Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1287

Geledah Rumah Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Temukan 4 HP di Plafon

0
Tersangka kasus korupsi pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Immanuel Ebenezer atau Noel. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan empat unit telepon genggam yang diduga sengaja disembunyikan di plafon rumah mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel. Temuan itu terjadi saat penyidik melakukan penggeledahan di kediaman Noel, yang berlokasi di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (26/8).

“Penyidik menemukan 4 handphone di plafon rumah yang bersangkutan,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (26/8).

Budi menjelaskan, penyidik akan mendalami lebih jauh alasan penempatan ponsel di plafon tersebut. Menurutnya, hal itu akan menjadi salah satu materi saat pemeriksaan terhadap Immanuel Ebenezer.

“Nanti kami akan tanyakan tentunya ya dalam proses pemeriksaan apakah memang sengaja disembunyikan atau memang menaruh handphonenya di plafon, ya tentu nanti dalam proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan itu juga akan ditanyakan,” ujarnya.

Selain itu, KPK memastikan seluruh data dalam telepon genggam tersebut akan dibuka untuk ditelusuri. Budi menegaskan, informasi di dalam perangkat itu berpotensi menjadi petunjuk penting dalam mengungkap perkara kasus dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Termasuk juga isi dari BBE tersebut nanti akan kita buka, kita akan melihat informasi-informasi dalam BBE tersebut yang tentu akan menjadi petunjuk, akan menjadi barang bukti bagi penyidik untuk mengungkap perkara ini,” urai Budi.

Tak hanya telepon genggam, KPK juga menyita sejumlah aset lain dari rumah Immanuel Ebenezer. Salah satunya berupa satu unit mobil Toyota Alphard, yang langsung dibawa penyidik ke Gedung KPK untuk diamankan.

“Dan juga aset dalam bentuk kendaraan bermotor roda empat dan hari ini juga langsung dibawa oleh penyidik ke K4,” imbuhnya.

Dalam kasusnya, KPK menetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Selain Noel, terdapat delapan pejabat di lingkungan Kemenaker dan dua pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka di antaranya Irvan Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 tahun 2022–2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022–2025; serta Anitasari Kusumawati selaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja 2020–2025.

Selanjutnya, Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020–2025; Fahrurozi selaku Dirjen Biswanaker dan K3 pada Maret 2025–sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan 2021–2025; Sekarsari Kartika Putri dan Supriadi selaku Koordinator; serta dua pihak swasta Temurila dan Miki Mahfud dari PT KEM Indonesia.

Penetapan tersangka ini dilakukan usai KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Noel pada Rabu (20/8) malam.

Seluruh tersangka kemudian ditahan selama 20 hari pertama, terhitung 22 Agustus hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Gedung Merah Putih.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Geledah Rumah Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Temukan 4 HP di Plafon pertama kali tampil pada News.

Rusak dan Berlubang, Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh Akhirnya Diperbaiki

0
Perbaikan ramp door
Proses pengerjaan perbaikan dan pemeliharaan ramp door di 0elabuhan Roro Jagoh, Selasa (26/8). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Lingga akhirnya melakukan perbaikan dan pemeliharaan Ramp Door di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat.

Kepala Dishub Lingga, Hendry Efrizal mengatakan, kondisi Ramp Door pelabuhan sudah rusak dan berlubang dalam beberapa bulan terakhir sehingga perlu segera diperbaiki.

“Untuk proses pengerjaan ini dikerjakan rekanan Dishub, yakni CV Pulau Tenggel. Estimasi waktunya sekitar satu minggu,” kata Hendry, Selasa (26/8).

Selama pengerjaan, seluruh aktivitas penyebrangan di Pelabuhan Roro Jagoh dihentikan sementara. Menurut Hendry, penghentian itu dilakukan demi mempercepat proses sekaligus menjaga keselamatan pengguna jasa.

