Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12975

Izin Reklamasi di Batam Dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengakui bahwa selama ini pengusaha yang melakukan reklamasi di Batam hanya berlindung dengan izin cut and fill (pematangan lahan) yang dikeluarkan oleh institusi pemerintahan ini. Padahal izin reklamasi untuk kawasan khusus seperti kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Dari dulu pengusaha pakai izin cut and fill sudah cukup untuk melakukan reklamasi membangun Batam Center. Namun setelah ramai-ramai di Jakarta, mulai muncul peraturan-peraturan lain, padahal sebelum ini lancar-lancar saja,” ujar Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono belum lama ini.

Sehingga dengan berpatokan pada hal ini, pengusaha reklamasi diduga telah melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dimana reklamasi telah banyak merusak lingkungan hidup di Batam.

Selain itu, reklamasi di Batam juga telah melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 122 Tahun 2012 tentang reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dalam Perpres 11 Tahun 2012 Pasal 15 dijelaskan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, dan setiap orang yang akan melaksanakan reklamasi wajib memiliki izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi.

Dan di pasal 16 ayat 1 menjelaskan untuk memperoleh izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi, maka harus terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada menteri, gubernur, bupati atau walikota.

Dalam hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan memberikan izin lokasi dan pelaksanaan reklamasi pada kawasan strategis nasional tertentu, kegiatan reklamasi lintas provinsi, dan kegiatan reklamasi di pelabuhan perikanan yang dikelola oleh pemerintah, namun harus mendapatkan juga pertimbangan dari bupati, walikota atau gubernur.

Sedangkan gubernur, bupati, walikota memberikan izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi di dalam wilayah kepemimpinannya.

Andi mengungkapkan seluruh pesisir pulau Batam yang bukan wilayah hutan lindung rata-rata sudah direklamasi, contohnya untuk pembangunan kantor BP Batam, kantor Walikota, Megamall, Jodoh, Marina, Sekupang, Kawasan Industri Kabil, Tanjunguncang, dan lainnya.”Biasanya peruntukan tata ruangnya untuk industri, jasa, perumahan,” ujarnya.

Sedangkan pajak galian golongan C atau yang sekarang lebih dikenal sebagai pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) disetor ke Dinas Pendapatan (Dispenda) Pemerintahan Kota (Pemko) Batam.

Sampai saat ini, pengusaha mengandalkan izin cut and fill untuk melakukan reklamasi di darat maupun pesisir selama bertahun-tahun, karena di daerah Free Trade Zone (FTZ) Batam memang belum dikenal yang namanya izin reklamasi.

“Nah untuk yang namanya izin reklamasi ini memang perlu kesepakatan, yang mau dipakai itu peraturan yang mana, kayaknya banyak sekarang peraturan tentang izin reklamasi ini,” tanggapnya.

Kesepakatan ini perlu dicapai antara BP Batam, Pemko Batam, DPRD Batam dan Kepri, Pemerintahan Provinsi, dan pemerintah pusat, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari stakeholder terkait padahal kerusakan lingkungan yang ditimbulkan sudah cukup parah.

“Apakah kita pakai peraturan rezim cut and fill atau pakai rezim peraturan seperti di Jakarta,” imbuhnya.

BP Batam mengeluarkan izin cut and fill di wilayah pesisir berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2011 Pasal 120 ayat 3 bahwa “Setiap pemanfaatan ruang di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam yang berkaitan dengan hak pengelolaan atas tanah mengacu pada ketentuan perundang-undangan mengenai pembentukan KPBPB Batam.”Sepanjang ada peruntukannya, maka BP Batam berwenang untuk memberikan izin,” jelasnya.

Dan BP Batam berhak mengeluarkan izin cut and fill karena didukung Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang KPBPB Batam dan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973 tentang Daerah Industri Pulau Batam. Dalam hal ini, BP Batam pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sehingga boleh merencanakan, menggunakan untuk kepentingan sendiri, mengalokasikannya kepada pihak kedua (pengusaha), dan menarik Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Ia kemudian menjelaskan sebelum mendapatkan izin cut and fill, maka pengusaha yang hendak melakukan pemanfaatan ruang termasuk reklamasi harus mengurus sejumlah izin dulu di BP Batam dan Pemko Batam

Pertama harus ada izin alokasi lahan, kemudian harus ada fatwa planologi dari BP Batam, kemudian lengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) termasuk rekomendasi jika ingin melakukan reklamasi atau penimbunan pantai dari Pemko Batam.(leo)

Batamindo Siapkan 18 Hektare Untuk Industri Halal

0

batampos.co.id – Industri halal memiliki peluang untuk berkembang di Batam. Potensi pasar utama produk ini adalah umat muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia. Selain itu negara-negara di timur tengah juga dapat menjadi pangsa pasar. Di Batam lahannya sudah tersedia, hanya tinggal inisiatif pemerintah untuk mengoptimalkannya.

Manager General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hoeing atau yang biasa disapa Ayung mengatakan Kawasan Industri Batamindo tertarik mengembangkan industri halal di Batam.

“Kami sudah sediakan lahan seluas 18 hektar untuk industri halal. Karena melihat potensinya sangat bagus,” ujarnya di Wisma Batamindo, Selasa (29/8).

Industri halal yang dimaksud Ayung adalah perusahaan manufaktur yang mengerjakan pesanan yang diberikan oleh perusahaan pemegang merk produk halal seperti produk food and beverage, produk kosmetik dan produk obat-obatan. Kelebihannya adalah proses distribusi produk jadi di Batam akan lebih cepat sehingga menguntungkan pedagang dan konsumen.

Namun perusahaan yang mendapat pesanan tersebut harus memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Sertifikat tersebut berlaku selama dua tahun.

