
batampos.co.id – Masyarakat nelayan di Provinsi Kepulauan Riau diminta untuk berhati-hati saat beraktifitas di laut. Hal ini karena diperkirakan gelombang tinggi dan arus laut cukup kencang di perairan Kepri.

batampos.co.id – Masyarakat nelayan di Provinsi Kepulauan Riau diminta untuk berhati-hati saat beraktifitas di laut. Hal ini karena diperkirakan gelombang tinggi dan arus laut cukup kencang di perairan Kepri.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusumah, mengatakan tak hanya masyarakat nelayan. Penyedia jasa angkutan laut dan juga pengguna transportasi tersebut juga diminta untuk berhati-hati.
“Gelombang tinggi diperkirakan terjadi diperairan Natuna dan Anambas. Sedangkan arus kuat terjadi diperairan Natuna, Batam dan Bintan,” ujarnya.
Sedangkan kondisi cuaca di wilayah Kepri, kata Bhakti, diprediksi akan mengalami kondisi berawan dan hujan dengan intensitas ringan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari.
“Bila langit diselimuti awan hitam, jangan berteduh di bawah pohon. Hati-hati juga saat mengendarai kendaraan karena jalan licin,” katanya.
Namun, terang Bhakti, secara umum kondisi cuaca di Kepri cukup aman. Hanya saja perlu diwaspadai agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan.
“Kami meningatkan KSOP dan operator kapal jika cuaca kurang bersahabat agar menunda keberangkatan dan mengedepankan keselamatan saat berlayar,” pungkasnya.(ias)
Festival Budaya Islam Al Monaster Ke-18 yang berlangsung 13-15 Oktober 2017 dimanfaatkan KBRI Madrid dengan maksimal. Sebagai satu-satunya Kedutaan yang diundang, KBRI Madrid pun mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia dengan penuh semangat.
Tim Kesenian KBRI Madrid menampilkan beberapa tarian yakni Rampak Kendang, Serampang 12, Tari Zapin, Tari Lancang Kuning dan Persik Betawi. KBRI Madrid juga menawarkan beberapa makanan kering seperti Kembang Goyang Betawi, Rempeyek Kacang, Cheese Sticks dan Nastar. Serta beberapa model suvenir seperti selendang batik, patung-patung kayu ukiran Bali ukuran kecil dan gantungan kunci topeng batik.
Kepada para tamu yang mampir ke stan KBRI, tak lupa dijelaskan destinasi wisata keren di Indonesia. “Kami bagikan kepada para tamu dari travel agent dan umum buku Kemenpar “Indonesia: A Halal Destination”. Ini kesempatan yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Duta Besar Republik Indonesia untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso lewat telepon, Senin (16/10).
Festival Budaya Islam Al Monaster ini merupakan festival yang unik. Al Monaster yang penduduknya 100% Katholik sudah 18 tahun berturut-turut menyelenggarakan Festival ini, pada setiap awal Oktober. Kota ini ingin mengenang sejarah masuknya Islam ke Al Monaster pada abad 8-9 Masehi. Saat itu, Islam masuk dan berkembang. Buktinya masih ada hingga sekarang.
Sebuah Mesjid yang sejak abad ke-8 hingga saat ini tdk pernah berubah fungsi berdiri megah di Al Monaster. Menurut Walikota Al Monaster Jacinto Vázquez, penyelenggaraan acara Festival Budaya Islam ini merupakan suatu bentuk toleransi dan penghargaan terhadap Islam dari penduduk Al Monaster yang beragama Nasrani.
Peringatan ini didorong oleh adanya bangunan Mesjid yang secara fisik mengingatkan masyarakat di Al Monaster bahwa dulu pernah eksis kebudayaan Islam di daerah ini. Sehingga masjid yang dibangun pada abad IX tersebut masih disebut sebagai “Mezquita” (Mesjid) dan tidak pernah diubah fungsinya. Ini berbeda dengan bangunan masjid di daerah-daerah lain di Spanyol yang telah berubah menjadi gereja dan lain-lain. Di Al Monaster ini, keaslian arsitektur masjid tetap dipertahankan sampai hari ini.
