batampos.co.id – Mulai tahun ini, perizinan reklamasi pantai dan kawasan pesisir menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri berjanji tidak akan sembarangan mengeluarkan izin reklamasi di seluruh wilayah Kepri, termasuk di Batam.
Kepala DKP Provinsi Kepri, Edi Sofyan, mengatakan kewenangan perizinan reklamasi itu diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 26 Tahun 2017, tentang Tata Cara Penerbitan Perizanan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Kepri. DKP juga sudah membuat petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) nya.
“Saat ini yang mengajukan izin reklamasi sudah banyak. Tapi belum satupun kami terbitkan. Kami batasi perizinan,” kata Edi, Senin (28/8).
Menurut Edi, dalam Pergub Kepri Nomor 26 Tahun 2017 tersebut diatur sejumlah syarat pengajuan izin reklamasi. Di antaranya dokumen analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal).
“Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Pelaksanaan reklamasi tentu berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Ini yang harus kita pelajari,” tegasnya.
Masih, kata Edi, pihaknya akan sangat berhati-hati dalam menerbitkan izin reklamasi. Apalagi saat ini Pemprov Kepri tengah menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang Zonasi. Kata dia, izin reklamasi harus sinkron dengan Perda Zonasi tersebut.
“Kita tidak mau kebijakan yang kita buat bertentangan dengan peraturan yang ada. Tentu kita juga meminta masukan-masukan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seperti Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” paparnya.
Edi menambahkan, selain dokumen Amdal, ada beberapa perizinan yang harus dipenuhi. Misalnya terkait galian untuk reklamasi yang menjadi porsinya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).
Begitu juga dengan aktivitas angkutan tanah atau galian untuk reklamasi. Harus mendapatkan izin dan persetujuan dari Dinas Perhubungan. Sebab selama ini, aktivitas angkutan galian reklamasi itu kerap mengganggu lalulintas di jalan raya.
“Karena dalam proses ini ada retribusi yang menjadi hak daerah,” katanya.
Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam terus berupaya agar perizinan reklamasi di Pulau Batam tetap menjadi kewenangan mereka. Langkah ini dianggap penting untuk memberikan kepastian kepada investor yang sudah menghabiskan miliaran rupiah untuk mereklamasi lahannya.
“Kami masih menunggu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Seminggu lalu kami rapat,” ujar Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Senin (28/8).
Menurut dia, tata ruang Batam diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2011 berikut juga dengan tata reklamasi. Dalam Perpres tersebut sudah ditetapkan sejumlah area di laut terutama di Batamcentre yang bisa direklamasi, bahkan sudah ada PL-nya juga.
“Untuk lahan yang direklamasi sebelum Perpres keluar seperti di Tanjunguncang dimasukkan dalam Perpres,” ujar Robert.
Dalam Perpres tersebut, luas wilayah di laut yang boleh direklamasi seluas 4.500 hektare. Dan saat ini yang sudah direklamasi mencapai 3.600 hektare.
Robert mengakui dulu di Batam, para pengusaha bisa mereklamasi lahannya hanya dengan bermodalkan dokumen perizinan pematangan lahan (cut and fill). Ini yang merupakan pangkal permasalahannya karena pada dasarnya peraturan di BP Batam mewajibkan kepada pemilik agar segera mengerjakan lahannya paling lambat 270 hari setelah pengalokasian lahan.
Sedangkan untuk kawasan khusus seperti Batam, izin reklamasi memang harus diminta ke Menteri Kelautan dan Perikanan. Makanya pengusaha yang telah melakukan reklamasi banyak yang merasa gelisah karena ketidakpastian hukum.
“Kami juga sudah menjelaskan kepada KKP agar izin yang sudah dikeluarkan untuk reklamasi dibiarkan untuk diteruskan saja. Soalnya itu juga adalah investasi,” jelasnya.
BP Batam sudah berupaya untuk menceritakan hal yang diperlukan untuk bisa mendapat limpahan izin reklamasi dari KKP, seperti rencana zonasi Batam, tata ruang dan izin-izin yang telah dikeluarkan. Robert hanya berharap agar izin reklamasi bisa segera dilimpahkan ke BP Batam agar pengusaha memperoleh kepastian hukum. (jpg/leo)
batampos.co.id – Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri mengungkap kasus dugaan pencabulan dan eksploitasi empat anak dan satu orang dewasa di Batam. Yang mengejutkan, terduga pelaku merupakan seorang suhu yang bekerja di Vihara Purnama Mahayana, Nongsa, Batam, Yo Chu Hi alias Hendra.
Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial, kelima korban terdiri dari tiga anak perempuan dan dua laki-laki. Korban perempuan terdiri dari Sa, 12, De, 17, dan Sw, 15. Sementara dua korban laki-laki berinisal Dw, 17 dan Yl, 19.
“Waktu kami jemput, korban megaku bahwa mereka telah dicabuli sama suhu yang membawahi vihara itu. Dari kelimanya, yang dicabuli dua anak, Sa dan Sw. Sisanya dieksploitasi,” kata Erry, Senin (28/8).
Usai menjemput korban dari vihara tersebut, kemudian anak-anak yang masih di bawah umur itu dibawa dan dalam pengawasan KPPAD Kepri bersama salah satu organisasi kemasyarakatan.
“Terhadap korban, kita upayakan untuk pendampingan proses hukumnya dan kita koordinasi bersama dengan Polresta Barelang,” katanya.
Erry menjelaskan, para korban sebelumnya diajak oleh Hendra untuk melaksanakan kegiatan sosial di Jakarta. Selama di Jakarta, para korban diinapkan di sebuah hotel. Di hotel itulah sang suhu melakukan aksi bejatnya.
“Mereka diimingi-imingi uang, dibelikan ponsel, dan digaji setiap bulannya. Setelah dicabuli, mereka diintimidasi untuk tidak cerita kepada siapa pun,” jelas Erry.
Usai menginapkan dan mencabuli korban selama beberapa hari di Jakarta, selanjutnya Hendra membawa korban tersebut ke Batam, untuk dipekerjakan sebagai petugas kebersihan di Vihara Purnama Mahayana, Nongsa, Batam.
Menurut para korban, kata Erry, mereka sebenarnya ingin melawan saat dicabuli. Namun karena mendapatkan ancaman dan intimidasi dari pelaku, korban mengurungkan niatnya.
“Saat ini anak-anak ingin tempat yang aman dan balik ke kampung dan berkumpul lagi sama orang tuanya,” imbuhnya.
Seorang korban Dw, 17, mengaku sangat kecewa terhadap perlakukan Hendra terhadap teman-temannya. Awalnya, Hendra mengajaknya ke Jakarta hanya untuk melakukan bakti sosial. Menurut dia, aksi Hendra dilakukan saat ia dan YL keluar kamar hotel.
“Saya bertiga sama teman saya Yl dari Jawa Tengah. Kalau pagi, kami disuruh keluar cari makan. Kemudian dengar cerita dari teman kalau ada pencabulan ini, saya kecewa dengar itu,” katanya.
Remaja pria tersebut mengatakan, selama dirinya bersama dengan temannya tinggal di Vihara Purnama Mahayana, Nongsa, Hendra sering memarahi mereka dan mengucapkan kata-kata kotor apabila melakukan kesalahan yang tidak disengaja.
“Kalau tidak ada suhu terasa tenang. Kalau ada suhu, dia sering marah-marah sama kami,” katanya.
Dw menambahkan, saat ini dirinya tidak berharap banyak. Ia hanya ingin secepatnya bertemu dengan dengan kedua orang tuanya.
“Sekarang cuma ingin cepat pulang ke kampung,” harapnya.
Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pihaknya masih akan memeriksa pelaku lebih lanjut. Sehingga sampai saat ini polisi belum bisa menetapkan Hendra sebagai tersangka pencabulan dan eksploitasi terhadap anak di bawah umur.
“Masih kita dalami. Kita kumpulkan dulu keterangan dari saksi-saksi, termasuk empat anak di bawah umur itu. Saya belum bisa menentukan apakah dia sebagai pelakunya,” ujar Hengki.
