Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12921

Duit PNS Pemko Batam di Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) Dikorup

0

batampos.co.id – Setelah melakukan penyelidikan hingga penyidikan, Kejaksaan Tinggi Kepri menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kerja sama asuransi kesehatan, tunjangan hari tua PNS dan honorer Pemko Batam di PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ), Kamis (14/9).

Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Batam, Syafei (SY) dan pengacara PT BAJ berinisial MN. Meski ditetapkan sebagai tersangka, keduanya belum ditahan.

Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, dalam keterangan pers kemarin di Tanjungpinang, mengatakan penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan atas penyalahgunaan dana kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam sebesar Rp 51 miliar.

Dana tersebut merupakan uang pengganti polis yang telah disetorkan Pemko Batam kepada PT BAJ. Dana disimpan di rekening bersama ‘escrow account’ PT BAJ dan Pemko Batam. Namun, karena belum ada keputusan hukum tetap atas besaran dana pengganti yang harus dibayarkan PT BAJ, dana itu belum boleh dicairkan.

Kedua tersangka kemudian berniat menarik dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Syafei dan MN lantas membuka rekening giro atas nama mereka. Keduanya kemudian membuat surat kuasa: Syafei bertindak sebagai kuasa Pemko Batam dan MN sebagai kuasa PT BAJ. Berbekal surat kuasa tersebut, mereka menarik dana dari rekening bersama sebanyak 31 kali untuk dipindahkan ke rekening giro yang baru mereka buat dalam rentang waktu 2013 hingga 2015. Total duit yang diambil kedua tersangka Rp 51 miliar.

“Kedua tersangka membuka rekening giro atas nama mereka tanpa diketahui Pemko Batam. Padahal kasusnya saat itu status quo karena sedang menunggu putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap,” ujar Yunan.

Atas perbuatannya, terang Yunan, tersangka dijerat dengan pasal 3 Jo pasal 8 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Nomor 8 Tahun 2010 pasal 3 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Keduanya belum dilakukan penahanan. Mereka akan diperiksa kembali bersama sejumlah saksi lainnya,” ucap Yunan

Kasus ini bermula dari perjanjian kerja sama antara Pemko Batam dengan PT BAJ pada 1 Agustus 2007. Asuransi mencakup jaminan kesehatan dan tunjangan hari tua bagi PNS serta tenaga honorer Pemko Batam. Kerja sama itu ditandai dengan nomor polis 02070197/ATMP/01/2007 yang ditandatangani Direktur Utama PT Asuransi Jiwa BAJ, Rudolf Sinaga, dan Sekretaris Daerah Pemko Batam, Agussahiman.

Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Batam meninggalkan Dataran Engku Puti Batamcenter. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Setelah berjalan lima tahun, Pemko Batam menghentikan kerja sama itu per 31 Juli 2012 dengan alasan keterbatasan anggaran.

“Berhentinya kerja sama lantaran kondisi BAJ tidak sehat pengelolaan keuangannya dan sempat dilarang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengeluarkan prodak asuransi. Saat itu, BAJ juga digugat oleh OJK dan 2015 resmi dinyatakan pailit,” papar Yunan.

Sesuai perjanjian, jika kerja sama berhenti, PT BAJ harus membayar tunai sesuai dengan usia polis yang telah dijalani oleh peserta yang nilainya mencapai Rp 115,9 miliar.

Namun, menurut BAJ, berdasarkan hitungan mereka, kewajiban yang harus dibayarkan kepada Pemko Batam hanya sekitar Rp 67 miliar. Karena tidak ada kata sepakat, Pemko Batam menggugat PT BAJ ke Pengadilan Negeri Batam agar tetap membayar besaran polis senilai Rp 115,9 miliar.

Namun, majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut hanya mengabulkan Rp 80 miliar. Tak puas, Pemko Batam melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau. Namun, putusan hakim tinggi malah lebih rendah lagi, yakni Rp 50 miliar.

