Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12971

West Java Eco Marathon Ajak Peserta Berpetualang di Tengah Alam yang Indah

0

Runners…. siapkan diri untuk 15 Oktober 2017. Ada West Java Eco Marathon (WJEM) yang bisa dinikmati. Dan di sini, pelari bisa merasakan sensasi marathon dengan nuansa berbeda

West Java Eco Marathon memang diset tak biasa. Rutenya dicreate sangat menarik. Selain marathon, peserta diajak berpetualang di tengah alam yang indah. Dari mulai bukit; Perkebunan Teh Malabar, Kertamanah, dan Cinyiruan; sungai, danau, kebun sayuran, desa dan permukiman, hingga area Geothermal Wayang Windu di Pangalengan, Jawa Barat, semua bakal dilewati.

“Mudah-mudahan keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri, daya tarik dalam arti kita juga memperkenalkan keindahan alam Jawa Barat, “ungkap Ihsan, Ketua Panitia WJEM 2017.

Sebagai eco marathon , WJEM memasukan faktor zero waste, biodegradable, dan emission minimize. Itu artinya, dalam kegiatan ini tidak akan dipakai botol plastik melainkan gelas kertas atau bahan-bahan yang mudah terurai.

WJEM bukan hanya mengenalkan konsep green sport dan promosi pariwisata, tapi juga mengampanyekan kelestarian lingkungan hidup, dengan memasukkan faktor zero waste, biodegradable, dan emission minimize.

“Dalam eco marathon ini tidak akan dipakai botol plastik melainkan gelas kertas atau bahan-bahan yang mudah terurai,uga tidak ada sepeda motor berbahan bakar, tapi akan digunakan sepeda listrik yang ramah lingkungan. Selain itu juga menggabungkan sport dan tourism, pada setiap spot para peserta lari bisa melihat keindahan alam dan berfoto di sana,” ujar Ihsan.

Pelari kateogri 5K akan melewati Lapangan Tanara Malabar – Jalan Raya Pintu Malabar – Makam Boscha – Bukit Sipon dan finish di Lapangan Tanara Malabar.

Sementara pelari kategori 10K akan melewati Lapangan Tanara Malabar – Jalan Raya Pintu Malabar – Makam Boscha – Jalan Malabar Wisma Melati – Gunung Nini – Jalan Pintu Malabar – Lapangan Tanara Malabar.

Nah, untuk pelari kategori 21K akan digiring melewati Lapangan Tanara Malabar – Jalan Raya Pintu Malabar – Makam Boscha – Jalan Malabar Wisma Melati – Gunung Nini – Jalan Pasir Malang –Gunung Cupu – Kampung Baru – Jalan Palayangan – Peternakan Ultra Jaya Alba – Jembatan Cinta Cileunca – Jalan Desa pulosari – Jalan Desa Margaluyu – Jalan Pintu Babakan – Jalan Pintu Malabar – Lapangan Tanara Malabar.

Sedangkan kategori 42K akan melewati jalur Lapangan Tanara Malabar – Jalan Raya Pintu Malabar – Makam Boscha – Jalan Malabar Wisma Melati – Gunung Nini – Jalan Pasir Malang –Gunung Cupu – Kampung Baru – Jalan Palayangan – Peternakan Ultra Jaya Alba – Jembatan Cinta Cileunca – Jalan Desa pulosari – Jalan Desa Margaluyu – Jalan Desa Marga Mukti – Jalan Perkebunan Kertamanah – Jalan Cinyiruan – Kertamanah Geothermal – Jalan Desa Wanasuka – Jalan Pintu Malabar – Lapangan Tanara Malabar.

“Kombinasi jenis track ini memadukan track jalan raya, road track, dengan track trial marathon. Kalau trial jelas kan ada jalan berbatu, jalan setapak, jalan rumput, naik dan turun,” ungkap Ihsan.

Untuk mencegah kerusakan lingkungan, panitia akan menyediakan slot bagi 3.000 sampai 3.500 pelari yang terdiri dari Nomor 42k (full marathon) sebanyak 500 orang, Nomor 21k (half marathon) sebanyak 1000 orang, Nomor 10k sebanyak 1000 orang, dan Nomor 5k sebanyak 1.000 orang.

Dan peseta tidak akan dibatasi dari dalam negeri, panitia jua akan mengundang pelari dari berbagai belahan dunia.

