batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam mengklarifikasi kekeliruan dalam penginputan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) terkait perkara penyelundupan 100 unit iPhone XR yang melibatkan terdakwa Kendri Wahyudi.
Juru Bicara PN Batam, Vabiannes Stuart Wattimena, menjelaskan bahwa dalam perkara Nomor 370/Pid.B/2025/PN Btm, terdakwa Kendri Wahyudi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 102 huruf (f) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.
“Amar putusan menyatakan terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp50 juta, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan,” ujar Vabiannes, Jumat (25/7).
Terkait barang bukti, PN Batam menegaskan bahwa 100 unit iPhone XR yang diselundupkan bukan dalam kondisi baru, dan telah diputuskan untuk dirampas dan dimusnahkan bersama dua lembar boarding pass atas nama Yeyen Tumina, terdakwa lain dalam berkas terpisah.
“Kami mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan bahwa barang bukti dikembalikan kepada terdakwa. Itu keliru. Data dalam e-dokumen putusan menyatakan barang bukti dirampas untuk dimusnahkan. Kesalahan ini terjadi karena kekeliruan penginputan di sistem SIPP, namun telah kami koreksi,” ujarnya.
Dalam perkara ini, terdapat dua terdakwa yakni Kendri Wahyudi yang berperan sebagai otak penyelundupan, dan Yeyen Tumina sebagai kurir. Meski Kendri berperan lebih besar, ia justru dijatuhi hukuman yang lebih ringan dibanding Yeyen.
Kendri divonis 1 tahun 6 bulan penjara, sementara Yeyen dijatuhi vonis 2 tahun 6 bulan. Perbedaan ini, kata Wattimena, dikarenakan oleh penanganan perkara oleh dua majelis hakim yang berbeda.
“Majelis hakim punya independensi dan pertimbangan masing-masing. Perkara mereka memang dipisah dan tidak ditangani oleh satu majelis yang sama. Itu lmenjadi bagian dari mekanisme peradilan,” ujarnya.
Diketahui modus penyelundupan yang dilakukan tergolong rapi dan terencana. Pada 28 Desember 2024, Kendri memerintahkan Yeyen untuk membawa 100 unit iPhone XR menggunakan jalur udara. Ia memesan tiket dan mengatur agar Yeyen bertemu dengan seorang bernama Norman Wageanto, yang disebut sebagai anggota protokoler Batalyon Komposit 1/Gardapati Natuna.
Di balik toko oleh-oleh di area keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Norman menyelipkan seluruh ponsel ke dalam koper Yeyen. Namun aksi mereka gagal setelah petugas Bea dan Cukai mencurigai isi koper tersebut saat pemeriksaan akhir sebelum boarding.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan puluhan iPhone tanpa dokumen resmi dan tidak memiliki nomor IMEI terdaftar. Terdakwa pun langsung diamankan bersama barang bukti. (*)
Ilustrasi orang sedang bermain media sosial (ANTARA/Pexels)
batampos – Di era media sosial, interaksi digital bukan lagi sekadar hiburan atau sarana berbagi. Setiap komentar yang masuk bisa membentuk cara kita memandang diri sendiri bahkan mempengaruhi emosi dan pola pikir sehari-hari.
Tak sedikit orang yang merasa bahagia setelah membaca komentar positif, namun juga banyak yang merasakan kecemasan, minder, hingga kehilangan rasa percaya diri akibat komentar negatif, bahkan dari orang yang tak dikenal sekalipun.
Respons emosional ini tidak terjadi secara kebetulan. Otak kita merespons komentar digital dengan cara yang serupa saat menerima pujian atau kritik di dunia nyata.
Maka tak heran, paparan komentar yang berulang, baik yang membangun maupun yang menjatuhkan dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kepercayaan diri, khususnya pada anak muda dan pengguna aktif media sosial
Dikutip dari Medicalnewstoday.com dan Verywellmind.com, komentar online yang sifatnya merendahkan atau mengejek bisa menyebabkan efek psikologis serius seperti penurunan harga diri, kesulitan fokus, dan bahkan gejala kecemasan.
Komentar negatif ini menciptakan tekanan emosional yang kerap tak disadari. Di sisi lain, feedback positif pun belum tentu memberi efek jangka panjang karena sifatnya sementara.
