Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12849

Indonesia Adventure Festival Ajak Jelajahi Tanahumba

0

Indonesia Adventure Festival (IAF) 2017 ajak 60 peserta berpetualang menelusuri alam dan budaya Pulau Sumba, 14-19 November 2017.

“Kami berikan ke mereka paket wisata dengan tagline Jelajah Tanahumba,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sumba Timur Maramba Meha. Kata Maramba, dalam agenda tersebut wisatawan dan peserta diajak berkeliling ke pantai, air terjun, padang sabana, melihat upacara adat, pembuatan kain tenun tradisional, bersantap hidangan khas Sumba, camping di pandang sabana satu hari, dan menginap di hotel malam terakhir.

“Dan ada yang spesial adalah dan para peserta dan wisatawan diajak tinggal bersama penduduk di rumah adat selama tiga hari,” ujar Maramba Meha. Peserta dibagi dalam tiga tim yakni adventure, culture, dan fotografi. Terdiri dari blogger, fotografer, media dan pelaku pariwisata lainnya. Mereka berpetualang menjelajahi empat kabupaten yang ada di Sumba, mulai dari Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat hingga Sumba Timur.

“Setiap hari mereka ada yang berpencar, ada yang menikmati bersama . Tapi malamnya akan kembali kumpul dalam satu titik, semuanya akan mengexplore Sumba,” tambahnya.

Dijelaskan Yudi Umbu T.T.Rawambaku, Kepala seksi Analisi Data Pasar Pariwisata Sumba Timur, dengan mengambil tema Jelajah Tanahumba, pada hari pertama peserta langsung menuju rumah budaya di Sumba Barat Daya. Kemudian bersama sama melakukan visit ke Sumba Hospitality School. Kemudian sorenya, mereka bersama menikmati Sunset di Pantai Menangah Aba dan malamnya menikmati Wellcome Ceremony yang disambut langsung Kadispar Sumba Barat Daya, Christofel Horo

“Hari kedua, seluruh peserta hunting ke Situs Kampung Wainyapu,” tutur Yudi. Ini adalah sebuah kampung dengan rumah adat (Uma Kalada) yang masih asli berjumlah 60 unit rumah dan terpelihara dengan baik. Kampung adat ini memiliki daya tarik karena keaslian rumah adat dan batu – batu kubur megalit yang unik sebanyak 1.058 buah, serta prilaku hidup masyarakat yang terus mempertahankan adat istiadat kuno dan tradisi Marapu.

Setelah itu tim adventure dan fotografi melanjutkan ke Bawana. Sorenya, titik kumpul di kampung Weetabar. “Di kampung ini sedang dibangun beberapa rumah kampung tarung dalam menghadapi ritual podu. Peserta menginap disini, kami yakin mereka akan terpesona semua,” lanjutnya.

Keesokan harinya, peserta adventure akan hunting ke air terjun lapopu, air terjun tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT). “Tapi tim culture dan fotografer tetap di kampung tarung untuk lihat ritual kampung tarung marapu,” imbuhnya.

Malamnya, , wisatawan akan kemping di Padang Savana Mamboro, tepatnya di kecamatan mamboro.”Mereka mengelilingi api unggun dan diiringi lagu ethnic dengan musik jungga dan beberapa tarian, seperti tari kataga,” ujarnya

Dihari keempat peserta akan menikmati matahari terbit di pantai Sunrise. “Setelah itu ada atraksi pacuan kuda di pantai dan kemudian menuju Sumba Timur melewati pantai utara,”

Dari tengah ke Timur lebih petualangan, tim adventure menyusuri Air terjun Tanggedu, yang layaknya Grand Canyon.Tim fotohgrafer eksplore di Puru Kambera, berburu foto di pemandangan pegunungan savana dengan puluhan kuda liar maupun hewan lainnya.

Sedangkan tim culture mengunjungi Kampung Adat Wunga, kampung pertama dan tertua di Sumba Timur yang didirikan oleh nenek moyang orang sumba yang berasal dari Malaka Tanabara. Disini dapat ditemukan rumah-rumah adat Sumba, tenun ikat, dan kuburan batu

“Sorenya, seluruh tim bergabung menikmati sunset di pantai walakiri dan berangkat ke kampung Pau Umabara untuk bermalam di sana,” bebernya

Di kampung Pau Umabara ini, tim culture akan bekajar tenun ikat. Tim fotografer sendiri, sejak jam 3 pagi telah menuju Pantai Watu Parunu untuk mengabadikan momen sunrise, dan tim adventure menuju air terjun Waimarang.

“Usai kegiatan itu, mereka kembali berkumpul di kampung ini menikmati Fashion ciontemporer,” lanjutnya.Kemudian balik ke kota Waingapu dan menuju bukit wairinding. Ada satu spot yang sangat memukau dengan pemandangan hamparan bukit-bukit hijau kecil yang sangat luas. Mereka Bersantai di rumput sambil menikmati momen sunset.

