Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12984

Panggung Utama hampir Ambruk

0
Sejumlah pekerja sedang merapihkan perlengkapan di panggung Utama Pemko Batam, Jumat (18/8). Panggung tersebut sempat mau ambruk dan atapnya bolong akibat angin dan hujan deras. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Panggung utama dataran Engku Putri hampir ambruk, Kamis (17/8) sore. Beberapa kerangka besi panggung terlihat bengkok dan bagian tengah panggung turun. Selain karena cuaca yang buruk, tenda tambahan depan panggung utama disebut-sebut sebagai penyebabnya.

“Ada pula tenda tambahan, air yang tertampung dikain-kain bendera yang digantung luar biasa banyak juga,” papar Kepala Dinas Cipta Karya Suhar, Jumat (18/8) pagi.

Padahal, kata Suhar, ada beberapa tiang penyokong yang belum terpasang. Karena, proyek yang menelan anggaran senilai Rp 800 juta lebih ini masih dalam proses pengerjaan.

“Kontraknya masih sampai September, Masih on progres. Artinya belum serah terima ke kami,” ucap Suhar.

Ia menyampaikan karena belum serah terima, pihak kontraktor bersedia menanggung kerusakan. Bahkan membangun ulang jika diperlukan. “Bagian tengah panggung, besinya bengkok,” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai ada bagusnya pangung tersebut bermasalah sebelum serah terima, sehingga titik kelemahan panggung dapat diketahui.

“Kami minta kontraktor bongkar balik. Apa kelemahannya, dengan kejadian seperti ini kita akan tahu,” ucapnya.

Senada dengan Suhar, Rudi menyampaikan panggung tersebut sedang dalam pengerjaan dan belum diserah terima ke Pemko Batam.

“Artinya masih tanggungjawab kontraktor. Kami pakai kemarin, karena 17 Agustus,” ujarnya.

Di lokasi, untuk menahan bagian tengah panggung yang turun, kontraktor memasang tiga tiang penyangga. (cr13)

BP Batam Tetap Lanjut Bangun Jembatan Babin

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan terus menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan Batam Bintan (Babin). Saat ini, instansi pengelola investasi tengah mengumpulkan bahan dan masukan sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

“Kami tengah mengumpulkan data yang diperlukan berikut Detail Engineering Design (DED) untuk diserahkan kepada pemerintah pusat,” jelas Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (19/8).

Setelah rampung nantinya, maka BP Batam akan menyerahkannya kepada Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemenpupera).”Setelah itu Kemenpupera akan mencoba meminta persetujuan dari DPR,”ujarnya.

Jika tidak berhasil, maka BP Batam akan berupaya untu membiayai pembangunan jembatan Babin dengan menggunakan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan belanja dari anggaran negara. Dengan demikian maka swasta dan BUMN bisa ikut serta dalam membangun jembatan tersebut.

Cara yang diterapkan BP Batam untuk mengoptimalkannya adalah dengan menerapkan konsep pembangunan jembatan berdasarkan transit oriented development (TOD).

“Konsepnya membangun jembatan seiring dengan mengembangkan wilayahnya. Jadi swasta jika punya lahan dekat lokasi pembangunan bisa ikut berkontribusi atau bekerjasama membangun jembatan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, salah satu cara yang tengah diupayakan BP Batam adalah dengan memperjuangkan Pulau Tanjungsauh dan Ngenang agar masuk wilayah Free Trade Zone (FTZ).

Dulu Tanjungsauh direncakan jadi pelabuhan dan Ngenang sebagai lokasi industri. Namun hal tersebut tak kunjung terjadi karena keduanya tak masuk wilayah FTZ. Investor pun tak tertarik.(leo)

KEK Diterapkan, FTZ Dipertahankan

0

batampos.co.id – Harapan pengusaha agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tidak diberlakukan di Batam sepertinya sulit terpenuhi. Sebab Presiden Joko Widodo telah memutuskan KEK akan diterapkan di Batam. Hanya saja, fasilitas Free Trade Zone (FTZ) Batam akan tetap dipertahankan.

Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam, Taba Iskandar, mengatakan KEK akan diberlakukan di kawasan tertentu di Batam. Sehingga penerapannya tak perlu menghapus status FTZ Batam yang sudah berjalan sejak 2007 lalu itu.

“Dalam rapat DK berikutnya, BP Batam akan memaparkan mengenai zonasi-zonasi KEK di Batam,” ungkap Taba Iskandar, Jumat (18/8).

Taba kembali menegaskan bahwa Batam sudah pasti menjadi KEK. Daerah lain yang akan menjadi KEK adalah Rempang, Galang, dan Galang Baru. “Ini sudah merupakan keputusan Presiden, kecil kemungkinan berubah. Daerahnya sudah pasti, hanya tinggal menentukan zonasi dan struktur penataannya,” tegasnya lagi.

Menurut Taba, KEK merupakan jalan tengah untuk mengatasi dualisme pemerintahan di Kota Batam. KEK Batam akan dikelola oleh BP Batam, sedangkan di luar wilayah KEK dikelola oleh Pemko Batam.

Sedangkan untuk wilayah KEK di luar Batam, seperti Rempang, Galang dan Galang Baru, pemerintah pusat baru menetapkan tiga opsi. Opsi pertama, KEK dikelola Badan Penngusahaan (BP) Batam. Opsi kedua, KEK dikelola Pemko Batam dan ketiga KEK dikelola bersama antara BP Batam dan Pemko Batam.

