Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 12870

Warga Kembali Pagari Lahan Proyek 95 Rumah

0
Warga memagari lokasi lahan yang masih sengketa di lokasi proyek pembangunan 95 unit rumah di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Rabu (1/11) kemarin. F. Syamsi untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Untuk kedua kalinya, sejumlah warga memagari lahan proyek
pembangunan 95 unit rumah bantuan Kemenpupera Republik Indonesia di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Kali ini pemagaran dilakukan, Rabu (1/11).

Pemagaran ini adalah buntut dari persoalan sengketa lahan antara lahan warga dan lahan yang dibangun proyek pemerintah. Salah seorang Warga, Syamsi menuturkan, dirinya terpaksa mendirikan pagar di lahannya yang diambil untuk proyek karena pemerintah belum menganti lahannya. Lahan ini menurutnya sebenarnya milik dirinya dan seorang warga Batam.

“Kalau dulu yang mendirikan pagar di depan pos masuk adalah Pak Sindu, warga Batam. Tapi, pagar yang didirikannya sudah dirobohkan, karena pemerintah janji akan
menyelesaikannya. Tapi sampai sekarang, sudah 6 bulan tak selesai, makanya saya pagari lagi,” katanya.

Lahan yang dipagarnya, katanya, adalah lahan miliknya seluas 8 ribu meter persegi.
Syamsi menambahkan beberapa kali pejabat pemerintah menemuinya serta menghubungi dirinya untuk menyelesaikan lahannya. Penyelesaiannya, lahannya akan diganti dengan lahan penganti. “Tapi sampai sekarang belum ada lahan pengantinya,” katanya.

Terpisah, Asisten I Bagian Pemerintahan Setdakab Bintan Ismail mengatakan, terkait persoalan sengketa lahan ini, dipastikannya sudah ada solusinya. “Sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan yang dari Batam, tinggal menunggu pemilik lahan milik Pak Syamsi saja,” katanya. Ismail mengatakan, lahan pengantinya tetap di Desa Busung, tidak jauh
dari lokasi proyek pembangunan tersebut. (cr21)

Dirut BUP Harus Pintar Bisnis

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku belum menerima hasil Rapat Pemegang Saham (RUPS) Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Kepri. Sebelum digelarnya proses seleksi direksi BUP yang baru, Gubernur Nurdin berharap bisa melakukan evaluasi atas kinerja BUP Kepri selama ini.

“Saya belum melihat hasil RUPS BUP Kepri. Sebelum pemilihan, kita lakukan evaluasi dulu,” ujar Gubernur menjawab pertanyaan media di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, kemarin.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, ia menginkan figur yang memimpin BUP Kepri ke depan bisa berbuat lebih baik dan memberikan kontribusi dalam mengisi pembangunan di daerah. Atas dasar itu, ia berharap tim seleksi selektif dalam melakukan pengujian. Bahkan, bila perlu ada klasifikasi tertentu yang harus dilengkapi para calon.

“BUP Kepri punya tanggungjawab besar ke depan. Tentunya kota harus mempersiapkan pemimpin BUP yang profesional,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution mengatakan DPRD melihat sejauh ini, belum ada kontribusi yang diberikan BUP Kepri untuk Provinsi Kepri. Menurutnya, jika pendapatan usaha yang dikelola tidak lagi menggerus modal untuk menutupi operasional tentu sedikit lebih baik.

“Memang kiprah BUP belum maksimal. Karena terhambat oleh regulasi. Seperti belum dapatnya Kepri untuk mengelola ruang laut dalam 12 mil sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut.

Legislator Dapil Batam itu menjelaskan, ada beberapa kriteria yang menurutnya ideal untuk menjadi pimpinan di jajaran BUP Kepri ke depan. Pertama harus memiliki kecakapan dalam bidang usaha kemaritiman. Kedua punya koneksi dan relasi bisnis. Kemudian adalah milintan dalam bekerja.