“Ini menjadi spot terakhir dari petualangan mereka. Malamnya, ditutup dengan farewell dinner, dimana semua peserta mengenakan pakaian Adat Sumba,” pungkasnya.

Dalam acara farewell party, Pemerinmtah Kapubaten Sumba Timur menyampaikan apresiasinya. “Terimakasih atas dukungannya sehingga acara ini sukses digelar. Bantu kami memviralkan dan mempromosikan Sumba dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” kata Bupati Sumba Timur Gidion Mbliyora saat memberikan sambutan dalam farewell party di Rumah Jabatan.

Baginya, alam Sumba yang istimewa ini dikemas dengan gaya nama 4E. Extreme, exotic, explore, dan expose. Selain alam ada budaya. SSumba itu memiliki karakteristik budaya yang berbeda tiap kabupaten, baharinya juga. Apalagi sekarang ada resort terbaik Nihiwatu. “Bantu viralkan dan datang kembali. Kami akan menyambut dengan bahagia,” kata Bupati Sumba Timur Gidion Mbliyora saat memberikan sambutan dalam farewell party di Rumah Jabatan.

Kemenpar sendiri melihat ada yang fenomenal dalam kegiatan ini. Bersama dengan Way2East sebagai penyelenggara, kita melihat bersatunya pemda dan DPRD empat kabupaten Sumba. Ini membanggakan kami,” kata Kabid Promosi Wisata Bahari Ibu Florida Pardosi yang bersama Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi turun langsung mengawal even ini.

Florida mengambil contoh Kawasan Danau Toba, dimana tujuh kabupaten yang berada disekitar Danau vulkanik ini bersatu untuk mengembangkan pariwisata.”Ini menjadi modal penting dan penyemangat kami untuk mengekplore dan mempromosikan Pulau Sumba agar semakin mendunia,” tuturnya.

Acara Indonesia Adventure Festival sebelumnya pernah diselenggarakan di Lembata tahun 2014 dan Alor tahun 2016.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut tersenyum dengan suksesnya kegiatan ini.Dari 3A, Amenitas, Atraksi dan aksebilitas di Pulau Sumba ini sudah sangat lengkap. Tinggal mengemasnya agar menjadi atraksi yang memikat dunia.

“Ayo, kita bersama bangun pariwisata Sumba. Bersama kita bisa,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Bahari Alor 2017 Dorong Percepatan Wisata Maritim

0

Penampilan pedangdut ibukota, Fitri Carlina menutup Festival Bahari 2017.

Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) menutup pesta rakyat, Festival Bahari Alor 2017 selama 2 hari mulai 17 sampai 19 November di Lapangan Mini Kalabai.

Selain aksi Fitri, sejumlah kegiatan bernuansa bahari mewarnai event ini seperti lomba layar, dayung dan perahu hias. Peserta ini datang dari komunitas bahari dari Pulau Alor Besar dan Kecil.

Agar semakin meriah dan menarik minat, panitia menyelipkan lomba kuliner berbahan dasar ikan. Sebanyak, 17 penggerak PKK dari seluruh Kab.Alor ambil bagian dalam kompetisi masak- memasak ‘mama-mama’ .

Malam puncak Festival Bahari Alor sekaligus menjadi ajang bagi-bagi hadiah kepada para peserta dengan total lebih dari Rp 10 juta ini.

Bupati Alor, Aman Djobo menilai, Festival Alor ini menjadi momentum tepat bagi pemerintah daerah untuk mendorong percepatan pembangunan di Alor. Menurut dia, Alor kaya dengan destinasi bahari melimpah, mulai dari bawah air sampai gugusan kepulaun kecil.

Menurut Djobo, kunjungan wisatawan ke Alor mencapai seribu lebih, baik wisatawan asing maupun mancanegara. Data Dinas Pariwisata Alor mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata di Kabupaten Alor dan pulau-pulau kecil lain selama 2016 mencapai sekitar 1.577 orang.

“Namun kami masih kesulitan mengembangkan potensi wisata karena kesulitan akses infrastruktur dan fasilitas pendukung pariwisata,” ujar Djobo.

Berangkat dari fakta tersebut, dia meminta pemerintah pusat lebih memperhatikan Alor , agar wisata di Bumi Kenari bergerak maju dan menghidupkan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.