“Kalau aktivitas tetap jalan saat perbaikan, khawatir justru bisa membahayakan keselamatan pengguna pelabuhan,” jelasnya.

Proyek perbaikan dan pemeliharaan Ramp Door ini menggunakan anggaran APBD Kabupaten Lingga 2025 sebesar Rp179,2 juta.

Hendry berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu agar pendistribusian bahan pokok untuk masyarakat Kabupaten Lingga yang melalui pelabuhan tersebut tidak terganggu. (*)

Reporter: Vatawari 

 

Artikel Rusak dan Berlubang, Ramp Door Pelabuhan Roro Jagoh Akhirnya Diperbaiki pertama kali tampil pada Kepri.

Mabuk, Buruh Bangunan di Sekupang Tusuk Rekannya

0
Alif Susyantoro tersangka kasus penikaman saat diamankan di Polsek Sekupang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Seorang buruh bangunan berinisial ASS, 31, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sekupang setelah menusuk betis rekan kerjanya, AY, 28, di depan Ruko Marina City No. 41, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Rabu (22/8) sekitar pukul 00.15 WIB.

Peristiwa itu bermula saat pelaku yang dalam kondisi mabuk merasa kesal karena merasa tidak dihargai oleh korban.

“Pelaku ini menganggap setiap ucapannya tidak ditanggapi oleh korban. Dalam kondisi emosi dan mabuk, ia kemudian menusuk kaki korban,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu M. Ridho, Selasa (25/8).

Sebelum melakukan penikaman, pelaku lebih dulu memukul dan menendang korban berkali-kali. Tidak puas, ASS kemudian mengambil sebilah pisau dan menusukkan ke betis kiri korban hingga mengalami luka robek serius.

Mendapat laporan, tim Unit Reskrim Polsek Sekupang segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi dan korban, pelaku diketahui berada di mess pekerja tempatnya tinggal. Sekitar pukul 05.00 WIB, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Korban mengalami luka robek di betis kaki kiri setelah diduga dianiaya pelaku. Saat ini pelaku sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Iptu Ridho.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau, celana jeans abu-abu milik korban yang berlumuran darah, serta hasil visum dari RSUD Embung Fatimah Batam.

Atas perbuatannya, ASS dijerat Pasal 351 ayat (2) jo Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kapolsek Sekupang melalui Kanit Reskrim menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

“Kami berharap penanganan cepat ini memberi rasa aman dan nyaman bagi warga. Masyarakat kami imbau segera melapor jika mengetahui adanya tindak pidana atau potensi gangguan kamtibmas,” kata Ridho. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Mabuk, Buruh Bangunan di Sekupang Tusuk Rekannya pertama kali tampil pada Metropolis.

Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Diklaim Hanya Sampai Oktober 2025, Dipakai Sewa untuk 5 Tahun

0

 

 

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan pers terkait revisi UU TNI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

batampos – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan ihwal tunjangan rumah yang diberikan kepada anggota DPR periode 2024–2029. Menurutnya, tunjangan itu diberikan untuk menggantikan fasilitas perumahan di Kalibata yang tidak lagi disediakan negara bagi para anggota dewan.

“Ya jadi memang kita akan jelaskan kepada masyarakat, bahwa tunjangan perumahan itu pada saat anggota DPR dilantik bulan Oktober 2024 itu anggota DPR sudah tidak mendapatkan fasilitas perumahan di Kalibata,” kata Dasco di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8).

Ia mengatakan, pemerintah dan DPR memandang perlu memberikan fasilitas rumah dalam bentuk dana tunjangan agar anggota dewan bisa mengontrak tempat tinggal.

Dasco menegaskan, tunjangan tersebut tidak langsung diberikan penuh, melainkan diangsur setiap bulan sebesar Rp 50 juta, dari Oktober 2024 sampai Oktober 2025. Ia pun mengklaim, mekanisme pemberian tunjangan dilakukan selama satu tahun penuh.

