Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12889

Sambut Hari Angklung Sedunia, Saung Udjo Gelar Angklung Pride ke-7

0

Setelah ditetapakan UNESCO sejak 16 November 2010 silam, keberadaan alat musik Angklung makin mendunia. Untuk memaknai hari istimewa tersebut, Saung Angklung Udjo sebagai salah satu komunitas angklung dan seni tradisional Jawa Barat setiap tahunnya menggelar rangkaian acara “Angklung Pride” ke-7 yang siap digelar di Kebon Awi Udjo Cijaringao di Cimenyan, Bandung, Jawa Barat pada 18 hingga 19 November 2017.

“Keberadaan Angklung perlu diwujudkan dan diimplementasikan dengan menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung di seantero nusantara,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan.

Angklung Pride 7 ini terbagi dalam tiga tahapan yaitu Resital Angklung, Jambore Angklung Gunung, dan Puncak Acara Angklung Pride 7. Resital Angklung sudah berlangsung pada tanggal 1-15 November 2017 di Saung Angklung Udjo. Jambore Angklung Gunung, berlangsung 18-19 November 2017 di Kebon Awi Udjo.

“Tidak hanya itu, Puncak Acara Angklung Pride ke 7 akan diselenggarakan pada 19 November 2017 juga di Kebon Awi Udjo Cijaringao. Pemilihan tempat di Kebon Awi bukan tanpa alasan, hal itu merujuk pada ruh-nya Angklung yang secara filosofis hidup dimasyarakat sunda yang agraris, dengan menyuguhkan sajian pertunjukan dengan tema “Ngangklung di Gunung”, ucapnya.

Wawan Gunawan menambahkan, disamping itu juga akan ada program Hibah angklung untuk sekolah serta apresiasi. Saung Angklung Udjo bekerja sama dengan lembaga pemerintahan dan swasta menargetkan 1000 unit angklung untuk dihibahkan ke sekolah.

“Sekolah penerima angklung program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun sebelumnya. Akan ikut tampil sebagai bukti kelanjutan bahwa angklung yang telah dihibahkan, tetap terjaga fungsi dan filosofis. Serta menjadi kebanggaan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” kata Wawan.

Lalu akan ada juga, pemberdayaan masyarakat untuk mempromosikan produk-produk unggulan baik kuliner ataupun handmade pada program bazzar dirangkaian Angklung Pride 7. Masyarakat memiliki peran penting dalam mempertahankan kearifan lokal. Acara puncaknya akan ada berbagai pertunjukan semisal pencak silat, tari-tarian, dan bermain angklung bersama.

“Kalau angklung dikembangkan maka ekonomi rakyat akan maju, pariwisata di tempat-tempat pembuatan dan pertunjukan angklung juga akan maju. Disekitarnya bisa didirikan dan dimanfaatkan sebagai homestay, atau rumah warga yang sebagian kamarnya bisa disewakan kepada wisatawan yang ingin melihat, belajar membuat dan bermain angklung” tegas wawan.

Rangkaian acara tidak berhenti samapi disitu lanjut Wawan yang juga dalang Wayang Ajen itu, di Angklung Pride ke 7 akan ada Creative Community Involvement serta Udjo Award. “Penghargaan Udjo Award ini akan diberikan kepada para pegiat seni budaya dan tokoh-tokoh yang berkontribusi terhadap pelestarian seni budaya khususnya angklung,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak meragukan seni tradisi Angklung yang dibawah pimpinan Saung Angklung Udjo yang sudah mendunia. Angklung menurutnya, memiliki sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Saya percaya anak-anak binaan Saung Angklung Udjo itu jagoannya, gudang seniman. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, maka akan lebih cepat berlari, karena modal creative value-nya sudah di tangan,” ujarnya.

Menurut Arief Yahya, budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis. “Laku dijual untuk turis mancanegara,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Bermodal Spot Foto Instagramable Pasar Karetan Bikin Kompetisi Vlog

0

Besok, Minggu Pagi, 19 November 2017, jangan lupa datang ke Pasar Karetan.

Kosongkan storage memory handphone Anda. Siapkan microphone, jika perlu untuk melawan “noise” di suasana Pasar Karetan yang riuh.

Bawa tongsis! Ajak teman untuk membantu nge-shoot agar banyak acting yang bisa dimainkan. Download aplikasi video editor, poster, template desain 3D, dll.

“Mumpung ada banyak tempat selfie, instagramable, 1001 sudut spot foto di #RadjaPendapaCamp #PasarKaretan,” tutur Mei Kristianti, Project Officer Pasar Karetan.

Apa yang baru Minggu ini?