Salah satu perusahaan di Batam yang sudah mendapat sertifikat halal adalah Alteco.”Untuk bisa masuk pasar timur tengah, barang jadi apapun itu, meskipun itu lem memang disyaratkan untuk mengantongi logo halal dari perusahaan pemegang sertifikat halal,” katanya lagi.

Kawasan industri halal memang sudah menjadi perencanaan dari Kementerian Perindustrian.”Rencananya sudah ada, tinggal peraturan menteri (Permen) saja yang belum disusun,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Ditjen PPI Kementerian Perindustrian, Heru Kustanto mengatakan potensi pasar utama produk halal adalah mayoritas umat muslim yang secara global diperkirakan mencapai 1,8 miliar dan 205 juta diantaranya ada di Indonesia.

“Potensi tersebut akan semakin meningkat karena produk halal mulai dapat diterima oleh pasar non muslim,” jelasnya.

Selain itu, produk halal tidak lagi diasosiasikan dengan isu agama, namun lebih terkait dengan pemahaman bahwa produk yang sudah mendapat sertifikasi halal telah terjamin kebersihan, kesehatan dan kualitasnya.”Malaysia sudah lebih maju dalam pengembangan kawasan industri halal. Tapi Indonesia punya peluang untuk mengembangkannya karena potensi pasar dalam negeri yang sangat besar,” ungkapnya.

Kementerian Peindustrian saat ini tengah menyusun standar dan pedoman pengembangan kawasan industri halal Indonesia bekerjasama dengan Kadin komite Timur Tengah dan LPPOM MUI.

“Sudah ditindaklanjuti dengan melakukan benchmark untuk melihat pengelolaan kawasan industri halal di Malaysia. Kedepannya, kami berencana untuk membangun kawasan industri halal yang terintegrasi,” ujarnya.

Dalam konsepnya, kawasan industri halal harus memiliki lahan minimal 10 hektar. Kemudian harus memenuhi standar khususnya antara lain memiliki operator dan tenan potensial, batas lokasi dan manajemen yang jelas, laboratorium untuk penelitian dan pengujian halal, sistem pengelolaan air baku sesuai dengan syariah, karyawan yang terlatih dan semi terlatih dalam industri halal, dan punya sistem pengecekan kehalalan untuk barang masuk dan barang keluar.

“Makanya kawasan industri halal didorong agar terpusat dan berlokasi di kawasan industri untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional maupun ekspor,” jelasnya.

Di Batam sendiri, dalam upaya mendorong perkembangan produk halal, DPRD Batam telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembinaan dan pengawasan produk halal dan higienis pada 23 Agustus kemarin.

Ketua Pansus Ranperda, Aman mengatakan dengan adanya perda tersebut semua pelaku usaha wajib memiliki sertifikasi halal higienis. Sementara bagi pelaku usaha non halal, hanya diwajibkan memiliki sertifikasi higienis. Sertifikasi ini diterbitkan oleh instansi dan lembaga berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Setiap pelaku usaha wajib mendaftarakan sertifikasi halal atau higienis,” kata Aman.

Selain itu, mereka juga berkewajiban untuk menempatkan mana produk yang halal dan tidak halal serta mana yang higienis dan tidak higienis. Sehingga masyarakat bisa membedakan dan barang yang beredar menjadi jelas.

Ditambahkan dia, melihat masih banyak pelaku usaha kecil di Batam. Maka pemko berkewajiban menganggarkan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku usaha mikro. Pelatihan dan sertifikasi ini dilakukan bertahap.

“Paling lama dua tahun setelah perda disahkan,” tambahnya.

Pengawasan produk halal higienis dilakukan oleh tim kordinasi, terdiri dari dinas kesehatan, dinas pertanian, dinas perindustrian dan perdagangan, satpol PP, kementerian agama, badan pengawas obat makanan (BPPOM) serta lembaga pengkajian pangan, obat-obatan, dan kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).”Jadi semua pihak ikut terlibat dalam pengawasannya,” kata Aman.

Saat ini Perda tersebut masih dalam proses evaluasi oleh Gubernur dan setelah itu akan berlaku.(leo)

 

Festival Moyo Utara 2017 Raih Debut Manis

0

Debut manis diraih Festival Moyo Utara 2017. Acara yang merupakan pemanasan dari perhelatan Pesona Festival Moyo 2017 sukses. Dibuka dengan meriah di Lapangan Gancang Rampis Desa Sebewe Moyo Utara, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 28 Agustus 2017.

Event ini merupakan kali pertama digelar oleh pemerintah daerah Sumbawa. Dalam acara pembukaan dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti.

Selain itu hadir, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Junaidi dan stake holder pemerintahan di Sumbawa.

Selain itu, juga hadir perwakilan wisatawan mancanegara asal Australia dan New Zeland para yachter internasional yang sedang melakoni acara Sail Indonesia 2017 dan mampir di Pulau Sumbawa. “Festival Moyo Utara 2017” rencananya akan dilaksanakan 28 hingga 31 Agustus 2017 mendatang.

“Selamat, karena ini pertama kalinya, maka akan selalu menjadi hal yang paling spesial. Namun ada hal utama yang jangan pernah ditinggalkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwa festival di Indonesia harus dirancang dan dilaksanakan dengan profesional dan berkelas dunia,”ujar Esthy dalam sambutannya.

Esthy menambahkan, pihaknya siap mendukung bahkan mendampingi daerah dalam mengelola festival, agar terlihat menarik, indah dan menyedot perhatian para wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Cari designer berkelas nasional, festival yang berkelas, karena itu akan menjadi keunggulan pariwisata. Dampaknya, tentu saja akan meningkatkan perekonomian masyarakat kita semua,”ujar wanita berhijab itu. Seperti diketahui, festival Moyo Utara 2017 juga merupakan kegiatan praevent dari “Festival Pesona Moyo” yang akan dilaksanakan sebulan penuh mulai 10 September hingga 9 Oktober 2017.