Dengan makin turunnya nilai polis yang diwajibkan kepada BAJ, perkara tersebut akhirnya dibawa hingga ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung, tetapi ditolak. Sementara BAJ hanya sanggup membayar Rp 57 miliar.  (osias)

WNA Kesulitan Miliki Properti di Batam

0
ilustrasi
foto: cecep mulyana

batampos.co.id – Pasar properti di Batam masih didominasi pembeli lokal atau warga negara Indonesia. Padahal, dengan lokasi yang berbatasan langsung dengan beberapa negara, pasar untuk orang asing pun sebenarnya sangat potensial untuk dijajal para pengembang di Batam.

Data DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebutkan, jumlah warga negara asing (WNA) yang berinvestasi di sektor properti masih sedikit. Dari sekitar 2.000 unit apartemen yang sudah ada, misalnya, baru 10 persen saja atau sekitar 200 unit yang dimiliki WNA.

“Masih sangat minim. Mungkin karena kemudahan memiliki properti di Batam untuk WNA masih jauh dari harapan,” kata Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan, Kamis (14/9).

Achyar mengatakan, letak Batam yang sangat strategis sebenarnya menjadi keuntungan tersendiri bagi pengembang. Dan, menurutnya, banyak WNA yang berminat tetapi karena kemudahan itu tidak ada, realisasinya sangat rendah.

Sejauh ini, pemilik properti di Batam masih didominasi oleh orang lokal. Sebagian besar untuk ditinggali sendiri dan sebagian lagi untuk investasi.

“Berbeda dengan di negara-negara tetangga. Sangat dimudahkan. Sangat berbeda dengan yang ada di Batam,” katanya.

Saat ini, kata Achyar, ada sekitar 100 ribu unit rumah tapak di Batam. Sebagian besar juga dimiliki masyarakat lokal. “Pemerintah harus mempermudah kepemilikan rumah atau properti untuk asing,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah hanya mengizinkan WNA membeli properti dengan Sertifikat Hak Pakai. Sertifikat ini dapat diperpanjang selama 30 tahun, kemudian diperpanjang lagi menjadi 20 tahun, dan diperbarui lagi selama 30 tahun. Total seorang WNA bisa tinggal di properti yang ia beli mencapai 80 tahun.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 103 pasal 2 ayat 2 disebutkan bahwa WNA yang diperbolehkan membeli properti di Indonesia harus memiliki izin tinggal dan menetap di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Surat izin tinggal ini biasa disebut Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas). Untuk mendapatkan Kitas, seorang WNA harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia dan kartu ini wajib diperpanjang selama 2 tahun sekali. Dari aturan ini bisa dimaknai bahwa WNA yang ingin membeli properti harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia. Artinya, motivasi mereka membeli properti bukan untuk diinvestasikan namun untuk ditinggali.

“Dan harga minimumnya adalah Rp 5 miliar. Harus juga tinggal di Batam. Dan harus menikah dengan WN Indonesia. Syarat ini sangat memberatkan,” katanya.

Onward Siahaan, anggota Komisi II DPRD Kepri, mengatakan, syarat kepemilikan rumah untuk orang asing memang masih sulit. Ada plus minus dalam hal ini.

“Tapi memang intinya kalau masih ada warga lokal yang mau ambil properti di Batam harus diutamakan. Tetapi untuk investasi asing ini memang bisa dipermudah,” katanya.
(ian)

TKP Tabrakan Kapal Tanker, Tempat Favorit Laka Laut

0
Gambaran suasana trafik kapal di selat Singapura

batampos.co.id – Tempat kejadian perkara (TKP) Kapal Tanker Kartika Segara dengan Kapal JBB De Rong 19, sering terjadi kecelakaan laut. Sehingga perlu adanya tindakan atau solusi meminilisir hal ini.

“Tahun lalu juga ada kejadian serupa,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Kamis (14/9).

