Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12869

Bangun Pagi, Jangan Lupa Minum Air Putih, Manfaatnya …

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kebiasaan mengonsumsi air putih bisa menghidrasi tubuh sepanjang hari. Idealnya, seseorang minum 8 gelas dalam sehari dan bisa dimulai saat bangun tidur.

Saat bangun tidur di pagi hari, tubuh pasti kekurangan cairan (dehidrasi). Sepanjang malam istirahat, tubuh seharian lelah bekerja, maka organ-organ tubuh juga perlu cairan yang cukup untuk menjalankan aktivitas selanjutnya.

Oleh karena itu, minum air putih sangat vital bagi tubuh untuk mencukupi cairan tubuh sesegera mungkin saat bangun tidur. Bahkan sebaiknya dilakukan sebelum menyikat gigi.

Berikut enam manfaat besar minum air di pagi hari sebagaimana dilansir Boldsky:

1. Tubuh Lebih Bugar

Minum pertama di pagi hari akan membuat tubuh bugar kembali. Energi akan terisi kembali dan organ-organ tubuh akan kembali berfungsi dengan baik, sehingga dapat memberi tubuh dukungan cairan sebelum mulai menyantap makanan.

2. Baik Bagi Pencernaan

Minum air putih, 60 detik setelah bangun tidur, akan bermanfaat baik bagi pencernaan. Penelitian telah menunjukkan minum segelas air ukuran besar akan memperbaiki pencernaan dalam kurun waktu 1,5 jam hingga 24 jam.

3. Tangkal Racun

Minum air putih saat bangun tidur juga bisa menghalau racun dan membantu fungsi ginjal dalam menyaring darah. Bahkan, air akan membuat tubuh terasa lebih kenyang sehingga sarapan tak berlebihan.

4. Daya Tahan Tubuh Lebih Kuat

Air akan mengisi bagian tengah tubuh dengan zat yang tidak mengandung kalori, sehingga membuat seseorang merasa lebih kenyang. Terhidrasi di pagi hari akan memperkuat dan menjaga kerangka limfatik agar tak rentan terhadap penyakit.

5. Cegah Penyumbatan di Usus Besar

Selain itu, kurangnya hidrasi juga terkait dengan kadar kortisol. Tidak cukup minum air di pagi hari akan memungkinkan usus besar mengalami penyumbatan.

6. Kulit Cerah

Air juga dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan berkilau. Bila tubuh terhidrasi dengan baik, kulit tetap bersih, halus, dan kenyal.

(ika/ce1/JPC)

Juara yang Dihujat

0

Kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air, Liga 1 berakhir sudah. Bhayangkara FC dinobatkan sebagai juara.

Mengemas poin 68 atau sama dengan Bali United, klub binaan Polri itu unggul head to head. Penyebabnya, musim ini The Guardian–julukan Bhayangkara FC–sukses membungkam Serdadu Tridatu–julukan Bali United–dua kali berturut-turut. Baik dalam laga home di Stadion Patriot Bekasi, maupun saat melawat ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Bali.

Meski kalah di laga terakhir melawan Persija Jakarta dengan skor 1-2 Minggu (12/11) kemarin, namun anak asuh Simon McManamy tetap menjadi juara. Meskipun di saat bersamaan, Bali United menumbangkan Persegres Gresik United tiga gol tanpa balas.

Selepas itu, Evan Dimas dan kawan-kawan pun berpesta. Pendatang baru yang dulunya bernama Persikubar hingga Persebaya menjadi juara baru.

Euforia dirasakan seluruh pemain, ofisial, manajemen, dan tentu saja keluarga besar Polri.

Kendati demikian, di tengah euforia itu muncul sorotan. Status juara yang disandang Bhayangkara FC terasa janggal. Pasalnya, kontroversi menyelimuti hajatan Liga 1.

Banyak yang kecewa dengan PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara.

Ada yang bilang jika status juara yang diberikan kepada Bhayangkara FC dipaksakan. Ada juga yang bilang sebuah konspirasi.

Penyebabnya adalah, vonis terhadap Mitra Kukar yang menguntungkan Bhayangkara FC. Komdis PSSI “memenangkan” Bhayangkara FC. Skor yang semula 1-1 menjadi 3-0 untuk Bhayangkara FC.