Pantauan Batam Pos di Vihara Purnama Mahayana, Senin (28/8), polisi melakukan pemnyidikan. Polisi membawa seorang pria bernama Bagas yang berperan membawa kelima korban dari Jakarta ke Batam atas perintah Suhu Hendra.
Informasi yang diperoleh Batam Pos, saat ini Suhu Yo Chu Hi alias Hendra sedang tidak berada di Batam. Kabarnya, Hendra sudah terbang ke Jakarta. (egi)
Selama kunjungan kerja di Tanjungpinang dan Bintan, Rabu (23/8)-Kamis (24/8) lalu, kabar duka datang. Supriyono, bapak saya dikabarkan sakit.
Kabar itu berasal dari istri saya.
Namun, karena agenda kunjungan kerja ke DPRD Kepri, Pemko dan DPRD Tanjungpinang, serta Pemkab dan DPRD Bintan sudah terjadwal, saya pun hanya pasrah. Saya serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT untuk menjaga bapak.
Bahkan, kabar duka itu coba saya sembunyikan dari para manajer dan perwakilan yang mendampingi saya. Tujuannya satu, jangan sampai masalah pribadi mengganggu kerja-kerja yang sudah kami rancang.
Dua hari berlalu, rahasia itu masih terjaga. Bahkan, ketika perjalanan dari Tanjungpinang ke Bintan, hingga menumpang speedboat dari Pelabuhan Tanjunguban, Bintan menuju Pelabuhan Telagapunggur, Batam, rahasia itu terjaga.
Namun, lama-lama saya tidak tahan. Akhirnya, sebelum pulang ke kantor, saya pun mengatakan kepada rekan-rekan kerja yang semobil, jika bapak sakit. Saya meminta untuk mampir ke ATM BCA. Mengirimkan sejumlah uang untuk berobat.
Tiba di kantor, saya coba tetap tenang. Melintasi ruang redaksi, tampak antusiasme karyawan menyaksikan laga penentuan antara timnas Indonesia U-22 melawan Kamboja di ajang SEA Games, Malaysia.
Tanpa ba-bi-bu, saya pun ikut nimbrung. Ikut “memaki” pemain timnas jika melakukan kesalahan. Yang pasti ikut teriak-teriak. Bahkan saya sesumbar, “Jika Indonesia menang 10-0, seluruh karyawan saya traktir”. Untunglah tidak terealisasi. Hehehehehe
Sepulang kerja, saya pun menuju rumah di kawasan Greenland. Merebahkan badan. Kamis sekira pukul 18.00 WIB, ibu saya, Nanik Irianingsih mengabari jika bapak dibawa ke rumah sakit.
Batin saya pun tak tenang. Perasaan campur aduk. Rasa lelah, letih, lesu setelah roadshow langsung hilang. Selama itu pula saya terus memantau perkembangan bapak dari jauh.
Kabar yang tak terkira datang sekira pukul 23.00 WIB, atau 00.00 Wita. Ibu saya mengabarkan jika bapak sudah tiada.
Duar! Bak disambar petir, badan saya lemas. Telepon seluler saya jatuh. Dengan kondisi seperti itu, saya pun berusaha menenangkan diri. Kemudian, istri saya langsung saya hubungi. Tak lama, adik saya menelepon sambil menangis. “Bapak sudah enggak ada,” ujar adik saya, Derit Septian Nurmalasri Sunan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman.
Tak ingin jadi kakak yang cengeng, saya pun coba menenangkan adik perempuan saya satu-satunya itu. Beberapa saat kemudian, adik saya langsung berangkat dari Samarinda menuju Balikpapan yang jaraknya sekitar 125 kilometer.
Alhamdulillah, saya bisa tegar. Apalagi, istri saya, Afriani terus memberikan support untuk tetap tenang. Dalam kondisi tenang, saya berusaha ikhlas.
Saya pun berusaha menelepon ibu yang menemani jasad bapak di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Kami sama-sama berusaha untuk menguatkan.
Keinginan saya untuk pulang sangat kuat. Namun, tak ada satu pun pesawat yang bisa mengantar sebelum Jumatan. Tiket ludes.
Padahal, sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, saya ingin mencium bapak untuk yang terakhir kali. Tapi apa mau dikata, saya baru sampai pukul 22.00 Wita.
Keinginan untuk mengantarkan bapak ke permakaman tak kesampaian. Memandikannya pun juga tidak. Tapi tak apa. Insya Allah doaku terus mengiringi sosok yang kukagumi itu.
Saya pun meminta kepada ibu, adik, dan istri saya agar bapak dimakamkan tanpa menunggu saya tiba.
The Real Leader
Bagi saya, bapak adalah sosok pemimpin sempurna. The Real Leader.
Dialah yang membimbing, mendidik, dan menjadikan anak-anaknya seperti sekarang.
Tanpa mengenal lelah, dia berusaha untuk menghidupi keluarga tercintanya.
Dulu saat kami susah, saat baru pertama kali menginjakkan kaki di Balikpapan tahun 1998 silam, dia selalu bekerja keras. Banting tulang.
Semua pekerjaan dilakoni. Dari tukang bangunan, tukang parkir, hingga melaut. Itu semua dilakukan hanya demi keluarga.
Sebagai anak, saya pun bangga. Tak pernah malu. Seiring berjalannya waktu, kerja kerasnya berbuah manis. Dari nol, kami bisa memiliki sebuah rumah sendiri. Tidak ngontrak lagi.
Bahkan, di usianya yang sudah senja, bapak terus berusaha bekerja keras. Meski kulitnya tak sekeras dulu. Kulitnya sudah keriput, namun dia tetap bersemangat.
“Capek kalau hanya di rumah,” katanya waktu itu.
Ketika saya memulai karier di dunia jurnalistik pun, bapak memberikan support penuh. Bahkan, ketika cobaan datang dalam karier saya, dia adalah orang terus memberi semangat.
Padahal, 2011 lalu, batin bapak saya terguncang tatkala adik saya, Blegoh Unmario Sunan dipanggil Tuhan Yang Kuasa.
Namun, bapak mengajarkan saya untuk tegar dan tabah.
Seiring waktu, bapak terus memberi dorongan dan dukungan. Terutama saat saya mendapat tugas memimpin Batam Pos.
Bapak pun meminta agar istri dan anak saya tinggal di Balikpapan saja.
Sehingga, saya bisa fokus dan makin mantap menuju Batam. Jauh dari orang tua dan keluarga. Dipisahkan lautan, bapak terus memotivasi saya. Memberi semangat untuk tidak kendur.
Bahkan hampir setiap malam hari, dia menjadi teman curhat yang paling tepat. Juga mentor yang andal.
Namun, sang pemimpin pujaan saya itu telah tiada. Orang yang menjadi kebanggaan saya telah pergi, sebelum saya membuktikan bahwa saya telah menyelesaikan tugas.
Tapi, saya yakin jika dia akan bangga terhadap anak-anaknya saat ini. Dia tetap berada di samping kami.
Pesan-pesannya ketika masih berada di dunia akan terus terpatri dalam benak kami, para penerusnya. Juga kedua cucunya, Akeila Lanoverian Guntur Sunan dan Ajeng Lanoverian Guntur Sunan.
Saya memang tidak bisa menemani di akhir hidupnya, tapi insya Allah saya ikhlas menerimanya.
Bapak, terima kasih telah mendidik, membimbing, dan menyayangi kami hingga kami dewasa seperti sekarang.
Engkau adalah panutan dan pahlawan bagi anak-anakmu…
Dia adalah pemimpin bagi kami…
Tempatmu tak akan tergantikan…
Selamat jalan, Pak. Terima kasih atas semuanya. ***
Warga Perumahan Kintamani Batam Centre antusias mengikuti acara penutupan perayaan HUT ke-72 RI di fasum perumahan mereka, akhir pekan lalu. Foto. Anwar Saleh/ Batam Pos
batampos.co.id – Suasana penutupan perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-72 RI di Rukun Warga (RW) 07 Perumahan Kintamani, Kelurahan Teluk Tering Batam Centre, tampak seperti pembauran yang rukun damai dan harmonis. Terlebih lagi acara yang diadakan Sabtu (26/8) malam di fasilitas umum (fasum) perumahan tersebut, 90 persen didominasi warga Tionghoa.
