Ribuan unit rumah warga di kawasan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota. Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan zonasi Kota Tanjungpinang sangat penting untuk penataan kota di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) Tanjungpinang, Surjadi menaruh optimisme tinggi peraturan daerah tentang Rencan Detil Tata Ruang (RDTR) akan disahkan dalam waktu dekat ini. Ia menyebutkan, Pansus yang membahas ranperda ini sudah memahami konstruksi dan substansi RDTR.
“Juga sudah diskusi dengan pihak kementerian terkait dengan beberapa titik yang dianggap krusial sudah kita lakukan konsultasi publik,” ujar Surjadi, Rabu (26/12).
Konsultasi publik yang dilangsungkan sambung Surjadi, juga sudah melibatkan para pengusaha yang perusahaannya berdiri di kawasan yang semestinya bukan masuk sebagai lahan usaha. Kata Surjadi, hal semacam ini akan ada beberapa yang didelineasi.
“Pada prinsipnya RTRW itu harus dipatuhi. Pada saat bersandingan dengan RDTR, tidak ada hal-hal yang secara prinsip melanggar RTRW. Tapi kami juga harus memperhitungkan, berbagai masalah yang dihadapi berbagai pihak. Karena tata ruang ini kan untuk penataan. Bukan rintangan pembangunan,” tegas Surjadi.
Bagi perusahan-perusahaan yang di RTRW pada zona peruntukannya tidak sesuai, sambung Surjadi, nanti akan diberikan warna yang beda. “Tapi dia harus ada kompensasi yang disusun dalam perwako nanti,” pungkas Surjadi. (aya)
Dedi Pebrianto, 28, saat diperiksa di Mapolsek Batuaji, Senin (25/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta di rumahnya di Perumahan Central rata, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Keluarga besar Deli Cinta Sihombing, korban pembunuhan pada Kamis (21/12) lalu, meyakini korban dibunuh bukan karena masalah tarif kencan. Mereka menyebut semua pengakuan pelaku, Dedi Purbianto, kepada penyidik hanya cerita yang direkayasa.
Saudara korban, Budi Sihombing, mengatakan Dedi berbohong saat memberikan keterangan kepada penyidik dan awak media. Menurut dia, motif pembunuhan adiknya adalah murni perampokan.
“Kami belum percaya sepenuhnya,” kata Budi Sihombing, Selasa (26/12).
Untuk itu ia meminta polisi menyelidiki kasus tersebut lebih dalam. Menurutnya, di antara petunjuk yang bisa digunakan polisi adalah ponsel milik korban. Hingga saat ini ponsel merek Samsung J5 milik korban belum ditemukan.
“Yang ditemukan polisi sebagai alat bukti itu ponsel mamaknya,” ujar Budi.
Ia mengatakan, dari dalam ponsel itu polisi bisa mengetahui apakah ada percakapan sebelumnya antara korban dengan pelaku. Sebab seperti pengakuan pelaku, keduanya sering berkomunikasi melalui aplikasi kencan.
“Kalau memang benar cerita adik saya dibunuh karena itu (tarif kencan, red), polisi harus menemukan handphone adik saya, biar kita tahu apakah ada percakapan semacam itu di dalam HP-nya,” papar Budi.
Hal senada disampaikan ibu korban, Dorel. Menurut Dorel, putrinya itu dibunuh karena pelaku ingin menguasai hartanya. Kecurigaan ini muncul karena korban pernah mengaku jika kunci rumahnya hilang. Pengakuan itu disampaikan dua pekan sebelum ia dibunuh.
“Ini feeling seorang ibu yang melahirkan dia,” ungkap Dorel.
Kecurigaan lain diungkapkan keponakan korban, Bobby. Menurut dia, saat ia mengecek rumah korban pada Kamis (21/12) lalu ia menemukan ember berisi pakaian yang baru dicuci. Bobby menduga, pelaku mendatangi rumah korban saat Deli baru selesai mencuci.
Bobby juga melihat ada rambut berserakan di dapur rumah korban.
“Mungkin bou (tante, red) saya ini dihabisi ketika siap mencuci. Kemudian diseret sampai kamar, makanya ada rambut beserakan di lantai,” kata Bobby yang diiyakan oleh Dorel dan Budi.
Sementara suami korban, Afius Agustinus, dipertemukan dengan Dedi Purbianto, Selasa (26/12). Alfius mengaku sakit hati dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos
“Saya tak pernah sekalipun mengenal pelaku ini. Saya juga tak pernah jumpa atau tahu wajahnya. Tengok dia saja saya sudah males,” ujar Alfius.