“Kita akan berusaha untuk mengundang semua provinsi yang ada hubungan persaudaraan sister city, semisal Shizuoka dari Jepang, Guangxi , Sichuan, Chongqing, dan Heiliongjiang. Dari Rusia, Sousmassa dari Maroko, dari Sudan, Korea juga Incheon, dan lain-lain,” ujarnya.

Menpar Arief mengapresiasi kegiatan WJEM 2017 yang baru pertama kali digelar ini dan mengajak netizen berpartisipasi di event cross country ini. Treknya menantang, alamnya bagus, cuaca lagi cerah, mudah mendapatkan kombinasi antara langit biru dan pepohonan hijau di Pengalengan Jawa Barat.

“Saya mengenal Pengalengan. Instagrammable banget, sangat pas buat sambil ikut lomba, bisa ambil foto dan langsung upload.sebarkan keindahan dan pesona nya. Karena itu saya rekomendasi untuk ikut lari West Java Eco Marathon ini,” kata Menteri Arief Yahya. (*)

Ratusan Delegasi Simposium Maritim Internasional Terpukau Budaya Bali

0

Bali memang punya daya pikat yang kuat. Ratusan delegasi Angkatan Laut dari 43 negara yang tengah mengikuti “3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017” di Inaya Hotel, Kawasan Nusa Dua, Bali, ikut mengakuinya. Sejak jamuan Gala Dinner, Kamis (24/8) malam, mereka terpesona dengan suguhan budaya Bali yang ditampilkan.

Ratusan delegasi yang di dalamnya juga terdapat perwira tinggi setingkat KSAL dari 11 negara itu kagum dengan ragam budaya Bali yang disuguhkan.

Dari mulai Tari Garuda Kencana, busana yang dipakai keenam penari serta magisnya alunan musik, sukses menghipnotis selluruh anggota delegasi. Tidak sedikitpeserta delegasi bangkit dari tempat duduknya. Mereka seolah tidak ingin ketinggalan momen tersebut dan kemudian mengabadikan dengan gawainya masing-masing.

Setelah tampilan tari Garuda Wisnu Kencana, giliran penyanyi wanita yang membawakan sejumlah lagu dari daerah Sumatera Utara. Seraya dengan hal tersebut, ditampilkan video-video keindahan alam dan budaya di Sumatera Utara.

Selanjutnya bergantian lagu-lagu dari daerah lain seperti Sumatera Selatan, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan lainnya. Termasuk penyanyi Lea Simajuntak dan Dwiki Dharmawan yang turut mengisi acara.

Tidak sampai di situ, para anggota delegasi semakin terpesona kala Baleganjur Janger Dancer membawakan tari-tari tradisional Bali lainnya. Kehadiran empat Putri Pariwisata juga menambah daya tarik gala dinner tersebut.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan, kegiatan IMSS kali ini adalah yang ketiga setelah sebelumnya dua kali digelar di Jakarta pada 2013 dan 2015.

IMSS jelas Ade bukan sekadar simposium yang membahas berbagai isu keamanan maritim yang menghadirkan peserta dari 54 negara yang merupakan gabungan dari anggota Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan Indian Ocean Naval Symposium), tapi juga upaya dari pihaknya mengajak para delegasi mengenal dan mengeksplorasi kultur dan warisan budaya Indonesia.

“Sebagai upaya mendukung peningkatan Pariwisata di Indonesia, maka IMSS dilaksanakan berpindah-pindah tempat di Indonesia yang kali ini di Bali. Motto kami adalah ‘This is not only a Symposium but also exploring Indonesia culture and heritage,” kata Ade Supandi.

Tidak hanya mendapat suguhan budaya Bali di dalam Gala Dinner, para delegasi juga akan diajak merasakan langsung keindahan budaya dan pariwisata Bali dalam spouse program ke berbagai tempat. Mulai dari sanggar Tari Barong, Kerajinan Perak, Pasar Seni Krisna dan Taman Safari Bali.

“Siapkan juga diri anda karena kita juga akan bersepeda keliling daerah Bali,” ujar Ade yang disambut tepuk tangan meriah delegasi.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir mengatakan, dengan kehadiran ratusan delegasi dari berbagai negara tentu akan memberi dampak terhadap dunia pariwisata. Terutama membangun citra pariwisata Indonesia yang indah serta aman terhadap dunia internasional.

“Sehingga dapat mendukung promosi pariwisata Bali,” ujar Tazbir.

