Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1299

Penggiat Alam Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Bintan

0
Gunung Bintan
Para penggiat alam di Pulau Bintan menggelar Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di puncak Gunung Bintan. F. Misbach Syabilal Arsy untuk Batam Pos.

batampos – Gunung Bintan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menjadi saksi berkibarnya Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Puluhan penggiat alam dan mahasiswa pencinta alam dari berbagai komunitas mendaki gunung setinggi 336 mdpl itu untuk menggelar upacara pengibaran bendera, Sabtu-Minggu (16-17/8).

Sebelum pendakian, rombongan menggelar doa bersama di kaki gunung. Dengan ransel di punggung, mereka menapaki jalur setapak yang licin sisa kabut pagi, ditemani vegetasi hijau khas Gunung Bintan. Perjalanan ditempuh sekitar satu setengah jam hingga tiba di puncak.

Setelah mendirikan tenda dan bermalam di ketinggian, para penggiat alam melaksanakan upacara pada Minggu pagi. Mereka berdiri tegak memberi hormat saat bendera Merah Putih dikibarkan, sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat.

“Kegiatan ini bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia,” kata Misbach, salah seorang penggiat alam.

Ia menyebut kegiatan ini diikuti berbagai komunitas, di antaranya Komunitas Penggiat Alam Setapak (Kompas), Wak Outdoor Brotherhood, Bintan Petualang, Muda Trip, Melancoy Coy, Mapala UMRAH, Mapala Stisipol Raja Haji, dan Mapala STAIN Sultan Abdurrahman.

Selain upacara, komunitas juga melaksanakan operasi bersih-bersih sampah mulai dari kaki hingga puncak Gunung Bintan. Mereka mengimbau wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan dan membawa kembali sampah plastik.

“Kesadaran menjaga kebersihan adalah hal penting. Jangan tinggalkan sampah plastik di gunung,” tegas Misbach.

Gunung Bintan sendiri dikenal sebagai ikon wisata alam di tengah Pulau Bintan. Meski ketinggiannya kurang dari 400 meter, gunung ini menawarkan panorama hutan tropis, udara sejuk, dan keindahan yang memikat wisatawan. (*)

Reporter: Yusnadi Nazar 

Artikel Penggiat Alam Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Bintan pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Warga Binaan Batam Terima Remisi di HUT ke-80 RI, Puluhan Langsung Bebas

0
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam menyerahkan SK remisi kepada warga binaan di Lapas Batam. F Eusebius Sara

batampos – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen penuh suka cita bagi ribuan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Kota Batam. Sebanyak 2.374 orang yang tersebar di Lapas, Rutan, maupun LPKA menerima pengurangan masa hukuman atau remisi. Dari jumlah itu, puluhan warga binaan langsung menghirup udara bebas.

Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksana, mengatakan pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang menunjukkan perilaku baik serta berkomitmen memperbaiki diri.
“Remisi ini adalah penghargaan bagi mereka yang berusaha berubah. Meski kami masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan personel, pelayanan tetap berjalan optimal berkat dukungan Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah usulan remisi umum di Batam mencapai 1.296 orang, sementara remisi dasawarsa sebanyak 1.403 orang. Dari jumlah tersebut, terbit Surat Keputusan (SK) untuk 1.275 penerima remisi umum dan 1.436 penerima remisi dasawarsa.

Rincian Remisi di Batam

  • Lapas Kelas IIA Batam: Dari 1.026 warga binaan, sebanyak 781 orang memperoleh Remisi Umum 1, sembilan orang mendapat Remisi Umum 2 atau langsung bebas. Untuk Remisi Dasawarsa, 825 orang memperoleh Dasawarsa 1, sementara dua orang menerima Dasawarsa 2 atau langsung bebas.
  • LPKA Kelas II Batam: Dari 59 anak binaan, lima mendapat Remisi Umum 1, satu anak memperoleh Remisi Umum 2, lima anak menerima Dasawarsa 1, dan 18 anak mendapat pengurangan masa pidana denda.

Acara penyerahan remisi berlangsung di lapangan utama Lapas Kelas IIA Batam, Sabtu (17/8). Hadir dalam kesempatan itu Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, Dandim 0316/Batam Letkol Arh Yan Eka Putra, serta jajaran Forkopimda. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program pembinaan warga binaan.

