Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12848

Kemajuan Sepakbola Nasional Bergantung Pelatih Usia Dini

0
Pelatih Nasional Indra Sjafri saat melakukan choaching Clinic di aula Unrika Batuaji, Senin (23/10). Choching Clinic dan seklaigus bedah buku milik Indra Sjafri. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Acara Coaching Clinic dan Bedah Buku bersama Coach Indra Sjafri sukses terselenggara di Auditorium Unrika, Senin (23/10).

Event yang digagas Batam Pos bersama Penerbit Erlangga ini diikuti kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari guru olahraga dan pelatih-pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kepri.

“Antusias peserta cukup bagus. Semoga para peserta bisa menerapkan ilmu yang diberikan dari pelatih Indra Sjafri,” ujar Penanggung jawab Event Organizer Batam Pos, Herman Mangundap.

Acara yang berlangsung selama tiga jam penuh yang dimulai sejak pukul 9.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB ini dipandu pengamat sepakbola asal Kepri, Chris Triwinasis sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Indra Sjafri menekankan pentingnya pembinaan atlet sepakbola usia dini atau grassroot untuk kemajuan persepakbolaan nasional.

Banyak pertanyaan yang ditujukan kepada pelatih timnas Indonesia U-19 ini tentang penurunan performa seorang pesepakbola nasional yang sudah menginjak usia dewasa atau senior.

“Di tingkat junior, kita bisa berprestasi. Tapi bila sudah berada di tingkat senior, prestasi kita malah menurun. Tentunya ada masalah di segi transisi pembinaan dari junior ke senior,” beber Indra Sjafri.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya diberikan kesempatan bermain kepada pemain-pemain muda.

“Saat ini banyak klub yang lebih memilih mendatangkan dan memainkan pemain senior atau berpengalaman, mahal dan dari luar negeri daripada menggunakan pemain muda lokal yang berpotensi,” kata Indra Sjafri.

Pelatih asal Padang ini menitikberatkan tentang filosofi grassroot atau pembinaan pemain usia dini (usia 6-12 tahun) kepada peserta Coaching Clinic dan Bedah Buku ini.

Filosofi grassroot berisi tentang semua anak usia 6-12 tahun harus diberikan kesempatan bermain. Sepakbola di usia segitu bisa dimainkan di mana saja, tidak ada diskriminasi, menarik dan tetap menjunjung tinggi fair play.

“Sepakbola tidak boleh membuat anak stress, tapi harus membuat anak senang,” sebut pelatih berlisensi A AFC ini.

Tugas pelatih usia dini disini yaitu bisa melihat bakat dan potensi anak, serta bisa dikembangkan semaksimal mungkin sehingga mampu mencetak pesepakbola handal. Selain itu pelatih harus bisa memunculkan semangat, memotivasi dan mendorong tim.

“Pelatih usia dini tidak boleh intervensi anak. Pelatih juga harus sabar,” tutur pelatih 54 tahun ini.

Untuk itu diperlukan peranan pelatih usia dini dalam membangun sebuah tim. Tim tidak harus bagus dari segi teknis tapi juga harus memikirkan sikap atau attitude sehingga tim tersebut bisa dicintai masyarakat.

Seusai menjelaskan materinya, para peserta diberikan sesi tanya jawab langsung dengan pelatih Indra Sjafri. Kemudian langsung dilanjutkan dengan coaching clinic, yakni cara menggiring bola, merebut bola dan strategi dasar dalam bermain sepakbola.

Salah satu peserta, yakni Yulisman mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan seperti ini.

Trek record Indra Sjafri sendiri dinilainya sangat berhasil dalam mencetak pemain-pemain muda potensial.

“Dengan mengikuti acara ini, kami ingin mengukur sejauh apa level kemampuan kami dalam melatih anak-anak,” jelas pelatih SSB Bermuda ini.