Sehingga perlu adanya pembahasan mengenai hal itu. Sam menuturkan bahwa pembahasan untuk mencarikan solusi atas kondisi “black spot” di perairan tersebut, perlu adanya pembicaraan antar kedua negara.

“Bukan Polda Kepri, tapi lebih ke negara dengan negara,” ujarnya.

Ia mengatakan perairan tempat kejadian tabrakan tersebut, sangat sibuk dan padat. Sehingga perlu adanya solusi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Polda Kepri, kata Sam menurunkan dua kapal Pol Air untuk mencari para korban. Dan dari informasi terakhir didapatnya, tiga orang sudah ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

“Masih dua lagi belum ketemu,” ujarnya.

Ia memperkirakan dua yang belum ketemu tersebut, baru akan ditemukan sekitar tiga hari lagi. Dan itupun nantinya berada di perairan Singapura.

“Biasanya gitu, saat ini arusnya dari selatan ke utara. Jadi paling disana (Singapura,red), walau begitu kami akan berusaha mencari diaekitar perairan Batam dan Bintan,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Kapal Tanker Kartika Segara berkendara Indonesia ini bertolak dari perairan internasional menuju ke arah timur. Sedangkan kapal JBB De Rong 19, dari barat menuju perairan internasional. Tapi keduanya bertemu di posisi 01 11.12N 103 49.50E. Akibat tabrakan itu Kapal Kartika Segara mengalami penyok bagian samping dan Kapal JBB De Rong 19 terbalik. Tak ada korban jiwa dari kru Kapal Kertika Segara. Sementara itu Kapal JBB De Rong membawa 12 kru terdiri dari 11 WN China dan 1 WN Malaysia. (ska)

 

Inilah yang Laku

0
 F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Adalah Jaka, 40, seorang ayah korban PHK. Otaknya berputar untuk mencari usaha apa yang bisa dilakukan untuk menyambung hidup. 

Bertemulah ia dengan usaha pulsa selular. Telkomsel menjadi jualan utama. Alasannya jelas, produk inilah yang banyak laku. Dengan label Jack Celluler, Jaka berkeliling untuk berjualan pulsa.

Bila jumpa dia bolehlah Anda menyapanya.

Barang Bekas Masuk di Sini

0
 F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Batam berbatasan dengan Singapura. Batam bukan semata pintu gerbang investasi asing. Pun menjadi gerbang masukkan barang bekas. Meski telah dilarang tetap saja upaya memasukkan barang bekas asal Singapura tetap terjadi.

 

Kemenpar Ikut “Wonderful Indonesia Travel Fair” di Malaysia

0

Kementerian Pariwisata semakin gencar menebar pesona “Wonderful Indonesia” untuk menjaring wisatawan di negara-negara potensial. Salah satunya adalah Malaysia, yang merupakan “kantong” penyuplai wisatawan ke berbagai destinasi di Indonesia.

Setelah meluncurkan paket bundling wisata dalam Promosi Wonderful Indonesia (PWI) Terpadu dan terlibat aktif dalam MATTA Fair di Kuala Lumpur pada 8 hingga 10 September lalu, kali ini giliran kegiatan promosi dan direct selling yang akan dilakukan.

Bekerja sama dengan maskapai AirAsia, kementerian di bawah komando Menteri Pariwisata Arief Yahya ini akan menggelar “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” pada 22 hingga 24 September 2017 di iOi City Mall, Putrajaya, Malaysia.

Pemilihan iOi City Mall bukan tanpa alasan. Ini adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi warga Malaysia. Nantinya acara akan digelar di tempat yang paling strategis. Di tengah-tengah iOi City Mall di lantai dasar. Tempatnya pun luas. Mencapai 3.400 meter per segi.

Menurut Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN, Rizki Handayani mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk promosi sekaligus upaya meningkatkan branding Wonderful Indonesia di Malaysia.

