Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 12834

Kemenaker Anjurkan UMP Naik 8,71 Persen

0
Buruh pabrik pulang kerja dari perusahaan di kawasan Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Rabu (12/7/2017).  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah mengatur agar UMP agar ditetapkan berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015. UMP ini akan menjadi dasar dari penetapan UMK di Batam.

Dalam Surat Edaran dengan nomor B.337/M.Naker/PHIJSK-Upah/X/2017 tersebut, Kemenaker menyarankan agar kenaikan upah berada di angka 8,71 persen. Nilai ini diperoleh dari inflasi nasional tahun berjalan sebesar 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen. Sudah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015.

Gubernur wajib menetapkan UMP pada tanggal 1 November 2017 dan UMK ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada tanggal 21 November 2017. Disini Gubernur dapat menetapkan UMK Batam yang dianggap mampu membayar UMK lebih tinggi dari UMP.

Lalu bagaimana pendapat instansi negara dan pengusaha. Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan pihaknya sangat berharap agar kedua belah pihak yakni kaum buruh dan kalangan pengusaha bisa menjaga situasi tetap kondusif.

“Iya kita masih pelajari aturannya. Selain itu, demi meningkatkan gairah investasi, maka BP Batam akan terus memfokuskan diri untuk percepatan dan penyederhanaan perizinan online,” katanya.

Dan untuk itu, peranan kedua belah pihak untuk menjaga iklim investasi menjadi sangat penting.”Apapun produk pemerintah mari kita kawal bersama. Pemerintah saat ini adalah pemerintah yang sangat dipercaya oleh rakyat sesuai hasil survey lembaga internasional,” katanya lagi.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan.

“Kami akan mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan PP pengupahan,” katanya.

PP yang ada saat ini kata Jadi merupakan pedoman yang pas dalam menentukan UMK.

“Produknya sudah tepat karena menyesuaikan kondisi saat ini dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” katanya lagi.

Sedangkan Wakil Ketua Bidang Transportasi Umum, Forwarder dan Kepelabuhanan Kadin Kepri, Osman Hasyim mengatakan permintaan buruh yang ingin UMK naik sebanyak 50 Dollar Amerika tidak bisa dituruti pengusaha.

“Kami sudah membicarakannya dalam rapat internal. Dan kami tidak sanggup jika nilainya sebanyak itu,” katanya.

Permintaan buruh dianggap kontraproduktif dengan PP 78 Tahun 2015.

“Jika terus menuntut seperti itu, Batam akan kehilangan daya saing. Karena ketika kita disibukkan oleh penentuan nilai UMK, maka Malaysia sudah sibuk mempersiapkan insentif baru untuk investor,” paparnya.(leo)

Pesona Mirrorless Menggaet Wanita

0
Nesha (kiri) bersama Frederica sedang melihat hasil foto dari kamera mirrorless, dalam pengarapan proyek kreatif desain di Nongsa, Sabtu (14/10/2017). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kamera mirrorless kian populer di Indonesia. Pangsa pasar kamera ini terus menunjukkan peningkatan dari seluruh pasar kamera digital. Hasil riset Gfk mencatat, di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) segmen kamera mirrorless berkembang hingga 45 persen di 2016.

Salah satu alat yang cukup revolusioner di hidup manusia ini, mirrorless dianggap mumpuni dalam memenuhi kebutuhan dunia fotografi. Bentuknya yang praktis dan ringan, membuat mirorrless digandrungi para kaum hawa. Apalagi kalau bukan dari hobi mereka, yang senang jalan-jalan dan gemar mengabadikan sesuatu melalui hasil visual.

Sebagai seorang traveler yang gemar memotret, Meri memilih mirorrless dalam menemani aktivitasnya tersebut.

“Selain simple, fitur mirrorless juga gak kalah mendukung untuk mempermudah fungsinya,” ujarnya yang juga penulis ini.

Dari segi penampilan, kamera ini jelas menambah ‘keren’ tampilan penggunanya. Meski tidak mahir menggunakan layaknya seorang fotografer, mirrorless juga bisa dijadikan salah satu pelengkap penampilan.

“Sekarang udah tren-nya mirrorless. Model-model kamera ini terkesan elit, yang membuatnya jadi pelengkap penampilan yang bagus. Terutama bagi cewek-cewek yang gemar bergaya,” ungkap Meri.