“Nah tapi karena waktu tahun 2024, itu juga anggarannya belum tersedia langsung, sehingga anggota DPR diberikan setiap bulan, dari Oktober 2024 sampai dengan Oktober 2025, itu per bulan Rp 50 juta yang nantinya akan dipakai kontrak untuk selama 5 tahun periode 2024–2029,” jelasnya.

Menurutnya, setelah Oktober 2025, anggota DPR sudah tidak lagi menerima tunjangan rumah, karena total dana sudah dianggap mencukupi untuk kebutuhan kontrak hingga akhir masa jabatan.

“Jadi setelah Oktober 2025, setelah bulan Oktober 2025, anggota DPR itu tidak menerima tidak akan mendapatkan tunjangan kontrak rumah lagi,” urainya.

Lebih lanjut, Dasco menekankan pemberian Rp 50 juta per bulan selama setahun itu bersifat angsuran tunjangan rumah yang digunakan untuk membayar kontrak jangka panjang.

Dengan mekanisme ini, lanjut Dasco, anggota DPR memiliki kepastian tempat tinggal selama periode tugas 2024–2029, tanpa harus menunggu anggaran tunjangan disediakan sekaligus di awal masa jabatan.

“Jadi itu diangsur dari Oktober 2024 sampai Oktober 2025, jadi setahun setiap bulannya Rp 50 juta yang akan dipakai untuk biaya kontrak selama 5 tahun,” pungkasnya. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Diklaim Hanya Sampai Oktober 2025, Dipakai Sewa untuk 5 Tahun pertama kali tampil pada News.

Terjepit Usai Tabrak Pohon, Pasutri Dievakuasi Tengah Malam di Sembulang

0
Sepasang suami istri asal Sagulung mengalami kecelakaan tunggal usai mobil pikap yang mereka tumpangi menabrak pohon di kawasan Sembulang, Kecamatan Galang. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Sepasang suami istri asal Sagulung mengalami kecelakaan tunggal usai mobil pikap yang mereka tumpangi menabrak pohon di kawasan Sembulang, Kecamatan Galang, Selasa (26/8) pukul 03.48 WIB dini hari. Keduanya sempat terjebak di dalam kendaraan yang ringsek parah sebelum berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan.

Informasi kecelakaan pertama kali diterima oleh Pos Pemadam Kebakaran Galang dan Polsek Galang. Tak lama setelah laporan masuk, tim Damkar dan aparat kepolisian langsung bergerak menuju lokasi.

Setiba di tempat, petugas mendapati mobil dalam kondisi ringsek berat, dengan dua penumpang—suami istri—terjepit di dalam kabin. Proses penyelamatan sempat berlangsung cukup lama karena kondisi kendaraan yang menyulitkan evakuasi.

“Kedua korban merupakan warga Sagulung. Saat itu mereka ada keperluan di Sembulang, namun mengalami kecelakaan dalam perjalanan,” kata Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal.

Petugas pun melakukan observasi cepat di lapangan untuk menentukan teknik penyelamatan yang aman. Peralatan pemotong bodi dikerahkan guna membebaskan korban tanpa menimbulkan cedera tambahan.

Setelah bodi mobil berhasil dibuka, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dan langsung diberi pertolongan medis awal. Sang istri mengalami luka cukup serius dan segera dirujuk ke RSUD Embung Fatimah, Batuaji, untuk perawatan intensif. Sementara sang suami dalam kondisi lebih stabil, namun tetap dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Keduanya berhasil diselamatkan,” ungkap Hendrizal.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan mengkaji kondisi kendaraan serta situasi jalan saat insiden terjadi. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Terjepit Usai Tabrak Pohon, Pasutri Dievakuasi Tengah Malam di Sembulang pertama kali tampil pada Metropolis.

