Mabes TNI menyampaikan keterangan terkait dengan peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus pada Rabu (18/3). F. Sahrul Yunizar/JawaPos.com
batampos – Mabes TNI mengungkap dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Empat terduga pelaku disebut merupakan personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis.
Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Yusri Nuryanto, menyampaikan keempat terduga pelaku telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Empat orang yang diduga terlibat sudah kami amankan di Puspom TNI untuk pendalaman ke tingkat penyidikan,” ujarnya dalam konferensi pers di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/3).
Keempatnya masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka diserahkan oleh Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI pada hari yang sama.
Yusri menjelaskan, sejak peristiwa terjadi pada Kamis malam (12/3), TNI langsung melakukan penelusuran internal terkait dugaan keterlibatan anggotanya. Proses tersebut berujung pada identifikasi para terduga pelaku.
Selanjutnya, Puspom TNI akan membuat laporan polisi, melakukan penahanan sementara, serta mengajukan visum et repertum ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Keempat terduga pelaku dijerat Pasal 467 ayat (1) dan (2) KUHP tentang penganiayaan berencana, dengan ancaman hukuman 4 hingga 7 tahun penjara.
Sebelumnya, untuk mengungkap kasus ini, Polri membentuk tim gabungan yang melibatkan penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Polri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyatakan pembentukan tim tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap korban.
Tim gabungan langsung bergerak dengan melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menganalisis rekaman CCTV dan saluran komunikasi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menimpa aktivis HAM dan menyebabkan korban mengalami luka bakar serius. Penanganan perkara kini masih terus berjalan. (*)
Sejumlah penumpang mengantre di ruang tunggu Bandara Letung sebelum naik ke dalam pesawat menuju Batam. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Mayoritas masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas mengaku trauma menggunakan maskapai Wings Air untuk rute Batam–Letung maupun sebaliknya. Kondisi ini dipicu oleh seringnya pembatalan penerbangan secara mendadak dalam beberapa waktu terakhir.
Pembatalan penerbangan kerap terjadi dengan alasan minimnya jumlah penumpang. Namun, keputusan sepihak tersebut dinilai merugikan masyarakat, terutama saat momen penting seperti arus mudik Lebaran.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena telah merencanakan perjalanan jauh hari, tetapi harus menerima kenyataan penerbangan dibatalkan. Situasi tersebut bahkan disebut terjadi berulang kali.
Sugeng Riyadi, warga Anambas yang hendak mudik ke Bogor, mengaku menjadi salah satu penumpang yang dirugikan akibat pembatalan mendadak tersebut. Ia menilai masyarakat selalu menjadi pihak yang terdampak dari kebijakan maskapai.
“Bahkan di musim mudik Lebaran ini membatalkan penerbangan. Kami sudah jauh-jauh hari mempersiapkan mudik, tidak tahunya malah batal berangkat,” ujar Sugeng, Rabu (18/3).
Menurut Sugeng, maskapai seharusnya dapat mengantisipasi potensi sepinya penumpang sejak awal. Salah satunya dengan membatasi penjualan tiket jika jadwal penerbangan belum benar-benar pasti.
Ia juga menilai frekuensi penerbangan Wings Air yang mencapai empat kali dalam seminggu perlu dievaluasi karena tidak sebanding dengan jumlah penumpang.
“Kalau memang empat kali seminggu penumpangnya sepi, ya dikurangi saja. Mungkin dua kali seminggu cukup. Jadi masyarakat tidak dikorbankan seperti ini,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Bambang, warga Jemaja. Ia mengaku kapok menggunakan Wings Air karena beberapa kali mengalami pembatalan penerbangan secara tiba-tiba.
Menurutnya, dampak pembatalan tidak hanya menunda perjalanan, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial yang cukup besar bagi penumpang.
“Harga tiket bukannya murah, hampir Rp2 juta. Kalau tiba-tiba dibatalkan, rugi uang, rugi waktu. Belum lagi kalau sudah beli tiket lanjutan ke daerah lain,” ungkap Bambang.
Ia menambahkan, selama musim mudik tahun ini, Wings Air tercatat sudah dua kali membatalkan penerbangan, yakni pada 16 Maret dan rencana 20 Maret dengan alasan jumlah penumpang minim.
Kondisi tersebut membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap maskapai semakin menurun. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Mudah-mudahan ada evaluasi pelayanan terhadap Wings Air,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bandara Letung, Denny Armanto, membenarkan jumlah penumpang Wings Air kerap tidak memenuhi kapasitas sehingga memicu pembatalan penerbangan.