Selain itu, kehadiran para delegasi dari berbagai negara tersebut juga menambah angka wisatawan mancanegara, karena mereka tentunya hadir tidak sendiri. Melainkan juga ada yang turut membawa keluarga masing-masing dalam rombongannya.

“Tentu saja berdampak pada peningkatan wisman kemudian dampak langsung ekonomi, karena mereka juga belanja-belanja di Bali dan ujungnya adalah promosi Bali ke negara mereka. Mereka jadi tahu persis citra pariwisata Indonesia seperti apa,” kata Tazbir yang sebelumnya juga menjadi pembicara dalam talkshow terkait IMMS di salah satu stasiun televisi swasta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik kehadiran para delegasi dan suguhan budaya Baliyang membuat mereka terpesona. Menurut Menpar, kegiatan Meeting seperti ini merpakan salah satu yang efektif dampaknya terhadap dunia pariwisata.

Bahkan pada tahun depan Bali juga akan kembali menjadi tuan rumah dari satu perhelatan besar, Annual Meeting IMF – World Bank. Diperkirakan akan ada 18.000 orang atau wisman baru yang masuk ke Bali dalam waktu bersaman.

Menpar Arief mengingatkan, momentum berharga tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena belum tentu akan berulang kembali dalam waktu yang singkat.

“Kita dorong industri untuk memiliki paket-paket untuk destinasi wisata Indonesia yang kita tawarkan kepada seluruh delegasi yang jumlahnya 15-18 ribu delegasi itu. Bali sendiri harus dieksplore. Lalu di luar Bali yang bisa ditembus dengan sekali flight, seperti Borobudur Joglosemar, Labuan Bajo NTT, dan destinasi Jakarta,” ungkapnya. (*)

 

Kenalkan Destinasi Wisata Halal kepada Warga Tiongkok

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan brand Wonderful Indonesia terus menggoda wisatawan mancanegara. Kali ini, kementerian yang dinahkodai Menpar Arief Yahya membidik tiga kota Sales Mission yaitu Xi’an, Yinchuan dan Beijing .

Dengan melibatkan 9 seller dari Indonesia dan menggandeng 60 buyer Tiongkok di tiap kota betujuan untuk mengembangkan wisata halal di sejumlah destinasi di Indonesia sejak 4-7 September 2017.

Wisata Halal di Tiongkok? Mungkin akan mengernyitkan dahi saat mendengar kalimat itu. Soal pilihan ketiga tadi, I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara punya alasan kuat. Selain Beijing yang merupakan ibukota Negara Tiongkok yang populasi muslimnya cukup besar, juga Yinchuan, ibukota Ningxia Hui ini sebesar 34 persen dari 6,32 juta warga daerah otonom itu beragama Islam.

Untuk Xian, memang belum sepopuler kota-kota besar di Tiongkok, seperti Beijing, Shanghai dan lainnya. Namun bagi traveler Muslim, Xian sangat terkenal.Islam diperkirakan sudah masuk ke Kota Xian pada sekitar abad ke-7. Buktinya, sudah ada Great Mosque Xian yang berdiri sejak tahun 742 masehi.Islam masuk ke Xian dari para pedagang Arab dan Persia. Selain itu strategi untuk menggaet wisatawan muslim dari Tiongkok itu juga melihat sejarah masa lalu, dimana relasi Islam Indonesia dan China sudah terjalin sejak abad ke-15.

Industri wisata halal sedang marak di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang sedang membangun berbagai macam aturan, sarana, dan fasilitas, pendukung lain, untuk mewujudkan berdirinya sebuah kawasan wisata halal yang memadai.

Salah satunya adalah Lombok yang menjadi salah satu tulang punggung Indonesia dalam industri wisata halal. Lombok pernah menyabet penghargaan World Halal Travel Awards pada 2015 lalu, dimana dua penghargaan diraih sekaligus World Best Halal Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination.

Dan bukan hanya Lombok, Sumatera Barat dan Aceh juga menjadi ujung tombak dalam industri wisata halal. Dan pada penghargaan World Halal Travel Awards 2016, Sumbar dan Aceh berhasil menyabet penghargaan, Sumbar mendapatkan dua penghargaan sekaligus, World Best Halal Culinary dan World Best Halal Destination. Sedangkan, Aceh menyabet predikat World Best Halal Cultural Destination.