Selama ini, festival sebagai bukti toleransi dan kecintaan masyarakat Al Monaster terhadap eksistensi budaya Islam di daerahnya tidak melibatkan masyarakat Islam. Sehingga sentuhan Islamnya kurang terasa.
Namun, pada perkembangan selanjutnya masyarakat setempat meminta agar Walikota mengajak komunitas muslim Spanyol. Komunitas Islam Spanyol, Yayasan Mesjid Sevilla pun dilibatkan. Termasuk perwakilan negeri berpenduduk muslim terbesar, Indonesia.
Maka tahun ini, Walikota (Alcadel) Al Monaster, Jacinto Vasquez mengundang KBRI, sebagai Kedubes asing pertama yang berpartisipasi. Penduduk kota Almonaster 1.950 orang. Jumlah tamu yang hadir selama 3 hari Festival sebanyak 10 ribu. Lebih banyak daripada tahun-tahun yang lalu yang tidak lebih dari 8.000 pengunjung. Kata Walikota Jacinto, ramainya tamu tahun ini karena ada daya tarik baru yakni hadirnya peserta asing, Indonesia.
Saat memberikan sambutan dalam bahasa Spanyol, Dubes Yuli Mumpuni menyatakan harapannya semoga partisipasi Indonesia ini memberikan peningkatan pemahaman masyarakat bahwa kebudayaan Islam itu tidak hanya berkembang di Timur Tengah, melainkan juga di Asia.
“Dan Indonesia sebagai negara besar dengan 260 juta penduduk dan 17 ribu pulau merupakan negara yang 95% penduduknya Muslim sehingga merupakan negara yang terbesar penduduk Muslimnya di dunia. Karenanya untuk belajar tentang Islam, toleransi, silakan datang ke Indonesia,” ujar Dubes yang akan berakhir pengabdiannya pada bulan November ini.
Dubes Yuli menyampaikan pihaknya tidak mudah untuk menemukan rangkaian kata yang tepat guna mengungkapkan betapa terharu dan bangganya KBRI Madrid, dan seluruh masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim dapat ikut merayakan semangat toleransi dan saling menghormati perbedaan ini. Semangat tersebut sangat sejalan dengan falsafah hidup 260 juta bangsa Indonesia yang beragam suku, bahasa, agama, dan latar belakang sosial, Bhineka Tunggal Ika.
Dikatakan, meskipun mayoritas penduduk Indonesia Muslim, Konstitusi mengakui semua agama yang dianut masyarakat Indonesia, yakni Islam, Kristen – Katholik dan Protestan, Hindu dan Budha. Indonesia memperingati semua Hari Raya ke-4 agama tersebut.
Dubes Yuli Mumpuni juga menyatakan bahwa pihaknya saat itu sangat emosional, terharu bahwa penduduk Al Monaster yang 100% Katholik mempunyai semangat toleransi dan saling menghormati yang luar biasa.
“Masyarakat internasional dapat belajar langsung dari masyarakat di Al Monaster ini tentang bagaimana mengungkapkan, menunjukkan dan mencontohkan kegiatan yang mempertebal rasa saling menghormati,” tandas alumnus Hubungan Internasional UGM ini.
Pemerintah Daerah Otonom Andalusia yang diwakili oleh José Gregorio López, kepala Dinas Lingkungan dan Tata Ruang Presiden Junta de Andalusia, menyampaikan bahwa Pemerintah Junta de Andalusia mendukung sepenuhnya gagasan dan penyelenggaraan Festival yang berpusat di Mesjid Al Monaster ini. Dikatakannya monumen bersejarah abad 8-9 ini harus dihormati dan dipelihara oleh seluruh masyarakat Andalusia.
Festival ini merupakan event penting di Andalusia, untuk memelihara semangat menghormati budaya Islam yang pernah eksis di Andalusia. Ia mengatakan kehadiran dan partisipasi masyarakat Al Monaster merupakan apresiasi terhadap kebudayaan Islam, dan saling menghormati perbedaan.
