Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12987

Kesenjangan Ekonomi Masih Tinggi

0

batampos.co.id – Dua hari lagi, masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) genap tiga tahun. Di tengah prospek ekonomi global yang belum menentu, sejumlah indikator makro memang masih cukup menjanjikan. Namun, bukan berarti capaian itu tanpa cela.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menuturkan, kendati pertumbuhan ekonomi masih cukup baik, indikator seperti angka kemiskinan dan kesenjangan masih tinggi. Gini ratio dalam tiga tahun terakhir mengalami stagnasi sehingga masih berada di angka 0,39.

Bahkan, jumlah penduduk miskin per Maret tahun ini justru bertambah 6.900 orang. ”Kemudian, share PDB Pulau Jawa masih di atas 55 persen. Hal itu menunjukkan ketimpangan spasial masih lebar antara Jawa dan luar Jawa,” terang Bhima, Selasa (17/10).

Bhima mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang cukup agresif. ”Tapi, implementasi di lapangan harus diubah. Kerja sama dengan swasta kecil di daerah bisa dilakukan untuk mendorong efektivitas pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, dalam waktu tiga tahun, pertumbuhan ekonomi sampai pemerataan tumbuh positif. Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menguraikan, ada beberapa indikator makro yang menunjukkan ekonomi Indonesia terus membaik.

Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2013 ke 2014 mengalami perlambatan dari 5,56 persen bergerak ke bawah menjadi 5,01 persen. Kemudian, pada 2015, pertumbuhan ekonomi mulai anjlok di angka 4,88 persen. Tahun berikutnya, kondisi mulai membaik, yakni pertumbuhan ekonomi tercatat di angka 5,02 persen.

sementara itu, tahun ini, hingga semester pertama, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,01 persen. ”Tadinya melambat, lalu mulai membaik dan menjadi lebih cepat lagi. Mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,2 persen,” harap Darmin di Ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden, Jakarta, kemarin (17/10).

Darmin pun menggarisbawahi realisasi pendapatan per kapita per tahun yang konsisten membaik. Dari data pemerintah, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2014 sebesar Rp 41,92 juta per kapita per tahun. Jumlah tersebut lantas naik menjadi Rp 47,96 juta per kapita per tahun pada 2016. ”Produk domestik bruto (PDB) Indonesia secara konsisten membaik,” katanya.

Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dalam suatu acara. Foto: Hendra Eka/Jawa Pos

Selain itu, lanjut Darmin, indikator lainnya adalah tingkat inflasi yang cenderung terkendali. Dia menguraikan, dalam tiga tahun ini, laju inflasi menurun dari 4,49 persen secara year-on-year (yoy) pada September 2014 menjadi 3,72 persen pada September tahun ini. Secara konsisten, pemerintah berhasil menjaga angka inflasi di angka 4 persen.

Pemerintah pun menargetkan besaran inflasi dua sampai tiga tahun mendatang bisa berada di kisaran empat persen. ”Sekarang kami mulai di bawah itu (4 persen, red) secara konsisten,” urainya.

Angka kemiskinan, lanjut Darmin, secara konsisten bergerak turun hingga saat ini dari 10,96 persen menjadi 10,64 persen pada Maret 2017. Namun, indikator tingkat pengangguran belum stabil. Dia menerangkan, pada Agustus 2014, tingkat pengangguran turun menjadi 5,81 persen, kemudian naik lagi pada Agustus 2015. ”Namun, setelah itu, tingkat pengangguran turun terus sampai dengan Februari 2017 yang sudah berada di angka 5,33 persen,” ujarnya.

Gini ratio, menurut Darmin, juga konsisten turun terus dari September 2014 masih 0,408 menjadi 0,393 pada periode Maret 2017. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menuturkan, selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi, realisasi pertumbuhan investasi mencapai 46 persen.

Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah telah berhasil merealisasikan investasi dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) periode 2015 hingga semester pertama tahun ini sejumlah Rp 1.494,9 triliun. Total realisasi investasi tersebut telah menyerap 3,37 juta tenaga kerja dengan jumlah proyek mencapai 75.801 proyek. (ken/c25/sof/jpgroup)

Polisi akan Koordinasi dengan Dishub untuk Tertibkan Angkot

0
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Dam, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam akan bekerjasama dengan jajaran Sat Lantas Polresta Barelang untuk meringkus para sopir kendaraan umum yang mengemudikan kendaraan dengan ugal-ugalan.

Selain itu, petugas juga akan melakukan penindakan terhadap sopir kendaraan umum tembak yang selama ini sangat bebas beroperasi di Batam.

“Untuk waktunya masih belum bisa dipastikan. Saat ini, Dishub masih menyusun kapan waktunya. Karena Dishub masih ada kegiatan,” ujar Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Polresta Barelang Ipda Frediano, Senin (16/10).

Tindakan baru dilakukan setelah aparat menerima banyaknya keluahan dari masyarakat yang merasa haknya sebagai pengguna jalan di ambil oleh para sopir kendaraan umum. Selama ini, kendaraan umum selalu ngetem sembarangan dan ugal-ugalan yang tentunya kondisi ini tentunya membahayakan pengendara lain.

Parahnya lagi, mereka juga sering berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sepenjang jalan yang telah terpasang rambu dilarang parkir maupun rambu dilarang berhenti.

Frediano mengatakan, jajaran Satlantas Polresta Barelang akan mengirim surat kepada organda masing-masing angkutan umum tersebut, agar menertibkan sopir-sopirnya yang tidak bisa mematuhi aturan lalu lintas maupun mendata para sopir ilegal.

“Pada saat ini, memang sudah waktunya untuk melakukan penertiban. Kita dari kepolisian tentunya akan mendampingi Dishub untuk kegiatan ini,” bebernya.

Seperti diketahui, banyak angkot di Batam yang kondisinya sudah sangat tidak layak, sopir ugal-ugalan dan sering menabrak warga, ditambah lagi sopir tembak bebas beroperasi. Walau sudah sering dikeluhkan warga, kondisi itu tetap saja kurang diperhatikan aparat. (cr1)

Wakil Walikota Batam Sebut Target BPHTB, PBB dan Parkir belum Terpenuhi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Realisasi pendapatan Pemko Batam hingga triwulan ke III, baru mencapai 87 persen.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan ada tiga komponen pendapatan kini belum memenuhi target. Di antaranya, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dan Parkir.

“Terutama BPHTB dan PBB, (capaian) keduanya punya korelasi dengan keadaan saat ini,” kata Amsakar, usai rapat evaluasi, kemarin.

Data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), BPHTB baru mencapai Rp 133 miliar dari target (perubahan) Rp 250 miliar, sementara PBB P2 baru terealisasi Rp 110 miliar dari target 131 miliar.

Amsakar menyebutkan, hal ini berakar dari masalah mandeknya kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“IPH pengaruhi BPHTB, BPHTB pengaruhi PBB-P2,” terangnya.

Merujuk pada capaian dan masalah yang ia beberkan tersebut, Amsakar mengaku Pemko Batam berat mengejar sisa target hingga akhir tahun. Walau demikian, ia mengaku pihaknya tak patah semangat, untuk itu ia meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, terlebih dinas penghasil bekerja makasimal hingga akhir tahun.

“Triwulan empat, OPD harus full. Paling tidak capaian sampai akhir tahun 95 persen,” imbuhnya.

Amsakar juga mengomentari pendapatan dari sektor parkir. Menurutnya, sektor yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) ini capaiannya rendah dibanding sumber pendapatan lain di instansi yang dikepalai Yusfa Hendri tersebut.