“Ini yang akan kita tawarkan salam sales mission ini, selain tentunya juga ada tiga daerah Indonesia yang juga akan jadi unggulan dalam program Sales Mission ini Great Bali, Great Jakarta, serta Great Batam. Acara ini mendapat dukungan dari KBRI Beijing dan Garuda Indonesia,” ujar Pitana

Agendanya sendiri akan dilaksanakan secara roadshow, Table Top akan digelar di tiga kota Tiongkok itu.

Data dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, sejak 2013 hingga 2016, pertumbuhan wisata halal cukup signifikan. Ada kenaikan hingga 15,5%, sedangkan unjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus meningkat jumlahnya dimana pada 2016 lalu, pertumbuhan kunjungan wisatawan Tiongkok naik 27%, menjadi 1.452.971 orang.

“Tahun ini, di 2017, pemerintah menargetkan adanya kunjungan wisatawan Tiongkok di angka 2.057.000 orang. Sales Mission ini sebagai salah satu program yang diharapkan bisa membantu Kemenpar dalam mencapai pencapaian target wisman tersebut,” harapnya

Menteri pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut Pasar Tiongkok itu potensial untuk dikembangkan dan meminta agar wisata halal diposisikan sebagai bisnis. Ia menilai, segmen wisata ini dapat mendulang banyak keuntungan bagi ekonomi Indonesia yang merupakan negara mayoritas Muslim.

Dari target 15 juta wisatawan asing di 2017, pemerintah menargetkan 20 persennya dikontribusikan dari segmen wisata halal. Angka ini masih lebih kecil dari jumlah turis pariwisata halal Thailand yang mencapai enam juta orang, Malaysia lima juta orang, dan Singapura empat juta orang.

“Thailand mayoritasnya non Muslim. Tapi mereka bisa memposisikan bisnis mereka untuk wisatawan Muslim,” ungkap Arief.

Di 2019, ditargetkan turis wisata halal dapat mencapai seperempat dari target total 20 juta wisatawan mancanegara. Apalagi, angka belanja turis wisata halal termasuk besar yaitu antara 1.500-1.700 dolar AS per kapita per hari. Jumlah tersebut lebih besar dari rata-rata belanja wisata asing sebesar 1.200 dolar AS per kapita per hari.

“Kita menjual destinasi yang menarik. Dan jangan lupa, Indonesia sudah diakui sebagai tempat wisata halah didunia. Berwisata ke Indonesia tidak akan rugi,” pungkasnya.(*)

 

Makna Kereta Pancasila di Karnaval Kemerdekaan RI ke-72

0

Tisna Sanjaya, Budayawan dan pengajar di Institut Teknologi Bandung, bersama dengan budayawan lainnya, Aat Suratin, Joko Kurnain, dan beberapa budayawan lainnya mendapat tugas untuk merancang mobil yang akan menjadi tunggangan Presiden Joko Widodo pada acara karnaval, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Tisna dan teman-temannya menggagas sebuah kendaraan yang menyimbolkan kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya. Menurut Tisna, konsep yang diusung adalah mobil bajasan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras. Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani. Lalu di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

“Ada sekitar 99 seeng buatan pengrajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar. Makna angka 99 ini juga merujuk pada Asmaul Husna (nama-nama Sang Pencipta), hal ini mengingatkan kita pada Sang Pencipta,” ujar Tisna di Bandung, Sabtu (25/8).

Menurut Tisna, makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya. Untuk menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam. Di dalam aseupan itu akan dimasukkan hasil bumi seperti dimasukan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Dan, di depan kendaraan itu aka nada puisi tentang semangat dan optimisme.

“Puisinya masih proses, nanti Kang Aat dan kawan-kawan yang akan menulisnya. Pesannya adalah, dengan penuh semangat dan optimis, maka kita akan semakin beriman pada Sang Pemilik Alam,” ucap Tisna.

Adapun Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi akan ditempatkan di bagian depan dari kendaraan itu. “Jika dilihat dari depan, kendaraan itu membawa hasil bumi dan Jokowi sebagai pemimpin mengantarkannya untuk rakyatnya,” kata Tisna.

Menurut Tisna, mengacu pada tema karnaval yakni, ‘menyalakan api, kerja bersama”, maka mobil hias yang ditunggangi Jokowi melambangkan semangat bekerja bareng-bareng, dan memanen hasil kerja itu secara bersama-sama.