Lewat Bimtek dan Kemitraan, Pemko Perkuat Peran Koperasi di 64 Kelurahan

0
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi dan UKM terus berupaya memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat. Setelah sebelumnya menggelar pertemuan dengan pengurus Koperasi Merah Putih Kota Batam, kini langkah berikutnya adalah memberikan pembekalan kepada ratusan pengurus koperasi yang tersebar di 64 kelurahan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menyampaikan pihaknya baru saja mengadakan pertemuan yang mempertemukan pengurus koperasi dengan sejumlah perusahaan potensial. Pertemuan ini menjadi ajang penjajakan kerja sama, terutama bagi koperasi yang bergerak di sektor gas, pangkalan LPG, maupun sembako.

“Sosialisasi tetap berjalan. Kemarin kita pertemukan koperasi dengan pihak perusahaan yang bergerak di bidang gas, pangkalan, dan sembako. Tujuannya agar koperasi bisa langsung menjalin mitra kerja dengan pelaku usaha,” jelas Salim, Selasa (26/8).

Sebagai kelanjutan, Dinas Koperasi akan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) bagi sekitar 460 pengurus koperasi. Kegiatan ini direncanakan mulai digelar pada awal September 2025.

Menurut Salim, kegiatan bimtek akan digelar tiga kali pertemuan untuk koperasi di wilayah mainland. Sementara untuk hinterland, tim Dinas Koperasi akan melakukan sistem jemput bola dengan turun langsung ke kelurahan-kelurahan.

“Pendekatannya berbeda. Kalau di mainland bisa terpusat tiga kali pertemuan, sementara untuk hinterland, kami langsung turun agar tidak menyulitkan pengurus koperasi yang lokasinya jauh dari pusat kota,” katanya.

Dalam pembekalan tersebut, pengurus akan mendapat materi tentang tata kelola koperasi modern, penyusunan rencana usaha, hingga praktik pembuatan proposal yang dapat diajukan ke bank untuk memperoleh akses modal.

Untuk menjaga kualitas materi, Dinas Koperasi akan menghadirkan narasumber dari pusat. Mereka merupakan konsultan yang ditunjuk langsung Kementerian Koperasi dan UKM serta telah berpengalaman melatih koperasi di berbagai daerah di Indonesia.

“Selain teori, mereka juga akan memberikan pendampingan praktik. Jadi pengurus koperasi akan tahu bagaimana menyusun proposal usaha, melengkapi persyaratan, hingga strategi agar proposalnya bisa diterima oleh perbankan,” jelas Salim.

Bagi pengurus yang sudah mengikuti pelatihan, pemerintah akan memberikan sertifikat sebagai bentuk pengakuan kompetensi. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting bagi pengurus koperasi ketika mengajukan kerja sama maupun akses pembiayaan.

Salim menambahkan, meski program pembekalan baru akan dimulai, sudah ada koperasi yang mulai menunjukkan progres nyata. Salah satunya koperasi di Kelurahan Pulau Buluh yang tengah menyiapkan diri menjadi pangkalan LPG.

“Koperasi di Pulau Buluh sedang penjajakan untuk jadi pangkalan LPG. Mereka sudah mendapat dukungan dari pihak ketiga yang selama ini bergerak di bidang gas. Ini contoh konkret bagaimana koperasi bisa membuka peluang usaha baru,” katanya.

Dinas Koperasi dan UKM Batam optimistis, melalui pembekalan ini, koperasi di tingkat kelurahan tidak hanya sekadar terbentuk secara administrasi, tetapi juga benar-benar aktif bergerak di bidang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah kemandirian koperasi. Kita ingin koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, dan mampu menjawab kebutuhan warga di kelurahan masing-masing,” tutup Salim. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Lewat Bimtek dan Kemitraan, Pemko Perkuat Peran Koperasi di 64 Kelurahan pertama kali tampil pada Metropolis.