“Ini menjadi tantangan bagi kami pemerintah daerah untuk memajukan sektor pariwisata dan kami akan bangun secara bertahap bersama instansi -instansi terkait,” sambung Djobo.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esthy Reko Astuti puas dengan Festival Bahari Alor. Event ini sebagai sarana untuk mendongkrak pamor Alor sebagai destinasi wisata bahari di Surga Timur Bahari ini, terutama wisata bawah air

“Alor destinasi wisata diving populer di Indonesia. Potensi surga bawah laut ini masih sangat besar dan bisa menjadi masa depan sektor pariwisata maritim Indonesia, “ ucap Esthy didampingi Kabid Perancangan dan kerjasama Kemenpar RI, Widodo

Setidaknya, terdapat 50 tempat menyelam di Pulau Alor membentang dari pulau Pantar, dan 20 spot menyelam di Alor masuk dalam daftar titik menyelam terbaik di dunia. Bahkan, Taman Laut Selat Pantar salah satu spot paling indah, bahkan sebanding dengan Laut Karibia di dekat Amerika Tengah.

Pada 2016 lalu, Alor menjadi destinasi wisata menyelam terbaik di Indonesia. Data dan fakta tersebut membuat potensi keindahan Alam di Alor sukses mengambil hati para wisatawan nusantara maupun mancanegara

“Sehingga tidak heran Alor meraih beberapa prestasi di bidang pariwisata seperti meraih obyek wisata kategori tempat menyelam terpopuler di Indonesia,” ujar Widodo menambahkan.

Sementara itu, terpisah, Menteri Pariwisata,Arief Yahya berkomitmen mendorong promosi berkesinambungan wisata bahari seperti di Alor lebih populer . Festival ini bisa mempercepat perkembangan pariwisata Alor, surga diving . Sekaligus mempersiapkan Alor sebagai tujuan wisata baru di NTT,” kata Arief.(*)

Pemprov Kepri Gandeng BPKP

0
Sejumlah warga memanfaatkan tembok pembatas untuk bersantai dan memarkirkan kendaraannya di Jembatan 1 Dompak Tanjungpinang, Minggu (19/11). Meskipun membahayakan, setiap sore hari Jembatan Dompak selalu dipenuhi warga untuk dijadikan tempat bersantai, berolahraga dan berkumpul. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menuntaskan persoalan Pajak Air Permukaan (PAP) di Kota Batam.

“Persoalan pengelolaan PAP adalah merupakan salah satu masalah yang harus segera dituntaskan. Maka perlu bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang mengerti tentang tatatan administrasi pemerintahan seperti BPKP,” ujar TS. Arif Fadillah, akhir pekan lalu di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri tersebut menyebutkan, dirinya sudah meminta Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri bersama Asiten III Pemprov Kepri, BP Kawasan dan Adya Tirta Batam (ATB) untuk duduk kembali menyikapi persoalan ini.

“Yang jelas, kita tidak ingin kebijakan yang dibuat akan menjadi beban bagi masyarakat. Tapi disatu sisi, juga harus mengikuti peraturan yang ada,” paparnya.

Disinggung mengenai adanya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2016 tentang Pajak Air Permukaan (PAP). Mengenai pertanyaan tersebut, Mantan Sekda Karimun itu menjelaskan, keluarnya regulasi tersebut adalah merupakan amanah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009.

“Kita tidak pernah melakukan kreativitas menaikan Pajak Air Permukaan. Karena semua nilainya diberlakukan sama di Kepri,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk menetapkan besaran PAP sudah ada rumusan bakunya yang ditetapkan. Yakni Tarif x NPA (Nilai Perolehan Air) x Volume air yang dihitung. Ditegaskannya, Pemprov Kepri dalam hal ini, posisinya adalah melaksanakan perintah UU. Karena apabila tidak dilaksanakan, akan ada konsekuensinya.

“PAP sudah masuk salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri. Artinya, jika kita biarkan sangat berpotensi menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan,” tegas Arif.

Menurut Arif, sebagai wajib pajak tentunya harus memahami aturan yang berlaku. Dicontohkannya, Lagoi yang mengelola air di kawasan Bintan tidak ada kendala dengan hal ini. Ia juga heran, kenapa di Batam bisa berbelit-belit persoalannya.

“Apa yang kita kelola, manfaatnya jelas akan dikembalikan kepada masyarakat. Artinya, dipergunakan untuk kepentingan pembangunan,” papar Arif.

Disebutkannya, proses evaluasi Pergub Nomor 25 Tahun 2016 sudah disepakati bersama dengan DPRD Kepri. Sekda Arif berharap, dengan adanya pergantian pucuk pimpinan di BP Batam, persoalan ini bisa dituntaskan. Ia yakni, Kepala BP Batam sekarang ini adalah sosok yang paham aturan.

“Semua ada aturan mainnya yang memperbolehkan kita untuk bertindak. Pemahaman kita sebagai orang awam tentu, wajib pajak harus menyelesaikan kewajibannya kepada Pemerintah,” tutup Arif Fadillah.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan sudah seharunya Pemprov Kepri menggandeng BPKP untuk melakukan telaah dari sisi hukum administrasi pemerintahan. Menurutnya, karena adanya piutang yang tidak tertagih, ini akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) nanti.

