Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 1264

Ombudsman Kepri Desak BP Batam Tindak Dugaan Reklamasi Ilegal di Ocarina

0
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Lagat Siadari. Foto: Ombudsman Kepri untuk Batam Pos

batampos – Aktivitas reklamasi yang diduga ilegal terjadi di kawasan pesisir dekat Ocarina, Batam, menjadi sorotan serius. Sekitar 5 hektare laut dilaporkan telah ditimbun tanpa izin yang sah, dengan pelaku yang diketahui adalah seorang Anggota DPRD Batam.

Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, mengonfirmasi aktivitas reklamasi tersebut diduga tidak berizin. “Saya dengar kabar itu (reklamasi di Ocarina) juga tak berizin,” katanya, Minggu (10/8).

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, pihak yang melakukan reklamasi sedang mengurus izin saat ini. Namun jika memang tidak ada upaya mengurus izin, maka mereka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Tidak ada urusan mau dia Anggota DPRD atau apa, semua sama di hadapan hukum. Tidak bisa ada perbedaan antara apakah itu politikus, apakah itu penegak hukum, atau rakyat biasa, semua itu sama di mata hukum,” ujar Lagat.

Ia mengatakan, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dalam penegakan hukum. Lagat pun mendesak BP Batam sebagai pihak yang paling berkaitan dengan reklamasi di daerah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Ini adalah ujian bagi Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam, apakah konsisten tidak mereka sama ucapannya dengan tindakannya. Buktikan kepada masyarakat,” katanya.

Penindakan pertama bisa dilakukan oleh BP Batam, atau melalui aparat kepolisian dan jaksa. Setelah itu, koordinasi dapat dilakukan dengan Ketua DPRD Batam untuk mendorong anggotanya agar patuh terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak berprasangka buruk sebelum ada keterangan resmi dari BP Batam. “Saya minta BP Batam silahkan lakukan pemeriksaan. Kalau memang sudah melakukan pelanggaran hukum, buktikan ke masyarakat dan ditindak. Kemudian langsung berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tambahnya. (*) 

Reporter: Arjuna

Artikel Ombudsman Kepri Desak BP Batam Tindak Dugaan Reklamasi Ilegal di Ocarina pertama kali tampil pada Metropolis.

Pawai Pembangunan 2025, Amsakar dan Li Claudia Pimpin Perayaan Warna-warni Budaya Batam

0
Berbagai kendaraan hias menyemaralan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke- 80 di Jalan Ahmad Yani Batamcenter, Minggu 10/8). Selain pawai kendaraan hias padawaktu yang sama Pemerintah Kota Batam juga menggelar pawai budaya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Matahari pagi baru saja merangkak naik, namun jalanan di sekitar Sekolah Global Indo-Asia, Batam Centre, sudah dipenuhi riuh suara manusia, denting musik tradisional, dan gemuruh langkah para peserta pawai.

Minggu (10/8), Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Pawai Pembangunan 2025. Acara tahunan ini memadukan semangat kebangsaan, keragaman budaya, dan kreativitas masyarakat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad; bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melepas langsung peserta. Keduanya berjalan di barisan depan bersama Forkopimda serta jajaran OPD Pemko Batam.

Di belakang rombongan pimpinan daerah, peserta Pawai Budaya tampil memukau dengan beragam baju adat dari Sabang hingga Merauke. Kilauan warna kain songket, batik, ulos, dan busana khas daerah lainnya berpadu indah di sepanjang rute pawai.

Sejumlah kelompok menampilkan tarian daerah lengkap dengan iringan musik tradisional. Ada pula peserta yang membawa properti khas dari daerah masing-masing, menambah kekayaan visual di setiap langkah pawai.

Dentuman musik marching band dan Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam semakin memeriahkan suasana. Irama yang menggelegar mampu menarik perhatian warga yang sudah berjejer sejak pagi.

Tak kalah menarik, Pawai Kendaraan Hias menjadi magnet tersendiri. Konvoi kendaraan melintas membawa pesan-pesan kreatif lewat hiasan penuh warna, mulai dari replika perahu layar tradisional, miniatur rumah adat, hingga ikon-ikon khas Kota Batam.

Beberapa kendaraan juga menampilkan replika alat tempur dan simbol instansi. Setiap kendaraan melaju perlahan sambil disambut lambaian tangan warga yang mengabadikan momen dengan ponsel.

