Sejumlah pekerja sedang memasang besi coran untuk pembuatan diding ditepi jalan Jembatan layang di Simpang Baloi, Minggu (5/11). F Cecep Mulyana/Batam
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengaku telah mengajukan pelebaran ruas jalan nasional ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR), termasuk ruas jalan di Simpang Panbil, Seibeduk.
“Kita berharap ada realisasinya pada tahun 2018, mungkin sedang dibahas,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur, Selasa (7/11) siang.
Menurutnya, tak hanya ruasa jalan yang kerap dikeluhkan macet ini, ruas jalan lain yakni dari Simpang Seiharapan, Sekupang ke Simpang Basecamp, Batuaji.
“Yang ini kami minta jalur duanya dilanjutkan,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, tak hanya pelebaran jalan, Kemen PU PR juga merencanakan untuk menata drainase di ruas jalan tersebut guna menghindari banjir. Yumasnur mengklaim, sebelumnya pihaknya telah mengajak langsung pihak kementrian mengecek kondisi jalan nasional.
“Ajuan (penataan ruas jalan nasional) telah kami lakukan beberapa waktu lalu,” ucap dia.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi belum lama ini mengungkapkan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, hingga 2020 mendatang.
“Tiap tahun ada rencananya,” kata Rudi.
Ia tak menampik, jika pengerjaan infrastruktur tak bisa dilakukan sekaligus, pembangunan infrastruktur harus bertahap dan dimulai dari Batam Timur (Jodoh, Nagoya, Batamcenter, Bengkong).
“(Dilakukan sekaligus) Dang ngadong hepeng,” ucap Rudi dalam bahasa batak yang berarti tak ada uang.
Mantan anggopta DPRD Batam ini menyampaikan, fokus pembangunan infrastruktur tak menganggu sektor penting yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti sektor pendidikan hingga kesehatan, juga pengentasan kemiskinan.
“Diluar itu saya tak ganggu, tetap jalan,” pungkas Rudi (cr13)
batampos.co.id – Polisi mengamankan lima orang pengedar narkoba jenis sabu dalam sepekan. Dua diantaranya yakni oknum honorer Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Bintan berinisial Ot alias Tr, (31) dan oknum honorer Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Tanjunguban berinisial Ya alias O (24).
Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto melalui Kasatresnarkoba Polres Bintan AKP Joko di Mapolres Bintan, Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu, Rabu (8/11) siang membenarkan Tr pegawai honorer di lingkungan Pemkab Bintan. Tr diciduk di Dompak, Tanjungpinang pada Minggu (5/11) sekitar pukul 20.00 dan disita barang bukti dua paket
sabu seberat 44,86 gram sabu, 13 plastik bening serta timbangan digital dan sepeda motor vixion dengan nomor polisi BP 5415 Bj. “Waktu diciduk, Tr berusaha melawan,” katanya.
Penangkapan Tr hasil pengembangan dari dua pengedar yang diamankan pada hari yang sama di Ceruk Ijuk, Toapaya, Bintan. Dua pengedar sabu itu merupakan abang beradik masing-masing berinisial S dan N, ditangkap sekitar pukul 13.00 karena didapati sabu seberat 4,96 gram. “Si abang waktu itu membawa motor, adiknya n yang membawa narkoba. Mereka membeli narkoba dari oknum honorer Pemkab Bintan,” katanya.
Kepada penyidik, Tr mengakui baru berjualan sabu. Sabu dibelinya dari Kampung Aceh, Batam. Tr juga mengaku melakoni pekerjaan sebagai penjual sabu karena gaji sebagai pegawai honorer sebesar Rp 1,2 juta kurang. Oleh karena tuntutan hidup, Tr nyambi berjualan sabu. “Mau cepat kaya,” akui Tr yang ditirukan Kasatresnarkoba.
Joko juga menyebutkan, sehari sebelumnya, Sabtu (4/11), sekitar pukul 13.00, polisi mengamankan seorang honorer di PPLP Tanjunguban, berinisial Ya alias O di parkiran Wisma Pesona Tanjunguban. Dalam pengeledahan, polisi menemukan sabu dengan berat 0,35 gram yang disimpan di dalam bungkus rokok Marlboro Light.
“Lalu dikembangkan. Dua jam kemudian diamankan pengedar berinisial Rp alias Rj, usia 35 tahun, residivis kasus narkoba yang baru dua bulan bebas dari Lapas Tanjungpinang,” katanya. Dari pengembangan, polisi menemukan dua paket sabu dengan berat 0,37 gram dan uang tunai sebesar Rp 650 ribu hasil dari jualan sabu.