Bak ketiban durian runtuh, Bhayangkara FC mendapat tambahan dua poin. Artinya, juara di depan mata. Sementara Bali United yang habis-habisan untuk bisa menang atas tuan rumah PSM Makassar meradang.

Pengorbanan mereka di Stadion Andi Mattalata seolah sia-sia. Diteror, diintimidasi, hingga ditimpuki penonton harus dirasakan Irfan Bachdim dan kawan-kawan demi bisa mencuri poin penuh.

CEO Bali United Yabes Tanuri menyebut jika Liga 1 adalah Liga Sinetron Indonesia. Selepas itu, ramai-ramai para superstar lapangan hijau menghujat PSSI dan LIB.

Mereka menyebut ada konspirasi di balik titel juara yang diraih Bhayangkara FC.

Mitra Kukar yang merasa jadi korban juga ikut-ikutan protes. Sayang, tim beralias Naga Mekes itu hanya emosi sesaat. Harapan pecinta sepak bola Tanah Air agar Mitra Kukar protes ternyata hanya angan. Cuma isapan jempol.

Jadilah Bhayangkara FC mulus melaju menjadi juara Liga 1. Bali United yang kadung kecewa tetap tak terima. Mereka menasbihkan diri sebagai The People Champion. Bukan juara PSSI.

Herannya, justru banyak yang memberikan ucapan selamat kepada Bali United ketimbang Bhayangkara FC. Mungkin, salah satu tolok ukurnya adalah duel sengit antara PSM melawan Bali United yang berkesudahan 0-1 untuk tim asal Pulau Dewata.

Ya, itulah Liga Indonesia. Penuh kontroversi. Gonta-ganti pimpinan. Dari politisi hingga militer. Dari terpidana hingga pengusaha. Tetap saja menimbulkan kontroversi.

Banyak yang lucu dan aneh.

Entah karena apa, terlalu banyak persoalan yang menimpa sepak bola negeri ini. Induk organisasi sepak bola itu kerap dipolitisir. Hasilnya ya begitu. Selalu bikin heboh. Bukan kualitas kompetisi yang heboh, tapi kontroversinya yang luar biasa hebohnya.

Bagi saya, salah besar jika Bhayangkara FC disalahkan sepenuhnya. Mereka hanyalah kontestan. Sama seperti Bali United, PSM, Persib Bandung, dan tim lainnya.

Boleh dibilang, mereka juga menjadi korban amburadulnya kompetisi. Bhayangkara FC hanya berusaha menjadi yang terbaik. Sama seperti klub lain. Mengejar prestise sebagai yang terbaik di Tanah Air.

Berada di posisi Bhayangkara FC memang tidak mengenakkan. Mereka menjadi juara atas kerja keras dan keringat.

Naas. Mereka malah dihujat. Kesalahan PSSI dan LIB harus mereka tanggung.

Bhayangkara FC menjadi juara yang dihujat.

Terlepas dari itu semua, marilah berpikir positif terhadap Bhayangkara FC. Jika ingin disalahkan, tujukan kepada PSSI dan LIB. Merekalah yang memutar kompetisi. Kontroversi yang mereka ciptakan telah mencederai semangat fair play.

Semoga, ke depan sepak bola Indonesia makin baik. Manajemen yang baik akan menghasilkan kompetisi yang berkualitas. Tentunya harus menjunjung tinggi rule of the game yang sudah ditetapkan FIFA maupun AFC.

Sehingga, tidak ada lagi Bhayangkara FC yang lain. Juara yang dihujat.

Salam olahraga. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Biaya per KWh Tetap tapi Abonemen….

0
Ilustrasi meteran listrik (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

batampos.co.id – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Andy Noorsaman Sommeng mengklaim rencana penyederhanaan golongan daya listrik bertujuan untuk memberi kebebasan kepada pelanggan dalam mengonsumsi listrik dengan kapasitas besar.

Di samping itu, penyederhanaan golongan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dengan mengoptimalkan besaran daya listrik.