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian terkait hukuman yang nantinya dijatuhkan kepada pembunuh istrinya itu.
“Intinya saat ini saya ingin fokus mendidik anak saya dengan baik, ingin membesarkan anak saya dengan kasih sayang sepenuhnya,” terang Alafius.
Mantan Pengedar Narkoba
Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko bersama anggotanya menggiring Dedi Pebrianto, 28, kedalam mobbil saat di Mapolsek Batuaji, Senin (25/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta di rumahnya di Perumahan Central rata, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Di mata sejumlah temannya, Dedi Purbianto dikenal sebagai manta pengedar narkotika di sejumlah kelab malam sebelum akhirnya menjalani pekerjaan sebagai gigolo. Hal ini disampaikan ES, seorang teman yang juga pernah menampung Dedi di rumahnya.
Menurut ES, Dedi juga dikenal sebagai sosok pria yang suka berganti pasangan. “Siapa dulu yang tak kenal sama Dedi di kelab malam seperti pub ataupun diskotek. Hampir tiap hari perempuan-perempuan cantik bisa didapatnya, bisa dibikinnya suka sama Dedi,” ujar ES.
ES sendiri mengaku pernah jadi korban aksi penipuan Dedi. Saat itu sempat diajak berbisnis oleh Dedi. ES mengaku percaya begitu saja dengan Dedi, karena ajakan Dedi kala itu sangat meyakinkan.
“Saya dimintai uang untuk patungan bisnisnya. Dia menjanjikan keuntungan beberapa persenlah tiap bulannya nanti,” ujar ES.
Setelah ditunggu sebulan hingga dua bulan Dedi tak kunjung memberikan uang keuntungan bisnis seperti yang dijanjikan. Saat itu, Dedi beralasan kalau bisnisnya hancur karena ketahuan polisi.
“Bisnis yang dimaksud Dedi itu ternyata bisnis narkoba, itu menurut pengakuan Dedi sendiri ke saya saat itu,” katanya. (cr19/gas)
batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak memperpanjang libur Natal 2017. Seluruh ASN diwajibkan masuk kantor, Rabu (26/12).”Bagi ASN yang sengaja menambah libur atau mengambil cuti tanpa alasan yang jelas akan diberikan sanksi,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, Selasa (26/12) kemarin.
Karena, lanjut Apri, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun. Diantaranya pertanggungjawaban keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Selain itu OPD yang berhubungan dengan pelayanan langsung terhadap masyarakat seperti pelayanan di rumah sakit, puskesmas hingga kebersihan harus selalu siaga. “Supaya pelayanan berjalan maksimal dan dan berjalan sebagaimana semestinya,” ungkapnya.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan Irma Annisa mengaku menerima arahan Bupati Bintan Apri Sujadi
tentang hari libur dan cuti bersama Natal 2017. Ia meminta kepala OPD tetap memantau dan mengawasi para pegawai sebelum dan setelah pelaksanaan libur nasional dan cuti bersama.
Termasuk unit kerja yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada
masyarakat, ia menekankan agar pimpinan unit kerja juga mengatur
penugasan pegawai.”Walaupun libur dan cuti bersama, pelayanan tetap jalan. Tetap adayang ditugaskan,” ujarnya menambahkan.
Sebagaimana diketahui, menindaklanjuti surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Pemkab Bintan menetapkan cuti bersama pada hari Selasa (26/12) bagi ASN, Senin (25/12). Rabu (27/12) hari ini, ASN di Pemkab Bintan sudah kembali masuk kerja seperti biasa. (cr21)
batampos.co.id – Industri migas tahun depan masih bergantung eskalasi global yang menjadi penentu harga minyak dunia. Di sisi hilir, potensi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) membayangi seiring dengan tren kenaikan harga minyak. Sementara di sektor hulu, efektivitas insentif investasi menjadi hal yang ditunggu investor.
Saat ini, harga minyak mentah dunia dalam tren merangkak naik. Harga Indonesian crude price (ICP) pada November 2017 naik menjadi 59 dolar AS per barel atau lebih tinggi 9,21 persen dari Oktober 2017 yang mencapai 54,02 dolar AS per barel. Pemerintah pun terbuka untuk kembali menyelaraskan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan fluktuasi harga minyak dunia pada 2018.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM (ESDM) Ego Syahrial menyatakan, jika awal tahun harga minyak mentah tembus ke level 60 dolar AS per barel, pemerintah akan menyesuaikan harga BBM. Per 22 Desember 2017, harga minyak mentah WTI berada di level 58,18 dolar AS per barel. Sementara itu, Brent tembus di angka 64,75 dolar AS per barel.