“Kriteria-kriteria seperti ini kota butuhkan untuk menjalankan roda PT. Pelabuhan Kepri. Karena tuntutan dibentuknya BUP adalah sebagai tulang punggung percepatan pembangunan daerah,” papar Surya Makmur.

Seperti diketahui, sejak dibentuk tahun 2014 lalu, BUP PT. Pelabuhan Kepri sudah mendapatkan penyertaan modal dari APBD Kepri senilai Rp 25 miliar. Dari jumlah tersebut, BUP sudah menggunakaan anggaran lebih kurang Rp 3 miliar. Sejauh ini, ada tiga jenis usaha yang dikelola. Pertama adalah Pelabuhan PLTMG Dompak. Kemudian pengelolaan area labuh Tanjungberakit, Bintan. Sedangkan usaha yang lain berupa kerjasama pengelolaan Mv. lintas Kepri.(jpg)

Gubernur dan Partai Saling Tunggu

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur) sama-sama menunggu terkait pembahasan untuk menuntaskan pengganti Agus Wibowo (AW) sebagai Calon Wakil Gubernur. Bahkan pada kesempatan pertama yang diberikan, belum ada keputusan yang dihasilkan.

“Kita sudah menerima tembusan surat tersebut. Tetapi sampai saat ini, belum ada pembahasan terkait hal itu,” ujar Sekretaris Partai Gerindra Kepri, Onward Siahaan menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (1/10) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Ditanya mengenai tidak adanya respon partai pengusung atas surat yang dikirim DPRD Kepri tersebut. Legislator Komisi II DPRD Kepri yang juga merupakan Anggota Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya menunggu Gubernur untuk menduduk persoalan ini.

“Yang jelas masih ada kesempatan untuk kita membuat keputusan. Karena setelah ini, ada surat kedua yang dikirim pimpinan DPRD Kepri,” papar Onward.

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepri, Abdul Basit mengatakan dirinya sudah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai pengusung. Ia yakin, dalam waktu dekat ini, Gubernur akan membuat mengusulkan satu nama sebagai pengganti AW.

“Sudah ada pembicaraan, semua butuh proses. Apabila sudah tiba waktunya, Gubernur akan kirimkan nama pengganti tersebut,” ujar Basit.

Sedangkan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri, Syarafuddin Aluan belum memberikan respon terkait hal ini. Terpisah, Wakil Ketua Partai Nasional Demokrat, Fajrin juga mengatakan belum ada pembicaraan khusus untuk penentuan pengganti AW. Pasalnya surat tersebut baru diterima partai pertanggal 26 Oktober 2017 lalu.

“Karena permintaan DPRD tentu harus dikomunikasikan. Hanya soal waktu saja, karena semua butuh proses,” ujar Fajrin.

Sedangkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan surat DPRD Kepri sudah disampaikan ke masing-masing partai pengusung. Diakuinya, sampai saat ini belum ada keputusan yang dibuat. Menurut Gubernur, secara pribadi ia ingin persoalan ini segera tuntas.

“Kita ingin melakukan pertemuan. Tetapi kebanyakan Ketua Partai ada Bupati, selain itu ada juga DPRD. Sehingga punya kesibukan masing-masing,” ujar Gubernur menjawab pertanyaan media di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Sebelumnya, Akademisi STISIPOL Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan tuntas atau tidaknya polemik Wagub Kepri terpulang kepada Gubernur. Menurutnya, ketika Gubernur menginginkan adanya seorang Wagub, ia akan berupaya untuk menyelesaikan ini. Sebaliknya jika responnya hanya menunggu, indikasi tidak menginginkan adanya Wagub.(jpg)

Polisi Duga Dua Proyek Lainnya di Umrah Dikorupsi

0
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri mengawal empat tersangka korupsi Universitas Raja Ali Haji (Umrah) saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (31/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua proyek lainnya di Universitas Maritim Raja Ali Haji diduga juga dikorupsi. Dugaan ini mencuat, disebabkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dua proyek ini merupakan tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan barang program Integrasi Sistem Akademik dan Administrasi di Umrah yang merugikan negara Rp 12,3 miliar dari nilai proyek 30 miliar.