Rute pawai kendaraan dimulai dari depan Fanindo Sanctuary Garden (samping Sekolah Global Indo-Asia), melewati Simpang Empat Masjid Agung, Bundaran Madani, Simpang Gelael, Flyover menuju Simpang Kepri Mall, lalu kembali ke Sekolah Global Indo-Asia dan finis di Graha Pena Batam Center.

“Inilah wujud semangat kebangsaan yang menyatukan kita. Mari kita terus warnai kehidupan dengan kegiatan produktif demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” kata Amsakar.

Katanya, pawai ini adalah momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman. “Kita boleh berbeda suku, bahasa, dan adat istiadat, tetapi di sini kita berdiri sebagai satu bangsa,” tambah dia.

Ia menilai kreativitas warga Batam dalam menampilkan kendaraan hias dan busana adat mencerminkan potensi besar di bidang seni, budaya, dan inovasi. Acara seperti ini menggerakkan banyak sektor, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga seni budaya.

Pawai Pembangunan 2025 juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berada di Batam. Banyak di antara mereka ikut larut dalam kemeriahan, mengabadikan momen, dan menikmati keberagaman budaya yang disuguhkan.

“Pawai ini bukan hanya hiburan, tapi simbol persatuan. Semangat kebangsaan yang terpancar dari keragaman budaya ini harus kita jaga,” ujar Amsakar. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Pawai Pembangunan 2025, Amsakar dan Li Claudia Pimpin Perayaan Warna-warni Budaya Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Tim Voli K’Hara Kalah di Laga Perdana KTMI Cup Desa Tiangau

0
Voli Anambas
Tim voli K’Hara foto bersama sebelum melaksanakan pertandingan perdana di KTMI Cup Desa Tiangau 2025. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Tim bola voli K’Hara, binaan Batam Pos, harus menelan kekalahan di laga pembuka turnamen KTMI Cup Desa Tiangau 2025.

Bertanding melawan Butun B pada Sabtu (9/8) malam, K’Hara kalah 3-1 meski sempat memberikan perlawanan sengit.

Kapten K’Hara, Bagas Apriboy, mengatakan kekalahan terjadi karena banyak kesalahan sendiri yang dimanfaatkan lawan untuk mencetak poin.

“Kita masih tim baru, butuh adaptasi. Lagi pula, tim kita ini anak-anak asli Desa Tarempa Barat, sedangkan tim lawan ada pemain dari luar, dari Karimun dan Batam,” ujar Bagas.

Meski kalah, K’Hara tetap optimistis. Bagas menegaskan timnya fokus menatap pertandingan berikutnya demi lolos ke babak 8 besar.

“Karena sistemnya grup, kita masih punya peluang,” harapnya.

Perwakilan Batam Pos di Anambas, Ihsan Imaduddin, mengatakan pembinaan tim K’Hara merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda.

“Kita support dari semuanya, termasuk baju tim dan akomodasi. Meski tidak banyak, ini bentuk komitmen kita di dunia olahraga,” kata Ihsan.

Ihsan menilai potensi anak daerah Anambas cukup besar untuk bersaing dengan daerah lain.

“Batam Pos akan terus berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat,” tegasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Tim Voli K’Hara Kalah di Laga Perdana KTMI Cup Desa Tiangau pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Selidiki Dugaan Bullying di Balik Kasus Bunuh Diri Siswi SMA Tanjungpinang

0
Kapolresta Tanjungpinang
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang tengah menyelidiki dugaan perundungan atau bullying dalam kasus bunuh diri siswi SMA berinisial KK (16) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan proses penyelidikan masih bergulir. Polisi menelusuri apakah aksi nekat korban berkaitan dengan perundungan atau faktor lain.

“Sampai saat ini masih belum kita ketahui. Kami masih menelusuri apakah ada bullying atau hal-hal lain,” ujar Hamam, Minggu (10/8).

Ia menjelaskan, KK meninggal akibat kekurangan oksigen setelah gantung diri. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan motif bunuh diri tersebut.

“Sementara masih pendalaman, motifnya belum tahu juga. Ya, kita memahami kondisi psikologis keluarganya,” tambahnya.

KK ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dekat pintu kamar rumahnya di Perumahan Bumi Air Raja, Kelurahan Pinang Kencana, pada Kamis (31/7) lalu. Dari olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian, tali pinggang, dan sarung.

