Kamis, 9 April 2026
Beranda blog Halaman 12745

Anambas Rawan Bencana Alam

0
Pengendara bermotor menghindari batu yang menghalangi jalan Tarempa-Rintis di Kampung Melayu, Tarempa. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Tarempa merupakan pusat kota Kabupaten Kepulauan Anambas. Tarempa hanya memiliki wilayah daratan yang sempit. Sangat mudah ditemui rumah warga yang berada diatas batu, diatas tebing maupun di bawah tebing atau bataun.

Pada setiap akhir tahun selalu dihadapkan dengan sejumlah kesulitan seperti harus menghadapi musim angin Utara. Dimana pada saat itu gelombang tinggi angin kencang sehingga tak jarang nelayan hilang di perairan Anambas.

Sementara itu bencana lain yang sering mengancam warga yakni sering adanya tanah longsor. Tidak jarang warga yang mengalami dampak tanah longsor. Baru-baru ini ada juga tanah longsor yang terjadi di Kampung Baru Kelurahan Tarempa tepatnya di pertengahan jalan pintas Tarempa-Batutambun.

Material berupa tanah dan bebatuan menutup jalan pintas tersebut. Sehingga jalan itu sempat macet beberapa saat. “Kejadian hari Kamis (9/11) kemarin. Setelah pagi hujan deras, sore longsor,” ungkap Sumardi, warga yang tinggal diatas tebing yang longsor tersebut ketika ditemui wartawan kemarin.

Diakuinya longsornya tebing itu sangat berbahaya. Namun diakuinya saat kejadian tidak ada pengendara motor yang melintas dijalan itu. “Untung tidak ada yang melintas, kalau ada pengendara motor yang melintas, bisa jadi korban tanah longsor itu,” ungkapnya lagi.

Sumardi, mengaku miris dengan kejadian itu pasalnya, hampir saja rumah miliknya terkena dampak longsor tersebut. “Longsor sudah mendekati pondasi teras depan rumah. Kalau hujan lebih lama, kemungkinan teras juga ikut ambruk. Cuma antena parabola yang ikut runtuh karena tanahnya runtuh,” ungkapnya.

Dirinya berharap kejadian ini menjadi guru yang berarti dan menjadi pedoman pemerintah supaya lebih waspada dalam melakukan penanggulangan bencana alam. (sya)

Bantuan untuk Korban Kebakaran Terus Mengalir

0
Ketua PPS MSI Komwil Karimun Fahrul (kanan), bersama anggota foto bersama dengan Lurah Sungai Lakan Dirgahayu Nur. F. Fahrul utk Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Perguruan Pencak Silat (PPS) Satria Muda Indonesia (MSI) Komwil Karimun Fahrul bersama pengurus, dan anggota, ikut menyerahkan bantuan paket sembako untuk korban kebakaran di Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Sabtu (10/11) lalu. Bantuan paket sembako tersebut diterima langsung Lurah Sungai Lakam Dirgahayu Nur untuk membantu meringankan beban dan sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial.

Alhamdulillah, kami bersama pengurus, anggota dan anak-anak PPS MSI Komwil Karimun dapat berbagi kepada korban kebakaran. Meskipun bantuan yang diserahkan tidak begitu banyak, namun upaya ini bentuk dapat kepedulain kami terhadap msuibah kebakaran,” kata Fahrul usai penyerahan bantuan.

Dikatakan, musibah kebaran yang terjadi sepekan lalu cukup mengagetkan. Terlebih dengan banyaknya jumlah korban. Dalam hal ini PPS MSI Komwil Karimun secara sukarela mengumpulkan dana untuk sekadar membantu korban kebakaran.

Beberapa dana sudah terkumpul dari anggota, pengurus dan anak-anak PPS MSI selanjutnya diserahkan dalam bentuk paket sembako. Harapanya agar bantuan paket sembako bermanfaat dan meringankan beban sejumlah korban.