Yulisman berharap seusai kegiatan ini bisa memajukan SSB-SSB di Kota Batam dan sanggup mencetak pemain sepakbola berkualitas,” tutupnya. (cr16)

 

 

Tunggu Permohonan Pemprov ke Pemko Batam

0
Puluhan penderita kanker di Tanjungpinang, mendatangi RSUD Provinsi Kepulauan Riau, Ahmad Thabib, untuk meminta solusi, agar dokter spesialis Onkologi bisa didatangkan kembali. F. Humas RSUD untuk Batam Pos

batampos.co.id – Koordinasi intensif Pemko Tanjungpinang dengan Pemprov Kepri ihwal penugasan kembali dokter spesialis onkologi di Tanjungpinang mulai menemukan titik terang. Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan, masuknya kembali layanan kesehatan bagi pasien penderita kanker, tinggal menunggu waktu.

“Informasinya tinggal menunggu surat permohonan dari Pemprov ke Pemko Batam,” tutur Lis, Senin (23/10) kemarin.

Sebagaimana yang diketahui bersama, bahwasanya satu-satunya dokter spesialis onkologi yang bertugas di Tanjungpinang beberapa waktu lalu ditarik Pemko Batam, selaku instansi yang membawahinya, lantaran keputusan sepihak wali kotanya agar setiap dokter yang bertugas di luar daerah kembali ke Batam. Keputusan ini berimbas timpang bagi penderita kanker yang ada di Tanjungpinang lantaran pasien yang hendak berobat mesti menyeberang ke Batam.

Karena itu, perlu campur tangan Pemprov Kepri selaku pengelola RSUD Provinsi agar meminta kelonggaran kepada Pemko Batam terkait penugasan dokter spesialis onkologi ke Tanjungpinang.

Karena kebutuhan ini terbilang mendesak, Lis meminta kepada jajaran instansinya turut membantu dengan segala hal yang bisa dilakukan agar proses percepatan perpindahan dokter ini bisa lekas dilakukan.

“Karena sebagaimana mestinya, kita mengharapkan rumah sakit kita lengkap,” tutur dia.

Sehingga jika layanan tertentu tak didapat di RSUD Tanjungpinang. Masyarakat memiliki pilihan untuk mendapat pelayanan di RSUD Provinsi Kepri, yang tentunya diharapkan lebih lengkap dibandingkan RSUD kota atau kabupaten. (aya)

Proyek Tak Terlaksana, OPD Harus Punya Alasan Tepat

0
M Rudi, Walikota Batam
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengatakan, tak persoalkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait proyek fisik yang tak selesai November mendatang jika memiliki alasan yang tepat.

“Kalau tak selesai, alasan tepat, selesai masalah dong. Kecuali dia tak kerja, itu tak betul,” kata Rudi, kemarin.

Ada beberapa kendala di lapangan yang kerap tak memuluskan pekerjaan proyek. Salah satunya lahan, namun ia meyakini era baru Badan Pengusahaan (BP) Batam persoalan ini tak akan ada, karena pihaknya berencana akan bicarakan lebih awal.

“Mudah-mudahan legalitas lahan bisa kita duduk kan diawal, bukan sambil berjalan. Hari ini sambil jalan ini, kita surati awal tak ada jawaban, kalau menunggu lama, terpaksa sambil jalan,”imbuhnya.

Menurutnya, jika lahan sudah jelas, penganggaran pun akan mudah. Dengan demikian, proyek akan berjalan tanpa kendala. Satu sisi perencanaan Pemko Batam juga lebih matang. “Apalagi (pimpinan) BP (Batam) baru, bagus ini kita bicarakan awal,” ucapnya.

Namun demikian, jika pengerjaan proyek yang telah ditentukan waktunya dan pelaksana proyek tak mampu lakukan. Pihaknya akan menandai perusahaan terkait.

“Kami akan di black list, ini sudah ketentuan berlaku seluruh Indonesia,” pungkasnya. (cr13)

Persit Korem Juara Lomba Tumpeng Hias

0
Persit KCK Korem 033-WP dan tumpeng yang menjadi juara perlombaan kreativitas tumpeng hias, MInggu (22/10). F. Dok Persit Korem 033-WP untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Persit KCK Korem 033-WP berhasil meraih juara 1, dalam ajang perlombaan kreativitas tumpeng hias, yang ditaja Tanjungpinang City Center (TCC) Mall, bekerjasama Asosiasi Pengusaha Muslim se-Indonesia Alisa Khadijah-ICMI, dan Citra Sari Catering, di Atrium TCC Mall, Minggu (22/10).

