Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1313

Riza Chalid Bakal Masuk DPO Bila Kembali Mangkir dari Panggilan Penyidik

0
Rizal Chalid.

batampos – Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melayangkan panggilan terhadap taipan minyak, Riza Chalid. Tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina itu dijadwalkan untuk diperiksa hari ini (4/8).

Bila tidak kunjung memenuhi panggilan dari penyidik, Kejagung bakal memasukkan nama Riza Chalid dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna, pihaknya sudah melayangkan panggilan kepada Riza Chalid sebanyak 3 kali.

Surat panggilan tersebut dikirim oleh Kejagung ke alamat Riza Chalid. Bahkan pemanggilan tersebut turut diumumkan oleh Kejagung pada salah satu media massa nasional. Tujuannya agar yang bersangkutan hadir dan memenuhi panggilan sebagai tersangka.

”Hari ini, sampai siang ini, saya tadi baru ke ke penyidik belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan. Bak dari keluarganya atau penasihat hukumnya, tidak ada,” ucap Anang kepada awak media.

Anang mengingatkan, Riza Chalid sudah dipanggil secara patut sebanyak 3 kali. Tentu saja, bila tidak kunjung memenuhi panggilan penyidik, Korps Adhyaksa akan melakukan langkah-langkah hukum berikutnya.

Termasuk menjadikan salah seorang pengusaha minyak kawakan itu sebagai DPO Kejagung. Sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, langkah hukum itu akan dilakukan paling lama pekan depan.

”Kalau (red notice Riza Chalid) itu kami sedang proses, karena dilengkapi dulu data-data semuanya, termasuk mekanisme pemanggilan, kan dilengkapi dulu. Nanti setelah semua syarat-syarat itu kami lengkapi, kami ajukan ded notice sampai termasuk penetapan DPO,” imbuhnya.

Sejauh ini Kejagung telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina. Kasus yang sempat ramai karena beredar informasi mengenai bensin oplosan itu terus berjalan.

Beberapa tersangka kini tinggal menunggu pelimpahan dari Kejagung untuk segera menjalani sidang di pengadilan tindak pidana korupsi (korupsi). Para jaksa tengah menyusun surat dakwaan untuk mereka.

”Mungkin dalam waktu dekat akan segera dilimpah ke pengadilan,” pungkas Anang. (*)

Sumber: JP Group

Artikel Riza Chalid Bakal Masuk DPO Bila Kembali Mangkir dari Panggilan Penyidik pertama kali tampil pada News.

Lampu Jalan Yos Sudarso Mati Lagi, DBMSDA Lakukan Pengecekan Lanjutan

0
Di ruas Jalan Yos Sudarso ini hanya lampu kendaraan yang menerangi jalan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kota Batam, kembali dikeluhkan warga karena padam pada malam hari. Padahal, sebelumnya lampu-lampu di jalur tersebut sempat menyala pada pukul 20.00 WIB, Minggu (3/8). Namun, sekitar pukul 23.00 WIB ke atas, lampu-lampu tersebut kembali mati.

“Kemarin malam itu sekitar jam delapan lampunya sudah nyala lagi, kami kira sudah diperbaiki. Tapi pas saya lewat jam sebelas malam lebih, sudah gelap lagi. Mati total. Ini seperti gangguan sistem,” ujar salah satu warga Bengkong, Heri, 38, Senin (4/8).

Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan kawasan Bengkong, Baloi, dan Batuampar, yang padat dilalui kendaraan pada malam hari. Karena itu, keberadaan lampu PJU sangat dibutuhkan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Tak hanya Heri, beberapa pengendara lain juga mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang minim penerangan saat malam. Apalagi, di beberapa titik masih terdapat aktivitas pembangunan dan pelebaran jalan yang menambah risiko bagi pengendara.

“Kalau gelap seperti ini, bahaya juga,” ucap Rika, warga yang biasa melintasi jalur tersebut sepulang kerja malam.

Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Kepala Bidang PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan. Hasil awal menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada pasokan listrik dari PLN.

“Hasil pengecekan semalam, indikasinya memang ada gangguan dari PLN. Kami akan cek dan pastikan lagi nanti malam,” ujar Kukuk saat dihubungi.

Kukuk menegaskan, seluruh PJU yang berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga memang menggunakan suplai arus dari PLN. Sehingga jika terjadi pemadaman atau gangguan dari pihak penyedia listrik, otomatis akan berdampak terhadap lampu penerangan di jalan.