“Soal itu (dua proyek,red) masih akan didalami. Dan menunggu hasil dari BPKP atas kerugian negaranya,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (1/11).

Sam menuturkan tahun 2015 ada tiga proyek, dan baru yang diusut pihak kepolisian proyek pengadaaan sistim akademik. Tiga proyek merupakan program untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Umrah, yang dikucurkan dari dana APBN.

Dua proyek lainnya yang diduga dilakukan korupsi yakni pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman. Dana untuk pengerjaan proyek ini sebesar Rp 40 miliar dikerjakan oleh PT KI.

Lalu proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan, dengan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT AIT. “Ketiga proyek ini sudah selesai, dan jalan hingga saat ini,” ungkap Sam.

Terkait dua proyek pengadaan sarana dan pra sarana, yang diduga dikorupsi ini disebutkan Sam akan disidik setelah kasus pertama selesai dulu

Dari sumber Batam Pos di kepolisian, disebutkan bahwa proyek ini baru akan disentuh tahun depan. “Tahun ini masih mengembangkan dan menyelesaikan dugaan korupsi proyek paket yang pertama,” ungkap sumber itu.

Terkait dengan empat orang tersangka kasus dugaan pengelembungan atau mark up, proyek pengadaan sistim akademik. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka ini. (ska)

Izin Bandara Matak Berakhir Desember

0
Izin Bandara Khusus Matak, Anambas, akan berakhir Desember mendatang. Tampak operasional salah satu maskapai komersil di bandara tersebut, beberapa waktu lalu. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Keputusan Menteri Perhubungan No 195 tahun 2012 tentang penerbangan umum di Bandara Khusus Matak akan segera berakhir Desember mendatang. Sehingga perlu perpanjangan kembali supaya penerbangan bisa terus ada penerbangan, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Keputusan Menteri Perhubungan (KP) No195 th 2012 ini berlakunya cuma lima tahun, sehingga akhir tahun ini harus sudah diperpanjang lagi,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman, kemarin (1/11).

Jika Keputusan Menteri Perhubungan yang baru sudah keluar, maka itulah yang menjadi acuan yang harus harus dipatuhi maskapai yang saat ini menggunakan bandara tersebut.
“Kalau KP sudah keluar, maka seluruh maskapai yang menggunakan Bandara Matak harus ikut aturan di dalamnya,” ungkapnya lagi.

Diakuinya, akan ada perubahan pada isi dari KP tersebut, karena dari sisi pengelola juga sudah berbeda. Sebelumnya bandara tersebut dikelola oleh perusahaan ChonocoPhilips, sementara sekarang dikelola oleh Medco Energi. “Perubahan pasti ada, tapi apapun perubahannya tetap menunggu KP itu keluar,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sesuai dengan aturan perundang-undangan, bila satu daerah sudah memiliki bandara sendiri maka bandara khusus tidak boleh digunakan untuk penerbangan komersial. Kecuali atas izin Menteri Perhubungan. “Maka dari itu dibuat KP untuk mengizinkan penerbangan komersial di Bandara Matak,” jelasnya.

Saat itu Menteri Perhubungan memberi izin kepada pengelola untuk mengoperasikan Bandara Matak untuk penerbangan komersil. Bila izin perpanjangan operasional Bandara Matak diperpanjangan, maka dua bandara yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas bisa dimanfaatkan untuk penerbangan komersil. “Dua-duanya bisa jalan,” tutupnya. (sya)

Manado Jawara WITF 2017 Berakhir Sukses

0

Widi International Fishing Tournament (WIFT) 2017 berakhir Minggu (29/10) malam.

Lomba memancing berskala global ini membuat Halmahera Utara semakin moncer sebagai destinasi wisata bahari dunia.