Dalam acara tersebut, Amsakar Achmad membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM RI. Ia menekankan bahwa remisi bukan hanya pengurangan masa pidana, melainkan penghargaan negara bagi warga binaan yang taat aturan dan aktif dalam program pembinaan. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Wali Kota Amsakar menambahkan, warga binaan berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan berkontribusi positif setelah bebas.
“Warga binaan layak diberi kesempatan untuk kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan. Kami mendukung penuh proses pembinaan di Lapas,” tegasnya.

Amsakar juga mengaku terkesan dengan hasil pembinaan di Lapas Batam, mulai dari seni silat, karya lukisan, produk pertanian, hingga komitmen bersama melawan narkoba.
“Semua ini menunjukkan bahwa pembinaan sudah berjalan pada jalurnya. Harapannya, komitmen ini terus diperkuat ke depan,” ujarnya.

Suasana penyerahan remisi berlangsung khidmat dan penuh semangat kemerdekaan. Para warga binaan tampak gembira dan antusias, menyambut pengurangan masa hukuman sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan bermartabat setelah kembali ke masyarakat. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Ribuan Warga Binaan Batam Terima Remisi di HUT ke-80 RI, Puluhan Langsung Bebas pertama kali tampil pada Metropolis.

Saat Anak Babinsa Perbatasan Dapat Hadiah Spesial dari Pangkogabwilhan I

0
Anak babinsa Anambas
Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo saat memotivasi anak Babinsa Koramil 07 Palmatak, Dafa Ramadhan Putra Hadi. Kunto memberikan kejutan untuk mengikuti Pendidikan TNI AL, tahun depan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Di bawah rindangnya pohon di Komplek Koramil 07 Palmatak, Anambas, Minggu (17/8), suasana khidmat berubah haru ketika Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, merangkul seorang pelajar SMA bernama Dafa Ramadhan Putra Hadi.

Dafa, anak seorang Babinsa yang duduk di bangku kelas 12 SMA, tak menyangka bisa bertemu langsung dengan seorang jenderal bintang tiga.

Dengan mata berbinar, ia mengaku tengah mempersiapkan diri mengikuti tes masuk TNI demi mewujudkan cita-cita mengikuti jejak ayahnya.

“Kamu saya kira sudah jadi prajurit, rupanya masih sekolah. Sudah persiapan (tes) belum?” tanya Kunto dengan nada lembut.

Mendengar jawaban Dafa, Kunto memberikan pesan khusus. Ia menekankan agar anak-anak tentara, terutama yang tinggal di daerah perbatasan, dipersiapkan fisik dan mental sejak dini.

Tak berhenti di situ, Kunto memberi kejutan. Ia meminta stafnya mencatat biodata Dafa dan berjanji akan memberikan kesempatan khusus.

“Ya udah nanti ke (Angkatan) Laut saja. Hadiah dari saya untuk anak penjaga daerah perbatasan. Tapi fisik harus oke, tahun depan ketemu saya,” ucap Kunto sambil menepuk bahu Dafa.

Ucapan itu membuat mata Dafa berkaca-kaca. Sebagai anak perbatasan dengan kehidupan sederhana, perhatian seorang jenderal menjadi hadiah tak ternilai.

Kepada media, Kunto menegaskan setiap anak bangsa berhak mengabdi di TNI. Namun, ia juga mengakui anak-anak perbatasan memiliki tantangan lebih berat dibanding mereka yang tumbuh di kota.

“Kesempatan anak-anak perbatasan jauh lebih sedikit dibanding anak-anak di perkotaan. Karena itu, perlu ada kuota khusus untuk mereka,” tegasnya.

Hari itu, pelukan hangat seorang jenderal memberi cahaya baru bagi mimpi sederhana Dafa: mengabdi untuk negeri melalui jalur TNI. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Saat Anak Babinsa Perbatasan Dapat Hadiah Spesial dari Pangkogabwilhan I pertama kali tampil pada Kepri.

Kolaborasi BP Tanjungpinang, Bintan, Karimun Gelar Lomba HUT Kemerdekaan RI

0
BP Tanjungpinang
Para pegawai BP Tanjungpinang saat memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan lomba balap karung. F. BP Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Kota Tanjungpinang menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara berlangsung di Lapangan Mini Soccer Mabrur Pratama, Tanjungpinang.

Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, mengatakan kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan BP Bintan dan BP Karimun. Menurutnya, tujuan utama adalah mempererat silaturahmi antarpegawai BP di Kepulauan Riau.

“Harapannya dengan terjaganya semangat kebersamaan, BP di Kepri semakin solid untuk memajukan investasi dan ekonomi daerah,” ujar Cokky, Minggu (17/8).

