Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1294

Truk Bermuatan Besi Nyaris Terbalik di Tanjakan Masjid Tarempa

0
Truk nyaris terbalik
Satu unit truk bermuatan besi dengan nomor polisi L 9026 UT nyaris terbalik saat melewati tanjakan Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Rabu (20/8) malam. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Sebuah truk bermuatan besi dengan nomor polisi L 9026 UT nyaris terbalik saat melewati tanjakan Masjid Agung Baitul Ma’mur, Tarempa, Rabu (20/8) malam. Diduga, insiden ini terjadi karena muatan yang terlalu berat.

Informasi yang dihimpun, truk tersebut datang dari Pelabuhan Tarempa dan hendak menuju Pasir Peti, Desa Pesisir Timur. Besi yang diangkut rencananya digunakan untuk proyek pembangunan di kawasan tersebut.

Seorang saksi mata, Mawar, menceritakan detik-detik kejadian saat dirinya sedang berjualan kebab tak jauh dari lokasi.
“Sekitar pukul 19.50 WIB, saya lagi masak kebab pesanan pelanggan. Tiba-tiba terdengar bunyi dentuman, saya kira ada tabrakan, rupanya truk itu terjungkit,” ujarnya.

Menurut Mawar, bagian depan truk sempat terangkat dan hampir terbalik. Beruntung, warga yang berada di lokasi sigap membantu sehingga truk tidak sampai terguling.

“Di belakang truk ada pengendara motor. Alhamdulillah, tidak kena imbas,” tambahnya.

Mawar berharap para sopir truk pengangkut material lebih berhati-hati saat melintas di jalan menanjak, terutama saat membawa muatan berat.

“Kalau bisa jangan overload, biar tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” katanya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Truk Bermuatan Besi Nyaris Terbalik di Tanjakan Masjid Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Beras Langka, Warga Karimun Gelar Aksi Damai ke Kantor Bea Cukai

0

batampos– Ratusan masyarakat di Tanjungbalai Karimun, Rabu (20/8) menggelar aksi damai ke Kanwil DJBC Khusus Kepri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas kelangkaan pangan di Karimun, khusus beras premium.

“Kami masyarakat Karimun hanya menyuarakan apa yang kami rasakan. Artinya, aksi damai ini bukan untuk membuat keributan. Melainkan, ingin menunjukkan bahwa kebutuhan pokok semakin sulit didapat dan harganya juga naik,” ujar Sam, salah seorang peserta aksi damai.

Massa sedang melaksanakan aksi damai ke Kanwil DJBC Khusus Kepri. f.sandi p

Massa yang menggelar di depan Kanwil DJBC Khusus Kepri akhirnya melakukan audiensi dan
ditemui oleh Adhang Noegroho Adhi yang merupakan Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri di
Tanjungbalai Karimun. Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masyarakat menyampaikan
keresahan terkait kelangkaan beras yang belakangan terjadi di Karimun. Perwakilan massa meminta agar BC memberikan kelonggaran terhadap distribusi bahan pangan, khususnya beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, massa juga meminta agar barang-barang hasil penindakan BC dapat didistribusikan kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di Karimun.

BACA JUGA: Cegah Kelangkaan, Bulog Hadirkan Beras SPHP di Gerakan Pangan Murah

Menanggapi pernyataan perwakilan massa, Adhang menegaskan pihaknya tidak pernah
menghalang-halangi masuknya pasokan beras ke Karimun. Perlu diluruskan dan diketahui
masyarakat bahwa tidak ada kapal pembawa beras ke Karimun yang ditangkap. Dalam hal ini, BC selalu mendukung ketahanan pangan di Karimun.

Bahkan, kata Adhang, pihaknya siap untuk mendorong penyelesaian persoalan kelangkaan beras di Karimun dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Karimun. Dia juga menyebutkan sudah mengajak Bupati Karimun untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Jika ada kesulitan dia akan bantu koordinasikan sampai ke Jakarta. Seperti ke Menko dan Bulog. Termasuk juga ke asosiasi yang terkait dalam masalah ini.

Terkait hibah beras hasil penindakan BC, Adhang menyebutkan permintaan itu dapat diproses bila ada pengajuan resmi secara tertulis. Dan, kemudian akan dikoordinasikan bersama Karantina Pertanian Batam.