“Mempromosikan destinasi Indonesia sesuai target dengan coverage penerbangan AirAsia, terutama di originasi Malaysia,” ujar Rizki. Para pengunjung nantinya akan diberikan informasi terkait berbagai destinasi di Indonesia.

Dalam ajang promosi ini pula, pengunjung akan disuguhkan berbagai kesenian Indonesia. Seperti tari Rampak Gendang, tari Bajidor Kahot, tari Ronggeng Nyentrik, tari Genjring Party serta live music tradisional Tehyan.

“Juga akan ada kegiatan-kegiatan menarik yang menjadi gimmick seperti prize wheel serta photo booth dengan hadiah-hadiah menarik,” kata Rizki.

Selain ajang promosi, dalam travel fair ini tentunya juga akan dijual paket perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia yang melibatkan sejumlah travel agent dengan harga-harga menarik dengan potongan harga hingga 50 persen dari AirAsia.

“Sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjunngan wisatawan mancanegara di originasi Malaysia melalui penjualan tiket AirAsia dan paket wisata,” ujar dia.

Rizki juga menyebutkan, “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi bersama (Joint Promotion) antara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan maskapai AirAsia. “Selain di Malaysia, kerja sama ini juga dilakukan di negara pasar Singapura,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik akan terselenggaranya “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” sebagai bagian dari mempromosikan pariwisata tanah air ke publik Malaysia.

Menpar mengatakan, “Wonderful Indonesia Travel Fair 2017 with AirAsia” merupakan momentum potensial untuk dapat menjaring wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Utamanya dari Malaysia.

Pada tahun ini Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 1.772.000 orang, dimana tahun 2016 sebanyak 1.225.458.

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

Yahcter Sail Indonesia dan Wonderful Sail 2 Ikut Meriahkan Lovina Festival 2017

0

Ada yang menarik di Lovina Festival (LovFest) 2017. Selain lumba-lumba hidung botol, puluhan yacth dari Sail Indonesia Rally Yatch dan Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 juga bersandar sejak tanggal 14 hingga 18 September 2017 di Buleleng, Bali Utara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, puluhan kapal Yachter itu berkumpul di Pantai Lovina setelah melakukan perjalanan panjang dari Darwin, Australia dan beberapa negara lainnya.

Selain bersandar di berbagai spot-spot wisata di Indonesia, para Yachter juga bersandar di Lovina sejak 14 September 2017. Setelah itu seluruhnya akan berkumpul dan melakukan
perjalanan secara bertahap hingga berakhir di Sabang Aceh, November 2017, mendatang.

“Festival Lovina ini memang sengaja diintegrasikan dan dirangkai dengan pelaksanaan Sail Indonesia/Rally Yatch dan Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 yang telah mendapat dukungan dari seluruh komponen masyarakat Buleleng, terima kasih kepada pemerintah setempat dan seluruh masyarakat Bulelenf,” ujar Esthy Reko Astuti di Jakarta, Kamis (14/9).

Esthy juga memaparkan, Festival Lovina mengambil tema “Enjoy The Difference”, segala karakteristik yang dimiliki desa penyangga di kawasan Lovina tentang kepariwisataan akan tampil berbeda dengan yang dimiliki potensi wisata daerah lain di Bali.

“Beberapa pagelaran akan ditampilkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Buleleng. Selama lima hari kawasan Lovina mulai disulap menjadi bener-bener menarik, ini juga usaha Kemenpar dan panitia agar pariwisata Bali tersebar luas,” ujarnya.

Beberapa persiapan dilakukan sebelum Lovest yang digelar mulai dari Dermaga jetty yang dihias dengan berbagai macam tempat wisata selfi. Hingga sepanjang jalan dihiasi dengan berbagai pernak-pernik lampion dan patung dolpin sendiri disulap seperti berada diatas Kapal Laut yang sedang berlayar.