Taba juga menjelaskan industri yang berada di luar zona KEK, seperti PT Sat Nusapersada yang berada di Pelita, Batam, tidak perlu khawatir. Ia menjamin industri tersebut tidak perlu pindah ke zona KEK untuk mendapatkan fasilitas KEK.

“Nanti tinggal ajukan saja ke pengelola KEK untuk mendapatkan fasilitasnya. Tak perlu pindah masuk ke KEK. Tapi jika tak ingin mengajukan, maka hanya bisa menikmati fasilitas FTZ saja,” bebernya.

Taba mengingatkan bahwa KEK nanti memiliki fasilitas yang lebih banyak dari FTZ. Contoh fasilitas KEK adalah tax allowance, tax holiday, dan lainnya.

“Saya ingatkan jika ingin menikmati bumbu FTZ, nikmatilah sampai mati. Tapi saya yakin pasti akan sukarela pindah ke KEK, karena bumbu KEK lebih banyak,” ungkapnya.

Selama ini pun, FTZ belum dianggap sebagai jawaban yang tepat untuk mengatasi persoalan ekonomi di Batam. Karena meskipun konsep utamanya adalah kawasan bebas pajak, tetapi harga barang di Batam tetap tinggi dan mahal.

“Makanya, memang harus pindah ke KEK,” katanya.

Namun, untuk waktu penerapannya, ia belum bisa berbicara banyak. “Pesan Presiden sudah jelas. Kemudian ia meminta agar KEK Batam dikaji dulu mendalam agar segera bisa diterapkan,” ujarnya.

Terpisah, Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purba Robert Sianipar enggan berkomentar banyak mengenai KEK Batam. Namun, ia membenarkan pernyataan Taba mengenai wilayah KEK di Rempang dan Galang.

“Kalau untuk Rempang dan Galang memang sudah pasti jadi KEK. Namun untuk Batam, masih harus dikaji lebih lanjut. Arahan Presiden memang gitu,” ungkapnya lagi.

Bagi kalangan pengusaha, konsep FTZ dianggap tidak membawa dampak positif bagi Batam. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan dengan peniadaan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan PPnBM sekalipun, harga sembako dan mobil tetap mahal. “Jadi FTZ itu untuk siapa sekarang, bukannya untuk masyarakat. Tapi masyarakat Batam malah tak bisa menikmatinya,” terang Jadi.

Ia menyarankan agar konsep KEK segera dipercepat untuk diterapkan di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam. “Dengan KEK, diharapkan percepatan ekonomi akan bisa didorong,” jelasnya.

Namun semestinya sebelum merumuskan KEK, masih banyak persoalan yang harus dibenahi seperti membenahi birokrasi yang berbelit, membereskan perizinan yang lambat, khususnya di bagian lahan dan digitalisasi dalam berbagai aspek.

Berbeda dengan Kadin, para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri menolak pemberlakuan KEK di Batam. Mereka menilai KEK Batam merupakan langkah mundur pemerintah.

“Dari 11 wilayah di Indonesia yang menerapkan KEK, belum satupun yang berhasil,” kata Ketua Apindo Kepri, Cahya, belum lama ini.

Karenanya, Apindo lebih sepakat jika pemerintah pusat mempertahankan fasilitas FTZ di Batam. Karena, FTZ dinilai sudah terbukti mengantarkan Batam menjadi salah satu kawasan industri yang sukses.

“Status ini juga sudah lama kami perjuangkan, kalau sekarang tiba-tiba mau dicabut, tentu kami sangat menyayangkan,” imbuhnya. (leo/rna)

Mobil Eksklusif dengan Fitur Mewah

0
Staf Igenoto, Chellyn menunjukkan mobil Mercedes Benz S400L Hybrid, Jumat (18/8). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Produsen mobil asal Jerman, Mercedes Benz tidak henti-hentinya mengeluarkan mobil seri terbaru dengan fitur mewah. Kali ini, Mercedes Benz S400 Hybrid L menjadi mobil eksklusif terbaik dengan segudang fitur mewah yang ditawarkan.

Mobil berwarna silver ini hadir di Showroom Igen Oto Batam dengan harga spesial, yakni Rp 1,5 miliar.

“Tentunya harga ini sebanding dengan fitur kemewahan dan keamanan tambahan, dibandingkan versi biasanya,” kata Supervisor Igenoto, Desinta Putri Lestari, Jumat (18/8).

Dari sisi kenyamanan, ruang kabin didesain lebih lapang dibandingkan versi sebelumnya. Mobil ini juga memiliki paket air balance dan thermatronic.

“Untuk desain interiornya kursi belakangnya bisa diturunkan sehingga penumpang bisa beristirahat lebih lega,” ujarnya.

Tambahan interior, dua layar berbasis Thin Film Transistor (TFT) berukuran 12,3 inchi juga menambah kenyamanan penumpang di kursi belakangnya.

“Kenyamanan berkendara juga menjadi prioritas berkat pengggunaan suspensi airmatic,” ucap Putri.

Soal fitur, mobil ini memiliki driving assistance package plus, yang diperkuat dengan distronic plus. Fitur ini merupakan mengaturan jarak yang mengizinkan mobil untuk mengikuti kendaraan di depannya sesuai jarak yang telah diatur.

“Ditambah dengan fitur stop and go pilot, Brake Assist (BAS) Plus dengan cross traffic assist. Juga dengan pre safe brake, active lane keeping assist serta active blind spot assist yang menambah keamanan bagi pengemudi,” terangnya.