Fahrul juga menyampaikan terimakasih atas kekompakan dan kepedulian pengurus, anggota dan anak-anak Perguruan Pencak Silat Satri Muda Indonesi Komwil Karimun sehingga dapat berbagi dengan korban kebaran. Harapanya agar korban kebaran tetap semangat untuk kembali beraktifitas meskipun rumah dan seluruh harta bendanya hangus terbakar. (ims)

Temukan 400 Kader Parpol Ganda

0
Ahmad Sulton. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Proses verifikasi terhadap kepengurusan partai politik (Parpol) oleh KPU Kabupaten Karimun sudha selesai. Dan, selama proses tersebut dilakukan bermacam-macam yang ditemukan oleh tim. Mulai dari kepengurusan ganda, sampai dengan adanya ASN yang masuk menjadi pengurus partai.

”Memang, ada beberapa orang yang berstatus sebagai PNS masuk menjadi pengurus Parpol. Dengan temuan ini kita telah melakukan verifikasi faktual dengan mennemui orang yang bersangkutan. Ternyata, ada diantaranya yang sudah pensiun, hanya KTP belum diubah,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Ahmad Sulthon kepada Batam Pos, Ahad (12/11).

Tak hanya itu, ada juga ketika dulu belum bekerja, tapi terdaftar di dalam suatu Parpol. Kemudian ketika sudah menjadi ASN, tidak mengetahui kalau namanya masih terdaftar di dalam keanggotaan Parpol. Sehingga, setelah kita verifikasi ASN yang bersangkutan memilih ke luar dari Parpol

Selain itu, lanjutnya, tim juga ada menemukan orang yang sudah meninggal masih terdafar sebagai kader Parpol. Itu ditemukan di wilayah Kecamatan Moro. Hal ini diketahui setelah timbul keraguan dan juga adanya informasi yang ifikasi faktual ternyata memang benar yang yang dimaksud sudah meninggal dunia. Akhirnya, data orang yang sudah meninggal tersebut tidak berlaku lagi.

Menyinggung tentang kader Parpol ganda, Ahmad menyebutkan, untuk data kader Parpol ganda jumlahn ya lebih dari 400 orang dan hal ini juga sudha dilakukan verifikasi faktual.  Hasil dari verifikasi ini akan kita umumkan Kamis (16/11). (san)

BUP Karimun, Sumbang PAD Capai Rp 3 Miliar

0
Wisman dari Malaysia ketika tiba di pelabuhan International Tanjungbalai Karimun.foto:tri haryono/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Karimun, hingga bulan Oktober lalu sudah memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun kurang lebih mencapai Rp 3 Miliar di sektor jasa kepelabuhan. Hal ini disampaikan Plt Dirut BUP Karimun Sensissiana belum lama ini, yang setiap tahunnya terus meningkat dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Alhamdulillah, setiap tahun BUP Karimun sudah memberikan kontribusi kepada daerah,” jelas Sensis.

Dari 7 area yang dikelola oleh BUP Karimun, paling besar menyumbang PAD adalah pelabuhan taman bunga, parit rampak dan pelabuhan antar pulau Sri Tanjung Gelam. Sedangkan pelabuhan lainnya seperti, pelabuhan Selat Belia, Moro maupun pelabuhan lainnya juga tetap memberikan kontribusi ke BUP Karimun.

”Yang jelas dari jasa kepelabuhan, BUP Karimun cukup bagus pertumbuhannya,” ucapnya.

Sementara ditanya tentang rencana kenaikan pas pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun oleh PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun dari Rp 5000 menjadi Rp 10 ribu per sekali jalan. Dengan diplomatis dirinya, tidak bisa menjawab secara detail atau progres hingga saat ini. Sebab, tugas seorang Plt BUP Karimun hanya mengelola yang sudah ada. Sedangkan, untuk mengambil kebijakan publik tunggu Dirut BUP Karimun yang baru.(tri)

Saatnya Hadir pada Festival Gunung Daik 2017

0
Gunung Daik Lingga, Foto:istimewa

Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) siap menggelar Festival Gunung Daik 2017 pada 19-22 November 2017.

Acaranya dikemas dalam bentuk pendakian Gunung Daik. Nanti akan ada Pendakian Gunung Daik, Jelajah Sejarah, Jelajah Kuliner, Jelajah Atraksi Budaya, serta bersepeda keliling Lingga yang dirangkai dalam kegiatan Tamadun Melayu Antar Bangsa.