Wakil Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah meyakinkan kepada Kemenpar dan Wakil Ketua DPR bahwa Sumbawa juga akan menjadi destinasi potensial di NTB yang bisa memyambut banyak wisatawan. “Selain kami kaya akan pertanian, Jagung dan sebagainya. Namun kami punya budaya dan alam yang handal, sangat layak dinikmati dan sangat berpotensi untuk pariwisata,” ujarnya.

Mahmud juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang mau hadir dalam pembukaan tersebut. “Selamat datang juga kepada para wisatawan mancanegara, selamat menikmati Bahari kami, kami punya Marina yang juga layak untuk disinggahi, selamat menikmati budaya kami,” katanya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Esthy Reko Astuti di tanah kelahirannya tersebut. Fahri juga menjamin bahwa jika dikembangkan pariwisata di Moyo Utara, Sumbawa, akan menjadi destinasi unggulan di NTB.

“Mohon didampingi oleh pusat daerah kami ini, diberikan kesempatan berpromosi, karena wisata juga bisa mensejahterakan rakyat, pariwisata juga bisa membangkitkan perekonomian rakyat,” kata Fahri Hamzah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu mengutarakan, jika suatu daerah sudah memiliki budaya yang kuat, banyak dan unik, maka itu akan menjadi keunggulan utama. Karena wisatawan tertarik ke Indonesia itu karena faktor budaya 60 persen, alam 35 dan sisanya buatan manusia.

“Dan yang paling utama lagi adalah keseriusan pemimpin daerah tersebut, jika gubernur atau Bupatinya konsen dengan Pariwisata, maka dipastikan akan maju sektor ini. karena Pariwisata itu, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,”ujar Menpar Arief.(*)

 

Pesta Rakyat Banda Digelar Sebulan Penuh

0

Anda ingin menikmati wisata bahari dan daratan secara bersamaan? Ditemani terumbu karang beraneka warna dan populasi ikan yang kberagam, dari tuna sampai hiu martil?

Arahkan destinasi tujuan wisata Anda ke Banda, Maluku. Pada 11 Oktober – 11 November 2017 nanti, sebulan penuh, turis yang datang akan disuguhi panggung tari, musik dan teater, bazaar kerajinan tangan dan kuliner, kelas penulisan, sampai dialog sejarah.

Bagi yang suka snorkling dan diving, nama Banda pastilah tak asing terdengar di telinga. Ada sekitar 30 titik penyelaman kelas dunia disana. Terumbu karangnya tak kalah indah dari Raja Ampat di Papua Barat. Populasi ikannya pun banyak. Dari tuna sampai hiu kepala martil
ada di sana. Lantas bagaimana bila tak hobi menyelam? Ingin plesiran dii daratan dengan santai?

Nah, di Banda, wisata daratannya juga tak kalh oke dengan bahari. Pulau sumber rempah-rempah ini juga banyak memiliki objek wisata di daratannya seperti Tugu Kemerdekaan, Benteng Belgica, dan Lorong Benteng Nassau. Khusus Oktober sampai November, Banda bahkan sudah menyiapkan sebuah even keren bertema besar peringatan 350 tahun and perjanjian breda.

“Sebelumnya agenda tahunan di Banda hanya berupa lomba perahu belang atau kora-kora race. Kali ini akan menggabungkan kembali kejayaan Kepulauan Banda yang hampir terlupakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Ona Saimima Selasa (29/8).

Ona menambahkan, agenda penting yang juga akan dilaksanakan adalah penandatanganan prasasti perdamaian di Pulau Rhun, deklarasi laut di Pulau Hatta, serta peresmian patung empat tokoh nasional yang pernah diasingkan di Banda, yakni Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Dr Cipto Mangunkusumo dan Iwa Koesoemasoemantri. Persoalan krusial ada di akses. Tapi, solusi soal ini sudah ada.

Menurut Ona, ketersediaan transportasi dan akomodasi bagi para pengunjung dioptimalkan dengan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan transportasi. Maklum, bidikan target wisatawannya tidak sedikit. Tahun ini, ada 1.500 wisatawan dalam dan luar negeri yang dirayu datang ke acara ini.

“Kita sudah berkoordinasi dengan PT Pelni, penyedia kapal penyeberangan dan maskapai perintis untuk menambah frekuensi pelayaran dan penerbangan dari Ambon ke Banda Neira dan sebaliknya,” ungkap Ona.

Dari Jakarta, pesawat yang terbang selama enam jam akan mendarat di Ambon. Setelah itu, wisatawan bisa naik taksi menuju Pelabuhan Tulehu untuk berlayar dengan kapal cepat selama enam jam ke Pelabuhan Banda Neira.

Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung mengangkat dua jempol untuk Banda. Apalagi tahun ini acara Pesta Rakyat Banda digarap lebih serius lagi. “Event baharinya harus semakin keren. Semua menghibur, dengan alam laut yang menarik,” kata Menpar Arief Yahya.

Bagi Menpar, Maluku punya banyak keistimewaan. Apabila ditambah event-event bagus, impact-nya pasti akan luar biasa. “Banda yang berada di Maluku ini sudah dikenal oleh pecinta wisata bahari seluruh dunia. Karenanya seluruh event harus didesain kreatif dengan nuansa pariwisata yang kuat. Kami ingin seluruh event-event tadi mampu mendrive wisatawan untuk berkunjung ke Maluku, termasuk Pesta Rakyat Banda ini. Yang suka seni dan budaya, wajib ke sini,” ajaknya. (*)

 

Indonesia Heritage Walk, Wisata Gratis di Kota Tua Jakarta

0
foto: anekatempatwisata.com

Program wisata gratis walking tour Indonesia Heritage Walk yang diluncurkan Minggu (27/8), berlangsung sukses.

ASITA, perwakilan ASEAN, akademisi dan wisatawan mancanegara dari Malaysia, Hongkong dan Finlandia, mengaku terkesan dengan paket walking tour gratis di kawasan Kota Tua Jakarta itu.