”Awal 2018 kami lihat jika harga minyak di atas 60 dolar AS per barel, kemungkinan penetapan akan kami sesuaikan,” kata Ego, Selasa (26/12).
Bila harga minyak mentah di atas 60 dolar AS per barel, harga premium sangat mungkin ikut terkerek naik. Namun, pemerintah bakal berupaya mencari cara agar harga BBM tetap efisien di tengah kenaikan harga minyak mentah.
Salah satu caranya mengubah perhitungan formulasi harga. Misalnya, mengefisienkan biaya overhead Pertamina. Pemerintah memang berusaha menjaga daya beli masyarakat. Selain mengubah formula harga, pemerintah berencana memperpanjang evaluasi harga BBM. Jika saat ini evaluasi harga ditetapkan per tiga bulan, sangat mungkin penetapan harga dilakukan lebih lama. Yakni, setiap satu tahun.
Penentuan harga energi di Indonesia memang tidak mudah. Pada satu sisi, harus terbiasa disesuaikan dengan harga pasar lantaran Indonesia merupakan importer minyak. Di sisi lain, keseimbangan daya beli masyarakat harus dijaga. Dalam APBN 2018, pemerintah masih menetapkan asumsi harga ICP pada level 48 dolar AS per barel. Sementara itu, per November, ICP terus naik hingga ke level 59 dolar AS per barel.
Naiknya ICP tersebut berdampak pada penerimaan negara yang meningkat pada tahun depan. Subsidi energi juga bakal meningkat. Pada APBN 2018, subsidi energi ditetapkan Rp 94,5 triliun. Perinciannya, subsidi LPG tabung 3 kilogram (kg) mencapai Rp 46 triliun dan subsidi listrik Rp 47,6 triliun.
Manager Retail PSO PT Pertamina (Persero), Boy Frans Justus Lapian, mengungkapkan Pertamina tetap membuka peluang untuk menaikkan harga BBM non-PSO (public service obligation) seperti pertalite maupun pertamax saat harga minyak dunia terus naik.
”Kami belum bisa memprediksi. Sebab, harga minyak dunia memang sangat sulit diprediksi naik maupun turun,” ungkapnya.
Menurut Boy, harga minyak dunia menjadi parameter utama Pertamina untuk menaikkan harga BBM. Tetapi, di luar itu, ada indikator lain. Pertamina tetap tidak bisa menaikkan harga secara drastis.
“Sebab, sangat mungkin, justru pangsa pasar kami yang menurun. Diperlukan banyak parameter untuk menentukan harga BBM,” terangnya.
Tak dipungkiri, persaingan bisnis hulu minyak memang cukup sengit tahun depan. Pendatang baru di sektor tersebut, PT Vivo Energy Indonesia, terbilang agresif untuk membuka 30 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Karena itu, di Indonesia, terdapat empat pemain dalam bisnis tersebut. Yakni, PT Pertamina (Persero), Total, Shell, dan PT Vivo Energy Indonesia.
Bukan hanya di sektor BBM, konsumsi LPG tahun depan masih dibayangi membengkaknya kuota LPG 3 kg PSO. Tahun ini Pertamina memperkirakan permintaan LPG 3 kg PSO membesar 1,6 persen dari kuota seharusnya di angka 6,199 juta metrik ton. Dalam APBN 2018, kuota subsidi LPG dicanangkan sebanyak 6,450 juta metrik ton. Angka itu berpotensi membengkak. Sebab, sistem distribusi tertutup yang seyogianya dilakukan pemerintah pada 2018 tertunda
Distribusi tertutup diprediksi baru dapat dilaksanakan pada 2019 lantaran terkendala verifikasi data. Ego Syahrial menambahkan, dari total 25,7 juta masyarakat miskin di Indonesia, baru 50 persen yang berhasil diverifikasi Kementerian Sosial.
”Verifikasi lapangan ternyata tidak mudah. Tetapi, jika bisa lebih cepat dari 2019, kami tetap usahakan,” tambahnya. (vir/c16/sof/jpg)
Petugas Avsec memeriksa kendaraan dan bawaannya di pintu masuk Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Selasa (26/12). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang hendak masuk ke kawasan Bandara, Selasa (26/12) pagi.