Ketua Komunitas Islam di Spanyol, Jalid Nieto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa haru dan terima kasih serta penghargaan tak terhingga kepada semua pihak. Terutama kepada Pemerintah Kota Al Monaster, Parlemen Daerah Huelva dan seluruh masyarakat Al Monaster yang semangat toleransi dan saling menghormatinya tidak pernah luntur, dan tidak perlu diragukan. Ini terlihat pada terus berlangsungnya Festival dan semakin menarik.
Pentas Seni Festival diisi oleh berbagai pertunjukan seperti Flamenco Sevillana Triana, Gitar dan Musik Andalusia serta Tari Sufi yg berputar-putar dengann busana putih panjang.
Sementara itu Bazar yang dibuka di sepanjang jalan utama Al Monaster padat diisi oleh berbagai makanan seperti aneka keju, kacang-kacangan, kopi, crepe, kebab dan teh mint. Selain itu juga terdapat banyak stand suvenir produk lokal Al Monestar yang terkenal dg keramik Andalusia, juga produk2 dr Maroko dan Turki.
Pada Pameran Seni, dipamerkan lukisan-lukisan karya artis Sevilla keturunan Maroko, Ben Yesef yg bertema Dialog Perdamaian.
Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat atas Festival Budaya Islam Al Monaster Ke-18 yang berlangsung 13-15 Oktober 2017 itu. Apalagi memperkenal dan mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia. “Inilah yang bentuk Indonesia Incorporated,” jelas Menteri Arief Yahya.(*)

batampos.co.id – Empat orang perampok yang menggenakan penutup wajah
alias sebo mengondol dua anting-anting emas seberat 6 gram. Kawanan rampok ini menyatroni rumah warga bernama La Suma di Jalan Langsat, Sungai Kecil, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong pada Minggu (15/10) lalu.
Menurut keterangan saksi bernama Nuraini, anak dari La Suma, kawanan rampok kedapatan membawa dua buah linggis, sebilah pisau, dan potongan kabel yang diduga akan digunakan untuk mengikat korban. Awalnya kawanan rampok masuk dari pintu samping rumah setelah merusaknya menggunakan linggis.
Kawanan rampok kemudian masuk ke dalam rumah. Saat itu, Nuraini bersama anak-anaknya tidur di ruang tengah. Mendengar suara gaduh, ia bersama anak-anaknya berlari meninggalkan rumah. Kejadian itu, langsung ia beritahukan ke saudaranya yang tinggal di sebelah rumahnya.
Sementara itu kawanan rampok masuk ke kamar istri dari La Suma yang bernama Wa Ungah. Kawanan rampok kemudian membekap mulut korban dan mengambil secara paksa anting-anting dari telinga Wa Ungah. Bahkan salah seorang dari perampok mengancam akan mengikat para korbannya dengan potongan kabel jika para korbannya berteriak meminta tolong.
Kapolsek Bintan Utara Kompol Jaswir membenarkan adanya kejadian perampokan di Siungai Kecil. Ia mengatakan, pelaku berjumlah empat orang, yang semuanya menggunakan penutup wajah alias sebo. Saat anak-anak korban datang ke ruamh itu, sambil berteriak minta tolong, para kawanan rampok kabur dari dalam rumah dan meninggalkan linggis, pisau dan potongan kabel yang dibawa di rumah korban.
“Para perampok berhasil mengondol dua buah anting-anting korban, dengan berat sekitar 6 gram,” katanya. Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta. Ia menambahkan, kasus ini masih dalam penyelidikannya. (cr21)

batampos.co.id – Pengisian delapan jabatan yang kosong di jajaran Pemerintah Kota Tanjungpinang, masih belum terlihat titik terangnya. Proses pelantikan yang harus melalui proses dan restu dari Mendagri, hingga Senin (16/10) kemarin, belum kunjung dibahas bersama Kepala Daerah.
Menurut keterangan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), sudah melaksanakan tugasnya. Namun pembahasan hasil bersama kepala daerah yang masih terulur.
“Pak Wali Kota sebenarnya sudah menanyakan. Tapi saya beberapa minggu ini, kurang sehat,” tutur Riono (16/10) mengemukakan alasan belum kunjung dibahasnya rotasi jabatan ini.
Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga mengungkapkan hal serupa. Berkas yang berupa daftar nama dan jabatan yang akan diisi, belum kunjung sampai ke mejanya.
Sementara, Mendagri dalam memberikan izinnya, meminta Pemko untuk dapat memberikan daftar nama beserta jabatan. Agar tertera pada permohonan kelangsungan pelantikan delapan jabatan kosong tersebut.
Restu Mendagri, menjadi persyaratan vital yang harus dikantongi Pemko Tanjungpinang, sebelum melangsungkan pelantikan. Dikarenakan pasangan Lis-Syahrul telah melewati batas waktu dari tenggat akhir pada 12 Agustus lalu.
Sehingga pelantikan esselon III dan IV, terus tertunda hingga saat ini. Dan juga mendapatkan peringatan dari Panitia Pengawas Pemilu. Dikarenakan pasangan ini juga akan maju pada Pilkada mendatang, tetapi berpotensi melakukan peringatan jika tetap memaksakan pelantikan di luar tenggat waktu yang telah terlewati.
“Kami mengingatkan Pemko guna memastikan telah mendapatkan izin rekomendasi dari kementerian dalam negeri. Sesuai dengan amanat UU No. 10 Tahun 2016 Pasal 71 Ayat 2, bahwa Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan. Kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri,” kata Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Mariyamah, belum lama ini. (aya)
batampos.co.id – Tim penyidik Pidana Khusus Kejati Kepri akhirnya menahan mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Batam, M Syafei, Senin (16/10) malam.
Syafei ditahan setelah diperiksa sembilan jam sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana asuransi dan jaminan hari tua (JHT) PNS dan honorer Pemko Batam di PT Bumi Asih Jaya (BAJ) yang merugikan negara sebesar Rp 55 miliar.
Sementara tersangka lainnya dalam kasus ini, M Nasihan, yang merupakan pengacara PT BAJ hingga kemarin belum memenuhi panggilan tim penyidik.
Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Kepri, Tomi, membenarkan penahanan Syafei. “Penahanan untuk mempercepat proses hukum kasus yang sedang bergulir,” ujar Tomi, tadi malam.
Tomi menjelaskan, pihaknya telah menetapkan Syafei dan M Nasihan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dari kerja sama asuransi kesehatan, tunjangan hari tua PNS, Honorer Pemko Batam di PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ).
Penetapan tersangka dilakukan tim penyidik pidana khusus berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan atas penyalahgunaan uang dana kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam Rp 55 miliar yang ditempatkan dalam rekening bersama (escrow account) yang dipindahkan kedua tersangka ke rekening lain.
Kemudian, kedua tersangka membuka rekening giro atas nama mereka sendiri tanpa sepengetahuan Pemko Batam.
“Padahal pembuatan rekening bersama dalam menampung kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam sambil menunggu putusan pengadilan atas perkara status quo yang memiliki kekuatan hukum tetap,” ujar Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka.
Dikatakan Yunan, kedua tersangka kemudian melakukan penarikan uang kewajiban PT BAJ dari putusan pengadilan yang pertama kali berdasarkan surat kuasa masing-masing pihak. Selama rentang waktu 2013-2015, penarikan dilakukan sebanyak 31 kali. Uang tersebut dimasukkan ke rekening pribadi keduanya.
“Total uangnya senilai Rp 51 miliar masuk ke rekening pribadi,” kata Yunan.
Dalam kerja samanya, dana yang bisa diklaim adalah jaminan hari tua dan tunjangan honorer. Sedangkan jaminan kesehatan dapat diklaim setelah pemohon mengalami sakit dan butuh perawatan medis.
Pemko Batam mengadakan perjanian kerja sama dengan BAJ dengan nomor 03/kontrak/lelang-Sekda/KPA/VII/2007. Namun karena keterbatasan anggaran, pihak Pemko menghentikan kerja sama dengan mengeluarkan surat penetapan pemutusan kerjasama pada tahun 2012.
“Berhentinya kerja sama lantaran tidak sehatnya pengelolaan keuangan BAJ dan sempat dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk tidak mengeluarkan produk asuransi. Saat itu BAJ juga sempat digugat oleh OJK dan 2015 resmi dinyatakan Pailit,” sebut Yunan.