“Setiap hari kami memantau bersama maskapai terkait jumlah penumpang. Banyak masyarakat juga bertanya ke kami apakah pesawat jadi berangkat atau tidak,” jelas Denny.
Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi pada maskapai perintis Susi Air. Rute Tanjungpinang–Letung yang dilayani maskapai tersebut hampir selalu penuh penumpang.
Selama musim mudik Lebaran, Susi Air bahkan menambah frekuensi penerbangan menjadi dua kali lipat guna mengakomodasi lonjakan penumpang. (*)
batampos – Gim fiksi ilmiah populer Starfield dipastikan segera hadir di konsol PlayStation 5 setelah sebelumnya hanya tersedia eksklusif di Xbox dan PC. Kehadiran versi terbaru ini tak sekadar porting, tetapi juga dibarengi dua pembaruan besar yang diklaim menjadi yang paling ambisius sejak gim tersebut dirilis.
Langkah ini membuka akses bagi lebih banyak pemain untuk menjelajahi dunia luar angkasa luas yang menjadi ciri khas gim besutan Bethesda Game Studios tersebut.
Starfield dijadwalkan meluncur di PS5 pada 7 April 2026. Bersamaan dengan itu, Bethesda merilis dua konten utama untuk seluruh platform, yakni pembaruan gratis bertajuk Free Lanes serta ekspansi cerita berbayar Terran Armada.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting karena menandai berakhirnya masa eksklusivitas konsol dan memperluas jangkauan Starfield ke ekosistem PlayStation yang memiliki basis pemain besar secara global.
Pembaruan Free Lanes disebut sebagai update paling signifikan sejak perilisan perdana. Fitur utamanya memungkinkan pemain menjelajahi luar angkasa secara lebih bebas tanpa ketergantungan pada fitur fast travel.
Pemain kini dapat melakukan perjalanan antarplanet secara langsung, menghadapi berbagai event dinamis di ruang angkasa, serta menikmati peningkatan sistem kustomisasi senjata dan pesawat.
Tak hanya itu, Bethesda juga menambahkan fitur eksplorasi baru serta penyempurnaan mode New Game Plus yang membuat pengalaman bermain terasa lebih imersif dan realistis.
Selain update gratis, Bethesda menghadirkan DLC berbayar Terran Armada yang menawarkan alur cerita baru. Ekspansi ini menghadirkan ancaman pasukan robot canggih yang berupaya menguasai galaksi dan memicu konflik berskala besar.
Pemain akan dibawa ke rangkaian misi epik dengan latar pertempuran antariksa yang lebih kompleks serta narasi mendalam khas gim RPG Bethesda.
Khusus di PS5, pemain akan mendapatkan sejumlah peningkatan eksklusif. Gim ini mendukung teknologi kontroler DualSense seperti adaptive trigger dan audio haptic yang memberikan sensasi bermain lebih nyata.
Selain itu tersedia opsi grafis mode resolusi 4K 30fps dan mode performa hingga 60fps yang dapat disesuaikan dengan preferensi pemain.
Sejumlah analis menilai ekspansi platform ini menjadi strategi baru Bethesda untuk memperluas pasar sekaligus memperpanjang siklus hidup gim melalui pembaruan konten besar secara berkala. (*)
Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan. F. Dokumen Pribadi
ADA momen dalam perjalanan sebuah kota, bahkan sebuah bangsa, yang menentukan arah masa depannya. Momen itu tidak selalu datang dalam situasi yang sepenuhnya tenang. Justru sering kali muncul di tengah perbedaan pandangan, tarik-menarik kepentingan, dan perdebatan publik. Batam, hari ini, berada tepat di titik itu.
Di tengah sorotan terhadap proses pengalokasian lahan untuk pengembangan kawasan industri di Pulau Galang, sesungguhnya ada isu yang jauh lebih besar dari sekadar prosedur administratif.
Yang sedang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola, tetapi apakah Batam dan Indonesia mampu naik kelas dalam rantai nilai ekonomi global. Rencana investasi berbasis hilirisasi pasir silika dan pengembangan industri semikonduktor, dengan nilai awal sekitar Rp82 triliun dan potensi mencapai Rp400 triliun pada tahap berikutnya, bukanlah investasi biasa.
Apalagi jika itu terjadi, potensi peningkatan investasi sangat berpotensi melampaui angka-angka tersebut. Dalam konteks Batam, yang sedang dihadapi bukan hanya peluang investasi besar, tetapi sangat mungkin merupakan investasi terbesar dan paling strategis sepanjang sejarah kawasan ini.
