Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1255

PT LOI Beberkan Kronologis Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Ignasius, Janji Penuhi Hak Korban

0
Proses evakuasi korban usai ditemukan meninggal dunia. f.ist

batampos – PT Lestari Ocean Indonesia (LOI) akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus kronologis lengkap terkait kecelakaan kerja yang merenggut nyawa salah satu karyawannya, Ignasius, yang menjabat sebagai Forman Launching. Peristiwa nahas itu terjadi saat proses pencarian balon launching yang terjebak di bawah tongkang Oceania 300.

Operational Manager PT LOI, Ali Basyir, menjelaskan, musibah bermula pada Jumat (15/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, perusahaan menggelar prosesi launching tongkang Oceania 300 yang dipimpin langsung oleh Ignasius.

“Seluruh rangkaian kegiatan saat itu berjalan lancar dan aman,” ujarnya, Kamis (21/8).

Namun, setelah acara usai, tim menemukan masih ada satu balon launching yang tersangkut di bawah tongkang. Upaya pencarian pun dilakukan sejak Sabtu (16/8) menggunakan berbagai metode, termasuk menarik tali dari depan ke belakang tongkang dengan bantuan excavator. Meski sudah berulang kali dicoba, balon tersebut tetap tidak ditemukan.

Pencarian berlanjut pada Senin (18/8) dengan metode lain, seperti menusukkan pipa paralon ke bawah tongkang. Karena hasil tetap nihil, perusahaan akhirnya memutuskan memanggil vendor atau penyelam profesional untuk membantu.

Namun, sebelum tim penyelam tiba, Ignasius justru berinisiatif melakukan penyelaman sendiri tanpa menggunakan peralatan selam maupun tali pengaman, serta tanpa koordinasi dengan petugas K3.

“Salah satu saksi, Roni, sempat menegur Ignasius agar tidak melanjutkan niatnya karena sangat berisiko. Pada penyelaman pertama, Ignasius masih muncul ke permukaan. Tapi saat turun kedua kalinya, sekitar 15 menit kemudian, ia tak kunjung kembali,” tutur Ali.

Roni yang panik segera memanggil rekan lainnya. Perusahaan kemudian menghubungi Basarnas untuk meminta bantuan. Pencarian juga melibatkan penyelam Polairud dan nelayan setempat.

Sejak Senin malam hingga Selasa (19/8) dini hari pukul 02.00 WIB, pencarian dilakukan intensif. Namun, kondisi air yang keruh membuat jarak pandang terbatas sehingga hasil tetap nihil. Pencarian dilanjutkan Selasa pagi dengan tambahan dua penyelam.

“Sekitar pukul 09.30 WIB, jasad Ignasius akhirnya ditemukan di bawah tongkang. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses autopsi,” jelas Ali.

Pada malam harinya, jenazah dipulangkan ke rumah duka dan disemayamkan, sebelum akhirnya dimakamkan Rabu (20/8) pukul 11.30 WIB di TPU Sei Temiang dengan prosesi adat.

Ali menegaskan, sejak awal hingga akhir, perusahaan mengawal penuh proses pencarian, autopsi, pemakaman, hingga kegiatan adat keluarga korban. PT LOI juga berkomitmen memenuhi seluruh hak-hak almarhum sesuai tanggung jawab perusahaan.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, PT LOI akan menyerahkan seluruh hak yang semestinya diterima keluarga almarhum. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa rekan kerja kami, Ignasius,” pungkas Ali. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel PT LOI Beberkan Kronologis Kecelakaan Kerja yang Tewaskan Ignasius, Janji Penuhi Hak Korban pertama kali tampil pada Metropolis.

HUT ke-16 Tokopedia, Pesanan Naik 127%, PLUS Hadir Dukung Brand Lokal

0
Tokopedia x TikTok Shop catat kenaikan jumlah pesanan lebih dari 127% dan luncurkan PLUS untuk dongkrak transaksi brand lokal.

batampos– Merayakan HUT ke-16 pada 17 Agustus, Tokopedia bersama TikTok Shop mencatat kenaikan pesanan 127,5% selama Juli 2024-Juni 2025 dan kembali meluncurkan PLUS lewat kampanye ‘Banyak PLUSnya’ untuk mengapresiasi pengguna setia serta mendukung merek lokal khususnya UMKM.