Kurang Pas Demo Warga ke Bea Cukai

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPKSM) Kepri 1, Jantro Butar-Butar mengaku, demo atau aksi damai warga soal kelangkaan beras urang tepa dilakukan ke Bea Cukai.

” Menurut saya, kurang paslah masyarakat melakukan aksi demo ke kantor Kanwil DJBC Khusus. Sebab, Bea dan Cukai (BC) hanya mengurus kepabeanan.Dan hanya menegakkan aturan kepabeanan dan bea impor serta ekspor,” tanyanya.

Sehingga, terjadinya kelangkaan ini peranan dominan adalah kepala daerah dalam hal ini bupati karimun yang harus cepat mengatasi kelangkaan beras. Sebab, bukan beberapa hari ini terjadi kelangkaan. Namun, sudah hampir lebih 2 pekan dan hingga sekarang tidak ada solusinya.

” Anda bisa lihat sendiri, beras sangat langka. Adapun beras bulog SPHP, itupun operasi pasar yang hanya terbatas,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi-Tri

Artikel Beras Langka, Warga Karimun Gelar Aksi Damai ke Kantor Bea Cukai pertama kali tampil pada Kepri.

Bekasi Diguncang Gempa Bumi 4,9 Skala Richter, Terasa Cukup Keras di Jabodetabek

0
Gempa bumi berkekuatan 4,9 skala Richter mengguncang Bekasi dan terasa di wilayah sekitarnya. (X @infoBMKG)

batampos – Masyarakat Jakarta dan sekitarnya merasakan getaran gempa bumi pada Rabu malam (20/8). Rupanya, pusat gempa ada di wilayah Bekasi

Walau tidak lama, gempa bumi tersebut dirasakan cukup keras oleh masyarakat.

Berdasar informasi dari akun media sosial resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sumber gempa bumi berada di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Akun media sosial tersebut menyatakan bahwa gempa bumi berkekuatan 4,9 skala richter mengguncang Bekasi pada pukul 19.54 WIB. Gempa itu berpusat pada kedalaman 10 kilometer.

Meski begitu, BMKG harus memastikan lebih jauh data dan informasi tersebut. Sebab, proses pengolahan data masih berlangsung. Informasi yang disampaikan sementara mengutamakan kecepatan.

”Gempa Mag:4.9, 20-Aug-2025 19:54:55 WIB, Lok:6.48LS, 107.24BT (14 km Tenggara KAB-BEKASI-JABAR), Kedalaman:10 Km. Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis akun X @infoBMKG.

Pada unggahan tersebut, warganet mengaku merasakan gempa bumi. Di antaranya di wilayah Cibinong Bogor, Jakarta Selatan (Jaksel), sampai Jakarta Utara (Jakut).

Kerni, salah seorang warga Tanjung Priok, Jakut mengakui bahwa dirinya merasakan gempa tersebut. Sempat tidak yakin, namun dia memastikan bahwa guncangan yang dia rasakan tidak biasa. ”Iya betul, terasa gempa,” ucapnya.

Sampai saat ini belum dipastikan asal muasal penyebab gempa bumi tersebut. BMKG belum mengeluarkan keterangan lebih lanjut mengenai guncangan yang dirasakan oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Termasuk sumber pasti gempa bumi itu serta informasi lain berkaitan dengan dampak gempa dan analisis gempa tersebut. (*)

Sumber: JP Group

 

Artikel Bekasi Diguncang Gempa Bumi 4,9 Skala Richter, Terasa Cukup Keras di Jabodetabek pertama kali tampil pada News.

Penangguhan Penahanan Belum Dikabulkan, Kasat Reskrim: Tersangka Sehat

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Upaya keluarga tersangka kasus dugaan pemalsuan surat yang mengatasnamakan Dinas Bina Marga Kota Batam untuk menangguhkan penahanan belum dikabulkan penyidik. Permohonan tersebut diajukan dengan alasan tersangka S menderita hipertensi serta menjadi tulang punggung keluarga.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menegaskan hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi S sehat sehingga penahanan tetap berlanjut.

“Penahanan masih berjalan. Dari hasil pemeriksaan medis di RS Bhayangkara, tersangka dinyatakan sehat,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Rabu (20/8).

