Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13157

Oknum ASN Satpol PP Diringkus Polisi

0
Kurnia Wandi, oknum ASN Satpol PP (kaso merah) yang dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Karimun karena terlibat peredaran sabu-sabu. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kurnia Wandi, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Satpol PP Kabupaten Karimun, ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Karimun karena kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu, Kamis (24/8).

Menurut Kapolres Karimun AKBP Agus Fajaruddin, Kurnia Wandi ditangkap setelah sebelumnya polisi menangkap Bahar, warga Tanjungbatu, Rabu (23/8). Dari Bahar polisi mengamakankan satu paket sabu- sabu seberat 0,12 gram. Dari pengakuan Bahar ia mendapatkan sabu tersebut dari Kurnia wandi.

Sepulang dari Tanjungbatu menangkap Bahar, tim Satres Narkoba Polres Karimun melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan pada tersangka lainnya, yakni Kurnia Wandi.

Pada saat ditangkap, Kurnia Wandi sempat terkejut.  Ia mencoba memberikan uang suap sebesar Rp 20 juta. Tawaran suap tersebut tak digubris tim Satres Narkoba dan melanjutkan penangkapan.

”Barang bukti yang ada di tangan Wandi seberat 0,25 gram diperoleh dari seorang narapidana yang ada di Lapas Tanjungpinang,” jelasnya.

Selain melakukan penangkapan oknum ASN, pihaknya juga berhasil menangkap Refendi, seorang kurir sabu pada Selasa (22/8) yang membawa 300,1 gram yang dikemas dalam dalam tiga bungkus plastik putih di Jalan Nusantara. Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut didapat dari seorang bandar berinisial Ht dan rencananya akan diserahkan kepada Rd.

”Pengakuan dari Rafendi, bahwa Rd menyuruhnya mengambil sabu dari Ht ke Tanjungbalai Karimun dengan upah sebesar Rp400 ribu. Saat ini, kita sedang melakukan pengembangan terkait Rd dan Ht. Berdasarkan barang bukti ponsel yang disita dari Rafendi, nomor Ht dan Rd sudah tidak aktif lagi,” paparnya Agus.. (san)

Lis Ingin Rampungkan di Periode Kedua

0
Mushala terapung yang berdiri di kawasan Teluk Keriting, Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sadar waktu yang dipunya dalam mengemban amanah sebagai wali kota tidak lagi panjang. Sesuai aturan, masa jabatan Lis akan purna Januari 2018 mendatang. Namun, sebenarnya masih ada sejumlah mimpi Lis yang ingin ia penuhi selama menjabat sebagai wali kota.

Di antaranya, Lis masih mendambakan pembangunan masjid terapung. “Saya ingin masjid terapung ini sebagai pusat pendidikan Islam di Tanjungpinang,” kata Lis, kemarin.

Namun, Lis sadar, dalam mewujudkan mimpinya itu tidak hanya dibutuhkan anggaran besar, tapi juga waktu kerja yang memadai. Sebab itu, jika memang nanti diamanahi untuk kembali menjabat sebagai wali kota pada periode kedua, Lis menekankan masjid terapung adalah proyek yang harus segera diwujudnyatakan.

Sebab ia punya konsep masjid tersebut akan menjadi Pusat Quran dan kajian-kajian keislaman, sehingga sejalan dengan mimpinya membentuk Tanjungpinang sebagai kota yang tidak saja kaya akan budaya, tapi mampu melahirkan generasi-generasi muda yang taat beragama.

“Itu sejalan juga dengan kerja saya yang ingin memajukan sumber daya pemuda diTanjungpinang. Jadi masjid terapung itu bisa menjadi salah satu wadahnya,” pungkas Lis. (aya)

Hingga Juli, Baru Separuh Target Wisman Terpenuhi

0
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga awal semester dua tahun ini, target kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Tanjungpinang baru separuh terpenuhi. Pada tahun 2017, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpinang menargetkan akan ada 102 ribu wisman yang plesiran ke Tanjungpinang.

“Sampai Juli kemarin, saya dapat laporan sudah 54 ribu lebih yang datang,” kata Kepala Disparbud Tanjungpinang, Reni Yusneli, kemarin.

Sudah jalan setengah tahun dan baru separuh target terpenuhi, membuat Disparbud Tanjungpinang harus bekerja ekstra agar dalam waktu yang tersisa bisa mengejar target kunjungan wisman tersebut. Reni berharap, festival-festival yang tersisa di semester dua ini dapat menggenjot angka kunjungan wisman ke Tanjungpinang.

Semisal, Festival Bahari Kepri yang kembali digelar tahun ini dan disejalankan dengan Lomba Perahu Naga. Reni meyakini, kegiatan bertaraf internasional ini dapat memberi dampak langsung terhadap kunjungan wisman.