Bahkan pesona mirrorless yang menggaet wanita untuk memilikinya itu, juga mencuri perhatian para tim creative studio yang notabene dipergunakan sebagai fasilitas untuk bekerja. Seperti yang dilakukan Nesha dan Frederica Yoshawirja, tim creative Violad / Glymps, Jakarta.

Kedua wanita ini mengunjungi Batam dalam sebuah proyek yang melibatkan tim partner-nya, Tompi. Tidak berbeda dengan Meri, Nesha juga berpendapat bahwa mirorrless merupakan peralatan penunjang fotografi yang tidak ribet dibawa kemana-mana.

“Cocok untuk kerjaan karena fiturnya sudah lengkap,” ujar wanita lulusan University Creative Arts (UCA) London ini.

Begitu juga Frederica, alumni University of Texas, yang memakai mirroless dalam pembuatan film fotografi. Mereka yang sama-sama mahir dalam creative design ini, mampu memanfaatkan mirrorless untuk menuai pundi-pundi keuntungan.

“Banyak orang bilang, cewek hobi fotografi itu keren. Dan cewek bergaya dengan mirrorless juga bisa menarik perhatian. Sekarang tergantung user-nya, mau milih menggunakan mirrorless untuk apa,” tuturnya. (nji)

 

DPRD Batam Bentuk Dua Pansus Ranperda

0

batampos.co.id – DPRD Batam membentuk dua panitia khusus (pansus) untuk pembahasan dua rancangan peraturan daerah (ranpeda). Persetujuan ini dicapai dalam sidang paripurna, Senin (16/10), setelah fraksi-fraksi di DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap dua ranperda tersebut.

Adapun kedua ranperda ini ialah pengelolaan barang milik daerah dan ranperda pelestarian seni budaya melayu.

Ketua pansus peneglolaan barang milik daerah diketuai oleh Udin P. Sialoho, wakil Mesrawati dan Sekretaris Bustamin. Sementara seni budaya melayu diketuai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Yunus dan Wakil Ketua Suhardi Tahirek.

“Kita sudah tetapkan pimpinan pansus. Selanjutnya pembahasan pansus bersama pemko Batam melalui dinas terkait,” kata wakil ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin,” kemarin.

Pengelolaan barang milik daerah merupakan ranperda yang diajukan pemko Batam. Ranperda ini diusulkan karena ada perubahan regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah.

“Guna menjamin perda tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, sehingga perlu penyesuaian di tingkat daerah,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan perundang-undangan dan Permendagri yang baru mengamanatkan agar pengelolaan barang milik daerah dilakukan secara tertib adminsitrasi. Maka untuk itu diperlukan perda sebagai landasan penegelolaan barang milik daerah,” jelas Amsakar.

Sementara pelestarian seni budaya melayu merupakan inisiatif ranperda DPRD Batam. Ranperda ini dianggap penting mengingat sebagai jati diri kota Batam, sekaligus kepastian dalam melindungi dan meningkatkan seni dan budaya melayu di Batam.

“Semua fraksi sepakat ranperda ini dibentuk pansus. Dan alhamduliha hari ini sudah diputuskan ketua dan wakil pansusnya,” kata Aman, pengusul ranperda pelestarian seni budaya melayu. (rng)

KEK Galang Batang Baru ada Pelabuhan

0
PT BAI, kawasan ekonomi khusus Galang Batang. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Selain Kawasan Industri Bintan (KIB) di Lobam yang bebas pajak karena fasilitas Free Trade Zone, Bintan sekarang memiliki kawasan industri
baru. Adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dengan nilai investasi Rp 36,6 triliun.

Senin (16/10) kemarin Batam Pos menelusuri jalan menuju kawasan yang
terletak di wilayah timur Pulau Bintan ini. Tanjunguban jarak tempuh sampai ke kawasan ini sekitar lebih dari 60 kilometer atau sekitar lebih dari sejam. Sedangkan jika
berangkat dari Ibu Kota Kepri Tanjungpinang, maka lebih dari 30 menit
atau lebih dari 30 kilometer.

Jalan yang dilalui adalah Jalan Lintas Barat menuju Simpang Lampu Merah Batu 16, Bintan, lalu bergerak ke simpang Pos Polisi Gesek di Batu 20. Dari sini, pengendara bergerak ke simpang tiga Kawal. Jika jalan lurus maka ke arah Kawal atau Pantai Trikora, namun apabila
belok ke simpang kanan arahnya ke kawasan industri Galang Batang.