“Alhamdulilah, Persit KCK Korem 033-WP, berhasil jadi pemenang dengan nilai terbaik, yang menghasilkan tumpeng sesuai dengan komposisi penilaian yang kita harapkan,” jelas Ketua Panitia, Kartika Kusumastuti, usai mengumumkan hasil perlombaan tersebut.

Kartika menjelaskan, Persit KCK Korem 033-WP, berhasil memenangkan penilaian lomba dari empat aspek. Mulai dari kreasi, cita rasa, keserasian dan kebersihan.

“Dari empat kriteria penilaian, semuanya sangat baik. Terutama rasa dan penampilan, tentunya menjadi hal utama yang menentukan kemenangan mereka. Sehingga bisa mengalahkan 11 peserta lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, lomba tumpeng hias ini tentunya bertujuan untuk menciptakan keterampilan di bidang kuliner, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

“Tujuan acara ini ialah bagaimana kita bisa meningkatkan potensi diri, khususnya di bidang kuliner. Minimal dari kegiatan ini bisa menggali keterampilan yang dimiliki para kaum ibu. Sehingga nantinya dapat menghasilkan sesuatu yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” terangnya.

Menurutnya, kepiawaian para kaum ibu dalam membuat tumpeng hias, tentunya bisa dijadikan sebuah bisnis yang menguntungkan bagi keluarga.

“Keterampilan dalam membuat sajian kuliner dapat dijadikan peluang usaha yang baik, disamping mengurus segala kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Namun itu semua kembali ke kitanya, apakah mau melakukannya atau tidak,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap berawal dari perlombaan ini kedepannya bisa memberikan gagasan kreatif bagi para kaum ibu untuk melakukan sesuatu yang berguna demi kemajuan perekonomian keluarga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat besar bagi para kaum ibu untuk kedepannya,” imbuhnya.

Marcom TCC Mall, Dera Kartika, mengatakan kegiatan tumpeng hias ini merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan yang disuguhkan selama lima hari di bulan Oktober, sejak Rabu (18/10) hingga Minggu (22/10) kemarin.

“Acara yang disuguhkan, tentunya menarik. Diantaranya, ada pameran festival kuliner makan sehat, Cooking Live, serta lomba melatih skill dari para kaum ibu dalam membuat tumpeng hias yang enak dan lezat,” terang Dera.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya TCC Mall selalu berupaya terus mendukung untuk memfasilitasi berbagai kegiatan positif yang dapat memajukan pengembangan masyarakat dari segala aspek.

“Selain sebagai pusat bisnis, TCC Mall juga bisa digunakan sebagai tempat untuk memfasilitasi baik organisasi masyarakat maupun komunitas lainnya untuk berkreasi melakukan hal positif,” imbuhnya. (cr20)

Polisi Ringkus Komplotan Pengedar Ganja

0
Kapolresta Barelang Kombes Hengki (tengah) didampingi Kasat Narkoba Kompol Arwin dan kanit menunjukan barang bukti narkotika jenis ganja saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (23/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang meringkus komplotan jaringan pengedar ganja di Batam. Ada lima pelaku yang ditangkap polisi dari beberapa lokasi tersebut.

Adapun lima orang pelaku yang berhasil dibekuk itu yakni Abdul Halim, 40, Sazili, 44, Ramli Hanafih, 46, Suharto, 45 dan Muhammad Rafi, 38.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, penangkapan terhadap kelima pelaku bermula dari adanya informasi masyarakat yang mengatakan bahwa ada seseorang yang membawa narkoba jenis ganja.

“Dari informasi itu, kami amankan Halim beserta dua paket ganja yang mau di jual. Halim kita amankan di Perumahan Karisma Indah Sagulung,” katanya.

Dari penangkapan itu, selanjutnya polisi kembali melakukan pengembangan. Dari keterangan Abdul Halim, ia mendapatkan ganja itu dari Ramli Hanafi dan Sazili. Mereka pun berhasil dibekuk polisi di kawasan Bukit Clara, Batamcenter, Rabu (18/10).