“Selalu ada impovisasi baru dong, setiap minggu, biar tidak membosankan, selalu mengesankan,” tandas Mei.

Pertama, vlog Anda akan dipilih, yang terbaik akan mendapatkan powerbank eksklusif. Caranya, kalian harus bikin vlog 1 menit, diposting di Instagram, dengan hastag #PasarKaretan #RadjaPendapaCamp. Sebelumnya follow dulu, akun @PasarKaretan dan @RadjaPendapa_ (pakai garis di bawah, red).

Apa yang dinilai? Yang asyik, yang keren, yang khas Kids Zaman Now! Cerita apa saja, soal pasar tradisional, kuliner khas, permainan anak-anak zaman doeloe, trekking, olahraga, pojok-pojok selfie yang mengingatkan masa lalu, atau menginspirasi masa depan, musik, manajemen pasar, GenPI, masyarakat, digital, apa saja oke.

Pasar Karetan kali ini memasuki Minggu ke-3. Lokasinya ada di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kec Boja, Kab Kendal Jawa Tengah. Sangat dekat dengan Mijen Kota Semarang, dan pengujungnya beragam dari banyak kota di Jateng.

Pasar yang hanya buka Minggu pagi ini, tumbuh menjadi destinasi baru bagi pariwisata Kendal. Ada trekking menyusuri hutan, ada cross country melewati pematang sawah yang menghijau cantik. “Ayo, ajak kawan-kawan, ngevlog bareng di Radja Pendapa Pasar Karetan,” kata Shafigh Pahlevi Lontoh pengurus GenPi pusat.

Isu yang terus dibangun adalah go green, ramah lingkungan, environment sustainability. Tidak boleh menggunakan bahan-bahan plastik, mika, steroform, bahkan gelas, piring pun tidak boleh keramik. “Gunakan bahan-bahan alami, daun pisang, daun jati, batok kelapa, dan lainnya,” jelas Shafigh.

Panitia Pasar Karetan juga menyiapkan beberapa permainan anak-anak. Seperti main egrang, dakon, jalan di atas batok, dan lomba melukis layang-layang “darat.”

Iya, layang-layang darat artinya layanh-layang yang biasa dimainkan di sawah. Bukan yang dimainkan di pantai atau tepian laut.

Panahan, atau archery juga masih akan tampil di zona camping #RadjaPendapaCamp. Dilatih oleh anak-anak muda, atlet panahan Jateng dengan peralatan standard yang dipakai atlet. Kali ini panahan sudah disiapkan tembok penghalang, tatkala bidikannya meleset terlalu tinggi.

Soal pasar-pasar, Menteri Pariwisata yang sedang berkunjungan kerja di Lombok menjelaskan pasar instagramable itu adalah kreativitas anak-anak muda yang perlu dikembangkan. Anak anak muda mengajak teman netizennya, kopi darat, bertemu di satu tempat di dunia nyata.

Momentum saling ketemu antar netizen penduduk dunia maya itu, dikemas dalam pasar yang khas, banyak spot foto, dan anak muda banget.

“Komposisi 85% masyarakat, 15% operasional return untuk menghidupi GenPI dan pasar itu bagus. Mirip Gojek, untungnya bukan dari operational return, tapi non operational return,” jelas Menpar Arief. (*)

Fitri Carlina Makin Semangat Promosikan Pariwisata Indonesia

0

Alhamdulillah, akhirnya sah, aku bisa ikut mempromosikan Indonesia,” ujar Fitri Carlina, penyanyi dangdut tanah air..

Jauh sebelum penandatangan co branding dengan Kemenpar, Fitri sebenarnya telah memasang logo resmi promosi pariwisata Indonesia, Wonderful Indonesia serta logo pariwisata Banyuwangi, Majestic Banyuwangi dalam produknya.

Logo-logo tersebut terpampang di toko Banyuwangi Savana Cake miliknya di Jalan Letjend S Parman No. 26, Banyuwangi. Menurut Fitri, menghadirkan kue yang bakal menjadi oleh-oleh khas Banyuwangi itu bukan sekadar binis. Tapi juga bagian dari usaha dirinya meningkatkan promosi dan perkembangan pariwisata Banyuwangi.

“Ini adalah satu kebanggan buat aku dan juga masyarakat Banyuwangi tentunya,” ujar Fitri Carlina.

Wanita kelahiran 29 Mei 1987 ini mengatakan, sangat erat kaitannya antara produk Banyuwangi Savana Cake dengan pariwisata Banyuwangi. Keduanya saling berkaitan. Bahwa wisatawan yang ke Banyuwangi tentunya akan mencari buah tangan. Salah satunya Banyuwangi Savana Cake.