“Jangan hanya sebagai untuk nyalain lampu. Sebenarnya untuk alat produksi semakin banyak bisa berproduksi. Semakin banyak orang bisa berproduksi apalagi sekarang internet of things (IoT) bisa dari rumah tadinya bisa masak kue terus bisa dipasarkan, kan untuk meningkatkan itu,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Selain itu, Andy menegaskan penambahan daya tidak akan membuat tarif listrik ikut melonjak. Pemerintah telah menjamin tarif listrik tetap stabil setidaknya hingga akhir tahun ini.

“Harga kWh-nya enggak berubah,” terangnya.

Sementara itu, untuk biaya abodemen pelanggan listrik, pihaknya masih akan melakukan pembahasan apakah akan disamakan atau tidak.

Abodemennya itu akan dibicarakan secara detail,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi. Kebijakan ini dipastikan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. (cr4/ce1/JPC)

Pak Wakil Menteri ESDM Sebut Daya Listrik 4.400 VA lebih Bermanfaat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Nanti, tidak ada lagi listrik berdaya 1.300, 2.200, dan 3.300 VA untuk rumah tangga nonsubsidi.

Semua golongan tersebut dayanya dinaikkan menjadi 4.400 VA.

Lantas, apa manfaatnya bagi masyarakat? Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan kebijakan itu dilakukan dalam rangka memberi kemudahan kepada masyarakat. Terutama, dalam penggunaan alat elektronik secara bersamaan yang membutuhkan kapasitas besar.

“Ini sederhana sekali, (daya) 1.300 VA misalnya. Pasang kulkas, AC, dan setrika mati enggak (listriknya)? Kemungkinan mati. Nah, ini yang akan kita naikkan dayanya,’’ terang Arcandra.

Lebih lanjut dia menjelaskan, meski dayanya naik menjadi 4.400 VA, tarif listrik diusahakan sama. Untuk informasi, saat ini tarif listrik 1.300 VA adalah Rp 1.467 per kWh.

’’Jadi ada penyederhanaan golongan dengan harapan tarifnya sama,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11).

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng menyebut, penambahan daya listrik berguna untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Misalnya, bagi mereka yang mempunyai usaha dan membutuhkan daya besar. Secara tidak langsung akan terbantu dengan kebijakan tersebut.

“Apalagi sekarang era internet of things, bisa bisnis dari rumah. Artinya, orang di rumah itu yang tadinya bisa masak kue, bisa langsung dipasarkan. Untuk meningkatkan yang seperti itu sebenarnya,” tandas Andy.

Saat ini, pemerintah terus mematangkan rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut. Untuk pelanggan yang sudah memasang daya tinggi seperti 4.400 VA sampai 12.600 VA, nanti dijadikan 13.000 VA. Sedangkan pelanggan daya di atas itu, akan di-loss stroom.

Bagaimana dengan golongan subsidi 450 VA yang memiliki pelanggan 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA sebanyak 6,5 juta rumah tangga? Pemerintah memastikan tidak ada perubahan sama sekali. (cr4/JPC)

 

Pelanggan PLN “Dipaksa” Naik Daya

0

MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

batampos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan dengan golongan

  • 900 VA tanpa subsidi,
  • 1.300 VA,
  • 2.200 VA, dan
  • 3.300 VA.

Nantinya, semua golongan tersebut akan ‘dipaksa’ dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Sementara golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir menegaskan, pihaknya tidak akan memberi kenaikan tarif dari rencana penyederhanaan tersebut.

Selain itu, perseroan juga akan menanggung biaya penggantian Mini Circuit Breaker (MCB) atau yang biasa kita sebut meteran untuk daya listrik sebesar 1300 – 5500 VA.

“Tidak ada kenaikan tarif dan kita upayanya nantikan ada rencana positif bagi kepentigan masyarakat yang ingin tambah daya mereka ingin tidak membayar. Kami lagi berhitung, permisi dulu sama pak Jonan (Menteri ESDM). Nanti ketentuannya ada. Mudah mudahan bisa dilaksanakan,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/11/2017).

“Jadi misalnya daya 1300 – 5500 VA tidak ada biaya kenaikan. Ganti mcb apa nanti biaya dari PLN niatnya gitu,” tambahnya.