“Hasil pemeriksaan orang tua, mereka juga tidak mengetahui penyebabnya,” pungkas Hamam. (*)

Catatan redaksi:

Konten dalam artikel ini membahas isu sensitif terkait bunuh diri. Jika Anda merasa tertekan secara emosional atau mengalami gejala depresi, segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan jiwa terdekat.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Polisi Selidiki Dugaan Bullying di Balik Kasus Bunuh Diri Siswi SMA Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Kemenag Batam Siapkan Nikah Massal, Fokus Bantu Warga Kurang Mampu

0
Ilustrasi buku nikah

batampos – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam mulai mempersiapkan pelaksanaan program nikah massal tahun ini. Program ini dirancang untuk membantu pasangan calon pengantin yang terkendala biaya, sekaligus memastikan pernikahan mereka sah secara agama dan negara.

Kepala Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan pihaknya telah membentuk kepanitiaan resmi untuk mengatur jalannya acara. Ketua Panitia dipercayakan kepada Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batam Kota, Zainal Arifin.

“Panitia sudah terbentuk, ketuanya Pak Zainal Arifin. Program ini fokus pada warga Batam yang ber-KTP Batam dan kurang mampu secara ekonomi,” ujar Budi, Minggu (10/8).

Sementara itu Zainal Arifin menyampaikan, meski struktur panitia sudah lengkap, teknis pelaksanaan masih dibicarakan. Salah satu yang sedang dibahas adalah waktu dan lokasi acara.

“Rencananya lokasi di Masjid Agung Batam. Tapi semua masih kita godok agar persiapannya matang. Nikah massal harus tetap memperhatikan syarat sah pernikahan. Kita tidak mau ada peserta yang tercecer, atau tidak tertampung,” jelasnya.

Kuota awal yang disiapkan adalah 100 pasang pengantin. Namun, jumlah tersebut masih bisa berubah menyesuaikan jumlah pendaftar. “Pendaftaran belum dibuka, insyaallah minggu ini sudah dimulai. Kita akan seleksi sesuai kriteria yang ditetapkan,” tambah Zainal.

Mekanisme pendaftaran masih dibahas oleh panitia. Ada dua opsi yang sedang dipertimbangkan, pendaftaran terpusat di satu lokasi atau dibuka di setiap kecamatan.

“Kita ingin pemerataan kuota. Jangan sampai hanya didominasi peserta dari Batam Kota. Warga hinterland seperti Belakangpadang, Galang, atau Bulang juga harus dapat kesempatan yang sama,” tegas Zainal.

Program nikah massal ini diharapkan menjadi solusi bagi pasangan yang telah lama ingin menikah namun terhalang biaya. Selain meringankan beban ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial di masyarakat.

“Kami ingin acara ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar memberi kebahagiaan. Peserta nanti akan kami bantu dari awal proses administrasi sampai akad nikah selesai,” ucapnya.

Zainal menegaskan, program nikah massal ini tidak diperuntukkan bagi pasangan poligami. Alasannya, umumnya pelaku poligami sudah memiliki kemampuan finansial yang memadai.“Kalau poligami tentu sudah mapan secara ekonomi. Fokus kita adalah mereka yang betul-betul butuh bantuan untuk melaksanakan pernikahan,” tutup Zainal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kemenag Batam Siapkan Nikah Massal, Fokus Bantu Warga Kurang Mampu pertama kali tampil pada Metropolis.

Lansia di Tanjungpinang Diserang Anjing Liar, Dinkes Pantau Risiko Rabies

0
Anjing liar
Ilustrasi. F. Jawa Pos.

batampos – Seorang warga lansia di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, harus mendapatkan perawatan medis setelah diserang anjing liar di kawasan Rimba Jaya. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat belum dapat memastikan apakah hewan tersebut terinfeksi rabies.

Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengatakan korban berinisial SM (68) mengalami luka cukup dalam di betis kanan akibat gigitan anjing, Rabu (6/8) malam.

“Saat itu korban duduk di atas motor menunggu anaknya. Tiba-tiba anjing berwarna cokelat menyerang dan menggigit kakinya,” kata Rustam, Minggu (10/8).

Akibat gigitan tersebut, darah mengalir deras dari luka korban. Ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan suntikan vaksin rabies dan tetanus (TT).

SM kemudian kembali menjalani perawatan lanjutan di Puskesmas Tanjungpinang karena masih merasakan nyeri di bekas luka.

Rustam menyebut, pihaknya belum bisa memastikan status rabies pada anjing liar itu. Namun, upaya pencegahan tetap dilakukan, termasuk pemantauan kesehatan korban selama 14 hari.