Untuk Lovina Festival 2017 akan dipusatkan di lima zona yakni, panggung timur-Kalibukbuk (traditional stage), panggung barat-Kaliasem (modern stage), Lapangan Parkir Timur Lovina, Lapangan Kaliasem, dan parkir timur APIK.

Sementara sejumlah agenda kegiatan akan diisi dengan pagelaran dan parade seni budaya, pameran potensi wisata dan industri pendukung, UMKM, kuliner khas Buleleng, parade sampi gerumbungan, parade gangsing, fashion show endek, yoga, zumba, Lovina sunset tour, Lovina colour run, bonangan race, dan berbagai artis hiburan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi event dan festival yang digelar di Bali Utara. Menurut Menpar perhelatan ini penting untuk menaikkan jumlah wisatawan. “Selain event ini, kami melihat Lovina mempunyai potensi yang perlu dikembangkan, contohnya lumba-lumba dan penyu yang banyak menetaskan telurnya di pantai dan tentu harus dikembangkan lagi cara pemasaran pariwisata di Lovina,”kata Arief.

“Bali adalah produk pariwisata Indonesia, kita harus menjadikan Bali sebagai destinasi utama. Jangan cuma Bali di bagian selatan saja, kita kembangkan Bali utara, timur dan bahkan barat,” ujar Arief menegaskan.

Oleh karena itu, Arief Yahya mendukung penuh Buleleng melakukan pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Jadi Festival Lovina ini bisa memperkenalkan potensi pariwisata di Bali bagian utara. Jika ke Bali jangan lupa datang juga ke Pantai Lovina di Buleleng yang juga sangat indah,” kata Menteri asal Banyuwangi itu.(*)

Thai Lion Air Luncurkan Penerbangan dari Bangkok Menuju Bali

0

Maskapai Thai Lion Air meluncurkan penerbangan langsung perdananya ke Bali dari Bandara Internasional Don Mueang.

Rencananya, Maskapai Thai Lion Air akan melaksanakan penerbangan langsung perdananya pada tanggal 15 September 2017. Penerbangan dari Don Moeang ke Denpasar, Bali, merupakan penerbangan harian ke Indonesia ke-dua yang dilakukan oleh Thai Lion Air setelah Jakarta yang menandakan upaya yang terus menerus untuk memperluas jaringan rute internasional mereka.

Seperti diketahui, Negeri Seribu pagoda itu memang merupakan salah satu pasar potensial wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan target 130.000 wisatawan pada 2017.

“Bali merupakan tujuan wisata budaya yang kaya dan merupakan pilihan utama bagi banyak wisatawan asal Bangkok. Penerbangan langsung merupakan pilihan lain yang mudah dilakukan bagi wisatawan baik dari dan menuju Bali. Kami berharap penerbangan ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali melalui jaringan Lion Air Group dan menarik lebih banyak penumpang dari daerah kecil untuk transit di Bali,” kata Kapten Darsito Hendroseputro, Pimpinan Thai Lion Air.

Rencananya, Thai Lion Air SL258 berangkat dari bandara Internasional Don Mueang pukul 5.50 pagi dan tiba di bandara Internasional Denpasar pukul 11.25 waktu setempat.

Penerbangan kembali akan berangkat dari Bali pada pukul 1.20 malam dan tiba di Bangkok pukul 05.15 dengan waktu penerbangan 4 jam 30 menit dan waktu di Bangkok 1 jam lebih lama dari Bali.

Untuk penerbangan tujuan Denpasar ini, pihak Thai Lion Air memberikan harga spesial, tarif promosi awal untuk rute baru ini dimulai dari 3.155 THB atau sekitar Rp. 1.216.500 untuk perjalanan satu arah. Ongkos tersebut sudah termasuk bagasi 20 kg dan pilihan tempat duduk gratis. Ini disesuaikan dengan ketersediaan seat

“Kami akan terus menjelajah rute-rute lain di Indonesai dan memberikan konektivitas yang lebih baik melalui hub kami di Don Mueang,” ujar Darsito.