Debby menjelaskan, pengajuan penangguhan penahanan adalah hak tersangka. Namun, keputusan sepenuhnya ada pada penyidik. “Bukan kewajiban penyidik untuk mengabulkan. Permohonan masih kita pelajari,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi menetapkan dua tersangka, S dan OS, terkait dugaan pembuatan surat palsu yang berisi fitnah. Dalam surat tersebut disebutkan adanya pembagian fee proyek senilai puluhan juta hingga Rp1,2 miliar kepada sejumlah pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga pejabat daerah.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Hendrawaman dan Eko Andriyas dari Bana & Co, menyatakan kliennya bersikap kooperatif dan siap memenuhi kewajiban lapor. Mereka juga menyebut ada sejumlah tokoh masyarakat Batam yang siap menjadi penjamin.

“Tidak ada alasan bagi klien kami untuk melarikan diri. Justru mereka ingin kasus ini cepat selesai dan mencari jalan damai,” kata Hendrawaman. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Penangguhan Penahanan Belum Dikabulkan, Kasat Reskrim: Tersangka Sehat pertama kali tampil pada Metropolis.

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Terkulai Belum Ditemukan

0
Operasi SAR
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Misran, nelayan asal Desa Busung yang hilang saat melaut di perairan Pulau Terkulai, Rabu (20/8/2025) sore. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Misran (47), nelayan asal Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, yang dilaporkan hilang saat menjaring udang di perairan Terkulai pada Senin (18/8) malam.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (20/8), korban belum juga ditemukan. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi empat sektor.

Di sektor pertama dan kedua, pencarian difokuskan di wilayah pesisir Busung atau perairan dangkal menggunakan boat dan pompong.

Sedangkan di sektor tiga dan empat, operasi dilakukan di perairan Terkulai dengan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Basarnas, Satpolair Polres Bintan, Polda Kepri, serta Pangkalan PLP Tanjunguban.

“Tim SAR juga menggunakan drone untuk memantau area pencarian. Namun hingga sore ini hasilnya masih nihil. Operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi,” kata Eryk di Posko Pencarian Desa Busung.

Meski begitu, tim gabungan tetap bersiaga di lokasi. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga telah diminta melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, mengingatkan nelayan untuk selalu berhati-hati saat melaut.

Ia menyarankan agar nelayan memberitahu keluarga sebelum berangkat, berangkat bersama rekan sesama nelayan, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan dan komunikasi.

“Pantau juga informasi cuaca dari BMKG agar terhindar dari cuaca buruk,” pesan Ramlah. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang di Perairan Terkulai Belum Ditemukan pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Tetapkan Dua Bos Proyek Gedung BKKBN Jadi DPO Kasus Penipuan Rp4,1 Miliar

0
DPO kasus penipuan Rp4,1 miliar.

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menetapkan dua tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan material bangunan senilai Rp4,1 miliar. Keduanya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.

Kasubdit I Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Arthur Sitindaon, mengatakan kedua tersangka yakni Nathanael Simanjuntak alias Nathan dan Samsuar Adi alias Buyung (49). Mereka diduga melakukan penipuan yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.

“Status tersangka sudah sejak lama. Namun selama proses penyidikan, keduanya tidak pernah hadir. Karena itu, kami terbitkan DPO,” tegas Arthur, Rabu (20/8).

Arthur menjelaskan, total transaksi pembelian material bangunan oleh kedua tersangka mencapai Rp8,3 miliar. Namun, hanya sebagian yang dibayar. Sisanya, Rp4,1 miliar, tidak pernah dilunasi.

Kasus ini bermula dari perusahaan milik korban, Anita Taruli Sinaga, melalui suaminya Tumbur Syanturi, yang memasok material bangunan untuk proyek pembangunan Gedung BKKBN Kepri. Pemesanan dilakukan sejak Agustus 2024 melalui PT Putri Mahakam Lestari, perusahaan pemenang tender yang dipimpin Samsuar Adi. Namun, perusahaan itu disebut hanya “boneka”, sementara pemodal utamanya adalah Nathanael.

“Awalnya pembayaran lancar. Namun sejak Desember 2024 macet. Untuk meyakinkan korban, tersangka menyerahkan 10 lembar cek Bank Sumut. Hanya satu yang cair senilai Rp160 juta, sedangkan sisanya kosong karena rekening ditutup,” jelas Arthur.