“Sudah disepakati akan dilakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada korban gigitan anjing liar lainnya,” ujarnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Lansia di Tanjungpinang Diserang Anjing Liar, Dinkes Pantau Risiko Rabies pertama kali tampil pada Kepri.

Pesanan Bendera Mulai Mengalir, Pedagang di Batam Optimistis Penjualan Meningkat Jelang 17 Agustus

0
Pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kecamatan Sekupang.

batampos – Sepekan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, para pedagang musiman bendera merah putih dan pernak-pernik kemerdekaan di Kota Batam mulai merasakan peningkatan penjualan. Meski jumlahnya belum sebanyak tahun lalu, para pedagang tetap optimistis tren pembelian akan melonjak mendekati hari H.

Pantauan Batam Pos, Minggu (10/8), lapak-lapak bendera mulai bermunculan di pinggir jalan utama. Salah satunya di depan Pasar Tiban Centre, Kecamatan Sekupang. Heri, pedagang yang sudah belasan tahun berjualan bendera setiap Agustus di kawasan Tiban Lama, mengatakan bahwa pembeli sudah mulai berdatangan sejak beberapa hari terakhir.

“Memang belum ramai sekali, tapi setiap hari ada saja yang beli. Rata-rata 20 sampai 25 bendera berbagai ukuran,” ujar Heri.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, dua hingga tiga minggu sebelum 17 Agustus, sudah mulai banyak warga maupun perwakilan RT, RW, sekolah, hingga instansi pemerintah yang membeli bendera dalam jumlah besar. Tahun ini, lonjakan pembeli itu belum terlalu terasa.

“Paling banyak sekarang beli ukuran sedang untuk dipasang di rumah-rumah. Kalau pesanan besar dari kantor atau sekolah biasanya datang mendekati tanggal 17 Agustus,” ucapnya.

Heri menjual berbagai jenis bendera dan pernak-pernik kemerdekaan. Mulai dari bendera kecil seharga Rp10 ribu, bendera ukuran besar, hingga background kain merah putih untuk panggung dengan harga mencapai Rp150 ribu. Ia juga menyediakan paket dekorasi lengkap untuk instansi dan sekolah. Namun, hingga akhir Juli, pesanan dekorasi besar masih sangat minim.

Hal senada disampaikan Andre, pedagang bendera lainnya yang berjualan di kawasan Batuaji. Menurutnya, pembeli yang datang kebanyakan adalah warga yang ingin menghias rumah, sementara pesanan dari instansi baru akan ramai pada pekan kedua Agustus.

“Kalau kantor, sekolah, dan organisasi masyarakat biasanya pesan sekaligus banyak, bisa puluhan bendera dan umbul-umbul. Tapi biasanya memang mepet ke tanggal 17,” kata Andre.

Para pedagang meyakini, meski penjualan tahun ini terasa lebih lambat, jumlah pembeli akan meningkat tajam menjelang puncak perayaan. Mereka berharap suasana peringatan kemerdekaan tahun ini tetap semarak, sehingga omzet penjualan bendera dan pernak-pernik bisa mendekati bahkan melampaui tahun lalu.

“Kalau tahun lalu, sehari bisa habis sampai 50-an bendera berbagai ukuran di puncak penjualan. Mudah-mudahan minggu depan bisa seperti itu lagi,” ujar Heri.

Lapak-lapak bendera dan umbul-umbul ini biasanya hanya buka setahun sekali, mulai akhir Juli hingga sehari setelah perayaan 17 Agustus. Keberadaan mereka menjadi salah satu penanda bahwa suasana peringatan kemerdekaan mulai terasa di berbagai sudut Kota Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Pesanan Bendera Mulai Mengalir, Pedagang di Batam Optimistis Penjualan Meningkat Jelang 17 Agustus pertama kali tampil pada Metropolis.

Taman Pamedan, Ruang Publik Legendaris Tanjungpinang yang Butuh Sentuhan Modern

0
Taman Pamedan Tanjungpinang
Sejumlah warga menikmati suasana di Taman Pamedan Ahmad Yani Tanjungpinang. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Taman Pamedan Ahmad Yani, ruang terbuka hijau legendaris di jantung Kota Tanjungpinang, kini mulai kehilangan gemerlapnya.

Meski telah dipercantik dengan panggung, arena bermain anak, lapangan olahraga, dan fasilitas umum, namun ruang publik ini kerap sepi pengunjung kecuali saat ada acara besar.