Thai Lion Air merupakan Maskapai Penerbangan Low Cost Carrier Thailand (LCC) yang beroperasi dari Don Mueang International Airport, Bangkok, Thailand.

Maskapai yang didirikan pada 2013 merupakan salah satu maskapai dibawah naungan Lion Group dan sampai saat ini telah berkembang dengan mengoperasikan 13 rute domestic dan 13 rute internasional dan memiliki 27 unit pesawat baru dengan tipe Boeing737-900 ER yang dikonfigurasikan dengan 215 kursi dan Boeing 737 – 800 ER, dengan 189 kursi.

Kementerian Pariwisata pada tahun ini menfokuskan pada aksesibilitas sehingga selalu mendorong maskapai asing maupun nasional untuk membuka rute dari negara-negara pasar utama ke Indonesia.

“Komitmen penuh Kementerian Pariwisata ditunjukkan dengan persiapan penyambutan charter flight perdana Japan Airlines dengan kesenian Bali, pemberian souvenir, dan refreshments untuk para penumpang,” kata Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.

Lanjut Pitana, Thailand memang dianggap “kolam ikan” bersama Malaysia dan Singapura untuk menjaring wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Hal itu agar arus wisatawan asal Asia Tenggara dapat menyumbang pada pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 15 juta pada tahun 2017.

“Rute penerbangan baru ini diharapkan bisa menjadi connection antara Indonesia dengan belahan dunia lainnya, dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target kedatangan turis asing. Dibukanya rute ini yang memberikan lebih banyak pilihan bagi pelancong dari Thailand,” ucap Pitana.

Sementara itu, Rizki Handayani mengungkapkan, untuk memanfaatkan momentum dan memaksimalkan dampak pembukaan rute baru ini, pihaknya akan memfasiltasi Ground Handling Fam Trip bagi tamu VIP.

“Ini momentum, sekaligus kita perkenalkan destinasi wisata di Bali, kami akan ajak 5 orang Media, 6 orang Board of Investor, 6 orang AOT(Airport of Thailand) dan 2 orang staf dari Thai Lion Air untuk kegiatan Fam Trip,”imbuh Rizki Handayani

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, penerbangan ini memungkinkan pelancong Thailand untuk mengunjungi Indonesia dengan tarif terjangkau dan sebaliknya, sehingga hal ini akan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata di kedua negara.

“Penerbangan ini sejalan dengan rencana kami untuk meningkatkan jumlah wisatawan internasional termasuk dari Thailand yang datang ke Indonesia. Dukungan dari maskapai, termasuk Thai Lion Air, dengan rute-rute baru yang menarik itu sangat membantu target wisaman kami,” kata Menpar Arief Yahya

“Selain itu dampaknya pada sisi ekonomi yang positif, terutama di bidang pariwisata. Terima kasih Thai Lion Air. Luar biasa! Semoga terus berkembang dan makin banyak wisman Jepang menikmati Wonderful Indonesia,” pungkasnya. (*)

3 Hotel Indonesia Raih Penghargan di Big Sleep Awards 2017

0

Belum lama ini, majalah National Geographic Traveller mengumumkan para peraih penghargaan “Big Sleep Awards 2017”, tepatnya dalam edisi Juli-Agustus kemarin.
Dari 20 kategori yang terbagi dalam pilihan juri dan pembaca, tiga industri hotel di Indonesia dinobatkan sebagai yang terbaik.

Pertama adalah Cempedak Private Island untuk kategori “Castaway”.

Dalam ulasannya, juri “Big Sleep Awards” menyebut Cempedak Private Island adalah resort yang menghadirkan fasilitas mewah, namun tetap menerapkan pendekatan pengelolaan keberlanjutan yang sangat kuat.