“Pengguna Tokopedia yang berlangganan PLUS mendapat banyak keuntungan, seperti diskon 5% tanpa batas dan minimum pembelian, gratis ongkir semua jenis pengiriman termasuk instant dan sameday, diskon tambahan Rp5.000, dan promo khusus di halaman Beli Lokal–membuat belanja lebih hemat sekaligus membantu brand lokal meningkatkan penjualan,” ujar Senior Director Tokopedia dan TikTok E-Commerce Indonesia, Stephanie Susilo.

BACA JUGA: Lima Pilihan Tempat Wisata Dingin dan Udara Sejuk

Pada semester I 2025, Fashion serta Makanan dan Minuman menjadi beberapa kategori produk dengan kenaikan tertinggi jumlah pesanan di halaman Beli Lokal Tokopedia dan TikTok Shop, sedangkan produk terlaris dari masing-masing kategori tersebut adalah hijab dan camilan.

Sejumlah Produk Alami Lonjakan Pesanan Signifikan di Tokopedia dan
TikTok Shop

Perilaku belanja online masyarakat Indonesia di Tokopedia dan TikTok Shop selama satu tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Selama Juli 2024-Juni 2025 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah kategori produk mengalami lonjakan pesanan, antara lain: Fashion, Groceries (termasuk Makanan dan Minuman, serta Kecantikan dan Perawatan Diri) serta Automotive & Electronic, dengan angka masing-masing sebesar 110,5%, 134,75% dan 158,25%.

Sepanjang semester I 2025, pada kategori Fashion, kaos, jam tangan, dan daster menjadi pilihan utama pembeli. Di kategori Groceries, untuk subkategori Makanan dan Minuman, produk yang paling laris meliputi camilan, kopi, dan minyak goreng, sedangkan pada subkategori Kecantikan dan Perawatan Diri, skincare, makeup, dan sampo mendominasi. Sementara itu, pada kategori Automotive & Electronic, oli, handphone, dan mesin cuci menjadi produk terfavorit di kalangan konsumen.

Harapan Tokopedia di HUT ke-16: Pengguna Banyak PLUSnya

Peluncuran program berlangganan PLUS diharapkan mendorong kenaikan pesanan di lebih banyak kategori produk khususnya dari brand lokal yang dimiliki oleh para pelaku UMKM. Ini juga menjadi langkah strategis Tokopedia dalam memperkuat ekosistem e-commerce di Indonesia agar makin inklusif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masa kini.

Stephanie menjelaskan, “Dengan struktur manfaat yang dirancang untuk mempermudah keseharian, program ini diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan baru pengguna–khususnya dalam mendukung produk lokal–sambil berbelanja lebih hemat dan banyak PLUSnya.”

“Di usia ke-16, kami tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga mempertegas arah ke depan. Kami ingin terus tumbuh bersama pengguna dan penjual lokal dengan menghadirkan inovasi yang berdampak langsung,” tutup Stephanie.(*)

Artikel HUT ke-16 Tokopedia, Pesanan Naik 127%, PLUS Hadir Dukung Brand Lokal pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kejari Bintan Musnahkan Barang Bukti: Sabu Diblender, Ganja Dibakar

0
Pemusnahan Kejari Bintan
Barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara diblender di halaman Kantor Kejari Bintan di Bintan Buyu, Kamis (21/8). F. Kejari Bintan untuk Batam Pos.

batampos – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap. Pemusnahan berlangsung di halaman Kantor Kejari Bintan, Bintan Buyu, Kamis (21/8).

Kajari Bintan, Rusmin, menyebutkan barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 37 perkara pidana umum yang sudah diputus pengadilan periode Januari hingga Juli 2025.

“Rinciannya ada 22 perkara non-narkotika dan 15 perkara narkotika,” jelas Rusmin.

Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 123,30460 gram dimusnahkan dengan cara diblender hingga larut. Sementara ganja seberat 39,882 gram dibakar sampai habis di depan petugas.

Tak hanya itu, barang bukti lain seperti 3 buah gunting kecil, 3 pisau cutter, 10 set alat isap, 20 unit ponsel, 6 timbangan digital, serta 36 helai pakaian bekas juga ikut dihancurkan.