“Sebab dilaksanakan bersama oleh kementerian, pemprov, dan pemko,” ujarnya.

Kemudian, sambung Reni, dengan dana yang terbatas juga akan dimaksimalkan untuk menggelar satu lagi festival budaya. Itu pun dengan catatan jika anggarannya memang benar-benar memungkinkan. Kalau pun tidak, akan coba diusahakan dengan menggandeng pihak ketiga untuk menggelar sebuah festival budaya bertaraf besar.

“Ya bagaimana pun kondisinya, kami harus optimistis dengan target (kunjungan wisman, red) itu,” pungkas Reni. (aya)

Perampok Menikam Korban, Perampok Berhasil Dilumpuhkan

0

batampos.co.id – Perampok yang menikam warga Perumahan Taman Harapan Indah Bengkong, Lia Astuti hingga tewas ternyata sudah kenal lama dengan korbannya. Hal tersebut dibenarkan oleh tetangga sebelah rumah korban, Buya Muda Budiman.

“Pelaku namanya Khaidir. Ia pernah tinggal di sini, Perumahan Taman Harapan Indah Bengkong sebelum saya tempati ini. Siangnya sebelum menikam ibu Lia Astuti, Khaidir ini datang kemari dikenalkan korban ke saya,” ujar Buya, panggilan akrabnya.

Dari cara bicaranya, lanjut Buya, pelaku sudah kenal akrab dengan korban. Khaidir datang siang hari menjumpai Lia, hendak meminjam uang. Kepada Lia, Khaidir mengaku kalau uang yang akan dipinjamnya itu, untuk biaya berobat istrinya yang lagi sakit parah di Jember.

“Bahkan sebelum pelaku pulang sian itu sempat bertemu dengan saya duduk di rumah yang saya tinggali. Khaidir bahkan sempat minta obat untuk istrinya yang katanya lagi sakit. Ibu Lia itu juga meminta tolong ke saya agar saya kasih obat ke Khaidir. Saya kasih lah air mineral yang sudah saya kasih doa-doa bacaan alquran. Setelah itu air tadi dibawa pulang oleh pelaku,” terang Buya.

Malamnya, Buya yang saat itu lagi mendapatkan undangan untuk menikahkan orang di Tanjunguma mendapatkan telepon dari adiknya, Ilham yang mengabari kalau tetangga sebelah rumahnya, Lia Astuti hendak dirampok dan ditikam orang hingga tewas.

Pelaku Kalah saat Diajak Duel Warga

Khaidir, perampok yang menikam Lia Astuti yang sempat melarikan diri dan bersembunyi usai menikam, mampu dibekuk satu warga Perumahan Taman Harapan Indah Bengkong setelah kalah diajak berduel atau berkelahi.

Saksi kunci yang mampu meringkus pelaku dengan tangan kosong setelah berduel adalah Ilham, 21, pemuda asal Aceh Selatan yang tinggal di Perumahan Taman Harapan Indah sebelah rumah korban.

Ilham mengetahui kejadian perampokan dan penikaman itu setelah korban berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar Ilham yang kebetulan lagi berada di depan rumah yang ia tempati.

“Ibu Lia awalnya sempat ngobrol dengan saya malam sebelum tertikam pelaku. Di depan rumah saya, korban usai nonton pertunjukan orgen tunggal. Ia berhenti setelah tahu saya ada di depan rumah. Saya sempat tanya, bu Lia, sudah malam kok masih diluar rumah. Segeralah masuk rumah, nggak baik perempuan malam hari masih diluar rumah. Tak lama, korban pulang masuk ke rumah dan sempat menutup pintu gerbang pagar besi rumahnya dan menggemboknya,” ujar pemuda jebolan pondok pesantren di Aceh ini.

Saat Ilham akan masuk rumah, Ia mendengar jeritan korban yang memanggil namanya dan meminta tolong.

ilustrasi

“Teriakan itu kencang suaranya. Korban teriak Ilham toloong.. saya ditikam orang. Dengar korban minta tolong, saya bergegas keluar rumah dan berlari hendak masuk ke rumah korban. Ternyata pintu pagar besi rumahnya sudah dikunci gembok. Sehingga saya tak bisa masuk rumahnya,” terang Ilham.

Tahu pagar besi pintu rumah korban tergembok, Ilham mencoba memanjat pagar rumah. Belum sempat masuk ke teras rumah korban, di hadapannya, Ilham menyaksikan pelaku menghujamkan pisau ke tubuh korban berkali-kali.

“Saat lompat masuk ke teras rumah, pelaku yang melihat kedatangan saya, langsung berlari ke arah saya dan menikamkan pisaunya ke tubuh saya. Beruntung saya dapat mengelak dan berbalik menendang tangan kanan pelaku hingga pisau yang digunakan menikam korban terjatuh di lantai,” ujar Ilham.