Avsec Sekuriti Junior Manager Bandara RHF, Zaini Ahmad mengatakan, pemeriksaan kendaraan ini dilakukan dalam rangka pengamanan libur Natal dan Tahun Baru. Adapun kegiatan ini, dilaksanakan mulai 18 Desember hingga 8 Januari 2018 mendatang.
“Kita bekerja sama dengan Polsek bandra RHF, dari lanud dan wings dua tanjung pinang. Sasarannya semua kendaraan baik penjemput dan pengantar roda empat maupun roda dua. Selain itu juga di kargo,” katanya.
Dalam kegiatan ini, petugas mengantisipasi barang-barang berbahaya yang dibawa oleh pengguna jasa Bandara RHF. Namun, dalam pelaksanaannya dalam beberapa hari terakhir, petugas belum menemukan adanya barang yang mencurigakan.
“Kalaupun ada benda tajam atau berbahaya akan kami tahan dulu disini. Sementara barang yang berbahaya akan kita serahkan ke polisi atau TNI,” tuturnya.
Zaini menambahkan, petugas Avsec bandara bersama dengan instansi lainnya yang berjumlah 20 personil akan terus melakukan pemeriksaan rutin hingga libur Natal dan Tahun Baru usai.
Sementara itu, Komandan Regu Avsec Bandara RHF, Rudi Suhaemi juga memerintahkan kepada anggotanya untuk mengantisipasi kurir yang membawa narkoba ke sejumlah daerah di Indonesia.
Pasalnya, beberapa waktu yang lalu ribuan ekstasi hampir lolos keluar dari Tanjungpinang melalu bandara. Selain itu, di petugas Avsec Bandara Hang Nadim Batam juga telah mengagalkan beberapa kurir sabu di bandara.
“Untuk antisipasi peredaran narkoba sudah pasti kita perketat pemeriksaan. Beberapa waktu yang lalu juga kita temukan ekstasi dan langsung koordinasi dengan polisi. Sementara, untuk kondisi mesin X-Ray cukup bagus dan saat ini sedang ditambah dengan unit baru,” ucapnya. (cr1)
batampos.co.id – Kejahatan jalanan kembali beraksi di Jalan Raya Lintas Barat tepatnya di Simpang Ceruk Ijuk Kelurahan Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan pada Senin (25/12) sekitar pukul 19.30 malam. Anggota komunitas motor jantan (mojan) Tanjungpinang, Guntur nyaris di begal saat melintas di jalan tersebut.
Menurut Guntur, malam itu ia mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dari
Tanjungpinang hendak pulang ke rumahnya di Seri Kuala Lobam, Bintan. Tak lama, dua pelaku mendekatinya dari sebelah kanan belakang dan menendangnya.
“Dua pelaku memakai helm hitam, jadi tidak terlihat jelas wajahnya. Sekilas kedua pelaku seperti mengendarai motor Honda Mega Pro lama,” katanya.Pelaku kemudian menendang motor korban. Untung saja ia tak jatuh dan berhasil melarikan diri.
Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, informasi yang beredar di sosial media (sosmed) tersebut sedang ditelusuri kebenarannya. Karena hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan resmi dari polres maupun polsek. “Belum ada laporan di polsek, tapi kami sudah menurunkan anggota ke lapangan,” katanya.
Namun demikian Kapolres menambahkan, informasi ini sebagai awal pihaknya untuk melakukan penyelidikan dan meningkatkan partoli di Jalan Raya Lintas Barat. (cr21)
Elekyo Band, inilah band yang digawangi para menteri.
Retno Marsudi hanya tertawa. Budi Karya Sumadi malah ”melemparnya” ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Basuki? Sama saja. Mengelak.
Padahal, kepada tiga menteri yang ditemui secara terpisah itu, Jawa Pos hanya mengajukan pertanyaan sederhana: dari mana sih nama Elekyo Band berasal?
”Bukan. Bukan saya. Kami sama-sama bikin namanya,” kata Basuki.
Tentu bukan karena malu kalau tiga menteri tersebut lantas menolak menjawab. Tapi, barangkali, yang terpenting bagi mereka adalah makna di baliknya.
Elekyo dalam bahasa Jawa berarti jelek ya biar saja. Dinamakan demikian karena sesungguhnya terbentuknya band tersebut memang cuma untuk main-main. Sekadar ada. Sekadar menghilangkan penat dan tegang setelah sehari-hari diburu target-target pemerintahan.