Dengan total hadiah mencapai Rp 200 juta, Tim Mancing Mania Manado keluar sebagai juara Piala Bergilir Presiden 2017 di WIFT 2017 dengan total poin 221,35. Mereka berhak mengantongi hadiah sebesar Rp 100 juta.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya memberikan dua jempol buat ide kompetisi memancing untuk meningkatkan sektor pariwisata di gugusan kepulauan Laut Banda ini.

Menurut Arief, Pemprov Maluku Utara sudah punya mimpi besar untuk mendorong Halmahera Selatan sebagai salah satu tujuan wisata memancing dunia.

Mantan Direktur Utama PT. Telkom ini percaya, kegiatan WIFT ini bakal meramaikan media sosial pemancing-pemancing mancanegera itu dan berimbas pada promosi masif Pulau Widi sebagai lokasi wisata memancing baru di dunia.

“Semangat ini pantas mendapat apresiasi. Jangan lupa, kegiatan sport tourism seperti ini media value-nya sangat besar. Peserta profesional akan memviralkan aktivitas mereka . Nanti semakin banyak wisatawan mancanegara tahu keindahan alam laut dan mancing di Halmahera Selatan. Promosi ini mereka membuat pulau Widi di Halmahera Selatan semakin mendunia,” papar Arief Yahya.

Piala bergilir Presiden RI diserahkan langsung Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba kepada juara Tim Mancing Mania Manado, dalam acara penutupan di Pelabuhan Laut Babang, Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Ajang ini menyabet tiga rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sekaligus. MURI memberikan penghargaan kepada WIFT sebagai event memancing internasional dengan kapal nelayan terbanyak, mencapai 50 kapal.

Selain itu, event ini mampu mendatangkan peserta mancanegara dengan jumlah terbanyak, sebanyak 50 tim terbagi dalam 37 tim dalam negeri dan 13 tim luar negeri berpartisipasi dalam kompetisi ini. 13 tim mancanegara berasal dari Amerika Serikat, Timor Leste, Prancis, Swiss, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, India dan Singapura.

“WIFT 2017 juga meraih rekor MURI sebagai pelopor wilayah pertama di Indonesia sebagai destinasi wisata mancing internasional. Semua peserta yang mayoritas dari luar negri juga sangat terpukau dengan keindahan alam Maluku Utara,” kata Abdul Gani disela-sela penutupan WIFT 2017.

Abdul Gani menyebut, kesuksesan WITF 2017 membuat Maluku Utara menjadi pusat ekonomi baru berbasis Maritim bersifat inovatif dan ramah lingkungan demi membuat Indonesia menjadi pusat maritim di dunia.

Dia memaparkan, sebagai penghasil ikan terbesar di Halmahera Selatan, Maluku Utara memiliki menempati rangking ke-9 dari 34 provinsi di Indonesia dengan potensi sumber daya hasil laut terbesar. Produksi ikan di Maluku Utara mencapai 1 juta ton.

Berangkat dari data tersebut, Abdul Gani mengundang jago-jago pancing dari seluruh dunia untuk mencoba sensasi memancing di Halmahera Utara, surga memancing baru di Indonesia .

Orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Maluku Utara ini sekaligus mempromosikan destinasi wisata lain selain bahari. Selama berada di Maluku Utara, bukan cuma memancing, mereka bisa berkeliling mengunjungi tempat -tempat bersejarah seperti Istana Kesultanan Ternate, dan melihat panorama gunung api terbesar di Maluku, Gunung Gamalama.

Puas dengan dua destinasi itu, para pemancing bisa mengunjungi peninggalan Benteng Tolukko, bangunan peninggalan bersejarah bangsa Portugis di Nusantara. Turis bisa menikmati pemandangan matahari tenggelam di sini.

Bangsa Portugis membangun Benteng Tolukko di atas Bukit Batuan Beku memanjang ke arah Barat laut Tenggara. Konstruksi benteng ini terdiri dari campuran batu kali, batu karang, serta pecahan batu bata direkat dengan kapur dan pasir.