Skrining Dinkes Batam Ungkap Remaja Banyak Alami Kecemasan dan Depresi Ringan

0
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos – Perubahan gaya hidup dan tekanan sosial menjadi salah satu pemicu meningkatnya masalah psikis di kalangan remaja Batam. Fakta ini terungkap dari hasil skrining program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan skrining yang dilakukan di sekolah-sekolah menemukan persoalan mental dan emosional paling banyak dialami remaja usia 11–18 tahun. Masalah tersebut meliputi kecemasan, depresi ringan, hingga kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya.

“Gangguan ini sering kali tidak terlihat, padahal dampaknya bisa cukup besar. Karena itu CKG hadir bukan hanya untuk memeriksa kondisi fisik, tetapi juga psikis remaja,” ujar Didi.

Hasil pemeriksaan ini, lanjutnya, menjadi dasar bagi sekolah dan tenaga medis untuk mengambil langkah lanjutan. Edukasi pertolongan pertama masalah psikologis serta pembentukan posyandu remaja mulai digencarkan agar siswa punya ruang aman untuk berbagi cerita.

Untuk mencegah masalah makin parah, siswa yang terindikasi gangguan psikis diarahkan mendapat pendampingan di puskesmas. Sekolah juga didorong membangun lingkungan yang ramah dan mendukung kesehatan mental.

“Kalau remaja merasa punya tempat aman, baik di rumah maupun sekolah, beban psikis bisa berkurang. Inilah yang ingin kita bangun bersama lewat program CKG,” tambah Didi.

Dinkes Batam menegaskan, deteksi dini dan pendampingan berkelanjutan merupakan kunci agar generasi muda bisa tumbuh sehat, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental.

Dokter Puskesmas Belakangpadang, Vanny, menilai salah satu faktor utama masalah psikis remaja ialah pola pikir yang dipengaruhi perubahan hormon dan gaya hidup modern.

“Remaja perempuan misalnya, mulai cemas soal penampilan setelah menstruasi pertama. Mereka khawatir tinggi badan kurang ideal, atau mulai diet berlebihan. Ada juga yang terobsesi dengan skincare dan gaya hidup teman sebaya. Tekanan semacam ini bisa memicu perasaan tidak nyaman bahkan rendah diri,” ungkap Vanny.

Menurutnya, media sosial juga memberi andil besar dalam membentuk standar gaya hidup yang kerap tidak realistis. Hal ini memperkuat rasa ingin dibandingkan dan pada akhirnya melahirkan kecemasan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Skrining Dinkes Batam Ungkap Remaja Banyak Alami Kecemasan dan Depresi Ringan pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemacetan di Marina City Kian Parah, Warga Desak Pelebaran Jalan

0
Jalan Marina City butuh pelebaran. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kemacetan di Jalan Marina City, Sekupang, kian hari kian parah. Ruas jalan yang masih mengandalkan dua jalur dua arah itu tak lagi mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama di jam-jam sibuk. Warga pun mendesak Pemko Batam segera melakukan pelebaran jalan dan penataan kawasan.

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan kerap mengular hingga ratusan meter, terutama saat pagi dan sore hari. Kemacetan pada pagi hari dipicu aktivitas warga yang berangkat kerja dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah. Pada sore hari, situasi makin runyam akibat padatnya arus kendaraan pulang kerja dan keberadaan pedagang kaki lima (PK5) serta pasar kaget di sisi jalan.

“Setiap hari macet, apalagi sore. PKL tambah bikin sempit jalan. Kami minta pemerintah segera bertindak, jangan tunggu makin parah,” ujar Anggita, warga Marina, Selasa (26/8).

Warga lainnya, Rudi, mengaku sudah bertahun-tahun mendengar rencana pelebaran jalan di kawasan tersebut, namun hingga kini belum terealisasi. “Katanya dulu mau dilebarkan sampai lima lajur, bahkan kios-kios liar mau ditertibkan sampai ke Marina. Tapi tidak pernah jadi,” keluhnya.

