Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 1314

Modus Ormas Preman: Investor di Batam Resah, BP Batam Turun Tangan

0
Amsakar Achmad.

batampos – Sejumlah pelaku usaha di Batam, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA), mengadukan persoalan pemerasan, intimidasi, hingga penguasaan ruang publik secara ilegal oleh oknum yang mengatasnamakan organisasi masyarakat. Masalah ini mencuat usai kunjungan resmi BP Batam ke PT NOV Profab Indonesia beberapa waktu lalu.

BP Batam pun telah membahas isu tersebut secara internal. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis juga telah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi keluhan para pelaku usaha.

“Soal premanisme itu kita sudah bicarakan di internal. Deputi Investasi kami juga sudah langsung ke lapangan,” kata Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Minggu (3/7).

Menurutnya, gangguan semacam ini tidak hanya merugikan investor secara langsung, tetapi juga berpotensi mengganggu iklim investasi dan kestabilan daerah. Ia mengajak semua pihak, termasuk warga dan organisasi kemasyarakatan, untuk membangun sinergi positif.

“Harapan kita bangun sinergi lah dengan stakeholder, hindari hal-hal yang kontraproduktif karena itu akan mengganggu bagi kepentingan investasi di daerah dan juga pada sistem yang lain, termasuk kondusivitas yang sudah kita bangun selama ini,” ujarnya.

Dia ini penyelesaian masalah dilakukan secara dialogis, bukan dengan pendekatan kekerasan ataupun gaya premanisme. Ruang komunikasi selalu terbuka untuk mencari solusi yang baik dan konstruktif.

“Jika ada hal-hal yang memerlukan solusi, ini bisa dibicarakan secara baik, positif, tidak perlu harus menonjolkan gaya-gaya premanisme itu,” kata dia.

Terkait langkah antisipasi, BP Batam disebut telah menjalin kerja sama dengan aparat penegak hukum. Menurut Amsakar, sinergi dengan kepolisian telah terbentuk dan berjalan secara aktif.

“Kalau kerja sama sudah terbangun semua. Sekarang kita juga sudah punya dashboard investasi untuk memantau perkembangan yang terjadi di lapangan,” katanya.

Dengan sistem pemantauan real-time tersebut, BP Batam berharap bisa lebih responsif dalam menangani potensi gangguan investasi dan menjaga kenyamanan para investor di Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Modus Ormas Preman: Investor di Batam Resah, BP Batam Turun Tangan pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Hari Pasar Murah, 5,5 Ton Beras Bulog Habis Dibeli Warga

0
Warga antre membelil beras di pasar murah. f.sandi

batampos- Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun bersama dengan Bulog Karimun menggelar operasi pasar murah selama dua hari, yakni Sabtu (2/8) dan Minggu (3/8) di parkiran Pasar Puan Maimun, Kecamatan Karimun. Namun hanya satu jenis komoditas yang dijual, yakni beras SPHP. Dan, dalam dua hari 5,5 ton beras SPHP alias beras bulog  habis terjual.

”Sesuai dengan hasil rapat koordinasi kami dengan instansi terkait termasuk Bulog pada Jumat (1/8), maka salah pada hari berikutnya Sabtu (2//8) dan Minggu (3/8) langsung menggelar operasi pasar murah dengan menjual beras Bulog SPHP. Hal ini sebagai bentuk pemerintah turun tangan dalam mengadakan beras murah di pasar,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra kepada Batam Pos.

BACA JUGA: Stok Beras di Karimun Menipis, Gudang Distributir Banyak Kosong

Dalam dua hari pelaksanaan operasi pasar murah, katanya, disediakan 5,5 ton. Dengan rincian pada Sabtu (2/8) terjual 2 ton dan pada Minggu (3/8) terjual 3,5 ton. Untuk harga normal 5 kg Rp65.500. Namun, pada saat pasar murah harganya menjadi lebih murah lagi, yakni Rp59 ribu per kampit 5 kg. Kemudian, ada bantuan subsidi dari Bupati dan Wakil Bupati Karimun untuk 4 ton beras SPHP.

”Maksudnya begini, dari 5,5 ton beras SPHP yang terjual dalam dua hari ini 4 ton itu ada subsidi sebesar Rp4 ribu rupiah dari Bupati dan Wakil Karimun. Jadi, dari harga jual Rp59 ribu per kampit 5 kg menjadi Rp55 ribu. Sementara yang 1,5 ton lagi dijual dengan harga Rp59. ribu. Dalam dua hari pelaksanaan operasi pasar murah beras SPHP ini memang masyarakat cukup antusias,” jelasnya.