Begitu pisaunya terjatuh, pelaku mencoba melarikan diri dengan memanjat pagar besi sisi samping rumah korban dan berlari ke arah belakang perumahan. Ilham yang sempat melawan pelaku, terus memburunya dan mengejar kemana arah larinya pelaku.

“Tepat dibelakang perumahan ini kan tanahnya tebing curam dan tinggi. Saya lihat pelaku yang lari saya kejar itu nekat turun ke semak-semak tebing tersebut lalu kabur ke arah depan di jalan raya dengan menyisir lapangan futsal ini. Sebelum saya kejar pelaku, saya sempat teriak minta tolong ke warga. Warga pun banyak yang keluar setelah dengar teriakan saya,” ujar Ilham.

Meksi sudah banyak warga yang keluar rumah, tak satupun warga yang berani membantu Ilham turun ke tebing mengejar pelarian pelaku. Akhirnya Ilham dengan tangan kosong nekat mengejar dan mencari pelaku yang bersembunyi.

“Untuk kaki saya tak kena pecahan kaca beling. Karena di tebing banyak pecahan kaca. Saya sisir itu tebing bersebelahan dengan lapangan futsal. Saya hanya bawa ponsel yang saya nyalakan lampunya. Saya ikuti jejak kaki pelaku berlari di lumpur-lumpur. Begitu mendekati salah satu bangunan ruko di bawah Perumahan Taman Harapan Indah ini, Saya mendapati pelaku bersembunyi telungkup di rerumputan dekat parkiran lori-lori,” terang Ilham.

Begitu tahu dan yakin yang bersembunyi adalah penikam tetangganya, Ilham langsung menginjak kepala pelaku. Kaget karena kepala diinjak, pelaku langsung berdiri dan berkelahi dengan Ilham.

Meski kalah jauh tinggi dan besarnya badan pelaku, Ilham tetap melakukan perlawanan. Hasilnya, pelaku kalah dan memohon ampun ke Ilham. Saat terjadi perkelahian yang harusnya tak seimbang itu, Ilham melumpuhkan pelaku dengan menghantamkan kepalan tangannya tepat mengenai tenggorokan pelaku.

“Begitu saya pukul tenggorokannya, pelaku lemas dan sesak napas. Tahu pelaku sudah lemah, saya ambil kayu balok yang ada didekat saya dan saya pukulkan ke kedua kaki pelaku. Dari situlah pelaku mohon-mohon ampun ke saya,” ujar pemuda yang memiliki kemampuan bela diri dari kecil ini.

Kepada Ilham, Khaidir mengaku nekat menikam Lia, karena ingin memiliki perhiasan korban. Ia beralasan nekat merampok korban karena butuh biaya untuk perobatan anak dan istri pelaku yang lagi sakit keras di Jember.

Mengetahui pelaku dapat dibekuk Ilham, sekuriti perumahan dan warga berbondong-bondong mendekati pelaku dan sempat pelaku dipukuli warga. Tak lama, sekuriti perumahan melaporkan aksi pelaku ke kepolisian.

Sementara, korban sendiri usai ditikam pelaku, sempat keluar rumah dan meminta tolong tentangga yang ada di depan rumahnya. Namun sayang, sebelum dibawa ke rumah sakit, korban sudah tewas terlebih dahulu dengan empat luka tusukan di punggung sisi kiri, dada sisi kanan, perut tengah, pinggang kiri serta satu luka sayatan di jari tangan sebelah kiri.

Apakah pelaku beraksi seorang diri atau ada rekannya yang membantunya, sampai saat ini polisi masih mendalami hal itu. Pelaku saat ini masih dalam perawatan di RS Budi Kemuliaan setelah sempat dihakimi warga dan kalah duel dengan salah satu pemuda di Perumahan Taman Harapan Indah Bengkong. (gas)

 

Jejak Korupsi di Ditjen Hubungan Laut

0
Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono kenakan rompi oranye KPK dan ditahan (Imam Husein/Jawa Pos)

batampos.co.id – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Antonius Tonny Budiono bukanlah hal yang baru di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut.

Pada Oktober 2016 lalu Tim Sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Polri pun melakukan OTT di lingkungan tersebut.

Kala itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke kantor Kemenhub. Ia memerintahkan pejabat yang terlibat korupsi langsung dipecat dan dihukum berat.

Sebelumnya lagi, Dirjen Perhubungan Laut Bobby Reynold Mamahit juga harus lengser dari jabatannya karena tersandung kasus suap yang ditangani KPK pada akhir 2015. Dia divonis lima tahun penjara. Posisi Dirjen yang kosong itu kemudian diisi Tonny Budiono.