“Sekarang baru Rp 5 miliar dari target Rp 6 miliar. Upaya peningkatan pendapatan dari parkir ini saya sudah perintahakan Yusfa,” ucapnya. Untuk diketahui, target Rp 6 miliar merupakan target perubahan dari yang semula Rp 30 miliar. (cr13)

RSUD Embung Fatimah Sedia Layanan Poli Akupuntur

0
ilustrasi

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah telah membuka poli akupuntur dan resmi beroperasi, Senin (16/10). Artinya RSUD Embung Fatimah merupakan satu-satunya rumah sakit yang menyediakan pelayanan kesehatan akupuntur medik yang ada di Kepri dan Riau.

“Hari ini sudah dibuka. Kita punya dua dokter spesialis akupuntur dan satu perawat yang siap melayani pasien,” ujar PLT Direktur RSUD, Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi.

Dua dokter yang melayani poli akupuntur tersebut adalah dr. Oey Beatrice Hakim Sp.Ak dan dr. Mohammad Fadly. Sp.Ak. Keduanya ini merupakan lulusan pendidikan dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dr Beatrice sendiri sudah membidangi ilmu akupuntur sejak tahun 2000.

Didi mengatakan pelayanan poli ini akan dibuka setiap hari sesuai dengan jadwal jam kerja. Keberadaan poli klinik terapi akupuntur sebagai bentuk wujud keseriusan RSUD Embung Fatimah untuk berbenah diri, melengkapi fasilitas kesehatan sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat untuk berobat di daerah sendiri dapat terpenuhi.

Meski demikian, diakuinya, ketersediaan alat medik akupuntur di RSUD masih terbatas.

“Alat masih kurang. Mereka masih menggunakan alat sendiri. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita anggarkan untuk peralatan mediknya,” ujar Didi.

Dr. Oey Beatrice Hakim Sp.Ak mengatakan pengobatan akupuntur bisa dijadikan terapi penunjang berbagai penyakit. Sehingga sangat bagus untuk mempercepat proses penyembuhan. Poli ini sendiri melayani pasien penderita berbagai penyakit seperti stroke, gangguan peredaran darah, nyeri bahkan kecantikan. Pengobatan penyakit ini mengandalkan jarum, lampu pemanas dan elektro simulator.

“Poli ini akan melayani pasien rawat inap,” kata Beatrice yang didampingi dr. Mohammad Fadly. Sp.Ak di ruang kerjanya.

Untuk terapi satu pasien, dibutuhkan waktu kurang lebih 45 sampai 50 menit. Keduanya berharap, dengan adanya poli akupuntur, masyarakat Batam tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan pengobatan jarum suntik tersebut. Pengobatan akupuntur akan dilakukan sesuai dengan rekam medik yang diderita pasien.

“Jadi harus ada surat rujukan dari dokter,” tutup Beatrice . (cr19)

Kemenaker Anjurkan UMP Naik 8,71 Persen

0
Buruh pabrik pulang kerja dari perusahaan di kawasan Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Rabu (12/7/2017).  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah mengatur agar UMP agar ditetapkan berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015. UMP ini akan menjadi dasar dari penetapan UMK di Batam.

Dalam Surat Edaran dengan nomor B.337/M.Naker/PHIJSK-Upah/X/2017 tersebut, Kemenaker menyarankan agar kenaikan upah berada di angka 8,71 persen. Nilai ini diperoleh dari inflasi nasional tahun berjalan sebesar 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,99 persen. Sudah mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015.

Gubernur wajib menetapkan UMP pada tanggal 1 November 2017 dan UMK ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada tanggal 21 November 2017. Disini Gubernur dapat menetapkan UMK Batam yang dianggap mampu membayar UMK lebih tinggi dari UMP.

Lalu bagaimana pendapat instansi negara dan pengusaha. Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan pihaknya sangat berharap agar kedua belah pihak yakni kaum buruh dan kalangan pengusaha bisa menjaga situasi tetap kondusif.

“Iya kita masih pelajari aturannya. Selain itu, demi meningkatkan gairah investasi, maka BP Batam akan terus memfokuskan diri untuk percepatan dan penyederhanaan perizinan online,” katanya.