“Semua kita sinergikan nanti. Bisa jadi berdampak positif dari segi promosi, memperkenalkan seni budaya kita dan akan meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat. Ini akan berdampak terhadap pengayaan kebudayaan melayu kita. Festival ini bukan latah. Kita punya potensi untuk pengayaan budaya melayu,” kata Bupati Awe, Minggu (12/11).

Bupati Awe mengungkapkan, dalam festival ini juga nantinya akan ada penampilan budaya serta permainan rakyat yang disejalankan dengan Perhelatan Tamadun Melayu. Sementara itu, untuk pendakian Bukit Permata juga akan dilakukan pada 20 November dan kembali lagi pada 21 November.

“Tamu tiba pada 19 November 2017 nanti dan kembali ke Batam 22 November 2017. Pada 20 November, akan ada kegiatan jelajah wisata yang bersepeda. Mereka jelajah wisata yang di Singkep dulu, mereka datang ke Daik untuk jelajah wisata di Daik pada 21 November,” ujar Bupati Awe.

Pesertanya juga tak hanya dari Nusantara. Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar dan Denmark, dipastikan ikut ambil bagian. “Peserta luar negeri yang saya sudah dapat konfirmasi dan yang sudah mengirimkan paspor sudah ada 130 orang. Kebanyakan untuk yang ikut bersepeda,” katanya.

Bupati Awe menambahkan, jika Festival Gunung Daik bisa menjadi gawai kebudayaan. Dia pun mengaku makin pede para pekerja seni khususnya melayu yang menjadi sasaran kegiatan akan terpanggil untuk datang ke Lingga.

“Kami yakin Festival Gunung Daik juga akan mendongkrak potensi wisata budaya. Para seniman melayu pasti ingin menyaksikan juga,” pungkasnya.

Kemenpar juga ikutan action. Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu ikut memberikan dukungan untuk Festival Gunung Daik.

“Insya Allah kami bantu. Festival Gunung Daik ini jika dikelola secara profesional bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti.

Penegasan ini disampaikan Esthy usai mendengarkan laporan persiapan pelaksanaan Festival Gunung Daik dari Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Lingga, Idrus dan Konsultan Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari. Ia memuji langkah Pemerintah Kabupaten Lingga yang memilih event pendakian Gunung Daik di tengah hiruk pikuk pelaksanaan festival wisata budaya di wilayah Kepulauan Riau.

“Ini salah satu pilihan event yang bagus. Jadi, harus berani tampil beda dengan yang lain. Kalau event yang ditampilkan sama dengan Batam, Bintan dan Tanjungpinang, tentu wisatawan tidak akan ke Lingga,” katanya.

Esthy berjanji siap membantu Pemerintah Kabupaten Lingga untuk mempromosikan sektor pariwisatanya pada media massa nasional yang selama ini sudah bermitra dengan Kemenpar RI. “Kita juga bantu melalui promosi di media massa,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Gunung Daik tak hanya menantang untuk didaki, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah. Utamanya saat puncaknya masih diselimuti kabut putih atau saat cuaca sedang benar-benar cerah.

“Begitu mashurnya Gunung Daik sampai-sampai, gunung unik yang bercabang tiga pada puncaknya ini diabadikan ke dalam syair lagu dan berbagai madah pantun,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya meyakini, wiaatawan yang datang ke festival ini tidak akan menyesal. Maklum, destinasi wisatanya sangat indah. Alamnya masih natural. Ditambah lagi, Lingga dikelilingi berbagai jenis pohon langka serta herbal yang menjadi penyumbang oksigen dunia.

“Lingga juga punya terumbu karang di Senayang yang tak kalah dengan Bunaken. Kita juga punya belasan air terjun yang bersumber dari pegunungan. Juga punya permandian air panas yang belum banyak diketahui wisatawan. Silakan datang ke Festival Gunung Daik dan nikmati destinasi wisatanya,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

Panjat Pinang di Laut dan Tarian Kolosal Hebohkan Festival Wakatobi Wave 2017

0

Karnaval Budaya dan tarian kolosal dari 4 pulau di Kabupaten Wakatobi dari 4 kecamatan di Wakatobi membuka gelaran Festival Wakatobi Wave 2017.

Upacara seremonial ini berlangsung di Pangulu Beloh, Wangi-Wangi Selatan, Ibukota Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada Sabtu (11/11) siang.