Sebagaimana diketahui, KPK menetapkan Tonny sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama (AGK) Adiputra Kurniawan.

Sejauh ini, KPK baru mengendus motif pemberian suap berkaitan dengan perizinan dan proyek pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 2016-2017 saja.

Berdasar catatan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kemenhub, PT AGK merupakan rekanan langganan yang beberapa kali menggarap proyek Ditjen Hubla. Khusus di Tanjung Emas, PT AGK memenangkan tender pengerukan alur pelayaran pada 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017. Pada 2016, perusahaan yang berkantor di Sunter, Jakarta Utara, itu absen.

Merujuk data tersebut, gurita korupsi di Ditjen Hubla diduga sudah berlangsung lama. Artinya, bukan hanya Tonny yang ditengarai menerima gratifikasi, melainkan juga pihak lain. Terutama Dirjen Hubla sebelum Tonny, yakni Bobby Reynold Mamahit yang juga ditetapkan tersangka oleh KPK pada 2015.

“Untuk yang lain masih terus kami dalami,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

(tyo/wan/lum/lyn/c17/owi)

Batik Air Bawa Turis India ke Kuala Namu, Medan

0

Batik Air, kini, terbangi Chennai – Kualanamu.

Rute tersebut akan transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan penumpang akan melanjutkan perjalanan ke India dengan nomor penerbangan yang sama.

Pada bulan lalu Batik Air membuka rute Denpasar – Chennai.

“Ini merupakan realisasi kami untuk dapat terus berekspansi dalam membuka jaringan internasional dari beberapa kota di Indonesia khususnya Medan. Ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan fasilitas penerbangan yang mampu memberikan akses yang luas dengan menargetkan negara – negara yang berpotensi mengirimkan wisatawannya untuk berlibur ke Indonesia,” ujar Andy M. Saladin, Public Relations Manager Lion Air Group, Sabtu (26/8).

Andy menambahkan bahwa penerbangan dengan menggunakan kode penerbangan ID 6019 dari Chennai akan berangkat pukul 23.10 menuju Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur, Batik Air akan melanjutkan penerbangan menuju Kualanamu Medan dengan jadwal keberangkatan pukul 06.40. Keberangkatan yang dijadwalkan setiap hari dan ini adalah penerbangan internasional. Waktu penerbangan adalah kira-kira 6 jam perjalanan

“India merupakan negara yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan industri pariwisata Indonesia. Dan dalam hal ini Batik Air menambah pilihan akses dari India menuju Medan setelah Denpasar karena melihat pertumbuhan pasar dan minat penumpang yang baik, sehingga perlu untuk di fasilitasi dengan mengakomodasi sarana transportasi via udara,” lanjutnya.

Ke depannya, Batik Air direncanakan akan kembali memperluas rute internasionalnya menuju beberapa kota di India dari Bandara Internasional Kualanamu seperti Mumbai, Bengaluru, Hyderabad, dan Ibu Kota dari Bangladesh yaitu Dhaka yang akan di operasikan pada akhir 2017 ini.

“Batik Air akan terus melakukan pengembangan dengan membuka rute baru yang di mana hal tersebut telah menjadi wujud komitmen Lion Air Group dalam menyediakan akses destinasi dan jaringan konektivitas yang lebih luas,” kata Andy.

Batik Air kini mengoperasikan 49 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800/900ER Airbus 320.

“Kami yakin minat dan kebutuhan penerbangan dari Denpasar menuju Chennai maupun sebaliknya dapat memiliki keterisian penumpang yang baik sehingga bukan tidak mungkin bahwa ke depan akan menambah frekuensi penerbangan setiap harinya maupun membuka rute ke kota lainnya di India,” sambung Andy.

Keputusan Batik Air semakin banyak membuka rute ke India ini sejalan dengan harapan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Konektivitas udara, baginya sangat penting dalam mengejar target 15 juta wisatawan mancanegara di 2017.

“Tanpa air connectivity target 15 juta tidak akan berhasil. Ini jembatan dalam mendatangkan para wisman agar datang ke negara kita,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI..

Lebih lanjut Arief menambahkan, sampai saat ini Kemenpar berupaya memotivasi airline untuk membuka rute, menambah seat ataupun frekuensi penerbangan dalam upaya meningkatkan inbound tourist ke Indonesia.

“Kami yakin jika semua hal yang terkait dengan connectivity bisa terwujud, maka target Kemenpar yakni kunjungan wisman di 2017 sebanyak 15 juta dan target tahun 2019 sebanyak 20 juta bisa terwujud. Karena memang penerbangan udara adalah pintu masuk yang paling besar yakni 75% dari pintu yang lainnya,” pungkas Arief. (*)

Batik Air Terbangkan Turis Cina ke Indonesia melalui Guilin

0

Maskapai penerbangan nasional Batik Air kembali menambah rute penerbangan charter menuju salah satu kota di Cina, yaitu Guilin.