Hanya untuk sampai ke lokasi kawasan ekonomi khusus Galang Batang, harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer. Jalannya mulus dengan bahu jalan yang sangat lebar. Bahkan, terlihat pemandangan berbukit yang cukup indah. Di beberapa persimpangan terlihat ada jalan baru yang lagi dalam pekerjaan, salah satunya adalah simpang menuju PT BAI,
sebagai pengelola kawasan ekonomi khusus. “Iya ini jalan menuju ke PT
BAI,” ujar seorang pekerja.

Di pinggir jalan itu, terlihat beberapa kayu berwarna merah bertuliskan PT BAI. Ada juga patok lahan dari batu, yang bertuliskan PT BAI dengan latar warna merah. Artinya, lahan-lahan tersebut sudah masuk dalam kawasan ekonomi khusus, yang dikelola PT BAI. Setelah menemukan simpang menuju PT BAI bahu jalannya menyempit atau ukuran
sekitar 5 meter.

Cukup banyak persimpangan di sana, tetapi jika mau ke kawasan industri Galang Batang, lurus saja alias mentok aspal. Maka di sanalah tempatnya. Di kala menuju ke kawasan tersebut, terlihat pemukiman penduduk yang berjarak. Terlihat kelenteng dan gedung
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Bintan Satu Atap, Gunung
Kijang.

Setelah melewati sekolah itu, di sanalah letak pos pertama PT BAI. Dari pantauan di lapangan belum terlihat pembangunan dari luar. Hanya terlihat rumput ilalang di luar lokasi pos sekuriti. Sedangkan di dalam pos kawasan itu hanya terlihat padang yang belum dikerjakan karena tidak terlihat alat beratnya. Hanya terlihat beberapa kali
mobil masuk ke dalam kawasan itu.

Seorang petugas keamanan menuturkan, baru ada pelabuhan yang dibangun.
Lainnya, seperti kantor belum dibangun. Saat ini, kantor PT BAI berada di Tanjungpinang. “Di sini cuma ada mandor pak, kantornya di Tanjungpinang,” kata seorang petugas keamanan di sana.

Selain pos yang memiliki portal itu, terdapat tempat parkiran di samping pos. Jumlah kendaraan yang parkir tidak lebih dari 20 unit sepeda motor. Menurut informnasi di lapangan, pekerjaan di sana sudah berlangsung sekitar empat tahun. Hanya setelah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, pembangunan infrastruktur akan digesa, mulai dari pembangunan revainery dan smelter, serta pembangunan PLTU. Hal
ini dilakukan untuk mendukung kegiatan industri pertambangan yang ada
di kawasan tersebut.

Hanya, informasi yang diperoleh dari beberapa warga, lahan yang ada di sana beberapanya masih tersangkut masalah dengan lahan masyarakat. Seorang warga yang ditemui di sana mengatakan, banyak warga yang mengklaim lahan kemudian menjualnya ke perusahaan. “Di sinilah masalahnya,” kata seorang warga yang kebetulan ditemui di sana.

Sementara itu, Pj Kades Gunung Bintan, M Yan Anwary yang ditemui di kantornya mengatakan, untuk luas lahan yang dimiliki PT BAI dirinya tidak tahu persis karena PT BAi memiliki tim identifikasi lahan sendiri. Meski demikian, PT BAI tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Pihak PT BAI juga, kata dia telah menujukkan masterplan pembangunan kawasan ekonomi khusus Galang Batang ini. Tahap awal, dikabarkan perusahaan akan membangun smelter, PLTU, dan infrastruktur lainnya seperti waduk, masjid dan sekolah. Pria yang baru menjabat ini, berharap, pembangunan ini terealisasi dan berjalan sesuai rencana karena akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Sebagaimana diketahui, desa ini memiliki sekitar 2.081 jiwa dengan penduduk bermatapencarian sebagai petani, buruh tani, buruh tambang, berdagang dan pegawai. Desa ini berbatasan di sebelah utara dengan kelurahan Kawal, di selatan dengan Sei Lekop, di Barat dengan Sei Lekop dan Toapaya Selatan dan Timur berbatasan laut.
Sementara itu, Camat Gunung Kijang Satrida Novykar mengatakan, dirinya
tidak terlalu fokus terhadap perkembangan kawasan ekonomi khusus
karena langsung ke dinas perizinan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan Hasfarizal Handra menyebut, meski telah diteken PP nomor 42 tahun 2017 tentang penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang namun demikian pihaknya masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan Dewan Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang atau administrator kawasan.