“Saya sangat terharu terselenggaranya acara ini. Temanya juga cocok rukun damai dan sejahtera. Harus rukun dan damai dulu biar tercipta harmonis. Kalau sudah harmonis, bekerja jadi maksimal. Hasil akhirnya tercipta kesejahteraan,” ujar Lurah Teluk Tering, Isnaini yang menghadiri penutupan perayaan HUT ke-72 RI tersebut.
Acara yang merupakan ajang pesta rakyat di perumahan tersebut, memberikan hadiah bagi warga yang menang pada perlombaan yang digelar menyambut HUT ke-72 RI. Antara lain pemenang lomba nyanyi, tarik tambang anak-anak dan dewasa, makan kerupuk dewasa dan anak-anak, pacu terpal, domino, dan aneka lomba lainnya. Warga tampak bahagia dan antusias menghadiri acara tersebut. Pihak panitia menyediakan jamuan makanan prasmanan bagi warga yang hadir. Menu yang disajikan dibagi dua yakni vegetarian dan non-vegetarian.
“Sebelum kita mulai acara, terlebih dulu bapak, ibu, hadirin sekalian kita makan bersama. Silakan antre mengambil makanan sesuai kesukaan masing-masing. Yang meja belakang vegetarian, sedangkan yang di depan non-vegetarian. Nanti sampahnya, tolong dikumpulkan di kantong sampah yang disediakan panitia,” ujar Edi, panitia pelaksana.
Seketika warga beringsut antre menuju meja makanan tersebut. Ratusan warga yang hadir di acara ini, semua dapat makanan bahkan masih ada yang lebih.
“Ya, ini merupakan acara rutin setiap tahun. Acara ini terselenggara gotong royong sesama warga dan beberapa sponsor seperti BPR Dana Nusantara, toko penjual CCTv, dan lainnya. Panitia minta sponsor, karena mereka warga Perumahan Kintamani,” ujar Ketua RW 07 Perumahan Kintamani, Ahok di sela-sela acara tersebut.
Sebagai apresiasi RW bagi warga yang memberikan iuran, di acara tersebut dicabut doorprize dengan hadiah utama dua unit sepeda gunung, televisi LED, handphone Xiami, dan lainnya. Sistim doorprize tersebut, hanya warga yang namanya dicabut dan hadir di acara tersebut.
“Inikan acara kebersamaan dari warga untuk warga. Kalau pas namanya ke luar tapi orangnya tak datang, tak dikasih. Yang mewakilkan juga tak dikasih. Acara kebersamaan warga seperti inikan, setahun sekali. Di luar itu, umumnya pada sibuk dengan pekerjaan masing-masing,” terang Ahok.
Dari awal hingga akhir acara, warga tetap bertahan. Panitia mengemas acara begitu dinamis. Seperti lomba joged berhadiah bagi pasangan suami istri. Warga yang mau karaoke mendapatkan hadiah khusus, lomba joget antar anak-anak, dan kemasan lainnya. Acara tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang hadir di acara ini. Sekali-sekali tidur larut malam, karena besoknya hari libur. Mohon maaf jika selama penyelenggaraan acara ada hal yang tak berkenan di hati bapak, ibu, sekalian,” tutup Candra, salah satu pengurus RT di Perumahan Kintamani. (ash)
PT Adhya Tirta Batam (ATB) memiliki kewajiban untuk menyalurkan suplai air ke pelanggan. Meski demikian, ada kalanya suplai air yang dialirkan ke pelanggan tidak lancar seperti biasanya. Khususnya pelanggan yang berada di elevasi tinggi dan berada di ujung pipa.
“Pelanggan ATB yang berada di wilayah yang tinggi pada saat tertentu kadang mengalami gangguan suplai, terutama saat kebutuhan pemakaian air di kawasan tersebut mengalami lonjakan cukup tinggi,” ucap Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Rabu(16/8).
Suplai air yang di alirkan ke pelanggan dilakukan secara gravitasi (air mengalir dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan rendah) dari tanki-tanki reservoir ATB yang berada di atas bukit.
Dengan konsep ini, pelanggan yang berada di daerah rendah juga diimbau untuk bisa lebih bertoleransi dalam mengkonsumsi air bersih. Mengingat dengan toleransi tersebut pelanggan di daerah tinggi akan bisa menikmati suplai air lebih cepat.
“ATB memiliki sekitar 15 tanki reservoir yang tersebar di Batam. Dimana tanki ini berfungsi untuk menyuplai air ke pelanggan dengan konsep gravitasi,” jelas Enriqo.
Saat ini total jumlah pelanggan perusahaan air bersih swasta terbesar di Indonesia ini sudah sekitar 269.833 pelanggan, sebagian kecil pelanggan diantarnya berada di elevasi tinggi.
Lokasi pelanggan yang berada di elevasi tinggi diantaranya berada di wilayah Bengkong, Tiban dan Sekupang hingga Batam Centre.
Wilayah Bengkong mulai dari Bengkong Indah, Bengkong Permai, Bengkong seken, Cipta Permata, Sei Panas, Kampung Belimbing, Baloi centre, Kampung Utama, Pelita 7, Batu merah, Sengkuang raya, Kav Melcem, Tanjung Uma.
Adapun untuk area Batam Centre mulai dari Buana Vista, Nadim Raya, Pemko Sekawan, Bukit Palm, Taman Raya, Buana Regency dan Sugih Raya.
Begitu juga untuk daerah Tiban dan Sekupang mulai dari Tiban Irene Atas, Tiban Palm, Delta Villa, Akasia, Riau bertuah 2, Tiban kampung, Tiban Ayu, Taman Sari Hijau Atas, Villa Diamond atas, Puri Malaka, Persero view dan sekitarnya.
Tentunya hal ini jadi sebuah tantangan untuk ATB agar bisa memberikan hasil lebih baik untuk suplai air. Mendukung hal tersebut, beberapa penguatan jaringan ke pelanggan terus dilakukan untuk dapat menguatkan suplai di kawasan tersebut.
“ATB terus memberikan pelayanan maksimal, beberapa pelanggan di elevasi tinggi secara bertahap dilakukan perbaikan-perbaikan ataupun penguatan jaringan untuk memperkuat suplai,” ujar Enriqo Moreno.
Dengan kondisi ini, tentunya pelanggan disarankan untuk bisa mempersiapkan tampungan air saat suplai air saat normal.
Sehingga saat terjadi gangguan suplai air, pelanggan masih bisa beraktifitas dengan cadangan air bersih yang di siapkan.
“Pelanggan yang berada di elevasi tinggi kami himbau untuk bisa mempersiapkan tampungan air, sebagai antisipasi saja saat terjadi gangguan suplai air, khususnya di saat jam-jam sibuk yang mengakibatkan aliran mengecil dan terhenti sementara waktu. Dengan adanya persediaan air yang cukup, pelanggan tetap bisa beraktifitas dengan air bersih,” harap Enriqo. (rilis).
Era digitalisasi tak bisa dibendung lagi. Terutama di kalangan anak muda Indonesia yang semakin melek teknologi. Namun butuh wadah mengembangkan dan menyalurkan kreativitas mereka, agar tidak liar dan tidak terjerembab dalam penyalahgunaan konten digital.
MUSIK Melayu itu mengalun lembut di Sabtu (19/8) pagi. Tiga remaja masuk ke area panggung dengan rentak gerak seirama dengan lagu tadi. Satu remaja pria, dua remaja putri. Ketiganya menggunakan konstum Melayu yang didominasi warna kuning. Lengkap dengan tanjak dan aksesoris lain, serta simbol-simbol kerajaan Melayu Riau-Lingga.