“PAP ini akan menjadi persoalan yang konyol. Karena melibatkan Pemerintah dengan Pemerintah. Jika dibiarkan berlarut, berpotensi menjadi persoalan hukum kedepannya,” tutup politisi Partai Hanura tersebut.(jpg)

Aceh Night in Bali Promosikan Sail Sabang

0

Sail Sabang 2017 berlangsung pada tanggal 28 November hingga 5 Desember 2017.

Untuk memaksimalkan acara tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Aceh menggelar gaung promosi di Pulau Bali dengan tagline acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali.

Acara yang dihadiri ribuan orang itu digelar di Lippo Mall Kuta Bali, Sabtu, (18/11). “Seperti yang sering diungkapkan bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya bahwa memancing pilihlah kolam yang berjubel ikannya. Ini sudah tepat dilakukan, karena 40 % wisatawan mancanegara datang ke Bali. Jadi tidak salah jika bali menjadi tempat yang tepat untuk berpromosi, dan lihat sendiri, semua wisatawan terlihat antusias dengan acara ini,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Putu Ngurah seusai Acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali.

Putu Ngurah juga mengatakan jika promosi Sail Sabang tidak hanya saat ini saja. Melainkan sudah dilakukan jauh-jauh hari bahkan hingga ke Luar Negeri. Deputi Bidang Pemasaran Mancanegara Kemenpar dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar semuanya all out mempromosikan event skala internasional ini.

“Ini even besar. Even Internasional, Presiden Joko Widodo juga bakal hadir. Sehingga promosi Sail Sabang sudah kita lakukan sejak 5 bulan lalu di berbagai lini. Mulai dari TV, Media Online hingga media sosial. Bahkan di terakhir di WTM London juga kita promosikan. Tinggal pelaksanaan dan dukungan seluruh masyarakat Sabang untuk mensukseskan acara ini,’ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh Reza Fahlevi mengungkapkan, dalam acara ‘Pesona Indonesia Aceh Night In Bali’, pihaknya ingin menyampaikan seluas-luasnya tentang Sail Sabang yang digelar di Aceh. Terutama bagi wisatawan mancanegara (wisman) di Bali. Sehingga wisman tertarik datang ke Aceh.

“Disini kami tampilkan berbagai kegiatan berhubungan dengan Sail Sabang 2017 serta berbagai informasi pariwisata lainnya di Aceh.Tujuannya tidak lain untuk mengajak para wisman yang ada untuk datang menikmati keindahan alam dan budaya di Sabang,” katanya.

Selain keindahan alam Sabang dan pesona alam bawah lautnya, Aceh juga akan menyajikan berbagai kuliner khas Aceh yang dapat dinikmati para pengunjung secara gratis. Ada juga pagelaran seni Tari Saman, Tarik Pukat, Rapai Geleng, puisi, lagu dan lain-lain juga akan kita hadirkan.

“Sabang layak mendapatkan perhatian dari para insan traveler dan wisman. Mengapa? Keindahan alam dan budaya yang luar biasa. Kami berharap Sabang bisa menjadi destinasi unggulan pemerintah setelah pangelaran Sail Sabang 2017 ini,” pungkasnya.

Dalam acara Pesona Indonesia Aceh Night in Bali turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A A Gede Yuniartha Putra, Anggota Komisi X DPR RI Muslim dan Bupati Aceh Singkil Dulmursid.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang tidak ada lelahnya memberikan semangat mendorong pariwisata Indonesia agar lebih maju ke semua pihak. Termasuk mendorong Aceh agar selalu mengobarkan semangat memajukan pariwisata Indonesia ke daerah manapun.

“Event Sail Sabang 2017 akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman (yacht, cruise, dan diving) ke Sabang,” kata Arief Yahya.

Menpar mengatakan, Sabang telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan untuk wisata bahari karena potensi alam dan lokasinya yang strategis sehingga setiap tahun disinggahi puluhan kapal pesiar (cruise) maupun kapal yacht dari mancanegara.