Menurut Basuki, nama itu muncul ketika mereka ditodong main musik di sebuah talk show televisi.
”Wah, yo opo iki? Kemudian, ada ide-ide. Band-nya opo jenenge? Kita punya ide, Elekyo Band,” jelas Basuki, lantas tergelak, tentang asal mula band.
Main-main, tapi toh ”jam terbang” mereka lumayan juga. Minggu (17/12), misalnya, mereka turut meramaikan Panggung Nitilaku di lapangan Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada Jogjakarta. Selain Budi (gitar), Basuki (drum), dan Retno (vokal), line-up Elekyo Band ketika itu juga diperkuat Menteri Sekretaris Negara Pratikno (vokal).
”Malu-malunya, kami sudah tiga kali tampil di panggung setingkat RT lho,” tutur Retno, sang Menteri Luar Negeri itu, lalu tertawa.
Agustus lalu mereka juga didaulat untuk tampil menghibur para mahasiswa baru UGM angkatan 2017. Kala itu bukan hanya mereka berempat yang tampil. Ada pula Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
”Saat itu kami manggung di hadapan 800 mahasiswa baru. Tujuannya ya untuk menyemangati para mahasiswa. Mereka perlu suntikan semangat dari kami,” cerita Retno.
Seperti saat panggung Nitilaku, mereka bergabung bersama beberapa alumnus UGM lain membawakan beberapa lagu. ’’Sejak itu, kami kadang suka main bersama,’’ terang Budi Karya yang juga menteri perhubungan tersebut.
Tak dinyana, meski hanya iseng, ternyata kolaborasi mereka cukup kompak. Itu pula yang membuat mereka bersemangat untuk berlatih.
RETNO Marsudi (bertopi), Budi Karya Sumadi, dan Praktikno saat manggung di Kampus UGM, Yogyakarta, Minggu (17/12) lalu.
Biasanya, bila waktunya memungkinkan, mereka akan berkumpul di rumah dinas Budi untuk berlatih. Kebetulan, rumah dinas para menteri berada di satu kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Dengan begitu, mereka tidak perlu jauh-jauh untuk datang latihan. Kecuali Ganjar yang memang tinggal di Semarang.
”Every now and then, karena rumah kami berdekatan, kadang ngumpul di rumah Pak Budi. Nyanyi, latihan,” tutur Retno, kemudian tertawa.
Namun, lanjut Retno, mereka tidak punya jadwal khusus untuk latihan. Kesibukan masing-masing membuat jadwal untuk latihan, bahkan bertemu dengan suasana yang santai, sulit terwujud.
Sesuai tugasnya, Retno kerap bolak-balik ke luar negeri untuk melakukan diplomasi dengan berbagai negara. Basuki harus rutin melongok progres proyek pembangunan infrastruktur. Sedangkan Budi mesti stand by memantau transportasi.
Basuki juga mengakui tak ada jadwal khusus latihan. Namun, tiap ada kesempatan main bersama, mereka tak akan melewatkannya. Misalnya, saat Budi merayakan ulang tahun beberapa waktu lalu.
Para menteri yang juga tetangga Budi diundang ke rumahnya.
”Kebetulan beliau senangnya nyanyi. Rumahnya dekat, tinggal jalan kaki. Jadi sekalian,” kata Basuki.
Karena itulah, Budi enggan bercerita soal bagaimana suasana saat latihan.
’’Malu-maluin, hehe…’’ ucap mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu.
Meski demikian, mereka punya list beberapa lagu yang sering dimainkan saat berlatih. Di antaranya, Bento (Iwan Fals), Rumah Kita (God Bless), Let It Be (The Beatles), dan Have You Ever Seen the Rain (Creedence Clearwater Revival).
”Andalan kita itu Rumah Kita (karya God Bless, red),” ucap Retno.
Saat ditanya kapan mau manggung lagi, dia hanya tertawa sembari meminta untuk menanyakan ke Basuki. Begitu pula saat ditantang manggung di Istana Bogor yang dilengkapi peralatan band di ruang serbaguna, Retno menjawab, ’’Jangan ngeledek kalau fals yaaa.’’
Retno, Budi, Basuki, dan Pratikno memang semuanya alumnus UGM. Tapi, tidak berarti band mereka tertutup bagi menteri lain yang lulusan perguruan tinggi berbeda.