Berbagai lomba digelar, mulai dari mini soccer dengan 12 pemain per tim, tarik tambang tujuh orang per instansi, balap karung, goli sendok, hingga lomba memasukkan paku ke dalam botol.

Kepala BP Bintan, Farid Irfan Siddik, menambahkan kebersamaan antar-BP dalam kegiatan ini memberi semangat baru bagi karyawan. “Kita bahagia bisa bersama-sama memperkuat silaturahmi dan keakraban antarpegawai,” ucapnya.

Farid berharap investasi di masing-masing kawasan BP terus tumbuh positif, sehingga membuka lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Kawasan (DK) FTZ Kepri, Luki Zaiman Prawira, menilai kegiatan olahraga bersama ini bukan hanya hiburan, tetapi juga konsolidasi antarpegawai.

“Jaga terus kekompakan dan kinerja yang baik. Dukungan rekan-rekan sangat penting dalam memajukan BP,” pungkasnya. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Kolaborasi BP Tanjungpinang, Bintan, Karimun Gelar Lomba HUT Kemerdekaan RI pertama kali tampil pada Kepri.

Pegawai RSUD RAT Tanjungpinang Alami Ancaman Pembunuhan, Polisi Selidiki

0
RSUD RAT Tanjungpinang
RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang yang terletak di Jalan WR. Supratman. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Kepolisian Resor Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menerima laporan dugaan ancaman pembunuhan yang dialami dua pegawai RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT).

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo, mengatakan pihaknya masih mendalami laporan tersebut. Penyidik Satreskrim juga telah memeriksa satu orang saksi.

“Saat ini baru satu saksi yang kita periksa. Yang lain akan segera kita periksa,” kata Agung, Minggu (17/8).

Kabag Perencanaan RSUD RAT, Syarip Hidayat, menyebut peristiwa itu terjadi pada 12 Agustus lalu. Saat itu, terduga pelaku sempat datang ke rumah sakit dan membuat keributan.

“Saya tidak tahu persis siapa yang melakukan pengancaman, tapi ancaman itu memang benar,” ujarnya.

Dua pegawai yang mendapat ancaman kemudian melapor ke Polresta Tanjungpinang pada 13 Agustus. Pihak RSUD menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada kepolisian.

“Sudah dibuat laporan. Kami serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib dan lagi tahap penyelidikan,” tegas Syarip. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Pegawai RSUD RAT Tanjungpinang Alami Ancaman Pembunuhan, Polisi Selidiki pertama kali tampil pada Kepri.

Pekerja Galangan Kapal Serukan Jaminan Keselamatan di Hari Kemerdekaan

0
Pekerja galangan kapal mengelas kapal di Tanjunguncang, Batuaji. Dokumen Batam Pos

batampos – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Batam dimaknai berbeda oleh para pekerja galangan kapal di Tanjunguncang. Di tengah semarak merah putih, mereka menyuarakan harapan agar keselamatan kerja (K3) benar-benar dijamin, mengingat insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa masih kerap terjadi.

Amri, salah seorang pekerja galangan kapal, menilai semangat kemerdekaan seharusnya memberi energi baru bagi pemerintah dan perusahaan untuk lebih serius melindungi pekerja.

“Kami ingin merdeka bukan hanya dari penjajahan, tapi juga dari ancaman kecelakaan kerja. Keselamatan itu harga mati,” ujarnya, Sabtu (17/8).

Nada serupa disampaikan Simpli, pekerja di galangan Seilekop, Sagulung. Menurutnya, penerapan K3 harus benar-benar dijalankan, bukan sekadar formalitas.

“Jangan tunggu jatuh korban baru ribut. Pencegahan jauh lebih penting,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari Panglima Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto. Ia menyebut kecelakaan kerja yang terus berulang sebagai bukti bahwa K3 belum menjadi komitmen bersama.

“K3 jangan dianggap beban, tapi investasi keselamatan pekerja. Sayangnya, selama ini hanya dijadikan syarat formal untuk lolos aturan,” ucapnya.

Menurut Suprapto, pengawasan di banyak galangan kapal hanya ketat di pintu masuk. Pemeriksaan alat pelindung diri (APD) memang rutin dilakukan, tetapi kondisi di dalam area kerja justru longgar.

“Di luar kelihatan disiplin, tapi di dalam jauh dari standar. Inilah yang membuat kecelakaan terus terulang,” tambahnya.