Bupati, Wakil Bupati, Sekda, DPRD dan perwakilan Kementerian Pariwisata turut membuka Festival Wakatobi selama 3 hari berturut -turut mulai dari 11 sampai 13 November 2017. Wakatobi Wave sudah berlangsung selama 3 tahun berturut-turut.

Sebanyak 1.000 orang penari tampil dalam acara tarian kolosal ini mewakili keragaman etnis dan seni budaya Wakatobi Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Semua penari berasal dari masyarakat setempat.

Bupati Wakatobi, Arhawi mengungkapkan, Waktobi Wave salah satu event andalan Pariwisata Nasional dari Kementerian Pariwisata RI. Wakatobi Wave 2017 mengambil tema besar Mengapresiasi Keragaman Budaya dan Membina Keutuhan Spirit Maritim Dalam Rangka Memperkaya Khasanah Budaya Nasional.

Selama Festival Wakatobi Wave 2017 berlangsung, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan menarik sekaligus menantang seperti lomba daya tahan fisik, triliathon, underwater fotografi competition. “Kegiatan berbeda tahun ini adalah panjat pinang di laut. Selain itu, terdapat ada seminar bahari. Kami juga bakal mengemas event ini dengan merangkul teman-teman pelaku industri wisata, terutama dive operator . Mereka sudah mencetuskan ide ini,” ujar Arhawi.

Kendati demikian, Arhawi mengaku Wakatobi belum maksimal dalam aksesibilitas terutama trasportasi udara dan amenitas industri pariwisata seperti akomodasi, kuliner dan kerajinan tangan.

“Kami bisa merasakan secara langsung kesulitan para tamu untuk mengakses melalui udara, bahkan banyak tamu telah mendaftarkan diri utuk hadir pada event Wakatobi Wave harus mundur karena kesulitan akses melalui udara ke Wakatobi. Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” papar Arhawi.

Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti menjelaskan, Wakatobi Wave salah satu cara untuk memperkenalkan Rangkaian kegiatan Festival berbasis keindahan Pulau Wakatobi pada dunia.

Serta, membuat model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah tertinggal dan meningkatkan kontribusi pariwisata Indonesia. Wakatobi masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional atau ‘10 Bali Baru’ dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Wakatobi Wave mengusung misi mempromosikan Wakatobi sebagai salah satu tulang punggung destinasi bahari di Indonesia. Dengan target peningkatan arus kunjungan wisatawan.

”Terutama wisatawan mancanegara serta mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan potensi sumberdaya kelautan dan pariwisata Indonesia,” kata Esthy Reko Astuti.

Saat berkunjung ke Wakatobi, lanjut Esthy bisa mengunjungi ke 4 kabupaten di sana. Misalnya Tomia, yang punya beberapa tradisi budaya asli. Ada pesta adat Safara yang diselenggarakan setiap bulan Safar dalam penanggalan Islam.

Juga tradisi Bose–Bose, yaitu melarung perahu berwarna-warni yang diisi dengan sajian masakan tradisional—seperti liwo, dari Dermaga Patipelong, menuju Dermaga Usuku sampai ke Selat One Mobaa. Sepanjang perjalanan itu dilakukan prosesi sambil menabuh gendang.

“Ada pula tari Sajo Moane, tarian sakral yang dilakukan oleh kaum laki–laki, serta tari Saride, yang melambangkan makna persatuan dan kebersamaan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak ke Wakatobi,” ajak Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan wisata yang dimiliki oleh Wakatobi dianggap telah mendunia. “Positioning Wakatobi sudah bagus. Menjadi obyek wisata high end,” ucap Arief.

Terlebih, lanjut Menpar Arief, Festival Wakatobi 2017 akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sana, perputaran uang berjalan. Terbukti menjelang perhelatan, hotel dan penginapan penuh.

“Hal itu menunjukan Event Wakatobi Wave berkelas dunia sehingga menarik wisatawan datang, kita harus pastikan tamu jika ke Wakatobi, puas dan selalu ingin kembali ke Wakatobi,” jelas Arief Yahya.(*)

 

 

Festival Wayang Nusantara, Sawahlunto

0

Sawahlunto sukses menghadirkan suguhan atraksi wisata budaya Festival Wayang Nusantara yang berlangsung pada 9 hingga 11 November 2017.

