yogurt. Jika membeli di luar, pastikan restoran menyediakan menu sehat.
4. Mengatur waktu makan dan istirahat
Atur jadwal makan untuk menjaga metabolisme dan mencegah lonjakan gula darah. Gunakan pengingat atau alarm jika perlu.
5. Menggunakan aplikasi pendukung
Manfaatkan aplikasi untuk memantau asupan kalori, mengatur menu harian, dan mendapatkan rekomendasi pola makan sehat.
6. Edukasi dan motivasi
Tingkatkan pemahaman tentang nutrisi melalui seminar atau membaca artikel kesehatan.
Selain menjaga pola makan, asupan cairan juga perlu diperhatikan. Minum air minimal delapan gelas per hari dan hindari konsumsi kafein berlebihan. (*)