Ini akan dapat menjadi sebuah momentum yang secara ekonomi berpotensi mengubah struktur industri, memperluas kapasitas produksi, dan mempercepat transformasi Batam dari kawasan manufaktur berbasis perakitan menjadi pusat industri teknologi tinggi
Dari Komoditas ke Teknologi Tinggi
Selama ini, pasir silika lebih sering dipandang sebagai komoditas tambang biasa. Padahal, dari material inilah lahir silicon, bahan utama pembuatan chip semikonduktor, komponen yang menjadi “otak” hampir seluruh teknologi modern.
Menurut dta dri Kementerian ESDM, Indonesia memiliki sekitar 340 juta ton cadangan pasir silika, yang merupakan modal penting untuk masuk dalam rantai pasok global semikonduktor. Namun selama ini, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya dinikmati negara lain Nilai tambah terbesar justru dinikmati negara lain yang mengolahnya menjadi wafer dan chip.
Padahal, dalam rantai nilai global, transformasi dari pasir menjadi chip, menurut Worldbank (2020) & McKinsey( 2022), dapat meningkatkan nilai ekonomi hingga ratusan bahkan 1000 kali lipat. Inilah yang sedang diperebutkan dunia hari ini. Ini juga yang menjadi esensi hilirisasi yang selama ini didorong, bukan sekadar mengekspor bahan, tetapi membangun industri berbasis teknologi tinggi.
Fondasi yang Sebenarnya Sudah Kita Miliki
Yang sering terlewat dalam diskusi publik adalah bahwa Indonesia, khususnya di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya, sebenarnya memiliki fondasi material yang cukup lengkap untuk masuk ke industri semikonduktor. Pasir silika tersedia di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.
Kedekatan Batam dengan sumber silika di Kepri dan Bangka Belitung memberikan keunggulan logistik untuk hilirisasi menjadi metallurgical-grade silicon hingga semiconductor-grade wafer.
Bauksit dimana cadangan nasional tercata mencapai 1,2 miliar ton, dan juga terdapat di wilayah ini menjadi sumber potensial gallium, bahan penting untuk teknologi gallium nitride (GaN), yang digunakan dalam kendaraan listrik, jaringan 5G, dan sistem energi efisien.
Artinya, Indonesia tidak hanya relevan untuk semikonduktor konvensional, tetapi juga untuk generasi berikutnya atau next-generation semiconductor materials.
Indonesia dengan produksi sekitar 78.000 ton per tahun, juga merupakan salah satu produsen timah terbesar dunia, yang berperan penting dalam proses perakitan elektronik dan semikonduktor karena digunakan secara luas dalam solder elektronik, packaging semikonduktor dan komponen konektivitas chip.
Ketersediaan timah domestik memperkuat posisi Indonesia dalam downstream semiconductor manufacturing, khususnya di tahap assembly, testing, dan packaging (ATP). Kombinasi antara kedekatan antara bahan baku utama, kawasan industri, dan akses pasar global ini tidak banyak dimiliki negara lain.
Dalam konteks Batam, keunggulan ini semakin diperkuat oleh lokasinya yang strategis di jalur perdagangan internasional serta kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, dua pemain utama dalam ekosistem semikonduktor regional. Artinya, Batam tidak memulai dari nol.
Ia memiliki prasyarat untuk berkembang menjadi bagian penting dari rantai nilai global. Dengan demikian, jika ekosistem ini dibangun secara terintegrasi, Batam juga tidak hanya menjadi lokasi manufaktur, tetapi berpotensi berkembang menjadi pusat rantai nilai semikonduktor yang utuh, dari material hingga produk teknologi tinggi.
Dunia Bergerak Cepat, Kita Tidak Bisa Menunggu
Saat ini, dunia sedang berada dalam fase percepatan industri semikonduktor atau sering disebut semiconductor race global. Nilai pasar globalnya telah melampaui USD 500 miliar dan diproyeksikan mencapai USD 1 triliun dalam dekade ini (McKinsey, 2022 & BCG, 2023).
Negara-negara besar berlomba-lomba dengan kebijkan agresif mengamankan rantai pasoknya, karena mereka memahami bahwa semikonduktor adalah fondasi ekonomi digital. Amerika Serikat melalui Chips Act, Eropa dengan EU Chip Act, Jepang, Korea Selatan, hingga China menggelontorkan investasi besar-besaran.