Rencana, tambah Sukrianto, sesuai dengan arahan darui Bupati Karimun lokasi operasi pasar murah akan pihak tempat. Yakni, tidak hanya di Pasar Puan Maimun, tapi juga di Pasar Meral dan juga pasar yang ada di Kecamatan Tebing. Jika tidak ada halangan, kemungkinan pada pertengahan bulan ini akan dilaksanakan.

Terkait dengan daging beku, Sukrianto menjelaskan, sampai saat ini memang daging sapi beku belum ada di Kabupaten Karimun. Meski demikian, dia sudah mendorong salah satu pengusaha penggilingan daging bakso yang sudah memiliki jaringan di Jawa untuk mendatangkan daging sapi beku dari sana. Artinya, tidak tergantung dengan Batam.

”Kita sudah menjembatani pertemuan antara pengusaha penggilingan daging bakso dengan PT Pelabuhan Karimun (Perseroda). Dan, dari kita juga pada prinsipnya sidaop untuk memberikan kemudahan perizinan terkait dengan izin masuknya daging sapi dari luar. Diharapkan, dalam beberapa bulan ini rencana tersebut bisa terealisasi,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Dua Hari Pasar Murah, 5,5 Ton Beras Bulog Habis Dibeli Warga pertama kali tampil pada Kepri.

Ribuan Warga Ikuti Senam Sehat BKOW Kepri

0
Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang (kiri) bersama Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar saat mengikuti senam jantung sehat bersama ribuan warga di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (3/8/2025). (Enji/Diskominfo Kepri)

batampos-Ribuan warga bersemangat mengikuti senam jantung sehat, aerobik dan zumba bersama Badan Kesatuan Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepri di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (2/8/2025) pagi.

Senam jantung sehat, aerobil dan zumba massal bersama BKOW Kepri ini mengambil tema “Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam sambutannya, Ketua BKOW Provinsi Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang mengatakan bahwa sesuai dengan tema yang diambil, acara ini juga diharapkan mengajak semua masyarakat bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045.

“Marilah bersama-sama kita bergerak, sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Nenny.

Menurutnya, senam jantung sehat ini bukan hanya sekadar olahraga rutin, namun Sekaligus menjalin silaturahmi bersama masyarakat.

BACA JUGA:Tabligh Akbar Tahun Baru Islam 1447 H di Kepri: Hijrah Menuju Ridho Ilahi

“Kita harapkan acara ini dapat menjadi kegiatan positif yang mampu membawa manfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat di tengah rutinitas sehari-hari,” ujarnya.

Sempena kegiatan ini BKOW Kepri juga menggelar bazar pangan murah, cek kesehatan mata dan gula darah gratis serta pembagian 200 doorprize yang diberikan kepada masyarakat mulai dari sepeda, mesin cuci, kulkas, kipas angin dan hadiah lainnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad SE MM, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari, dan seluruh Organisasi Wanita se Provinsi Kepri serta Kepala OPD di lingkungan pemerintah Provinsi Kepri. (*)

Artikel Ribuan Warga Ikuti Senam Sehat BKOW Kepri pertama kali tampil pada Kepri.

Gerakan Pangan Murah Serentak di Kepri Disambut Antusias Masyarakat

0
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar meninjau stan pangan murah digagas LPP TVRI di halaman Mal Ramayana Tanjungpinang, Sabtu (2/8/2025). (Ogi/Diskominfo Kepri)

batampos- Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak kembali digelar di 32 titik daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau. Di Kepri, kegiatan ini dipusatkan di halaman Mal Ramayana, Tanjungpinang, Sabtu (2/8/2025), dan dibuka Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura.

Pelaksanaan GPM Serentak ini merupakan inisiatif nasional yang digagas oleh TVRI sebagai bentuk komitmen mendukung ketahanan pangan di daerah dan juga sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan dalam Rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

Ia menyebut bahwa krisis pangan dan inflasi kini menjadi tantangan utama bagi berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, kondisi inflasi yang meningkat saat ini menuntut komitmen nyata dari semua pihak.

“Kita perlu bahu-membahu, pusat dan daerah, untuk memastikan pengendalian inflasi berjalan dengan efektif,” katanya.

BACA JUGA: Stok Daging Sapi di Pasar Murah Bintan Ludes Terjual dalam Hitungan Menit

Wagub Nyanyang juga menyoroti dinamika pertumbuhan penduduk di Kepri yang beriringan dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berpotensi menciptakan persaingan dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Namun juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pertanian dan distribusi pangan lokal,” ujarnya.