Dari lima pengedar, ia menyebutkan, empat pengedar kecuali honorer Pemkab Bintan akan dikenakan pasal 114 dan pasal 112 ayat 1 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun sampai 20 tahun, sedangkan Tr dikenakan pasal yang sama hanya ayat 2, dengan ancaman minimal 6 tahun hingga 20 tahun kurungan, karena barang bukti lebih dari 5 gram. (cr21)
Tim penanggulangan gangguan (TPG) PGN Batam,Wahyu Ahmad mengecek aliran gas baru yang dialirkan ke Regulating Station (RS) untuk perumahan Sentosa Perdana, Batuaji, Kamis (12/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus menambah jaringan dan pasokan gas bumi ke Batam. Suplai gas bumi yang andal diyakini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi iklim investasi di kawasan yang dicanangkan menjadi Kota Gas pada 2018 ini.
“Dengan pasokan energi yang terjamin dan andal, bukan tidak mungkin Batam akan menjadi surga bagi investor,” tutur Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Dilo Seno Widagdo, dalam rilisnya kepada Batam Pos, belum lama ini.
Dilo mengatakan, sejak 2004 PGN terus membangun jaringan distribusi gas bumi ke pelanggan di Batam. Pasokan merata ke sejumlah pelanggan dari berbagai sektor dan kalangan. Mulai dari industri, usaha komersial, pembangkit listrik, hingga pelanggan rumah tangga.
Saat ini, PGN telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga di Batam. Sementara pelanggan komersial sebanyak 53 pelanggan komersial, serta 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik.
Dalam waktu dekat ini, PGN juga akan menyelesaikan proyek pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) di titik Subsea Tie In-Batam (SSTI-B) ke Pulau Pemping, Batam. Proyek ini merupakan penugasan pemerintah kepada PGN untuk membangun dan mengoperasikan pipa gas dari SSTI-B ke Pulau Pemping.
Jika proyek ini selesai, maka pasokan gas bumi ke Batam bisa ditingkatkan hingga 100 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Sehingga diharapkan PGN akan semakin memperkuat jaminan pasokan gas bumi ke Batam, bahkan wilayah lain di Kepri.
Dengan adanya dukungan ketersediaan energi di Batam yang besar ini, Dilo berharap Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam bisa bekerja sama untuk dapat menarik lebih banyak investor dari luar negeri guna meningkatkan perekonomian di Pulau Batam, Bintan, dan sekitarnya. Termasuk membangun sektor komersial, industri, dan kelistrikan sebagai salah satu penopang perekonomian.
“PGN bertumbuh bersama seluruh pelanggan dan stakeholder lainnya dalam pembangunan daya saing negeri yang mandiri melalui infrastruktur yang terintegrasi dan pasokan gas yang andal,” kata Dilo.
Senada dengan Dilo, Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat, meyakini ketersediaan pasokan gas bumi bakal meningkatkan daya saing Batam sebagai daerah tujuan investasi. Sebab menurut Amin, ke depan gas bumi bukan sekedar bahan bakar, melainkan menjadi bahan baku bagi dunia industri.
“Karena harga bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan akan semakin mahal,” kata Amin, Selasa (31/10) lalu.
Menurut Amin, posisi Batam yang berbatasan dengan Singapura dan beberapa negara tetangga lainnya akan kian menarik minat investor asing. Amin menyebut, di negara-negara tetangga ada banyak industri yang membutuhkan gas. Namun karena pasokannya minim, maka gas di negara tetangga harganya lebih mahal.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, kata Amin, investor akan memilih Batam untuk menanamkan modalnya karena Batam memiliki ketersediaan gas yang cukup.
Di Singapura, misalnya. Kata Amin, saat ini harga gas industri di sana sekitar 11 dolar AS per MMBTU. Sementara di Batam, harga gas industri berada di kisaran 9,6 dolar AS per MMBTU.
“Jadi investor pasti akan lebih memilih Batam yang lebih murah,” kata dia.
Belum lagi status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) yang menurut Amin memiliki berbagai keistimiewaan. Antara lain bebas pajak dan bea masuk.
“Tapi insentif fiskal saja tidak cukup. Perlu jaminan ketersediaan bahan bakar yang murah,” kata Amin.
Selain mampu menggairahkan sektor industri, pasokan gas yang melimpah juga diprediksi akan menarik minat investor asing di bidang petrochemical. Sebab investor akan banyak diuntungkan dengan harga bahan baku gas yang lebih murah ditambah insentif fiskal yang ditawarkan Batam.
Amin menjelaskan, saat ini volume pasokan gas bumi di Batam antara 50 hingga 70 BBTUD. Pasokan gas bumi tersebut selama ini didatangkan dari sumur di Grissik, Sumatera Selatan. Ke depannya, PGN akan terus meningkatkan pasokan gas ke Batam, salah satunya dari Natuna melalui proyek WNTS.
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, membenarkan jika ketersediaan gas bumi di Batam menjadi nilai tambah bagi iklim investasi di kota industri ini. Menurut dia, saat ini sektor industri di dunia sudah mulai banyak yang beralih dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas, baik gas bumi maupun gas alam yang terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG).
Sayangnya, kata dia, saat ini belum banyak industri di Batam yang mengkonversi bahan bakar nya ke gas. Ia menduga, hal ini dikarenakan beberapa hal. Pertama, karena minimnya komitmen dan sosialisasi dari pemerintah dalam mendorong pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.