Cempedak memiliki 20 unit boomerang-shaped pool villa yang hampir keseluruhan desainnya menggunakan bambu. Sementara restorannya, sebagian besar bahan bahan makanan diambil dari para pedagang dan masyarakat terdekat.

Cempedak adalah sebuah pulau pribadi seluas 17 hektare yang berjarak sembilan kilometer dari pantai timur di Bintan, Kepulauan Riau.

“Dengan waktu tempuh 2,5 jam dari Singapura, ini adalah lokasi yang sebenarnya untuk beristirahat, dimana kemewahan berjalan seimbang dengan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal dan manajemen konservasi,” tulis National Geographic Traveller.

Dikelilingi banyak pulau yang belum terjamah, Cempedak adalah salah satu dari sedikit pulau pribadi di sepanjang pantai Bintan yang indah. Cempedak dikelilingi dengan pantai berpasir putih dan dihiasi batu granit putih yang megah.
Cempedak Private Island juga dikelilingi hutan hujan tropis yang menjadi tempat bagi beragam populasi burung lokal.

Termasuk burung enggang, elang dan kingfisher. Penghuni lainnya di pulau ini adalah trenggiling dan keluarga berang-berang laut.
Cempedak Private Island disebut sebagai yang terbaik untuk kategori ini, dengan Milaidhoo Maldives di urutan dua serta Le Barthelemy, St Barts di urutan tiga.

Tidak hanya di kategori “Castaway”, raihan terbaik dari industri di Indonesia juga terdapat di kategori “People Power”.

Di kategori ini “Big Sleep Awards 2017” memberikan penghargaan kepada hotel dengan layanan staff yang sangat berdedikasi sehingga menjadikan pengalaman menginap sangat menyenangkan. Adalah Alila Ubud, Bali.

National Geographic Traveller dalam ulasannya menyebut satu hal yang membuat Alila Ubud layak lantaran kehadiran chef saat breakfast dengan resep minuman marmalade andalannya yakni nanas, daun mint dan adas manis.

Alila Ubud, Bali berada di urutan dua setelah Hotel Tresanton, Cornwall, UK.Selanjutnya adalah Gaia Oasis, Bali, yang dinobatkan sebagai yang terbaik untuk kategori “Hometown Hero”.

National Geographic Traveller memberikan penghargaan ini kepada hotel yang dianggap memberikan manfaat lebih terhadap pemberdayaan masyarakat ataupun komunitas lokal di sekitarnya.

Dalam ulasannya, National Geographic Traveller menyatakan, Gaia Oasis Bali dengan lokasinya yang eksotis serta layananya yang khas, menempatkan sebagian besar keuntungannya guna mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dengan program sekolah dan makanan gratis serta restorasi karang.

“Hotel bisa menjadi jendela untuk masuk ke satu dunia, sebuah tempat untuk sekadar bersantai, mendapat layanan mewah, dan lainnya. Kami memberi penghargaan terhadap hotel yang kami dan pembaca kami anggap sangat menonjol,” ujar Pat Riddell, editor dari National Geographic Traveller.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas penghargaan “Big Sleep Awards 2017”.

Ia pun mendorong lebih banyak lagi industri yang dapat memanfaatkan dengan baik natural and cultural resources Indonesia yang tinggi untuk menjadi atraksi yang kuat dalam menarik minat wisatawan.

Kata Arief, kemenangan ini tidak lepas dari kombinasi yang kuat antara natural and cultural resources Indonesia yang tinggi serta keterbukaan dan keramahan masyarakat, ditambah kepiawaian industri dalam menghadirkan konsep dengan pendekatan berkelanjutan yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.

“Tentunya dalam pengoperasiannya memperhatikan pendekatan konsep pengelolaan pariwisata berkelanjutan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia mengatakan, pengelolaan hotel yang ramah lingkungan akan banyak memberikan dampak. Dari sisi bisnis, penerapan konsep ramah lingkungan akan meningkatkan daya saing hotel itu, sehingga akan meningkatkan nilai jual.