“Indonesia Heritage Walk ini merupakan Walking Tour yang akan jadikan kawasan kota tua Jakarta ini sebagai salah satu destinasi unggulan wisata sejarah di Jakarta. Khusus wisman, ini bisa dinikmati secara gratis,” kata Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran

Pariwisata Nusantara Kemenpar, saat didampingi Hidayat, Kepala Bidang Penguatan Jejaring Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Selasa (29/8).

Hasilnya? Seluruh peserta yang didominasi wisatawan mancanegara Itu mengaku happy. Semua terkesima oleh kekayaan heritage Kota Tua Jakarta, sebuah destinasi yang sedang disiapkan menjadi ’10 Bali Baru’ itu.

Program yang digarap keroyokan antara Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan Komunitas lokal Kota tua, SEATGA (South East Asia Tourist Guide Association), PT Bituris Wisata Indonesia, langsung mendapat banyak acungan jempol dari undangan yang hadir.

“Banyak pujian yang datang. Itu dikarenakan kawasan Kota Tua Jakarta tidak hanya memiliki keindahan arsitektur bangunan sisa kolonial Belanda saja. Tapi juga menyuguhkan kekayaan sejarah berdirinya kota Batavia sebagai cikal bakal kota Jakarta. Dulunya bahkan menjadi kota perdagangan dunia,” tambah Esthy.

Dan yang perlu dicatat, walking tour ini merupakan paket wisata tematik. Selama ini, program seperti ini belum pernah digarap secara serius.

“Sekarang kita coba create kualitas produk wisatanya. Selain untuk menyambut Asian Games 2018, juga untuk turis asing yang datang ke sini. Jadi walking tour disajikan sepenuhnya dalam bahasa Inggris,” lanjut Esthy diamini Hidayat.

Detailnya juga dijelaskan Hidayat. Bila ada yang berminat, walking tour ini dimulai dengan menonton pertunjukan film di Museum Mandiri.

Filma yang ditayangkan berisi perjalanan bangsa Portugis dan Belanda menuju nusantara dalam mencari rempah-rempah. Setelah itu, para peserta Tour kemudian diajak mengelilingi gedung Museum ini yang dahulunya merupakan gedung Nederlandsche Handel Maatschappaij (NHM) sebuah Serikat dagang Belanda setelah runtuhnya VOC.

“Dari situ kita lanjut menyusuri Kalibesar yang saat ini tengah direvitalisasi. Kita tunjukkan peran penting sungai dan kanal ini di zaman Belanda sebagai jalur distribusi pengangkutan barang-barang yang baru diturunkan dari kapal yang bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kebetulan saat ini di sepanjang sungai Kalibesar masih banyak gedung-gedung tua yang masih berfungsi sebagai kantor,” ujar Hidayat.

Setelah itu, para peserta diajak untuk menikmati Kopi, salah satu satu kekayaan komoditi asli Indonesia.

“Kita ajak menyeduh Kopi di kedai Kopi Aroma Nusantara. Ini upaya mengenalkan sejarah Kopi dari tanah Jawa yang sempat menguasai pasar dunia berabad silam. Dulu sempat dikenal dengan istilah “a cup of Java”. Di sini para peserta Tour bisa menikmati berbagai jenis kopi mulai dari Aceh Gayo hingga kopi Papua,” paparnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan melihat pertunjukan seni beladiri pencak silat Cakrabuana dan gendang rampak di Taman Fatahillah. Seni Pencak silat merupakan tradisi turun temurun yang masih eksis di kawasan Kota Tua, peserta pun diajak untuk berinteraksi dengan mencoba beberapa jurus dasar silat syahbandar yang merupakan ciri khas silat Sunda Cakrabuana dan juga belajar pukulan gendang rampak.

Rangkaian Tour ini diakhiri dengan demo masak Kuliner khas Betawi nyaitu Sayur Babanci yang menggunakan 21 jenis rempah-rempah kita Nusantara.

“Ini makanan khas Betawi yang sudah sangat jarang ditemui belakangan ini. Peserta kita ajak untuk terlibat langsung dalam proses memasak Sayur Babanci mulai dari pengenalan bumbu hingga proses memasaknya.

Sambil menikmati santap malam peserta dihibur dengan pertunjukan musik khas tempo dulu lewat alunan nada akordeon dan biola. Nuansa tempo dulu akan sangat terasa,” jelasnya.

PIC Kepulauan Seribu dan Kota Tua Dodi Riadi menambahkan, beragam kenangan tadi bisa diviralkan seluruh peserta walking tour. Program wisata gratis ini bahkan bisa dinikmati hingga tiga bulan ke depan.

“Selama tiga bulan, kita beri kesempatan free atau gratis untuk para turis asing untuk menjelajahi heritage kota tua Jakarta. Setelah tiga bulan, baru kita jual paket tour wisata ini kepada wisatawan mancanegara,” ucapnya.

Menpar Arief Yahya selalu melihat apa yang dilakukan di Negara lain dan sukses. Dia menyebut benchmark, membandingkan dengan cerita sukses dari negara lain dengan tema yang sama, Kota Tua atau Kota Lama. “Singapore, Malaysia, yang dekat dengan kita sudah melakukan revitalisasi,” kata Arief Yahya.

Eropa adalah gudangnya heritage building. Hampir semua kota selalu punya kota kuno yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun, dan dilindung oleh pemerintah. “Kota Tua Jakarta itu punya sejarah panjang. Karena itu, dengan sedikit sentuhan saja, Kota Tua bisa lebih keren,” ungkapnya.