Mereka terus bergerak mengikuti irama, memainkan lakon masing-masing. Pagi itu, ketiga remaja itu; Abdul Rahman Tamyiz, Fanny Fitriyana, dan Elsa Mayori, sedang menarikan tarian melayu bertajuk “Engku Putri”. Sebuah tarian yang bercerita tentang penyerahan kekuasan kerajaan Riau-Lingga. Tamyiz berperan sebagai Sultan Mahmud III, Fanny sebagai Engku Putri (permaisuri), dan Elsa sebagai Engku Hamidah.
Engku Putri adalah permaisuri Sultan Mahmud III, Sultan Riau-Lingga yang berkuasa pada tahun 1762 hingga 1812. Dia dikenal berani melawan semua tekanan kekuasaan, baik dari dalam kerajaan Lingga, maupun tekanan Inggris dan Belanda. Bersama sang suami dia mempertahankan hak dan marwah kerajaan, kekuatan adat, dan budaya Melayu. Dia berjuang dengan kekuatan hujjah, hukum, norma, adat, dan kata-kata. Ia melawan senapan, kelewang, suap, dan meriam kekuasaan.
Ketiga penari yang duduk di bangku kelas XI atau kelas 2 Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batam tersebut, sukses membawa unsur-unsur tersebut dalam tarian. Ratusan pasang mata remaja dari berbagai sekolah di Batam yang menyaksikan berdecak kagum. Bahkan, ratusan kamera telepon selular merekam gerakan tarian itu dari awal hingga akhir. Puluhan awak media juga mengabadikan momen itu.
“Tarian ini juga akan kami tampilkan pada Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) di NTT akhir September mendatang,” ujar Fanny usai tampil. Sebelumnya ketiganya juara FLS2N tingkat Kepri. “Kami berhak mewakili Kepri di tingkat nasional.”
FLS2N adalah gawean Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan. Namun, saat Fanny dan dua rekannya tampil di aula serba guna SMK Kartini Batam di Baloi Centre, Lubukbaja, Batam, Sabtu 19 Agustus lalu, itu bukan hajatan kementerian pendidikan, tapi besutan Telkomsel lewat program LOOP KePo (Kreatif Project). Telkomsel mengusung tema ‘Capture Your Awesome Moment of Activities’. Tujuannya mengajak LOOPers-sebutan pelanggan LOOP- untuk mengekspresikan berbagai keseruan tentang ekstrakurikuler dan hobi dari sekolah masing-masing melalui video.
Tak hanya wakil SMK Negeri 2 Batam yang ambil bagian dalam program yang dipusatkan di SMK Kartini Batam itu. Ada sejumlah sekolah menengah atas (SMA) dan SMK. Antara lain SMK Kartini, SMK Multistudi High School (MHS), SMAN 16, dan SMAN 17. Mereka hadir lengkap dengan para suporternya yang heboh.
Selain menampilkan seni dan budaya, ada juga yang menampilkan karya ilmiah di bidang fisika, kimia, maupun biologi. Tak ketinggalan atraksi baris-berbaris (paskibra), cheerleaders, musik, pantomim, dan beragam jenis tarian daerah dan tarian modern, serta atraksi menarik lainnya.
Siswa SMK Multi Study High Scholl menampilkan tari kreasi yang memadukan tarian tradisional dan modern saat tampil di acara Loop KePo Telkomsel 2017 yang diselenggarakan di SMK Kartini, Baloi, Sabtu (19/8). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
“Kami senang Telkomsel menyediakan wadah buat kami anak muda menyalurkan kreativitas kami,” ujar Tamyiz, sembari menyeka keringat yang bercucuran membasahi wajahnya, usai tampil.
Tamyiz menilai bergabung di komunitas LOOP KePo, bukan hanya membawa dia dan teman-temannya bisa mengembangkan dan menampilkan hasil kreativitasnya yang menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya, wadah ini juga memberi ruang menambah teman dan ilmu dalam menghasilkan berbagai karya berbasis digital.
“Apalagi ada mentor-mentor yang ahli di bidang digital yang mau berbagi dengan anak muda seperti kami ini,” ujarnya.
LOOP KePo juga menghubungkan anak-anak muda kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kota hingga ke pelosok negeri. “LOOP KePo menyatukan kami dengan banyak anak muda kreatif,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Dimas Fery, siswa kelas XI SMK Multistudi High School Batam. LOOP KePo tak hanya membuat dia dan teman-temannya di sekolah menjadi lebih kreatif, tapi mampu menghindarkan kami dari kegiatan-kegiatan yang tak bermanfaat dan negatif di luar sana. “Kreatifitas kami tersalurkan,” ujarnya.
Remaja yang mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMK MHS tersebut memuji program LOOP KePo yang memberikan pencerahan pada anak muda tentang bagaimana menjadi kreatif tapi tak menyakiti atau melukai perasaan orang lain.
“Kami akhirnya bisa memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggungjawab,” katanya.
Menariknya lagi, jika selama ini kreativitas yang dihasilkan di sekolah maupun di rumah hanya bisa dinikmati sendiri dan lingkungan sekolah atau teman-temannya saja. Kini dengan program LOOP KePo bisa dieksplore lebih luas lagi. Bahkan bisa diikutkan kompetisi sehingga menambah semangat untuk terus berkreasi.
Edy Prayitno, guru SMK MHS Batam juga menilai, LOOP KePo menjadi wadah yang sangat baik bagi anak muda menyalurkan kreativitasnya. Apalagi bukan hanya seni dan budaya yang diakomodir, juga kreativitas di bidang sains dan teknologi.
“Iya, menarik sekali, kreatifitas di bidang kimia, fisika, biologi, dan ilmu pegetahuan lainnya juga diakomodir di sini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, di SMK MHS selama ini ada sekitar 20 kegiatan ekstra kurikuler yang bisa dipilih siswanya. Pilihan disesuaikan dengan bakat masing-masing. Namun, kreativitas yang selama ini dihasilkan hanya dikonsumsi untuk kebutuhan nilai dan hiburan di lingkungan sekolah. Kini dengan adanya wadah LOOP KePo, semua bentuk kreativitas bisa ditampilkan, bisa didiskusikan plus minusnya.
Bahkan bisa dikreasi dalam bentuk produk digital sehingga bisa dibagi dengan anak-anak muda kreatif di berbagai belahan wilayah Indonesia.
Tak sekadar berbagi, LOOP KePo juga memberi ruang anak-anak didiknya bertukar informasi dan berbagi ilmu untuk menghasilkan kreativitas yang lebih baik lagi.
“Luar biasa, wadahnya disiapkan, event-nya dibuatkan, mentornya didatangkan, penyalurannya jelas, sehingga semua ini membuat kami tenaga pendidik terbantu dan semakin semangat mendorong anak-anak didik kami berkreasi,” ujar Edy.
Ia berharap, berbagai program LOOP KePo bisa berkelanjutan karena teknologi terus berkembang sehingga wadah anak-anak muda kreatif menyalurkan karya tak terputus. Apalagi era digitalisasi saat ini sangat rawan anak-anak remaja salah memanfaatkan. Contoh sederhana kegemaran bermedia sosial. Jika tak diarahkan, bisa membuat beragam status yang ujung-ujungnya bisa menjerat mereka ke ranah hukum karena melanggar undang-undan IT dan ujaran kebencian.
“Kalau di LOOP KePo kan diarahkan, bahkan dibuatkan event dengan tema beragam dan selalu menyesuaikan perkembangan teknologi. Apalagi ada edukasi menggunakan produk digital menjadi lebih bertanggungjawab,” katanya.
***
Siswa SMKN 2 Batam menampilkan tari kreasi yang memadukan tarian tradisional dan modern saat tampil di acara Loop KePo Telkomsel 2017 yang diselenggarakan di SMK Kartini, Baloi, Sabtu (19/8). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
Sejak diluncurkan Telkomsel 9 Maret 2014, LOOP memang langsung mendapat tempat di hati anak muda Indonesia. LOOP bukan hanya pelengkap tiga brand unggulan Telkomsel lainnya yang lebih dulu hadir, yaitu kartuHalo, simPATI, dan Kartu As. Lebih dari itu LOOP memang dirancang untuk segmen anak muda. Khususnya yang berusia 12-19 tahun.