Semakin banyak wisatawan yang datang ke Banyuwangi, akan berdampak positif pula untuknya.

Karena itu Fitri mengatakan, ia tidak jarang mengunggah berbagai destinasi-destinasi indah dan keren di Banyuwangi. Mulai dari Kawah Ijen, Pantai Merah, Jawatan Benculuk dan masih banyak lagi.

“Responsnya Alhamdulillah positif. Dan memang wow Indonesia sangat indah. Terutama dalam mengenalkan Banyuwangi sehingga mereka tertarik untuk datang,” ujar Fitri Carlina yang memiliki followes mencapai 1,3 juta.

“Bahkan yang bikin aku juga surprise, nggak hanya dari dalam negeri, tapi yang komentar juga banyak dari luar. Makanya aku lumayan surprise mereka jadi kenal dengan destinasi yang aku posting,” ujarnya lagi.

Sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan, Banyuwangi memang punya banyak destinasi keren. Wisata alam, budaya, buatan, semuanya lengkap. Banyuwangi juga dikenal sebagai kabupaten festival.

Di bulan November ini, setelah Banyuwangi Ethno Carnival yang juga dihadiri dua orang menteri, Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Pariwisata Arief Yahya pada 11 November lalu, Banyuwangi masih akan dimeriahkan dengan sejumlah festival. Seperti Parade Dalang pada 24 November serta Festival Film Pendek pada 25 November.

Sedangkan di bulan Desember yang juga masuk ke masa libur akhir tahun, Banyuwangi akan diisi dengan Festival Endhog-Endhogan pada 2 Desember, Festival Rowo Bayu pada 3 Desember, Festival Gending Using pada 4 hingga 10 Desember juga Banyuwangi Painting & Photography di tanggal yang sama.

Selain itu juga akan ada Festival Kuwung pada 9 Desember dan ditutup dengan Festival Kembang Api pada 31 Desember.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut kolaborasi antara Wonderful Indonesia dengan para artis entrepreneur ini merupakan kerja sama yang saling menguntungkan. Kerja sama ini juga menunjukkan brand Wonderful Indonesia yang dipopulerkan Kemenpar semakin kuat.

“Swasta tidak akan mau kalau brand yang hendak dikolaborasi dengan produknya tidak kuat. Mereka juga menyadari, ketika kuat ketemu kuat, maka hasilnya akan menjadi kuat sekali,” ujar Menpar Arief Yahya.

Lebih lanjut ia mengatakan, impact yang akan dihasilkan bakal semakin besar. Para selebritas ini akan menjadi endorser yang luar biasa bagi pariwisata Indonesia. (*)

Ke Ciamis Nonton Wayang Ajen dan Suguhan Budaya Lain

0

Jika dua pekan lalu Wayang Ajen sukses menghibur masyarakat Garut, kali ini Wayang Ajen akan tampil di Ciamis, tepatnya di Alun-Alun Rancah, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (18/11).

Salah satu kelompok wayang kebanggaan tanah air yang telah diapresiasi di 51 negara ini dijamin bakal menyuguhkan tampilan yang menghibur. Namun tetap sarat dengan nilai-nilai budaya.

Wayang Ajen memang dikenal dengan suguhan yang menghadirkan tafsir baru, membaca tradisi dengan cara-cara modern sehingga menjadi sesuatu yang berbeda. Penciptaan kembali struktur pertunjukan wayang golek Sunda tradisi. Merekonstruksi kembali disesuaikan dengan format kekinian dengan pendekatan konsep dramaturgi.

Wayang Ajen mengkolaborasikan wayang golek, multimedia dan komposisi musik dan seni lainnya dalam sebuah pertunjukan serta didukung juga penataan artistik panggung, keserasian tata cahaya, serta kostum yang harmonis, layaknya sebuah konser yang diminati anak muda.

“Wayang Ajen memang salah satu kelompok seni wayang yang sudah dikenal. Karenanya kami berkolaborasi dengan Wayang Ajen untuk mempromosikan Pesona Indonesia melalui seni pertunjukan,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

Esthy mengharapkan, suguhan Wayang Ajen bakal meningkatkan promosi wisata di Ciamis dan Jawa Barat pada umumnya. Seperti diketahui, jaraknya yang dekat dengan Jakarta menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu destinasi utama wisatawan, terutama nusantara.

“Dengan demikian minat wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat semakin tinggi. Yuk ke Ciamis, nikmati suguhan budayanya. Nikmati ragam wisata lainnya,” ujarnya.