Bahkan di kawasan Asia Tenggara, Malaysia yang menguasai sekitar 13% psar global backend semiconductor dan memiliki ekosistem industry semikonduktor yang relative lengkap dan juga Singapura sebagai hub advanced manufacturing di kawasan Asia Tenggara, bergerak sangat agresif memperkuat posisi mereka.
Dalam konteks ini, Indonesia melalui Batam menghadapi pilihan yang sangat jelas, ikut masuk dalam rantai nilai global, atau tetap berada di pinggiran sebagai pemasok bahan mentah. Jika Indonesia tidak bergerak cepat, kita hanya menjadi pasar bukan pemain utama. Pesan kuatnya, Momentum seperti ini tidak akan menunggu.
Apa Artinya bagi Batam?
Jika dilihat secara konkret, dampaknya tidak kecil. Dalam banyak kasus di berbagai negara, investasi dengan skala seperti ini biasanya juga menjadi titik awal terbentuknya ekosistem industri baru, yang tidak hanya menghadirkan pabrik, tetapi juga menarik jaringan pemasok, pusat riset, hingga pengembangan talenta.
Jika dikelola dengan tepat, dampaknya tidak berhenti pada satu proyek, tetapi menjalar ke seluruh sistem ekonomi daerah.Dengan investasi awal sekitar Rp82 triliun dan multiplier industri teknologi yang secara global berkisar 2 hingga 2,5 kali, potensi kontribusi terhadap ekonomi dapat mencapai lebih dari Rp160-200 triliun dalam jangka menengah.
Sebagai perbandingan, menurut BPS (2026), nilai PDRB Batam berada di 253 triliun per tahun 2025. Artinya, dalam jangka menengah maupun jangka panjang dengan potensi komitmen penambahan ivestsi menjadi 440 triliun, industri ini berpotensi meningkatkan kapasitas ekonomi Batam secara signifikan.
Dari sisi ketenagakerjaan, pengalaman global menunjukkan bahwa satu fasilitas fabriksi semikonduktor dapat menciptakan 3000-5000 tenaga kerja langsung dan 20.000-50.000 pekerja tidak langsung (SEMI, 2023).
Jika ekosistemnya berkembang, Batam berpotensi menciptakan hingga puluhan ribu lapangan kerja baru, bukan sekadar pekerjaan, tetapi pekerjaan berbasis teknologi dengan tingkat keahlian dan pendapatan yang lebih tinggi.
Lebih jauh lagi, kehadiran industri ini akan mendorong kota Batam tidak hanya menjadi pusat produksi/manufaktur, tetapi juga pusat pengembangan talenta, tidak hanya lokal atau nasional tapi juga berpotensi sebagai hub pengembangan talenta regional.
Potensi Batam sebagai talent hub ini cukup besar mengingat sudah ada modal dasar ke arah tersebut melalui kiprah Politeknik Negeri Batam (Polibatam).
Sebagai PTN vokasi di Batam, Polibatam saat ini dapat dikatakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang sejak tahun 2016 memiliki program studi manufaktur elektronika, program studi spesifik mempersiapkan lulusannya yang sebagian besar anak Batam, bekerja di industri semikonduktor khususnya pada ATP Industry.
Tentunya ke depan dengan sinergi semua pihak termasuk semakin banyak perguruan tinggi membuka prodi terkait ekosistem semikonduktor, lebih banyak talenta lokal kita yang berkiprah di ekosistem value-chain industri semikonduktor secara global dan regional
Apa dampaknya bagi Indonesia?
Investasi pada ekosistem industri semikonduktor secara massif ini sangat selaras dengan agenda strategis nasional yaitu agenda hilirisasi industri dimana terjadi proses transformasi dari bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.
Secara langsung juga terjadi pengutan industry teknologi tinggi yang mendorong Indonesia naik kelas dari labor-based economy ke knowledge-based economy. Selain itu dampak lain adalah terjadinya penciptaan lapangan kerja berkualitas, bukan hanya jumlah tetapi high-value jobs.
Dan ujungnya ketika ekosistem berkembang terutama dengan masuknya usaha-usaha deep tech lokal sebagai pemain, maka akan terbangun juga kedaulatan teknologi, yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen strategis
Menjembatani Perbedaan, Menjaga Momentum
Di tengah peluang besar ini, muncul perbedaan pandangan terkait pengalokasian lahan dan percepatan proyek. Hal ini wajar dalam tata kelola publik yang sehat. Kehati-hatian diperlukan untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan menghindari konflik kepentingan.