Suguhan yang digelar sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-129 Kota Sawahlunto itu dihadiri ribuan masyarakat yang datang silih berganti.

Mereka antusias menikmati suguhan seni budaya wayang, mulai dari Wayang Ajen yang dihadirkan Kementerian Pariwisata, Dalang Wayang Cilik Perempuan Kanastren Nareswara Darmanasti Kota Surakarta, serta Wayang Kulit Khas Kota Sawahlunto Wayang Mbah Soero. Serta tidak ketinggalah ragam atraksi budaya lainnya seperto Reog Gamelan, Campur Sari, Keroncong dan Kuda Kepang. Semuanya dihadirkan dengan apik di Lapangan Segitiga Kota Sawahlunto.

Event Conceptor Festival Wayang Nusantara 2017, Yogi Andika H mengatakan, festival ini juga menjadi salah satu bagian dalam mewujudkan Kota Sawahlunto sebagai kota tujuan utama pariwisata di Sumatera Barat.

“Juga untuk mengapresiasi penetapan kesenian wayang asli Indonesia sebagai warisan budaya dunia yang tak ternilai dan seni bertutur oleh UNESCO,” ujar Yogi.

Sementara Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf mengatakan, Festival Wayang Nusantara yang sudah memasuki tahun ke-5 penyelenggaraan ini merupakan upaya dari Pemkot menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mempromosikan Sawahlunto sebagai kota wisata.

“Dengan demikian orang berwisata bisa dihibur dengan aneka budaya yang ada di kota ini yang memberikan inspirasi tersendiri dalam upaya kita melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang ada di kota ini,” ujar Ali Yusuf.

Selain itu, wayang sendiri menjadi cerminan bahwa filosofi dari wayang dapat memberikan sebuah pendidikan karakter bangsa.

“Oleh karena itu melalui festival ini diharapkan menjadi ajang bagi generasi muda untuk memperbaiki akhlak budi pekerti yang berkaitan dengan nilai dan karakter sehingga anak muda bangsa indonesia akan terpelihara martabatnya di masa akan datang,” ujar Ali Yusuf yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Hendri Thalib.

Lebih lanjut Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astutii menjelaskan, masyarakat di Kotq Sawahlunto dikenal dengan ragam etnis. Sehingga ke depan, acara-acara budaya seperti ini perlu terus ditampilkan.

Selain sebagai atraksi wisata budaya, juga pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Sawahlunto.

“Sehingga dapat menjadi atraksi wisata budaya sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme dan alat perekat bangsa,” ujar Esthy Reko Astuti didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik terselenggaranya Festival Wayang Nusantara 2017 yang merupakan penyelenggaraan tahun ke-5. Ia menyebut penyelenggaraan festival merupakan salah satu cara yang paling efektif dalam mempromosikan satu daerah atau destinasi pariwisata yang ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebuah event, ujar Menpar, memiliki manfaat ganda. Yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat yang pertama adalah memperkenalkan destinasi, dan kedua bisa menjadi ikon untuk mendatangkan wisatawan langsung pada saat event berjalan.

Selanjutnya memacu masyarakat lokal dalam mengembangkan kreatifitas dan secara langsung terlibat dalam kepariwisataan.

“Tidak kalah pentingnya sebuah event atau festival akan menggairahkan dan membangkitkan kesenian dan kebudayaan lokal yang merupakan modal dasar pembangunan kepariwisataan,” kata Arief Yahya.

Karena itu Menpar yakin Festival Wayang Nusantara akan menjadi salah satu ikon yang bisa mencitrakan Sawahlunto dan Sumatera Barat pada umumnya sebagai destinasi pariwisata berkualitas sehingga makin menarik kedatangan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.(*)

BPR Karimun Sejahtera Tempati Gedung Baru

0
Dari kiri, Kui Kiong (Owner BPR KS), Syamsuardi mewakili Gubernur Kepri, Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Dirut BPR KS Teri Zulkarnaen memotong pita tanda ditempatinya gedung baru BPR KS, Sabtu (11/11). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Bank Perkreditan Rakyat Karimun Sejahtera (BPR-KS), resmi menempati gedung baru empat lantai yang terletak di pusat jantung kota Tanjungbalai Karimun, di Jalan Ampera no 88-89 Tanjungbalai Karimun, Sabtu (11/11) lalu. Penempatan gedung baru tersebut diresmikan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq ditandai dengan memotong pita dan meninjau ruangan pelayanan.