Maskapai full services tersebut akan menerbangkan para wisatawan dari China melalui Kota Guilin menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno – Hatta.

Public Relations Manager Lion Air Group, Andy M. Saladin, menerangkan bahwa penerbangan dengan kode penerbangan ID 7000 dari Jakarta akan dijadwalkan berangkat mulai tanggal 26 Agustus 2017 pada pukul 03.00 WIB dan tiba di Guilin pada pukul 00.15 waktu setempat.

Sementara itu, keberangkatan dari salah satu kota yang berada di Provinsi Guangxi tersebut akan berangkat pada pukul 10.10 dan dijadwalkan tiba pada pukul 11.40.

“Hal ini kembali lagi menjadi bentuk komitmen kami (Lion Air Group) untuk terus dapat berinovasi dalam mengembangkan Pariwisata Tanah Air,” ujar Andy (24/8).

Dirinya menambahkan, Lion Air pun merasa bangga dapat berkontribusi dalam menyediakan sarana dan fasilitas penerbangan dari Jakarta menuju Guilin maupun sebaliknya kepada para turis dari Cina.

“Dengan luasnya konektivitas rute domestik yang dimiliki oleh Lion Air Group di Indonesia, maka para turis yang datang dari Kota Sanya dapat melanjutkan penerbangannya ke berbagai kota di Indonesia dengan menggunakan maskapai Lion Air Group lainnya, yaitu Batik Air dan Wings Air,” ucap Andy.

Hingga saat ini Batik Air telah terbang ke lebih dari 37 destinasi domestik di Indonesia dan rute Internasional menuju Singapura, Malaysia, Australia, dan India dengan total armadanya yang berjumlah 49 unit. Frekuensi Batik Air sampai sekarang mencapai lebih dari 250 penerbangan perharinya, dengan pelayanan penuh dalam menyediakan fasilitas in flight meal dan in flight entertainment di setiap kelasnya.

“Dengan kemampuan armada Batik Air yang kini berjumlah 49 unit dan dengan tambahan pesawat terbaru kami, yaitu Boeing 737 MAX 8, tentu kami akan terus berekspansi memperluas jaringan konektivitas rute penerbangan internasional Lion Air Group,” kata dia.

Andy optimis bahwa Lion Air Group bisa membawa 50.000 wisatawan dari Kota Sanya. Dirinya juga yakin dengan tingginya minat wisatawan asing untuk berkunjung menuju Indonesia, penerbangan charter ini akan dapat terus beroperasi dan diharapkan mambu membantu secara langsung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui industri pariwisatanya.

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi khusus kepada Batik Air.

“Guilin yang merupakan Little Heaven of China ini merupakan kota sejarah dan budaya, memiliki panorama yang indah seperti gunung dan bangunan-bangunan kuno sehingga Guilin menjadi pintu masuk pariwisata wilayah Asia tenggara. Dimana setiap tahun Wisatawan ke Guilin mencapai 18 juta orang, dengan direct Flight ini kita goda wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya juga menjelaskan setiap tahunnya terdapat lebih dari 120 juta rakyat Cina yang berwisata ke luar negri. Kendati demikian, dari jumlah tersebut hanya 1,7 juta jiwa saja yang memilih Indonesia sebagai negara tujuan wisata.

“Dengan pembukaan baru ini bisa mendorong wisatawam Tiongkok datang ke Indonesia dan tentunya pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian, terutama juga melalui pariwisata,” pungkasnya. (*)

Jurnalis Jepang Demen Banget dengan Bali

0

6 jurnalis dari Osaka, Jepang melakukan famtrip ke Bali.

Mereka betul-betul dibuai rasa cinta akan keindahan alam dan budaya di Pulau Dewata itu. Bali makin kuat menjadi destinasi pilihan buat para turis dari Negeri Sakura.

Wartawan tersebut berasal dari berbagai media ternama di Jepang seperti dari Kyodo News, Chunichi Shinbun, Outdoor Japan, Sanyo Shinbun, Kobe Shinbun dan Sankei Shinbun.

Mereka mengaku sangat terkesan dengan kunjungan singkat ke Bali. Selama berada di Bali mereka bertandang ke lokasi wisata Angels Billabong, Broken Beach dan Kelingking Beach di Nusa Penida, Bali.

Menurut Rie Miyosi dari Outdoor Japan, pejalanannya ke Indonesia dan Bali terutama bukan kali pertama. Dia mengaku sudah pernah menunjungi Bali akhir tahun lalu dan melihat tari kecak di Uluwatu.

Menurut dia, Bali memang pantas jadi destinasi nomor satu di Indonesia, selain memiliki panorama bagus, keindahan alam di Bali menjadi daya tarik sendiri bagi warga turis.