“Di kalangan wisatawan penggemar marine tourism, Sabang dikenal sebagai destinasi favourit karena para traveller bisa melakukan berbagai aktivitas antara lain; diving, snorkeling, fishing, sunbathing, dan kegiatan wisata bahari lainnya dengan spot-spot yang menarik,” kata Arief Yahya. (*)

582 Lulus Masuk Kemenkumham

0
batampos.co.id – Sebanyak 582 peserta yang mengikuti seleksi di Wilayah Kepri, dinyatakan lulus ujian Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.
Peserta ini dinyatakan lulus mengikuti tahap seleksi mulai dari administrasi, CAT, Samaptha hingga interview di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kepri.
Hal ini disampaikan Humas Kanwil Kemenkumhan Kepri, Rinto Gunawan.
Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah mengajukan usulan terkait hasil dari peserta yang lolos.
Pengajuan usulan ini untuk menentukan kapan akan dilakukan penempatan terhadap peserta yang lulus tersebut. Baik yang akan ditempatkan sebagai pegawai di Rumah tahanan (Rutan) maupun di Lembaga pemasyarakatan (Lapas), di seluruh wilayah kabupaten/kota di Kepri.
“Hari ini kita baru kirimkan usulannya ke Jakarta,” ujar Rinto Gunawan, saat dihubungi Batam Pos, Minggu (19/11).
Dirinya menuturkan dari 582 orang yang lulus ujian, sebanyak 362 orang diantaranya merupakan peserta yang lulus ujian dari SMA. Sedangkan sisanya merupakan peserta dari lulusan S1.
“Terakhir ada ribuan peserta yang ikut ujian.‎ Termasuk didalamnya yang SMA dan S1. Khusus SMA jumlah peserta cewek yang lulus ada 74 orang,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah peserta yang lolos ini tentunya mampu menutupi kebutuhan akan kekurangan jumlah tenaga yang dialami saat ini. Dimana kebutuhan pekerja secara keseluruhan yang akan ditempatkan di Lapas dan Rutan di Kepri, ada sebanyak 582 orang.
“Jumlah tenaga tambahan ini, tentunya akan sangat membantu. Mudah-mudahan, kehadiran tenaga baru ini nantinya dapat memberikan peran terbaik dalam melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin,” imbuhnya. (cr20)

Wisman Nikmati Yogyakarta dengan Berjalan Kaki

0

Yogyakarta menggabungkan antara olahraga jalan kaki sambil menikmati suguhan ragam budaya yang ada di Yogyakarta melalui ajang Jogja International Hertige Walk (JIHW) ke-9, Sabtu (18/11).

Lebih dari 7.500 peserta, termasuk diantaranya 285 wisatawan mancanegara mengikuti ajang yang berlangsung hingga Minggu (19/11) esok.

Di ajang berskala interasional ini para peserta diajak berjalan kaki sambil menikmati keagungan budaya Yogyakarta. Diantaranya Candi Kedulan, Candi Sari, Candi Sambisari, juga Candi Prambanan. Selain itu juga alam pedesaan dengan keramahan masyarakat serta objek wisatanya. Seperti Jembatan Silik di Dusun Karantengah, Kedungmiri, Sriharjo dan Jembatan Oya.

JIHW juga merangkul Omah Perenting untuk kegiatan sub event di lapangan Brahma yaitu Family Fun Walk, lomba mewarnai dan Lomba Melukis Payung. Serta diselingi edutrip yang dipandu oleh Medang Heritage Society serta Hompimpa Kampung Dolanan Anak.

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya di acara pembukaan “Jogja Heritage Walk”, Sabtu (18/11) di Lapangan Brahma, Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, mengatakan, event ini tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat tapi juga untuk meningkatkan komunikasi dan interaksi antarmasyarakat dari berbagai latar agama, kebangsaan, bahasa dan budaya.

Selain itu juga untuk semakin mengembangkan dan memperkuat sektor pariwisata Yogyakarta sebagai salah satu destinasi utama wisatawan. Baik nasional maupun mancanegara.

“Harapan kami, ini bisa menjadi salah satu event pariwisata dan bisa mendatangkan banyak turis untuk menambah devisa negara,” kata Sri Sultan. Turut hadir dalam acara pembukaan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, H.E Masafumi Ishii.

Jogja Heritage Walk sendiri terbagi dalam tiga kategori. Yakni 5 kilometer, 10 kilometer dan 20 kilometer. Wisatawan mancanegara yang mengikuti ajang ini datang dari berbagai negara.

Diantaranya Belanda, Belgia, Jerman, Prancis, Austria, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Cina, Taiwan, Amerika Serikat dan Kanada. Dalam kesempatan ini, warga desa yang dilewati diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mempromosikan potensi yang dimilikinya.

“Termasuk potensi ekonomi warga setempat. Mulai dari kerajinan tangan serta olahan pangan tradisional yang ada di desa tersebut. Disamping kesenian tradisional dan keramahtamahan warga setempat,” katanya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti didampingi Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Tazbir mengatakan, event ini sangat menarik untuk menarik minat wisatawan, khususnya mancanegara.

Hal ini tidak lepas dari keunikan yang dimiliki Yogyakarta dengan segudang ragam budaya dan keindahan alam.

Sehingga ketika dikolaborasikan dengan event jalan kaki kelas dunia, menjadi satu atraksi yang kuat. Terlebih Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN yang menjadi anggota International Marching League (IML) atau Liga Jalan Kaki Dunia.