Polisi telah memeriksa saksi-saksi, menyita sejumlah barang bukti, dan menelusuri transaksi di bank terkait. Dari hasil gelar perkara, Nathanael ditetapkan sebagai pemilik modal utama, sementara Samsuar hanya bertindak sebagai direktur formal perusahaan.

“Pencarian sudah dilakukan ke sejumlah lokasi, termasuk Jakarta dan Medan. Namun keduanya belum ditemukan. Data perlintasan sudah kami minta ke imigrasi, dan akan ditindaklanjuti dengan pencekalan,” tambahnya.

Gedung BKKBN Provinsi Kepri di Sekupang kini telah rampung dibangun, namun pembayaran material untuk proyek tersebut masih bermasalah.

Polda Kepri mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan kedua tersangka agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi penyidik. Identitas dan ciri fisik mereka sudah dipublikasikan melalui surat DPO resmi. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Polda Kepri Tetapkan Dua Bos Proyek Gedung BKKBN Jadi DPO Kasus Penipuan Rp4,1 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

Menyerempet Trailer, Pemotor Tewas Dilindas

0
Lokasi lakalantas di Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di u-turn Cassa Mukakuning, Sei Beduk.

batampos  – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di u-turn Cassa Mukakuning, Sei Beduk. Seorang pemotor tewas setelah terlindas truk trailer, Selasa (19/8).

Kasubnit 1 Gakkum Lantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, menjelaskan insiden bermula ketika dua pria berinisial PG (pengendara) dan MK (penumpang) mengendarai sepeda motor Honda Beat BP 2167 FG dari arah kawasan Industri Panbil. Saat melintas di u-turn Cassa Mukakuning, mereka berusaha menyeberang.

Pada saat bersamaan, sebuah truk trailer BP 9153 EU yang dikemudikan IS melaju lurus dari arah Kepri Mall menuju Mukakuning.

“Akibat kecelakaan ini, PG mengalami luka ringan, sementara MK meninggal dunia karena terlindas truk,” ujar Tarmizi.

Dari hasil pemeriksaan awal, motor yang dikendarai PG diduga menyerempet truk hingga terjatuh. “Truk berjalan lurus, sedangkan pengendara motor masuk ke jalur sehingga terjadi kecelakaan,” tambahnya. Polisi sudah mengamankan kendaraan yang terlibat untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan. “Jangan hanya takut pada polisi atau petugas. Intinya, keselamatan diri sendiri yang paling utama. Taati rambu, jangan ngebut, dan selalu waspada di jalan,” tegasnya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Artikel Menyerempet Trailer, Pemotor Tewas Dilindas pertama kali tampil pada Metropolis.

Lupa Klik Submit, Empat Pelamar PPPK Anambas Nyaris Batal Jadi ASN

0
PPPK Anambas
Bupati Anambas, Aneng saat menyerahkan SK PPPK tahap pertama, baru-baru ini. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Empat pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap dua di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau, nyaris gagal dilantik.

Penyebabnya sepele, namun fatal: mereka lupa menekan tombol submit setelah mengisi daftar riwayat hidup di website Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sebenarnya mereka sudah isi daftar riwayat hidup. Tapi lalai, tidak langsung klik submit hingga batas waktu yang ditentukan,” kata Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDM Anambas, Aan Nugraha, Rabu (20/8).

Begitu sadar kelalaiannya, keempat pelamar itu panik dan mendatangi BKPSDM untuk mencari solusi. Aan mengaku pihaknya tidak memiliki kewenangan langsung. Namun BKPSDM tetap mengajukan permohonan ke BKN agar diberi kelonggaran waktu.

“Alhamdulillah dikabulkan. Ini jadi evaluasi agar mereka tidak lalai lagi,” ujarnya.

Saat ini, proses pelantikan PPPK tahap dua masih berjalan. Tahapan pengisian Peraturan Teknis (Pertek) Nomor Induk PPPK (NIP-PPPK) sedang berlangsung dan dijadwalkan berakhir akhir Agustus.

Jumlah pelamar PPPK tahap dua yang lulus di Kabupaten Anambas mencapai 1.164 orang. Sementara itu, tujuh pelamar tahap satu yang sebelumnya gagal lolos dialihkan ke tahap dua. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Lupa Klik Submit, Empat Pelamar PPPK Anambas Nyaris Batal Jadi ASN pertama kali tampil pada Kepri.