“Makanya sedari awal LOOP hadir dengan penawaran produk yang lebih menarik dan atraktif sesuai dengan selera segmen youth,” ujar Paulus Djatmiko, Executive Vice President Area Sumatera, Selasa (22/8).
Telkomsel melihat, segmen anak muda ini merupakan pasar besar dengan kebutuhan dan perilaku berkomunikasi yang unik. Segala bentuk penawaran yang diberikan, baik dalam layanan dan desain yang ditampilkan, betul-betul disesuaikan dengan selera anak muda.
Bahkan dari tampilan kartu perdana saja, didesai lebih energik, muda, penuh warna, dan kekinian. Tak hanya itu, Telkomsel juga merawat pelanggan anak mudanya (LOOPers) dengan memberikan banyak keuntungan. Mulai dari tarif telepon, SMS, dan paket data yang lebih murah.
Dari sisi kegiatan, LOOP menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif dengan nama LOOP KePo (Kreatif Project) yang mewadahi anak muda untuk mengembangkan bakatnya di bidang digital, seni, olahraga, sains, dan berbagai aspek lainnya.
Hal ini bisa dilihat dari berbagai kegiatan yang dihelat LOOP yang selalu dikonsep sesuai dengan selera anak muda.
Di awal-awal peluncuran misalnya, dibuat program musik bertajuk ‘One Million Dreams Concert’. Konser ini digelar serentak di 10 kota saat itu, yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar.
Kegiatan tersebut juga diawali kompetisi band antar sekolah. Para pemenang didaulat tampil diacara pembukaan konser tersebut. Karya musiknya juga dijadikan Nada Sambung Pribadi (NSP) sebagai bentuk apresiasi.
Tidak hanya konser, sesuai tema yang diusung saat itu: “Bersama, Beri Arti, Dalam Satu Aksi” LOOP mengumpulkan 1 juta mimpi dari anak-anak Indonesia tentang kemajuan pendidikan.
Mimpi itu dikirimkan ke laman loop.co.id. Di akhir program, mimpi generasi muda di bidang pendidikan LOOP dalam bentuk bantuan pendidikan kepada anak-anak yang terancam putus sekolah di pelosok tanah air.
Paulus juga menceritakan, dua bulan setelah diluncurkan, LOOP juga merangkul anak-anak muda yang punya keterampilan memainkan si bola bundar lewat program ‘LOOP Soccer FunFest’, sebuah program kompetisi sepak bola yang bertujuan menjaring bakat-bakat muda Indonesia di tingkat SMP dan SMA.
Kegiatan ini ditandai dengan aktivitas drop ball ribuan bola yang dilakukan
secara serentak di 12 kota tempat kompetisi berlangsung. Yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, Makassar, Manado, dan Jayapura.
Program ini melanjutkan program mimpi anak-anak muda Indonesia khususnya di bidang sepakbola. Mereka yang memiliki talenta saat itu diberi kesempatan bergabung pada “Elite Training Camp” di Jakarta. Telkomsel saat itu menggandeng pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri untuk menjaring 100 pemain yang terpilih hasil seleksi selama kompetisi berlangsung.
Setelah di semester pertama 2014 sukses menggelar ‘One Million Dreams Concert’ di 10 kota secara serentak dengan metode live streaming, dan kompetisi mini soccer ‘LOOP Soccer FunFest’, barulah LOOP meluncurkan program terbarunya yang dinamakan LOOP KePo (Kreatif Project).
Program ini mengambil istilah ‘KePo’ yang lagi banyak digunakan di kalangan muda saat ini. Pada bahasa slang Indonesia, KePo merupakan istilah bagi mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Sementara dalam konteks program ini, LOOP KePo bermakna Kreatif Project. KePo diasosiasikan dengan rasa ingin tahu tinggi yang positif.
“LOOP KePo inilah wadah khusus bagi anak muda menyalurkan kreativitas digital mereka. Karya mereka diunggah di website http://www.loop.co.id.,” ungkap Paulus.
Di laman ini mereka juga mendapatkan berbagai informasi kegiatan, informasi produk dan layanan serta berbagai informasi tengang aktivitas di sekolah mereka. Di laman ini juga dapat memberikan informasi dari berbagai program yang mereka inginkan, khususnya dalam bidang digital.
Paulus juga membeberkan, tak sekadar menyediakan wadah, tim LOOP KePo juga selalu melakukan roadshow ke berbagai sekolah di kota-kota tempat penyelenggaraan kegiatan anak muda yang ditaja Telkomsel. Termasuk mengunjungi tempat nongkrong mereka.
LOOPers juga selalu diajak bergabung di acara utama di tiap kota. Mereka bisa mengikuti pelatihan tentang Digital Writing dan Mobile Video, dengan menghadirkan pembicara yang berpengalaman.
“Kita pernah menghadirkan Joko Anwar, Pandji Pragiwaksono, Dewi Lestari, Raditya Dika, SkinnyIndonesian24, Bena Kribo, dan lainnya,” ujarnya.
Di acara besar tiap kota, LOOPers juga dapat menemukan berbagai inovasi teknologi selular terkini dan berbagai teknologi yang erat kaitannya dengan ekosistem digital.
Pada setiap program juga selalu digelar LOOP KePo Challenge. Temanya berbeda-beda setiap tahunnya. Di tahun pertama kehadiran LOOP KePo, digelar LOOP KePo Challenge bertajuk ‘Make Things Better Together’. Para LOOPers ditantang membuat karya dengan format ‘Mobile Video’ dan ‘Digital Writing’.
Di tahun kedua (2015), LOOP KePo membuat program yang tak kalah seru. Termasuk mengulas habis berbagai hal menarik seputar mobile video, digital music, dan digital writing.
LOOP KePo juga melakukan roadshow di 20 kota yakni Bogor, Palembang, Palu, Lampung, Cirebon, Tangerang, Pekanbaru, Jayapura, Banjarmasin, padang, Jakarta dan Samarinda, Jogjakarta, Malang, Semarang, Solo, Medan, Bandung, Surabaya dan Makassar.
Di masing-masing kota tersebut LOOP KePo mengunjungi sekolah-sekolah hingga tempat nongkrong. LOOPers juga diajak untuk bergabung di acara utama di tiap kota. Mereka dapat mengikuti coaching clinic tentang Mobile Video, Digital Music dan Digital Writing.
“Waktu itu kami hadirkan pembicara Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Sacha Stevenson, Arif Muhammad (Poconggg), RAN dan GAC,” kata Paulus.
Tujuan dari semua itu, LOOPers di Indonesia tidak hanya menjadi konsumen dari berbagai aplikasi digital, tapi juga mampu menjadi pencipta (kreator) dari konten-konten tersebut.
Masih di tahun kedua, LOOP KePo, juga menggelar kegiatan anak muda berskala besar. Antara lain, ‘LOOP KePo Big Bang 2015’. Pesta digital ini diadakan untuk merayakan semangat kreatif anak muda yang telah berani menciptakan konten kreatif digital yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Konten kreatif itu mulai dalam hal desain, penulisan, video, aplikasi, dan lainnya. Targetnya konten kreatif yang dibuat anak muda itu berkualitas dan dapat menembus pasar global.
“Waktu itu kita gelar di empat kota, yaitu di Medan, Bandung, Surabaya, dan Makassar,” kenang Paulus.
Di empat kota itu, para LOOPers juga diberi kesempatan mengikuti YouTube Broadcast Box dimana para pengunjung dan kreator dapat mempelajari kemudahan membuat dan mengunggah video ke situs YouTube dengan panduan langsung dari pakar video.