Buktinya, di ”job” mereka berikutnya, di pernikahan anak Pratikno di Jogjakarta, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang lulusan IAIN (sekarang UIN) Walisongo akan ikut. Juga, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang merupakan alumnus Universitas Indonesia. ”Yang main nanti ada Pak Hanif (Dhakiri), Pak Budi, Pak Triawan (Munaf), Ibu Retno. Kita diminta untuk siap-siap, tapi sampai sekarang belum ada waktu untuk latihan hehehe,” kata Basuki. (BAYU PUTRA-ANDRA NUR OKTAVIANI, Jakarta)
Deputi 5 BP Batam Brigjen Pol Bambang Purwanto (tiga kiri) meninjau persiapan mall pelayanan publik di Gedung Sumatera Promotion Center di Batamcenter, Rabu (22/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Hasil peninjauan (assestment,red) karyawan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah tiba di meja Kepala BP Batam. Ada kemungkinan dalam waktu dekat akan terjadi restrukturisasi di tubuh BP Batam sesuai dengan hasil assestment dari Mabes Polri tersebut.
“Hasil assestment sudah selesai. Untuk eselon dua dan tiga juga sudah selesai. Sekarang sudah ada di meja Kepala BP Batam,” ujar Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto belum lama ini.
Namun Bambang enggan membocorkan langkah apa yang akan dilakukan BP Batam setelah menerima hasil assestment ini.
“Lihat saja nanti jangan terburu-buru,” katanya lagi.
Potensi BP Batam berikut asetnya sangat besar sehingga membutuhkan orang-orang yang tepat untuk mengelolanya.
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan proses assestment dibutuhkan untuk mendapatkan karyawan terbaik untuk BP Batam.
“Proses ini menentukan posisi pejabat penting di BP Batam. Kami menginginkan orang terbaik,” katanya.(leo)
batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan kelangkaan ikan di pasar tradisional Batam. Meski banyak yang menjual, harga ikan cukup tinggi dan banyak yang tidak segar.
Seperti yang terlihat di pasar pagi Tos 3000 Jodoh, Batuampar, Selasa (26/12), puluhan pedagang masih menjajakan beberapa jenis hasil laut. Namun jenis yang dijual tidaklah begitu beragam dan tidak segar.
“Biasanya banyak ikan kecil-kecil, sekarang susah banget nyarinya. Ada pun matanya sudah merah dan dagingnya sudah lunak,” imbuh Novi warga Bengkong yang tengah berbelanja di pasar tersebut.
Menurut dia, selain tidak segar, harga ikan cukup mahal dibanding biasanya. Seperti untuk ikan tongkol putih dari Rp 28 ribu perkilo naik Rp 35 ribu perkilonya, ikan benggol Rp 25 ribu perkilo naik menjadi Rp 40 ribu dan beberapa jenis ikan lainnya.
“Harganya pada naik semua, bingung mau beli. Udah tak segar, harganya pada mahal,” ujar wanita berusia 28 tahun ini.
Ujang pedagang ikan di pasar Tos 3000 tak membantah adanya kelangkaan ikan. Menurutnya, para nelayan kesulitan mendapatkan ikan karena cuaca dilaut kurang bagus. Apalagi gelombang laut kerap tinggi, sehingga nelayan susah mendapatkan ikan.
“Memang sulit dek ikan, ini aja udah untung ada yang jual,” imbuh pria berusia sekitar 35 tahunan ini.
Dikatakannya, nelayan mulai kesulitan mendapat ikan sejak awal Desember hingga sekarang. Padahal, nelayan banyak mengharapkan ikan disekitar perairan Natuna, Lingga hingga Anambas.
‘Sekarang gelombang tinggi, hampir satu bulan juga nih. Ada juga yang dapat, namun tak banyak,” jelasnya.
Harga daging ayam potong di pasar berkisar Rp 32-33 ribu perkilonya. Harga tersebut turun Rp 2 ribu dibanding harga biasanya. Karena harga turun, permintaan ayam di pasar lumayan meningkat.
“Harga ayam udah turun, turun 2 ribu dari harga biasa, lumayan yang beli dari biasanya,” ujar Erik pedagang ayam.
Sementara untuk harga cabai merah kriting berkisar Rp 40 ribu perkilonya. Harga masih tetap sama dengan seminggu lalu. Sedangkan harga cabai hijau Rp 30 ribu dan cabai rawit Rp 36 ribu perkilonya.
“Harga cabai tak naik, sama seperti biasa,” ujar Murni pedagang sayur. (she)