Atas perbuatannya, terang Yunan, tersangka dijerat dengan pasal 3 Jo pasal 8 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 8 Tahun 2010 pasal 3 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (ias)

batampos.co.id – Warga menggeluhkan kurang tanggapnya Puskesmas Sambau dalam mediagnosis penyakit. Hal itu dialami oleh Iskandar, 50, akibat kurang tanggap itu istrinya Supiyati, 48, meninggal Sabtu (14/10) lalu.
“Istri saya itu, sudah tiga kali ke puskesmas. Tapi dikatakan tidak apa-apa oleh dokternya,” kata Iskandar saat ditemui Batam Pos, Senin (16/10).
Kornologis kejadian ini diceritakan oleh Suruhwanjaya, adik dari Supiati. Senin (9/10), kata Jaya begitulah panggilan akrab pria ini, dirinya menemani Supiati ke Puskesmas. Saat itu, Supiati lemes dan sesak nafas. Lalu Supiati diberikan obat oleh dokter yang bersangkutan.
“Selasa (10/10) kami datang lagi,” ungkap Jaya.
Tapi sakit Supiati tak kunjung juga sembuh. Ia terlihat lemas, sesak nafas dan sakit bagian perutnya. Hingga akhirnya, karena tak lagi tahan dengan penyakitnya. Supiati diantarkan oleh Jaya ke Unit Gawat Darurat Puskesmas Sambau sekitar pukul 17.00.
“Sampai disana, dikasih suntik oleh dokternya. Dan setalah mendapat suntik itu, sesak nafasnya berkurang dan terlihat membaik. Dokter mengatakan sudah boleh pulang, saya percaya saja dengan hal itu,” tutur Jaya.
Tapi saat malam harinya, penyakit Supiati kambuh. Sesak nafas, muntah, badannya terasa lemas. Dan kondisi ini berlangsung hingga pagi harinya. “Paginya saya tak mau lagi bawa ke puskemas, karena katanya baik-baik saja. Kok kakak saya seperti ini,” ujarnya.
Atas saran dari Iskandar, suami Supiati. Jaya membawa kakaknya ke klinik perusahaan tempat kakaknya bekerja. Dari klinik itu ternyata dideteksi doktenya, penyakit Supiati cukup paraha. Dan harus cepat dilarikan ke rumah sakit terdekat, di kawasan Kabil.
“Langsung dibawa ke Kabil, di sana dapat pertolongan pertama,” ungkap jaya.
Tapi kondisi Supiati terus menurun, mulutnya mengeluarkan air liur. Sabtu (16/10) sore, dokter menyatakan Supiati sudah tak ada lagi.
“Penjelasan medisnya itu, karena asam lambungnya sudah naik ke paru-paru. Dan menghambat aliran pernafasan kakak saya,” tuturnya.
Tapi dia mendengar, andaikata Supiati dibawa cepat ke rumah sakit dan ditangani. Kemungkinan cairan asam lambungnya itu bisa disedot dan tak menganggu pernafasannya.
“Tapi karena sudah terlambat, dokter tak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Penanganan dan diagnosis yang lambat ini, sangat disesalkan oleh Jaya. Tapi walau begitu, dirinya sudah pasrah dengan kematian kakaknya. Baik Jaya maupun Iskandar, mungkin itulah takdir dari Supiati.
Iskandar menuturkan tak hanya dirinya merasakan kurang mengenakannya pelayanan Puskesmas Sambau. Tapi tetangganya yang juga meninggal Sabtu (14/10) lalu, dibiarkan sedikit lebih lama di UGD Puskesmas Sambau. Akibat tak adanya sopir yang mengantar jenazah ke rumahnya, yang berada tak jauh dari puskesmas.
“Tapi saya kurang tau bagaimana ceritanya,” ucapnya.
Terkait hal ini, Kepala Tata Usaha Puskesmas Sambau, Hasan mengatakan bahwa Supiati ini didiagnosisi menderita gastritis atau maag. Dan membenarkan Supiati sudah datang dari Senin, dan Jumat.