Rie menjelaskan, Bali bukan cuma pantai seperi Kuta, Legian, Seminyak. Lebih dari itu, Bali menyimpan segudang destinasi wisata papan atas di dunia. Menurut Rie, akses sulit untuk menuju lokasi wisata menjadi nilai tambah tersendiri untuk para turis

“Datang ke Angels Billabong, Broken Beach dan Kelingking Beach di Nusa Penida sempat menemui kesulitan mengakses memang agak sulit, namun itu bagus,” ucap Rie

Kalau aksesnya sangat mudah, destinasi nanti akan terlalu ramai atau dengan kata lain sudah mainstrem (biasa).

“Jadi memang harus memerlukan perjuangan untuk bisa melihat sesuatu yang indah,” tutur Rie Miyosi, wartawan olahraga luar ruang di Jepang, Kamis (24/8).

Belasan jurnalis itu tiba di Bali sejak Senin (21/8) sore dan langsung menuju pantai Jimbaran. Selama di pantai, mereka menikmati matahari terbenam sambil menikmati makan malam berupa hidangan seafood yang sangat segar.

Pada Rabu (23/8) pagi mereka menyeberang ke Nusa Penida, keindahan lanskap di Broken Beach membuat mereka takjub, keunikan destinasi dengan nama setempat Pasih Uug itu langsung mereka abadikan lewat bidikan kamera. Mereka merekam panorama dari berbagai sudut, untuk menghasilkan gambar terbaik untuk dipublikasikan di surat kabar mereka di Jepang,

Junya Konegawa, fotografer sekaligus penulis dari Kobe Shinbun mengakui bahwa Bali memiliki pemandangan alam cantik dan unik.
Keremahan penduduk pedasaan membuat farmtrip

Karakteristik penduduknya yang ramah dan suasana perdesaan yang khas membuat peserta famtrip sangat suka dengan Bali. Terlebih saat dirinya bangun pagi dan berjalan melihat keramah tamahan penduduk Bali ditambah dengan udara pagi hari yang sangat segar di sana.

“Sepanjang mata memandang saya melihat pantai indah, panorama sangat bagus. Itu menjadi pemandangan menakjubkan. Awalnya, saya sebagai orang Jepang mengggap Indonesia itu memiliki udara yang sangat panas, tidak beda jauh dengan Jepang dan begitu pula kebanyakan orang Jepang. Ternyata setelah saya tiba, udara di Bali sangat sejuk dan udaranya sangat bagus. Saya akan menulis untuk itu dan menginfokan ke semua masyarakat Jepang jika bali menjadi tempat yang harus dikunjungi,” ujarnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gede Pitana didampingi Asisten Deputi Penegmbangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu mengatakan, langkah mengundang para jurnalis itu, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan awareness dan timbulnya keinginan untuk berwisata ke Indonesia, lewat publikasi dari media di negara mereka.

Selain itu, lanjut Vinsensius Jemadu, kunjungan famtrip ini bakal menambah referensi kepada media di Jepang mengenai produk pariwisata yang ada di berbagai destinasi di Indonesia. Sehingga dengan dipublikasikannya berita tersebut, destinasi wisata dapat dikenal secara viral melalui media sosial maupun menceritakan pengalaman secara langsung kepada kerabat.

“Warga Jepang memiliki awarness yang masih sangat terhadap media yang menjadi pusat informasi di negaranya. Hal Ini bisa membangkitkan dan memberikan citra yang baik bagi Pariwisata di Indonesia. Para jurnalis tersebut diwajibkan memviralkan di akun media sosialnya masing-masing, selain memberitakannya di media,” dia mengungkapkan.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, melalui pemberitaan oleh media-media Jepang, akan banyak warga Jepang mengenal Bali dan berimbas pada kunjungan turis asal Jepang ke Bali.

“Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini public travellers. Karena itu, harus menggunakan media Jepang yang dibaca oleh masyarakat di sana,” kata Arief Yahya.(*)

 

Festival Otak Otak di Batam Bangkitkan Kuliner Khas Kepri

0
Otak-otak F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

Festival Otak Otak digelar di Atrium lantai dasar Kepri Mall, Batam 25-27 Agustus 2017 berlangsung meriah.

Event yang pertama kali dihelat ini menampilkan kreasi khas melayu asal Kepri dan cita rasa terbaik dari masing-masing peserta lomba.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kepada Aspabri dan PHRI karena sudah berani mewujudkan kegiatan Kepri Tourism Expo 2017 dan Festival Otak Otak ini.

“Mari kita berbuat untuk kemajuan pariwisata kedepan di Kepri. Kami sangat mengapresiasi Aspabri dan PHRI yang telah menggelar event menarik ini,” ujar Buralimar, Jum’at (25/8).