Gerakan pangan murah ini disambut antusias masyarakat. (Ogi/Diskominfo Kepri)

Wagub Nyanyang pun menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan GPM Serentak ini, yang menurutnya menjadi salah satu strategi alternatif untuk menstabilkan harga pangan, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang momen-momen besar nasional.

“Saya sangat mengapresiasi GPM ini, karena menghadirikan langsung berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau. Saya juga harapkan kegiatan ini dapat menjaga akses pangan masyarakat sekaligus menekan inflasi,” harapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wagub Nyanyang mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 dan Hari Jadi TVRI ke-63 dengan semangat positif.

“Mari kita rayakan dengan kegiatan bermanfaat dan memperkuat semangat gotong royong serta kemandirian pangan kita bersama,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubbag TU TVRI Kepulauan Riau Mohammad Ramli Kelwarany, menjelaskan bahwa GPM Serentak ini adalah bentuk sinergi nasional yang dilaksanakan secara simultan di 32 kota/kabupaten, sebagai bukti komitmen TVRI dalam mendukung program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan.

“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tapi bukti nyata bahwa TVRI hadir untuk rakyat. Kita tidak hanya menyuguhkan tayangan, tapi juga ikut serta dalam solusi nyata seperti GPM,” tegas Ramli.

Ramli menambahkan, melalui GPM ini masyarakat tidak hanya mendapatkan harga pangan yang lebih murah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan produsen lokal, memahami rantai pasok pangan dan mendukung UMKM Kepri.

Setelah membuka acara, Wagub Nyanyang didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj Dewi Kumalasari Ansar dan Kepala Dinas KP2KH Rika Azmi meninjau stan-stan GPM. Mereka menyapa para pelaku UMKM dan petani lokal yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau.

Berbagai bahan pangan ditawarkan di lokasi, seperti beras dari Bulog, minyak goreng, telur ayam, sayur mayur, hingga produk olahan lokal yang berasal dari para petani dan pelaku usaha Kepri.

Kegiatan GPM ini juga diramaikan dengan berbagai aktivitas pendukung seperti senam bersama, lomba mewarnai anak-anak dan hiburan musik. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang meriah dan menyenangkan, agar masyarakat lebih antusias mengikuti kegiatan pangan murah ini. (*)

Artikel Gerakan Pangan Murah Serentak di Kepri Disambut Antusias Masyarakat pertama kali tampil pada Kepri.

Tiang Listrik Nyaris Tumbang Diterpa Angin Kencang di Tanjunguban, Listrik Sempat Padam

0
Tiang listrik nyaris tumbang
Tiang listrik miring dan nyaris tumbang di dekat Dahope, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, pada Minggu (3/8) siang. F. PLN Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Tiang listrik milik PLN nyaris tumbang akibat angin kencang yang disertai hujan deras di kawasan Dahope, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Minggu (3/8). Kejadian ini sempat membuat warga panik dan menyebabkan pemadaman listrik sementara di sebagian wilayah.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak sebuah tiang PLN miring hampir roboh ke badan jalan. Seorang perempuan dalam video terdengar berteriak panik memperingatkan warga agar menjauh dari lokasi. “Mundur, mundur! Tengok tiang listriknya!” teriaknya.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan dari warga langsung ditindaklanjuti oleh petugas PLN.

Sementara, Manajer PLN Tanjunguban, Suherman Nainggolan, menjelaskan tiang listrik tersebut mengalami patah saat angin kencang melanda sekitar pukul 12.53 WIB.

“Tiangnya patah karena angin ribut, tapi karena masih ditahan tiang di kanan kirinya, tidak sampai tumbang ke jalan,” kata Suherman saat dikonfirmasi Minggu sore.

Ia menyebutkan, pihaknya terpaksa memadamkan listrik di sekitar lokasi demi alasan keselamatan. Namun, pemadaman tidak menyeluruh. “Tidak semua padam, hanya sebagian untuk antisipasi,” ujarnya.

Penanganan dilakukan dengan mendatangkan tim bantuan dari PLN Tanjungpinang serta menggunakan crane untuk memperbaiki posisi tiang. Setelah proses evakuasi dan perbaikan, listrik berhasil dinyalakan kembali.