Benteng ini memiliki tiga bastion (menara pengintai), ruang bawah tanah, halaman dalam, lorong, serta bangunan utama berbentuk segi empat. Benteng bernama asli Benteng Santo Lucas ini memiliki jalur -jalur rahasia bagi para tawanan untuk kabur

“Bila ke Ternate wisata Anda semakin lengkap. Mulai dari wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata kuliner, sampai wisata bahari, mulai dari pemandangan bawah air sampai puncak gunung, Maluku Utara memiliki wisata nomor satu,” tandasnya.(*)

Siap-siap untuk Bintan Moon Run 2017

0

Bintan Moon Run (BMR) 2017 kembali digelar.

Lomba lari di malam hari dalam suasana terang bulan ini rencananya akan dihelat pada 4 November 2017 di Teluk Lagoi, Bintan Resort. ” Sangat menarik dan meriah pastinya. Ini karena Moon Run bukan seperti lomba lari sehari-hari, tapi berlari dalam suasana terang bulan di danau buatan yang akan memberikan pelari dan keluarga nilai lebih dalam rangkaian malam yang menyenangkan, mencerahkan dan menarik,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi.

Lebih lanjut Apri menambahkan, lomba yang digelar di Kawasan Treasure Bay yang dilengkapi kolam berkonsep pantai 6,5 hektar terbesar di Asia Tenggara ini diharapkan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, khususnya Singapura.

“Kami targetkan sedikitnya 1000 peserta akan mengikuti lomba ini, dimana separuhnya kami harapkan peserta dari mancanegara,” lanjutnya. Perhelatan unik kolaborasi Bintan Resorts dengan Adventure Singapore dan Firefly Connections.ini didukung juga didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

BMR 2017 dibagi kedalam tiga kategori yaitu 10 Km Competitive, 2.5 Km Sarong Run dan 1.2 Km Parent & Child Run. Competitive Run jarak 10 km diperuntukkan bagi atlet dari semua tingkatan baik untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman.
”Lomba ini tidak hanya diikuti oleh pelari profesional saja, pelari pemula bisa juga mengikuti Bintan Moon Run 2017,”tambahnya.

Sementara itu, Pemilik Firefly Connections Lyndon Yeo mengatakan olahraga lari di malam hari di pinggiran danau buatan kawasan Lagoi Bay ini digabungkan dengan rekreasi dan hiburan musik festival adalah sebuah kemasan yang cantik dan selalu dirindukan wisatawan.

“Kami kolaborasikan lomba lari dengan Soundscape Music Festival. Nantinya para peserta maupun keluarga, teman-teman, serta pengunjung umum lainnya bisa bergabung dalam acara rekreasi dan pesta konser musik Soundscape. Ayo silahkan ke Bintan,” kata Lyndon Yeo. Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, wilayah Crossborder Great Batam benar-benar menjadi salah satu andalan Kemenpar untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Terbuki, di mana-mana crossborder bisa menjadi generator baru untuk menembus wisatawan mancanegara. Nah, Bintan punya semua. Atraksi, amenitas serta akses juga lengkap. Bintan harus terus menjadi pendulang yang produktif,” kata Arief Yahya.

Ya, Bintan Resorts telah menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Amenitasnya? Saat ini ada sepuluh resort pantai independen, empat lapangan golf, serta berbagai fasilitas rekreasi dan atraksi yang berada di dalamnya. Atraksi manmade-nya, seperti sport tourism dan event tourism sangat popular di Singapore dan Malaysia. Nature-nya, sudah pasti memiliki keunggulan dan menjadi komplementer buat Singapura yang tidak memiliki pantai, hutan, bakau, dan bawah laut.

“Dan aksesnya sangat mudah, hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari satu jam dari Singapura. 3A nya sudah oke, Bintan Moon Run 2017 juga salah satu langkah konkret untuk mendatangkan wisatawan. Sukses untuk Bintan dan terus berinovasi,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

Desember KPPBC Pratama Dabo Singkep Jadi Kantor Pembantu

0

batampos.co.id – Kepala Kantor KPPBC Pratama Dabo Singkep Tony Leonard resmi meninggalkan kantor Bea Cukai Dabo Singkep, sejalan dengan penurunan status kantor tersebut sesuai dengan PMK188/PMK01/2016. Dihitung dari penerbitan PMK tersebut, Bea Cukai Dabo Singkep hanya memiliki waktu sebulan lagi untuk beroperasi secara mandiri.