Urusan wisata budaya, Ciamis memang punya segudang daya tarik. Ada Situ Lengkong Panjalu, destinasi yang menyuguhkan indahnya danau dengan sebuah pulau di tengahnya. Keindahan itu dibalut dengan kisah sejarah Kerajaan Panjalu yang menjadi cikal bakal kawasan tersebut. Di tengah pulau juga terdapat makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora.

Belum cukup, di lokasi ini kerap digelar upacara adat Nyangku dimana benda-benda pusaka akan dibersihkan melalui upacara adat.

Selain itu, Kabupaten Ciamis juga memiliki Ciung Wanara yang merupakan Situs Peninggalan Kerajaan Galuh. Ciung Wanara adalah situs purbakala bercorak Hindu-Budha. Situs yang berada di Desa Karangmulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis ini juga merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Galuh. Ciamis memang tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Galuh.

Belum cukup, ada juga Kampung Kuta. Terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari. Ini adalah lokasi dimana wisatawan dapat menemukan masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan lokal. Salah satu yang dipegang teguh masyarakat adalah pelestarian hutan serta mata air juga pohon aren sebagai sumber kehidupan.

Ciamis juga punya destinasi yang menyuguhkan keindahan alam seperti Curuh Tujuh Cibolang, Pantai Batu Karas, Pantai Batu Hiu, Pantai Karang Nini dan lainnya.

“Setelah puas mengeksplorasi Ciamis, wisatawan juga bisa mengunjungi daerah lainnya. Bandung dengan surga kuliner dan belanja, atau Purwakarta dengan Taman Sri Baduga. Semuanya indah. Cocok untuk menghabiskan waktu akhir pekan,” ujar Esthy.

“Wayang Ajen” sendiri akan menyuguhkan lakon Suluk Jabaning Langit dengan durasi mencapai 2 jam. Lakon ini adalah nilai spiritual sebagai solusi yang harus diagungkan oleh seluruh rakyat dan para pemimpin negeri dalam mencari solusi untuk memecahkan berbagai persoalan yang krusial.

Permasalahan seperti kejahatan, keresahan, kebencian, kemunafikan, ketidakadilan, ketimpangan, kerakusan dan lainnya.

Suluk Jabaning Langit adalah kunci spirit dan nilai spiritual yang menyatu dalam diri manusia antara raga, rasa, rasio dan ruh dalam tatanan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Untuk memberikan kontribusi positif dalam menciptakan diri yang lebih baik dan sempurna untuk kesejahteraan dzohir batin. Wayang Ajen antara tontonan dan tuntunan.

Dalam penampilan itu juga akan dimeriahkan oleh pelawak Ade Batak dan Jenong Sasagon, artis pop Rita Tila, puisi Sufi dan Doa oleh Ridwan Ch Madris dan Anggri Sri Wilujeng, dakwah K.H Dadang Muliawan, S.Kom.i, M.Sos serta didukung Anggota Komisi X DPR RI Puti Guntur Soekarno, S.Ip.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik digelarnya pertunjukan Wayang Ajen yang juga sebagai bagian dari promosi Pesona Indonesia. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ciamis, dan Jawa Barat.

Pementasan Wayang Ajen dikatakannya merupakan salah satu daya tarik budaya yang memiliki peranan penting dalam pariwisata Indonesia.

Seperti diketahui bahwa ketertarikan wisatawan untuk berkunjungan ke Indonesia, khususnya wisatawan mancanegara, 60 persen dipengaruhi oleh faktor budaya.

“Jadi ketika ada pertunjukan budaya yang menyentuh hati nurani masyarakat yang menjadi program Kemenpar ataupun dinas-dinas di daerah, akan menjadi daya tarik yang positif yang sangat tinggi. Sehingga berpengaruh dalam peningkatan kunjungan wisman dan wisnus,” ujar Arief Yahya.(*)

Warga NTB Demam Pariwisata

0

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Abdul Hadi Faishal mengatakan, pencapaian apik sektor pariwisata NTB yang mulai dikenal wisawatan, dimulai dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di bawah komando Arief Yahya yang menjadikan Mandalika salah satu dari 10 destinasi prioritas. Hal itu membuat NTB terus menjadi pembicaraan para travellers baik domestik maupun mancanegara.

“Ada tiga momentum strategis pariwisata yang berhasil dilakukan NTB sehingga berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan. Sekarang semua lapisan masyarakat baik yang tua dan muda makin optimis pariwisata NTB akan mensejahterakan,” ujar Hadi, Jumat (17/11).

Ketiga momentum itu ialah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada 2016, serta peresmian kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika pada Oktober 2017. Bahkan, ketiga perhelatan akbar ini dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi.