Padahal, kawasan Marina terus berkembang. Jumlah hunian, kendaraan, hingga aktivitas industri dan pendidikan meningkat tajam setiap tahun. Sayangnya, kapasitas jalan tidak ikut bertambah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, saat dikonfirmasi mengaku memahami kondisi yang dikeluhkan warga. Namun, ia menyebut proyek pelebaran Jalan Marina City belum masuk dalam prioritas tahun ini.

“Saat ini kami masih fokus pada proyek pelebaran jalan yang sudah berjalan. Untuk titik lainnya, termasuk Marina City, akan kami sesuaikan dengan ketersediaan anggaran di tahun mendatang,” katanya.

Masyarakat berharap Pemko Batam tidak menunda terlalu lama upaya penataan dan pelebaran jalan tersebut. Mengingat kawasan Marina terus berkembang dan arus kendaraan semakin padat, penanganan yang cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kemacetan semakin parah di masa depan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kemacetan di Marina City Kian Parah, Warga Desak Pelebaran Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

Pererat Hubungan dan Apresiasi Mitra, ASTON Nagoya City Hotel & favehotel Nagoya Batam Gelar Aloha Connection

0
Aston Hotel
Acara “Aloha Connection – Corporate Gathering Periode Januari hingga Juni 2025” yang digelar Aston Nagoya City Hotel dan favehotel Nagoya Batam. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Dengan penuh kehangatan dan nuansa tropis ala Hawaii, ASTON Nagoya City Hotel bersama favehotel Nagoya Batam sukses menggelar acara “Aloha Connection – Corporate Gathering Periode Januari hingga Juni 2025” pada Kamis, 21 Agustus 2025 di Edelweiss Meeting Room, ASTON Nagoya City Hotel.

Acara yang dimulai pukul 18.00 WIB ini dihadiri oleh 82 tamu undangan dari 41 perusahaan mitra, yang terdiri dari kalangan korporasi, agen perjalanan, serta instansi pemerintah.

Kehadiran para mitra setia ini menjadi bukti eratnya hubungan serta dukungan yang telah terjalin bersama kedua hotel selama semester pertama tahun 2025.

Salah satu agenda utama malam itu adalah penghargaan Top 10 Production, di mana kedua hotel memberikan apresiasi kepada mitra korporasi dengan kontribusi terbaik selama periode Januari–Juni 2025.

Dari para penerima penghargaan, terpilih dua pemenang utama, masing-masing satu dari ASTON Nagoya City Hotel dan satu dari favehotel Nagoya Batam.

Sebagai bentuk penghargaan, keduanya berhak mendapatkan perjalanan istimewa ke Jakarta, termasuk tiket pesawat pulang-pergi dan akomodasi di properti ASTON di Jakarta. Hadiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi mendalam atas dukungan yang konsisten dan kontribusi nyata dalam pertumbuhan bersama.

Mengusung tema “Aloha Hawaiian Concept”, suasana acara begitu hangat, meriah, sekaligus eksklusif. Dekorasi bernuansa tropis dengan warna-warni bunga khas Hawaii berpadu dengan atmosfer santai namun elegan.

Para tamu juga dimanjakan dengan hidangan buffet spesial yang dirancang khusus oleh tim kuliner hotel, menghadirkan cita rasa istimewa sebagai pelengkap malam apresiasi tersebut.

Kombinasi konsep unik, hiburan ringan, dan jamuan berkualitas membuat Aloha Connection menjadi malam yang tidak hanya berkesan tetapi juga menyenangkan, penuh dengan kebersamaan dan semangat “Aloha” persahabatan, penghargaan, dan sukacita.

“Acara Aloha Connection ini adalah wujud terima kasih kami. Di balik setiap pencapaian, ada mitra yang selalu mendukung dan percaya pada kami. Malam ini adalah perayaan ikatan itu, dan kami optimis hubungan baik ini akan terus tumbuh semakin kuat di masa depan,” ujar Budi Santoso, Operational Manager ASTON Nagoya City Hotel.