“Kalau untuk PJU yang menggunakan solar cell, penanganannya berada di Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan). Jadi kami di Bina Marga hanya menangani PJU yang menggunakan sambungan PLN,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan titik PJU padam, agar tim teknis dapat segera turun dan melakukan pengecekan serta penanganan.

“Kami sangat terbuka terhadap laporan masyarakat. Kalau memang ada titik-titik yang padam, bisa segera disampaikan ke kami lewat kanal pengaduan resmi,” tambah Kukuk. (*)

Reporter: Renggga Yuliandra

Artikel Lampu Jalan Yos Sudarso Mati Lagi, DBMSDA Lakukan Pengecekan Lanjutan pertama kali tampil pada Metropolis.

Menjaga Marwah Merah Putih, Pemko Batam Dukung Polisi Tindak Pengibar Bendera One Piece

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto: Pemko Batam

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polresta Barelang dalam menjaga wibawa dan kehormatan simbol negara.

Pernyataan ini disampaikan menyusul fenomena pengibaran bendera bergambar tengkorak bertopi jerami yang identik dengan tokoh bajak laut dalam anime One Piece, yang muncul menjelang peringatan HUT ke-80 RI.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan setiap bentuk pelanggaran terhadap simbol-simbol kenegaraan harus ditindak secara tegas sesuai aturan yang berlaku. Momen peringatan kemerdekaan bukan ruang untuk ekspresi bebas yang melanggar batas nilai-nilai kebangsaan.

“Kami mendukung langkah Polresta Barelang untuk menindak tegas setiap pelanggaran penggunaan simbol negara. Bendera Merah Putih adalah lambang perjuangan dan kemerdekaan. Tidak boleh ada simbol lain yang menodai makna itu,” ujar Rudi, Senin (4/8).

Menurutnya, pengibaran bendera bajak laut, meski sebagian masyarakat menganggapnya sebagai bentuk fandom budaya pop, tetap harus dilihat dalam konteks hukum dan norma kebangsaan. Apalagi dilakukan berdekatan dengan momen sakral kemerdekaan yang seharusnya menjadi refleksi perjuangan bangsa.

Ia menambahkan, perayaan HUT ke-80 RI bukan sekadar seremonial, tetapi juga momentum untuk menanamkan kembali nilai nasionalisme, terutama kepada generasi muda. Penggunaan simbol asing yang tidak sesuai konteks justru dapat mengaburkan makna peringatan itu sendiri.

Langkah kepolisian yang mengategorikan pengibaran bendera bajak laut sebagai tindakan provokatif dan bentuk penghinaan terhadap simbol negara, dinilai Pemko Batam sebagai bentuk perlindungan terhadap identitas nasional. Pemerintah daerah mendukung penuh pendekatan hukum yang dilakukan sebagai bagian dari edukasi masyarakat.

“Kami tidak melihat ini semata-mata sebagai penindakan, tapi juga bentuk pembelajaran publik. Supaya semua pihak, terutama anak muda, memahami pentingnya menjunjung tinggi simbol negara dalam setiap perayaan nasional,” kata Rudi.

Selain itu, Pemko Batam telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW, untuk memantau pelaksanaan perayaan kemerdekaan di wilayah masing-masing.

Rudi juga mengajak masyarakat Batam untuk merayakan kemerdekaan secara khidmat dan bermartabat, dengan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah dan lingkungan sekitar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur membela bangsa.

“Mari rayakan HUT ke-80 RI dengan suka cita, penuh hormat, dan tetap menjunjung tinggi semangat kebangsaan. Jangan sampai perayaan ini ternodai oleh simbol yang tidak menggambarkan nilai-nilai Indonesia,” ujar dia. (*)

Reporter: Arjuna

Artikel Menjaga Marwah Merah Putih, Pemko Batam Dukung Polisi Tindak Pengibar Bendera One Piece pertama kali tampil pada Metropolis.

Mesin Tua Jadi Biang Krisis Listrik di Anambas, Legislator Desak Peremajaan

0
Pembangkit tua
Anggota DPRD Kepri, Mustamin Bakri ketika meninjau kerusakan mesin di PLTD Serasan. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Krisis listrik yang melanda Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Kepri, Mustamin Bakri.

Ia menilai, biang kerok utama pemadaman bergilir yang terjadi adalah kondisi mesin pembangkit PLN yang sudah uzur dan tak lagi layak dioperasikan.