Bagi warga, Taman Pamedan bukan sekadar lapangan luas dikelilingi pepohonan. Tempat ini adalah saksi sejarah perkembangan Tanjungpinang, pernah menjadi pusat kegiatan masyarakat sejak era 1980-an. Pada masa jayanya, pameran pembangunan, lomba rakyat, hingga kegiatan budaya rutin digelar di sini.

Namun kini, suasana ramai itu jarang terlihat. “Kalau ada acara baru ramai. Misalnya salat Id, pasar Ramadan, atau konser musik. Kalau tidak, sepi,” kata Didid (43), warga Jalan Pemuda, Minggu (10/8).

Didid mengenang, setiap Agustus atau Januari di era 1990-an, taman ini selalu menjadi pusat pameran pembangunan. “Sekarang tidak ada lagi, sayang sekali,” ujarnya.

Warga menilai Taman Pamedan butuh sentuhan konsep taman kota modern untuk kembali hidup. Tidak hanya mempertahankan nilai sejarahnya, taman ini dinilai perlu agenda rutin seperti konser musik, festival budaya, dan kegiatan publik lainnya.

“Kalau mau ramai, harus ada kegiatan modern yang menarik anak muda. Konser, event komunitas, atau festival kuliner bisa jadi magnet,” tambah Didid.

Berlokasi strategis di kawasan Batu 4, dikelilingi Jalan Raja Ali Haji, Jalan Ahmad Yani, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, dan Jalan Engku Putri, Taman Pamedan sejatinya punya potensi besar menjadi ikon Tanjungpinang. Tinggal bagaimana pengelolaannya dikemas untuk kembali menjadi pusat kebersamaan masyarakat. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Taman Pamedan, Ruang Publik Legendaris Tanjungpinang yang Butuh Sentuhan Modern pertama kali tampil pada Kepri.

Camat Singkep Siapkan Pawai Pembangunan dan Pawai Obor, Catat Tanggalnya!

0
Pawai pembangunan
Pawai pembangunan yang digelar di Dabo Singkep, Lingga pada tahun lalu. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Pawai pembangunan atau karnaval di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, akan kembali digelar pada 18 Agustus 2025. Agenda tahunan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Camat Singkep, Agustiar, mengatakan pawai akan diikuti peserta dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta desa dan kelurahan di Kecamatan Singkep. Acara dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB.

“Kita berharap Pak Bupati, Wakil Bupati, Pak Sekda, dan para petinggi Kabupaten Lingga bisa hadir,” ujarnya, Minggu (10/8).

Tradisi pawai ini, lanjut Agustiar, menjadi momen kebersamaan pemerintah dan masyarakat. Kegiatan akan diawali dengan upacara bendera di pagi hari, dilanjutkan pawai pembangunan, dan malamnya pawai obor.

Sejumlah sekolah mulai menyiapkan pernak-pernik dan alat peraga untuk memeriahkan acara. “Kami ingin pawai ini menjadi ajang kreasi dan semangat kemerdekaan bagi semua peserta,” kata Agustiar. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Camat Singkep Siapkan Pawai Pembangunan dan Pawai Obor, Catat Tanggalnya! pertama kali tampil pada Kepri.

Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Bakal Pimpin Patroli di Natuna–Anambas

0
Pangkogabwilhan I
Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo. F. Kogabwilhan I untuk Batam Pos.

batampos – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, akan memimpin langsung patroli laut di perairan Natuna-Anambas pada Jumat (15/8) mendatang. Patroli ini digelar untuk memastikan nelayan dapat melaut dengan aman tanpa gangguan kapal asing.

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan kehadiran pimpinan tertinggi komando gabungan wilayah pertahanan I ini menjadi bukti keseriusan TNI menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“Pak Kunto memimpin langsung, ini menunjukkan komitmen penuh TNI dalam melindungi nelayan kita,” kata Aneng, Minggu (10/8).

Selain patroli, Letjen Kunto Arief dijadwalkan mengecek kesiapan pasukan di Kodim 0318/Natuna, Lanal Tarempa, dan Lanudal Palmatak.

“Kita siap mendukung penuh semua langkah pengamanan laut,” tegas Aneng.

Patroli ini juga menindaklanjuti laporan masuknya kapal asing di wilayah perairan Anambas yang kerap ditemui nelayan saat melaut. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Bakal Pimpin Patroli di Natuna–Anambas pertama kali tampil pada Kepri.