Kemudian, polisi kembali melakukan introgasi kepada Ramli dan Sazili. Dari keterangannya, mereka dapat barang itu dari Suharto dan Muhammad Rafi. Polisi pun melakukan penyelidikan di lapangan dan meringkus Suharto dan Rafi dari Komplek Ruko Puri Selebritis, Nongsa.

“Jadi total barang bukti yang kita amankan seberat 1.346 gram atau 1,3 kilogram,” tuturnya.

Saat ini, kelima tersangka telah ditahan di Mapolresta Barelang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) junto pasal 111 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancamannya, hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” imbuh Hengki.

Sementara iutu, dari pengakuan Sazili, ia mendapatkan barang haram itu dari salah seorang wanita yang bernama Mida. Namun, Sazili tidak mengetahui dimana keberadaan Mida. Selama ini, ia memesan ganja hanya melalui sambungan telepon.

“Dia antar melalui orang suruhannya. Orangnya ganti-ganti, saya tidak kenal,” ujarnya singkat. (cr1)

 

Golkar Minta Transparansi, Pemko Minta Koordinasi

0

batampos.co.id – Fraksi Golkar memberikan penekanan agar Pemko khususnya Tim Perumus Anggaran Daerah (TPAD) transparan di setiap anggaran penerimaan yang didapat Pemko. Utamanya anggaran penerimaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Biasanya anggaran bantuan dan lain-lain dari pusat dan provinsi itu selalu berubah dipertengahan jalan. Umumnya bertambah. Dan informasi sejenis ini yang kami harap, diinformasikan pemko agar transparan,” tutur juru bicara fraksi Golkar, Simon ditemui usai paripurna, Senin (23/10).

Dalam pembacaan pandangan fraksi Golongan Karya, disampaikan catatan kepada pemko Tanjungpinang agar memegang teguh prinsip transparansi. Dalam setiap penerimaan dan pengeluarn PAD dan APBN. Sehingga perubahan-perubahan yang terjadi dalam sumber penerimaan, tak menimbulkan kesan penerimaan yang disembunyikan.

“Yang kami inginkan adanya laporan mengenai dana tambahan itu, kemana alokasinya dan lain-lain. Sehingga benar-benar transparan,” sambung dia.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah memastikan satuannya telah bekerja sesuai koridor transparansi yang diwajibkan kepada aparat pemerintah.

Pemerintah Kota dalam tiap terjadinya perubahan anggaran, lanjut Lis, cukup menginformasikan melalui pemberitahuan. ” Tak sampai membahas yang bagaimana-bagaimana. Dalam melaksanakan kebijakan harusnya kita juga jemput bola,” tutur Lis mengharapkan adanya sinergitas dari DPRD.

Sehingga DPRD dalam menjalankan fingsi budgeting, dapat memanggil Pemko untuk meminta kejelasan. Melalui rapat kerja dan forum sejenis lainnya. Untuk mendapatkan informasi pendanaan dan menjalankan fungsi pengawasannya. (aya)

Polisi Tangkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam

0
Dendi Purnomo. Foto: yusuf hidayat / batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dendi N Purnomo, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Senin (23/10) sore. Dendi ditangkap di rumahnya di Komplek Pengairan, Seiharapan, Batam. Diduga, Dendi menerima suap terkait proses pengurusan perizinan dan penanganan limbah B3.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian membenarkan penangkapan Dendi tersebut. Namun Kapolda enggan menjelaskan lebih detail.

“Masih dikembangkan. Besok diinfokan lagi, Mas,” kata Kapolda melalui pesan Whatsapp, tadi malam.

Hal senada disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Lutfi Martadian. Ia membenarkan pihaknya menangkap Dendi di rumahnya, kemarin. Namun setali tiga uang dengan Kapolda, Lutfi juga enggan membeber kasus yang disangkakan terhadap Dendi tersebut.

“Besok (hari ini, red) aja mas,” tuturnya singkat.

Sementara sumber Batam Pos di Polda Kepri menyebutkan, dalam OTT tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 25 juta. Ia menyebut, uang tersebut merupakan setoran awal dari pengusaha yang hendak mengurus izin di DLH Kota Batam.