“Selanjutnya, kantor ini menjadi kantor bantu di bawah naungan KPPBC Madya tipe B Tanjungpinang,” kata Leonard saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (1/11) siang.

Leonard menambahkan, penurunan tingkat kantor KPPBC Pratama Dabo Singkep ini sedang berlangsung, seperti saat ini kelapa kantor mutasi namun tidak ada penunjukkan pengganti. Begitu juga dengan pegawai lainnya yang nantinya akan dilakukan mutasi sesuai dengan arahan yang ada.

Selain pegawai, aset dan lainnya juga akan menunggu keputusan dari KPPBC Madya tipe B Tanjungpinang. Seperti kapal, senjata dan lainnya, diperkirakan Leonard akan dipindahkan ke Tanjungpinang atau tetap di tempatkan di kantor pembantu Dabo Singkep.

Selanjutnya, masih Leonard, jumlah petugas yang tetap tinggal di kantor bantu juga akan diputuskan oleh KPPBC Tanjungpinang. Namun pada tahap awal, Leonard akan digantikan oleh salah seorang pelaksana tugas yang saat ini masih dibicarakan di Tanjungpinang.

“Karena pegawai yang tinggalkan tidak dapat mengambil kebijakan. Jadi masih diperlukan pelaksana tugas,” ujar Leonard.

Ketika ditanya terkait penurunan status kantor tersebut, Leonard mengatakan banyak sebab yang mengharuskan penurunan status kantor KPPBC Pratama Dabo Singkep ini. Salah satunya, tidak adanya pemasukan untuk negara yang dihasilkan oleh kantor KPPBC Pratama Dabo Singkep.

Tercatat, pendapatan yang dihasilkan KPPBC Pratama Dabo Singkep pada 2013 yakni sebesar 900 juta dan menurun terus pada tahun-tahun selanjutnya. Akhirnya hingga saat ini, KPPBC Pratama Dabo Singkep sama sekali tidak mendapat pemasukan untuk negara, kantor itu hanya sebatas pengawasan saja.

Selain itu, penurunan status kantor Bea Cukai Dabo Singkep ini sesuai dengan peraturan terbaru yang mengharuskan setiap kepala kantor tidak lagi dipimpin oleh pejabat bergolongan eselon IV, namun harus pejabat dengan status eselon III.

“Intinya saat ini semua pergantian kantor masih dalam proses. Masih ada waktu sebulan lagi,” kata Leonard. (wsa)

Pariwisata Jalan Keluar Ekonomi Bangsa

0
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan, Minggu (20/8). F.Yusnadi/Batam Pos

Pada tahun 2018 dan 2019 pertumbuhan dan perkembangan dunia pariwisata diprediksi semakin meroket bertambah baik dan menjadi kebangkitan pariwisata Indonesia. Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam acara Indonesia Tourism Outlook 2018 yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Grand ballroom DoubleTree by Hilton Jakarta, Rabu (1/10).

“Tidak hanya dari negara Amerika atau Eropa tetapi juga dari hampir semua wilayah dunia. Baik di negara maju atau negara berkembang. Termasuk Indonesia. Kondisi ini sangat baik, hampir sudah tidak terjadi di dunia selama 10 tahun terakhir,” ujar Faisal Basri saat menyampaikan paparannya di Indonesia Tourism Outlook, Rabu (1/11).

Dirinya juga menyebut, pariwisata adalan jalan keluar atas ekonomi bangsa. Di saat banyak komoditas melemah, termasuk oil and gas, coal atau batubara, pariwisata makin melejit. “Jalan keluarnya ada di pariwisata dan kelautan yang potensinya semakin terbuka lebar,” katanya.