Mobil ini juga dilengkapi fitur adaptive highbeam plus, attention assist, crosswind assist, dan night view assist plus. Di sektor keselamatan tersedia delapan airbags.

Berbekal mesin 3,5 liter direct-injection normally-aspirated V6 bersemayam pada S 400L. Tenaga yang dijanjikan capai 306 Tk dengan tenaga puntir 370 Nm. Sebagai model hibrida, mobil jantung mekanis turut didukung motor listrik yang mampu memproduksi 27 Tk dan torsi 250 Nm. Tenaga dari mesin disalurkan melalui transmisi 7G-Tronic Plus.

“Mercedes-Benz mengklaim, akselerasi 0-100 km/per jam S 400L cuma butuh 6,8 detik dengan kecepatan maksimum 250 km per jam,” sebutnya.

Bagi yang tertarik memiliki Mercedes Benz S400 Hybrid L ini, silahkan kunjungi Igenoto di Jalan Yos Sudarso Nomor 1, Batu Ampar. (cr12)

Tari Payung Pajajaran Bogor Semarakkan HUT RI di Istana Negara

0

Kreasi baru Tari Payung Pajajaran Bogor menjadi salah satu kekuatan performance di halaman Istana Negara. Kreasi itu tampil di jelang upacara penurunan bendera pada peringatan Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, Kamis, 17 Agustus 2017. Sebuah garapan tarian yang melibatkan 100 penari dan mengusung konsep Payung Pajajaran dengan membetuk formasi Merah Putih.

Dengan menggunakan aksesoris mahkota dan kostum keemasan, payung-payung cantik berwarna merah dan putih serta payung agung keemasan berukuran besar, para penari membawakan tarian massal dengan formasi dinamis. Gerakan tarinya memang disiapkan dengan elegan dan ritme musik yang ritmis dan atraktif.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, mereka akan tampil dalam rangkaian Pertunjukan Kesenian dan Marching Band di hadapan tamu negara, para pejabat dan tokoh-tokoh penting hingga perwakilan negara sahabat.

“Undangan ini merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi Kota Bogor. Jelas ini bagian dari ruang apresiasi seni dari pemerintah yang patut kita dukung dengan menghadirkan karya dan budaya asal daerah yang terbaik dan khas,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan, Kamis (17/8).

Sementara itu, Wawan menambahkan, tarian ini menggambarkan iring-iringan putri Sri Baduga Maharaja menuju Pakuan Pajajaran untuk menyaksikan penobatan Jaya Dewata. Pada masa itu, kerjaan Pakuan Pajajaran mencapai puncak keemasan. Di masa kini, tarian ini mengandung nilai-nilai bersatunya rakyat dengan pemerintahan yang bijak, suasana damai dan kejayaan bangsa.

“Kegembiraan dan sukacita ini direfleksikan dengan konsep gerak dan formasi yang dinamis oleh para penari terbaik dari Kota Bogor,” ujar Wawan yang juga Dalang Wayang Ajen itu.

Lebih lanjut , Wawan selalu mengutip ucapan Menterinya, setiap kegiatan budaya, harus punya dua sisi value. Pertama, cultural value, dan kedua, commercial atau financial value. Harus memenuhi syarat keduanya, agar karya budaya itu bisa hidup dan bertumbuh di tengah perubahan yang makin cepat.

“Budaya yang harus dijaga, dilestarikan, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Karena sesuai amanat pak Menteri, wisata budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang juga asal Banyuwangi mengatakan, Bogor memang dikenal menjunjung tinggi nilai tradisi dengan melestarikan budaya dan kesenian para leluhur.

“Kebudayaan makin dilestarikan akan semakin memakmurkan. Kesenian dan budaya terus kita support untuk terus hadir dan melengkapi atraksi untuk wisatawan. Tari Payung Pajajaran gerakannya indah apalagi disajikan secara kolosal,” kata Menpar Arief Yahya.

Jika dipetakan, lanjut Menpar Arief Yahya, daya tarik industri pariwisata Tanah Air bersumber pada 60% budaya, 35% alam, dan 5% meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE).

“Budaya tarian tradisional ini, secara tidak langsung juga bisa membangkitkan gairah wisata di Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya. (*)

Jazz Gunung Bromo 2017 Dekatkan Penikmat Musik dengan Alam

0

Yuk, datang ke Jazz Gunung Bromo 2017. Event festival musik di kawasan Gunung Bromo ini berlangsung tanggal 18-19 Agustus 2017 lokasinya di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Desa Wonotor, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

“Menikmati musik jazz dengan pemandangan pegunungan yang dilengkapi hembusan sejuk di Gunung Bromo merupakan pilihan yang menarik, baik bagi yang sudah pernah melakukannya, maupun bagi mereka yang belum pernah mengalami pengalaman eksotis tersebut,” kata Sigit Pramono, salah satu penggagas Jazz Gunung Bromo 2017.

Bersama dengan Butet Kartaredjasa, dan Djaduk Ferianto, mereka bertiga memang ingin menonjolkan keunggulan alam dan seni budaya pertunjukan yang sangat mempesona di kawasan Gunung Bromo.

Pagelaran untuk ke-sembilan kalinya ini selalu menampilkan sesuatu hal yang unik di setiap penampilannya dengan memadukan keindahan alam gunung Bromo juga nuansa etnik beberapa unsur budaya serta disajikan pada setiap penampilan / performa pemainnya.