“Yang masih hangat, ialah peresmian KEK Mandalika, di mana Jokowi menyempatkan diri ngevlog bersama Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi di Pantai Kuta Mandalika yang menjadi lokasi utama dari kawasan yang digadang-gadang sebagai The Next Nusa Dua,” ujar Hadi.

Hadi menilai, kesuksesan tiga acara besar itu terbukti menyedot perhatian publik tentang potensi wisata NTB, khususnya di Pulau Lombok. Langkah cerdik memanfaatkan momentum ini merupakan kepiawaian yang kongkrit dari Pemprov NTB yang dengan apik berkolaborasi dengan Kemenpar dalam pengembangan sektor pariwisata.

“Keseriusan Pemprov NTB didukung Kemenpar begitu terlihat dalam pengembangan pariwisata, dengan memberikan dukungan besar, baik dari sisi promosi maupun penguatan destinasi,” cetus Hadi.

KEK Mandalika ini digadang-gadang bakal menjadi langkah awal dari serangkaian program besar dalam rangka mewujudkan pariwisata Indonesia yang kuat, sekaligus memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Setelah beroperasi, kawasan ini diprediksi mampu memberdayakan tenaga kerja hingga 58.000 orang. Investasi yang masuk pun diperkirakan lebih dari Rp 13 triliun.

“Masyarakat akhirnya menyimpulkan bahwa ada tiga orang paling penting dan berjasa dalam hal ini adalah Presiden Jokowi, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi. Tiga figur fenomenal ini kelak akan dikenang dan menjadi catatan sejarah pariwisata dan perekonomian NTB dan Indonesia. Bayangkan Lombok bisa masuk investasi Rp13 triliun dan Mandalika akan menyerap 58 ribu tenaga kerja tentu ini jauh diatas ekspektasi publik pariwisata lLombok,” paparnya.

Namun, Hadi mengingatkan kepada seluruh elemen di NTB tetap berfokus mempersiapkan diri menyambut jumlah tamu yang diproyeksikan datang lebih banyak seiring perkembangan KEK Mandalika. Sebab kawasan ini ditargetkan menawarkan 2 ribu kamar hotel anyar dengan pemandangan indah di Pantai Kuta Mandalika pada 2019.

“Jangan sampai saat wisatawan itu sudah benar-benar datang namun kita belum siap. Hal ini juga menjadi perhatian khusus PHRI yang terus meningkatkan sinergitas dengan para stakeholder,” papar Hadi.

Pun dengan sektor bandara, yang menurut Hadi juga ikut bersiap melihat animo wisatawan yang datang ke Lombok terus mengalami lonjakan. Dikatakannya, pengembangan bandara di NTB harus terus dilakukan hingga bandara NTB menyerupai yang ada di Bali.

“Yang lebih penting sekarang ialah tingkatkan landasan kita, karena kemarin tiga penerbangan dari Malaysia (ke Lombok) banyak yang tidak dapat tiket. Bandara harus terus dikembangkan minimal harus bisa menyerupai yang ada di Bali,” pungkasnya.

Saat ini KEK Mandalika sudah semakin siap menyambut para wisatawan yang datang. Kawasan ini menjadi kian mudah diakses karena telah dibangun jalan langsung yang berjarak hanya 30 menit dari Bandara Internasional Lombok.

KEK Mandalika terbentang luas 1.034 hektar, dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Kawasan ini ditandai dengan berdirinya Monumen Putri Mandalika yang ada di Pantai Seger.

Selain pantai-pantai indah nan mempesona, saat mengeksplor alam Mandalika kamu tak boleh melewatkan Bukit Merese. Dan jangan lupa pula untuk singgah di Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende khas masyarakat Sasak.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, beroperasinya KEK Mandalika bakal menjadi momentum yang kuat dalam memastikan langkah pariwisata menjadi leading sektor perekonomian nasional.

“Saya semakin yakin, pariwisata Indonesia akan semakin kuat, bahkan bisa menjadi yang terhebat dan terbesar di dunia. Karena ada CEO commitment, atau komitmen Pak Presiden,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ukurannya jelas. Potensi pariwisata Indonesia sangat bagus, natural and cultural resourcher selalu top 20 dunia. Nilai competitiveness atau daya saing alam dan budaya Indonesia sangat kuat.

“Mandalika merupakan satu dari 10 Bali Baru yang sudah ditetapkan pemerintah. Dengan bakal tumbuh dan berkembangnya ‘Bali-Bali Baru’ ini bisa dibayangkan bagaimana pariwisata Indonesia dapat melesat tinggi,” kata Arief Yahya. (*)

Berhenti Jadi Honorer, Tak Malu Dagang Tapai Keliling

0
Jauhari berdagang tapai keliling pakai motor. F. Imam/Batam Pos.

batampos.co.idBagi Sebagian orang, menjadi honorer di lingkungan pemerintahan merupakan suatu impian. Namun tidak demikian dengan Jauhari. Meski sempat mengecap status honorer, tapi impian tertingginya adalah menjadi seorang pengusaha.