Belum lama ini, dua insiden besar kembali menambah panjang daftar kecelakaan kerja di Batam. Ledakan kapal Federal II di galangan PT ASL, Tanjunguncang, Selasa (24/6), menewaskan lima pekerja dan melukai empat lainnya. Beberapa pekan kemudian, M Raudhul Ma’ari, pekerja subcon PT Sinar Lautan Agung, meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik di galangan PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8).

Rangkaian peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan mendesak evaluasi serius terhadap pengawasan keselamatan di industri galangan kapal. Pola yang sama berulang: lemahnya SOP dan pengawasan di lapangan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, saat dikonfirmasi Jumat (15/8), menegaskan penyelidikan kasus kematian Raudhul Ma’ari masih berlanjut.

“Proses masih berjalan, saksi terus bertambah, dan belum ada penetapan tersangka. Kami masih mendalami apakah ada unsur pidana, kelalaian, atau human error,” tegasnya.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari pekerja maupun manajemen perusahaan, termasuk pemeriksaan kelayakan alat kerja serta penerapan SOP keselamatan di lokasi. Hasil penyelidikan diharapkan bisa memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pelajaran agar insiden serupa tak terulang.

Bagi para pekerja, harapannya sederhana: bisa bekerja dengan tenang dan pulang selamat ke rumah. “Kemerdekaan sejati itu ketika kami bisa pulang kerja dengan selamat,” tutup Amri. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Pekerja Galangan Kapal Serukan Jaminan Keselamatan di Hari Kemerdekaan pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Targetkan 2026 Tak Ada Lagi Wilayah Krisis Air Bersih

0

batampos – Kebutuhan air bersih di sejumlah kawasan remote area Kota Batam kian mendesak seiring bertambahnya perumahan yang belum terlayani distribusi air.

Beberapa wilayah seperti Tanjungsengkuang dan Batumerah di Batuampar; Patam Lestari di Sekupang; serta Tanjung Piayu Laut di Seibeduk; menjadi contoh daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan pasokan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

, menyebut kawasan tersebut termasuk dalam kategori stress area, yakni daerah yang belum dialiri air bersih selama 24 jam penuh.

“Dari total 24 wilayah stress area, sekarang sudah turun menjadi 18 wilayah. Penurunan ini berkat pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air) Duriangkang dan IPA Tembesi,” katanya, Minggu (17/8).

BP Batam menargetkan penyelesaian masalah air bersih di kawasan tersebut melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya dengan pembangunan valve di Kampung Ponjen serta IPA Sei Ladi, yang diperkirakan selesai pada Juni 2026.

“IPA Sei Ladi ini akan menjadi salah satu solusi permanen untuk menambah kapasitas pasokan,” kata Tuty.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, BP Batam menyiapkan langkah darurat untuk membantu warga. Tandon air sementara dipasang di titik-titik pemukiman, sementara pasokan tambahan juga dikirim menggunakan truk tangki ke daerah yang sulit teraliri pipa.

Mebijakan tersebut diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. “Walaupun belum 24 jam, setidaknya akses warga terhadap air bersih bisa terbantu dengan distribusi tandon dan truk tangki,” tambah dia.

Dari sisi anggaran, BP Batam menyiapkan Rp26 miliar khusus untuk pembangunan IPA Sei Ladi. Proyek ini diperkirakan mampu memperkuat sistem distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan pada suplai darurat.

“Kami berkomitmen agar semua masyarakat Batam mendapatkan akses air bersih yang layak dan merata,” ujar Tuty. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Targetkan 2026 Tak Ada Lagi Wilayah Krisis Air Bersih pertama kali tampil pada Metropolis.

BP Batam Targetkan 2026 Tak Ada Lagi Wilayah Krisis Air Bersih

0

batampos – Kebutuhan air bersih di sejumlah kawasan remote area Kota Batam kian mendesak seiring bertambahnya perumahan yang belum terlayani distribusi air.

Beberapa wilayah seperti Tanjungsengkuang dan Batumerah di Batuampar; Patam Lestari di Sekupang; serta Tanjung Piayu Laut di Seibeduk; menjadi contoh daerah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan pasokan.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

, menyebut kawasan tersebut termasuk dalam kategori stress area, yakni daerah yang belum dialiri air bersih selama 24 jam penuh.

“Dari total 24 wilayah stress area, sekarang sudah turun menjadi 18 wilayah. Penurunan ini berkat pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air) Duriangkang dan IPA Tembesi,” katanya, Minggu (17/8).