Selain itu, wisatawan juga memiliki lebih banyak pilihan. Sebab gaya hidup “hijau” belakangan sudah menjadi tren yang banyak diminati wisatawan. Sebagai gudangnya natural resources, konsep tersebut tentu akan memberikan efek positif bagi pariwisata Indonesia.

“Wisatawan dunia banyak yang concern terhadap pelestarian lingkungan, sehingga akan menempatkan green hotel yang ramah lingkungan sebagai pilihan dan kebutuhan,” ucap dia. (*)

 

17 September Skytrain di Bandara Soetta Resmi Beroperasi

0

Pengguna Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) bakal dimanjakan dengan transportasi antarterminal gratis. Pasalnya, bandara udara yang dikelola PT Angkasa Pura II (persero) ini akan mulai mengoperasikan automated people mover system (APMS) atau Skytrain pada 17 September mendatang.

Pengoperasian Skytrain itu makin memperkuat positioning Soekarno Hatta sebagai bandara berkelas. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, Skytrain merupakan kereta tanpa awak untuk transportasi antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kereta itu sudah diuji coba selama satu bulan sejak 13 Agustus 2017 lalu. Untuk tahap awal, pihaknya akan mengoperasikan satu jalur dengan satu rute yakni dari Terminal 3 ke Terminal 2.

“Insya Allah 17 September kami akan operasikan satu track dan satu rute destinasi dari Terminal 3 ke Terminal 2. Prosesnya bertahap, selanjutnya tahapan kedua November mulai melayani dari Terminal 1, 2, dan 3,” ujar Awaludin di Jakarta, Rabu (13/9).

Nantinya, lanjut Awaludin, setelah beroperasi dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya. Tahap I pengoperasian Skytrain memang baru melayani Track A sepanjang 1.700 m, tahap selanjutnya menghubungkan Terminal 1, 2, 3, dan integrated building yang juga terkoneksi dengan stasiun kereta bandara, dengan total panjang lintasan dual track mencapai 3.050 m atau sekitar 3 km.

Awal menjelaskan, rangkaian Skytrain yang nantinya bisa dinikmati gratis itu dapat mengangkut 176 penumpang dalam satu gerbong. Masih di tahap awal pula, Skytrain juga akan beroperasi dengan bantuan masinis.

“Sampai Terminal 1 nanti masih pakai driver karena memang dalam periode enam bulan pengoperasian, paling cepat itu baru bisa driverless (tanpa awak masinis). Ada pertimbangan faktor keselamatan dan risiko. Kami ngebut agar November bisa beroperasi penuh,” tuturnya.

Awal menambahkan, Skytrain dioperasikan untuk mengakomodasi perpindahan penumpang dari satu terminal ke terminal lainnya. Fasilitas kereta tanpa awak yang diklaim pertama di Indonesia itu menggunakan teknologi automated guided transit (AGT), artinya moda transportasi ini bergerak tanpa bantuan pengemudi.

“Beroperasinya Skytrain tentunya akan meningkatkan standar pelayanan dan membuat daya saing Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat. Serta dapat berkompetisi dengan bandara-bandara terbaik di dunia atau pun kawasan regional Asean,” kata Awaluddin.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungi dua jempol kepada AP II. Shuttle transportation dari satu terminal ke terminal yg lain, itu sangat penting. Kereta itu akan mengkoneksi antar terminal, dan memudahkan customers. “Kualitas layanannya menjadi lebih bagus,” katanya.

“Skytrain nantinya akan meningkatkan daya saing Indonesia. Serta menjadikan bandara Indonesia menjadi destinasi utama dan destinasi hub, apalagi di internasional Indonesia baru mampu menggapai 30 negara masih kalah dengan Singapura yang sudah mencapai 160 negara untuk bandaranya,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)