Dua tahun mengabdi sebagai honorer di salah satu sekolah dasar, tidak membuat Jauhari tenang. Naluri sebagai seorang pedagang lebih kental ketimbang rutinitas di sekolah.
Anak kelima dari tujuh bersaudar ini pun mengambil langkah tegas keluar sebagai honorer. Pria yang akrab disapa Aby Jo, memulai merintis usaha. Kondisi ekonomi keluargalah yang menempa naluri bisnis pria berusia 30 tahun ini.

Bermodal seadanya, Aby Jo memulai berdagang tapai keliling. Baginya, tidak ada kata menyerah, apalagi gengsi. Dengan kegigihan diyakininya bisa mengantarkan ke pintu kesuksesan sebagaimana yang menjadi impiannya. “Berdagang tapai keliling justru lebih nyaman dan tenang dibanding pekerjaan-pekerjaan sebelumnya,” ujar Aby Jo ketika ditemui Batam Pos, Jumat (17/11) kemarin.

Berbekal sepeda milik orangtuanya, dan keranjang berisi tapai, Aby Jo sudah berkeliling seputaran Tanjungbatu Kota sejak pagi. Penghasilannya pun terus meningkat. “Alhamdulillah, hasil dari berdagang bisa untuk menambung,” sebut Aby Jo.

Meski menjadi seorang pedagang keliling, Aby Jo, tetap menjaga penampilan. Rambutnya dipotong khas, ditambah kacamata hitam membuat penampilannya lebih segar.
Diakuinya, tidak sedikit orang yang mencibir dengan pekerjaannya tersebut. Cemooh hingga hinaan silih berganti menerpa dirinya. Namun semua dijalani Aby jo dengan ikhlas, dan sabar.

“Jujur saya sekarang lebih senang, dan santai. Walaupun saya hanya jualan tapai keliling dan banyak yang mencibir,” tutur Aby Jo yang bercita-cita menjadi pengusaha sukses, dan memberangkatkan haji kedua orangtuanya.

Mengenai ketertarikan berjualan tapai, dikata Aby, bermula ketika melihat usaha bapaknya yang tidak pernah ada kemajuan. Padahal, usaha tersebut sudah dirintis puluhan tahun. Penyebabnya karena tidak ada inovasi yang dilakukan, baik terhadap kemasan, maupun cara pemasaran.

“Selama ini tapai singkong dibungkus daun pisang, lalu dititipkan di kios atau kedai. Jadinya, kurang menarik. Sekarang saya mencoba berinovasi dengan mengubah kemasan, dan pemasaran,” tutur Aby yang mengaku menghabiskan 60 kilogram ubi singkong setiap hari.

Selain menjadi pengusaha, Aby bermimpi tapai ubi singkong kelak menjadi oleh-oleh khas Tanjungbatu. Selama ini, Kundur belum memiliki makanan yang menjadi ciri khas. Apalagi, bahan baku singkong cukup melimpah di Pulau Kundur.

“Untuk terus mengembangkan usaha, saya sudah mengikuti berbagai pelatihan, workshop. Selain mencari pengalaman, juga menambah ilmu. Semoga ubi singkong bisa menjadi makanan khas Kundur,” tutupnya. (ims)

Tak Ada Ambulans, Pasien Diangkut Pakai Tossa

0
Selain kondisi jalan masih buruk, jarak dari puskesmas menuju RS Lapangan Palmatak juga jauh. Tanpa ambulans, mobilisasi pasien jadi terhambat. F. Dokumentasi Batam Pos.

batampos.co.id – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) desa Air Asuk Kecamatan Siantan Tengah tidak memiliki ambulance. Padahal ambulance sangat penting bagi Puskesmas untuk mobilisasi pasien dari sejumlah desa seperti Teluk Sunting, Air Senah, serta pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit Lapangan Palmatak, sangat membutuhkan ambulance.

Camat Siantan Tengah Herry Fakhrizal mengatakan karena tidak ada ambulans, maka tidak jarang pasien dibawa dengan motor roda tiga atau di Anambas sering disebut tossa atau mobil pikap milik warga terdekat. Tapi kadang juga pakai ambulans pinjam dari RS Lapangan Palmatak.