“Peminatnya besar, datang dari banyak negara. Sehingga bisa menjadi gaya hidup sehat tapi juga sekaligus mempromosikan pariwisata ataupun olahraga rekreasi. Kita pun akan semakin terbantu karena acara ini masuk dalam website IML internasional,” ujar Esthy yang juga didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut sport tourism memiliki indirect impact atau media value yang tinggi. Bahkan lebih tinggi dari direct impactnya.

“Karena itu, promosi dan informasi soal sport tourism itu harus ditangani dengan baik,” jelas Arief Yahya.

Terlebih Yogyakarta begitu kuat dengan atraksi yang dimiliki. Yogyakarta dengan ikon Candi Borobudur tentunya akan menjadi destinasi yang selalu dinanti wisatawan. (*)

MUI Kepri Perkuat Kapasitas Organisasi

0

batampos.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke IV di Aula Masjid Raya Nur Ilahi, Tanjungpinang, Minggu (19/11). Salah satu topik pembahasan adalah peningkatan kapasitas organisasi untuk menangkal pergerakan radikalisme dan terorisme di Provinsi Kepri.

“Rakerda ini adalah media bagi MUI Kepri untuk memperkuat kapasitasnya. Baik itu untuk internal maupun eksternal,” ujar Wakil Ketua I MUI Kepri, Azhar Hasyim, kemarin.

Menurutnya, MUI mempunyai peran yang sangat strategis, terutama dalam hal pembinaan umat. Dijelaskannya, MUI juga punya tanggungjawab untuk mewujudkan tatanan negara yang aman dan damai. Berangkat dari pemikiran tersebut, tentu perlu adanya peningkatan kapasitas, baik itu struktur organisasi MUI sendiri maupun kader-kader MUI.

“Kita juga harus mempersiapkan kader-kader yang militan. Karena proses regenarasi dalam tubuh MUI Kepri harus terus berlanjut,” paparnya.

Ditambahkannya, diera digital sekarang ini, banyak pengaruh-pengaruh negatif yang harus diwaspadai. Bahkan penyebaran paham radikalisme, terorisme dan komunisme sudah merambah kedunia-dunia sosial.

“Untuk mencegah jangan timbulnya kelompok-kelompok radikal, terorisme, dan komunisme perlu adanya pembinaan umat. MUI yang diisi ulama dari berbagai organisasi keagamaan punya tanggungjawab untuk mencegah hal itu,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten III Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum yang mewakili Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, MUI memiliki banyak tugas dan tanggungjawab. Yakni sebagai pengawal keyakinan agama, pendidik umat, melakukan kaderisasi, memberikan fatwa.

“Selain itu juga memberikan masukan kepada dunia, tentang perkembangan-perkembangan umat islam yang terjadi,” ujar Syamsul Bahrum.

Ditegaskannya, penguatan kapasitas organisasi MUI memang sangat dibutuhkan. Apalagi diera digital sekarang ini, media sosial tidak lagi sehat. Karena sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang berbau pornografi dan sebagainya.

“Selain itu, MUI juga punya tanggungjawab dalam mengembangkan ekonomi syariah di Provinsi Kepri ini,” jelasnya.(jpg)

Petani dapat Bantuan Traktor dan Sepeda Motor

0
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyerahkan bantuna traktor kepada Kepala Dinas Pertanian Natuna Tengku Fauzal Tambusai di kantor Bupati Natuna. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pertanian Kabupaten Natuna menerima bantuan sarana
pertanian dan peternakan untuk meningkatkan kemandirian petani di Natuna. Bantuan tersebut berupa satu unit traktor dan satu unit sepeda motor.

Bantuan sarana pendukung pertanian diserahkan langsung Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal kepada Kepala Dinas Pertanian Pemkab Natuna Tengku Fauzan Tambusai di halaman kantor Bupati Natuna usai upacara 17 hari bulan, Jumat (17/11).

Hamid Rizal mengatakan, satu unit traktor pertanian yang diserahkan kepada Dinas Pertanian adalah bantuan Kementerian Pertanian dalam mendukung pecanangan program swasembada pangan di Natuna dan menuntut kemandirian petani.

“Bantuan traktor ini sangat bermanfaat. Karena sarana pendukung pertanian masih kurang, teknis pengelolaanya di Dinas pertanian,” kata Hamid Rizal, usai uji coba menghidupkan mesin traktor.

Kepala Dinas Pertanian Pemkab Natuna Tengku Fauzan mengatakan, satu unit traktor bantuan Kementerian Pertanian akan diserahkan pengelolaannya kepada usaha pengelolaan jasa (UPJ). Saat ini Dinas Pertanian sudah membentuk UPJ di setiap Kecamatan.