“Ini even tahunan sejak 2009. Untuk tahun ini, musik bertaraf internasional akan menampilkan komposisi jazz bernuansa etnik. Para musisi tampil di panggung terbuka beratap langit serta berlatar alam nan indah. Perpaduan harmonis antara musik, alam, dan manusia sehingga dapat tercipta,” lanjut Sigit Pramono

Pria yang juga berprofesi sebagai fotografer dan bankir ini menambahkan, untuk even tahun ini mengundang musisi Internasional dan memadukannya dengan musisi terbaik tanah air

“Selama tiga hari, akan ditampilkan puluhan musisi internasional dan tanah air yang akan memberikan sentuhan luar biasa untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia. Musik Jazz adalah kemerdekaan berekspresi dalam bermusik, akan bersanding dengan tradisi budaya yang selalu disajikan dalam setiap pagelaran Jazz Gunung Bromo,” ujarnya.

Sementara itu, dengan mengusung tema ‘Merdekanya Jazz Meneguhkan Indonesia’. Menurut Butet Kartaredjasa, musik jazz menggambarkan keragaman Indonesia yang kaya akan suku, budaya, bahasa dan agama.

“Indonesia sama seperti musik jazz, suatu genre musik yang memungkinkan berbagai aliran musik, berbagai karakter vokal bisa menyatu,” ungkap Butet.

Dalam gelaran kesembilan nanti, diperkirakan akan banyak kejutan. Tentu saja sesuai dengan tema yang diusung. Seperti bakal hadirnya Soimah yang tidak memiliki latar belakang musik jazz. Sinden yang dikenal memiliki suara tinggi sudah dipersiapkan oleh Djaduk sebagai salah satu kejutan.

Juga ada Musisi internasional yang hadir di festival tahunan ini, di antaranya yakni pemain alat tiup kawakan dari Amerika Serikat, Paul McCandless with Charged Particles, serta Chico Pinheiro dari Brasil.

Sementara musisi lokal yang dijadwalkan tampil yakni Sono Seni Ensemble dan Ring of Fire Project feat. Idang Rasjidi, Maliq & D’Essentials, Monita Tahalea, dan Glenn Fredly.

Selain itu ada juga penampilan istimewa dari Indra Lesmana Keytar Trio, Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi, Dewa Budjana, serta Surabaya All Stars.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam berbagai kesempatan menyebutkan syarat agar destinasi itu kuat, ada 3A. Ada Atraksi, Akses, dan Amenitas.

“Jazz Gunung Bromo ini masuk dalam kategori atraksi berbasis budaya. Terlebih dengan sentuhan tiga orang penggagasnya yang sangat peduli terhadap dunia seni, yaitu Sigit Pramono, seorang bankir & fotografer, Butet Kartaredjasa, seorang seniman multitalenta & Djaduk Ferianto, seniman musik yang kerap diundang pentas di mancanegara membawakan world music dengan ciri Indonesia.Ini menjadikan Atraksi menjadi luar biasa, World Class,” kata Menpar Arief Yahya

Dengan Atraksi Jazz Gunung Bromo inilah menjadi salah satu yang menjadi daya pikat orang untuk datang ke destinasi itu.

Selanjutnya, untuk bisa sampai ke destinasi itu butuh akses, yang menghubungkan ke destinasi itu. Kemudahan, kecepatan, biaya menuju ke destinasi itu juga menjadi faktor penentu sukses pengembangan objek wisata itu.

“Yang terakhir adalah amenitas, hotel, restoran, cafe, restoran, souvenir shop dan lainnya,” tandasnya

Penasaran dengan festival Jazz ini? Panitia menyediakan paket akomodasi. Yaitu Rp 2,8 juta per paket. Harga tersebut meliputi biaya antar jemput ke Bandara Juanda Surabaya, tiket menginap tiga hari dua malam di hotel terdekat, tiket VIP A untuk dua hari dan merchandise Jazz Gunung Bromo. Ayo, buruan !.

Wow, Ke Batam-Bintan Saat Weekdays Sekarang Murah Banget

0
ilustrasi

Ratusan paket murah ditawarkan ke wisman yang berlibur ke Batam-Bintan saat weekdays. Paket-paket itu dikemas dalam PWI Terpadu Crosborder dengan prinsip More For Less, you get more you pay less yang dilaunching Jumat (18/8). Artinya, wisatawan bisa memperoleh pelayanan lebih dengan membayar sedikit.

Paket-paket ini tak berdiri sendiri. Tapi di bundling dengan paket-paket wisata. Bisa berupa akomodasi, spa, tour, kuliner serta golf.

“Kita tawarkan pada wisatawan mancanegara, Singapura dan Malaysia terutama. Dengan tarif 10 dolar, 20 dolar, 30 dolar Singapura, apa yang bisa didapatkan. Ini gimmick, taktik marketing,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Jumat (18/8).

Industri ferry, pemerintah daerah, industri pariwisata terkait di Batam, Bintan, Singapura, dan Johor di Malaysia Johor ikut digandeng. Semua dirangkul untuk memformulasikan paket-paket supermurah yang sulit ditolak wisatawan.