Namun di sisi lain, dunia usaha membutuhkan kepastian dan kecepatan. Komitmen investasi dalam jumlah besar tidak dapat menunggu terlalu lama tanpa progres yang jelas. Di sinilah tantangan kebijakan muncul, bagaimana menjaga integritas proses tanpa kehilangan momentum. Pendekatan yang dapat ditempuh bukanlah memilih salah satu, melainkan mensinergikan keduanya.
Misalnya melalui skema alokasi lahan bertahap berbasis realisasi investasi, penguatan transparansi dan pengawasan publik, serta percepatan perizinan yang tetap terukur.
Dengan cara itu, harapannya kita tidak terjebak dalam dikotomi antara kehati-hatian dan kecepatan. Soal adanya wacana terkait status PSN di atas FTZ yang mengemuka belakangan ini tetap perlu dikaji lebih komprehensif dan sistemik dari berbagai pemangku kepentingaan baik pusat maupun daerah.
Sehingga harapannya nanti kalo pun kebijakan dan regulasi yang ditetapkan mengarah ke penyederhanaan atau justru penguatan yang lebih sinergi, benar-benar lahir dari proses yang matang dan memberikan kepastian bagi investor dan semua pihak yang berkepentingan dengan terciptanya iklim investasi yang atraktif, kondusif dan berkelanjutan di Batam
Pilihan yang Menentukan
Pada akhirnya, ini bukan hanya soal satu proyek atau satu kawasan. Ini adalah soal arah pembangunan. Jika peluang ini dimanfaatkan, Batam berpotensi menjadi salah satu pusat industri semikonduktor di kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi benar-benar mencapai di atas dua digit, menciptakan ribuan lapangan kerja berkualitas, dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global.
Namun jika terlewat, konsekuensinya juga jelas. Investasi akan mengalir ke negara lain yang lebih siap dan lebih cepat seperti Malaysia, Vietnam dan India. Indonesia akan kembali berada di posisi pinggiran, dan peluang untuk melakukan lompatan ekonomi kembali tertunda.
Yang paling disayangkan nantinya, kita kehilangan peluang bukan karena tidak memiliki potensi atau sumber daya, tetapi karena tidak mampu menyelaraskan langkah.
Penutup
Indonesia memiliki visi besar untuk menjadi negara maju pada 2045. Salah satu kuncinya adalah kemampuan untuk bertransformasi dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.
Apa yang sedang dihadapi Batam hari ini adalah bagian dari perjalanan menuju ke sana. Batam memiliki peluang nyata untuk menjadi pintu masuknya saat ini. Perdebatan tentu tidak bisa dihindari.
Prosedur harus tetap dijaga. Namun di atas semua itu, ada kepentingan yang lebih besar yang tidak boleh kita abaikan yaitu masa depan daya saing bangsa. Momentum seperti ini jarang datang dua kali. Pertanyaannya kini sederhana tetapi menentukan, apakah kita siap mengambilnya, atau justru membiarkannya berlalu? (*)
Penulis:Bambang Hendrawan, selaku Direktur Politeknik Negeri Batam, Ketua IA-ITB Pengda Kepulauan Riau, Wakil Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Kepri, Anggota Dewan Pembina Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Batam.
Sabran membersihkan daun kelapa sebelum menganyam ketupat di rumahnya di Desa Tarempa Barat, Kepulauan Anambas, Rabu (18/3). Tradisi ini tetap ia jaga menjelang Idulfitri. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos
batampos – Beranda rumah kayu milik Sabran, 82, di Desa Tarempa Barat, Kepulauan Anambas, tampak teduh siang itu. Di tempat sederhana itulah, lelaki lanjut usia tersebut tekun membersihkan helaian daun kelapa muda yang akan dianyam menjadi ketupat. Gerakannya pelan, namun teratur. Tangannya yang renta tetap terampil memilih daun yang lentur dan mudah dibentuk.
Keriput di wajahnya seakan menyimpan jejak panjang perjalanan waktu. Bagi Sabran, tradisi menganyam ketupat bukan sekadar pekerjaan musiman menjelang Idulfitri, melainkan warisan leluhur yang sudah menyatu dengan perjalanan hidupnya.
“Kalau daun terlalu tua, susah dibentuk dan mudah patah,” ujarnya sembari memperlihatkan daun pilihan, Rabu (18/3).
Ia menuturkan, kebiasaan membuat ketupat diwarisinya dari orang tua sejak masih muda. Tradisi itu terus dijaga hingga kini meski zaman telah berubah cepat.