“Kesuburan, kemakmuran, nilai-nilai spiritual itu terlihat melalui kendaraan yang ditumpangi Jokowi. Saya berharap karya ini menjadi instalasi yang indah dan diharapkan dibawa ke istana, lalu ‘diparkir’ di halaman istana untuk menjadi simbol helaran karnaval budaya dari kota Bandung,” ucap Tisna.

“Kok bisa ya seniman kerja bersama, padahal kita tahu umumnya seniman punya karakter, egonya kuat banget, tapi mereka mau kerja bersama untuk mewujudkan satu karya indah dan monumental. Ini bukan ide perseorangan, ini kolaborasi, Itulah masyarakat kita, kita bisa bersatu untuk satu tujuan,” kata Aat.

Pakaian daerah juga akan tercermin dari 2.500 peserta karnaval yang berasal dari 34 provinsi dan komunitas. Dari pakaian adat yang mereka kenakan akan tampak keberagaman, kaya karna, kaya motif dan kaya inspirasi.

“Kita memang berasal dari berbagai macam etnis, budaya yang bisa tercermin dari pakaian. Keberagaman itulah yang dapat dipersatukan oleh Pancasila,” kata Tisna.

Budayawan, seniman, dan pekerja kreatif di Bandung berharap setelah helaran karnaval kemerdekaan ke-72 ini, Indonesia bisa terus bekerja bersama untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. “Indonesia ini negeri yang subur, kaya, dan memiliki budaya yang adiluhung, yakni gotong royong. Melalui gotong royong, pemimpin dan rakyatnya bekerja sama untuk meraih kesejateraan rakyat,” ucap Aat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, spirit itulah yang mendasari lahirnya, Indonesia Incorporated. Bangsa Indonesia harus bersatu, mensinergikan kekuatan, memperkuat semua lini.

“Kalau ingin maju, kita harus tetapkan musuh bersama. Kalau mau menang kita harus kompak, solid, dan maju serentak,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Begitupun di pariwisata, jika ingin bersaing di level global harus menyatukan langkah menuju satu cita-cita.

“Kalau kita bersinergi, tidak ada yang bisa mengalahkan Pariwisata Indonesia,” katanya.

Standarnya pun harus global, tidak lagi terkotak-kotak oleh birokrasi yang sempit, dan membelit kepentingan yang lebih jauh.

“Memajukan Pariwisata sama dengan memajukan perekonomian bangsa ini. Karena pariwisata adalah penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah dan murah,” kata Arief Yahya.

Menpar Areif Yahya juga mengimbau masyarakat agar menyaksikan kegiatan karnaval dengan menggunakan pakaian adat. “Jangan lupa penonton pakai baju-baju adat ya? Kenakan Busana Nusantara, biar penontonnya keren, peserta karnavalnya juga keren! Foto dan Video nya juga keren,” ujarnya.

Ini akan menjadi karnaval paling unik. Penonton menyaksikan peserta karnaval. Sebaliknya peserta karnaval juga bisa melihat penonton yang berpakaian tradisional, dari mana saja asal sukunya.

“Silakan yang perempuan pakai selendang, yang laki-laki mengenakan ikat kepala atau blangkon (Joglosemar), totopong (Sunda), udeng (Bali), sortali (Batak). Pasti seru!” ungkap Arief Yahya sambil mengingatkan untuk menyisakan space di memmory smart phone-nya untuk memotret karnaval ini.(*)

 

Karnaval Pesona Parahyangan Jadikan Bandung Lautan Manusia

0

Jelang pelaksanaan “Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017”, di Bandung, warga makin antusias.

Suasana itu terlihat dari gladi bersih di seputar lokasi rute pawai yang bakal diikuti ribuan manusia itu.

Yang lebih asyik, bukan hanya peserta karnaval yang mengenakan pakaian adat. Penonton pun diminta eksis dengan baju tradisionalnya, #PesonaBusanaNusantara. Netizen pun meremind followers nya dengan dua hastag, #KarnavalPesonaParahyangan dan #StartJam2Siang.

Tiap jam, grafis pengingat dengan hitung mundur berseliweran di media sosial. Tiap jam up date lagi, kurang berapa jam, sejak 24 jam sebelum pukul 14.00 WIB tanggal 26 Agustus 2018.

Foto-foto serta video persiapan mengisi timeline sejak dua hari lalu dan makin heboh hingga malam 25 Agustus ini.