Baginya, langkah yang dilakukan dengan walking tour Indonesia Heritage Walk itu sudah cukup maju. Sekaligus mempromosikan kawasan heritage Kota Tua Jakarta. Destinasi di ibu kota yang cukup dekat dengan market, Jakarta dan 30% wisman masuk melalui Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

“Singapura dan Kuala Lumpur sudah sering meng-create program wisata gratis seperti ini. Hasilnya, destinasi mereka makin ngehits. Kalau ini diterapkan di Kota Tua Jakarta dengan gaya khas Wonderful Indonesia, saya yakin walking tour ini bisa menjadi atraksi menarik yang banyak dikunjungi turis asing layaknya Jakarta Tempoe Doeloe,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

 

Tari Saman Gayo Akan Tampil Keliling Eropa

0

Tari Saman Gayo bakal kembali unjuk gigi. Usai memecahkan rekor dunia lewat tarian massal 12.267 penari di Gayo Lues, Tari Saman Gayo diagendakan keliling Eropa. Tari Saman Gayo akan tampil lewat program Europalia Art Festival di sejumlah negara Eropa mulai 10 Oktober – 21 Januari 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues Syafruddin mengatakan, penari-penari Saman Gayo yang akan diberangkatkan telah melewati kurasi dari satu tim di Jakarta. Belum dipastikan berapa jumlah penari yang akan dibawa keliling Eropa nanti.

“Saat ini masih dalam tahap kurasi. Belum tahu berapa penari yang akan dibawa. Tapi yang jelas, nggak mungkin kita akan membawa 12 ribu penari seperti saat pecahkan rekor kemarin,” ujar Syafruddin, Selasa (29/8).

Sejumlah tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Tim Europalia ikut mengawal langsung seleksinya. Mereka langsung terbang ke Kabupaten Gayo Lues untuk menyaksikan sekaligus menyeleksi penampilan Tari Saman dari sejumlah grup yang ada di “Negeri Seribu Bukit”.

“Kita sudah undang sejumlah tim penari Saman yang dianggap berpotensi di antaranya penari Saman dewasa dan cilik,” terang Syafruddin.

Selanjutnya, tambah Syafruddin, tim kurator Europalia akan menyaksikan langsung sekaligus merekam semua aksi dari masing-masing penari saman sebagai bahan penilaian mereka di Jakarta.

“Harapannya, siapapun yang terpilih nanti bisa membawa nama harum Indonesia secara umum, khususnya Gayo Lues,” tutup Syafruddin.

Layangan apresiasi langsung diarahkan kepada dua kementerian. Pertama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ikut mengurasi Tari Saman. Satunya lagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menggelar pelatihan di Gayo Lues.

“Kami bersyukur dalam bulan ini saja dua Kementerian sudah turun langsung ke Gayo Lues dalam rangka meningkatkan kualitas Pariwisata. Tentu komunikasi ini akan terus kita jalin dengan baik,” sambung Syafruddin.

Ia menjelaskan, tari Saman merupakan salah satu tarian tradisional khas Tanoh Rencong. Tarian ini menjadi salah satu seni tari yang dipelajari di sekolah-sekolah. Di samping itu, tari Saman juga telah dikenal hingga kancah internasional.

“Tari Saman mempunyai tingkat kesulitan tinggi. Untuk menguasai gerakan tari Saman secara sempurna peserta harus mempunyai ketahanan fisik yang tinggi, kecepatan gerakan tangan, badan, dan kepala yang sinkron antara sesama anggota tari, serta pemahaman secara benar akan makna lagu,” ujar Syafruddin.

Untuk diketahui, Saman Gayo menjadi salah satu andalan Indonesia dalam Europalia Art Festival tersebut telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO, badan yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan PBB, pada 2011.

Karenanya, Menteri Pariwisata Arief Yahya, ikutan merespon rencanan kegiatan ini. “Tari Saman 10.001 Penari yang digelar Disbudpar Aceh lalua membuat mata dunia melihat ke Aceh. Rekor dunia sukses dipecahkan, dan sekarang perwakilan penarinya bakal keliling Eropa mempromosikan Indonesia. Sukses untuk Aceh. Salam Pesona Indonesia. Salam Wonderful Indonesia,” ucap Arief. (*)

Semipro, Seminggu di Kota Probolinggo

0

Event Seminggu di Kota Probolinggo yang disingkat Semipro digelar ke 9 kalinya.

Acara di Alun-Alun Kota itu resmi dibuka Senin malam (28/8). Diharapkan, event ini menangkat kota mangga ini sebagai jujukan wisatawan setiap tahunnya dengan jadual yang sudah bisa dipastikan.

Selama sepekan ini, masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung akan dihibur berbagai kesenian lokal di alun-alun kota. Tak hanya itu, berbagai even akan digelar diantaranya sapi brujul.

Kompetisi para petani ini hampir sama dengan karapan sapi di Madura. Hanya saja untuk ‘Sapi Brujul’, arena balapannya merupakan areal persawahan yang penuh air dan lumpur. Jadi nampak lebih ekstrim balapan ini. Tak heran bila jokinya juga belepotan lumpur.

Tidak hanya kompetisi karapan sapi brujul, sebelum dimulainya Semipro ke-9 yang bakal berakhir pada 4 September mendatang, sebenarnya rangkaian acara kunjungan wisata Kota Probolinggo sudah dimulai sejak 4 Agustus lalu.

‘’Jadi even Semipro ini merupakan bagian rangkaian sebulan penuh kunjungan wisata dan pesta budaya kota Probolinggo, yang akan berakhir pada 4 September mendatang,’’ kata Agus Efendi, Kadisbudpora Kota Probolinggo.

Menurut Agus, pelaksanaan even selama sebulan penuh itu ingin seperti Pesta Kesenian Bali (PKB) yang juga berlangsung penuh sebulan pada Juni-Juli lalu. ‘’Tapi kalau di Bali kan terpusat, dan semuanya merupakan tampilan kesenian sanggar-sanggar tari dan kesenian di Bali. Nah, tidak ada salahnya kami meniru seperti itu,’’ katanya.