“Traktor ini tidak lagi kami serahkan langsung kepada petani. Tapi UPJ yang kelola, petani bisa sewa di UPJ, tentu dengan biaya sewa yang sudah dimusyawarahkan dan disepakati,” kata Fauzan.

Dikatakan Fauzan, pengelolaan sarana pertanian lebih efektir dikelola UPJ dibanding langsung diberikan kepada petani. Dan sistem ini sudah diatur Pemerintah untuk kemandirian petani, sarana pertanian akan lebih terawat dan terkelola maksimal.

Sementara satu unit sepeda motor kata Fauzan, adalah bantuan dari Pemerintah Provinsi kepada Dinas Pertanian untuk mendukung program sapi induk wajib bunting (Siwab) di bidang perternakan yang digalakkan Pemerintah.

Dikatakan Fauzan, Kementerian Pertanian menargetkan Natuna sebagai daerah cadangan beras organik ditanah air. Tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal, namun direncanakan diekpor karena Natuna berada diperbatasan negara tetangga.

“Tetapi Natuna masih kekurangans sarana pertanian untuk mengejar target itu. Tentu kekurangan ini menjadi pemicu, menambah edukasi kepada petani dan meningkatkan sumber daya saat ini. Dan memang di Natuna kekurangannya pada petani, karena 80 persen adalah lebih cenderung nelayan,” sebut Fauzan. (arn)

KIA Mulai Dibagikan di Anambas

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Disduk capil Kabupaten Kepulauan Anambas serahkan Kartu Identitas Anak (KIA) ke sejumlah sekolah tingkat dasar yang ada di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur (18/11). Jumlah KIA khusus Anambas kurang lebih ada 3500 KIA.

Kabid Pelayanan Pencatatan sipil Kabupaten Kepulauan Anambas Agus Riadi, mengatakan, KIA tersebut sama halnya dengan KTP (Kartu Tanda Penduduk) hanya saja berlaku pada anak usia dini.

“Dengan KIA, maka siswa-siswi yang ada di anambas terdaftar di disduk capil. Dengan KIA dapat mempercepat proses pembuatan akte kelahiran,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Pendataan penduduk di tingkat usia dini akan terus dilakukan sehingga data penduduk dari usia dibawah umur sampai dewasa benar-benar valid sehingga mempermudah pendataan yang dilakukan oleh dinas pendudukan dan catatan sipil kabupaten anambas sekaligus menjadi program pemerintah.

Kegiatan tersebut dilakukan agar kesadara Orang tua terhadap pentingnya akte kelahiran terhadap anak sangat dibutuhkan disegala bidang. “Kita dari Disduk capil memfasilitasi kegiatan tersebut guna pendataan yang valid,” tukasnya.

Sebelumnya Dinas Kependudukan Kabupaten Kepulauan Anambas terus menggesa pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Hingga saat ini Dinas terkait sudah mencetak sekitar enam ratus kartu dari tiga ribu keseluruhan jumlah yang bakal dicetak.

Kepala Bidang pelayanan dan pencatatan sipil Kabupaten Kepulauan Anambas Agus Riadi, mengaku optimis, target keseluruhan tiga ribu KIA ini akan rampung pada bulan November 2017 ini. “Semua sudah terdaftar, tinggal penanganan dari kita, mudah-mudahan akhir November mendatang Kia sudah selesai dan langsung dibagikan kepada pemilik identitas,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Pendistribusian KIA ini pun, diakuinya bakal dilakukan setelah tiga ribu KIA telah selesai tercetak. Pembuatan KIA ini, diakuinya telah diatur dalam Permendagri nomor 2 tahun 2016. “Mekanisme pembuatan KIA pun dibagi yakni anak usia 0 hingga lima tahun yang tidak dilengkapi foto. Kemudian usia lima tahu ke atas hingga usia 17 tahun kurang satu hari yang KIA nya dilengkapi dengan foto,” ungkapnya lagi. (sya)

Menunggak, Tetap harus Dilayani

0

batampos.co.id – Di balik masih banyaknya keluhan terkait pelayanan, BPJS Kesehatan Cabang Batam mencatat ada 103 ribu peserta BPJS Kesehatan di Batam yang menunggak pembayaran dari tahun 2000-2017. Total tunggakan mencapai Rp 51,3 miliar.

Dari jumlah itu, mayoritas merupakan peserta mandiri. Nilai premi yang tertunggak mencapai Rp 47,9 miliar. Sedangkan badan usaha ada sekitar 431 perusahaan dengan nilai tunggakan sekitar Rp 3,4 miliar.

“Rata-rata yang menunggak ini memang tidak mampu,” kata Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Batam, Rahim Irham, Selasa (14/11).