“Alhamdulillah sekitar pukul 17.56 WIB, listrik sudah kembali normal,” tutup Suherman. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Tiang Listrik Nyaris Tumbang Diterpa Angin Kencang di Tanjunguban, Listrik Sempat Padam pertama kali tampil pada Kepri.

Cabuli Bocah, Pemuda di Bintan Dijerat UU Perlindungan Anak

0
Kasus cabul Bintan
Pemuda pelaku pencabulan anak di bawah umur digiring ke ruangan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur. F. Daeng Salamun untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pemuda berinisial DS (19) ditangkap polisi usai mencabuli seorang bocah perempuan berusia 13 tahun di Bintan. Pelaku kini telah ditahan di Polsek Bintan Timur.
Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Daeng Salamun, menjelaskan kasus ini terungkap setelah pelaku mendatangi rumah korban pada Minggu (3/8). Di hadapan orang tua korban, pelaku mengakui perbuatannya dan berniat bertanggung jawab dengan menikahi korban jika sampai hamil.
“Pelaku datang untuk meminta maaf dan berjanji akan menikahi korban jika hamil,” ujar Daeng.
Namun, orang tua korban yang tidak terima langsung melaporkan perbuatan pelaku ke polisi. Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penangkapan.
DS ditangkap di rumahnya pada Jumat (1/8) dan langsung digiring ke kantor polisi. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah berhubungan layaknya suami istri dengan korban pada Mei lalu.

Awalnya, pelaku mengajak korban untuk menemui temannya di sebuah hotel. Saat kejadian, teman pelaku sudah tidak ada di lokasi.
“Temannya sudah tidak ada di hotel saat kejadian,” tambah Daeng.

Atas perbuatannya, DS dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kasus ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Cabuli Bocah, Pemuda di Bintan Dijerat UU Perlindungan Anak pertama kali tampil pada Kepri.

Gebyar Drumband Pelajar Kepri 2025 di Bintan, 18 Sekolah Tampil Memukau

0
Gebyar Drumband Bintan
Pelajar yang memeriahkan Gebyar Drum Band Pelajar se-Provinsi Kepri di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). F. Andi untuk Batam Pos.

batampos – Ratusan masyarakat antusias menyaksikan Gebyar Drumband Pelajar Se-Provinsi Kepri yang digelar di Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (3/8). Kegiatan ini menampilkan pertunjukan drumband dan street parade dari para pelajar berbagai tingkatan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Ajang ini diselenggarakan oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Cabang Bintan sebagai bagian dari program pembinaan pelajar di bidang seni dan olahraga.

Rute parade dimulai dari simpang jalan Korindo Kawal dan berakhir di depan Gedung Community Centre. Total terdapat 18 grup drumband yang tampil, membawa berbagai atraksi menarik yang memukau penonton sepanjang rute.

Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi tinggi semangat dan kreativitas para pelajar. Ia menilai kegiatan ini penting untuk menumbuhkan karakter, kompetensi, dan semangat berprestasi di kalangan generasi muda.

“Anak-anak kita hari ini benar-benar menunjukkan penampilan luar biasa. Kreativitas mereka patut terus didukung karena ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter,” ujar Deby.

Ketua DPRD Bintan sekaligus Dewan Penasehat PDBI Bintan, Fiven Sumanti, menyampaikan bahwa ini merupakan pertama kalinya kegiatan Gebyar Drumband digelar di Bintan.

Ia juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Marching Championship pada Oktober mendatang yang akan melibatkan lebih banyak peserta.

Sementara itu, Ketua PDBI Bintan, Agel Hendri, menjelaskan bahwa PDBI memiliki dua program utama, yakni Gebyar Drumband dan Marching Championship. Ke depan, Gebyar Drumband direncanakan akan digelar rutin setiap Mei, bertepatan dengan peringatan Bulan Pendidikan. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Gebyar Drumband Pelajar Kepri 2025 di Bintan, 18 Sekolah Tampil Memukau pertama kali tampil pada Kepri.

Penundaan Investasi di Rempang Dinilai Kabur, BP Tetap Jalan, Warga Desak Proyek Dihentikan Total

0
Pemukiman masyarakat Sembulang yang mulai diratakan karena proyek PSN Rempang Eco City. Foto: Eusebius

batampos –  Menteri Transmigrasi (Mentrans) RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengusulkan penundaan investasi di Pulau Rempang, tepatnya di kawasan Sembulang. Namun, penundaan itu hanya berlaku di titik-titik yang masih menghadapi resistensi dari masyarakat.