Lantas apa upayanya untuk bisa survive? Pemilik nama lengkap Faisal Batubara itu menjawab, harus ada upaya perubahan mindset, jangan lagi mengurus dan fokus hal-hal kecil. Misalnya perdebatan soal bebas visa. Karena dibanding kerugian akibat biaya visa yang hilang, keuntungan akan didapat dari mudahnya proses bagi calon wisatawan berkunjung.

“Yang harus dilakukan ialah melakukannya dengan tepat dan pengawasan baik. Tourism punya peran untuk menyebar pertumbuhan yang lebih merata di indonesia yang kondisi geografisnya khas dan sangat luas. Semua bisa berubah total dengan wisata,” ujarnya.

Kata Faisal, tantangan pemerintah yang utama bagaimana mengajak warga negara indonesia sendiri bisa berkunjung dan berwisata ke wilayah Indoensia sendiri. Buat orang Indonesia berwisata nyaman di negaranya sendiri. Karena sekitar 78 Juta WNI siap untuk berwisata. Kata Faisal, jangan kalah perkembangan dengan negara-negara lain yang berlomba meningkatkan layanan untuk wisatawan Indonesia.

”Contohnya saja di Jepang saat ini sudah banyak bangun Mushala dan fasilitas yang ramah Indonesia lainnya. Kita harus membenahi itu dan kesadaran lingkungan yang semakin dirasakan dan dijaga oleh masyarakat sekitar lokasi wisata harus terus dikampanyekan, sehingga pariwisata kita terus menjadi lebih baik,” tambahnya.

Menteri Pariwisata menjadi Keynote Speaker dalam acara Indonesia Tourism Outlook: Prospek dan Persoalan Pariwisata di Indonesia yang diselenggarakan oleh FORWAPAR (Forum Wartawan Pariwisata Indonesia) di Double Tree by Hilton, Jakarta (1 November 2017).

Nara sumber lain, Faisal Basri, Senior Vice President WTTC Helen Marano, dan Sarah Matthew dari TripAdvisor.. Menpar menjabarkan Kebijakan Pengembangan Pariwisata Indonesia yang mencakup Marketing Performance, Digital Tourism, and Investment Opportunity.

Menpar Arief Yahya memaparkan masalah dan solusi dalam pengembangan Pariwisata Indonesia:
“Pertama Promosi: Mengintensifkan penggunaan Digital Tourism. Kita harus berubah, karena saat ini terjadi 3 Revolusi, 3T: Telecommunication, Transportation, Tourism. Digital Tourism Revolution is a Natural Revolution., We must adapt or die!” katanya.

Kedua, lanjut Menpar Arief, Destinasi: Environmental Sustainability, ranking Indonesia masih buruk. Dalam pertemuan dengan Helen Marano, Senior Vice President WTTC, Menpar berharap untuk mendapatkan masukan benchmarking dari negara lain melalui WTTC dalam mengatasi masalah-masalah environmental sustainability.

Ketiga, ungkap Menpar Arief, Kelembagaan: De-regulasi. Di Indonesia terdapat 42.000 peraturan. Maka dari, deregulasi sangat penting.

“Yang sudah dilakukan: Ease of Entering Indonesia: Visa Free, pencabutan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT) Policy, pencabutan asas Cabotage,” jelasnya.

Lalu, lanjut Arief Yahya, harus dibuat Ease of Doing Business (FDI): 10 Bali Baru, KEK. “Harus diakui, kalau kita ingin hasil yang luar biasa, harus mengguanakan cara yang tidam biasa!” tandasnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga memaparkan perkembangan pariwisata Indonesia terkini dimana jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sampai Indonesia pada Agustus 2017 mencapai 1,35 juta wisman.