Rahim menyebutkan, dilihat dari grafik tunggakan, umumnya bergerak naik dua tahun terakhir. Ia menilai, bisa jadi ada kaitannya dengan lesunya ekonomi Batam, sehingga yang tidak mampu makin sulit membayar.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Batam, Robert membenarkan yang menunggak umumnya kurang mampu. Ada juga karena kurangnya kesadaran membayar, sehingga baru tergopoh-gopoh saat sakit dan butuh pelayanan BPJS Kesehatan.

“Ini sebenarnya bisa diatasi dengan kerja sama Pemda. Kan Pemko Batam punya program untuk yang kurang mampu. Jumlahnya 100 ribu jiwa, namun baru 38 ribu jiwa terdaftar. Masih ada kuota 620 ribu. Sayang kalau tak terpakai, apalagi kalau ada anggarannya,” sebut Robert.

Lalu bagaimana nasib peserta BPJS Kesehatan yang menunggak ketika tiba-tiba mendadak sakit dan harus dirawat di Faskes lanjutan (Rumah Sakit), haruskah ditolak dan dibiarkan mati?

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan dr Retri Flori HS menjelaskan, pihak faskes lanjutan tetap wajib melayani.

“Keluarga pasien diberi waktu melunasi tunggakan dan denda 3 x 24 jam,” ujar dokter yang akrab disapa dokter Ori.

Namun jika berobat di faskes tingkat pertama, kepesertaan wajib aktif. “Lagian kalau di tingkat pertama biasanya belum parah, kalau sudah dirujuk nah itu wajib dilayani,” katanya.

Dengan demikian, faskes tingkat lanjutan tidak boleh menolak pasien. Kalaupun tenggat waktu 3×24 jam tak dilunasi tunggakan tersebut, pihak keluarga atau pihak rumah sakit bisa berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk mencari jalan keluar terbaik.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Pelanggan BPJS Kesehatan Batam, Maucensia Septiana N mengatakan, seharusnya tidak lagi ada peserta yang terlambat membayar. Sebab, fasilitas tempat pembayaran semakin banyak dan makin mudah diakses.

Selain itu, untuk badan usaha pembayarannya menggunakan sistem open payment. Namun mulai 1 Februari 2018, semua harus ikut ketentuan baru. Open paymet tidak ada lagi, tapi harus post payment. Pembayaran rutin paling lambat setiap tanggal 10.

Namun, jika terlanjur menunggak, pemerintah kini memberikan keringanan. Selain tetap dilayani di Faskes tingkat lanjutan dalam tempo 3×24 jam sebelum keluar RS, juga ada keringanan pembayaran denda.

Sejumlah warga sedang menunggu antrian saat mengurus kartu BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Selasa (14/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Misalnya telat dua tahun, maka bayarnya cukup bayar satu tahun plus bulan berjalan, jadi 13 bulan dulu,” katanya.

Maucensia juga mengatakan, faskes sama sekali tak boleh menolak pasien. Ketentuan itu diatur di Permenkes 28/2015. Bahkan, jika seorang pasien datang dan lupan membawa kartu JKN-KIS-nya, tepat harus langsung dilayani. Keluarga pasien juga punya waktu 3×24 jam untuk menunjukkan kartu JKN-KIS-nya itu.

“Pokoknya pasien ditangani dulu, baru administrasi faskes tanya punya JKN-KIS atau tidak, bawa atau tidak,” ujar Maucensia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, peserta BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) -Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang menunggak hingga jumlahnya mencapai 103 ribu jiwa, tidak bisa diidentikkan dengan miskin tidaknya peserta tersebut.

“Bisa jadi tak melanjutkan karena pindah dan lainnya,” katanya, Jumat (17/11) pekan lalu.

Ia membenarkan, ada program Jamkesda dan Jamkesmas Pemko Batam yang terintegrasi ke JKN-KIS untuk menanggung premi 100 ribu warga Batam yang kurang mampu. Namun setelah dilakukan verifikasi, hanya 44 ribu yang berhak mendapatkannya. Saat ini, sudah digunakan 38 ribu.

“Data yang kami gunakan itu data BDT (Basic Data Terpadu) tahun 2015 dari Kemensos,” katanya.

Terkait sejumlah pemberi layanan kesehatan milik pemerintah, baik di tingkat satu (puskesmas) maupun tingkat dua (RSUD) yang masih kurang sehingga pasien BPJS Kesehatan masih banyak yang belum mendapatkan layanan kesehatan maksimal, Didi mengatakan kedepan akan menambah jumlah puskesmas yang disesuaikan dengan pemekaran kecamatan dan kepadatan penduduk, serta luas wilayah.

Begitupun dengan RSUD Embung Fatimah yang akan dilakukan peningkatan pelayanan dengan menambah ruang isolasi, peralatan medis, dan juga tenaga spesialis, seperti dokter spesialis bedah saraf.

“Kami juga melakukan tindakan preventif untuk membudayakan hidup sehat,” katanya. (nur/cr17)