“Kadang pinjam ambulans dari RS Lapangan Palmatak, kadang pakai pikap, bahkan kadang pakai tossa,” tegas Herry Fakhrizal, kepada wartawan kemarin.
Dikatakannya, tahun lalu sempat ada warga Air Asuk yang tidak tertolong gara-gara mengalami pendarahan usai melahirkan.

“Desember kemarin ada yang meninggalkan dalam perjalanan karena selain kondisi jalan masih buruk, jaraknya menuju RS Lapangan Palmatak juga jauh, jadi tidak tertolong,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya ada pengadaan ambulans melalui Dinas Kesehatan. “Pada Perubahan APBD tahun ini ada pengadaan, mudah-mudahan nanti kalau sudah tiba dapat dimanfaatkan,” ungkapnya.

Kepala TU Puskesmas Desa Air Asuk M. Birul mengatakan, selain kekurangan ambulans, persoalan yang menjadi kendala adalah kursi roda dan sejumlah alat kesehatan yang lain.
“Listrik juga menjadi kendala bagi kami mengingat PLN hanya hidup dari pukul 18.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB malam,” ungkap Birul Jumat (17/11)

Untuk melaksanakan pelayanan optimal kepada masyarakat tambah Birul, Puskesmas menyiapkan mesin genset sendiri agar listrik bisa hidup 24 jam. “Jika ada pasien rawat inap maka akan diupayakan hidup 24 jam, jadi harus pakai genset,” bebernya.

Saat ini lanjut Birul, di Puskesmas Air Asuk terdapat tiga dokter umum, satu dokter gigi, 20 perawat dan 11 bidan. Untuk bidan dan perawat tersebar di lima puskemas pembantu (pustu) yang ada. “Pustu-pustu yang ada saat ini juga aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Birul mengakui, sebelumnya Puskesmas Air Asuk kekurangan dokter, namun setelah Dinas Kesehatan menambah dokter kekurangan tersebut terlengkapi. “Saat ini yang masih kurang itu adalah perawat,” sampainya.

Birul juga mengungkapkan bahwa pihaknya baru mendapatkan ruangan baru untuk persalinan, namum belum bisa dimanfaatkan karena alat kesehatan pendukungnya belum ada. (sya)

Warga Banyak Jual Perhiasan

0
Dalam kondisi sepi pembeli, pedagang emas masih harus membeli kembali perhiasan yang dijual masyarakat. Tampak pedagang emas menyusun dagangannya. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dampak lesunya perekonomian Karimun beberapa bulan belakangan ini berimbas terhadap penjualan emas di Karimun. Saat ini masyarakat banyak yang menjual kembali perhiasannya ke toko emas, untuk kebutuhan hidup. Sedangkan harga emas untuk berbagai jenis tidak ada perubahan.

“Kebanyakan yang jual perhiasan emas kesini dengan alasan untuk kebutuhan keluarga,” jelas Dayat salah satu penjual emas di Tanjungbalai Karimun, kemarin (17/11).
Dikatakannya, harga emas tidak ada kenaikan maupun penurun mulai dari 24 karat dibandrol Rp 555 ribu per gram, emas 916 Rp 510 ribu per gram, emas 22 Rp 400 ribu per gram. Sedangkan jenis perhiasan seperti gelang, kalung, cincin maupun anting berbagai ukuran masih tetap dipajang.

“Rata-rata Rp 50 juta per hari kami membeli perhiasan emas dari masyarakat. Kalau untuk pembeli sepi, itupun ada sehari paling satu atau dua orang yang beli perhiasan. Cuma untuk keperluan acara keluarga saja mereka beli,” tuturnya.

Masih kata Dayat, dirinya berharap kepada Pemkab Karimun untuk bisa mencarikan jalan bagaimana menggairahkan perekonomian masyarakat. Sebab industri yang ada di kawasan FTZ sudah tidak ada karyawan lagi.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa kembali bergairahlah ekonomi Karimun,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Uda salah seorang pedagang emas yang ada di Pasar Puan Maimun. Dia mengatakan lesunya penjualan emas di Karimun cukup terasa beberapa bulan lalu.

“Kami harapkan hari Sabtu dan Minggulah, kalau hari biasa jangan harap yang mau beli emas bang,” keluhnya. (tri)

Pemko Terima Aset Senilai Rp 17,3 M

0
Taman Batu 10, salah aset dari Direktorat Jendral Cipta Karya di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dihibahkan ke Pemko Tanjungpinang. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang menerima aset dari Direktorat Jendral Cipta Karya di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kamis (16/10) malam kemarin. Total nilai aset yang diterima mencapai lebih dari Rp 17,3 miliar.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah akan segera menindaklanjuti penyerahan dengan nota hibah barang milik negara ini di lapangan. “Sebab periode asetnya dari 2006. Nanti akan dicek lagi apakah masih berfungsi atau tidak. Kalau ada yang rusak, ya akan kami perbaki dulu,” ujar Lis.