Hanya, ia berharap setelah ini, PT BAI menggesa pembangunan infrastruktur, seperti membangun fasilitas pendukung investasi seperti penyediaan air, pengelolaan limbah, jalan sampai dengan pemasangan tapal batas.

Sementara itu, Manager Operasional PT BAI Zurkani Afikri belum berhasil dimintai penjelasan terkait perkembangan pembangunan terbaru di kawasan tersebut, karena masih rapat. “Masih rapat,” ungkapnya, setelah beberapa kali dihubungi. Hanya sebelumnya ia mengatakan, beberapa tender pengerjaan sudah dimulai, dan kemungkinan di tahun depan pembangunan infrastruktur akan dimulai, seperti revainery dan
smelter, hingga pembangunan kantor untuk dewan kawasan dan pembangkit
listrik yang akan menunjang kegiatan di kawasan tersebut.

Sebelumnya ia juga menjelaskan bahwa setelah keluarnya Keppres maka akan dibentuk Dewan Kawasan Ekonomi Khusus. Di mana, Dewan Kawasan akan diketuai Gubernur Kepri dan wakilnya adalah Bupati Bintan dengan 9 anggota. 9 anggota ini terdiri atas 3 pegawai dari lingkungan pemerintah pusat yang ada di daerah yakni badan pertanahan, imigrasi
dan Bea Cukai. Lalu 3 pegawai dari Pemprov Kepri dan 3 lagi dari
Pemkab Bintan. (cr21)

Pemanah Pemula Batam Berjaya di Bascot Open

0

batampos.co.id – Pemanah-pemanah pemula yang tergabung dalam klub Batam Archery Center (BAC) secara mengejutkan mampu tampil gemilang dalam turnamen panahan Bascot Open 2017.

Ajang yang digelar lapangan tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, 11-15 Oktober 2017 ini sebenarnya hanya dijadikan ajang untuk mencari pengalaman dan jam terbang bagi atlet-atlet panahan binaan BAC ini.

Namun di turnamen panahan Bascot Open tersebut, BAC yang mengirimkan tujuh atletnya bertanding di tiga kategori yang dilombakan sukses meraih total lima medali.

Tujuh atlet yang diturnkan yakni Arvy Fadhil Firansyah (SMP AIS, kelas 1), Syahdan Syahrudin (SDN 004 Batuaji, kelas 6), Hafidz Rafif Wibowo (SDIT Mutiara Insani, kelas 6) dan Nadia Jasmine Maharani (SDIT Mutiara Insani, kelas 5) di kategori ronde nasional U-13 putra/putri dengan jarak 15 meter.

Kemudian ada Andre Hartanto (SMPN 3 Batam, kelas 2) di kategori ronde nasional U-17 putra/putri dengan jarak 18 meter.

Lalu, Budi Darmawan Tanjung dan Ujang Supandi di kategori ronde nasional umum putra/putri dengan jarak 30 meter.

“Luar biasa, padahal anak-anak ini baru tampil perdana kali di turnamen luar Batam,” ujar Ketua BAC, Ilham kepada Batam Pos, Senin (15/10).

Dua medali emas dipersembahkan Andre Hartanto di kategori ronde nasional U-17 putra dengan jarak 18 meter dan Syahdan Syahrudin di kategori ronde nasional U-13 putra dengan jarak 15 meter.

Satu medali perak diperoleh Arvy Fadhil Firansyah di kategori ronde nasional U-13 putri dengan jarak 15 meter.

Dan dua medali perunggu masing-masing diperoleh Syahdan Syahrudin di kategori ronde nasional U-13 putra dengan jarak 15 meter dan Budi Darmawan Tanjung di kategori ronde nasional umum putra dengan jarak 30 meter.

Ilham berharap dengan pencapaian prestasi ini bisa memberikan semacam tambahan motivasi dan semangat bagi atlet-atlet panahan BAC lainnya untuk semakin tekun dan rajin berlatih sehingga bisa memperoleh prestasi lagi di event-event mendatang.