“Bukan hanya Anambas, Natuna juga mengalami hal yang sama. Mesin pembangkitnya rata-rata sudah berusia lebih dari 10 tahun, tentu tidak bisa dipaksakan terus,” kata Mustamin kepada Batam Pos, Senin (4/8).

Ia menjelaskan, beberapa wilayah di Natuna seperti Sedanau dan Serasan juga baru-baru ini mengalami gangguan listrik akibat kerusakan mesin pembangkit. Kondisi itu, menurutnya, harus segera ditanggapi serius oleh pemerintah daerah dan PLN.

“Saya akan bawa persoalan ini ke Pemprov Kepri dan PLN Wilayah Riau-Kepri. Kita dorong agar segera dilakukan peremajaan mesin pembangkit untuk wilayah perbatasan,” tegasnya.

Mustamin juga menyinggung program Kepri Terang yang digagas Pemerintah Provinsi Kepri. Menurutnya, program tersebut seharusnya menjadi momen penting untuk mempercepat pemerataan pasokan listrik, terutama di daerah 3T seperti Natuna dan Anambas.

“Saya harap Kepri Bersinar ini jadi atensi serius Gubernur. Listrik di Natuna dan Anambas kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini Pulau Siantan di Anambas mengalami defisit listrik sebesar 800 kilowatt (kW) akibat kerusakan dua unit mesin PLN yakni MTU 3 dan MTU 4. Kapasitas daya tersedia hanya 2.400 kW, sementara beban puncak mencapai 3.200 kW.

PLN pun terpaksa menerapkan pemadaman bergilir dua kali sehari, dengan total durasi hingga 10 jam. Krisis ini berdampak pada aktivitas warga, pelaku usaha, hingga layanan publik.

Mustamin berharap Pemprov Kepri bersama PLN dapat segera mengambil langkah konkret. “Jangan biarkan masyarakat Anambas terus dirugikan hanya karena pasokan listrik tak memadai,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Mesin Tua Jadi Biang Krisis Listrik di Anambas, Legislator Desak Peremajaan pertama kali tampil pada Kepri.

Butuh Dana Segar, Pemprov Kepri Jajaki Pinjaman ke PT SMI dan BRK Syariah

0
Ansar Ahmad
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) tengah menjajaki opsi pinjaman dana ke sejumlah pihak demi mendukung pembangunan infrastruktur.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah terkait rencana tersebut.

“Ada kita lakukan pertemuan untuk melakukan pinjaman. Namun saat ini masih penjajakan saja,” kata Ansar di Tanjungpinang, Senin (4/8).

Meski belum menyebut angka pasti, Ansar memastikan bahwa pinjaman ini difokuskan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan, bukan untuk kebutuhan operasional seperti pembayaran gaji atau tunjangan pegawai.

“Bukan untuk bayar gaji pegawai, kan sudah kita jamin dengan APBD,” ujarnya.

Salah satu proyek yang disebut masuk dalam rencana penggunaan dana pinjaman adalah pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat.

Pembangunan tersebut saat ini masih dalam proses komunikasi dengan Pemerintah Pusat. Selain itu, Pemprov Kepri juga telah mengajukan bantuan ke Kementerian Kebudayaan sebesar Rp30 miliar.

“Ya (untuk Tugu Bahasa), tapi masih berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat,” tutup Ansar. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel Butuh Dana Segar, Pemprov Kepri Jajaki Pinjaman ke PT SMI dan BRK Syariah pertama kali tampil pada Kepri.

Kecelakaan Maut Motor vs Pikap di Bintan, Mahasiswa Tewas

0
Kecelakaan maut Bintan
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut di Jalan Nusantara Km 16, Gunung Lengkuas, Bintan Timur, Minggu (3/8) malam. F. H.P Bako untuk Batam Pos.

batampos – Seorang mahasiswa warga Bintan Timur, Nofa Dwi Yahya (29), meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara sepeda motor Yamaha R25 dengan mobil pikap Isuzu Panther.

Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Nusantara Kilometer (Km) 16, tepatnya di dekat PT Pulau Bintan Djaya, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, Minggu (3/8) sekira pukul 23.45 WIB.

Kasi Humas Polres Bintan, Iptu H.P Bako menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika sepeda motor yang dikendarai korban tiba-tiba keluar jalur dan menabrak mobil pikap bernomor polisi BP 8564 TQ yang dikemudikan oleh Saroha Gultom (47), warga Tanjungpinang.