“Padahal selain lebih murah dibanding BBM, gas bumi juga lebih ramah lingkungan,” kata Tjaw Hoeing, Senin (6/11).
Penyebab kedua, lanjut Tjaw Hoeing, industri di Batam enggan beralih ke gas bumi karena masalah biaya. Sebab untuk berpindah ke bahan bakar gas, otomatis harus ada penyesuaian mesin yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Dan ketiga, Tjaw Hoeing menilai minimnya industri di Batam yang berminat beralih ke gas bumi karena harga gas industri masih tergolong mahal. Yakni 9,6 dolar AS per MMBTU.
“Makanya pemerintah mendesak agar harga gas industri di bawah 6 dolar (AS). Harusnya memang segitu,” kata pria yang akrab disapa Ayung ini.
Namun Ayung mengakui, saat ini sudah ada beberapa industri di Batam yang menggunakan gas sebagai bahan bakarnya. Misalnya beberapa perusahaan di kawasan Kabil, Batam. Juga beberapa pembangkit listrik (power plant) di Batam juga sudah beralih ke gas bumi.
Aman, Murah, dan Ramah Lingkungan
Ayung mengakui, selain aman dan lebih murah dibandingkan dengan BBM, gas bumi juga lebih ramah lingkungan. Kelebihan-kelebihan tersebut menjadi alasan utama industri mengganti bahan bakar dari BBM ke gas alam.
Misalnya pembangkit listrik di Kawasan Industri Batamindo (Batamindo Industrial Park) Batam. Kata dia, sejak beberapa tahun terakhir pembangkit di kawasan itu menggunakan bahan bakar gas setelah sebelumnya menggunakan solar.
Menurut Ayung, alasan pembangkit tersebut beralih ke gas karena lebih hemat dibandingkan solar. “Harga solar naik terus. Pernah juga pakai minyak bakar, tapi kan nggak ramah lingkungan. Akhirnya pindah ke gas bumi,” kata Ayung yang juga Manager General Affair di Kawasan Industri Batamindo ini.
Pengalaman yang sama juga dirasakan PT James Products Company (JPC). Perusahaan yang bercokol di kawasan Taiwan International Park, Kabil, Batam ini beralih ke gas PGN sejak tahun 2011 karena alasan efisiensi.
Menurut Manajer PT JPC, James, sejak awal berdiri pada 1996 pihaknya menggunakan solar sebagai bahan bakar. Perusahaan pembuat rubber joint itu kemudian sempat beralih ke marine fuel oil (MFO) karena harga solar terus naik dari waktu ke waktu.
“Pakai MFO memang lebih murah dari solar, tapi membuat mesin kotor dan cepat rusak. Akhirnya kami beralih ke gas PGN,” kata James melalu penerjemah sekaligus sekretarisnya, Yanti, beberapa waktu lalu.
James juga mengaku merasakan berbagai keuntungan lain sejak beralih ke gas bumi. Di antaranya perusahaan bisa menghemat biaya bahan bakar antara 30 hingga 40 persen.
Selain itu, dengan bahan bakar gas mesin boiller akan lebih awet dan bersih. Sehingga perusahaan juga diuntungkan karena mampu meminimalisir biaya perawatan atau maintenance tahunan.
Kata James, saat masih menggunakan BBM solar dan MFO, pihaknya harus melakukan perawatan mesin setiap dua minggu sekali. Selama setahun, khusus untuk perawatan ini perusahaan biasanya menghabiskan biaya hingga Rp 100 juta.
“Tapi sejak menggunakan gas, sangat jarang ada perawatan. Karena boiller tetap bersih,” kata James.
Dari sisi bisnis, hal ini juga sangat menguntungkan perusahaan. Sebab semakin sedikit proses maintenance yang dijalankan, maka produktivitas perusahaan akan semakin besar. Karena, kata James, untuk perawatan mesin biasanya membutuhkan satu hari penuh sehingga dipastikan dapat mengganggu aktivitas perusahaan.
Dengan berbagai keuntungan yang telah dirakan itu, James yang juga merupakan ketua asosiasi pengusaha Taiwan di Batam atau Batam Taiwan Business Club (BTBC) ini mengaku kerap menyarankan pengusaha asal Taiwan lainnya untuk beralih ke gas bumi.
Sektor usaha komersil juga merasakan bagimana penggunaan gas bumi PGN mampu memangkas biaya operasional hingga 40 persen lebih. Hal ini dibenarkan pengelola restoran Salero Basamo di komplek pertokoan Puri Legenda, Batamcenter.
Rumah makan masakan padang ini sebelumnya menggunakan gas LPG kemasan 50 kilogram untuk memasak. Dalam sebulan, biasanya mereka menghabiskan puluhan tabung dengan estimasi biaya mencapai Rp 8 juta per bulan.
Namun sejak beberapa tahun terakhir, restoran tersebut mengganti tabung gas dengan gas alam PGN. Hasilnya, dalam sebulan mereka hanya menghabiskan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 4,5 juta untuk membayar tagihan gas PGN.