Dengan capaian ini optimis target 15 juta wisman akhir tahun 2017 akan terlampaui. “Pertumbuhan pariwisata Indonesia sangat tinggi mencapai 25,6 persen dari Januari hingga Agustus 2017. Indonesia masuk daftar top 20 in the world,” kata Arief Yahya. (*)

Kemenpar Bidik Turis Australia

0
Beberapa turis asing menikmati hidangan makanan di bawah pohon kelapa tepi pantai Palm Spring, Nongsa. Sabtu dan Minggu banyak turis dari luar negeri berkunjung ke Batam. Batam adalah nomor tiga terbanyak dikunjungi turis setelah Jakarta dan Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Wonderful Indonesia membidik Australia , salah satu negeri potensial penghasil Wisman ke Indonesia.

Tepatnya di sebelah Barat Daya Australia, Kementerian yang di-remote langsung oleh Arief Yahya itu mendukung perhelatan “Wonderful Indonesia Getaway 2017 bekerjasama dengan Southwest Indonesia Community (SIC). Kegiatannya akan berlangsung pada tanggal 4 November 2017 di Art Geo Cultural Complex, Queen Street Busselton, Australia Barat

“Kegiatan ini sebagai upaya mempromosikan Wonderful Indonesia ke publik di Australia Barat, kita akan berpromosi di even tersebut,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Profesor I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu.

Lebih lanjut Pitana mengatakan, SIC merupakan organisasi warga Indonesia yang tinggal di wilayah barat daya Australia. Melalui perhelatan ini, imbuh Pitana,
agar bisa menjadi golden opportunity bagi Indonesia untuk bisa menampilkan kecantikan budaya dan tradisi Wonderful Indonesia. “Karena kita akan mempersembahkan pertunjukan seni, tarian, teater, pertunjukan musik dan kuliner,”tambahnya.

Vinsenius menambahkan, konsep acara nantinya akan dikemas dengan beragam acara menarik seperti Harmony Parade, Travel Expo, Pameran Kerajinan, Fun Games, Musik, Dance, Painting Wajah, Bazaar Makanan dan Fashion Show.

“Acaranya sendiri akan digelar mulai jam 11 pagi hingga 4 sore, kami berharap bisa tepat sasaran dan memukau pengunjung,”ujarnya.

Rencananya acara ini akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi di Western Australia. SepertiTourism Ministry Western Australia, Hon. Paul Papalia, Konsulat Jenderal RI Ade Padmo, Walikota Busselton Grant Henley, dan Anggota Parlemen Vasse. “Dukungan yang diberikan Kemenpar sendiri adalah sponsorship dan branding Wonderful Indonesia pada berbagai materi promosi, serta pelaksanaan pertunjukkan kesenian,” lanjut VJ, panggilan akrab Vincensius.

Selain itu, imbuh VJ, dalam kesempatan tersebut juga akan diadakan kegiatan Promosi Wonderful Indonesia, berupa promosi melalui Travel Expo, pertunjukan budaya, bazar makanan Indonesia, pertunjukan musik dan penampilan tarian tradisional, permainan tradisional Indonesia dan kompetisi peragaan busana batik serta pelayanan informasi pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menambahkan, Wonderful Indonesia Getaway 2017 juga menjadi bagian dalam memenuhi target 15 juta wisman di 2017 dan 20 juta wisman di 2019. Menpar mengatakan, sangat penting untuk mengoptimalkan promosi pariwisata Indonesia di Australia yang merupakan salah satu negara fokus pasar utama. “Australia bertumbuh sangat bagus, artinya sustainability-nya oke, sizenya besar, spread-nya juga besar, apalagi dekat dengan negara kita,” ujar Menpar Arief Yahya.

Secara geografis, Australia tidak jauh untuk ke Bali,Australia kini sudah menggeser Malaysia dalam jumlah inbound ke Indonesia. Australia masuk di peringkat tiga, setelah China dan Singapore. Sebelumnya, Negeri Kanguru itu di bawah Malaysia.”Terjadi perubahan peta pariwisata yang cukup besar ke tanah air,” ungkapnya.

Kemenpar sendiri menargetkan bisa mendatangkan jumlah wisman Australia ke Indonesia hingga 1,8 juta sampai akhir tahun ini.(*)