Rusmin menegaskan pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti dan sebagai bentuk penegakan hukum yang transparan.

“Dengan pemusnahan barang bukti ini, kita memastikan semuanya musnah sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kejari Bintan Musnahkan Barang Bukti: Sabu Diblender, Ganja Dibakar pertama kali tampil pada Kepri.

Cussons Baby Tampil dengan Wajah Baru, Luncurkan Inisiatif #CussonsMOMen

0

batampos-Cussons Baby menghadirkan wajah baru untuk menemani perjalanan cinta ibu dalam menjalani gaya parenting yang terus berubah. Dengan tampilan warna kemasan pastel modern, menghadirkan karakter ilustrasi bayi Cuby, dan memiliki kandungan bahan alami dengan inovasi triple nutrient blend, yang memadukan tiga manfaat sekaligus dalam tiap varian, Cussons Baby hadir untuk mendukung ibu dari generasi 90-an hingga Gen Z.

Tampak dalam kegiatan peluncuran hari ini, Eva Arisuci Rudjito, Marketing Director PZ Cusson Indonesia; Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis ; Merdianti Octavia, Ibu milenial dengan 2 anak, yang juga menantu dari Dewi Yul; serta Sophia Aljufri, Ibu Gen Z dengan 2 anak balita, yang juga selebgram.

“Transformasi Cussons Baby bukan sekadar perubahan visual. Kami ingin menjadi bagian dari setiap momen ibu, sekaligus menemani perjalanan cinta orang tua dari generasi ke generasi dalam merawat buah hatinya dengan bangga dan bahagia melalui produk yang aman, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan ibu masa kini,” ujar Eva Arisuci Rudjito, Marketing Director PZ Cussons Indonesia.

BACA JUGA: 10 Kebiasaan Generasi Baby Boomer yang Kurang Relevan untuk Saat Ini

Cussons Baby kini tampil lebih segar, dengan kemasan modern dan karakter ilustrasi bayi Cuby yang menggemaskan. Tak hanya tampil lebih segar, setiap variannya juga diperkaya dengan 3x Nutrient Blend yang diformulasikan sesuai kebutuhan si kecil yang beragam. Sejak lebih dari 50 tahun lalu, rangkaian produk Cussons Baby terus hadir dan berevolusi, mendampingi para Ibu dari berbagai generasi dengan gaya parenting yang beragam.

Seiring perkembangan zaman, gaya parenting memang mengalami perubahan signifikan. Ibu generasi 90-an sampai 2000-an awal, mulai bergeser lebih fokus pada kebutuhan anak. Orang tua jadi lebih ‘intensif’ mendampingi tumbuh kembang anak, memberikan banyak energi juga waktu untuk anak. Memasuki 2010-an, orang tua mulai sadar pentingnya memberi ruang bagi anak untuk mandiri dan percaya pada kemampuannya.

Gaya pengasuhan jadi makin asik, bergeser ke arah yang lebih hangat dan suportif, memberikan anak ruang untuk berpartisipasi dan berekspresi. Lanjut ke era 2020-an, parenting masa kini yang serba digital. Anak seakan tidak berhenti pegang gadget, mulai dari membuat konten di TikTok hingga belajar coding. Orang tua seakan harus jadi ‘sheriff’ di dunia maya.

Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog Klinis menekankan bahwa inti dari parenting tetap sama, rumah yang menyediakan kasih sayang, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Meskipun metode berubah, kebutuhan anak akan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran orang tua tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya. Selain itu, Ratih menyoroti pentingnya daya adaptif orang tua dalam menghadapi tantangan zaman. Orang tua masa kini tidak hanya menegakkan disiplin, tetapi juga belajar menyeimbangkan antara pengawasan, komunikasi yang terbuka, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.

Pergeseran tren pengasuhan dirasakan saat ini oleh ibu millenial dan GenZ, dari keterlibatan orang tua yang intensif dan tradisional menuju pendekatan yang lebih responsif, modern, sesuai kebutuhan anak.

Fenomena ini diamini oleh Merdianti Octavia, Ibu 2 anak, menantu dari artis senior Dewi Yul, “Zaman sekarang, jadi ibu terasa lebih rumit karena banyak hal tidak sesuai harapan. Menjadi ibu adalah proses belajar yang tak pernah berhenti. Walau gaya saya berbeda dengan mama, yang saya tiru dari beliau yaitu nilai pantang menyerah dan mandiri, yang saya ajarkan juga ke anak-anak”.