”Selamat menempati gedung baru sebagai kantor Pusat BPR KS, semoga terus bertambah nasabahnya dan memberikan kontribusi di sektor ekonomi mikro dan makro di kabupaten Karimun,” pesan Aunur Rafiq yang disambut dengan tepuk tangan oleh tamu undangan.

Sementara itu Direktur Utama BPR KS Teri Zulkarnaen mengatakan, dalam meningkatkan pelayanan kepada para nasarabah,debitur maupun nasabah prioritas BPR KS sudah berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dengan menginvestasikan gedung baru yang lebih representatif dan terlihat performance perbankan dengan tempat parkir cukup luas.

”Kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan masyarakat kabupaten Karimun, sebagai mitra dan nasabah sejak tahun 2009 sampai sekarang. Sesuai moto BPR KS yaitu, bersama BPR KS semakin maju dan semakin sejahtera dalam menghadapi ekonomi global saat ini,” tuturnya.

Hingga saat ini BPR KS sudah mempunyai aset mencapai Rp279 Miliar dengan jenis produk yang ditawarkan kepada nasabah dalam mempermudah untuk mendapatkan barang seperti kredit modal kerja, kredit kepemilikan mobil, kredit KPR dan kredit simpel. Selain itu ada program khusus suku bunga KPR 8 persen untuk 3 tahun. pertama dan tahun berikutnya 10 persen per tahun.

”Paling penting prosesnya cukup cepat dan memberikan berbagai kemudahan yang cukup ringan bagi calon nasabah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut kata Teri lagi, pihaknya juga memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Gg Perdamaian RT 01/RW 02 Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun melalui dana CSR sebesar Rp48 Juta.

”Walaupun tidak begitu banyak, ini sebagai bentuk sosial dan kepedulian kita kepada warga korban kebakaran,” ungkapnya.(tri)

Menpar Resmikan Sahid Osing, Banyuwangi

0

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meresmikan Sahid Osing Resort Kemiren Banyuwangi, Sabtu (11/11/2017).

Keberadaan Resort ini semakin menambah jumlah amenitas yang berada di ujung timur Pulau Jawa tersebut. Menpar dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Banyuwangi harus bisa mengelola Homestay secara profesional, secara korporasi, dengan menggunakan standard hotel chain kelas dunia, seperti Sahid.

Kata Menpar, pisahkan ownership dengan management. Di era digital saat ini, di Tourism sudah marak penerapan sharing economy atau pemanfaatan penggunaan kapasitas berlebih secara bersama-sama.

”Untuk bertahan dalam persaingan, homestay-homestay tersebut harus tergabung dalam business network melalui sharing economy tersebut. Sahid Osing juga harus siap menghadapi ini, perubahan ke digital yang sudah pasti terjadi,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengucapkan terima kasih kepada Sahid yang terus mendukung pariwisata. Kata mantan direktur utama Telkom itu, Sahid adalah nama besar, pasti akan membawa customer-nya ke Kemiren.

”Semua elemen masyarakat di Desa Kemiren harus memanfaatkan hal ini,” katanya.

Dalam acara peresmian, Menpar didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Selain itu, hadir juga Direktur Utama Sahid Hotels and Resorts Hariyadi Sukamdani, Wakil Komisaris Utama dan Wakil Komisaris Harian Sahid Hotels and Resorts Dra. SB. Wiryanti Sukamdani Serta jajaran Direksi Sahid Hotels & Resorts, Manajemen Sahid Osing Kemiren Banyuwangi.

Sahid Osing Resort Kemiren Banyuwangi memiliki luas 7.600 meter persegi, dengan fasilitas 10 Villa dan 16 Rooms, terletak di Desa Wisata Kemiren. Resort ini akan mendukung pemberian pelayanan kepada para wisatawan, karena memberikan lebih banyak pilihan akomodasi.

“Banyuwangi juga akan semakin maju dan semakin besar pariwisatanya jika Bandara Banyuwangi menjadi Bandara Internasional. Bapak Bupati semoga bisa merampungkan di bulan Oktober tahun 2018,” ujar Menpar.