Dari Senin-Kamis, ada paket 20 SGD dari Singapura ke Batam by Batam Fast. Setelah itu, rute Tanah Merah ke Tanjung Pinang 44 SGD by Majestic Ferry. Untuk Tanah Merah-Bintan, cost yang dibebankan hanya 39 SGD by Bintan Ferries. Sementara jalur Stulang Laut-Batan hanya 134 RM by Citra Ferry. Menariknya, harga yang ditawarkan berlaku dua arah, pulang dan pergi. Tapi hanya wisman yang bisa menikmati paket istimewa ini. Dan harga istimewa ini, hanya bisa dinikmati bila wisman membeli paket bundling dengan harga yang juga di create sangat murah.

Yang ingin menginap dan shopping, Novotel ikut menyediakan paket 69 SGD dan 240 RM. D’Marlion Hotels, membuka paket 45 SGD dan 140 RM. Batam View menyediakan paket 20 SGD. Begitu juga hotel dan resort lainnya. Paket yang ditawarkan semuanya supermurah.

Wisata golfnya? Juga ikutan menggoda wisman dengan paket-paket murah. Tamarin Golf Club menyediakan paket Rp 980 ribu. Di bawah Rp 1 juta. Tering Bay menggoda dengan paket Rp 850 ribu. Sementara Sukajadi membandrol paket Rp 920 ribu.

Wisata spa-nya, ada paket Rp 188 ribu, Rp 280 ribu, 20 SGD serta 212 SGD dan 668 RM. Paket belanjanya? Ada Moslem Tour Rp 90 ribu, Rp 185 ribu. Selain itu, ada juga paket kuliner yang ditawarkan Thai Best seharga Rp 288 ribu. Semua murah. Semua menarik.

“Kita buat satu paket bersama-sama. Dikerjakan bersama-sama. Pemerintah dalam program ini mendorong dari sisi promosi. Subsidinya gotong royong. Masing-masing pihak urunan,” kata dia.

Arief mengatakan dengan penawaran More For Less ini, angka kunjungan di Batam Bintan khususnya pertengahan minggu bisa naik hingga tiga kali lipat. Berdasarkan data, pada akhir pekan (weekend) rata-rata kunjungan 80 -90 persen. Sementara di pertengahan pekan (weekdays) 20 persen.

“Jomplang seperti ini tidak baik. Kalau More For Less ini diberlakukan mungkin yang 20 persen ini bisa naik tiga kali lipat. Untuk akomodasi bisa naik 20 persen, atraksi naik 120 persen, dan average growth untuk low season naik 60 persen. Untuk yang ikut program ini,” kata Arief.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani Mustafa terlihat antusias mengawal program ini. Apalagi, program ini mendapat respon positif dari pelaku usaha yang ada di Indonesia, Malaysia dan Singapura.

“Banyak yang antusias. Semua setuju ketika harga didiskon habis, justru bisa mendapatkan hasil yang lebih besar. Excess capacity dikumpulkan, lalu dipaket murahkan. Setelah itu, kita promosikan dengan menarik” tutur Pitana.

Yang jadi pertanyaan kok industri mau? Padahal tak ada subsidi dari pemerintah. Kemenpar yang mengawal, menjembatani dan monitoring, hanya bisa membantu dari sisi promosi. Tapi mengapa program ini justru didukung operator ferry dengan mendapatkan 105 ribu tiket diskon?

“Nah, di sinilah yang dimaksud dengan cross selling. Industri bisa mengambil return dari makanan, minuman, paket wisata, dan fasilitas lain yang non kamar hotel, atau services lainnya. Bisnis itu selalu mengambil untung dari operasional dan non operasional return,” ujar Pitana.

Rizki Handayani juga ikut mengamini. Dari kacamatanya, strategi ini tidak akan membuat industri rugi. Malahan yang tidak ikut program inilah yang akan mengalami kerugian.

“Yang nggak ikut pasti rugi karena hotel yang kosong, spa yang tidak punya pelanggan, golf yang sepi, harus tetap membayar operasional dan SDM. Daripada kosong, mending tetap isi dengan mengambil point di services yang lain,” tuturnya.

Saat destinasi Batam dan Bintan makin populer, makin ramai, makin terjangkau, ini akan menjadi basic need wisman Singapura dan Malaysia untuk jalan-jalan ke Kepri. Kuliner, golf, spa, tiket ferry, hotel dan resort, hingga wisata belanja, semua bisa dinikmati dengan harga yang super murah.

“Program ini di create khusus untuk weekdays hingga November 2017. Setiap bulan nanti akan selalu ada evaluasi untuk mengetahui apa-apa saja yang harus diperkuat dan dicarikan solusinya,” tutur Kiki, sapaan akrab Rizki Handayani.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, juga ikutan happy. Program ini, dinilai sangat pas untuk mendongkrak angka kunjungan wisman ke Kepri.

“Kalau semuanya kompak, saya kira pariwisata Kepri bisa lebih bagus lagi. Target wisman yang awalnya 2,5 juta bisa menjadi 3,1 juta wisman,” paparnya. (*)

Aceh International Halal Food Festival Makin Mendunia

0

Aceh International Halal Food Festival (AIHFF) 2017 sudah siap menerima kehadiran wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Bertempat di Taman Sari Banda Aceh, perhelatan yang juga didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu secara resmi telah dibuka oleh Walikota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Reza Pahlevi.

Dalam acara tersebut, para pengunjung dihibur dengan penampilan tari kreasi oleh Sanggar Geunaseh, beberapa kata sambutan oleh Walikota serta Penyerahan Simbolis Sertifikat Halal kepada beberapa hotel dan industri di Aceh, 18 Agustus 2017.