Untuk kebutuhan si kecil, Merdianti juga memiliki pengalaman menarik dengan Cussons Baby. Pertumbuhan rambut anak pertamanya sempat terhambat selama beberapa lama, hingga sang ibu mertua menyarankan untuk menggunakan hair lotion Cussons Baby. “Alhamdulillah, setelah rutin digunakan rambut anak saya tumbuh dengan lebat. Dari situ, saya semakin percaya pada brand legendaris seperti Cussons Baby yang manfaatnya nyata.

Mulai dari body wash hingga hair lotion, Cussons selalu menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang penuh cinta. Rasanya seperti merasakan pelukan hangat mama lewat sentuhan lembut produk Cussons Baby. Ada kebanggaan, haru, dan juga warisan kasih sayang dari mama yang terus terasa hingga kini.

Ratih menjelaskan bahwa suatu produk dapat memunculkan memori emosional—kenangan yang melekat kuat oleh emosi yang menyertainya. Hal ini sering kali terbangkitkan oleh hal-hal sederhana yang akrab dalam keseharian kita, seperti aroma sabun mandi, sentuhan lembut ibu ketika mengoleskan body cream, bunyi piring saat makan bersama, dan lain-lain.

Memori emosional adalah ingatan kita akan berbagai kejadian dalam hidup. Mungkin kita tidak ingat persis kejadiannya, namun kita ingat rasanya. Memori emosional dipengaruhi oleh bagaimana kita memaknai sebuah peristiwa. Kenangan yang ada membantu kita untuk belajar dan lebih siap menghadapi situasi serupa di masa depan.

“Ketika seorang ibu masa kini memilih produk yang juga digunakan ibunya dulu, itu bukan sekadar soal fungsi, tetapi juga tentang bangunan ikatan emosional dari masa ke masa—menghadirkan potongan masa kecilnya untuk diwariskan kepada anaknya,” tutur Ratih.
Inisiatif terbaru dari Cussons Baby : #CussonsMOMen (Mothers of Mindful Empowerment Network)

Meski setiap generasi mengalami perubahan dan tantangan yang berbeda, satu hal yang tak pernah berubah adalah pentingnya dukungan dari keluarga dan komunitas. Studi menunjukkan bahwa program dukungan orang tua berbasis komunitas dapat meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, serta kompetensi dalam menjalani peran sebagai orang tua.

Dengan cakupan yang luas dan inklusif, #CussonsMOMen hadir untuk memperkuat ikatan tersebut, memberikan dukungan nyata yang dibutuhkan oleh setiap ibu dalam perjalanan mereka karena Cussons Baby mengerti bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar tanpa henti.

“Untuk mengikuti perkembangan jaman, selain menghadirkan kemasan baru, Cussons Baby memperkenalkan wadah berkumpul para ibu lintas generasi melalui #CussonsMOMen. Memahami bahwa ibu-ibu masa kini menghadapi arus informasi yang sangat deras, seringkali membingungkan dan membuat mereka ragu dalam menentukan pilihan terbaik untuk si kecil.

Melalui #CussonsMOMen, kami ingin menciptakan sebuah ‘safe zone’ yang nyaman di mana para ibu bisa berkumpul, berbagi pengalaman, inspirasi, serta mendapatkan informasi yang telah kami kurasi secara terpercaya. Dengan demikian, Cussons Baby tidak hanya menghadirkan produk perawatan bayi, tetapi juga mendukung dan menemani setiap momen berharga ibu dan anak sebagai wujud transformasi penuh arti dari Cussons Baby,” ujar Eva Arisuci Rudjito, Marketing Director PZ Cussons Indonesia.

Sophia Aljufri, Ibu di era Gen Z yang memiliki dua anak, merespon positif kehadiran wadah komunitas para ibu lintas generasi. “Menjadi ibu di era sekarang nggak selalu mudah loh, informasi datang dari segala arah, kadang bikin bingung harus ikut yang mana. Dengan hadirnya wadah dari Cussons Baby #CussonsMOMen pastinya benar-benar berarti.