“Sepeda motor yang dikendarai korban datang dengan kecepatan tinggi dan tiba-tiba berpindah jalur, sehingga terjadi tabrakan,” ujar Bako, Senin (4/8).

Akibat insiden tersebut, Nofa yang melaju dari arah Tanjungpinang menuju Kijang meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka serius di paha dan lengan. Jenazahnya langsung dievakuasi ke RSUD Bintan menggunakan ambulans.

Sementara itu, sopir pikap, Saroha Gultom tidak mengalami luka. Namun, penumpang pikap bernama Andready (48) mengalami luka robek di lengan kanan akibat terkena pecahan kaca dan saat ini menjalani perawatan medis.

Benturan keras menyebabkan bagian depan pikap ringsek dan kaca depan pecah. Sepeda motor Yamaha R25 juga mengalami kerusakan berat di bagian depan. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Polisi melalui Unit Gakkum Satlantas Polres Bintan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta mengamankan kedua kendaraan berikut surat-surat kendaraannya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Bako mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di malam hari atau saat hujan.

“Kurangi kecepatan, dan pastikan kondisi kendaraan, seperti ban dan rem, dalam keadaan baik agar terhindar dari kecelakaan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Kecelakaan Maut Motor vs Pikap di Bintan, Mahasiswa Tewas pertama kali tampil pada Kepri.

Kemacetan Parah di Simpang Basecamp, Warga Minta Penataan Lalu Lintas yang Jelas

0
Bundaran Basecamp Batuaji macet. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.

batampos – Kemacetan di Simpang Basecamp, Batuaji, masih menjadi keluhan utama warga, terutama pada pagi hari saat arus kendaraan padat. Situasi makin parah saat turun hujan. Seperti yang terjadi pada Senin (4/8) pagi, hujan gerimis menyebabkan persimpangan ini macet total. Kendaraan saling berebut jalan, membuat lalu lintas lumpuh hingga beberapa ratus meter.

Simpang Basecamp yang menjadi penghubung utama antara kawasan Batuaji, Marina, dan Muka Kuning memang dikenal padat setiap pagi. Hilir mudik para pekerja dan orangtua yang mengantar anak ke sekolah, mayoritas menggunakan mobil, menyebabkan kendaraan menumpuk di bundaran simpang empat tersebut.

Sayangnya, persimpangan ini tidak dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas. Hanya terdapat bundaran di tengah persimpangan tanpa pengaturan arus kendaraan yang jelas. Akibatnya, pengendara kerap saling mendahului dan enggan mengalah, yang justru memicu kemacetan panjang.

“Hujan sedikit saja langsung kacau. Orang rebutan masuk persimpangan, semua pakai mobil. Apalagi orang tua yang antar anak ke sekolah,” kata Yanti, salah satu pengguna jalan yang setiap pagi melewati jalur ini.

Kemacetan juga terjadi karena di sekitar Simpang Basecamp terdapat sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta. “Pagi itu memang jam sibuk. Selain pekerja, orang tua juga ramai antar anak sekolah. Semua tumpah di persimpangan itu,” ungkap Sumardi, warga Tanjunguncang yang setiap hari melintas dari arah Marina.

Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengendara nekat menerobos jalur, dan tak jarang terjadi senggolan hingga tabrakan kecil di tengah simpang.

Menurut warga, meski jalan di persimpangan itu sudah dilebarkan menjadi lima lajur sejak tahun lalu, namun tanpa pengaturan arus yang memadai, kemacetan tetap tidak terhindarkan. “Jalan sudah bagus, tapi kalau tak ada pengaturannya ya tetap macet. Harus ada solusi yang lebih jelas,” kata Sumardi lagi.

Salim, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam sebelumnya, menjelaskan bahwa tidak adanya lampu lalu lintas di persimpangan bundaran seperti Simpang Basecamp dan Simpang Barelang memang disengaja, karena mengikuti konsep bundaran sebagai pengatur alami arus kendaraan. Namun kenyataannya, konsep tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.

Desakan pun kembali menguat agar Pemko Batam segera memasang lampu lalu lintas atau menugaskan petugas pengatur lalu lintas di jam-jam sibuk. “Kalau dibiarkan terus, bukan cuma macet, tapi juga rawan kecelakaan. Harus ada tindakan nyata,” kata Theo, warga Batuaji.