“Kami sudah menangani sesuai prosedur yang ada,” ungkapnya.
Saat datang Jumat (16/10), kata Hasan pihak puskesmas sudah menangani sebaik mungkin. Pasien diberikan suntikan, dan kondisinya terlihat membaik. Dan dokter yang menangani Supiati, menganjurkan pasiesn agar tidak terlalu banyak mikir yang mengakibatkan depresi.
“Lagipula, maag termasuk dari 144 penyakit yang harus oleh faslitas kesehatan I seperti puskesmas. Dan keluarga tak meminta rujukan,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyanggah terkait adanya dugaan tindakan kelalaian yang dilakukan petugas Puskesmas Nongsa, Sabtu (14/10) terhadap korban yang akhirnya meninggal dunia.
“Tidak benar kami menelantarkan pasien,” kata Didi, Senin (16/10).
Ia menceritakan saat suami pasien datang meminta pertolongan untuk menjemput pasien ke rumah, petugas langsung menelpon sopir yang memang tidak berada di tempat. Tak lama setelah itu, ambulance langsung menuju ke rumah pasien.
“Pasien sudah tiga tahun menderita store yang menyebabkan dia lumpuh, sehingga tak bisa dibawa ke puskesmas menggunakan motor, dan akhirnya kami jemput,” ujarnya.
Ambulance yang membawa pasien kembali dalam waktu 15 menit, dan petugas langsung membawa korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk diberikan perawatan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan auskultasi dengan stetoskop denyut jantung tidak ditemukan, pemeriksaan denyut nadi tidak ditemukan, bibir pasien tampak mulai membiru,” jelasnya.
Didi menyebutkan pasien sudah meninggal sebelum tiba di puskesmas. Hal ini didukung keterangan dari anak pasien, yang menyatakan pasien sudah tidak bisa merespon.
“Jadi pasien meninggal saat masih berada di rumah, bukan karena kelalaian kami,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan saat ini pihaknya masih terus memperbaiki pelayanan di tingkat puskesmas. “Kami sudah berusaha sebaik mungkin, kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi kami,” tutupnya.(cr17/ska)

Moda angkutan umum berbasis aplikasi daring (dalam jaringan) masih membenamkan bara di hati para pengemudi konvensional.
Senin (16/10/2017), seorang pemilik motor, pengemudi ojek pangkalan/konvensional membakar motornya sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah yang tidak tegas menindak ojek daringe.
Aksi ini dilakukan di depan kantor PT Bisa Cemerlang Indonesia di kawasan Niaga Mas Batam Center, Batam.
Presiden pertama Tiongkok, Mao Zedong pernah berujar: “Senjata menjadi faktor penting dalam peperangan, tapi bukan yang menentukan. Yang paling menentukan adalah faktor manusia, bukan material-material yang bisa dihitung”.
Sama seperti dunia bisnis, modal adalah sesuatu yang sangat penting. Bahkan berharga. Namun jika dikelola dengan sistem yang salah, duit akan habis. Bisnis tidak berkembang. Modal hilang, operasional terhambat. Perusahaan menjadi sakit, lalu mati.
Lalu, apa kaitannya modal dengan sistem?
Ini masalahnya. Perusahaan ibarat sebuah kapal. Untuk membangunnya dibutuhkan modal. Yang perlu digarisbawahi, bukan hanya bodi saja yang dibangun. Di dalamnya juga dibangun perangkat penunjang. Seperti mesin, turbin, bahan bakar, kerangka, ruang kemudi, hingga kualitas besi untuk membangun bodi, serta awak kapal.
Perangkat penunjang inilah yang disebut sistem.
Tanpa sistem penunjang tersebut, kapal tidak akan bisa berlayar. Alhasil, kapal hanya didiamkan. Lama-lama, bisa jadi besi rongsokan. Tidak bisa dipakai lagi. Keinginan membangun kapal pun sirna.
Beberapa waktu lalu saya mencoba berselancar di dunia maya. Ada sebuah artikel menarik terkait dunia usaha. Sumbernya dari salah satu perusahaan jasa konsultasi.