Ada pun rincian hibah aset yang diterima Pemko Tanjungpinang di antaranya adalah dua unit truck dan attachment-nya tahun 2006, excavator lainnya tahun 2013. Selain itu ada juga aset dari tahun 2011 berupa instalasi air bersih atau air baku di Penyengat, lalu jaringan pipa distribusi tekanan menengah pipa PE, serta yang paling baru adalah aset berupa Taman Batu 10 yang dibangun tahun 2016 lalu.

Kepada pihak kementerian, Lis juga mengingatkan agar penyerahan aset semacam ini tidak perlu menunggu periode yang terlalu lama. Mengingat kualitas aset yang sudah lama berdiam bisa saja sudah terjadi kerusakan dan akan menelan biaya cukup besar pada ongkos perbaikan.

“Ini baru secara administrasi, sedangkan penyerahan aset secara fisik di lapangan nanti kami akan melakukan pengecekan kembali, karena asetnya juga ada yang sudah bertahun-tahun barangkali ada yang perlu dibenahi atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, dituturkan Lis, Direktur Jenderal Cipta Karya, Sri Hartoyo mengatakan bahwa hibah yang diterima pemerintah daerah maupun yayasan ini merupakan barang milik negara yang bersumber dari dana APBN tahun 2005 sebanyak 764 aset.

Penyerahan aset secara administrasi merupakan wujud sinergisitas pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, disertai juga dengan pemindahan pencatatan sesuai aturan berlaku.

“Kiranya dapat meningkatkan kualitas barang milik begara dan memperjelas pengoperasian dan pemeliharaannya,” ungkap Hartoyo. (aya)

Nasib Warga Ruli di Lokasi Pelabuhan Tanjunguban

0
 Zulkifli, salah satu warga yang rumahnya berada di lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat menatap ke pekerjaan pembangunan di Tanjunguban, Jumat (17/11) kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Zulkifli menatap kosong ke arah laut. Warga Tanjunguban ini merenungi nasibnya. Bapak satu anak ini harus mengikhlaskan rumahnya yang menjadi tempat berlindung keluarganya selama 17 tahun terakhir harus dirobohkan karena berada tepat di lokasi pembangunan pelabuhan bongkar muat multifungsi di Tanjunguban.

“Mau bagaimana lagi. Bangunan rumah ini (liar) bukan di tanah sendiri kami menumpang tanah orang. Memang harus pindah, tapi belum tahu mau ke mana,” kata Zulkifli kepada Batam Pos, Jumat (17/11).

Zul panggilan lelaki yang mengantungkan ekonomi keluarganya melalui hasil laut ini
juga masih binggung mau mengadu ke mana. “Harapannya pemerintah mendengar suara-suara kami dan bisa menjembatani persoalan ganti rugi dengan pihak yang membangun pelabuhan ini. Kami tidak minta banyak, ganti uang paku dan papan,
jadilah untuk menyewa sementara rumah,” ungkapnya.

Kegelisahan Zul makin bertambah, karena sampan fiber yang digunakannya mencari ikan, bocor. Ia harus mencari uang untuk menambal kebocoran sampan agar bisa kembali digunakan menangkap ikan. Tak hanya Zul, Awang dan Sani juga harus pindah dari gubuknya. “Sudah sejak tahun 1995 saya tinggal di sini. Tanahnya milik pak Aui, kami
menumpang di sini,” kata pria paruh baya itu.

Ia belum tahu apakah ada ganti rugi dari pembangunan pelabuhan bongkar muat yang di
Tanjunguban, karena belum ada pembicaraan ke sana. “Informasinya tidak ada ganti rugi buat kami, kecuali pemilik lahan yang memang lahannya terkena pembangunan pelabuhan,” katanya.

Kadis Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Jamhur Ismail mengatakan, beberapa rumah yang berada di lokasi pekerjaan sebenarnya rumah liar. Hanya, demi kebaikan bersama, pihaknya berencana akan memberikan uang saguhati. “Bukan ganti rugi, tapi saguhati. Besarannya akan kita bicarakan nanti. Tapi tahun ini mereka belum diminta pindah, sebab
tahun ini hanya pekerjaan pemancangan, tahun depan baru dilakukan
penimbunan,” jelasnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, kontraktor yang akan memindahkan kapal pagai sudah mulai memasukkan material. “Yang kecil kecil dulu, kalau material semua sudah ada, kami akan kerja. Mungkin besok sudah mulai kerja,” kata kapten Redi, pihak
kontraktor. (cr21)