Disinggung soal kemampuan anggaran, PLN mengklaim mampu menanggung biaya penggantian meteran setiap rumah yang memiliki kapasitas 1300 – 5500 VA. Dengan demikian, diharapkan masyarakat bersedia meningkatkan kapasitas daya listriknya.

“Cukuplah, ga banyak,” tandasnya.

Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. (cr4/JPC)

Desember, Ada 4 Titik Pengurusan Paspor di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto memastikan bahwa awal Desember akan diresmikan Unit Layanan Paspor (ULP) Harbourbay, awal Desember tahun ini.

“Bersamaan dengan peresmian MPP (mall pelayanan paspor, red). Presiden resmikan MPP, Menkumham resmikan ULP,” katanya pada Batam Pos, Senin (13/11).

Ia mengatakan saat ini renovasi bangunan untuk ULP ini sudah hampir rampung. Hanya tinggal melakukan sentuhan akhir, dibeberapa bagian. Dibentuknya ULP Harbourbay ini, karena Lucky melihat begitu tingginya permintaan pembuatan atau perpanjangan paspor di Batam.

Dalam sehari bisa, masyarakat yang mengurus paspor mencapai angka ratusan orang. Ia mengatakan antrian via Whatsaap, melayani sebanyak 250 orang dalam seharinya. Selalu penuh setiap harinya. Tak pernah ada jeda.

“Heran juga, selalu banyak dan ramai. Animo masyarakat cukup tinggi,” tuturnya.

ULP Harbourbay ini, kata Lucky awalnya akan melayani hanya puluhan orang. Karena personel imigrasi di sana terbatas.

“Tapi nantinya akan bertambah. Seiring bertambahnya jumlah personel,” ungkapnya.

Ia berharap nantinya ULP Harbourbay dapat mengurangi jumlah antrian masyarakat di Kantor Imigrasi Batamcenter.

Awal Desember, ada empat tempat yang melayani proses ke imigrasian yakni

  1. ULP Harbourbay,
  2. unit layanan di Mall Pelayanan Publik,
  3. unit pelayanan khusus TKI di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
  4. Kantor Imigrasi Batamcenter. (ska)

Farazila Ciptakan Hobi Tenis Meja Jadi Prestasi

0
Farazila Amtar saat bertandi dalam ajang Kejuaraan daerah (Kejurda) 2016 di Batam. Ia berhasil meraih juara tiga dalam ajang tersebut. F. Dokumen pribadi untuk Batam Pos.

batampos.co.id Keseriusan yang berawal dari sekedar hobi menjadi motivasi bagi, Farazila Amtar untuk bisa meraih ukiran prestasi di bidang olahraga tenis meja. Atlet muda berbakat satu ini merupakan salah satu atlet petenis meja putri yang siap berlaga mewakili Kota Tanjungpiang, untuk meraih gelar juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda), yang berlangsung di Batam, Senin (27/11) mendatang.

Memiliki usia yang masih terbilang belia, gadis yang akrab disapa Fa,18, ini sudah menyumbangkan segudang prestasi yang patut untuk dibanggakan di bidang olahraga tenis meja.

Diantaranya, berhasil meraih juara 1 dalam ajang O2SN Kota Tanjungpinang tahun 2015, juara 1 Walikota Cup tingkat SMA dan SMK tahun 2017, juara 2 O2SN Provinsi Kepri tahun 2015, juara 3 Kejurda Batam 2017, juara 3 tunggal putri Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), juara 2 ganda putri Popda, dan lainnya.

“Prestasi yang berhasil diraih itu semuanya mewakili Kota Tanjungpinang,” ungkapnya kepada Batam Pos, Jumat (10/11).

Menurutnya ukiran prestasi itu tentunya tidak mudah didapat begitu saja. Semuanya itu bisa berhasil karena dibarengi dengan keyakinan yang kuat serta latihan keras yang betul-betul harus difokuskan.

Wanita berparas cantik ini menceritakan, awal ia menyukai olahraga tenis meja itu sudah dimulai sejak ia duduk di kelas lima SD, melalui hobi yang ditularkan ayahnya yang juga sangat menyukai olahraga tersebut.

