
batampos – Di perbatasan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, tersimpan sebuah bukit dengan hamparan sabana yang luas dan memikat. Warga setempat menyebutnya sebagai Bukit Alif, surga tersembunyi yang masih jarang diketahui banyak orang.
Bukit ini menawarkan panorama alami yang jauh dari keramaian. Tidak ada kafe modern atau kerumunan wisatawan, hanya hamparan rumput hijau keemasan, udara segar, serta kesunyian yang menenangkan.
Pada pagi hari, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit ditemani embun tipis dan kicau burung liar. Sementara sore harinya, langit jingga keemasan menghadirkan senja yang dramatis.
Seorang penggiat alam Pulau Bintan, Fir, menyebut Bukit Alif mendapat nama dari batu alam unik berbentuk huruf Arab Alif yang berdiri setinggi dua meter di tengah sabana.
“Kami pertama kali ke bukit itu tahun 2015. Rasanya tenang, indah, dan damai. Tak hentinya bersyukur atas keindahan ciptaan Tuhan,” ujarnya, Rabu (20/8).
Lokasinya berada di kawasan Jalan Indonesia Timur, di perbatasan Tanjungpinang Timur dan Bintan. Akses menuju puncak bisa ditempuh dengan trekking ringan sekitar 10 hingga 15 menit atau menggunakan sepeda motor.
Menurut Fir, Bukit Alif mudah dijangkau tetapi tetap alami karena belum ramai pengunjung. “Kalau pagi cocok untuk lihat sunrise, embun, dan burung-burung liar. Kalau sore, tempat terbaik menikmati sunset dan bisa juga mendirikan tenda,” katanya.
Selain menyimpan potensi sebagai destinasi wisata alam baru, Bukit Alif juga menjadi pengingat bahwa Tanjungpinang dan Bintan tidak hanya soal laut dan pantai, tetapi juga memiliki bentang alam yang memikat.
“Harapan kami, Bukit Alif bisa ditetapkan sebagai situs cagar alam agar batu-batu unik dan keasrian sabananya tetap terjaga,” pungkas Fir. (,)
Reporter: Yusnadi Nazar
Artikel Pesona Bukit Alif, Surga Sabana Tersembunyi di Perbatasan Tanjungpinang-Bintan pertama kali tampil pada Kepri.