Dan untuk itu, peranan kedua belah pihak untuk menjaga iklim investasi menjadi sangat penting.”Apapun produk pemerintah mari kita kawal bersama. Pemerintah saat ini adalah pemerintah yang sangat dipercaya oleh rakyat sesuai hasil survey lembaga internasional,” katanya lagi.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan pihaknya akan mengikuti ketentuan.

“Kami akan mengikuti ketentuan yang berlaku sesuai dengan PP pengupahan,” katanya.

PP yang ada saat ini kata Jadi merupakan pedoman yang pas dalam menentukan UMK.

“Produknya sudah tepat karena menyesuaikan kondisi saat ini dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” katanya lagi.

Sedangkan Wakil Ketua Bidang Transportasi Umum, Forwarder dan Kepelabuhanan Kadin Kepri, Osman Hasyim mengatakan permintaan buruh yang ingin UMK naik sebanyak 50 Dollar Amerika tidak bisa dituruti pengusaha.

“Kami sudah membicarakannya dalam rapat internal. Dan kami tidak sanggup jika nilainya sebanyak itu,” katanya.

Permintaan buruh dianggap kontraproduktif dengan PP 78 Tahun 2015.

“Jika terus menuntut seperti itu, Batam akan kehilangan daya saing. Karena ketika kita disibukkan oleh penentuan nilai UMK, maka Malaysia sudah sibuk mempersiapkan insentif baru untuk investor,” paparnya.(leo)

Pesona Mirrorless Menggaet Wanita

0
Nesha (kiri) bersama Frederica sedang melihat hasil foto dari kamera mirrorless, dalam pengarapan proyek kreatif desain di Nongsa, Sabtu (14/10/2017). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kamera mirrorless kian populer di Indonesia. Pangsa pasar kamera ini terus menunjukkan peningkatan dari seluruh pasar kamera digital. Hasil riset Gfk mencatat, di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) segmen kamera mirrorless berkembang hingga 45 persen di 2016.

Salah satu alat yang cukup revolusioner di hidup manusia ini, mirrorless dianggap mumpuni dalam memenuhi kebutuhan dunia fotografi. Bentuknya yang praktis dan ringan, membuat mirorrless digandrungi para kaum hawa. Apalagi kalau bukan dari hobi mereka, yang senang jalan-jalan dan gemar mengabadikan sesuatu melalui hasil visual.

Sebagai seorang traveler yang gemar memotret, Meri memilih mirorrless dalam menemani aktivitasnya tersebut.

“Selain simple, fitur mirrorless juga gak kalah mendukung untuk mempermudah fungsinya,” ujarnya yang juga penulis ini.

Dari segi penampilan, kamera ini jelas menambah ‘keren’ tampilan penggunanya. Meski tidak mahir menggunakan layaknya seorang fotografer, mirrorless juga bisa dijadikan salah satu pelengkap penampilan.

“Sekarang udah tren-nya mirrorless. Model-model kamera ini terkesan elit, yang membuatnya jadi pelengkap penampilan yang bagus. Terutama bagi cewek-cewek yang gemar bergaya,” ungkap Meri.

Bahkan pesona mirrorless yang menggaet wanita untuk memilikinya itu, juga mencuri perhatian para tim creative studio yang notabene dipergunakan sebagai fasilitas untuk bekerja. Seperti yang dilakukan Nesha dan Frederica Yoshawirja, tim creative Violad / Glymps, Jakarta.

Kedua wanita ini mengunjungi Batam dalam sebuah proyek yang melibatkan tim partner-nya, Tompi. Tidak berbeda dengan Meri, Nesha juga berpendapat bahwa mirorrless merupakan peralatan penunjang fotografi yang tidak ribet dibawa kemana-mana.

“Cocok untuk kerjaan karena fiturnya sudah lengkap,” ujar wanita lulusan University Creative Arts (UCA) London ini.

Begitu juga Frederica, alumni University of Texas, yang memakai mirroless dalam pembuatan film fotografi. Mereka yang sama-sama mahir dalam creative design ini, mampu memanfaatkan mirrorless untuk menuai pundi-pundi keuntungan.