Lalu sejauhmana sebenarnya persiapan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017? Berapa kontingen yang dipastikan hadir? Jalurnya, soal waktu?

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memastikan kalau semuanya sudah siap. On the track. Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 sebagai rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-72 siap digelar Sabtu (26/8) siang.

“Hingga saat ini, Pemkot Bandung tengah bekerja keras untuk melakukan persiapan teknis terkait pelaksanaan karnaval kemerdekaan esok hari,” ujar Ridwan Kamil.

Persiapan tersebut mulai dari prosesi seremonial pembukaan, kesiapan kendaraan hias, busa khusus presiden hingga kesiapan peserta karnaval.

Selain itu bersama seluruh pihak terkait, Pemkot Bandung ujar Ridwan Kamil juga mempersiapkan strerilisasi rute dan manajemen alur karnaval.

“Kami pastikan karnaval yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo besokakan meriah dan sukses dipadati masyarakat Bandung dan Jawa Barat,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Emil menyatakan jika Karnaval Kemerdekaan esok akan diikuti 43 kontingen dari berbagai unsur lintas budaya, komunitas, provinsi, kota maupun kabupaten di Indonesia.

Adapun rangkaian kegiatan karnaval kemerdekaan akan dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Karnaval akan melalui rute dari Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Taman Vinda hingga Balaikota Bandung.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo yang dijadwalkan turut berpartisipasi sebagai peserta dalam gelaran karnaval tersebut akan menaiki Kereta Pancasila. Yakni mobil hias hasil rancanngan lima seniman Bandung.

Hiasan mobil tersebut menyiratkan makna budaya kerja dan gotong royong dalam laku budaya kebersamaan.

Adapun peserta karnaval yang dijadwalkan memerihkan karnaval antara lain Drumband Changka Panorama Secapa TNI AD, Paskibraka Jawa Barat, Jember Fashion Carnival, Solo Batik Carnival, pemain enggrang Jack Obin, rombongan Atlet Senam Indah Kota Bandung, Rombongan Rebana Pondok Pesantren Nurul Iman, Barisan Jaka Tarub, Kuda Renggong Sumedang, Komunitas Cosplay Bandung, dan Kerjasama masyarakat adat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sebagai kementerian yang meng-host Karnaval ini sangat berharap penyelenggaraan Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 esok dapat berlangsung lancar.

“Karnaval kali ini merupakan pincak perayaan nasional HUT RI ke-72 di Indonesia. Pawai ini akan menampilkan ragam budaya khas tiap provinsi,” ujar Menpar. Tiga karnaval terbaik Indonesia juga akan tampil, yakni Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon Flower Carnaval juga akan hadir bersama warga Bandung.

Dengan diikuti ribuan peserta dan disaksikan langsung masyarakat Bandung serta seluruh masyarakat Indonesia melalui siaran televisi ataupun sosial media dipastikan nama Bandung akan semakin terangkat.

Dampak dari ribuan wisatawan yang hadir akan langsung dirasakan masyarakat. Kuliner, tempat wisata, dipastikan bakal bergeliat. Belum lagi tempat penginapan, baik dari guest house hingga kelas hotel bakal diserbu wisatawan.

“Presiden akan menjadi endorser utama acara ini sekaligus semakin mempromosikan Kota Bandung dan sekitarnya sebagai destinasi wisata menarik. Ini saatnya destinasi wisata Bandung didorong dan dipromosikan,” kata Arief Yahya.

Pemilihan Bandung sendiri menurut Menpar karena kota tersebut dikenal sebagai salah satu kota kreatif dengan perkembangan komunitas terbanyak di Indonesia.

“Selain itu, dipilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah pelaksanaan karnaval, diharapkan kedepannya akan semakin memperkuat posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia. Mari Berkarnaval, Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama, Salam Pesona Indonesia,” ujar Arief Yahya. (*)

Perbanyak Event Bangkitkan Ekonomi

0
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah melepas peserta Kepri Thropy Offroad seri II 2017, Jumat (25/8). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah mendukung terselenggaranya berbagai event yang memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Apalagi jika rutinitas sebuah event berlangsung kontiniu dan ditunggu banyak peminatnya.

“Selain meningkatkan sportivitas dalam berolahraga, event semacam ini juga berdampak pada perekonomian dan kepariwisataan,” kata Arif saat membuka Kepri Thropy Offroad Seri II 2017 di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Jumat (25/8) siang.