“Jauh lebih hemat. Sangat menguntungkan bagi pengusaha restoran seperti kami,” kata Rinawati, kasir di restoran tersebut, Selasa (7/11). (Suparman)
Yani mempersiapkan jajanan khas pasar tiwul dan gatot untuk pelanggannya. Selasa (8/11). F. Faradilla/Batam Pos.
batampos.co.id – Siapa bilang, tidak ada tiwul dan gatot di Tanjungpinang. Dua kudapan khas Jawa ini justru sudah bertahan lebih dari dua dekade lamanya.
Siapapun paham, tiwul dan gatot bukan kuliner khas Tanah Melayu. Dua khazanah olahan singkong atau ubi kayu ini masyhur di Tanah Jawa. Namun, bukan berarti di sini sama sekali tidak ada. Malah, di Tanjungpinang, tiwul dan gatot sudah eksis dan dinikmati lebih dari 20 tahun lamanya.
Sepintas, begitulah penuturan Yani. Saban pagi sebelum matahari meninggi, perempuan ini dengan telaten menjaga lapak jualan tiwul dan gatot di lorong pintu masuk Pasar Baru Tanjungpinang. Sebagaimana di Jawa, makanan yang mengandung karbohidrat tinggi ini memang acap dikudap sebagai menu sarapan, cocok sebagai pengganti nasi. Kandungan karbohidrat singkong dari olahan tiwul dan gatot ini cukup tinggi. Karena itulah, pagi menjadi waktu paling tepat bagi Yani menemui para pelanggannya.
Pelanggannya para penduduk etnis Jawa saja? Tidak. “Orang sini (Melayu, red), orang Padang dan Tionghoa pun ada juga langganan di sini,” ujar wanita berjilbab ini.
Tiwul dan gatot yang ia jual memang telah dikenal sejak lama. Yani yang merupakan penerus dari usaha milik ibu mertuanya ini. Seingatannya, dua dekade telah berlangsung aktivitas jual tiwul dan gatot di Pasar Tanjungpinang ini.
“Ada pelanggan ibu-ibu malah bilang dari bapaknya masih muda, udah beli gatot di sini sama mbah,” ujarnya.
Lokasi jualan Yani yang strategis memang membuat lapak jualannya mudah ditemukan saban pagi. Kemarin, ada berbagai orang multietnis terlihat mengantre di sana. Berbaris meriungi Yani, yang kedua tangannya meracik tiwul dan gatot beralaskan daun pisang itu.
Tak jarang, kepada para pelanggan barunya, Yani menjelaskan bahwasanya jajanannya itu sama-sama berbahandasarkan ubi kayu alias singkong. Yang membedakan satu sama lain adalah cara mengolahnya.
Untuk mengolah tiwul, beber Yani, potongan ubi diserut lalu dijemur hingga benar-benar kering. Lalu ditumbuk barulah diayak. Sementara mengolah gatot, bahan dasar ubi dijemur hingga menghitam.
“Kalau yang gatot teksturnya kenyal, kalau tiwul mirip nasi,” terang Yani sembari menyendokkan gatot ke atas kertas coklat di tangan kirinya.
Memakan gatot dan tiwul membutuhkan satu pendamping wajibnya, yakni kelapa parut. Tak lengkap rasanya jika tiwul atau pun gatot tak berdampingan dengan parutan kelapa ini.(aya)
Kini pengguna jejaring sosial itu dapat menuliskan hingga 280 karakter di kolom tweet mereka.
Artinya, karakter di Twitter bertambah dua kali lipat.
Keputusan ini tentu tidak sembarang diambil. Perusahan rintisan Jack Dorsey itu sebelumnya telah melakukan uji coba kepada sebagian penggunanya. Mereka diberi kebebasan untuk menulis sepanjang 280 karakter.
Twitter menyebut bahwa secara historis, 6,9 persen Tweet dalam bahasa Indonesia mencapai batas saat hanya ada 140 karakter. Hal ini menunjukkan bahwa ada tantangan untuk mengekspresikan pemikiran pengguna ke dalam Tweet. Mereka sering kali menghabiskan banyak waktu untuk mengedit, bahkan terkadang meninggalkan Twitter sebelum cuitannya di-posting. Namun dengan 280 karakter, persentase tersebut turun menjadi 1 persen.
Twitter 280 karakter
Ilustrasi: Twitter (Independent.co.uk)
“Pada saat melakukan percobaan, jarang sekali ada Tweet yang mendekati batas karakter. Ini berarti pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengedit Tweet mereka di-composer,” kata Aliza Rozen, Product Manager Twitter dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Rabu (8/11).
“Ini juga menunjukkan bahwa lebih banyak karakter mempermudah orang mengekspresikan pemikiran mereka dalam sebuah tweet. Jadi mereka dapat mengatakan apa yang ingin mereka katakan, dan mengirim Tweet lebih cepat dari sebelumnya,” sambungnya.