Di sini, saya dan para ibu Gen Z akan belajar, berbagi, dan saling menguatkan dengan para ibu dari berbagai generasi. Rasanya seperti punya support system yang nyata. Kami jadi makin yakin bahwa nggak apa-apa punya gaya parenting yang berbeda, selama dijalani dengan cinta dan pengetahuan. Terima kasih sudah bantu kami tumbuh jadi ibu yang lebih percaya diri, relevan, dan siap hadapi tantangan zaman.

Cussons Baby berkomitmen untuk terus mendampingi ibu Indonesia di setiap generasi. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Cussons Baby akan menghadirkan inovasi produk terbaru yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat.

“Kehadiran bayi Cuby, wadah komunitas parenting #CussonsMOMen serta inovasi produk baru kami lainnya mencerminkan semangat Cussons untuk lebih dekat dengan ibu masa kini dan mendatang. Karena cinta ibu itu terus berevolusi, maka Cussons Baby pun ikut bertumbuh bersamanya,” pungkas Uci.

Tentang PZ Cussons Indonesia

PZ Cussons merupakan perusahaan produk konsumen yang dinamis dan inovatif dari beberapa merek ternama dan dicintai oleh konsumen. Dengan pengalaman lebih dari 130 tahun, kami beroperasi secara internasional di beberapa pasar negara maju dan negara berkembang yang memiliki potensi besar untuk bertumbuh di masa depan.

Misi kami adalah melakukan hal-hal baik dalam bisnis dan memiliki dampak positif pada masyarakat. Dengan pengetahuan yang mendalam mengenai konsumen dan sebagai pemimpin pasar produk perawatan bayi di Indonesia, PZ Cussons selalu berusaha terdepan dalam meluncurkan inovasi untuk semua kegiatannya. (*)

Artikel Cussons Baby Tampil dengan Wajah Baru, Luncurkan Inisiatif #CussonsMOMen pertama kali tampil pada Lifestyle.

Anambas Berpeluang Dapat PI 10 Persen Migas Lewat PT Energi Kepri

0
Bupati Anambas
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Kabupaten Kepulauan Anambas berpeluang besar mendapatkan Participating Interest (PI) 10 persen dari sektor minyak dan gas (migas) setelah dilantiknya jajaran direksi dan komisaris PT Energi Kepri oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Bupati Anambas, Aneng, menyebut langkah ini menjadi awal penting bagi daerah penghasil migas untuk bisa merasakan manfaat langsung dari kekayaan sumber daya alamnya.

“Dengan dilantiknya jajaran PT Energi Kepri, ini menandakan perubahan awal untuk mensejahterakan daerah penghasil migas. Anambas salah satunya,” kata Aneng, Kamis (21/8).

Selain berharap dari PI, Pemkab Anambas juga berencana menanamkan modal atau membeli saham di PT Energi Kepri. Namun, Aneng belum merinci berapa besar dana yang akan dialokasikan karena kondisi fiskal daerah masih dalam penyesuaian.

“Yang penting, kita akan berkontribusi di PT Energi Kepri. Saya kira tidak masalah, karena kita yang akan diuntungkan,” tegasnya.

Adapun jajaran komisaris PT Energi Kepri yang baru dilantik adalah Aries Fahriandi alias Ujeng, Juanda, dan Hendri Kurnaadi.

Sedangkan posisi direksi diisi Sri Yunihastuti sebagai Direktur Utama, Fauzun Atabiq sebagai Direktur Operasional, dan Afrizal Barry sebagai Direktur Umum dan Keuangan. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Anambas Berpeluang Dapat PI 10 Persen Migas Lewat PT Energi Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Ada Mayat Pria Membusuk di Lantai II Ruko di Jalan Nusantara

0
Polisi mengavakuasi mayat yang ditemukan di ruko. f.sandi p

batampos– Warga di jalan Nusantara, Kecamatan Karimun, Kamis (21/8) dikejutkan dengan adanya mayat pria yang sudah membusuk di dalam Ruko lantai 2 Jalan Nusantara nomor 53, RT 003/ RW 001 Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun. Hal ini berawal dari laporan Jonny Marlim selaku Ketua RT 003.