“Kita juga buatkan workshop dengan menghadirkan para pakar dari YouTube mengupas tiga hal yang paling banyak ditanyakan oleh kreator, yaitu teknis mengembangkan channel melalui YouTube Partnership Program, cara memaksimalkan fitur dan video di YouTube, serta penjelasan seputar copyright konten di media maya,” tutur Paulus.
LOOP KePo Challenge juga digelar dengan tema “The Story of Our (Youth) Life”. LOOPers ditantang membuat karya dengan format Mobile Video, Digital Music dan Digital Writing, dan lalu mengunggah karya-karyanya ke www.loop.co.id/kepo.
Di tahun ketiga (2016), keheboan dari LOOP KePo terus berlanjut. LOOP KePo Challenge saat itu menggelar ‘Video Project’ antar sekolah. Pada puncaknya digelar LOOP KePo BigBang.
Tak hanya itu, LOOP KePo juga melakukan roadshow di 400 sekolah di 50 kota
dari barat hingga timur Indonesia. Tujuanya,kita ingin mengajak lebih banyak LOOPers belajar lebih dalam tentang proses menciptakan konten digital,
terutama video, yang baik dan menarik.
“Banyak sekali kegiatan kita gelar di tahun 2016, tahun ketiga LOOP,” kata Paulus.
Bagaimana dengan 2017, Paulus menjelaskan kegiatannya tak kalah banyak. Bahkan belum lama ini, LOOP menggandeng Gramedia menggelar Simulasi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 Serentak di 44 Kota di Indonesia.
Simulasi dipusatkan di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Seluruh aktivitas simulasi di 43 kota lainnya ditayangkan secara langsung pada layar besar dan live streaming di laman LOOP www.loop.co.id.
Simulasi SBMPTN ini tidak hanya dapat diikuti pelajar kelas XII SMA/SMK. Para pelajar yang masih duduk di kelas XI serta mereka yang sudah lulus SMA/SMK juga diperkenankan untuk mendaftarkan diri dan menguji kemampuannya dalam mengerjakan soal SBMPTN.
Kegiatan ini berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Simulasi SMBPTN Pertama yang Menggunakan QR Code untuk Pendaftaran Peserta. Pendaftaran saat itu dilakukan secara online di website LOOP di www.loop.co.id. Setelah melakukan pembayaran, pendaftar lalu mendapatkan SMS dan e-mail berisi link QR code, yang kemudian mereka gunakan ketika melakukan registrasi ulang simulasi SBMPTN.
“Jadi kegiatannya banyak aspek namun tetap dalam segmen anak muda. Simulasi SBMPTN tadi contohnya,” kata Paulus.
Rangkaian roadshow LOOP KePo 2017, Paulus menyebutkan kegiatannya dilaksanakan sampai September 2017 di sekolah-sekolah di lebih dari 50 kota di Indonesia. Di Batam dipusatkan di SMK Kartini.
Di kota tertentu dihadirkan juga mentor ternama seperti Skinny Indonesian 24 dan Shalsabilla. Mereka akan membahas topik seputar pembuatan video digital dan berbagai tips dan trik untuk menghasilkan konten video yang berkualitas. Pada kesempatan yang sama, para LOOPers juga boleh unjuk kebolehan mereka di depan teman-teman sekolahnya dengan menampilkan berbagai penampilan yang menarik.
Tahun ini, LOOP KePo Challenge juga tetap digelar. Temanya, ‘Capture Your Awesome Moment of Activities’. Dengan tema ini, para LOOPers ditantang untuk mengekspresikan keseruan mereka dengan kreatif dalam aktivitas ekstrakurikuler maupun kegiatan hobi lainnya di lima kategori yang bisa dipilih, yaitu Seni Budaya, Komunikasi, Sains, Olahraga dan Organisasi. Video hasil karya tersebut dapat langsung diunggah di www.loop.co.id/kepo.
“Jadi kalau direview sejak diluncurkan 2014, LOOP KePo sudah mengunjungi lebih dari 600 sekolah di 50 kota di Indonesia. Bahkan tahun lalu lebih dari 145.000 submission berhasil terkumpul lebih dari 1.200 sekolah yang ambil bagian,” sebut Paulus.
Hal senada dikatakan oleh Manager Telkomsel Branch Batam, Agus Pramono. “Sesuai tagline-nya ‘Ini KITA’, LOOP juga berkomiten memberikan nilai lebih kepada anak muda Indonesia, dengan terus memberikan wadah kepada mereka untuk mengekspresikan dan mengembangkan dirinya,” ujar Agus.
Agus menambahkan, melalui LOOP KePo, generasi muda juga semakin luas pergaulannya, khususnya dengan anak-anak muda yang kreatif. Bahkan, melalui laman www.loop.co.id, anak-anak muda bisa berbagi pengetahuan di bidang konten digital, maupun bidang pendidikan.
“Di sana mereka menyatu, berbagi ide, pengetahuan agar bisa menciptkan konten digital yang bermanfaat,” kata Agus.
Dengan LOOP KePo, anak muda tidak hanya diarahkan menjadi kreatif dalam menghasilkan dan pengembangan produk digital, tapi juga bisa memanfaatkan teknologi dengan positif dan produktif melalui berbagai layanan digital Telkomsel.
“Telkomsel melalui LOOP tetap konsisten memberikan wadah kepada anak muda untuk terus berkarya dan mengembangkan kreatifitasnya secara positif hingga ke pelosok negeri,” kata Paulus.
***
Mahmud Syaltut, psikolog yang juga komioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mengatakan anak-anak muda khususnya yang berusia remaja (12-19 tahun) memang sangat membutuhkan wadah pegembangan dan penyaluran kreativitas mereka.
“Kreativitas itu bagian dari aktualisasi diri si remaja. Butuh kompensasi berupa wadah, agar kreativitas mereka bisa dihargai,” ujar Syaltut.
Jika tak memiliki wadah yang tepat, Syaltut khawatir remaja-remaja kreatif itu bisa terjerumus pada hal-hal negatif. “Kreativitas itu bukan hal negatif, tapi kalau tak punya wadah, bisa ke hal-hal negatif,” katanya.
Apalagi saat ini, mayoritas anak muda melek teknologi internet. Bahkan bisa dikatakan tak ada lagi yang tak memiliki gawai (gedget). Data lembaga riset pasar e-Marketer, warganet (netizen) di Indonesia populasinya sudah menembus angka 102,8 juta orang pada 2016. Di atasnya ada Tiongkok (700,1 juta), India (283,8 juta), Amerika Serikat (264,9 juta), Brazil (119,8 juta), dan Jepang (104,5 juta).
Namun tahun 2017 ini, e-Marketer menaksir warganet Indonesia bisa mencapai 112,6 juta orang. Bisa menyalip Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan warganet-nya lebih lamban. Bahkan di tahun 2018 diperkirakan warganet Indonesia akan ada di atas angka 123 juta orang.
Syaltut yakin paling banyak mengakses internet atau bersentuhan langsung dengan teknologi digital adalah kalangan anak muda, khususnya untuk kebutuhan sosial media. Apalagi ponsel dan koneksi broadband mobile saat ini semakin terjangkau. Bahkan koneksinya menembus hingga ke pelosok negeri.
Selain itu, yang paling suka membuat konten-konten digital juga anak-anak muda. Mulai dari sekadar mengotak-atik gambar atau foto (meme), video, hingga konten digital lainnya.
Teknologi digital tak bisa dibendung lagi. Namun Syaltut mengingatkan jika anak muda tidak diarahkan, tidak ada wadahnya, tidak ada kegiatanya, tidak ada tempat untuk berkompetisi terhadap konten yang mereka hasilnya, akhirnya disalurkan ke media sosial begitu saja.
“Jika konten itu positif aman-aman saja, tapi kalau negatif bisa terjerat hukum karena melanggar undang-undang IT atau ujaran kebencian,” kata Syaltut.
Ia mengapresiasi langkah Telkomsel yang sudah empat tahun terakhir konsisten menggelar program LOOP KePo yang menjadi wadah bagi anak muda kreatif di Indonesia untuk mengembangkan kreativitasnya. Bahkan membuatkan eventnya, mengajari membuat konten yang positif dan bertanggungjawab, menyalurkan konten yang dihasilkan, membuatkan wadah kompetisinya, dan membimbing langsung anak-anak muda dengan mendatangi sekolah-sekolah mereka untuk memberikan edukasi dengan melibatkan para pakar.