Menurut iftitah, hal itu merupakan bentuk respon terhadap kondisi sosial yang belum kondusif di lapangan. Peenundaan hanya akan dilakukan di area tertentu yang masih mengalami penolakan dari warga, bukan di seluruh wilayah Pulau Rempang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut pihaknya belum menerima informasi resmi dan konkret dari pemerintah pusat mengenai penundaan investasi tersebut. Hingga kini proyek masih berjalan sesuai rencana.

“Kita belum dapat informasi detail soal itu. Jadi kami terus berjalan pada relnya, sesuai dengan perencanaan yang sudah dibahas bersama, terutama penyiapan infrastruktur,” katanya, Minggu (3/7).

Meski demikian, sikap BP Batam yang tetap melanjutkan pembangunan memicu kritik dari warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rempang Galang (Amar-GB). Ketua Amar-GB, Saka, menyebut pernyataan soal penundaan hanyalah permainan kata yang tidak memberikan kejelasan bagi masyarakat.

“Harusnya lobi kami yang ditanggapi. ‘Ditunda’ itu bahasa tidak jelas. Masyarakat dibuat kebingungan dan terus dipermainkan oleh kebijakan pemerintah,” ujar, Sabtu (2/7).

Masyarakat menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang bukan untuk ditunda, melainkan dihentikan sepenuhnya. Ia menilai, pemerintah seharusnya mengakui hak-hak masyarakat adat yang sudah lama bermukim di wilayah tersebut.

Menurut catatan Amar-GB, sedikitnya terdapat 16 kampung tua di Pulau Rempang-Galang yang keberadaannya sudah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka. Salah satu kampung tersebut berada di Sembulang, lokasi yang kini disebut sebagai titik penundaan investasi.

“Yang kami perjuangkan adalah pengakuan atas tanah kampung kami. Kami bukan menolak pembangunan, tapi kami ingin tempat tinggal kami diakui dan dilindungi,” ujar Saka.

Hingga kini, ketegangan antara rencana pembangunan kawasan industri di Rempang dengan masyarakat adat setempat masih belum menemukan titik temu. Pemerintah pusat, BP Batam, dan warga masih tarik-menarik dalam narasi kebijakan yang belum menyentuh akar persoalan. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Penundaan Investasi di Rempang Dinilai Kabur, BP Tetap Jalan, Warga Desak Proyek Dihentikan Total pertama kali tampil pada Metropolis.

Makin Parah, Pemadaman Listrik di Siantan Anambas 10 Jam per Hari

0
Pemadaman listrik Anambas
Salah satu warga sedang menghidupkan mesin genset pribadi imbas defisit listrik di Pulau Siantan, Anambas. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Krisis listrik di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, makin parah. Warga kini harus menghadapi pemadaman hingga 10 jam per hari akibat dua mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Tarempa rusak secara bersamaan.

Kondisi ini menyebabkan defisit daya mencapai 800 kilowatt (kW). Saat ini, daya yang tersedia hanya 2.400 kW, sementara kebutuhan normal masyarakat Siantan mencapai 3.200 kW.

Hal ini terungkap saat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anambas meninjau langsung lokasi PLTD Tarempa pada Sabtu (2/8).

“Dua mesin rusak, akibatnya kita kekurangan 800 kW. Solusinya adalah pemadaman bergilir,” ujar Kepala Bakesbangpol Anambas, Herry Fakhrizal, Minggu (3/8).

Menurutnya, mesin MTU 3 rusak karena korsleting pada gulungan dinamo yang menyebabkan overheat hingga menimbulkan kebakaran lokal.

Sementara, kerusakan pada mesin MTU 4 diduga disebabkan oleh akumulasi panas dan gangguan sistem pelumasan, yang mempercepat keausan komponen.

“Usia kedua mesin sudah lebih dari 10 tahun. Kalau tidak dirawat secara intensif, sangat rentan mengalami kerusakan,” tambah Herry.

Untuk percepatan perbaikan, empat teknisi dari PLN Tanjungpinang telah diterjunkan ke Tarempa. Targetnya, proses pemulihan bisa rampung maksimal dalam 10 hari sejak 1 Agustus.

Akibat kerusakan tersebut, jadwal pemadaman listrik di Pulau Siantan mengalami perubahan signifikan. Dari sebelumnya sekali sehari selama maksimal tiga jam, kini menjadi dua kali dalam sehari, masing-masing berdurasi lima jam. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Makin Parah, Pemadaman Listrik di Siantan Anambas 10 Jam per Hari pertama kali tampil pada Kepri.