“Dari dulu begini, tidak pernah berubah. Sudah jadi bagian hidup kami,” katanya pelan.
Bagi masyarakat Melayu, ketupat bukan sekadar hidangan pelengkap saat hari raya. Ketupat memiliki filosofi mendalam yang erat dengan makna Idulfitri.
Anyaman yang rumit melambangkan kesalahan manusia yang saling berkelindan. Saat ketupat dibelah, nasi putih di dalamnya mencerminkan hati yang kembali bersih setelah sebulan penuh menjalani Ramadan.
“Ketupat itu bukan cuma makanan. Artinya kita kembali suci dan saling memaafkan,” jelas Sabran.
Bentuk segi empat ketupat juga dimaknai sebagai simbol keseimbangan hidup, antara hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
Di tangan Sabran, proses pembuatan ketupat dimulai dari memilah daun kelapa muda yang lentur. Daun tersebut kemudian diluruskan agar mudah dianyam.
Dua helai daun disilangkan, dilipat, lalu disusun bergantian hingga membentuk kantong kecil berbentuk segi empat.
“Awalnya memang sulit, tapi kalau sudah biasa tangan seperti jalan sendiri,” ucapnya sambil tersenyum.
Setelah anyaman selesai, ketupat diisi beras secukupnya. Menurut Sabran, takaran beras harus pas karena akan mengembang saat dimasak.
“Kalau terlalu padat, nanti tidak matang sempurna,” katanya.
Ketupat kemudian direbus berjam-jam hingga nasi di dalamnya mengeras dan matang merata. Selama proses perebusan, api harus dijaga stabil dan air tidak boleh surut.
Bagi Sabran, setiap tahapan memiliki makna kebersamaan yang tak tergantikan. Dahulu, hampir setiap rumah di kampungnya membuat ketupat bersama keluarga dan tetangga. Suasana penuh canda dan tawa menjadi bagian dari tradisi yang hangat.
Kini, kebiasaan tersebut perlahan memudar. Banyak warga memilih membeli ketupat siap santap karena dianggap lebih praktis dan hemat waktu.
Namun bagi Sabran, ada nilai yang hilang ketika tradisi itu ditinggalkan.
“Kalau beli memang cepat, tapi tidak ada cerita di dalamnya,” ujarnya lirih.
Di usianya yang tak lagi muda, Sabran tetap setia menjaga tradisi menganyam ketupat. Ia berharap generasi muda mau belajar dan melanjutkan warisan budaya tersebut.
“Selama saya masih bisa, saya akan terus buat ketupat. Biar anak cucu tahu, ini bukan sekadar makanan, tapi bagian dari jati diri,” katanya.
Di tengah arus modernisasi yang serba instan, ketelatenan Sabran menjadi pengingat bahwa tradisi bukan hanya untuk dikenang. Tradisi perlu dirawat agar nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan keikhlasan tetap hidup dalam setiap anyaman ketupat dari generasi ke generasi. (*)
Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS, Andrie Yunus. F. Sabik Aji Taufan/JawaPos.com
batampos – Polda Metro Jaya mengungkap identitas dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Keduanya teridentifikasi melalui analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, Jakarta Pusat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebut dua pelaku masing-masing berinisial BHC dan MAK.
“Dua orang yang kami identifikasi, satu berinisial BHC dan satu MAK,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/3).
Iman menegaskan, foto pelaku yang telah dirilis merupakan hasil tangkapan asli dari CCTV, bukan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan.
“Ini murni kami ambil dari CCTV yang menangkap pergerakan pelaku di sepanjang jalur. Jadi bukan hasil Artificial Intelligence,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi kekerasan menimpa Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan itu terjadi pada Kamis tengah malam (12/3). Korban diserang oleh orang tak dikenal usai melakukan aktivitas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar cukup serius. Tim dokter dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyatakan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan luka dialami korban hampir di seluruh tubuh.
“Terutama di tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, insiden terjadi tak lama setelah korban mengikuti kegiatan siniar atau podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema remiliterisme dan judicial review di Indonesia.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian. (*)
batampos – Momen libur Lebaran selalu menjadi waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati sajian kuliner favorit.
Di Batam, sejumlah tempat makan baru bermunculan dan langsung menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan yang ingin merasakan pengalaman bersantap dengan suasana berbeda.