“Kebanyakan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis usahanya, hanya berdasarkan pengalaman tanpa didasari oleh sebuah sistem manajemen yang baik dalam pengelolaan sistem dan menjalankan operasional bisnisnya,” demikian secuil kutipannya.
Dari beragam bacaan yang saya rangkum, ada tiga langkah dalam membangun sistem manajemen. Yakni, menetapkan business plan (rencana bisnis) perusahaan, review struktur organisasi, dan menyusun standard operating procedure (SOP). Ketiganya menjadi modal utama dalam membangun perusahaan yang baik.
Biasanya, pelaku bisnis akan menyadari pentingnya sebuah sistem manajemen ketika dihadapkan pada persoalan yang dapat menghambat perusahaan. Misalnya, cost produksi yang tinggi, relasi mengeluhkan pelayanan, produktivitas karyawan menurun, konflik internal, serta masalah lainnya.
Kalau sudah begini, sudah pasti perusahaan akan sulit bersaing dengan kompetitor. Lemahnya sistem manajemen akan melemahkan perusahaan itu sendiri.
Sudah banyak buktinya. Namun, kita hanya membahas tiga perusahaan besar yang ambruk karena buruknya sistem manajemen. Memiliki cabang yang bertebaran di seantero dunia, fasilitas gaji besar, bonus melimpah, hingga menjadi the real market leader, mereka justru redup.
Mengutip dari laman therichest, berikut perusahaan besar yang tutup karena kesalahan sistem manajemen.
Yang pertama adalah Vine. Ini adalah aplikasi video call yang dimiliki Twitter. Mereka tumbang oleh kehadiran Youtube dan Instagram. Vine terlalu congkak dan percaya diri bahwa mereka adalah yang paling besar. Sehingga lupa mengapresiasi penggunanya. Di saat bersamaan, Youtube dan Instagram justru membantu pemakainya menghasilkan uang.
Kedua adalah Yahoo. Dulunya, perusahaan ini adalah raksasa jagat maya. Bayangkan, mereka menjadi mesin pencari paling banyak dipakai pengguna internet. Bahkan, pernah ditawar USD 125 miliar. Sayangnya, kini Verizon hanya membelinya USD 4,8 miliar.
Kenapa Yahoo bisa ambruk? Penyebabnya adalah salah kelola perusahaan. Internal mereka amburadul. Komunikasi internal putus, pimpinannya asyik berkonflik, dan salah menempatkan orang.
Terakhir adalah AOL-Time Warner. Pada 2001, AOL merger dengan Time Warner dengan nilai USD 165 miliar dan berharap bisa menjangkau konsumen lebih banyak. Namun pada 2002, keputusan merger itu membuat perusahaan rugi sampai USD 99 miliar. Tujuh tahun kemudian, mereka pun bercerai. Kesalahan muncul karena kedua perusahaan tak memiliki waktu untuk menilai kemampuan organisasi sebelum merger.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Jawabnya adalah berkomitmen membangun sistem manajemen bisnis yang baik.
Kita awali dari business plan. Ini merupakan metode serta langkah yang tepat dalam melakukan perbaikan. Karena, ini merupakan cara sistematis dalam menyelaraskan serta menyederhanakan sebuah proses bisnis agar lebih efektif dan efisien. Dengan menetapkan business plan, alurnya semakin jelas. Sehingga, bisnis mudah dikendalikan dan dikontrol.
Di sisi lain, manajemen bisa mengetahui target omzet, potensi pasar, dan proses pekerjaan mana yang selama ini menghambat produktivitas. Semuanya harus dibedah secara bersama-sama. Sehingga, visi dan misi perusahaan dapat tercapai. Di samping itu, pekerjaan lebih terstruktur, efektif, dan efisian. Baik dari segi sumber daya manusia (SDM), biara, dan waktu.
Berikutnya adalah review struktur organisasi. Ada sebuah istilah “kebanyakan bos”. Ini sering terdengar di pelbagai perusahaan yang tidak punya sistem manajemen baik. Salah satu tolok ukurnya adalah struktur organisasi yang tidak stabil. Banyak pejabat ketimbang anak buah. Ibarat kayak piramida terbalik.