Waktu terus berlalu, orang tua semakin mendukung hingga memasukkannya ke salah satu tempat pelatihan tenis meja di Club Nuansa, pada tahun 2011. Disitu, dirinya terus berlatih hingga berani untuk mencoba mengikuti ajang olahraga yang diselenggarakan pemerintah daerah melalui sekolah.

“Keinginan pertama tampil itu karena memberanikan diri. Saya berfikir, untuk apa setiap hari saya terus berlatih, kalau akhirnya tidak berani untuk mencoba tampil. Untuk itu, saya coba tampil dengan mengeluarkan kemampuan yang saya miliki. Alhamdulilah dapat juara 1,” ungkapnya.

Ia mengaku prestasi yang ia dapat saat ini tentunya tak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya yang selalu setia mendukung penuh keinginannya menjadi seorang atlet tenis meja.

Tak hanya itu, dukungan dari pak Mentereng Sakti, serta Muhamad Yunus, selaku pengurus Persatuan Tenis Meja (PTM) Rajawali club yang menjadi tempatnya berlatih saat ini juga menjadi motivasi semangat baginya untuk terus berjuang, agar bisa meraih prestasi lainnya.

“Ayah sering bilang dalam bertanding jangan pernah memikirkan menang atau kalah, yang terpenting harus memberikan permainan yang terbaik. Dan itu yang sampai saat ini saya ingat, dan menjadi pesan yang berharga” ungkapnya.

Mahasiswi semester 1 fakultas Akutansi STIE Pembangunan Tanjungpinang, ini, mengakui saat ini masih banyak kekurangan yang menjadi kendala dari para atlet tenis meja di Tanjungpinang.

Seperti terbatasnya penyediaan tempat latihan, serta minimnya ketersediaan pelatih untuk melatih para atlet hingga betul-betul siap untuk melaksanakan pertandingan dalam segala ajang.

Untuk itu, ia menaruh harapan besar terhadap pemerintah daerah untuk bisa terus mendukung kemajuan atlet yang ada di Tanjungpinang, terkhususnya atlet tenis meja putri yang saat ini hanya berjumlah sedikit.

“Kita berharap, niat untuk bisa mengharumkan Kota Tanjungpinang, dengan prestasi yang dimiliki para atlet bisa didukung dengan maksimal. Seperti penyediaan tempat bertanding, serta ketersediaan pelatih yang betul-betul profesional bisa difasilitasi pemerintah,” imbuhnya. (cr20)

Pemko Buka Pendaftaran untuk Moko

0
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Mulai hari ini, Senin (13/11) Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka peluang bagi pedagang mau masyarakat umum yang ingin memiliki kesempatan untuk berjualan menggunakan Mobil Toko (Moko).

Konsep Moko ini merupakan salah satu konsep yang akan diimplementasikan pada program Tanjungpinang Night Market atau pasar malam di wilayah Kota Lama.

Pemilik toko di wilayah kota lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota, dapat melakukan pendaftaran di Kelurahan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Sementara untuk masyarakat umum, dapat mendaftar ke Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Tanjungpinang di Senggarang.

Proses pembelian mobil toko dari batuan CSR ini, pembayaran bisa dilakukan dengan cara kredit. Untuk tiga bulan pertama angsuran akan digratiskan, selanjutnya warga bisa mencicil setiap bulannya,” ujar Lis.

Melalui program pemberdayaan ekonomi kerakyatan ini, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terfokus di wilayah Bintan Center saja. Tetapi juga berkembang di wilayah Kota Lama.

“Sehingga tingkat perekonomian merata dapat tercipta di Kota Tanjungpinang,” sambung Lis.

Menurut Lis, keberadaan Tanjungpinang night market akan menambah peluang kerja bagi masyarakat di Kita Tanjungpinang. Selain itu, terobosan ini juga membuka ruang bagi UMKM dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), dengan menggunakan mobil toko, dengan begitu, Kota akan terata rapi dan akan menghidupkan kembali perekonomian di wilayah Kota Lama. (aya)

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

0
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Dikawasan ini juga akan dibuat pasa malam Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mengubah Kawasan Kota Lama menjadi pasar malam. Dipastikan pasar malam ini tidak sampai menghambat aktivitas ekonomi sehari-hari. Sebab jam operasionalnya sudah ditentukan.