“Ini bisa jadi semacam cambuk semangat bagi anak-anak agar bisa meraih prestasi lagi pada turnamen di kemudian hari,” tutup Ilham. (cr16)

 

Pembalap Batam Dominasi Drag Bike 2017

0
Kedua pembalap saat saling bersiap-siap akan memulai start dalam gelaran Drag Bike Batam 2017 di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal Batam, Batam, Minggu (15/10). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Pembalap-pembalap Batam mampu mendominasi gelaran Drag Bike Batam 2017 yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Sumatera Utara (Ikabsu) Kepri di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal Batam, Minggu (15/10).

Pembalap Batam, Suhada Tuyul keluar sebagai juara umum setelah sukses mendominasi dan meraih podium di berbagai kelas yang dipertandingkan.

Seperti di kelas bebek 4T standar 116cc, pembalap dari klub Marindo Jaya ini meraih podium satu dengan catatan waktu 10,006 detik. Di podium kedua ditempati pembalap Deni Jamihan asal Kijang dengan catatan waktu 10,130 detik. Tempat ketiga diperoleh pembalap Raynald Aprilia asal Batam dengan torehan waktu 10,253 detik.

Di kelas bebek 2T Tune Up 130cc, Suhada juga sukses meraih juara pertama dengan catatan waktu 8,023 detik. Posisi runner up didapat Deni Saputra asal Batam dengan torehan waktu 8,131 detik dan di tempat ketiga diperoleh pembalap Agung Wibowo dari Batam dengan catatan waktu 8,164 detik.

Pembalap Suhada Tuyul yang mengendarai Ninja ini berhasil menunjukkan dominasinya di kelas Free For All usai meraih podium satu dengan catatan waktu 7,50 detik. Disusul Nicko Sakau di runner up setelah mencatatkan waktu 7,60 detik. Di tempat ketiga diperoleh Isluna Kadut dengan torehan waktu 8,40 detik.

Sementara itu di kelas lainnya, seperti kelas bebek 4T standar 150cc, bebek 2T standar 120cc dan kelas sport 2T rangka standar 155cc, Suhada meraih juara kedua.

Keluar sebagai juara umum, Suhada berhak mendapatkan hadiah utama yakni satu unit motor matic.

Gelaran Drag Bike Batam 2017 sendiri diikuti 320 pembalap baik yang berasal dari Batam, Kepri dan provinsi lainnya. Sebanyak 18 kelas dipertandingkan dalam ajang tersebut.

Ketua Ikabsu Kepri, Noetrin Sihaloho mengatakan puas dan senang setelah lomba balap yang baru pertama kali diadakan Ikabsu Kepri ini tergolong sukses dan lancar.

“Dengan dukungan semua pihak seperti IMI Kepri dan komunitas otomotif di Kepri, acara ini bisa berjalan lancar. Meski harus tertunda karena hujan deras, tapi semua kelas bisa dipertandingkan dan diselesaikan dengan baik,” kata Noetrin kepada Batam Pos, Senin (15/10).

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS yang membuka Drag Bike Batam 2017 ini berharap dengan semakin banyaknya event-event balap di Kepri bisa menjadi wadah resmi bagi pecinta balap roda dua maupun roda empat untuk menyalurkan hobi sekaligus meraih prestasi sehingga nantinya bisa muncul pembalap-pembalap potensial Kepri yang bisa bersaing di tingkat nasional.

“Semoga semakin banyak bermunculan pembalap berbakat dari event-event seperti ini. Dan pemerintah bisa segera mewujudkan sirkuit balap yang permanen di Kepri,” tutup Usep. (cr16)

212Mart akan Hadir di Batam

0

batampos.co.id – 212Mart yang merupakan brand minimarket dari Koperasi Syariah 212 (KS212), yang sebelumnya sudah berkembang cukup pesat di wilayah Indonesia lainnya, akan segera hadir di Kota Batam. Melalui komunitas koperasi syariah 212 di Batam, 212Mart dibuat dengan kepemilikan berjamaah untuk kemajuan ekonomi umat Islam.

Ketua komunitas KS212 Batam, Arifin Dahlun mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam proses mengumpulkan investor untuk mendirikan 212Mart.

“Dengan kepemilikan berjamaah, usaha ini dikelola secara profesional dan terpusat untuk menjaga daya saingnya baik dari sisi jaringan distribusi, produk, harga maupun promo,” terang Arifin, Senin (16/10).