Dengan begitu, tugas, wewenang, dan tanggung jawab menjadi tidak jelas. Di sisi lain, banyak yang tidak produktif. Karena, banyak yang hanya fokus pada urusannya masing-masing. Kalau sudah banyak yang perintah, akan membingungkan karyawan. Kalau sudah bingung, kerja tak nyaman. Ujung-ujungnya keluar. Akhirnya, pekerjaan menjadi tidak maksimal, bahkan menjadi kacau.
Dengan sistem manajemen yang baik, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) justru tidak berpengaruh. Karena memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Pendelegasian pun menjadi terarah.
Yang terakhir adalah menyusun SOP. Kenapa dibutuhkan SOP? Karena SOP merupakan sistem yang disusun untuk memudahkan, merapikan, dan menertibkan pekerjaan. SOP berisikan urutan proses dalam melakukan pekerjaan dari input-proses sampai output. SOP merupakan acuan dan prosedur baku yang harus diikuti oleh semua karyawan dalam melaksanakan tugas wewenang dan tangung jawabnya.
Tujuan dibuatnya SOP antara lain, supaya karyawan bisa menjaga konsistensi dalam setiap menjalankan pekerjaan sehari-hari dengan acuan kerja yang jelas. Selain itu, kita juga tahu dengan jelas peran dan tanggung jawab kita.. Di sisi lain, ketika ada kasus penyelewengan atau penyalahgunaan wewenang, SOP bisa dijadikan sebagai dasar hukum yang kuat. SOP merupakan pondasi penting untuk menciptakan perusahaan profesional yang didukung SDM.
Eko Supriyanto, seorang trainer dan motivator menyebut, tanpa didukung dengan sebuah SOP, perusahaan lebih banyak beroperasi berdasarkan kebiasaan apa yang sudah mereka jalankan bertahun-tahun. “Kebiasaan yang sudah lama dilakukan ini pada akhirnya menjadi sebuah kebiasaan atau budaya perusahaan tersebut,” kata Eko pada training “Metode dan Teknik Penyusunan SOP” beberapa tahun silam.
Pada umumnya perusahaan tanpa SOP sangat tergantung kepada “key persons” di tiap perusahaan. Apa yang terjadi jika “key persons” tidak bekerja lagi? Lalu, apa jadinya jika ada pimpinan baru?
Di sinilah arti penting SOP. SOP mampu menjadi alur bagi jalannya perusahaan (how to do) dan bukan sebagai penghalang atau penghambat sistem manajemen perusahaan.
Adanya dokumen SOP juga akan memudahkan karyawan bekerja berdasarkan standar baku, bukan berdasarkan aturan yang dibuat oleh “key persons”. Artinya, SOP menjadi landasan bagi siapapun dalam bekerja tanpa dipengaruhi oleh siapa yang menjadi pimpinan atau karyawan.
Yang paling penting, SOP juga akan memudahkan dalam mengontrol sistem yang berjalan dalam perusahaan. Dengan demikian SOP bisa mencegah terjadinya kebocoran perusahaan. SOP juga bisa untuk menganalisis titik lemah perusahaan sehingga bisa dengan cepat dikoreksi. Selain itu, SOP menjamin berjalannya sistem administrasi perusahaan yang lebih rapi. ***
Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

batampos.co.id – Selasa 5 April 2016 malam, Hatanto Reksodipoetro Cs berbaris rapih di kantor kemenko Perekonomian, dilantik sebagai Kepala BP Batam dan sebagai deputi.
Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dewan Kawasan PBPB Batam mendasari peantikan mereka.
Kala itu, Hatanto berrbaris dengan lima deputinya
Kurang lebih 1,5 tahun mereka mengelola Batam melalui BP Batam.
Kamis, 19 Oktober 2017 mereka akan secara resmi meletakkan jabatan.
Kali ini kru inti BP Batam akan dikomandoi Lukita Dinarsyah Tuwo.
Lukita akan ditemani lima deputi
Dua deputi terakhir merupakan anggota TNI dan Polri aktif
Terimaksih Pak Hatanto, selamat bekerja Pak Likita. (ptt)