“Apa yang dilakukan Telkomsel yang menyediakan wadah bagi anak muda kreatif lewat LOOP KePo-nya, itu wujud nyata apresiasi terhadap anak muda yang mampu menghasilkan produk kreatif,” ujarnya.
Dengan begitu, anak muda terhindar kegiatan negatif, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan perbuatan negatif lainnya.
“Ini positif sekali. Bisa jadi model percontohan dalam pengembangan kreativitas digital anak muda di berbagai bidang untuk lembaga lainnya,” ujar Syaltut.
Pria yang sehari-hari juga sebagai konsultan pendidikan ini berharap pada orangtua, saat anak-anak mereka menekuni dunia digital atau teknologi informasi, jangan pernah mengkonotasikan dengan hal-hal negatif. Bahkan seorang anak hiperaktif di bidang teknologi sekalipun, jangan dianggap negatif. Anak-anak seperti itu justeru butuh dukungan dengan mencarikan wadah yang tepat.
“Jika ada wadahnya, maka mereka menemukan dunianya, dan itu sangat positif sekali. Siapa yang menolak teknologi maka dia akan tergusur,” ujarnya.
Sambutan positif juga diutarakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir. Apalagi, tidak hanya mencakup seni dan budaya, tapi sudah lebih luas. Ada Komunikasi, Sains, Olahraga, dan Organisasi.
“Positif sekali. Saya sangat berharap tak hanya Telkomsel, pihak lainnya juga berperan dalam pengembangan kreativitas anak muda,” katanya, Rabu (23/8).
Mantan Kadisdik Batam ini mengatakan, tanggungjawab menciptakan generasi muda kreatif, inovatif, dan bertanggungjawab, bukan hanya hanya di tangan pemerintah dalam halini lembaga pendidikan, tapi semua kalangan. Menurutnya, pemerintah memiliki keterbatasan.
Arifin melihat program LOOP KePo ini sangat bagus karena bisa menjangkau hingga ke pelosok negeri. Termasuk sekolah-sekolah di hinterland atau pulau-pulau terluar di Kepri. Jaringan selular yang kuat dan menjangkau hingga ke pelosok dan perbatasan negara tetangga, memungkinkan anak-anak muda kreatif di daerah pulau terpencil berpartisipasi menghasilkan konten digital. Apalagi konten itu bisa ditampung dengan cukup mengunggah ke laman yang telah disediakan.
“Tapi untuk lebih mantap lagi, sebaiknya untuk event dan edukasi tentang cara menghasilkan konten digital yang berkualitas, turun hingga ke pulau-pulau terluar karena fasilitas dan peralatan anak-anak di pulau terluar belum secanggih anak-anak muda di kota-kota besar,” pinta Arifin.
Ia juga berharap program LOOP KePo dengan banyak rangkaian kegiatan tak terputus hingga tahun keempat saja. “Mudah-mudahan bisa konsisten dan terus menerus sehingga menjangkau semua sekolah di Indonesia, khususnya di Kepri ini,” pinta Arifin.
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian juga menyambut positif program LOOP KePo Telkomsel. Menurutnya, anak-anak muda saat ini memang sudah sangat melek teknologi. Namun kadang mereka menyalurkan kreativitasnya dengan cara yang salah. Kapolda mencontohkan pembuatan meme yang sifatnya mengejek, konten video yang diedit dengan tujuan negatif, dan lainnya yang diunggah di media sosial bisa membahayakan si anak muda dan orang lain.
“Kalau ada wadahnya kan mantap. Paling tidak, mereka bisa terhindar dari penyalahgunaan konten digital negatif, sehingga tidak terjerat UU IT atau ujaran kebencian. Sayang kan anak muda kreatif masuk penjara gara-gara salah penyaluran kreativitas mereka,” ujar Sam.
Orang nomor satu di kepolisian daerah Kepri ini juga berharap wadah kreativitas anak muda seperti yang dibuat Telkomsel dipertahankan dan diperbanyak event-nya, diperluas lagi jangkauannya hingga ke semua pelosok negeri. Supaya makin banyak anak-anak muda, khususnya remaja jadi kreator digital, agar terhindar dari perbuatan negatif.
“Semakin banyak wadahnya, semakin baik. Jangan sampai jempol anak muda jadi ‘harimau’ dia karena tak punya wadah penyaluran,” katanya.
Manager Corporate Communication Telkomsel Sumatera, Hadi Sucipto, mengatakan Telkomsel melalui program LOOP KePo selalu konsisten mendorong anak muda Indonesia jadi kreator digital. Program ini akan terus berlanjut dan setiap tahunnya jumlah anak muda kreatif yang dirangkul di seluruh penjuru negeri terus bertambah.
“Jenis dan jumlah rangkaian kegiatan juga semakin banyak, semua terkait dengan anak muda,” ujarnya. (MUHAMMAD NUR, Batam)
Para peserta Nongsa Challenge memacu sepedanya saat meninggalkan garis star di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Minggu (27/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Perhelatan Sport Tourism Nongsa Challenge 2017 berakhir manis.
Event yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Kepulauan Riau serta Dinas Pariwisata Batam itu berhasil membuat ratusan wisatawan mancanegara menikmati alam Nongsa, Batam, Minggu 27 Agustus 2017.
“Kami lebih memilih Nongsa karena memang Nongsa memiliki alam yang cantik, fasilitas yang sangat lengkap dan infrastruktur yang baik dan layak untuk balapan, jadi jika fasilitas memadai, tentu saja sangat bisa menerima wisatawan maupun peserta dengan baik dan dengan jumlah banyak, ini bagian dari suksesnya acara,” ujar Kent Mcallum dari Cycosports Singapore sebagai panitia pelaksana perhelatan di garis Finish Nongsa Resort.
Dalam acara Sport Tourism ini dibuka oleh perwakilan Kementerian Pariwisata, Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Asdep Segmen Pasar Personal Hendri Noviardi, Kepala Dinas Pariwisata Riau Boeralimar, dan Kepala Dinas Pariwisata Batam Febrialin di Pelabuhan Batam Centre.
Dalam perhelatan tersebut peserta mayoritas dari luar negri. Total peserta yang bertanding adalah 115 dari 18 negara dan 6 pesepeda dari dalam negri.
“Sasarannya lihat indahnya Nongsa kami, nikmati alamnya, dan buktikan fasilitasnya. Terima kasih juga kepada Kemenpar, karena dengan dukungan pusat, acara ini bisa meriah dan berlangsung sukses,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Riau Buralimar yang juga diamini oleh Kepala Dinas Pariwisata Batam Febrialin.
Nongsa adalah sebuah kecamatan di Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia. Kecamatan ini terkenal dengan wisata pantainya. Beberapa pantai wisata yang terkenal antara lain Pantai Nongsa, Pantai Maimun, Pantai Tanjung Bemban dan Pantai Sekilak. Kecamatan Nongsa juga memiliki sejumlah resort dan padang golf berstandar internasional yang menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Ada bintang lima, ada pelabuhan Nongsa, jika datang ke sini, cukup bersandar bisa langsung menikmati Indonesia. 30 menit saja dari Singapura dan Malaysia,” tambah Febrialin.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Hendri Noviardi mengatakan, Kemenpar akan konsisten mendukung daerah terutama yang memiliki kalender event yang konsisten, punya potensi mendatangkan wisatawan dan dikelola dengan profesional.
“Kalander event itu harus jelas, harus konsisten bahkan kalau bisa sudah ditentukan tahun depan tanggal pelaksanaannya. Karena dengan cara ini, maka Kemenpar akan mudah mempromosikannya dan mendukungnya dengan baik,” ujar Esthy yang juga diamini Hendri.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas suksesnya acara sport tourism di Batam itu. Kota Batam, kata Arief Yahya, merupakan salah satu kantong besar yang dimiliki Indonesia. Booming pariwisata di Kepri tidak akan bisa dihindarkan jika banyak kegiatan yang seperti Nongsa Challenge digelar.