Pihak Twitter menambahkan, awalnya banyak dari pengguna khawatir bahwa timeline Twitter akan terus berisi orang-orang yang mencuit dengan 280 karakter. Orang-orang dengan batas baru tersebut akan selalu menggunakan seluruh karakter yang disediakan. Tapi hal itu tidak terjadi.
Dari data yang ada hanya 5 persen tweet yang dicuitkan memiliki lebih dari 140 karakter dan hanya 2 persen yang memiliki lebih dari 190 karakter. Akibatnya pengalaman pengguna di linimasa tidak akan berubah secara signifikan.
Pengguna masih akan melihat orang-orang di liniamasa mencuit dengan jumlah tweet yang kurang lebih sama. Sebagai referensi, di linimasa, cuitan dengan gambar atau jajak pendapat biasanya mengambil lebih banyak ruang daripada cuitan dengan 190 karakter.
Selain lebih banyak mencuit, pengguna dengan batas 280 karakter bisa meraih engagement yakni Likes, Retweets, @mentions yang lebih tinggi, mendapat lebih banyak follower, dan menghabiskan lebih banyak waktu di Twitter.
“Pengguna yang ikut serta dalam percobaan 280 karakter menyebutkan bahwa batas karakter yang lebih banyak membuat mereka merasa lebih puas dengan cara mengekspresikan diri di Twitter, menemukan konten menarik dan Twitter secara keseluruhan,” tutup Aliza Rozen. (ded/ce1/JPC)
Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution menjalani ijab qobul di gedung Graha Saba Buana, Rabu (8/11). (Ari Purnomo/Jawapos.com)
batampos.co.id – Keduanya menjalani prosesi ijab kabul di gedung Graha Saba, Rabu (8/11).
Prosesi ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Bertindak sebagai petugas pencatat nikah adalah Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Solo, Basir.
Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih menikahkan putrinya sendiri. Sembari bersalaman dengan Jokowi, Bobby sangat lancar dan hanya satu tarikan nafas saat menjawab ijab kabul.
Prosesi ijab kabul berlangsung lebih kurang 20 menit. Setelah rampung prosesi ijab, Kahiyang Ayu-Bobby Nasution menuju pelaminan. Selanjutnya keduanya saling bertukar cicin.
Sebelum prosesi ijab kabul dilaksanakan, kedua mempelai mendapatkan wejangan dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang ditunjuk untuk memberikan khotbah nikah.
Pada kesempatan tersebut, Said menjelaskan bahwa menikah adalah ibadah yang harus disertai dengan syariat. Akad adalah syariat dan lainnya adalah budaya.
“Rumah tangga yang mewah tidak ada jika tidak ada ketenangan (sakinah),” jelasnya.
Presiden Jokowi di gedung Graha Saba Buana untuk menikahkan sendiri putrinya, Kahiyang dengan Bobby (Ari Purnomo/Jawapos.com)
Ketenangan, lanjut Said, ada di dalam hati orang yang beriman, sedangkan untuk sakinah adalah sebuah kasih sayang yang imbal balik. Perjodohan ini juga merupakan rahasia Allah, sebagaimana nasib seseorang.
Said mengungkapkan, istri adalah pakaian untuk suami dan suami adalah pakaian untuk istri.
“Jadi keduanya harus saling menutupi kekuarangan masing-masing. Jangan sampai keduanya justru menceritakan kekurangan dari pasangannya kepada orang lain,” terangnya.
Karena jika hal itu terjadi, maka ini sudah menjadi awal dari ketidakharmonisan sebuah rumah tangga.
“Jadi keduanya harus menjaga,” pesan Said. (apl/ce1/JPC)
Anda harus mencoba sensasi wisata yang ditawarkan Nglinggo Adventure Hill, operator offroad di Rimbono Homestay yang berada di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY. Pilihan paketnya beragam.
Mulai dari rute pendek ke Bukit Ngisis. Dari sana wisatawan akan diajak menikmati hamparan kebun teh dengan harga Rp 200 ribu per jeep berisi 3 orang. Rute sedang dengan jarak tempuh selama 2-4 jam, kisaran harga Rp 500 ribu. Sedangkan rute panjang jarak tempuh antara 4-6 jam dengan harga Rp 700 ribu. Serta paket ekstrem menyusuri hutan pinus seharian.
Karakteristik trek offroadnya sendiri dijamin seru. Mulanya jeep masuk menyusuri hutan dengan jalur seukuran badan mobil saja, lalu bertemu dengan tanjakan tujuh, tanjakan dengan bentuk seperti angka tujuh.
Setelah melintas tanjakan tujuh, lalu mobil melintas dengan trek miring yang membuat anda sudah pasti berpegangan erat. Ada juga tanjakan patriot yang memiliki sudut kemiringan 45 derajat.
Tidak hanya itu, selanjutnya anda akan melewati turunan Pasrah. Disebut turunan pasrah, karena jika musim hujan sudah pasti licin dan harus pasrah menyerahkannya kepada pengemudi.