”Selamat menikmati nikmatnya Kuliner Aceh, dan jadikan aceh sebagai destinasi halal di dunia. Namun jangan lupa, event ini harus terus konsisten untuk terus diviralkan agar mendunia, selain itu masyarakat juga menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Ini kita lakukan dalam rangka mensukseskan Aceh sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, karena kebersihan kita akan dilihat dunia,” kata Walikota.

Beberapa agenda menarik rencananya akan mengisi festival yang akan dilaksanakan dari tanggal 18 hibgga 20 Agustus mendatang.

Agenda tersebut diantaranya yaitu Khanduri Leumang, Halal Cook Competition, Merdeka Kita Ngopi-Ngopi Bareng Dirgahayu 72 RI, Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud).

”Dan nanti di hari terakhir rencananya akan ada Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri untuk 1.000 pria pembawa Idang Talam, Khanduri sie reuboh dan sate matang,” ujar Reza Pahlevi. Reza Pahlevi menambahkan, Festival kuliner halal yang pertama digelar di Aceh ini menyediakan tenan kuliner tradisional Aceh, acara ini juga menghadirkan berbagai jajanan nusantara dan kuliner dari berbagai negara, seperti Malaysia, Jepang, Thailand, Turki, dan Italia.

Sebanyak 80 tenant akan mengisi acara. Termasuk didalamnya tenant dari TP PKK Aceh, IKABOGA Aceh, dan tenant dari LPPOM MPU Aceh sebagai pusat informasi sertifikasi Halal.

Selain rangkaian agenda ini juga akan ada penampilan musik dan seni di yang menghadirkan Sanggar Geunaseh, Seuramoe Reggae, HSP Accoustic, dan penampilan menghibur lainnya (lebih lengkap lihat grafis). Bagi yang suka dengan musik Soul dan R&B, jangan lewatkan penampilan Teddy Adhitya, musisi muda berbakat Indonesia pada Minggu malam disaat penutupan #AIHFF2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Budaya Wawan Gunawan mengucapkan selamat dan sukses untuk acara kuliner tersebut. Kata Esthy, kuliner merupakan pintu masuk wisatawan untuk menyambangi Indonesia.

”Masakan Indonesia itu juara ! Bumbunya yang sangat terasa, harumnya pun menggoda. Sudah sangat tepat Aceh mengedepankan kuliner juga untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujar Esthy yang juga diamini Kepala Sub Bidang Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah.

Kata Esthy, Indonesia memiliki jumlah berlimpah makanan otentik, dengan lebih dari 5350 resep asli tradisional yang telah menjadi warisan bangsa Indonesia.Kata dia, dalam setiap piring makanan, mengandung sejarah yang kaya karena Indonesia adalah tempat pertemuan antara banyak budaya kuno. Masakan Indonesia adalah salah satu masakan terbaik di dunia, dengan sangat meriah, penuh warna dan cita rasa bumbu yang kuat.

Sebagai rumah selama lebih dari tiga ratus etnis, masakan Indonesia memiliki rentang yang sangat luas dari berbagai karakter. ”Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa kita,” tambah Suheriyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, setiap negara mengedepankan kuliner sebagai pintu masuk ke negaranya, untuk memperkenalkan negaranya, meningkatkan country image negaranya, dan branding sebagai ciri khas setiap negara.

Sejauh ini, kata Menpar, ada tiga makanan khas Indonesia yang sudah menjadi country image di mata internasional yakni Nasi Goreng, Rendang dan Soto.

”Semakin banyak unggulan di makanan kita, semakin banyak pintu masuk ke negara kita, semakin banyak makanan yang dikenal oleh wisatawan, country image ke negara kita semakin baik. Kita harapkan kita bisa memperkenalan Indonesia melalui kuliner kita,” kata Mantan Dirut Telkom itu.(*)

Inilah rangkaian agenda Aceh International Halal Food Festival 2017

Jumat, 18 Agustus 2017 20.00 WIB Opening Ceremony 21.00 WIB Khanduri Leumang

Sabtu, 19 Agustus 2017 10.00 WIB IMTGT Coffee Meeting & Business Matching (Halal Food, Certification & Halal Tourism ; Insight from Indonesia, Malaysia & Thailand)

14.00 WIB Halal Cook Competition : Lomba Memasak Halal yang diikuti oleh peserta dari IKABOGA dan PKK Aceh

20.00 WIB Merdeka Kita Ngopi – Ngopi Bareng Dirgahayu 72RI, menyediakan kopi gratis untuk pengunjung.

Minggu, 20 Agustus 2017 08.00 WIB Food challenge (Lomba menghias bu leukat dengan tumpoe tingkat TK/Paud)

10.00 WIB Khanduri Raya dan Pencatatan Rekor Muri (1000 pria pembawa idang talam)

16.00 WIB Khanduri sie reuboh & sate matang

20.00 WIB Closing Ceremony & penyerahan hadiah aneka kategori lomba.

Jangan Lupa, Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Riau

0

Sudah pernah lihat balapan perahu berukuran sangat panjang? Perahu terbuat dari kayu pohon berukuran 25 sampai 40 meter, sangat panjang , jumlah pendayung bisa 50 sampai 60 setiap perahu? Lomba ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan ribuan atlet dayung!

Dahsyat dan seru! Lingkari tanggal mainnya, luangkan waktu untuk menikmati festival yang hanya bisa disaksikan di Provinsi Riau itu. Ya, namanya: Festival Pacu Jalur, digelar 23-26 Agustus 2017, di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Riau.