“Benar, itu DP (down payment/uang muka, red) di OTT,” katanya.

Sumber lainnya menyebutkan, uang Rp 25 juta tersebut merupakan uang suap terkait penanganan limbah berbahaya dan beracun (B3) di sebuah perusahaan yang bergerang di sektor shipping cargo di kawasan Batuampar.

Setelah ditangkap di rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB, Dendi langsung diboyong ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan. Hingga pukul 23.50 tadi malam, Dendi masih diperiksa.

Saat diperiksa Dendi masih mengenakan baju dinas PNS Pemko Batam. Sejumlah rekan dan kerabat Dendi terlihat mendatangi Mapolda. Bahkan mereka rela duduk lesehan di ruang pemeriksaan lantaran tak diperbolehkan masuk.

Namun jelang tengah malam, satu per satu kerabat Dendi meninggalkan Mapolda Kepri. Beberapa di antaranya mengaku khawatir Dendi ditahan.

“Bapak pasti ditahan. Karena ini kasus OTT langsung,” ujar kerabat Dendi di Mapolda Kepri, tadi malam.

Penangkapan Dendi juga diketahui sejumlah warga di Komplek Pengairan. Mereka mengatakan, Dendi diciduk sekitar pukul 15.00 WIB. Sejumlah polisi terlihat membawa Dendi masuk mobil dan langsung pergi.

“Kami tak tahu masalahnya apa,” ujar warga yang enggan ditulis namanya, kemarin.

Hasil penelusuran Batam Pos, Dendi memiliki dua rumah di Komplek Pengairan, Seiharapan. Rumah yang pertama di nomor 29. Ini Ini merupakan rumah dinas fasilitas dari Otorita Batam (sekarang BP Batam). Sebab dulu Dendi merupakan pegawai Otorita Batam.

Rumah tersebut tertutup rapat. Tidak seorang pun di dalam rumah. Terlihat mobil sedan pelat merah dengan nomor polisi BP 16 C terparkir di garasi.

Kemudian rumah kedua Dendi di nomor 155. Seperti halnya rumah yang pertama, rumah bergaya retro tersebut juga terlihat sepi. Hanya ada dua mobil terlihat terparkir di garasi.

“Tadi dia ditangkap di rumah nomor 155 itu,” kata warga lainnya.

Setelah menangkap Dendi di rumahnya, polisi juga menggeledah kantor Dendi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam di Sekupang. Ada beberapa dokumen yang diambil polisi.

“Infonya besok mau datang lagi,” ujar seorang sumber. (ska/gas)

Spesialis Ngutil Tas Jemaat Gereja Dibekuk Polisi

0

batampos.co.id – Poltak S warga perumahan Taman Lestari Batuaji dibekuk aparat kepolisian Sagulung, Senin (23/10).

Pria 49 tahun merupakan spesialis pelaku pencurian tas jemaat Gereja dan tamu undangan pesta pernikahan di wilayah Sagulung, Batuaji, Bengkong dan Lubukbaja.

Dari tangan ayah dua anak ini, polisi mengamankan 15 buah tas wanita dengan isi tas yang berbeda-beda mulai dari ponsel, perlengkapan kosmetik, uang tunai, perhiasan emas dan dokumen pribadi lainnya. Harta benda para korban yang dicuri Poltak sejak setahun belakangan ini mencapai ratusan juta rupiah.

Poltak ditangkap berdasarkan laporan dari Rolika Batuara, isteri anggota Polsek Sagulung yang kehilangan tas berisikan uang tunai sebesar Rp 2 juta dan dua unit ponsel pintar dengan total kerugia mencapai Rp 10 juta, saat mengikuti kebaktian di salah satu gereja di Kaveling Baru, Sagulung, Minggu (8/10) lalu.

Dari laporan itu polisi melakukan pengembangan dengan melacak keberadaan unit ponsel korban yang hilang menggunakan peralatan IT yang ada. “Setelah dilacak ternyata dua unit ponsel ini ada di rumah pelaku. Kami ke sana dan benar ponsel itu digunakan oleh anggota keluarga pelaku,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto.