Pemilik Rimbono Homestay yang juga Koordinator Pemasaran Desa Wisata Nglinggo, Melkey Binaro mengatakan, trek ini mulai dibuka pada awal tahun 2014. Awalnya trek ini hanya digunakan oleh para pecinta olahgara offroad.
“Tapi kebetulan banyak tamu yang menginap dan ingin mencoba, akhirnya mereka menyebarkannya lewat media sosial. Dari situ terus berkembang sampai akhirnya resmi dipergunakan untuk wisata sejak 2015,” ujar Melkey.
Ia pun berharap seiring dengan rencana pemerintah daerah membuka jalur Bukit Menoreh, akan semakin banyak masyarakat yang turut serta menghidupkan atraksi wisata ini.
“Harapan kedepannya mobil jeep tidak perlu mengundang dari tempat lain. Pemuda-pemuda desa di sini bisa mengambil jeep sendiri. Syukur-syukur pemerintah mau memfasilitasi supaya pemuda dan masyarakat di sini bisa lebih mandiri,” kata dia.
Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo saat menyambut rombongan Press Tour Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) beberapa waktu lalu mengatakan, jalur Bedah Menoreh akan memiliki panjang 60 kilometer. Menjadi salah satu akses menuju destinasi prioritas pariwisata, Candi Borobudur dari Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).
“Jalur yang membelah perbukitan menoreh (Bedah Menoreh) sudah dilakukan sejak tahun 2016 kini baru selesai sepanjang sembilan kilometer,” ujar Sutedjo.
Sutedjo mengatakan, nantinya tidak hanya warga Kulon Progo yang akan menikmati jalur Bedah Menoreh. Warga yang dilintasi jalur ini juga bisa memanfaatkannya dengan membuat atraksi wisata di daerahnya.
“Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata. Antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Goa Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, Sendang Sono, hingga Samigaluh,” katanya.
Kepala Dukuh Nglinggo Barat, Kecamatan Samigaluh, Teguh Kumoro mengatakan, masyarakat sangat antusias dengan keberadaan jalur Bedah Menoreh. Ia menyebut akses tersebut akan melintasi desanya sehingga bisa meningkatkan jumlah kunjungan ke kawasan desa wisata Nglinggo.
“Warga sangat atusias, tentunya diuntungkan dengan jalur tersebut. Untuk itu kami terus membenahi serta memperbaiki sarana dan prasarana pendukung Di desa wisata Nglinggo, khususnya atraksi serta infrastruktur,” katanya.
Teguh juga menyebut, saat ini desa wisata Nglinggo terus berbenah. Berbagai atraksi terus dipersiapkan bagi wisatawan. Seperti belajar tari Lengger, melihat proses pembuatan teh hingga pembuatan kopi.
“Bagi wisatawan yang live in di homestay, bisa belajar membuat teh dan kopi mulai dari cara memetik hingga dihidangkan. Juga belajar nari Lengger sekaligus ikut pementasan,” katanya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kehadiran komunitas dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya. Selama ini detak wisata di Yogyakarta tidak pernah mati, juga salah satunya berkat kegigihan dari masyarakat dan komunitas.
“Peran masyarakat sungguh luar biasa, inisiatif masyarakat sekitar muncul dan jenis–jenis pariwisata yang di tawarkan semakin beragam mulai dari wisata alam, budaya hingga sejarah,” ujar Menpar Arief Yahya.
Untuk itu ia mendorong pemerintah setempat untuk dapat memberi perhatian dan mensupport. Kemenpar sendiri akan mendukung pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan.
“Pengembangan inovasi serta kreativitas untuk menunjang ragam destinasi serta acara wisata tidak perlu meniru daerah lain, melainkan mengacu pada potensi alam serta budaya yang dimiliki Yogyakarta,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)
Sejumlah mobil berusaha melewati genangan air yang meluap di depan gerbang perumahan Mitra Raya Batamcenter, Selasa (7/11). Hujan yang turun beberapa jam mengakibatkan beberapa tempat mengalami banjir. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan anggaran Rp 92 miliar untuk mengatasi banjir. Dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2018.
“Tahun depan program pengendalian banjir dan perbaikan jaringan pengairan di dinas bina marga sumber daya air dianggarkan sebesar Rp 92 miliar,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Eki Kurniawan, Rabu (8/11).
Menurut dia, anggaran tersebut akan digunakan antara lain untuk pembangunan drainase di sembilan wilayah kota Batam, pemeliharaan rutin drainase, penyusunan DED drainase serta pembangunan pengaman tebing pantai.
“Anggaran ini masih diajukan di kebijakan umum anggaran (KUA) sementara APBD 2018. Apa-apa saja kegiatannya nanti baru kami bahas di komisi dengan dinas bina marga sumber daya air,” terang Eki.
Banjir kerap melanda Batam dinilai akibat tidak berfungsi dengan baiknya drainase. Hal ini makin diperparah dengan parit drainase yang berbelok mengikuti PL sehingga laju buang air ke laut menjadi tidak lancar.
“Parit-parit yang berbelok ini kita minta unuk segera di normalisasi,” terang dia.
Bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, anggaran pengendalian banjir 2018 jauh lebih besar. Bila tahun 2017, pemko menganggarkan Rp 43,5 Miliar. Sementara di tahun sebelumnya yakni 2016 sebesar Rp 25,55 miliar.
“Karena sudah menjadi skala prioritas makanya kita setujui untuk dinaikan,” beber Eki.
Anggota Komisi III DPRD Batam, Amintas Tambunan menambahkan, permasalahan banjir di Batam bukan serta merta karena kurang sigapnya pemko. Tetapi juga berhubungan dengan BP Batam dalam mengeluarkan izin cut and fill.
“Selama ini orang menyalahkan pemko sementara kebijakan tata ruang ada di BP Batam,” ucapnya.
Menurut dia, BP seharusnya juga memantau PL yang sudah diberikan ke pengembang, apakah sesuai dengan standar yang mereka berikan. Apalagi banyak pengembang yang mengindahkan elevansi sehingga menyebabkan titik banjir.
“Pengembang mengajukan PL, terus BP survey dan tetapkan standar nanti timbunnya sekian, kalau ini diindahkan pengembang tentu kawasan perumahan tersebut menjadi rendah. Makanya perlu pengawasan,” terang Amintas.
Ia menambahkan, bila melihat anggaran yang dikucurkan pemko setiap tahun membuktikan konsisten pemko dalam menangani banjir di kota Batam. “Kami lihat selain infrastruktur, pemko konsen masalah banjir,” ucap dia. (rng)
Association of the Indonesian Tour & Travel Agencies (ASITA) ingin mempromosikan destinasi wisata yang ada di Jawa Timur baik yang sudah tersohor ataupun belum dikenal.
Salah satu caranya dengan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) II di Ciputra Hotel, Surabaya pada 10-13 November 2017.
Ketua DPP Asita Indonesia, Asnawi Bahar mengatakan, konsep Rakernas II ini akan mengambil tema Fun Business, Explore the beauty of Mount Bromo, dan Effective & Efficient B2B Forum. Sementara Rakernas ditargetkan akan diikuti 150 peserta.
Rakernas II Asita ini juga akan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya dan sejumlah pejabat Kemenpar, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
“Rakernas II akan dihadiri perwakilan DPD Asita di seluruh Indonesia ada 33 DPD. Uniknya, para delegasi Asita Daerah nanti, diwajibkan untuk mengenakan baju adat daerahnya masing-masing. Juga akan ada Bromo Tengger Semeru Travel Mart Jatim juga. Yang nantinya akan mempertemukan buyer dan seller dalam sebuah forum B2B dan B2C,” kata Asnawi Bahar, Jumat (3/11).
Asnawi Bahar menjelaskan, dalam pertemuan bisnis tertutup antara buyer dan seller yang berlangsung dalam satu hari. Para seller berasal dari agen wisata, hotel, penyelenggara MICE, tempat wisata dan atraksi wisata sebanyak dari 30 kota/kabupaten di Jawa Timur.
“Sementara buyer adalah agen-agen travel dari Indonesia dan berbagai negara di dunia yang ingin menjual paket tur wisata Jawa Timur (inbound). Ada juga pandangan berbeda pada tble top antara sektor wisata dan sektor industri. Pada sektor industri, buyer adalah importir produk-produk Indonesia. Transaksi mereka bisa dilihat secara langsung dalam kontrak pada saat pertemuan,” papar Asnawi Bahar.
Sebagai tujuan post tour, peserta akan dibawa ke Gunung Bromo. Dan sebagai opsi post tour lainnya, Madura dan Kota Batu akan bisa menjadi pilihan sendiri bagi para peserta.
“Post tour ini dirancang khusus untuk para buyer agar dapat secara langsung menyaksikan dan mengenal dari dekat daya tarik wisata Jawa Timur. Post tour ini akan digelar selama dua hari, tujuannya ke Bromo, Batu, Malang, Prigen dan Surabaya City Tour. Ada juga pilihan lain menuju ke Madura,” ungkap Asnawi Bahar.
Dalam post tour juga akan dimeriahkan berbagai atraksi. Contohnya dalam Surabaya City Tour, peserta akan disuguhi penampilan teatrikal dalam rangka Hari Pahlawan.
Di kegiatan ini, juga akan digelar workshop yang akan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata. Workshop ini bertujuan untuk membekali para pelaku pariwisata agar mereka lebih kreatif, up to date, dan siap bersaing di era digital.
Selain workshop juga akan ada Gathering BTS (Bromo Tengger Semeru Travel Mart Jatim) yang akan dimeriahkan penyanyi ibukota yang berskala internasional,” pungkas Asnawi Bahar.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, Kemenpar mendukung penuh Rakernas Asita ini. Apalagi, Bromo yang sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi prioritas “10 Bali Baru” yang menjadi fokus promosinya.
“Kalau mau mengejar target 20 juta wisman di 2019, semua lini harus kerja keroyokan. Termasuk bersama Asita ini. Mereka harus didukung penuh, karena pelaku pariwisata adalah ujung tombak mendatangkan wisman,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza.