“Festival Pacu Jalur tidak hanya sekadar perlombaan, tetapi merupakan budaya kebanggaan masyarakat Provinsi Riau, khususnya masyarakat Kuantan Singingi. Festival ini berupa kompetisi mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Ini perpaduan antara unsur olahraga, seni dan olah batin,” kata Bupati Kuantan Singingi, Drs H Mursini.

Kenapa harus rayon? Mursini menambahkan, Peminat lomba pacu jalur ini semakin tahun menjadi sangat besar, peserta membeludak, bisa ribuan perahu, untuk itu harus dibagi per rayon, dan pelaksanaan iven pacu jalur tradisional tahun ini, baik pacu jalur rayon, pacu jalur mini maupun iven pacu jalur tingkat nasional ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kuantan Singingi Nomor Kpts 126/V/2017 tertanggal 30 Mei 2017.

Untuk tingkat rayon, pelaksanaannya sydah dilakukan sejak awal Juli. “Terbagi dalam 4 rayon, 4 kecamatan, telah dilaksanakan dari 6 hingga 29 juli, selanjutnya, rangkaian pelaksanaan pacu jalur iven nasional untuk pacu jalur mini tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 19-21 Agustus dan pacu jalur tradisional dihelat di Tepian Narosa Telukkuantan, 23-26 Agustus,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kuansing, Marwan SPd MM.

Peserta terbaik setiap rayon akan bergemu di Festival Pacu Jalur tardisional yang beranggotakan laki-laki dengan usia 15 sampai 40 tahun. Jumlah pendayung perahu sekitar 50 sampai 60 orang.

Kenapa jumlah pendayung berbeda-beda? Ini disesuaikan dengan panjang perahu. Tidak ada perbedaan kelas, jumlah antar tim tidak sama , bisa satu perahu 50 orang atau 60 orang. Ini uniknya, pendayung banyak belum tentu menang, karena menurut mitos yang ada di sana, kemenangan itu ditentukan dari kekuatan magis yang terdapat pada kayu perahu serta kesaktian sang pawang dalam mengendalikan perahu.

Dari 50 atau 60 pendayung, ada anggota tim disebut ‘anak pacu’ dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti ‘tukang kayu’, ‘tukang concang’ yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba, dan ‘tukang pinggang’ yang menjadi juru mudi.

Ada juga ‘tukang onjai’ yang bertugas memberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badannya, dan ‘tukang tari’ yang membantu ‘tukang onjai’ dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama.

Perlombaan Pacu Jalur menggunakan sistem gugur, sehingga peserta yang sudah kalah di awal tidak boleh ikut bermain lagi. Sedangkan pemenang-pemenangnya akan diadu kembali untuk mendapatkan pemenang utama.

Keunikan lain, di bibir sungai terlihat sebuah meriam. Untuk apa ? Festival akan dimulai dengan bunyi menggelegar meriam, sebuah tanda yang unik untuk memulai suatu perlombaan.

Kenapa harus menggunakan meriam dan bukan peluit saja? Karena jika menggunakan peluit, suaranya tidak akan dapat terdengar oleh semua peserta lomba. Ini disebabkan luasnya arena lomba dan keramaian ratusan ribu penonton yang menyaksikan perlombaan sepanjang sungai.

Saat dentuman meriam pertama kali, perahu-perahu yang telah ditentukan urutannya akan berjejer di garis start. Pada dentuman kedua, para peserta berada dalam posisi siap untuk mengayuh dayung. Dan pada saat wasit membunyikan meriam untuk yang ketiga kalinya, perlombaan pacu jalur pun dimulai. Semua tim akan mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk bisa mencapai garis finish.

Sebelum acara puncak Festival Pacu Jalur dimulai, semua penonton akan dihibur dengan penampilan tari-tarian serta nyanyian daerah.

Bagi Menpar Arief Yahya, Provinsi Riau memang sedang giat membangun atraksi. Berbagai event seperti festival budaya Pacu Jalur ini diseriusi dan dipromosikan besar-besaran.

Inilah cara terbaik yang bisa mendatangkan ratusan ribu wisatawan, selain Festival Bakar Tongkang, di Bagan Siapiapi. Sebuah tradisi yang telah berjalan seabad lebih, dan selalu mengundang banyak wisatawan termasuk wisman dari etnis Tionghoa yang mencapai 30 ribu wisman.

Potensi ini tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan oleh Kemenpar dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Time) serta BAS (Brandidng/PR-ing, Advertising, dan Selling).

Rumus Menpar Arief dalam mengembangkan destinasi itu selalu 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. Ketiga komponen itu harus komplit, jika ingin sustainable.

“Perhatikan tiga hal itu, maka Riau akan semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. Riau harus berani benchmark, menentukan siapa rival atau lawan tandingnya? Daerah mana yang cocok dijadikan lawan? Untuk maju, harus ada rival, sehingga ada ukuran sukses, yakni mengalahkan rivalnya iu,” kata Arief Yahya.(*)

Presiden Jokowi Puji Tari Jejer Kembang Menur Banyuwangi

0

Keragaman Budaya dan Persatuan. Dua kata inilah yang mewakili secara keseluruhan peringatan HUT RI ke-72 di Istana Negara, Kamis (17/8) kemarin. Indah dan menawannya budaya Indonesia ditopang rasa persatuan yang kuat, membuat detik-detik peringatan kemerdekaan semakin mengesankan.