”Dari keterangan saksi, yakni Ketua RT Jonny Marlim mendapat laporan bahwa ada warga yang melalui depan Ruko tempat tinggal Supriady yang telah ditemukan jadi mayat mencium aroma tidak sedap. Lantas, saksi mencoba mencari tahu dengan datang ke Ruko dimaksud. Ternyata laporan warga benar ada bau tidak sedap,” ujar Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri kepada Batam Pos.

BACA JUGA: Warga Karimun Temukan Mayat Perempuan Penuh Luka, Suami Jadi Terduga Pelaku

Setelah itu, lanjut Kapolsek, terkait hal ini Ketua RT menghubungi staf Kelurahan Tanjungbalai Kota. Tidak lama kemudian Seklur Lurah Tanjungbalai Kota bersama satu orang stanya tiba di lokasi. Untuk memastikan sumber bau tidak sedap yang keluar dari dalam Ruko, maka pihak kelurahan menghubungi Bripka Rino selaku Bhabinkamtibmas di daerah tersebut.

”Setelah mendapatkan laporan Bhabinkamtibmas, maka kita turun ke lokasi bersama para saksi dan juga A Tjui yang merupakan salah seorang ahli keluarga korban. Setelah berhasil masuk memang mencium bau aroma tidak sedap. Pada saat naik ke lantai dua dan menemukan mayat Supriady dalam posisi telungkup tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek,” ungkapnya.

Tim Identifikasi Inafis Polres Karimun, tambahnya, datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan mayat di lokasi kejadian. Setelah itu, mayat Supriady dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk menjalani visum et repertum. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Diperkirakan Supriady telah meninggal dunia lebih dari 2 hari. Apalagi, di lokasi tempat penemuan mayat sudah banyak lalat. (*)

Reporter: Sandi P

 

Artikel Ada Mayat Pria Membusuk di Lantai II Ruko di Jalan Nusantara pertama kali tampil pada Kepri.

Jaksa Tuntut Mati, Hakim Vonis 16–18 Tahun: Enam Penyelundup Sabu Lintas Negara Lolos dari Hukuman Mati

0
Enam terdakwa kasus penyelundupan sabu seberat 40,2 kilogram asal Malaysia divonis 16 hingga 18 tahun penjara serta denda Rp2 miliar.

batampos – Enam terdakwa kasus penyelundupan sabu seberat 40,2 kilogram asal Malaysia akhirnya terhindar dari hukuman mati. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan vonis 16 hingga 18 tahun penjara serta denda Rp2 miliar kepada mereka, jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut pidana mati.

Putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Vabianes Stuart Watimena bersama hakim anggota Verdian Martin dan Andi Bayu Mandala Putra dalam sidang di PN Batam, Rabu (20/8).

“Perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika,” tegas Watimena saat membacakan amar putusan.

Bagian dari Jaringan Internasional

Majelis hakim menyatakan Syahril bin Abdullah Zainal Abidin, Muslem alias Lem, Muhammad alias Ali, M. Halim, Masri, dan Iskandar alias Joni terbukti menjadi bagian dari jaringan narkotika lintas negara.

Mereka tertangkap tangan mengangkut 40 paket sabu dengan berat total 40,2 kilogram menggunakan dua tas hitam dari perairan Malaysia menuju Pantai Nemo, Nongsa, Batam, pada 29 November 2024.

Barang bukti berhasil diamankan tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dalam operasi penggerebekan. Uji laboratorium BPOM Batam memastikan isinya kristal metamfetamin golongan I.

“Tidak ada alasan pemaaf maupun pembenar atas perbuatan para terdakwa. Tindakan mereka bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba,” ujar Watimena.

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Dalam tuntutannya, JPU Ishar menegaskan enam terdakwa pantas dihukum mati. Namun, majelis hakim hanya menjatuhkan hukuman:

Masri dan Iskandar: 18 tahun penjara + denda Rp2 miliar, subsider 3 bulan.
Empat terdakwa lainny*: 16 tahun penjara + denda Rp2 miliar, subsider 3 bulan.

Vonis ini langsung diterima empat terdakwa. Sementara Masri dan Iskandar masih mempertimbangkan upaya hukum lain.

Jaksa Ishar menilai putusan itu terlalu ringan. “Vonis ini tidak sepadan dengan perbuatan para terdakwa. Kami pasti akan menempuh upaya hukum, tapi untuk saat ini masih pikir-pikir,” ujarnya.