Esthy menjelaskan, Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.
“Kami akan bantu untuk promosi pariwisata di Jawa Timur karena semua pihak harus berpartisipasi dari mulai eksekutif dan legislatif, antara buyers dan sellers nanti juga harus bisa mendapatkan banyak transaksi di BTS Travel Mart Jatim, imbasnya Bromo semakin mendunia,” katanya.
Hendri menambahkan, selain menyajikan atraksi, di kegiatan ini juga akan melibatkan Duta Pariwisata, Fitri Carlina yang merupakan selebritis atau penyanyi asli kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur. Fitri Carlina akan mengambil bagian dalam mempromosikan wisata Jawa Timur, khususnya Bromo Tengger Semeru.
“Peran endorser dari kalangan public figure ini terbukti ampuh dalam mendatangkan wisatawan. Apalagi sang endorser mengenal betul destinasi yang akan dipromosikannya,” kata Hendri.
Selain itu, lanjut Hendri, juga akan digelar gala dinner dimana kesempatan ini akan dijadikan ajang untuk saling mengenal lebih dekat antara buyer dan seller.
“Gala dinner ini bisa menjadi kesempatan para seller untuk menggali lebih dalam informasi. Dan para buyer juga bisa menjelaskan lebih detil bila waktu saat B2B dianggap masih kurang detil,” pungkas Hendri.
Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pesona Gunung Bromo begitu memikat. Tak hanya di dalam negeri, tapi juga tersohor hingga ke negeri mancanegara. Sebab itu Kemenpar terus memperkuat koordinasi untuk promosi destinasi prioritas ini.
“Kami geber terus Bromo-Tengger-Semeru yang masuk dalam 10 Bali Baru ini dengan even berkelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)
batampos.co.id – Pusat Pengelola Data dan Sistem Informasi (PDSI) Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Business Gathering bersama 38 Kementerian/Lembaga (K/L) Pusat dan Daerah di Borobudur Hotel, Jakarta pada Rabu pagi. (8/11)
Mengangkat tema “Peran BP Batam dalam rangka mendukung penyimpanan data instansi Pemerintah” kegiatan tersebut digagas sebagai upaya dukungan BP Batam terhadap program pemerintah sesuai Perpres nomor 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan dan sistem elektronik.
Kepala Pusat PDSI BP Batam Yuda Gunadi menyambut baik kegiatan business gathering dilakukan pihaknya. Ia menyebutkan data centre sebagai penyimpanan dan pengolahan data kedepan adalah pilihan tepat bagi setiap instansi maupun koorporasi.
“kegiatan ini digagas untuk dapat meningkatkan sinergi diantara kementerian/lembaga pemerintah yang menjadi mitra kami untuk terus berkembang terutama dalam hal penerapan integrated e-goverment berbasis IT,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan data center akan menjadi hal yang dibutuhkan untuk backup dan penyimpanan data seiring isu perkembangan teknologi global. Menurutnya dibutuhkan teknologi software kekinian seperti sistem komputasi cloud, performa security, dan skalabilitas jaringan dalam melayani segala kebutuhan dalam penerapan e-goverment.
“BP Batam berupaya menjadi solusi dalam kebutuhan digital pemerintah dengan segala fasilitas dimiliki seperti cloud computing, back up centre, training centre hingga SDM terampil,” ungkapnya.
Sementara itu Dewan TIK Nasional (Wantiknas) yang bertindak selaku narasumber, Garuda Sugardo menyampaikan penting bagi sebuah instansi memindai informasi-informasi dan data strategis ke dalam pusat data sesuai dengan dasar peraturan yang ada.
Garuda menyebutkan saat ini BP Batam memiliki data centre dimana merupakan salah satu data centre milik pemerintah yang memiliki kondisi terlengkap. Ia menjelaskan pasca moratorium pembangunan data center mengacu pada Perpres No. 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita lebar Indonesia bahwa data center BP Batam merupakan langkah tepat Pemerintah yang harus didukung bersama.
Sesi diskusi Kepala Pusat PDSI BP Batam Yuda Gunadi (kiri kedua); Wantiknas Garuda Sugardo; dan Manager security managemen siytem BP Batam James Leonardo
“Moratorium merupakan langkah tepat untuk berhemat dan melakukan efisiensi” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dengan adanya moratorium ini, negara bisa berhemat.
“Mila semua Kementerian dan Daerah melanjutkan membangun data center, maka akan terjadi pemborosan hingga mencapai 14 triliun rupiah. Data centre yang kita miliki saat ini sudah cukup memadai untuk dimaksimalkan fungsinya oleh K/L”, sambung Garuda yang sudah malang melintang di dunia telekomunikasi di Indonesia.
Wantiknas menyarankan agar Indonesia memiliki National Government Chief Information Officer (NG-CIO) yang salah satunya bertugas untuk menentukan langkah strategis TIK untuk pemerintahan serta menjembatani sektor bisnis dan teknologi. (*)