Adapun tujuan dari 212Mart, bagi konsumen akan menjadi tempat belanja halal sesuai syariah Muslim. 212Mart juga membantu UKM maupun warung kecil yang ada di sekitarnya untuk menjadi agen atau grosir produk yang mereka jual.

“Saling bersinergi supaya tidak mematikan warung tetangga. Beli kulakan dengan harga kulak dari 212Mart, dan warung tetangga juga dapat menjadi investor di 212Mart,” jelasnya.

Direktur Sumatera Net ini kembali menambahkan, dari segi hasil usaha bagi investor bisa menjadikan 212Mart salah satu instrumen investasi karena keuntungan didapatkan untuk dunia dan akhirat.

“Melalui usaha ini kita juga tidak lupa untuk bersedekah terutama bagi kaum dhuafa,” jelas Arifin.

Ia mengimbau, agar umat Muslim Batam bisa bersatu ikut mengembangkan gerakan ekonomi umat Islam. Untuk berpartisipasi menjadi investor, lanjutnya, di mulai dari nilai investasi sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 15 juta.

“Semua belanja dan transaksi akan terekam. Masing-masing anggota dapat mengaksesnya di web yang tersedia. Jadi sifatnya transparan dan mengutamakan amanah,” ungkapnya.

Informasi lebih lengkap, dapat mengunjungi sekretariat komunitas KS212 di komplek Taras Mall blok B3 nomor 05 lantai 2, Batamcenter. (nji)

DPRD Batam Minta Walikota Evaluasi Kinerja Dishub

0

batampos.co.id – DPRD Batam meminta Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Hal itu dilakukan guna menyikapi banyaknya laporan negatif masyarakat terkait kinerja dishub.

“Kepala dinas sebenanrnya pelaksana teknis kebijakan pemerintah. Kinerja yang buruk dan tak memiliki kualitas tentu akan mempengaruhi nama Wali Kota. Makanya perlu adanya evaluasi,” kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Senin (16/10).

Politisi PDIP itu melihat belum adanya ketegasan dishub. Misalnya saja di dalam penertibkan angkutan umum tak layak jalan, hingga masalah perpakiran. Padahal sebenarnya sudah ada aturan dan kebijakan mengenai permasalaha tersebut.

“Contoh masalah angkutan umum. Kan sudah ada perdanya. Harus KIR, usia kendaraan dan sebagainya. Termasuk parkir, tarif, pengelola dan sebagainya sudah diatur di perda. Saya melihat ini sepertinya kurang ada ketegasan,” katanya.

Masyarakat sendiri, lanjut dia, nantinya akan menilai sendiri kemampuan kepala dinas. Terutama yang berhubungan langsung dengan publik. Penilaian ini tentunya akan berhubungan langsung dengan kinerja dinas terkait.

Selain dishub, ia juga meminta agar evaluasi ini dilakukan menyeluruh di seluruh jajaran kepala dinas. Kinerja kepala dinas harus terukur, sesuai apa yang direncanakan walikota pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

“Saya juga akan perintahkan ke setiap komisi, selaku fungsi pengawasan, mereka diminta evaluasi kinerja setiap mitra kerjanya. Evaluasi harus objektif, sehingga bisa tahu kinerja mereka untuk selanjutnya direkomendasi,” tegas dia.

Hasil rekomendasi ini selanjutnya akan diserahkan kepada wali kota. Nuryanto berharap, agar ke depan, penempatan kepala dinas harus sesuai bidang ilmu dan kemampuan mereka. Mereka juga harus sejalan dengan RPJMD wali Kota Batam.

ilustrasi

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menilai kinerja dishub di bawah pimpinan Yusfa Hendri mulai banyak dipertanyakan. Sebab, janji-janjinya untuk menyelesaikan persoalan parkir, angkot tak layak jalan tak tuntas.

“Saya nilai buruk. Misal soal aktifitas truk pengakut tanah masih sesuka hati tanpa menaati aturan. padahal aturannya sudah jelas. Dan ini saya lihat seperti ada pembiaran. Dishubnya kemana,” tanya politisi PKS tersebut.