Aston Hotel
Acara “Aloha Connection – Corporate Gathering Periode Januari hingga Juni 2025” yang digelar Aston Nagoya City Hotel dan favehotel Nagoya Batam. F. Istimewa untuk Batam Pos.

Senada dengan itu, Hasmuddin Hamid, Operational Manager favehotel Nagoya Batam menambahkan, “Dukungan dari mitra korporasi, agen perjalanan, dan instansi pemerintah menjadi energi utama bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik. Aloha Connection bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bentuk persahabatan, kolaborasi, dan janji untuk saling mendukung ke depan.”

Acara ditutup dengan santap malam bersama yang hangat, penuh canda tawa dan percakapan ringan, serta bernyanyi bersama diiringi Live Band yang semakin mengingatkan bahwa sebuah hubungan bisnis yang kokoh selalu ditopang oleh kedekatan dan makna kebersamaan. (*)

Artikel Pererat Hubungan dan Apresiasi Mitra, ASTON Nagoya City Hotel & favehotel Nagoya Batam Gelar Aloha Connection pertama kali tampil pada Metropolis.

Rumah Lunas Ditempeli Stiker Kredit Macet, Warga Batam Geram: “Saya Dipermalukan!”

0
Rahman menunjukkan sertifikat rumah asli atas namanya dan dokumen pelunasan dari Bank Muamalat. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos — Seorang warga Tiban, Rahman, dibuat geram setelah rumah miliknya yang telah lunas dicicil justru ditempeli stiker kredit macet oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Stiker itu bertuliskan bahwa tanah dan bangunan tersebut merupakan agunan kredit yang menunggak, lengkap dengan nomor telepon kantor BTN Batam.

“Saya benar-benar dipermalukan! Rumah itu sudah lunas di Bank Muamalat sejak tahun lalu. Tiba-tiba ditempeli stiker seolah-olah saya kredit macet di BTN,” ujar Rahman dengan nada tinggi saat ditemui, Selasa (25/8).

Peristiwa itu diketahui setelah penyewa rumahnya yang beralamat di Perumahan Tiban Riau Bertuah Blok A No. 23, Sekupang mengirimkan foto dua stiker BTN yang tertempel di depan rumah. Stiker cukup besar itu jelas terlihat dan mengandung informasi yang menurut Rahman tidak benar dan mencemarkan nama baiknya.

Untuk membuktikan klaimnya, Rahman menunjukkan sertifikat rumah asli atas namanya dan dokumen pelunasan dari Bank Muamalat. Menurutnya, BTN tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan rumah tersebut.

“Saya berdarah-darah nyicil rumah ini. Saya rawat, saya elus sertifikatnya supaya tidak disekolahkan. Kok bisa BTN tiba-tiba pasang stiker seenaknya di rumah yang tak ada kaitannya sama mereka?” katanya.

Rahman juga mengaku rugi secara moral dan materi. Selain dipermalukan di depan penyewa, ia juga harus bolak-balik ke lokasi untuk mengklarifikasi hal ini.

“Saya bukan cuma malu, saya juga dirugikan. Saya minta BTN klarifikasi secara resmi dan terbuka lewat media,” tegasnya.

Saat dicoba dihubungi oleh awak media, nomor tersebut aktif tapi tidak diangkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BTN Batam belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Rahman berharap pihak bank segera memberikan penjelasan dan bertanggung jawab, agar kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya.

“Saya harap bank lebih profesional. Ini menyangkut kredibilitas nasabah. Jangan sampai warga lain mengalami hal yang sama hanya karena kesalahan prosedur,” tutup Rahman. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Rumah Lunas Ditempeli Stiker Kredit Macet, Warga Batam Geram: “Saya Dipermalukan!” pertama kali tampil pada Metropolis.

Play sound