Beragam pilihan menu, konsep unik, hingga lokasi strategis membuat tempat-tempat kuliner ini layak masuk daftar kunjungan selama libur Lebaran. Berikut lima tempat makan baru di Batam yang wajib dicoba.
1. Waroeng Bebek Mbah Uti
Restoran ini menawarkan menu khas Nusantara dengan cita rasa rumahan. Pengunjung bisa menikmati hidangan seperti bebek goreng, oseng cumi mercon, hingga telur dadar barendo. Menariknya, tempat makan ini menyediakan nasi dan teh obeng sepuasnya bagi pelanggan. Waroeng Bebek Mbah Uti berlokasi di Ruko Fanindo, Tanjung Uncang, Batu Aji.
2. Ramendon
Bagi pencinta kuliner Jepang, Ramendon menghadirkan ramen halal dengan konsep self service yang praktis. Varian menu yang tersedia cukup beragam, mulai dari ramen kuah gurih hingga pilihan pedas yang menggugah selera. Ramendon berada di kawasan Mega Techno City, Jalan Dang Merdu, Batu Besar, Nongsa.
3. Daisy Bloom Coffee & Resto
Kafe ini menawarkan suasana estetik dengan desain interior yang unik dan menggemaskan, cocok untuk bersantai bersama keluarga maupun teman. Pilihan menunya lengkap, mulai dari hidangan utama hingga aneka dessert dan minuman kekinian. Daisy Bloom Coffee & Resto berlokasi di Ruko Nagoya Thamrin City Blok E22 dan E23, Lubuk Baja.
4. Toast Box
Brand kuliner ternama asal Singapura ini akhirnya membuka gerai di Batam. Pengunjung dapat menikmati aneka menu khas seperti kaya toast, kopi tradisional, hingga makanan berat dengan cita rasa autentik. Gerai Toast Box Batam berada di K Square, Jalan Jenderal Sudirman, Sukajadi, Batam Kota.
5. Bli Haus
Bli Haus menjadi pilihan tepat bagi penikmat nasi campur Bali halal. Berbagai varian lauk khas Bali tersedia, mulai dari ayam suwir, sate lilit, hingga paket nasi campur komplet. Lokasinya berada di Thamrin Food Centre, Thamrin Blok S-3, Lubuk Baja.
Kehadiran berbagai tempat makan baru ini menambah pilihan destinasi kuliner menarik di Batam. Selain menyajikan menu yang beragam, suasana nyaman yang ditawarkan juga membuat momen berkumpul bersama keluarga saat Lebaran semakin berkesan.
Pengunjung disarankan memastikan jam operasional serta ketersediaan tempat sebelum berkunjung guna menghindari antrean panjang saat musim liburan. (*)
Honda gelar kegiatan Hijabers Serenity Ride. f Istimewa
batampos – PT Capella Dinamik Nusantara selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau menghadirkan kegiatan Hijabers Serenity Ride sebagai upaya memperkuat peran komunitas perempuan dalam membangun budaya berkendara yang aman sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini melibatkan para Ladies Bikers yang tergabung dalam One Heart Community Kepri, dengan mengusung konsep perpaduan antara city rolling, edukasi keselamatan berkendara, serta aktivitas spiritual yang relevan dengan momentum Ramadan.
Rangkaian kegiatan diawali dari Main Dealer PT Capella Dinamik Nusantara dengan briefing keselamatan berkendara yang dipimpin oleh PIC Community, Pulihanafiah Harahap. Peserta dibekali pemahaman terkait rute perjalanan, etika berkendara, serta pentingnya menjaga keselamatan selama berkendara di jalan raya.
City Rolling kemudian dilaksanakan dengan melintasi sejumlah titik di Kota Batam, mulai dari kawasan Kaliban, KBC, Kepri Mall, Simpang Kara, Frengky, Alun-Alun Kota Batam hingga Bundaran Ocarina, sebelum menuju lokasi kegiatan di kawasan Bengkong.
Menurut Duri Yanto, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam mendukung komunitas, khususnya komunitas perempuan, agar semakin aktif dan memberikan dampak positif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong peran aktif komunitas perempuan dalam menciptakan budaya berkendara yang aman dan tertib. Honda tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga berkomitmen membangun ekosistem komunitas yang positif dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kedekatan dengan konsumen.
“Ramadan menghadirkan nilai kebersamaan yang kuat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin semakin dekat dengan komunitas sekaligus menghadirkan pengalaman yang bermakna, tidak hanya dari sisi berkendara tetapi juga dari sisi kebersamaan dan nilai sosial,” tambahnya.
Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas seperti tausiyah, sesi Hijab Stylish, serta sharing and discussion yang membahas pengembangan komunitas, termasuk rencana aktivitas dan pemanfaatan media sosial secara positif.
Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
Salah satu peserta, Lara, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi para Ladies Bikers.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar riding bersama, tetapi juga memberikan nilai positif bagi kami. Selain mempererat kebersamaan, kami juga mendapatkan banyak insight baru. Suasana Ramadan membuat kegiatan ini terasa lebih bermakna,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Honda terus mendorong terbentuknya komunitas yang aktif, positif, dan memiliki kontribusi nyata di masyarakat, sejalan dengan semangat Sinergi Bagi Negeri.(*)
Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan. F. Vatawari/Batam Pos.
batampos – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, Polres Lingga meningkatkan pengawasan terhadap peredaran kembang api dan petasan di wilayah hukumnya. Polisi menegaskan larangan penjualan petasan dengan daya ledak besar karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Kapolres Lingga, Pahala Martua Nababan, menyatakan petasan berskala besar dengan suara ledakan keras tidak diperbolehkan diperjualbelikan. Kebijakan tersebut dilakukan guna mencegah risiko gangguan keamanan serta potensi kebakaran, terutama karena kondisi cuaca panas yang melanda wilayah tersebut.
“Petasan dengan daya ledak besar dan suara sangat keras tidak dibenarkan untuk dijual. Ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Pahala, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, pengawasan peredaran petasan akan melibatkan personel Satuan Intelkam dan Reskrim. Kedua satuan tersebut diminta aktif melakukan pemantauan terhadap distribusi petasan yang berpotensi membahayakan warga.
“Kami sudah menginstruksikan jajaran Intelkam dan Reskrim untuk bergerak memantau peredaran petasan di lapangan,” tegasnya.
Pahala menambahkan, petasan berukuran kecil dengan daya ledak rendah masih dapat ditoleransi sepanjang tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Namun, petasan dengan suara keras yang berisiko mengganggu ketertiban umum tetap dilarang.
“Kalau sampai membuat masyarakat kaget berlebihan, tentu tidak boleh,” katanya.
Saat ini, Polres Lingga juga tengah menyiapkan landasan hukum serta surat edaran resmi terkait pengawasan dan pembatasan peredaran petasan. Setelah regulasi tersebut diterbitkan, jajaran kepolisian akan langsung melakukan penindakan di lapangan.
“Jika aturan dan surat edaran sudah diterbitkan, kami akan langsung menindaklanjuti,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas penjualan petasan berbahaya di lingkungan sekitar. Partisipasi warga dinilai penting untuk membantu efektivitas pengawasan.
“Kami berharap masyarakat turut membantu dengan melaporkan jika ada penjualan petasan berbahaya,” kata Pahala.
Kapolres berharap suasana perayaan Idulfitri di wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif tanpa gangguan ledakan petasan berlebihan.
“Merayakan kebersamaan silakan, tetapi jangan sampai mengganggu ketenangan orang lain,” pungkasnya. (*)
batampos- Polisi dari Polsek Sagulung tengah menyelidiki kasus pelecehan terhadap seorang jemaah perempuan yang terjadi di musala kawasan Kavling Sagulung Baru, Batam. Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang menunaikan salat Subuh.
Kejadian nahas itu berlangsung pada Senin (16/3) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban diketahui tengah melaksanakan salat seorang diri di shaf khusus wanita di dalam mushola.
Di tengah suasana ibadah yang khusyuk, pelaku diduga masuk ke dalam mushola melalui pintu bagian selatan. Kondisi yang relatif sepi dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban tanpa diketahui.
Dari informasi yang didapat, kejadian ini terjadi saat korban berada di rakaat kedua salat. Pelaku tiba-tiba mendekat dan melakukan tindakan tidak senonoh yang membuat korban terkejut.
Korban yang tidak menyangka adanya ancaman di dalam tempat ibadah itu pun mengalami trauma. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama kaum perempuan yang biasa beribadah di lokasi tersebut.
Aksi pelaku juga terekam kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area musala. Rekaman itu kini menjadi bahan penting dalam proses penyelidikan polisi untuk mengungkap identitas pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan kini masih memburu pelaku.
“Benar, kejadian sedang kami selidiki. Kami sudah cek TKP dan saat ini masih melakukan pelacakan terhadap pelaku,” ujar Anwar.
Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di tempat sepi, serta segera melapor jika mengetahui informasi terkait pelaku. Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (*)