“Banyak orang bilang, cewek hobi fotografi itu keren. Dan cewek bergaya dengan mirrorless juga bisa menarik perhatian. Sekarang tergantung user-nya, mau milih menggunakan mirrorless untuk apa,” tuturnya. (nji)

 

DPRD Batam Bentuk Dua Pansus Ranperda

0

batampos.co.id – DPRD Batam membentuk dua panitia khusus (pansus) untuk pembahasan dua rancangan peraturan daerah (ranpeda). Persetujuan ini dicapai dalam sidang paripurna, Senin (16/10), setelah fraksi-fraksi di DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap dua ranperda tersebut.

Adapun kedua ranperda ini ialah pengelolaan barang milik daerah dan ranperda pelestarian seni budaya melayu.

Ketua pansus peneglolaan barang milik daerah diketuai oleh Udin P. Sialoho, wakil Mesrawati dan Sekretaris Bustamin. Sementara seni budaya melayu diketuai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Yunus dan Wakil Ketua Suhardi Tahirek.

“Kita sudah tetapkan pimpinan pansus. Selanjutnya pembahasan pansus bersama pemko Batam melalui dinas terkait,” kata wakil ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin,” kemarin.

Pengelolaan barang milik daerah merupakan ranperda yang diajukan pemko Batam. Ranperda ini diusulkan karena ada perubahan regulasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah.

“Guna menjamin perda tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, sehingga perlu penyesuaian di tingkat daerah,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan perundang-undangan dan Permendagri yang baru mengamanatkan agar pengelolaan barang milik daerah dilakukan secara tertib adminsitrasi. Maka untuk itu diperlukan perda sebagai landasan penegelolaan barang milik daerah,” jelas Amsakar.

Sementara pelestarian seni budaya melayu merupakan inisiatif ranperda DPRD Batam. Ranperda ini dianggap penting mengingat sebagai jati diri kota Batam, sekaligus kepastian dalam melindungi dan meningkatkan seni dan budaya melayu di Batam.

“Semua fraksi sepakat ranperda ini dibentuk pansus. Dan alhamduliha hari ini sudah diputuskan ketua dan wakil pansusnya,” kata Aman, pengusul ranperda pelestarian seni budaya melayu. (rng)

KEK Galang Batang Baru ada Pelabuhan

0
PT BAI, kawasan ekonomi khusus Galang Batang. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Selain Kawasan Industri Bintan (KIB) di Lobam yang bebas pajak karena fasilitas Free Trade Zone, Bintan sekarang memiliki kawasan industri
baru. Adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang dengan nilai investasi Rp 36,6 triliun.

Senin (16/10) kemarin Batam Pos menelusuri jalan menuju kawasan yang
terletak di wilayah timur Pulau Bintan ini. Tanjunguban jarak tempuh sampai ke kawasan ini sekitar lebih dari 60 kilometer atau sekitar lebih dari sejam. Sedangkan jika
berangkat dari Ibu Kota Kepri Tanjungpinang, maka lebih dari 30 menit
atau lebih dari 30 kilometer.

Jalan yang dilalui adalah Jalan Lintas Barat menuju Simpang Lampu Merah Batu 16, Bintan, lalu bergerak ke simpang Pos Polisi Gesek di Batu 20. Dari sini, pengendara bergerak ke simpang tiga Kawal. Jika jalan lurus maka ke arah Kawal atau Pantai Trikora, namun apabila
belok ke simpang kanan arahnya ke kawasan industri Galang Batang.

Hanya untuk sampai ke lokasi kawasan ekonomi khusus Galang Batang, harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer. Jalannya mulus dengan bahu jalan yang sangat lebar. Bahkan, terlihat pemandangan berbukit yang cukup indah. Di beberapa persimpangan terlihat ada jalan baru yang lagi dalam pekerjaan, salah satunya adalah simpang menuju PT BAI,
sebagai pengelola kawasan ekonomi khusus. “Iya ini jalan menuju ke PT
BAI,” ujar seorang pekerja.