Ratusan off roader berpartisipasi dalam event ini. Tampak hadir Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, FKPD Tanjungpinang dan sejumlah kepala OPD Kepri.

Menurut Arif, perlambatan ekonomi Kepri bakal kembali bergairah dengan partisipasi semua kelompok masyarakat. Kreativitas dalam menggelar sejumlah event juga akan mengairahkan dan menggerakkan ekonomi.

“Kita perlu menyelenggarakan banyak event, baik olah raga maupun kepariwisataan, sehingga wisatawan ramai berkunjung,” kata Arif.

Kegiatan Kepri Thropy Offroad Seri II 2017 ini akan finish pada Ahad (27/8) pagi di Sirkuit Tanah Melayu Batu 8 Kota Piring Tanjungpinang. Sejalan dengan iven ini, juga dilaksanakan kegiatan bersepeda. Kegiatan bersepeda juga akan finish di tempat yang sama. (bni)

 

Lembaga Pelatihan Non Formal Mulai Marak

0

batampos.co.id – Lembaga pelatihan atau kursus non formal mulai marak di Tanjungpinang. Karena itu, pemerintah kota mulai memperhatikan keberadaan lembaga ini dengan melaksanakan lokakarya tentang pengembangan manajemen dan perizinan.

Sekretaris Daerah, Riono mengungkapkan, fenomena maraknya lembaga pelatihan dan kursus non formal ini merupakan gejala yang baik bagi preseden Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi.

“Ini jadi salah satu indikator kota ini mulai berkembang,” ungkapnya.

Terbukti, pada lokakarya tersebut, setidaknya ada 50 pengelola lembaga-lembaga kursus dan pelantihan yang hadir guna menyerap pembelajaran yang secara gratis dilaksanakan Pemko Tanjungpinang.

Lembaga-lembaga kursus ini, tambah Riono, menunjukan bahwa masyarakat juga sudah mulai peduli terhadap pendidikan non formal.

“Berkembangnya lembaga-lembaga kursus menandakan bahwa daerah tersebut sangat sejahtara, dalam artian sejahtera karena orangtua mampu mengirimkan anaknya ke lembaga kursus,” kata Riono lagi.

Para acara itu, Riono mememberikan pemahaman kepada peserta terkait perizinan yang merupakan bagian dari legalitas untuk usaha, lembaga kursus maupun pelatihan harus memiliki perlindungan hukum, seperti perizinan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG, mengatakan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap lembaga kursus dan pelatihan.

“Kita tidak hanya perduli dengan pendidikan formal saja, tetapi pendidikan non formal juga kita perhatikan,” katanya.

Dengan perkembangan pendidikan non formal yang sangat pesat, kata Dadang, bisa menjadi baromater bagi pendidikan formal. Ia berharap semakin berkembangnya lembaga pendidikan khursus dan pelatihan, maka dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Kota Tanjungpinang. (aya)

105 Titik LPJU Terangi Jalan Lintas Barat

0
Bupati Bintan Apri Sujadi ditemani Kadis PUPera Bintan, Juni Rianto (kiri) dan Kadis Perkim Bintan Herry Wahyu (dua kanan) serta Ketua Komisi I DPRD Bintan Daeng M Yatir (kanan) meninjau jalan Lintas Barat, Jumat (25/8).  F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Bintan akan menerangi Jalan Lintas Barat. Pemasangan 105 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) akan disebar di sepanjang Jalan Lintas Barat.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan Pemkab Bintan sudah mengusulkan LPJU di Jalan Lintas Barat ke pemerintah pusat. Pengusulan itu didasari status Jalan Lintas Barat merupakan jalan nasional.

Akan tetapi pengusulan LPJU belum direalisasikan, sehingga Pemkab Bintan mengandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan melakukan penerangan jalan di Jalan Lintas Barat. “Kita tidak bisa menunggu. Sudah cukup lama jalan di Lintas Barat gelap,” kata Apri Sujadi.

Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, ia mengatakan,
Pemkab Bintan akan segera mengelontorkan anggaran pengadaan LPJU sebesar Rp 2,7 miliar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

“Penerangan di Jalan Lintas Barat sangat mendesak, karena sering ditemukan kasus kejahatan. Ini tidak boleh berlarut-larut,” tegasnya.