BP Batam menargetkan penyelesaian masalah air bersih di kawasan tersebut melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya dengan pembangunan valve di Kampung Ponjen serta IPA Sei Ladi, yang diperkirakan selesai pada Juni 2026.

“IPA Sei Ladi ini akan menjadi salah satu solusi permanen untuk menambah kapasitas pasokan,” kata Tuty.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, BP Batam menyiapkan langkah darurat untuk membantu warga. Tandon air sementara dipasang di titik-titik pemukiman, sementara pasokan tambahan juga dikirim menggunakan truk tangki ke daerah yang sulit teraliri pipa.

Mebijakan tersebut diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. “Walaupun belum 24 jam, setidaknya akses warga terhadap air bersih bisa terbantu dengan distribusi tandon dan truk tangki,” tambah dia.

Dari sisi anggaran, BP Batam menyiapkan Rp26 miliar khusus untuk pembangunan IPA Sei Ladi. Proyek ini diperkirakan mampu memperkuat sistem distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan pada suplai darurat.

“Kami berkomitmen agar semua masyarakat Batam mendapatkan akses air bersih yang layak dan merata,” ujar Tuty. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel BP Batam Targetkan 2026 Tak Ada Lagi Wilayah Krisis Air Bersih pertama kali tampil pada Metropolis.

Warga Pulau Lalang Heboh Temukan Anak Paus Biru Terdampar di Pantai

0
Paus terdampar
Warga mengubur bangkai anak paus biru yang terdampar di pesisir Pulau Lalang, Lingga. F. Istimewa untuk Batam Pos.

batampos – Warga Pulau Lalang, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, dihebohkan dengan penemuan seekor ikan berukuran raksasa di pesisir pantai, Sabtu (16/8). Hewan laut tersebut diduga kuat merupakan anak paus biru yang terdampar sejak malam hari.

Saat ditemukan pada pagi hari, tubuh paus masih hidup meski dalam kondisi lemah dan terombang-ambing ombak. Namun tak lama kemudian, hewan itu dinyatakan mati.

“Dia waktu malam sudah ada, waktu pagi masih hidup tapi lemah. Yang pertama kali melihat itu Buan,” kata Jasmani, salah seorang warga Pulau Lalang, Minggu (17/8).

Setelah memastikan paus tak bernyawa, warga bergotong royong mengevakuasi tubuhnya ke daratan dengan tali dan batang kayu. Prosesnya cukup lama karena ukuran tubuh paus sangat besar.

Warga sepakat menguburkan bangkai paus di sekitar pantai untuk mencegah bau tak sedap sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau dibiarkan bisa menimbulkan masalah kesehatan, jadi kami putuskan untuk menguburkannya,” ujar Jasmani. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Warga Pulau Lalang Heboh Temukan Anak Paus Biru Terdampar di Pantai pertama kali tampil pada Kepri.

Pantai Barelang Diserbu Wisatawan Saat Libur Kemerdekaan, Polisi Gelar Patroli Rutin

0
isata pantai diserbu pengunjung saat liburan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. F. Eusebius

batampos – Suasana libur peringatan Hari Kemerdekaan  ke-80 Republik Indonesia turut diramaikan oleh ribuan warga yang memadati kawasan wisata pantai di Barelang, Batam. Antusiasme pengunjung terlihat sejak pagi hingga sore hari, menjadikan pantai sebagai destinasi utama melepas penat bersama keluarga.

Meski ramai, pihak pengelola pantai tetap mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Petugas kebersihan pun ditambah demi memastikan kawasan tetap nyaman dan asri.

“Kami berharap pengunjung bisa ikut menjaga keindahan pantai,” ujar Arnol, salah seorang pengelola.

Di sisi lain, Polsek Galang juga menurunkan personel untuk melakukan patroli rutin di sepanjang jalan Trans Barelang hingga kawasan pantai. Patroli ini bertujuan memastikan keamanan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban. Polisi juga terlihat membantu mengatur arus kendaraan agar lalu lintas tetap lancar meski padat pengunjung.

Kemeriahan libur kemerdekaan di Barelang ini menjadi bukti bahwa wisata pantai masih menjadi pilihan favorit warga Batam dan sekitarnya. Dengan dukungan pengelola, aparat kepolisian, serta kesadaran pengunjung, perayaan kemerdekaan di kawasan pantai dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kegembiraan. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Pantai Barelang Diserbu Wisatawan Saat Libur Kemerdekaan, Polisi Gelar Patroli Rutin pertama kali tampil pada Metropolis.