Di pinggir jalan itu, terlihat beberapa kayu berwarna merah bertuliskan PT BAI. Ada juga patok lahan dari batu, yang bertuliskan PT BAI dengan latar warna merah. Artinya, lahan-lahan tersebut sudah masuk dalam kawasan ekonomi khusus, yang dikelola PT BAI. Setelah menemukan simpang menuju PT BAI bahu jalannya menyempit atau ukuran
sekitar 5 meter.

Cukup banyak persimpangan di sana, tetapi jika mau ke kawasan industri Galang Batang, lurus saja alias mentok aspal. Maka di sanalah tempatnya. Di kala menuju ke kawasan tersebut, terlihat pemukiman penduduk yang berjarak. Terlihat kelenteng dan gedung
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Bintan Satu Atap, Gunung
Kijang.

Setelah melewati sekolah itu, di sanalah letak pos pertama PT BAI. Dari pantauan di lapangan belum terlihat pembangunan dari luar. Hanya terlihat rumput ilalang di luar lokasi pos sekuriti. Sedangkan di dalam pos kawasan itu hanya terlihat padang yang belum dikerjakan karena tidak terlihat alat beratnya. Hanya terlihat beberapa kali
mobil masuk ke dalam kawasan itu.

Seorang petugas keamanan menuturkan, baru ada pelabuhan yang dibangun.
Lainnya, seperti kantor belum dibangun. Saat ini, kantor PT BAI berada di Tanjungpinang. “Di sini cuma ada mandor pak, kantornya di Tanjungpinang,” kata seorang petugas keamanan di sana.

Selain pos yang memiliki portal itu, terdapat tempat parkiran di samping pos. Jumlah kendaraan yang parkir tidak lebih dari 20 unit sepeda motor. Menurut informnasi di lapangan, pekerjaan di sana sudah berlangsung sekitar empat tahun. Hanya setelah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus, pembangunan infrastruktur akan digesa, mulai dari pembangunan revainery dan smelter, serta pembangunan PLTU. Hal
ini dilakukan untuk mendukung kegiatan industri pertambangan yang ada
di kawasan tersebut.

Hanya, informasi yang diperoleh dari beberapa warga, lahan yang ada di sana beberapanya masih tersangkut masalah dengan lahan masyarakat. Seorang warga yang ditemui di sana mengatakan, banyak warga yang mengklaim lahan kemudian menjualnya ke perusahaan. “Di sinilah masalahnya,” kata seorang warga yang kebetulan ditemui di sana.

Sementara itu, Pj Kades Gunung Bintan, M Yan Anwary yang ditemui di kantornya mengatakan, untuk luas lahan yang dimiliki PT BAI dirinya tidak tahu persis karena PT BAi memiliki tim identifikasi lahan sendiri. Meski demikian, PT BAI tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Pihak PT BAI juga, kata dia telah menujukkan masterplan pembangunan kawasan ekonomi khusus Galang Batang ini. Tahap awal, dikabarkan perusahaan akan membangun smelter, PLTU, dan infrastruktur lainnya seperti waduk, masjid dan sekolah. Pria yang baru menjabat ini, berharap, pembangunan ini terealisasi dan berjalan sesuai rencana karena akan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Sebagaimana diketahui, desa ini memiliki sekitar 2.081 jiwa dengan penduduk bermatapencarian sebagai petani, buruh tani, buruh tambang, berdagang dan pegawai. Desa ini berbatasan di sebelah utara dengan kelurahan Kawal, di selatan dengan Sei Lekop, di Barat dengan Sei Lekop dan Toapaya Selatan dan Timur berbatasan laut.
Sementara itu, Camat Gunung Kijang Satrida Novykar mengatakan, dirinya
tidak terlalu fokus terhadap perkembangan kawasan ekonomi khusus
karena langsung ke dinas perizinan.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Bintan Hasfarizal Handra menyebut, meski telah diteken PP nomor 42 tahun 2017 tentang penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang namun demikian pihaknya masih menunggu Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan Dewan Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang atau administrator kawasan.