Saat didatangi polisi, Poltak tak bisa mengelak, sebab selain menjumpai dua ponsel tersebut, di rumahnya juga terdapat berbagai jenis tas yang dicurinya dari jemaat gereja ataupun tamu undangan ke pesta pernikahan selama setahun terakhir ini. “Tak bisa ngelak dia. Saat kami tanyakan tas-tas itu diapun mengaku kalau semua tas itu hasil curiannya selama ini,” kata Hendrianto.

Tas-tas tersebut kata Hendrianto merupakan hasil curian Poltak selama setahun terakhir ini. Sasaran dari aksi kriminal Poltak ini umumnya adalah jemaat gereja dan tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan.”Dia ini pemain musik, jadi sering diundang ke tempat ibadah atau pesta pernikahan. Kesempatan itu dimanfaatkan dia untuk mengambil tas jemaat ataupun tamu udangan pesta nikah yang hadir,” terang Hendrianto.

Untuk melancarkan aksi pencurian itu, Poltak tak segan-segan melibatkan isteri dan dua anaknya.”Dalam menjalankan aksi pencurian ini, dia melibatkan isteri dan anaknya. Mereka bagi tugas, dia atau istrinya yang mengalihkan perhatian korban (tamu undangan atau jemaat gereja) dengan ajak ngobrol, sementara anaknya disuruh tarik tas korban yang diletakan dibawa kursi atau bangku,” tutur Hendrianto.

Meskipun demikian dalam kasus tersebut polisi hanya menahan Poltak sebagai tersangka. Dua anak dan isterinya hanya sebagai saksi sebab dipaksa oleh Poltak untuk terlibat dengan aksi kriminalnya itu. “Dua anaknya masih sekolah jadi tak bisa juga kami paksakan jadi tersangka. Isterinya juga demikian kalau isterinya ikut ditahan dua anaknya siapa yang urus,” tutur Hendrianto.

Dari hasil penyelidikan sementara Poltak diketahui sudah 20 kali melakukan aksi pencurian dengan modus dan sasaran yang sama. Kerugian para korban umumnya diatas Rp 10 juta. “Sebelum laporan terakhir ini, dia juga beraksi di gereja HKI Kaveling Baru. Itu korbannya adalah pengantin wanita yang sedang mengikuti prosesi pernikahan di gereja. Kerugian korban mencapai Rp 25 juta. Datang lapor masih pakai pakain pengantin korban,” tutur Hendrianto.

Poltak sendiri kepada wartawan mengakui perbuatannya itu. Dia sudah beraksi di banyak gereja dan lokasi pesta pernikahan. Tidak saja di wiayah Batuaji dan Sagulung, dia juga kerap mengambil tas jemaat gereja di Lubukbaja dan Bengkong. “Di gereja KHBP Lubukbaja tiga kali, kalau di Bengkon dua kali. Selainnya di Batuaji dan Sagulung,” aku Poltak.
Dia mengaku nekad mencuri karena memang sudah lama menganggur. “Dulu kerja di galangan, tapi sudah putus kontrak. Sudah setahun ini saya nganggur,” katanya.

Atas perbuatannya itu Poltak diancam pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. (eja)

 

Jelajah Nusantara Pikat Kunjungan Malaysia ke Yogyakarta

0

Jelajah Nusantara dilaksanakan dalam rangka memperingati 60 tahun kerjasama diplomatik Indonesia-Malaysia yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017 di Yogyakarta.

“Program ini diyakini akan memberikan dampak baik serta meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara masuk ke dalam negeri khususnya dari Malaysia ke Yogyakarta,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani di Jakarta, Minggu, (22/10).

Wanita yang kerap disapa Kiki itu menjelaskan, Kegiatan seperti ini merupakan cara yang paling efektif adalah memperkenalkan langsung destinasi wisata kepada para endorser ataupun para stakeholder pariwisata dalam negeri maupun mancanegara.

“Ini bukan hanya sekedar bidang pariwisata dan ekonomi saja, sebaliknya kegiatan ini akan mengeratkan silaturahim antara dua negara ini yang terjalin sejak turun temurun karena berasal dari rumpun yang sama,” ujar Kiki.