Kasus Berawal dari Laporan Warga

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di Pantai Nemo. Dari penyelidikan, tim BNNP Kepri menangkap kurir berinisial MD yang membawa dua tas berisi sabu.

Pengembangan kasus menjerat enam terdakwa lain, termasuk pengendali jaringan dari Medan. Dari rumah mewah salah satu tersangka di Batam, petugas juga menyita uang tunai dalam pecahan Rupiah, Ringgit, dan Dolar Singapura.

Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Hanny Hidayat menegaskan Kepulauan Riau masih menjadi jalur utama penyelundupan narkotika lintas negara.

“Kami tidak akan berhenti memutus rantai peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa,” tegasnya. (*)

Reporter: Azis Maulana

Artikel Jaksa Tuntut Mati, Hakim Vonis 16–18 Tahun: Enam Penyelundup Sabu Lintas Negara Lolos dari Hukuman Mati pertama kali tampil pada Metropolis.

6 Cara Memulai Hidup Minimalis, Kurangi Barang dan Stres

0
Ilustrasi stres
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Kehidupan sehari-hari kerap terasa melelahkan dengan berbagai aktivitas hingga konflik yang menyita perhatian. Banyak orang akhirnya mencari cara untuk menciptakan ruang fisik dan mental yang lebih tenang. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup minimalis.

Hidup minimalis bukan sekadar tren, tetapi cara untuk mengurangi barang yang tidak penting dan berfokus pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. Dengan begitu, rumah terasa lebih lega dan pikiran menjadi lebih ringan.

Dikutip dari Good Housekeeping, berikut enam cara sederhana untuk memulai hidup minimalis:

1. Fokus pada satu ruangan dulu
Pilih satu ruangan untuk dibereskan terlebih dahulu agar tidak kewalahan.

2. Mulai dari area yang terlihat
Rapikan rak, furnitur, atau benda-benda di lantai. Hasilnya langsung terlihat meski masih banyak barang tersisa.

3. Bereskan barang penting
Simpan hanya barang yang benar-benar bermakna dan dibutuhkan.

4. Batasi dekorasi
Gunakan dekorasi yang punya nilai khusus, misalnya foto keluarga.

5. Rapikan secara rutin
Menjaga rumah tetap rapi perlu dilakukan secara teratur.

6. Tahan godaan membeli
Hindari membeli barang baru kecuali benar-benar diperlukan.

Dengan menerapkan langkah tersebut, gaya hidup minimalis perlahan dapat mengurangi sifat konsumtif dan membuat hidup lebih terarah.

Meski begitu, setiap orang punya batasan berbeda dalam menerapkan minimalisme. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan atau niat, tidak perlu memaksakan diri.

Reporter: Juliana Belence 

Artikel 6 Cara Memulai Hidup Minimalis, Kurangi Barang dan Stres pertama kali tampil pada Lifestyle.

Haru di Pulau Pahat, Saat Tukik Kecil Menyapa Lautan Luas

0
Tukik penyu
Rombongan wisatawan asal Tanjungpinang saat melepas tukik (anak penyu) di Pulau Pahat, Anambas. F. Junaidi untuk Batam Pos.

batampos – Pulau Pahat di Kecamatan Siantan Utara, Kabupaten Anambas, bukan sekadar pulau kecil berpasir putih. Ia menyimpan kisah kehidupan yakni perjuangan seekor penyu yang bermula dari sebutir telur rapuh, tertanam di balik pasir hangat.

Sore itu, cahaya matahari jatuh lembut di pantai. Dari balik pasir, tukik-tukik mungil merangkak pelan, meninggalkan jejak kecil yang segera terhapus ombak. Di sisi mereka, wisatawan berjongkok, hati-hati melepas anak penyu menuju lautan.

Ada haru, ada kagum dan perasaan bercampur menjadi pengalaman sederhana namun sulit dilupakan.

“Rasanya luar biasa, seperti ikut memberi kesempatan hidup pada makhluk mungil ini,” ucap Dora, wisatawan asal Tanjungpinang, Rabu (20/8).

Sebelum momen pelepasan, wisatawan diajak ke area penangkaran. Deretan kayu penanda berdiri di atas gundukan pasir, tiap lubang berisi telur yang dipindahkan agar aman dari predator maupun tangan manusia.