Hanya, ia berharap setelah ini, PT BAI menggesa pembangunan infrastruktur, seperti membangun fasilitas pendukung investasi seperti penyediaan air, pengelolaan limbah, jalan sampai dengan pemasangan tapal batas.

Sementara itu, Manager Operasional PT BAI Zurkani Afikri belum berhasil dimintai penjelasan terkait perkembangan pembangunan terbaru di kawasan tersebut, karena masih rapat. “Masih rapat,” ungkapnya, setelah beberapa kali dihubungi. Hanya sebelumnya ia mengatakan, beberapa tender pengerjaan sudah dimulai, dan kemungkinan di tahun depan pembangunan infrastruktur akan dimulai, seperti revainery dan
smelter, hingga pembangunan kantor untuk dewan kawasan dan pembangkit
listrik yang akan menunjang kegiatan di kawasan tersebut.

Sebelumnya ia juga menjelaskan bahwa setelah keluarnya Keppres maka akan dibentuk Dewan Kawasan Ekonomi Khusus. Di mana, Dewan Kawasan akan diketuai Gubernur Kepri dan wakilnya adalah Bupati Bintan dengan 9 anggota. 9 anggota ini terdiri atas 3 pegawai dari lingkungan pemerintah pusat yang ada di daerah yakni badan pertanahan, imigrasi
dan Bea Cukai. Lalu 3 pegawai dari Pemprov Kepri dan 3 lagi dari
Pemkab Bintan. (cr21)

Pemanah Pemula Batam Berjaya di Bascot Open

0

batampos.co.id – Pemanah-pemanah pemula yang tergabung dalam klub Batam Archery Center (BAC) secara mengejutkan mampu tampil gemilang dalam turnamen panahan Bascot Open 2017.

Ajang yang digelar lapangan tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, 11-15 Oktober 2017 ini sebenarnya hanya dijadikan ajang untuk mencari pengalaman dan jam terbang bagi atlet-atlet panahan binaan BAC ini.

Namun di turnamen panahan Bascot Open tersebut, BAC yang mengirimkan tujuh atletnya bertanding di tiga kategori yang dilombakan sukses meraih total lima medali.

Tujuh atlet yang diturnkan yakni Arvy Fadhil Firansyah (SMP AIS, kelas 1), Syahdan Syahrudin (SDN 004 Batuaji, kelas 6), Hafidz Rafif Wibowo (SDIT Mutiara Insani, kelas 6) dan Nadia Jasmine Maharani (SDIT Mutiara Insani, kelas 5) di kategori ronde nasional U-13 putra/putri dengan jarak 15 meter.

Kemudian ada Andre Hartanto (SMPN 3 Batam, kelas 2) di kategori ronde nasional U-17 putra/putri dengan jarak 18 meter.

Lalu, Budi Darmawan Tanjung dan Ujang Supandi di kategori ronde nasional umum putra/putri dengan jarak 30 meter.

“Luar biasa, padahal anak-anak ini baru tampil perdana kali di turnamen luar Batam,” ujar Ketua BAC, Ilham kepada Batam Pos, Senin (15/10).

Dua medali emas dipersembahkan Andre Hartanto di kategori ronde nasional U-17 putra dengan jarak 18 meter dan Syahdan Syahrudin di kategori ronde nasional U-13 putra dengan jarak 15 meter.

Satu medali perak diperoleh Arvy Fadhil Firansyah di kategori ronde nasional U-13 putri dengan jarak 15 meter.

Dan dua medali perunggu masing-masing diperoleh Syahdan Syahrudin di kategori ronde nasional U-13 putra dengan jarak 15 meter dan Budi Darmawan Tanjung di kategori ronde nasional umum putra dengan jarak 30 meter.