Kemenpar sendiri memberikan dukungan dalam Jelajah Nusantara berupa Jersey Wonderful Indonesia, souvenir eksklusif dan mengundang 5 orang jurnalis asal Malaysia untuk meliput kegiatan tersebut.

Jelajah Nusantara ke Yogyakarta itu diikuti 120 peserta. Pada hari pertama (21/10) seluruh peserta dijamu dengan gala dinner. Pada hari kedua (22/10), pagi harinya para peserta langsung bergegas dan siap menggowes sepedanya ke destinasi-destinasi yang ada di Yogyakarta.

“Seluruh peserta terlebih dahulu menikmati sunrise di Candi Borobudur. Kemudian start di area Candi Borobudur dan berakhir di pendopo Royal Ambarukmo Hotel, dengan jarak tempuh kurang lebih 60 km. Sepanjang perjalanan, peserta sengaja melewati setiap lokasi terpilih dengan rute-rute menarik, aman, dan menyenangkan,” ujar Kiki.

Setelah aktivitas bersepeda selesai, di hari berikutnya pada tanggal 23-25 Oktober 2017. Peserta akan mengunjungi beberapa obyek wisata baru dan terkenal dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 di Yogyakarta seperti Punthuk Setumbu dan Rumah Doa Bukit Rema dan lainnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengkategorikan famtrip itu sebagai selling, dalam framework BAS Branding, Advertising, Selling yang menjadi rumus strategi promosi Kemenpar.

“Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini publik traveler. Karena itu, harus menggunakan media Malaysia yang dibaca oleh masyarakat di sana,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Karena itu, famtrip itu sendiri menjadi sangat penting dikelola dengan baik, agar hasil laporan mereka post famtrip-nya menarik. Kesan itu harus dibangun dengan baik, direncanakan dengan baik, dan memiliki destinasi yang juga baik untuk diceritakan ke publik mereka. (*)

Transfer Penjualan Narkoba di Money Changer

0
Kapolres Karimun menuangkan sabu ke dalam ember berisi air panas disaksikan tersangka Muslem (paling tinggi baju biru). F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 1 kg narkotika jenis sabu hasil penangkapan Tim WFQR Lanal Tanjungbalai Karimun bersama Patroli Lantamal IV di Perairan Karimun Anak beberapa waktu lalu, dimusnahkan di Polres Karimun, Senin (23/10). Pemusnahan disaksikan tersangka Muslem alias Panjang dan Ramli.

Tersangka Muslem alias Panjang mengatakan, bahwa salah satu caranya mendapatkan sabu sebanyak 1 kg dari Malaysia karena sudah kenal dengan bandar sabu di Johor Bahru, Malaysia. ”Meski sudah kenal, pembeliannya harus bayar dulu dan barang (sabu, red) baru dikirim,” ujarnya.

Begitu uang selesai dikirim, baru sabu diserahkan kepada Ramli, tekong kapal yang menjemput dan membawa ke Karimun. Menurutnya, uang pembelian sabu ditransfer melalui salah satu money change yang ada di Tanjungbalai Karimun. Nilainya mencapai Rp 210 juta.

Sementara alamat transfer adalah HO. “Nama lengkapnya saya tidak tahu. Yang jelas, kirim uang lewat money changer lebih praktis dan tidak banyak syarat,” ujar Panjang.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengatakan, salah satu hasil penyidikan oleh Sat Res Narkoba diketahui pengiriman uang untuk membeli sabu yang dilakukan tersangka Muslem alias Panjang dilakukan lewat money change. ”Kalau kirim uang klewat bank dalam jumlah yang banyak sudah tentu banyak pertanyaan. Apalagi ke luar negeri,” jelasnya.

Lanjut Kapolres, dengan adanya pengakuan dari tersangka tentang pengiriman uang melalui money change untuk kejahatan, maka dihimbau kepada pemilik money change untuk selalu berhati-hati. Artinya, jangan asal terima saja jika ada warga yang akan mengirim uang dalam jumlah besar. Jangan sampai, money change jadi tempat transaksi kejahatan. (san)