“Nanti dibuka dari jam lima sore sampai jam 12 malam. Jadi tidak sampai mengganggu aktivitas siang harinya,” ungkap Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Minggu (12/11)

Untuk penempatan mobil toko (moko), sambung Lis, akan difokuskan sepanjang ruas jalan Merdeka hingga jalan Teuku Umar. Setidaknya, akan ada lebih dari 70 moko yang ditempatkan di sana. Usaha yang boleh dibuka juga bervariasi. Namun, Lis mengingatkan, tidak boleh ada yang menjual makanan basah dan belum diolah.

“Hanya diperbolehkan menjual makanan yang sudah dikemas, bukan memasak di tempat, contohnya masak nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya. Rencananya, pedagang yang menjual makanan basah, akan kita tempatkan di lokasi parkir eks bioskop gembira,” terang Lis.

Untuk moko ini, lanjut Wali Kota, warga diberi kesempatan untuk ikut dalam program ini. Namun yang menjadi prioritas pemilik toko di wilayah Kota Lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota. Ia berharap, 2020 mendatang, seluruh pedagang kaki lima sudah berjualan fortabel dengan menggunakan moko. Ke depan secara bertahap, pemko juga akan membenahi pasar baru dan menghidupkan kembali Bestari Mall.

“Mudah-mudahan upaya untuk menata kota dan meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang dapat terwujud. Tentu, ini harus ada dukungan dan keterlibatan masyarakat di Kota ini,” ucapnya.

Terobosan program Tanjungpinang Night Market diyakini akan memberi dampak secara langsung terhadap pembangunan ekonomi masyarakat dan kepariwisataan daerah.

Sekretaris Daerah Riono menambahkan, wisatawan asing yang datang ke Tanjungpinang bisa diajak menikmati suasana malam di kawasan kota lama.
Apalagi Pemko Tanjungpinang sudah menerapkan, bagi tamu yang akan melakukan kunjungan kerja, diwajibkan untuk menginap satu malam di Tanjungpinang. “Ini sebagai upaya, agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat, seperti, hunian hotel meningkat, pengunjung restoran meningkat, transportasi meningkat, bahkan akan berdampak positif bagi perkembangan UMKM di Kota ini,” ucapnya. (aya)

 

 

BP Batam Prioritaskan Lahan untuk Sekolah

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memprioritaskan alokasi lahan untuk kebutuhan sekolah, khusunya sekolah kesehatan.

“Sekolah adalah instrumen penting, jadi nanti alokasi lahan untuk sekolah akan diprioritaskan,” ujar Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Sabtu (11/11).

Banyak masyarakat yang menghendaki agar BP Batam memberikan lahan untuk sekolah. Contohnya di Batuaji. Menurut warga Batuaji, Tumbur, belum ada sama sekali sekolah menengah atas (SMA) disana.”Sehingga susah dari dulu,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Lukita mengatakan untuk membangun sekolah, pihaknya harus duduk bersama dengan Pemko Batam. Pasalnya alokasi lahan sekolah harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Dan jika kebutuhan lahan untuk sekolah menyerempet lahan yang telah dialokasikan, maka BP Batam akan berdiskusi dengan pemilik lahan. “Komitmen saya kalau di BP pasti akan kasih itu,” tegasnya.

Selain itu, sekolah khusus kesehatan dipandang penting karena merupakan salah satu sektor potensial untuk dikembangkan di Batam. Dan ia menyadari bahwa Batam perlu berbenah untuk mewujudkannya.

“Rumah Sakit BP Batam masih merah rapornya. Jadi harus benahi manajemen operasionalnya terlebih dahulu. Tapi yang pasti akan menjadi kebutuhan nantinya,” ungkapnya.

Meskipun memiliki niat mewujudkannya, tapi BP Batam juga terbentur jumlah lahan yang tinggal sedikit. Banyak lahan tumpang tindih dan terlantar yang menyebabkan banyak pembangunan penting terganggu.

Makanya BP Batam akan membuka layanan pengaduan yang bisa menampung keluhan soal lahan dari masyarakat.”Kami secara institusi bertanggungjawab, BP akan cari solusi. Surat pengaduan soal lahan banyak sekali namun belum ada balasan,” pungkasnya.(leo)