Buralimar mengungkapkan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat mendukung kegiatan yang memajukan kearifan lokal di setiap daerah. Kemenpar juga akan membuat dan mendukung kegiatan seperti Festival Otak Otak sebagai pariwisata kuliner dan pameran Kepri Tourism Expo ini, yang mana bertujuan untuk mendongkrak perekonomian di daerah melalui sektor kepariwisataan khususnya di Kepri.

“Semoga pencapaian ini tercapai, kita harus dukung untuk menciptakan Batam jadi kota wisata. Dari pusat dalam hal ini Kemenpar juga sangat mendukung,” kata Buralimar.

Buralimar berpesan, agar masing-masing asosiasi terus menyurati dinas pariwisata untuk menyampaikan agenda kegiatan untuk mendongkrak pariwisata di Kepri, sehingga nantinya juga mendapat dukungan dari Disparbud.

“Tahun ini saja ada sekitar 80 calender event. Tapi saya akui untuk event Festival Otak Otak ini, saya salut sama pak Tupa yang baru dilantik, karena sudah berani menggelar kegiatan Festival Otak Otak,” ungkap Buralimar.

“Selamat untuk Festival Otak Otak dan Kepri Tourism Expo 2017, dengan ini resmi kami buka,” tutupnya. Lomba di Festival Otak Otak ini, terdapat sebanyak 34 peserta terdiri dari 18 hotel, 8 restoran, dan 8 peserta umum.

Dalam Festival ini dilombakan dengan 3 bagian, pertama dengan mencari hasil kreasi Otak Otak terfavorit. Dari 34 konter, setiap pengunjung yang membeli akan diberi kuisioner untuk menilai, kemudian dikumpulkan untuk mengetahui hasil survei paling banyak mendapat nilai plus.

Selanjutnya lomba menghias otak otak, dimana para peserta dipersilahkan untuk menghias otak otak sesuai kreasi masing-masing. Untuk segmen menghias ini langsung akan di nilai oleh juri, bukan dari pengunjung.

Kemudian untuk pengunjung juga dapat mengikuti lomba foto otak otak khusus dari handphone. Untuk lomba ini, hadiah juara utama senilai Rp 1 juta sedangkan juara kedua Rp 750 ribu dan juara ketiga sebesar Rp 500 ribu. Lomba itu terbuka untuk umum, dengan syarat harus menggunakan smartphone bukan kamera digital.

Sabtu (26/8) akan dilanjutkan dengan lomba membersihkan ikan khusus untuk pengunjung wanita. Selain itu, juga ada atraksi budaya yang di dukung dari Asosiasi Karnaval Republik Indonesia (Akari).

Sementara itu, Ketua Badan Perwakilan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri Tupa Simanjuntak menyebutkan, komponen dari pariwisata itu ada 3, pertama, accessibility, appenity, dan attraction.

“Nah otak otak ini masuk dalam konten tersebut,” kata Tupa, usai meninjau kreasi peserta lomba festival otak otak, bersama Asisten Deputi Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI
dan Kadis Pariwisata Kepri.

Jadi, sambungnya, Batam ini perlu memperbanyak produk pariwisata, tak hanya wisata shopping dan hiburan, tapi kuliner juga penting dijadikan oleh-oleh, sehingga orang mengenal Batam itu juga oleh-oleh khas kulinernya.

“Untuk itulah iven ini dibuat sebagai promosi pariwisata lewat kuliner, sehingga cepat dikenal dan melekat. Kedepannya festival otak otak ini akan kita jadikan agenda tahunan dan memperluas hingga ke daerah diluar Batam di Kepri. Lalu, dalam waktu dekat kita akan meramu, bagaimana otak otak ini bisa bertahan 3 sampai 5 hari, kalo itu bisa diwujudkan, maka kita akan jadikan otak otak sebagai ikon oleh oleh,” terang Tupa.

Tupa melanjutkan, semua rangkaian kegiatan dari Festival Otak Otak bertujuan untuk menciptakan citra otak otak agar cepat dikenal dan melekat oleh wisatawan domestik maupun mancanegara melalui pariwisata kuliner di Kepri. Untuk itu, Tupa melalui PHRI akan gencar berkoordinasi antar seluruh asosiasi pariwisata, Pemerintah Daerah Kepri, Kota, dan insan pariwisata lainnya.

“Saya yakin, kedepan program kerja bersama seperti ini akan lebih dikenal lagi gaungnya hingga keluar negeri. Seperti yang disampaikan pak Buralimar tadi, karena pariwisata tak bisa dikerjakan sendiri, harus keroyokan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Asosiasi Pariwisata Bahari Kepri (Aspabri), Ketua ASPI Kepri dan Batam, Asosiasi Internasional Traveling Agency (Asita), Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI), dan diikuti oleh 30 pelaku usaha mulai dari kuliner, hotel, kerajinan tangan dan lainnya.