Tim Wasev Pusterad Tinjau TMMD ke-125 Kodim 0316/Batam

0
Tim Wasev dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) meninjau langsung pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Kavling Sambau IV, Kecamatan Nongsa, Selasa (19/8).

batampos – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) meninjau langsung pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 di Kavling Sambau IV, Kecamatan Nongsa, Selasa (19/8).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. TMMD ke-125 digelar sejak 23 Juli lalu, dengan sasaran fisik berupa pembangunan jalan sepanjang 1.591 meter, perbaikan rumah ibadah, pembangunan pos kamling, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan.

Tim Wasev Mabesad yang dipimpin Brigjen TNI Heri Dwi Subagyo meninjau sejumlah titik sasaran. Ia mengapresiasi capaian TMMD 125 Kodim 0316/Batam yang dinilai sukses berkat dukungan seluruh pihak.

“TMMD merupakan wujud nyata sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Brigjen Heri.

Menurutnya, pelaksanaan TMMD di Batam sudah sangat baik. Seluruh sasaran fisik tuntas 100 persen. Ia berharap hasil pembangunan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Harapannya, hasil TMMD benar-benar memberi dampak positif bagi warga,” tegasnya.

Selain meninjau sasaran, Tim Wasev juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, bantuan untuk anak stunting, pasar murah, serta melakukan penanaman pohon.

Dansatgas TMMD sekaligus Dandim 0316/Batam, Letkol Arh Yan Eka Putra, menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda, tokoh masyarakat, dan warga yang telah mendukung program ini.

“Berkat kebersamaan kita semua, sasaran fisik maupun nonfisik selesai 100 persen. Semoga hasil TMMD ini bermanfaat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ucapnya.

Ucapan terima kasih juga datang dari masyarakat yang diwakili Ketua RT 03 Kavling Sambau IV, Muhammad Erwin Dalimunthe. Ia mengapresiasi pembangunan jalan di kampungnya. “Semoga program seperti ini bisa kembali terwujud di masa mendatang,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Batam, Kasrem 033/WP, Kajari Batam, Danlanud Hang Nadim, Dandenpom 1/6 Batam, perwakilan Dankodaeral IV Batam, Kapolresta Barelang, perwakilan Dansat Brimob, Danyonmar 10/SBY, serta Danyonif 136/TS. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Tim Wasev Pusterad Tinjau TMMD ke-125 Kodim 0316/Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Kejari Tanjungpinang Periksa 22 Saksi Kasus Korupsi Pasar Encik Puan Ramah

0
Pasar Encik Puan Ramah
Kondisi Pasar Encik Puan Ramah Tanjungpinang yang terbengkalai, Rabu (20/8). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Pasar Encik Puan Ramah di Jalan Kijang Lama, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus bergulir. Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang masih melakukan kajian terhadap keterangan saksi ahli konstruksi.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Rachmad Surya Lubis, mengatakan penyidik telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi. Mereka berasal dari pejabat Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, pihak penyedia barang dan jasa, hingga aparatur sipil negara (ASN).

“Total saksi yang sudah kita periksa ada sebanyak 22 orang. Terdiri dari unsur PNS maupun pihak swasta,” kata Rachmad Surya Lubis, Rabu (20/9).

Meski demikian, mantan Wali Kota Tanjungpinang yang menjabat saat pembangunan pasar berlangsung belum dipanggil untuk pemeriksaan. Kajari juga belum memastikan apakah yang bersangkutan akan dipanggil atau tidak.

“Untuk mantan Wali Kota Tanjungpinang, sejauh ini memang belum kami panggil,” ujarnya.

Selain pemeriksaan saksi, Kejari juga telah meminta pendapat ahli konstruksi dari salah satu perguruan tinggi di Lampung. Pendapat ahli tersebut kini sedang dipelajari lebih lanjut.

“Kami sudah memperoleh keterangan dari saksi ahli, dan saat ini hasilnya masih kami kaji. Perkembangan selanjutnya akan kami umumkan,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi bangunan Pasar Encik Puan Ramah yang baru selesai dibangun kini terlihat terbengkalai.

Ratusan meja lapak dibiarkan kosong dan dipenuhi debu tanpa aktivitas jual beli. Bangunan yang berdiri kokoh ini justru tampak sepi dan tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kejari Tanjungpinang Periksa 22 Saksi Kasus Korupsi Pasar Encik Puan Ramah pertama kali tampil pada Kepri.