Hanya saja, lanjut Agus, karena Probolinggo tidak seperti Bali, maka acara kesenian budaya tidak bisa dipusatkan di satu tempat, tapi dipola dalam even-even terpisah seperti karapan sapi brujul, karapan wedus (kambing, red). Sedangkan even kesenian tarinya dipusatkan di di alun-alun.

‘’Jadi selama sepekan ini, masyarakat maupun wisatawan bisa datangi alun-alun kota, disitu akan ada berbagai kesenian lokal Probolinggo,’’ jelasnya.

Kesenian lokal Probolinggo yang diusung pada arena Semipro ke 9 itu diantaranya, Tari Lengger, Tari Jaran Bodhag, ludruk Probolinggo, campursari, keroncong, jaz, dan reagge, dan ska. Semua itu terpusat di alun-alun selama sepekan ini. Tari Jaran Bodhag sudah tampil pada pembukaan Senin malam, bersamaan dengan tampilnya Kumayl Mustafa Daood, vokalis dari grup music Debu. Namun tari ini akan ditampilkan lagi pada sepekan ke depan.

Tak hanya itu, Semipro ini juga menampilkan kesenian dan budaya multi etnis. Diantaranya akan tampil pula music balasik dari Jember, hadrah terbaik dari Kota Probolinggo, fashion busana muslim, ini mewakili kesenian timur tengah.

Sedangkan yang mewakili kesenian dan budaya Tiongkok, diantaranya akan tampil seni beladiri Wushu, seni tari liong dan barongsai. Semuanya akan ditampilkan di alun-alun sampai 4 September mendatang.

Terkait dengan pelaksanaan hari besar Idul Adha yang jatu pada tanggal 1 September nanti, Agus mengatakan akan diisi dengan pengajian akbar yang mendatangkan Prof Dr. Hambali dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Para pengunjung selain menikmati sajian kesenian, juga bisa menikmati stand kuliner yang terletak di sisi kanan kiri panggung. Panitia juga menyiapkan 50 stand kuliner, dan stand pameran dari Kadin, UMKM, stand gabungan hotel di Kota Probolinggo dengan sajian kuliner khasnya.

Sebenarnya pelaksanaan even sebulan penuh ini juga dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 72 dan ulang tahun Kota Probolinggo ke 658 yang jatuh pada 4 September mendatang.

‘’Jadi klop even budaya kota Probolinggo, apalagi ini sudah ke sembilan kami laksanakan. Meski demikian setiap tahun selalu berubah. Karena kami terus mengeksplore budaya lokal kota Probolinggo. Termasuk mendukung sanggar-sanggar kesenian baru di tingkat desa,’’ ujar Agus menambahkan.

Selain acara pesta budaya dan kesenian terbuka untuk umum, panitia juga menyelenggarakan acara khusus untuk undangan terbatas. Yakni bagi muspida, tokoh masyarkat, dan media untuk menyaksikan pagelaran jazz di taman mangrove.

Acara itu akan dilaksanakan pada 3 September. ‘’Ya karena tempatnya terbatas, maka undangan juga terbatas, tempatnya di taman Mangrove di atas air laut, dan beratap tenda,’’ kata Agus.

Menurut Agus, acara jazz taman mangrove itu akan menampilkan sejumlah musisi dari Jakarta dan Surabaya serta lokal Probolinggo. Yang dari Jakarta dipastikan hadir Glenn Fredly. ‘’Tapi karena tempat terbatas, wartawan silahkan hadir, tapi acara ini tidak untuk umum,’’ jelasnya.

Sebenarnya geliat wisata Kota Probolinggo tampak begitu kreatif. Sadar dengan wilayah terbatas dibandingkan dengan Kabupaten Probolinggo, maka banyak destinasi wisata yang terbilang baru muncul dalam dua tahun terakhir. Seperti taman mangrove, yang bersebelahan dengan patung Kuda Troya ala Probolinggo yang disebut dengan Cipta Wilaha.

Ukuran kuda Troya Cipta Wilaha yang terletak di Kelurahan/ Kecamatan Mayangan ini memang hampir menyerupai kuda Troya Yunani (Trojan Horse, red) ukuran yang di Probolinggo cukup fantastik, sekitar 15 x 9 x 6 meter, patung kuda ini nampak kokoh diatas permukaan laut. Bagi mereka yang hobi selfie, tampaknya kuda Troya ala Probolinggo ini layak untuk didatangi.

Menpar Arief Yahya menyebut kegiatan seperti Probolinggo itu bagus untuk dipromosikan melalui media sosial. Seperti “Sapi Brujul” di arena balapan berlumpur itu pasti atraktif dan bisa menjadi objek fotografi yang menarik. “Ini persis dengan pacu jawi yang ada di Tanah Datar, Sumbar,” kata Arief Yahya.

Sama-sama dilakukan di lapangan basah dan penuh lumpur. Berbeda dengan karapan sapi di Madura yang lahannya kering. “Jadi lebih seru dan bagus untuk fotografi,” paparnya.

Pacu Jawi sendiri telah ada sejak ratusan tahun lalu, yang pada awalnya merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani selepas musim panen untuk mengisi waktu luang sekaligus menjadi sarana hiburan bagi masyarakat setempat.(*)

Pembangunan Perlu Kondisi yang Aman

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melihat pemadangan Jembatan I Dompak. Nurdin ingin jembatan ini menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kepri, F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan pembangunan yang dilakukan membutuhkan rasa aman. Dukungan masyarakat dan aparatur keamanan sangat penting agar proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

“Kepri saat ini terus gencar membangun dari berbagai sektor, apalagi infrastruktur. Ini merupakan salah salah elemen penting untuk daerah kepulauan,” kata Nurdin usai menerima Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro di ruang kerja kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (29/8).