Dengan kondisi seperti ini, warga berharap penataan simpang yang telah dilakukan Pemko Batam bisa dilengkapi dengan sistem pengaturan arus kendaraan yang memadai. Jika tidak, kemacetan dan kekacauan lalu lintas akan terus terjadi setiap pagi, terlebih saat cuaca hujan. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kemacetan Parah di Simpang Basecamp, Warga Minta Penataan Lalu Lintas yang Jelas pertama kali tampil pada Metropolis.

Kenapa Hari Senin Bikin Stres? Ini Penjelasan Ilmiahnya

0
Senin stres
Ilustrasi. F. Freepik

batampos – Hari Senin kerap dianggap sebagai hari paling tidak disukai dalam seminggu. Transisi dari akhir pekan menuju hari produktif membuat tubuh dan pikiran mengalami tekanan signifikan. Fenomena ini bahkan telah menjadi masalah berskala internasional.

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Affective Disorders oleh Universitas Hong Kong mengungkap, hormon stres manusia meningkat drastis setiap hari Senin, baik pada pekerja aktif maupun pensiunan. Penelitian itu dikutip dari ScienceDaily, Senin (4/8).

“Semua orang, termasuk pensiunan, mengalami peningkatan hormon stres sebesar 23 persen pada hari Senin dibandingkan hari lainnya,” tulis laporan tersebut.

Fenomena ini dikenal dengan sebutan anxious Monday, yakni kondisi stres dan kecemasan yang dipicu oleh pergantian minggu, meskipun tidak selalu berkaitan langsung dengan pekerjaan.

Profesor Tarani Chandola, penulis utama studi tersebut, menjelaskan bahwa hari Senin secara budaya bertindak sebagai pemicu stres kolektif.

“Hari Senin bertindak sebagai penguat stres secara budaya,” ujarnya.

Penelitian ini menganalisis data dari 3.500 lansia dalam studi jangka panjang tentang proses penuaan. Hasilnya menunjukkan bahwa tubuh manusia merespons Senin secara biologis, bahkan setelah seseorang tidak lagi aktif bekerja.

Secara ilmiah, hari Senin mengganggu sistem hormon tubuh, khususnya sumbu HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) yang mengatur kortisol, tekanan darah, insulin, dan sistem imun.

Berikut Dampak Hari Senin Terhadap Kesehatan Fisik:

1. Peningkatan kadar kortisol sebesar 23%, terdeteksi lewat sampel rambut, terjadi baik pada pekerja maupun nonpekerja.

2. Lonjakan serangan jantung sebesar 19% dilaporkan terjadi pada hari Senin.

3. Hanya 23% dari efek anxious Monday dapat dijelaskan oleh rasa cemas.

4. Sebanyak 77% efek lainnya berasal dari faktor yang belum dapat dijelaskan secara medis.

Peneliti menyimpulkan bahwa kecemasan di hari Senin bukan hanya perasaan subjektif, tapi telah melekat secara biologis dan budaya dalam diri manusia modern. Bahkan setelah pensiun, banyak orang tetap merasakan tekanan setiap kali memasuki awal pekan. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Kenapa Hari Senin Bikin Stres? Ini Penjelasan Ilmiahnya pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pelabuhan Sei Tenam Segera Diserahkan ke Pemkab Lingga, Target Naikkan PAD

0
Pelabuhan Sei Tenam
Pelabuhan Sei Tenam di Daik, Lingga. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos 

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan segera menyerahkan pengelolaan dan kepemilikan aset Pelabuhan Ferry Sei Tenam kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga. Selama ini, pelabuhan tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, baik dari sisi pengelolaan maupun asetnya.

Kepala Dishub Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal mengatakan bahwa progres penyerahan aset dan pengelolaan Pelabuhan Sei Tenam telah mencapai tahap akhir.

“Untuk progresnya sudah 99 persen. Beberapa minggu lalu saat rapat dengan Pak Bupati, saya diminta langsung menelpon Kadishub Provinsi di ruang rapat agar beliau juga bisa mendengar langsung,” ujar Hendry, Senin (4/8).

Dalam percakapan telepon tersebut, kata Hendry, Kadishub Provinsi Kepri menyampaikan bahwa penyerahan secara simbolis akan dilakukan langsung oleh Gubernur Kepri saat kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga.