Direktur Utama Sahid Hotels and Resorts Hariyadi Sukamdani mengatakan, sektor pariwisata terbukti sebagai salah satu sektor pendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah Banyuwangi. Alasan itu yang mebuat Sahid Hotels & Resorts dengan sangat optimis melakukan investasi. Untuk pembangunan serta pengelolaan Hotel Sahid Osing Kemiren Banyuwangi bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selaku pemilik.

“Interior design dan arsitekturnya berkonsep khas rumah suku osing, yang terdiri dari 16 villa serta 10 kamar yang terletak di bangunan dua lantai. Mulai dari interior design, fasilitas modern, pemandangan hijau yang asri, pelayanan yang diberikan hingga sapaan hangat khas warga sekitar,” kata Hariyadi.

Hariyadi juga menambahkan, Sahid Osing Kemiren Banyuwangi mengusung konsep resort dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan budaya serta kearifan lokal dengan nuansa pedesaan yang asri, natural dan nyaman.

“Di sini kami memberikan pengalaman menginap yang unik layaknya ‘Suku Osing’ penduduk asli Banyuwangi, kepada para tamunya. Kami akan membuat para tamu yang menginap merasakan sensasi menginap yang sangat berbeda dan memiliki kesan yang tak terlupakan,” ucapnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik pertumbuhan hotel yang ada di Banyuwangi.

“Hotel ini melengkapi homestay milik warga yang telah ada di area ini. Tentunya hotel ini akan melayani segmen wisatawan yang berbeda dengan homestay milik warga,” kata Anas.

Bupati Anas melanjutkan, bangunan hotel tersebut merupakan milik Pemkab yang pembangunannya menggunakan dana APBD dengan tujuan untuk sumber pemasukan daerah. Namun untuk pengelolaannya sengaja diserahkan kepada pihak ketiga agar lebih profesional dan akuntabel.

“APBD kami terbatas, kalau pemda yang tangani semua cukup berat, investasi yang diperlukan untuk melengkapi hotel cukup banyak dan ini di cover oleh pengelola saat ini. Sengaja kami serahkan pihak ketiga agar lebih profesional, ” ujarnya.

Desa Kemiren, kata Anas merupakan Desa Adat suku Using yang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banyuwangi. Selain memiliki kekhasan adat dan budaya yang unik, Desa Kemiren juga memiliki berbagai atraksi festival seperti Festival Ngopi Sepuluh Ewu dan Festival Tumpeng Sewu.

“Tradisi, budaya dan atraksi wisata sudah ada, harapan kami dengan pengelolaan hotel oleh Sahid, Desa Kemiren akan semakin dikenal luas melalui jaringan hotel yang tersebar di seluruh Indonesia, karena Sahid ini Merk yang hebat,” tandasnya.(*)

 

Rakyat Banyuwangi Kunci Kesuksesan BEC 2017

0

Parade busana kolosal, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) berlangsung meriah, Sabtu (11/11), sukses.

”Yang membuat berbeda adalah, BEC ini semua dikelola dan dibuat oleh masyarakat Banyuwangi. Dari Sanggar, dari pemusik, penari hingga panitia pelaksana semua dari masyarakat Banyuwangi. Itu perbedaan Karnaval BEC dengan yang lain, kami sangat bangga dengan acara ini,” ujar Bupati Banyuwangi Azwar Anas dalam sambutannya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, masyarakat Banyuwangi juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang terus ikut mendukung berbagai festival yang saat ini sangat konsisten dilaksanakan di Banyuwangi.

”Terima kasih kepada bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya atas keperduliannya, perhatiaannya. Sebelum jadi Menteri bahkan saat menjadi Direktur Telkom, bapak Menteri sangat perduli dan terus mendukung Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Sekadar informasi, BEC menghadirkan 160 busana adikarya desainer lokal yang pada tahun ini mengangkat tema Majestic Ijen, yang terinspirasi dari keindahan Gunung Ijen Banyuwangi. Pesona Ijen yang berupa blue fire atau api biru, belerang dan landscape yang mengelilinginya dituangkan dalam kanvas busana nan megah oleh para desainer lokal kebanggaan daerah.

“Penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival yang mengangkat kebudayaan lokal membuktikan jika BEC menjadi sebuah etalase seni yang patut diapresiasi,” kata Menko Puan saat membuka BEC 2017 disambut dengan tepuk tangan meriah.

Sejak penyelenggaraannya yang pertama BEC konsisten untuk mengangkat kearifan lokal baik tradisi maupun budaya sebagai temanya sekaligus jadi pembeda even ini dengan even serupa di berbagai daerah lainnya.

Dimulai dengan BEC 1 yang mengangkat tema Gandrung, Damarwulan dan Kundaran, lalu BEC 2 dengan re- Barong Using, BEC 3 Kebo-keboan, dan BEC 4 The Mystic Dance of Seblang. Selanjutnya pada BEC 5 mengangkat tema Kemanten Using, BEC 6 The Legend of Sritanjung Sidopekso hingga yang ketujuh masih setia dengan tema berkarakteristik lokal yakni Majestic Ijen.

Busana megah nan unik itu ditampilkan secara tematik. Ada yang menggambarkan fenomena blue fire dengan busana unik berhiaskan api berwarna biru menyala-nyala yang memukau mata. Ada pula busana yang mengejewantahkan belerang dalam kostum dominasi warna kuning, hingga landscape Ijen yang dirupakan busana berbentuk flora dan fauna yang ada di V Gunung Ijen.

“Apa yang telah disuguhkan oleh Banyuwangi ini adalah peneguhan budaya yang terbukti telah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kabupaten ini. Ini juga membuktikan jika Kabupaten The Sunrise of Java ini akan menjadi destinasi andalan Indonesia di masa yang akan datang, dan pariwisata membuktikan bisa mensejahterakan rakyat Indonesia,” ujar Puan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Aastuti mengatakan, BEC merupakan satu dari 72 even Banyuwangi Festival yang digelar oleh Banyuwangi sepanjang tahun ini. Selain sebagai atramsi wisata, BEC juga menjadi sarana mendorong gotong royong dan partisipasi masyarakat bersama-sama pemerintah dalam membangun Banyuwangi.

“ Even ini berdampak kepada membangun kebanggan warga akan daerahnya. Dengan begitu masyarakat akan tergerak untuk ikut memberikan yang terbaik bagi Banyuwangi. Kami sangat salut karena begitu membludak dan ribuan orang hadir ke acara ini, bahkan kami juga mendapatkan kabar dari panitia bahwa pesertanya terus bertambah dari tahun ke tahun hingga dibatasi panitia,” kata Esthy yang juga diamini Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Wawan Gunawan.

Seperti diketahui, BEC sendiri juga telah menjadi batu loncatan bagi para desainer lokal Banyuwangi melangkahkan kiprahnya di jagad nasional. Salah satunya adalah Annisa Feby Chaurina. Berawal dari aktivitasnya membuat kostum BEC, Feby kini telah menjadi desainer berbagai kostum etnik yang memenangkan berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Feby yang merancang kostum Barong Sunar Udara yang membawa duta Indonesia menjadi pemenang Best National Costume pada perhelatan Miss Supermodel Internasional 2016 di New Delhi, India. Feby juga merancang gaun The Exotica of Gandrung Banyuwangi yang menjadi pemenang TOP 3 Traditional Costume pada ajang pemilihan Putri Indonesia 2016 yang dikenakan oleh Putri Indonesia Jawa Timur.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga ikut bangga dengan acara ini. Kata Menpar dengan digelarnya BEC, maka semakin membuktikan bahwa Banyuwangi sebagai kota festival yang sukses.Yang lebih membanggakan lagi, imbuh Menpar, Banyuwangi telah menyumbang acara lokal terbanyak untuk masuk ke kalender event nasional.

”Ada tiga event yakni BEC, Gandrung Sewu, Tour de Ijen. Prestasi untuk Banyuwangi karena salah satu kota yang paling banyak menyumbang kalender event nasional. BEC sangat bagus, temanya juga bagus. 72 event dalam satu tahun, itu berarti tiap minggu ada festival di Banyuwangi. Pendapatan perkapita di Banyuwangi juga meningkat yang tadinya 14 Juta menjadi 41 juta. Ini bukti bahwa Budaya semakin dilestarikan maka semakin mensejahterakan,”kata Menpar Arief Yahya.(*)