Gubernur menyambut baik kedatangan Kapolres AKBP Ardiyanto yang baru dilantik menggantikan Kapolres Tanjungpinang sebelumnya AKBP Joko Bintoro.
Setelah menerima Kapolres Tanjungpinang, dan melalukan serangkaian aktivitas, Gubernur bertolak ke Moro untuk menutup turnamen sepakbola. Sebelum berlayar, Nurdin terlebih dahulu memperhatikan Jembatan I Dompak.

Program mempercantik Dompak menjadi salah satu prioritas pembangunan. Gubernur ingin, dipandang dari manapun, Jembatan Dompak memberi pesona sendiri. (bni)

Jamrud dan Cokelat Sukses Sedot ‘Lautan Manusia’ di Festival Crossborder

0

Hasil maksimal kembali diraih Kementerian Pariwisata dalam salah satu program andalanya. Sukses Minggu (27/8) malam itu, salah satunya adalah membuat Lapangan Umum Simpang Lima di Kabupaten Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu disesaki lebih dari 30 ribu orang.

Masyarakat bersama wisatawan, termasuk mereka yang berbondong-bondong menyeberang dari Timor Leste, antusias menghadiri perhelatan “Festival Cross Border Atambua 2017” yang dibalut dengan penampilan dua band tanah air, “Cokelat” dan “Jamrud”.

Dua band tersebut sukses menjadi magnet dan menghibur sekaligus masyarakat dan wisatawan yang rela berdesakkan sejak sore hari, meski acara baru dimulai pada 19.30 waktu setempat.

Acara dimulai dengan suguhan Tari Tebe dari Sanggar Tari SMA Negeri 3, Atambua. Tarian Tebe merupakan tari tradisional dari Kabupaten Belu, yang merupakan satu ungkapan kegembiraan atas keberhasilan atau kemenangan.

Dalam tari ini, pria dan wanita bergandengan tangan sambil bernyanyi bersahutan melantunkan syair dan pantun yang berisi puji-pujian. Hentakkan kaki sesuai irama lagu membuat tarian ini sangat menarik untuk dilihat.

Setelah suguhan tari, giliran dua band lokal Atambua yang unjuk gigi. Penampilan mereka menjadi pemanas bagi masyarakat yang hadir, yang langsung menyemut ke arah panggung. Bahkan “lautan amanusia” meluber hingga ke jalan-jalan di sekitar Lapangan Simpang Lima.

Malam tadi suasana di lokasi sekitar acara begitu meriah. Seluruh lapisan masyarakat di Atambua berkumpul di lokasi acara. Termasuk para pedagang yang kebanjiran rezeki. Tidak hanya mereka yang biasa berjualan di sekitar lapangan Simpang Lima, tapi juga pedagang dari pusat kota.

Mulai dari tukang jagung bakar, salome bakar, minuman-minuman ringan, mainan anak bahkan pedagang aksesoris handphone antusias menjajakan daganganya.

Sekitar pukul 21.00 akhirnya yang ditunggu tampil. Diawali dengan band Cokelat yang lebih dulu naik panggung. Band yang beranggotakan Jackline Rossy (vokal), Ronny Febry Nugroho (bass) dan Edwin Marshal Sjarif (gitar), membawakan 12 lagu yang sukses “membakar” penonton.

Sebut saja lagu-lagu macam “Pergi”, “Luka Lama”, “Karma” juga “Bendera” dibawakan dengan apik oleh Cokelat.

“Terima kasih banyak, senang sekali Cokelat bisa datang ke NTT. Atambua punya alam yang indah yang kuat banget untuk pariwisata. Jadi sama-sama kita jaga ya,” ujar Jacklyn dari atas panggung.

Plt Asdep Analisis Data Pasar Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwista, Ir Sutarjo, mengatakan, Festival Cross Border Atambua ini merupakan perwujudan dari program nawacita Presiden Joko Widodo yang salah satunya membangun dari perbatasan.

“Salah satunya adalah event ini, melalui pariwisata,” ujar Sutarjo.

Ia mengatakan, pariwisata berjalan selaras dengan pembangunan di perbatasan. Mulai dari infrastruktur, pos perbatasan yang megah, sarana perhubungan laut, darat dan udara.

“Disini pariwisata masuk bersama-sama. Pariwisata hadir untuk mensejahterakan masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tingkatkan lapangan kerja, melestarikan alam, kembangkan budaya, serta menciptakan rasa bangga terhadap bangsa,” ujar Sutarjo.

Pemilihan konser musik, dikatakan Sutarjo, karena musik adalah bahasa universal. Musik memiliki daya magnet yang luar biasa. Buktinya malam tadi puluhan ribu orang berbondong-bondong menghadiri konser.

“Konser ini momentum untuk bersama-sama membangun perbatasan. Bagaimana event ini hotel menjadi penuh, restoran padat, pengrajin memamerkan dagangannya, travel agent bergeliat, ojek laku. Itulah dampak positif dari event pariwisata. Ini signak positif untuk kemajuan bersama,” ujar Sutarjo.

Hal senada disampaikan Bupati Kabupaten Belu, Wilibrodus Lay. Ia menyampaikan bahwa pariwisata adalah sektor yang penting di Atambua yang banyak memberi dampak positif bagi masyarakat. Melalui pariwisata semua masyarakat dapat ikut terlibat dan merasakan manfaat langsung dari pariwisata.

“Atas nama Kabupaten Belu, saya sangat menyampaikan terima kasih untuk Presiden dan Menteri Pariwisata. Melalui festival ini juga akan memperkuat Belu sebagai kota festival. Sehingga nantinya akan ada banyak orang yang berkunjung ke sini. Timor Leste pun sangat mungkin diajak terlibat karena kedekatan jarak dan budaya,” ujar Wilibrodus.

Saat ini ia menerangkan terus membuka “keran” investasi di sektor pariwisata.