Tentu, selain #PesonaBusanaNusantara yang sangat mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan yang oleh netizen diberi hastag #Pesona17an dan #Pesona72 itu. Presiden Joko Widodo tak ragu mengungkapkan hal itu secara pribadi melalui akun Facebook miliknya.

“Ada pertunjukkan kesenian Tarian Jejer Kembang Menur dari Banyuwangi, nyanyian lagu-lagu perjuangan oleh Gita Bahana Nusantara, marching band dari TKI Kinderfield Duren Sawit, dan penampilan penyanyi Ari Lasso di tengah lapangan Istana Merdeka,” tulis Presiden seraya menunggah foto kebersamaanya dengan tiga mantan presiden Republik Indonesia yang mengenakan baju adatnya masing-masing.

Presiden menuliskan bahwa HUT Kemerdekaan ke-72 kemarin merupakan sebuah peringatan yang meriah dan menunjukkan kebesaran Indonesia.

“Tak ketinggalan adalah persembahan Busana Nasional Terbaik dari sejumlah provinsi yang semakin mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya,” tulis Presiden Joko Widodo.

“Saya sendiri, Ibu Negara dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, tiga mantan Presiden RI seperti di foto ini, juga para tamu undangan, kompak mengenakan pakaian tradisional,” kata Presiden lagi.

Tari Jejer Kembang Menur yang dibawakan 200 penari dari Banyuwangi kemarin memang menjadi satu yang mencuri perhatian. Mengenakan kostum Gandrung berwarna hitam dan merah dengan selendang merah dan kain panjang hitam serta membawa kipas merah putih ditambah hiasan mahkota emas di kepala, para penari membuka kirab peringatan HUT RI ke-72 di halaman Istana Negara.

Gerakan penari yang terlihat berdendang dan menari saling menggoda penuh keceriaan, begitu ritmis dengan iringan suara galeman yang mematuk hati.

Dalam kebudayaan masyarakat Banyuwangi, Tari Jejer Kembang Menur memang biasa digunakan sebagai pembuka satu acara atau pertunjukan yang melibatkan banyak orang.

Lalu siapa sebenarnya para penari-penari itu? Bagaimana mereka bisa menyajikan suguhan tarian yang begitu memesona?

Koordinator Tari Jejer Gandrung Kembang Menur, Suharji mengatakan, para penari adalah seluruhnya siswi dari sejumlah SMP dan SMA di Banyuwangi. Serta beberapa lainnya dari sanggar tari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelum tampil di hadapan Presiden di Istana Merdeka dan disaksikan langsung seluruh masyarakat tanah air melalui siaran langsung televisi, mereka harus mengikuti seleksi ketat. Sejumlah persyaratan harus dipenuhi para calon penari sebelumnya.

“Yakni tinggi badan minimum 150 centimeter. Sehat jasmani karena gerakan yang dibawakan dalam tari secara cekatan,” kata Suharji.

Kepala Sekolah SD di Kalikloso, Kecamatan Turi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timut itu mengatakan, sebelumnya yang mendaftar untuk masuk ke tim penari di Istana Merdeka sebanyak 900 orang. Kemudian mereka mengikuti seleksi ketat hingga akhirnya terpilih 200 penari yang tampil memukau kemarin.

“Setelah terpilih pada satu bulan lalu, kemudian mereka langsung latihan intensif,” kata dia.

Gandrung merupakan salah satu jenis tarian asli dari Banyuwangi. Inspirasi tarian ini diambil dari kata “Gandrung” yang diartikan sebagai terpesonanya masyarakat Blambangan, julukan Banyuwangi, yang agraris kepada Dewi Sri. Atau Dewi Padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Tarian Gandrung awalnya dibawakan sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Namun kini Gandrung juga kerap dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, patthik laut, dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya.

“Tari Jejer Kembang Menur ini adalah tari yang dikembangkan dari Tari Gandrung yang dikreasi oleh seniman-seniman muda,” kata dia.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Tari Gandrung Banyuwangi yang tampil di Istana Negara dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72. Ia menilai hal ini sebagai bentuk penghormatan bagi seluruh warga dan kesenian Banyuwangi.

“Ini menjadi penguat bahwa keberagaman budaya daerah adalah pemersatu, bukan pemecah belah bangsa. Justru dalam perbedaan yang sangat banyak kita bisa saling menguatkan,” ujar Azwar Anas.

Menteri Pariwisata Arief Yahya turut mengapresiasi penampilan gemilang para penari Gandrung Jejer Kembang Menur. Indonesia dikatakanya memiliki ragam budaya yang tinggi yang dapat menjadi kekuatan pariwisata Indonesia.

Terbukti pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 kemarin, semua orang terpukau dengan kekuatan budaya yang dihadirkan. Tidak hanya dari penampilan Tari Gandrung Jejer Kembang Menur, tapi juga mulai dari pakaian adat yang ia sebut sebagai busana nusantara dan banyak hal lainnya.

“Natural resources serta cultural resources and business travel kita merupakan dua kekuatan pariwisata kita. Selalu masuk top 25 dunia. Sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menjaganya untuk kekuatan pariwisata Indonesia,” ujar Menteri Arief Yahya.

Berdasarkan data dari Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikalibrasi oleh World Economic Forum (WEC), natural resources atau kekuatan alam Indonesia naik dari urutan ke-19 menjadi 14 besar dunia.

“Sedangkan cultural resources dan business travel naik ke peringkat 23 dari peringkat 25 besar dunia,” kata Arief Yahya.(*)