Mengapa Kepri begitu berarti bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya?

Karena, pertama, Kepri ini top three wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20 persen, setelah Bali 40 persen dan Jakarta 30 persen.

“Kedua, Kepri sudah ditetapkan sebagai Gerbang Wisata Bahari Indonesia, karena posisi geografis yang dekat dengan Singapore dan riilnya wisatawan yacht atau perahu wisata itu masuk dari sana,” ujar Menteri Arief.

Ketiga, Kepri juga masuk dalam program crossborder, karena penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, sangat dekat dan cepat. Akses penyeberangan juga semakin banyak.

“Karena itu akan banyak event internasional di Kepri untuk menghidupkan industri pariwisata di sana,” ujar Arief Yahya.

Karena itu, Menpar Arief Yahya setuju ketika Kepri mulai menggencarkan promosi kulinernya. Karena menurut Menpar, untuk membuat wisatawan kembali, kenangan kuliner adalah salah satunya.

“Pertama biarkan wisatawan mencintai kulinernya dulu, nanti pasti akan mencintai destinasi wisatanya,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*)

Gadis 14 Tahun Itu ialah….. Begal

0

batampos.co.id – In, remaja putus sekolah harus berurusan dengan polisi. Gadis 14 tahun itu dibekuk Polsek Sagulung karena menganiaya dan membegal sejumlah siswa dan murid sekolah di wilayah Batuaji dan Sagulung. In ditangkap saat bersumbunyi di daerah Bengkong, Kamis (24/8) malam.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto menuturkan, In itu merupakan bagian dari kompolotan pelaku begal Ye, 16, Re, 14 dan Rnl, 13 yang sudah duluan ditangkap, Rabu (23/8) lalu. Ye, Re dan Rnl ditangkap karena menganiaya Dendi, siswa salah satu SMK di Sagulung di kawasan Mall Top 100, Selasa (22/8).

“Ketiga pelaku yang pertama ditangkap itu karena tersandung kasus penganiayaan. Namun setelah dikembangkan ternyata mereka ini pelaku begal yang sudah beraksi di 13 TKP,” ujar Hendrianto, Jumat (25/8).

Hasil pengembangan kasus penganiayaan itu juga mengungkap masih ada dua pelaku lain yang masih buron. Kedua pelaku yang masih buron itu adalah In dan Rz.

“Alhamdulilah, semalam, In sudah kami bekuk di Bengkong. Sementara Rz masih buron,” ujar Hendrianto.

In merupakan warga Sagulung, namun begitu tahu kawan-kawannya duluan dibekuk polisi, dia memilih bersembunyi di Bengkong. Namun polisi yang mendapat banyak petunjuk dari keterangan tiga pelaku yang sudah duluan ketangkap akhir mengetahui tempat persembunyian In.

“Dia dibekuk atas pasal yang sama (170 KUHP tentang penganiayaan),” ujar Hendrianto.

Para pelaku yang sudah diamankan itu diakui Hendrianto juga merupakan kompolotan pelaku begal. Mereka bahkan sudah beraksi 13 kali dengan sasaran korban anak-anak usia sekolah mulai dari Murid SD sampai siswa SMA.”Korban mereka umumnya anak sekolah juga. Mereka merampas uang, ponsel bahkan sepeda motor anak-anak sekolah lain,” ujar Hendrianto.

Kompolotan ini ketuai oleh Yu siswa salah satu SMK swasta di Batuaji. Anggota kompolotan ini umumnya anak-anak yang masih aktif di sekolah.

“Cuman In ini yang sudah putus sekolah,” kata Hendrianto.

Untuk proses lebih lanjut terkait penangkapan kelompok pelaku begal itu, Polsek Sagulung akan berkoordinasi dengan Polsek-Polsek terkait yang memiliki laporan kasus kriminal yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

“LP (Laporan Polisi) terkait begal yang sudah cocok ada tiga. Dua di Polsek Batuaji, satu di Polsek Sekupang. Di Batuaji termasuk kasus begal terjadi di lapangan Taman Lestari beberapa hari yang lalu itu,” kata Hendrianto.

Dari tangan kompolotan tersebut polisi mengamankan barang bukti hasil rampas berupa lima unit ponsel pintar dari berbagai merek.

“Ada tiga sepeda motor (Honda Vario BP 2768 GA, Yamaha Mio BP 5580 FI dan Honda CBR 150 tanpa plat nomor). Tapi setelah dicek motor itu punya orangtua mereka karena ada surat-suratnya. Kalau motor yang dirampas atau hasil begal masih dalam pengembangan,” tutur Hendrianto. (eja)