Ilham berharap dengan pencapaian prestasi ini bisa memberikan semacam tambahan motivasi dan semangat bagi atlet-atlet panahan BAC lainnya untuk semakin tekun dan rajin berlatih sehingga bisa memperoleh prestasi lagi di event-event mendatang.

“Ini bisa jadi semacam cambuk semangat bagi anak-anak agar bisa meraih prestasi lagi pada turnamen di kemudian hari,” tutup Ilham. (cr16)

 

Pembalap Batam Dominasi Drag Bike 2017

0
Kedua pembalap saat saling bersiap-siap akan memulai start dalam gelaran Drag Bike Batam 2017 di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal Batam, Batam, Minggu (15/10). F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Pembalap-pembalap Batam mampu mendominasi gelaran Drag Bike Batam 2017 yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Sumatera Utara (Ikabsu) Kepri di Sirkuit Non Permanen Temenggung Abdul Jamal Batam, Minggu (15/10).

Pembalap Batam, Suhada Tuyul keluar sebagai juara umum setelah sukses mendominasi dan meraih podium di berbagai kelas yang dipertandingkan.

Seperti di kelas bebek 4T standar 116cc, pembalap dari klub Marindo Jaya ini meraih podium satu dengan catatan waktu 10,006 detik. Di podium kedua ditempati pembalap Deni Jamihan asal Kijang dengan catatan waktu 10,130 detik. Tempat ketiga diperoleh pembalap Raynald Aprilia asal Batam dengan torehan waktu 10,253 detik.

Di kelas bebek 2T Tune Up 130cc, Suhada juga sukses meraih juara pertama dengan catatan waktu 8,023 detik. Posisi runner up didapat Deni Saputra asal Batam dengan torehan waktu 8,131 detik dan di tempat ketiga diperoleh pembalap Agung Wibowo dari Batam dengan catatan waktu 8,164 detik.

Pembalap Suhada Tuyul yang mengendarai Ninja ini berhasil menunjukkan dominasinya di kelas Free For All usai meraih podium satu dengan catatan waktu 7,50 detik. Disusul Nicko Sakau di runner up setelah mencatatkan waktu 7,60 detik. Di tempat ketiga diperoleh Isluna Kadut dengan torehan waktu 8,40 detik.

Sementara itu di kelas lainnya, seperti kelas bebek 4T standar 150cc, bebek 2T standar 120cc dan kelas sport 2T rangka standar 155cc, Suhada meraih juara kedua.

Keluar sebagai juara umum, Suhada berhak mendapatkan hadiah utama yakni satu unit motor matic.

Gelaran Drag Bike Batam 2017 sendiri diikuti 320 pembalap baik yang berasal dari Batam, Kepri dan provinsi lainnya. Sebanyak 18 kelas dipertandingkan dalam ajang tersebut.

Ketua Ikabsu Kepri, Noetrin Sihaloho mengatakan puas dan senang setelah lomba balap yang baru pertama kali diadakan Ikabsu Kepri ini tergolong sukses dan lancar.

“Dengan dukungan semua pihak seperti IMI Kepri dan komunitas otomotif di Kepri, acara ini bisa berjalan lancar. Meski harus tertunda karena hujan deras, tapi semua kelas bisa dipertandingkan dan diselesaikan dengan baik,” kata Noetrin kepada Batam Pos, Senin (15/10).

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS yang membuka Drag Bike Batam 2017 ini berharap dengan semakin banyaknya event-event balap di Kepri bisa menjadi wadah resmi bagi pecinta balap roda dua maupun roda empat untuk menyalurkan hobi sekaligus meraih prestasi sehingga nantinya bisa muncul pembalap-pembalap potensial Kepri yang bisa bersaing di tingkat nasional.

“Semoga semakin banyak bermunculan pembalap berbakat dari event-event seperti ini. Dan pemerintah bisa segera mewujudkan sirkuit balap yang permanen di Kepri,” tutup Usep. (cr16)