Kadis Perkim Bintan Herry Wahyu melalui Kabid Perkim Bayu Wicaksono mengatakan, 105 titik LPJU akan menggunakan tenaga aki. Untuk suplai kebutuan listrik di Jalan Lintas Barat, Pemkab akan mengandeng PLN. “105 titik LPJU akan dipasang di daerah yang rawan,” tukasnya. (cr21)

 

Stok Hewan Kurban Aman

0
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bintan memeriksa kesehatan sapi di
kandang yang ada di Bintan, baru-baru ini. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pertanian Bintan menjamin ketersediaan hewan kurban sapi di Bintan aman. Tahun ini, sapi yang tersedia di Bintan sekitar 400 ekor sapi. Sedangkan kebutuhan hewan kurban sapi tahun lalu sekitar 204 ekor sapi. Hal ini disampaikan Bupati Bintan Apri Sujadi, Jumat (25/8).

“Suplai dan kebutuhan daging sapi, masih aman,” katanya.

Apri mengatakan, biasanya kebutuhan akan meningkat menjelang Hari Raya
Idul Adha. Tapi menurutnya, tidak akan ada persoalan atau kendala, karena suplai hewan kurban sudah tercukupi.

Tahun ini, ia juga menyebutkan, Pemkab Bintan melalui Bagian Kesra Setdakab Bintan mengumpulkan data kurban. “Alhamdulillah saat ini sudah ada 11 ekor hewan kurban. Tidak menutup kemungkinan bertambah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bintan Supriyono mengatakan saat ini tim yang bertugas mulai turun ke lapangan menyebar guna pengecekan dan pemeriksaan hewan kurban sapi.

“Tim pemeriksa akan langsung mengunjungi sentra-sentra ternak sapi, guna pemeriksaan,” ujarnya.

Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bintan Iwan Berri Prima mengatakan, sejauh ini sekitar 100 sapi sudah diperiksa dan diberikan surat keterangan layak dan sehat untuk kurban. Rencananya ada sekitar 400 ekor sapi yang akan diperiksa. Dia mengatakan, pihaknya ada menemukan sapi yang tidak layak dan tidak sehat untuk kurban sehingga
tidak diberi surat keterangan layak dan sehat.

“Sakit diare dan parasit, sehingga tidak boleh untuk hewan kurban,” jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada panitia hewan kurban agar menyembelih hewan
kurban yang sehat, layak, cukup umur dan jantan. Selain itu agar tidak
menggunakan kantong pelastik warna hitam untuk mengemas daging sapi
setelah disembelih. (cr21)

Alias Wello Terima Penghargaan

0
Bupati Lingga Alias Wello (kanan) menerima penghargaan dari Moeldoko (kiri). F Humas Pemkab Lingga untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sejumlah gebrakan yang dilakukan Bupati Lingga Alias Wello meningkatkan dunia pertanian di kawasan perbatasan, mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko berupa piagam yang diserahkan di Jakarta, Kamis (24/8).

“Pak Bupati menerima penghargaan di Jakarta sebagai kepala daerah perbatasan yang peduli petani. Itu diserahkan langsung oleh Ketum HKTI Nasional, pak Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko,” kata Kasubag Humas Pemkab Lingga, Sabirin, Jum’at (25/8) siang.

Lebih lanjut Sabirin menjelaskan, selain penghargaan yang memang layak diterima Bupati karena tindakannya selama ini kepada dunia pertanian, penghargaan itu diberikan karena Bupati juga merupakan ketua HKTI di Provinsi Kepri.

“Iya karena pak Bup ketua HKTI provinsi. Penyerahan penghargaan dan anugerah ini dilakukan dalam pelantikan pengurus dewan pimpinan nasional HKTI di pusat,” ungkap Sabirin.

Ia berharap, kepada masyarakat setelah penghargaan demi penghargaan yang telah didapat Bupati Lingga, Alias Wello sekaligus pemerintah Kabupaten Lingga untuk terus mendukung apa yang menjadi program kerja orang nomor 1 di Lingga itu.

Karena tanpa dukungan, apa yang telah menjadi cita-cita bersama dalam mewujudkan Lingga Terbilang 2020 nanti akan sulit dicapai.

“Kita minta masyarakat terus mendukung, khusus gebrakan di sektor pertanian yang saat ini terus digalakkan pak Bup dalam visinya. Sebab penghargaan yang didapat Pemkab Lingga ini merupakan satu tanda bahwa kita sudah diperhatikan dan diperhitungkan di pusat,” tutup Sabirin. (wsa)