“Setiap lubang ini adalah harapan,” kata Zikry, pemandu lokal.

Malamnya, pengalaman mencapai puncak. Dalam hening, diterangi cahaya senter, induk penyu hijau menggali sarang. Pasir beterbangan, mencipta rumah baru bagi puluhan kehidupan kecil. Wisatawan menyaksikan dengan penuh hormat, sebagian menahan napas, sebagian lain berkaca-kaca.

Pulau Pahat pun menjadi ruang belajar. Bukan hanya panorama pasir putih atau sunset keemasan, tapi juga tentang kepedulian, keterlibatan, dan tanggung jawab manusia pada alam.

Saat matahari tenggelam, siluet wisatawan berpadu dengan langit jingga. Ombak kecil menyapu kaki, seolah alam berbisik: menjaga bumi bisa dimulai dari langkah kecil, bahkan dari seekor tukik yang dilepas ke laut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Haru di Pulau Pahat, Saat Tukik Kecil Menyapa Lautan Luas pertama kali tampil pada Kepri.

Banjir, Jalan, hingga Parkir: Amsakar Pastikan Penanganan Permanen

0
Amsakar saat meninjau proyek jalan dan penanganan banjir. (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya menuntaskan sejumlah persoalan perkotaan, mulai dari banjir, pelebaran jalan, hingga tata kelola parkir. Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung beberapa titik di Batam, Kamis (21/8).

Amsakar menyebut penanganan banjir akan dilakukan secara menyeluruh dan permanen. “InsyaAllah seminggu lagi mulai dikerjakan, dan itu pengerjaan permanen untuk menuntaskan banjir. Semalam saya tinjau, ada banjir di satu titik di Sei Lekop,” ujarnya.

Selain banjir, ia juga meninjau progres pelebaran jalan di kawasan Sei Panas. Proyek berjalan sesuai dengan rencana yang sudah disusun pemerintah.

“Alhamdulillah, semuanya sesuai dengan rencana. Saya sudah melihat langsung pelebaran jalan di Sei Panas, termasuk desainnya. InsyaAllah hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

Jalan yang diperlebar tersebut nantinya akan memiliki kapasitas lebih besar, dengan empat jalur di sebelah kiri dan empat hingga lima jalur di sebelah kanan. Pemerintah juga merancang konsep penghijauan di median jalan dengan menanam pohon untuk memberi kesejukan sekaligus memperindah wajah kota.

Dalam peninjauan itu, Amsakar turut menyoroti sektor perparkiran yang selama ini menuai kritik masyarakat. Ia bahkan sempat berdialog dengan seratusan juru parkir (jukir) dari wilayah Batam Kota dan Lubuk Baja.

Menurutnya, pendapatan dari sektor parkir harus sesuai dengan rekomendasi konsultan yang telah melakukan kajian.

“Saya sampaikan ke mereka bahwa kami ingin pencapaian (pendapatan) parkir sesuai dengan rekomendasi konsultan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung soal pengangkatan kepala dinas baru yang diharapkan mampu membenahi manajemen parkir. Kepada para jukir, ia berpesan agar tidak lagi melakukan praktik yang menyimpang.

Dalam pertemuan itu, para jukir menyatakan komitmen untuk memperbaiki sistem dan mendukung langkah pemerintah. Namun, Amsakar mengingatkan, bila dalam satu hingga dua bulan ke depan tidak ada progres nyata, maka opsi penghentian pungutan parkir di tepi jalan bisa diambil.

“Saya juga sampaikan, kalau dalam satu atau dua bulan ke depan progres tidak sesuai harapan, sangat mungkin triwulan pertama tahun depan kita hentikan pungutan parkir tepi jalan,” ujarnya.

Sebaliknya, apabila terlihat adanya perbaikan signifikan, pemerintah akan tetap mempertahankan sistem yang ada serta keberadaan jukir.

“Kalau memang betul ada progres lebih baik, InsyaAllah kita tetap pertahankan jukir dan kabinet yang ada hari ini,” tegas Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

 

Artikel Banjir, Jalan, hingga Parkir: Amsakar Pastikan Penanganan Permanen pertama kali tampil pada Metropolis.