Malam pun kian berlanjut. Puncaknya adalah saat band asal Cimahi, Jawa Barat, Jamrud naik ke atas panggung. Antusiasme penonton yang sejak sore telah hadir langsung pecah. Semuanya bergembira. Menikmati kolaborasi yang indah antara musik dan pariwisata.

Total ada 16 lagu dibawakan band yang beranggotakan Aziz MS (lead guitar), Ricky (bass), Krisyanto (vocal), M Irwan (gitar), dan Danny Rachman (drum).

“Terima kasih untuk kementerian pariwisata. Kami yakin pariwisata Indonesia akan terus maju, khususnya di perbatasan. Dan untuk teman-teman dari Timor Leste, terima kasih atas kedatangannya,” ujar Krisyanto.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan apresiasinya sukses penyelenggaraan festival crossborder itu. Festival ini semakin kuat menjadi salah satu atraksi kota Atambua dalam membangun atmosfer pariwisata. “Musik itu universal. Untuk menciptakan crowd, perlu bahasa universal dan musik adalah salah satu jawabannya,” kata Menpar Arief.

Menpar mengatakan, di banyak negara cross border menjadi cara yang ampuh dalam meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara. Seperti di Prancis, Spanyol dan banyak negara Eropa yang banyak menempuh cara ini. Menaikkan wisman dari crossborder.

Dengan kehadiran lebih dari 25 ribu orang di setiap penyelenggaraan festival, ujar Menpar, tentu akan banyak memberi dampak ke masyarakat. Pelaku bisnis tentu akan tertarik menanamkan modalnya ke usaha pariwisata di daerah perbatasan.

“Bagi pelaku bisnis, ini menarik. Mereka pasti sudah mulai berhitung untuk membangun amenitas seperti hotel, resort atau akomodasi, lalu membuat atraksi seperti theme park, seni pertunjukan, dan lainnya. Tujuannya agar orang lebih lama tinggal,” kata dia.

Dia juga memprediksi, akan ada lebih banyak akses yang dibangun menuju ke perbatasan, termasuk bisnis transportasi dan pengiriman cargo yang ada di dalamnya. “Perbatasan tidak lagi sepi, tidak lagi dianggap sebagai daerah pinggiran. Tetapi justru menjadi wilayah terdepan di tanah air,” ungkap Arief Yahya.

Karena itu ujar Menpar, menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan dengan Crossborder Festival itu akan semakin konkret.

“Apalagi ada pengusaha lokal dari daerah sana yang bergerak, itu akan sangat kuat multiplying effect-nya. Di Pariwisata itu setiap investasi yang ditanamkan, akan berdampak 170 persen buat masyarakat di sekitar itu,” kata dia.(*)

Wacanakan Penerbangan Estafet

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri berwacana untuk membuka rute penerbangan secara estafet di seluruh kabupaten/kota. Wacana tersebut disambut baik Pemerintah Kabupaten Karimun, dengan harapan dapat memaksimalkan Bandara Sei Bati Tebing.

“Kita menyambut baik wacana tersebut. Agar Karimun bisa lebih dikenal, dengan adanya penambahan penerbangan secara estafet nanti,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Karimun Fajar Horison, Selasa (29/8).

Dikatakannya, rute penerbangan secara estafet diwacanakan mulai dari Tanjungpinang, Pekanbaru dan kota lainnya, sehingga akan berdampak langsung terhadap perekonomian. Mengingat tujuan ke Tanjungpinang maupun Pekanbaru selanjutnya bisa melanjutkan penerbangan ke Jakarta dan Medan.

“Kita sudah membuat penawaran ke salah satu maspakai penerbangan. Kalau saya sih lebih condong ke Tanjungpinang. Sebab banyak keperluan dinas maupun instansi lain ke Pemerintah Provinsi Kepri. Paling tidak jadwal penerbangan ditambah dalam sepekan,” ungkapnya.

Sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum mengatakan, wacana Gubernur Kepri membuka rute penerbangan secara estafet di kabupaten/kota se Provinsi Kepri. Tujuannya untuk kebutuhan masyarakat maupun para pegawai dalam berurusan ke Pemerintah Provinsi Kepri. Selain itu sudah diusulkan pula rute penerbangan dari Jakarta-Karimun dan sebaliknya.

Ini sebagai bentuk untuk memperkuat rencana konektivitas antar kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri, baik melalui jalur laut dan darat dengan menggunakan jembatan maupun udara. Untuk itu diharapkan kepada Pemkab Karimun, agar segera mengirim tim ke Pemprov Kepri untuk membahas landasan udara.

“Tahun depan usulan perpanjangan landasan sudah dimasukkan. Secara teknis tidak ada masalah, tapi kita harus duduk untuk pematangan nanti,” ujarnya.

Konektivitas udara menurutnya akan mendukung kemajuan Kota Karimun, agar bisa menggiring pertemuan-pertemuan berskala nasional maupun international di Karimun. Ketika konektivitas udara sudah berfungsi, staf dari kementerian bisa langsung terbang dari Jakarta ke Karimun.

“Seperti di Tanjungpinang dapat langsung penerbangan dari Jakarta. Jadi Pak Bupati, segera inisiatif dari bawah untuk membuat surat ke Pemprov Kepri agar diteruskan ke Kementerian Perhubungan,” pesan Syamsul.

Syamsul menambahkan, Provinsi Kepri juga sedang menyiapkan program digitalisasi. Nantinya transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan melalui e-card, e-bill dan sebagainya.

“Termasuk pembayaran tiket penerbangan dari Jakarta ke Karimun ini,” kata Syamsul lagi.

Pada surat keputusan itu, Syamsul menyebutkan turut disinggung terkait rencana penambahan rute penerbangan Batam-Tanjungpinang-Medan-Pekanbaru. Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang diusulkan untuk penambahan maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GIA). Pasalnya selama ini GIA baru satu jadwal yakni sekitar pukul 13.15 WIB. (tri)