Semakin banyak crowd tourism di sana, maka segala macam atraksi bisa dibuat dan laku di area yang masuk Crossborder tersebut.
Dan kebetulan, Batam yang ada di Provinsi Kepri dekat dengan negara tetangga Singapore dan Malaysia. Pasarnya sangat besar. Di Singapore saja, ada 3.5 juta Singaporean, 1,5 juta ekspatriat, dan 15.5 juta wisatawan asing masuk setiap tahunnya.
Waktu tempuh dari Singapore? Tidak lama. Penyeberangan Batam – Singapore itu hanya 30 sampai 45 menit. “Jangan juga dilupakan ada kedekatan budaya antara Singapore dan Batam yang sama-sama Melayu, semua harus dijaga dan ditingkatkan,” kata Menpar Arief Yahya. Sementara itu, dalam perlombaan yang diikuti oleh 18 negara itu, Alexander Donger dari Singapura menjadi kampiun di kelas Mens Elite Nongsa Challenge 2017.(*)
Salah satu peserta mengikuti lomba tari. F. Wijaya Satria/Batam Pos
batampos.co.id – Seluruh siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Lingga mengikuti kegiatan Gebyar Seni yang di taja Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di pelataran halaman Gedung Nasional, Dabo Singkep, selama dua hari, dibuka Sabtu dan ditutup Minggu (27/8) malam.
Seluruh peserta yakni siswa SMA dan SMK mempertunjukkan kebolehan olah seni Melayu yang mereka dalami selama ini. Masing-masing peserta terbagi dalam beberapa kategori perlombaan yakni : kategori nyanyi solo, kategori tarian Zapin Melayu dan Kategori Tarian Joget Lambak.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengaku, Kabupaten Lingga memiliki segudang penari Melayu yang handal, terbukti dengan meraih sejumlah keberhasilan dalam pertandingan di tingkat provinsi. Bahkan penari kesenian dari Kabupaten Lingga hampir setiap tahun menyabet juara dua.
“Kondisi ini tentu akan menjadikan kebudayaan Melayu semakin terus terjaga dan tidak lekang oleh kemajuan zaman,” ujar Arifin sembari membuka kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Arifin mengajak seluruh masyarakat agar menjunjung tinggai khsana budaya Melayu. Dia juga mengaku sangat bersyukur masih banyak pemuda yang mencintai kebudayaan Melayu. Karenanya, Arifin mengajak seluruh tamu undangan menyaksikan kegiatan dengan menyelami kebudayaan peninggalan leluhur.
Selain Arifin, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Herman tampak hadir bersama, Haryati Alias Wello, Anggota Dewan Lingga Abdul Gani Atan Leman dan Sekcam Singkep Izazul.
Sebanyak 78 peserta bertanding di masing-masing kategori yang mereka ikuti. Sementara itu, dalam pertandingan tersebut, menghadirian juri dari Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri. Selain itu, dewan juri juga diisi oleh juri yang berasal dari Kabupaten Lingga. (wsa)
Para peserta Nongsa Challenge memacu sepedanya saat meninggalkan garis star di Pelabuhan Internasional Batamcenter, Minggu (27/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Konsentrasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terhadap berbagai event di daerah mendapatkan apresiasi dari para industri pariwisata dan pemerintah daerah. Salah satunya dari lokasi perhelatan Nongsa Challenge 2017 yang digelar di Nongsa, Batam, Minggu.
“Ini memang event yang ketiga kalinya, namun dari tahun ke tahun ada perbedaanya, yang terutama adalah kecepatan Kemenpar dalam merespon event, dan yang paling terasa di masa kepemimpinan Pak Menpar Arief Yahya ini adalah, kehadiran Kemenpar bersama kami industri di daerah, sekarang Kemenpar hadir dan Kemenpar bersama kami lebih erat dengan tujuan yang sama,” kata General Manager Turi Beach by Nongsa Resort Sumantri Endang yang tempatnya dijadikan lokasi finish perhelatan yang diikuti oleh 18 negara tersebut.
Pria yang biasa disapa Endang itu memang akan sekuat tenaga terus berkoordinasi dengan pihak manapun untuk terus menjaga atraksi yang ada di Pulau Nongsa dan Batam. Namun, dengan speed dan hadirnya Kemenpar saat ini, pihaknya amat sangat terbantu. “Jadi kita lebih bersemangat, tahun depan akan kami setting agar mereka lebih lama tinggal di Batam, dan tentunya membawa keluarga, sehingga lebih banyak waktu meng-explore Batam,” ujar pria bertubuh tambun itu.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Riau Boeralimar. Kata Boeralimar, pihaknya siap menggolkan target Kemenpar di mana tahun 2017 ini bisa mendatangkan 15 juta wisatawan mancanegara dan tahun 2019 bisa masuk 20 juta Wisman.
“Perhatian dan dukungan Kemenpar sudah luar biasa, maka dari itu kami juga harus bisa merealisasikan target kami dengan baik. Ke depannya, Kepri akan mempersiapkan Sport Tourism lebih besar, skala internasional namun digelar di kepulauan Riau. Konsepnya akan segera kami rumuskan,” ujar Boeralimar. Dia menjelaskan, Kepri memiliki banyak event Sport Tourism yang digelar sebagai bagian dari Crossborder.
Sebut saja, Tour de Beleirang, Bintan Triathlon, Tour de Bintan dan sebagainya. “Jadi semua Kabupaten bersatu untuk pelaksanaan satu Sport Tourism, yang besar, Bintan, Tanjung Pinang, Nongsa dan Batam bisa bersama-sama bersatu untuk event ini. Ini akan segera kami realisasikan,” ujarnya.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Kemenpar Hendry Noviardi mengatakan,
Indonesia akan terus memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism saat ini.
Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games, even olahraga terbesar di kawasan Asia tahun 2018. Asian Games 2018 harus menjadi mementum untuk menggerakkan setiap insan olahraga dan pariwisata mengembangkan lebih serius sport tourism di Indonesia.
“Banyak kajian yang membahas adanya korelasi jangka pendek maupun jangka panjang antara penyelenggaraan even olahraga terhadap pertumbuham ekonomi suatu daerah atau negara, terutama kaitannya dengan pembangunan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja di suatu negara. Sport Tourism itu dampaknya sangat hebat,” ujar Esthy yang juga diamini Hendry.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, jika membuat event berskala internasional, para peserta dan wisatawan juga harus disajikan dengan kelas internasional, destinasi-destinasi tempat penyelenggaraan event Sport Tourism itu juga harus bersolek menyambut wisatawan.(*)
batampos.co.id – Nadia Ulfa 16, gadis belia warga jalan Ali Moertopo, Ranai, akhirnya ditemukan setelah enam hari hilang dari rumah tanpa kabar.
Meskipun demikin, orangtua Ulfa, Eka Damayanti,38, sudah melaporkan kejadian ke Mapolresta Natuna. Hal tersebut dilakukan karena terakhir diketahui anaknya dikunjungi pria di rumahnya pada Minggu (21/8) pekan lalu. Eka mengaku, dua temanya anaknya datang saat itu tidak menaruh curiga. Dan mereka pergi tanpa pamit.
Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP M Komarudin mengatakan, orangtunya baru melapor pada Jumat (25/8) sorenya. Orangtua korban adalah pegawai pemerintah daerah.
“Sudah empat hari hilang, baru lapor, tetapi sekarang sudah ditemukan. Waktu ditemukan Nadia di pelabuhan Selat Lampa berencana akan kabur bersama pacarnya,” kata Komarudin.
Namun Kasat Reskrim belum memberikan keterangan proses lanjut terkait laporan polisi yang membawa kabur anak bawah umur tersebut.
“Informasi lanjut nanti setelah buat laporan ke Kapolres,” kata Komarudin.(arn)