Ia menegaskan, kinerja dishub wajib dipertanyakan dan harus menjadi bahan evaluasi Wali Kota Batam. (rng)

Natuna Anambas Memungkinkan Jadi Provinsi

0

batampos.co.id – Rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Natuna Anambas terus didengungkan, di hari jadi Kabupaten Natuna ke 18. Sepertinya tekad tokoh masyarakat dan tokoh politik di Natuna sudah bulat dan yakin Natuna dan Anambas menjadi Provinsi khusus.

Rencana dan impian Natuna menjadi satu Provinsi tersebut bahkan didengungkan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal pada hari jadi Kabupaten Natuna ke 18 digedung Sri Serindit kemarin, dan disambut baik staf ahli Meneko polhukam, Ryaas Rasyid.

“Rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Natuna Anambas adalah impian masyarakat yang berada di perbatasan. Dan wacana ini mendukung program nawacita presiden Joko Widodo membangun dari pinggiran, dan Natuna itu letaknya paling ujung di Utara,” kata Hamid Rizal kemarin.

Menurut Ryaas Rasyid, dari pembentuk Kabupaten Natuna 18 tahun silam bukan tidak mungkin Natuna yang berada di tengah perbatasan laut Cina Selatan ditingkatkan menjadi provinsi. Dan Natuna memiliki peran penting dalam geopolitik dan geosetragis sebagai beranda terdepan.

“Sangat mungkin Natuna menjadi satu Provinsi, memisahkan diri dari Provinsi Kepri,” kata Ryaas Rasyid.

Rencana pembentukan Provinsi Kepulauan Natuna Anambas mendapata dukungan dari kalangan akedemisi, salah satunya Umar Natuna. Menurutnya Natuna memiliki historis yang perlu dikembalikan di masa jayanya ratusan tahun lalu adalah daerah lalulalang perlintasan perdagangan internasional.

Selain itu, kebutuhan administrasi dan penguatan institus pemerintahan di perbatasan. Seiring akselerasi percepatan pembangunan Natuna didaerah pinggiran paling Utara NKRI. Ditambah Natuna dijadikawan kawasan pertahanan militer.

“Secara umum, Natuna dan Anambas dijadikan Provinsi akan menguntungkan masyarakat luas. Dan Natuna punya potensi menjadi provinsi yang kaya, karena punya sumber daya alam, baik perikanan, pariwisata, minyak dan gas serta punya potensi pusat maritim dunia. Namun tentu perjuangan pembentukan provinsi Natuna Anambas akan ada pro dan kontra, terutama dari Provinsi Kepri sekarang,” sebut Umar Natuna. (arn)

Pemilik Toko Makanan Ilegal, Terancam Hukuman Penjara 2 Tahun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan satu orang tersangka atas kasus penjualan makanan impor ilegal dal, yang diamankan 21 September lalu di Komplek Pasar Angkasa Rt 05 Rw 03, Jodoh. Satu orang tersangka itu pemilik toko, Jh alias An,54.

“Kami menjeratnya dengan pasal 142 jo pasal 91 ayat ayat 1 UU RI no 18 tahun 2012 tentang Pangan,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto, Senin (16/10).

Akibat perbuatan An ini, ia diancam pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar. Dalam minggu ini, kata Budi pihaknya akan mengirimkan berkasnya ke kejaksaan.

“Tahap satunya, dalam minggu ini. Tunggu saja,” ujarnya.

Ia menuturkan pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus ini, baik itu saksi ahli maupun saksi yang mengetahui kejadian ini. Dari pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, terungkap An ini memasukan makanan impor itu dari luar negeri secara ilegal.

“Ada sebanyak 2.430 bungkus makanan berbagai merek kami temukan di tokonya. Dan makanan itu siap untuk diperdagangkan,” ungkapnya.

Makanan serta minuman berbagai jenis ini dibawa dari Singapura dan Malaysia dengan menggunakan kapal kayu. Polisi mengendus pelanggaran yang dilakukan oleh An ini, berdasarkan informasi dari masyarakat. Dan An juga memiliki dokumen perizinan dari berbagai instansi, mulai dari SIUP, Surat Keterangan Domisili Usaha, Tanda Daftar Perusahaan dan NPWP.

Atas kasus ini, Polda Kepri telah kerjasama dengan BPOM Kepri. Kasubdit I Ditreskrimsus AKBP Febi DP mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus ini.

“Selain lengkapi berkas, kami juga dalami kasus ini,” ungkapnya. (ska)