“Insyaallah dalam tahun ini juga akan dilakukan serah terima dari Pemprov Kepri kepada Pemkab Lingga,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh dokumen administrasi inti sudah disiapkan. Hanya tinggal beberapa berkas pendukung yang akan disejalankan dengan agenda serah terima nantinya.

“Seperti berita acara serah terima pengelolaan dan kepemilikan aset Pelabuhan Sei Tenam, itu yang tinggal kita lengkapi. Tapi untuk pokok dokumen sudah aman,” ungkap Hendry.

Dengan beralihnya pengelolaan ke Pemkab Lingga, diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerimaan retribusi dari pengguna jasa pelabuhan.

“Khususnya masyarakat Pulau Daik Lingga dan sekitarnya, yang memang aktif menggunakan Pelabuhan Sei Tenam sebagai dermaga utama transportasi. Semakin ramai, semakin besar juga kontribusi PAD melalui retribusi,” jelasnya.

Sebagai informasi, tarif retribusi di Pelabuhan Sei Tenam saat ini terdiri dari boarding pass Rp5.000; pengantar penumpang Rp5.000; parkir kendaraan roda dua Rp1.000 dan parkir kendaraan roda empat Rp2.000. (*)

Reporter: Vatawari 

Artikel Pelabuhan Sei Tenam Segera Diserahkan ke Pemkab Lingga, Target Naikkan PAD pertama kali tampil pada Kepri.

Warga RW 16 Marina Desak Pemerintah Bangun Akses Jalan Khusus ke SDN 013 Sekupang

0
SDN 013 Sekupang di Marina butuh akses jalan khusus dan jembatan. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Warga Marina, khususnya RW 16, mendesak pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan khusus menuju SDN 013 Sekupang yang selama ini hanya mengandalkan jalan perumahan. Selain kondisinya rusak parah, akses tersebut dinilai tidak layak untuk mendukung aktivitas pendidikan setiap hari.

Ketua RW 16 Marina, Bambang, mengatakan sejak SDN 013 berdiri, anak-anak sekolah harus melewati jalan lingkungan yang sempit dan berlubang. “Jalan ini milik perumahan dan sudah rusak. Kami sudah lama minta agar dibangun jalan khusus di lahan perbatasan antara Perumahan Victoria dan Citra Renggali,” ujarnya saat menghadirinya pertemuan dengan salah satu anggota DPRD Batam di dekat lokasi sekolah belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa lahan untuk pembangunan jalan sebenarnya sudah ada, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti agar akses anak-anak sekolah menjadi lebih nyaman dan aman.

Kepala SDN 013 Marina, Musarman, mengungkapkan pihaknya juga telah menyampaikan permohonan serupa ke Dinas Pendidikan Kota Batam. “Sudah kami teruskan permohonan pembangunan jalan khusus dan peningkatan jembatan ke Dinas Pendidikan agar diteruskan ke dinas terkait lainnya. Kami sangat berharap ada perhatian khusus karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa,” ujarnya.

Orang tua siswa SDN 013, Martin, juga menyoroti kondisi jembatan penyebrangan yang digunakan anak-anak menuju sekolah. “Jembatannya darurat, tanpa atap, dan sangat berbahaya. Kalau hujan, anak-anak basah kuyup. Selain itu, jembatannya tinggi dan minim pengamanan. Anak-anak bisa saja manjat, ini sangat riskan,” jelasnya.

Menurut Martin, jembatan tersebut menghubungkan jalan depan Perumahan Citra Renggali ke area sekolah, dan setiap hari dilalui ratusan siswa. Ia berharap pemerintah membangun jembatan permanen yang atapnya memadai serta memiliki pengaman di sisi kanan kiri.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengakui persoalan ini memang sudah lama disuarakan masyarakat dan juga pihak sekolah. Ia menyebutkan bahwa aspirasi ini telah disampaikan ke dinas-dinas terkait dalam berbagai kesempatan.

“Memang sudah kami sampaikan ke beberapa Kabid. Katanya, untuk pembangunan jalan baru perlu anggaran besar karena butuh batumiring dan pembangunan lainnya. Tapi kami harap ada solusi jangka pendek, minimal jalan yang rusak diperbaiki dulu,” kata Syamsuddin. Warga berharap persoalan ini tidak terus dibiarkan, karena menyangkut akses pendidikan anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Warga RW 16 Marina Desak Pemerintah Bangun Akses Jalan Khusus ke SDN 013 Sekupang pertama kali tampil pada Metropolis.