
batampos – Sebagai wanita menjadi seseorang dengan jabatan tinggi tidaklah mudah. Anne Aly menunjukkan kemampuan perempuan berdiri di bidang politik di Australia.
Anne Aly dikenal sebagai perempuan Muslim yang menjabat sebagai menteri di tingkat federal Australia.
Perempuan kelahiran Mesir ini memiliki nama lengkap Azza Mahmoud Fawzi Hosseini Ali el Serougi. Anne lahir pada 29 Maret 1967 di Alexandria, Mesir.
Bermigrasi ke Australia ketika berusia dua tahun bersama keluarganya. Anne kemudian meneruskan pendidikannya di American University in Cairo pada tahun 1990 dengan lulusan Bachelor of Arts.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Edith Cowan University pada tahun 1994 dengan lulusan Graduate Diploma. Anne juga sempat menjadi Master of Education (1996) dan PhD (2008), dengan fokus pada kontra terorisme dan radikalisasi anak muda.
Anne Aly menghabiskan masa mudanya dengan menempuh pendidikan secara giat. Ia juga pernah menjadi profesor di Edith Cowan University dan Curtin University.
Tidak hanya sebagai profesor, Anne juga mendirikan organisasi Youth-Ied People Against Violent Extremism (PaVE) pada 2013.
Anne Aly juga berbicara di konferensi anti-ekstremisme di Gedung Putih pada 2015. Ia terpilih sebagai anggota House of Representatives mewakili daerah Cowan (Perth, WA) sejak Pemilu Juli 2016.
Setelah kemenangan Partai Buruh pada pemilu Mei 2022, ia ditunjuk sebagai Minister for Early Childhood Education dan Minister for Youth yang menjadikannya wanita Muslim pertama yang menjabat sebagai menteri di pemerintahan federal pada 1 Juni 2022.
Pasca pemilu 3 Mei 2025, Anne Aly diangkat sebagai anggota kabinet penuh. Ia menjabat sebagai:
– Minister for Small Business
– Minister for International Development
– Minister for Multicultural Affairs
Jabatan tersebut dimulai pada 13 Mei 2025. Anne menjadi wanita Muslim pertama yang berada di posisi kabinet penuh di pemerintah federal Australia.
Pada Juni 2025, Anne mengumumkan pembentukan Office for Multicultural Affairs dalam Departemen Home Affairs. Lembaga ini menyatukan fungsi – fungsi kebijakan multikultural nasional, seperti program English Migran Adult dan layanan TIS National, serta modernisasi program hibah komunitas.
“Multikulturalisme bukan sekadar perayaan budaya, namun harus dihargai melalui kebijakan yang inklusif dan aksesibilitas penuh bagi seluruh warga, termasuk penduduk dari berbagai latar agama dan budaya,” kata Anne Aly, dikutip dari theaustraliatoday, Rabu (6/8).
Anne Aly membuka jalur bagi calon pemimpin perempuan serta komunitas migran di dunia politik Australia. Jejaknya membuka pintu bagi generasi migrant dan perempuan untuk aktif di ranah publik. (*)
Reporter: Juliana Belence
Artikel Anne Aly Perempuan Muslim Pertama Jadi Menteri Kabinet Australia, Ini Profil Singkatnya pertama kali tampil pada News.