Berikut beberapa dampak nyata dari komentar online terhadap rasa percaya diri, yang penting untuk dikenali sebelum terlalu larut dalam dunia digital:
1. Komentar Online Bisa Membentuk atau Menghancurkan Citra Diri
Di era digital, komentar orang lain di media sosial sering kali dijadikan tolak ukur atas siapa diri kita. Baik itu pujian, kritik, hingga komentar bercanda yang mengandung sindiran, semuanya bisa berdampak langsung pada bagaimana kita memandang diri sendiri.
Jika komentar yang diterima positif, seseorang bisa merasa dihargai, diterima, bahkan lebih percaya diri. Namun sebaliknya, komentar negatif yang terus-menerus atau bernada merendahkan bisa membuat seseorang mulai mempertanyakan nilai dirinya.
Citra diri yang awalnya kuat bisa terkikis perlahan karena kata-kata di dunia maya yang sering kali dianggap lebih valid daripada pendapat pribadi. Padahal, komentar tersebut belum tentu berasal dari orang yang mengenal kita secara nyata. Sayangnya, otak kita meresponsnya seolah-olah itu adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
2. Validasi Sosial Membentuk Kebiasaan ‘Posting untuk Diakui’
Ketika komentar dan likes menjadi sumber utama validasi, banyak orang terutama remaja dan generasi muda secara tak sadar mulai mengembangkan kebiasaan ‘posting untuk diakui’. Mereka merasa harus selalu terlihat menarik, produktif, atau bahagia demi mendapatkan respons positif dari audiensnya. Lama-kelamaan, ini memicu tekanan batin untuk terus tampil sempurna.
Akibatnya, seseorang jadi mudah cemas bila unggahannya tidak mendapat banyak likes atau komentar. Bahkan bisa merasa rendah diri dan overthinking hanya karena tak ada yang merespons.
Pada titik tertentu, perilaku ini bisa membentuk ketergantungan emosional terhadap reaksi orang lain, membuat kepercayaan diri bergantung penuh pada dunia maya, bukan pada nilai diri yang sesungguhnya.
3. Dampak Negatif pada Performa Harian dan Kondisi Emosional
Membaca komentar negatif secara terus-menerus, terutama yang bersifat menyindir, merendahkan, atau meragukan kemampuan kita, dapat secara langsung mempengaruhi cara kita berpikir dan merasakan. Kepercayaan diri perlahan terkikis karena otak mulai menginternalisasi kata-kata tersebut, bahkan jika komentar itu datang dari orang asing yang tak dikenal.
Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan fokus, cepat kehilangan semangat saat bekerja atau belajar, dan merasa cemas tanpa sebab yang jelas. Pikiran negatif mulai mengambil alih, seperti “aku memang nggak cukup bagus” atau “orang-orang tidak suka aku”, yang kemudian menurunkan motivasi dan produktivitas harian.
Bahkan komentar yang terdengar sepele atau cuma satu sampai dua kalimat pun bisa membekas lama di pikiran, membuat emosi menjadi tidak stabil dan perasaan tidak aman terus menghantui.
4. Efek Jangka Panjangnya dapat Ketergantungan pada Penilaian Eksternal
Jika terlalu lama bergantung pada komentar orang lain, seseorang bisa kehilangan kemampuan untuk menilai dirinya secara objektif.
Penilaian diri jadi bergantung penuh pada orang luar dan ini sangat berisiko membentuk pola pikir yang rapuh. Misalnya, seseorang bisa merasa luar biasa hanya karena banyak pujian, tapi langsung merasa gagal hanya karena satu kritik pedas.
Dalam jangka panjang, ini membuat seseorang mudah terombang-ambing secara emosional dan sulit membangun fondasi harga diri yang kuat. Padahal, kepercayaan diri seharusnya dibentuk dari pengalaman nyata, pencapaian pribadi, dan nilai-nilai yang diyakini, bukan dari komentar yang berubah-ubah tiap hari.
Lalu, bagaimana cara menjaga kepercayaan diri agar tetap kokoh meski dunia maya terus bicara? Berikut solusi bijak untuk mengelola dampak komentar online:
a. Kurangi Konsumsi Komentar Secara Pasif
Sering kali, tanpa sadar kita membaca komentar dari postingan orang lain atau bahkan komentar di unggahan kita sendiri hanya karena rasa penasaran. Namun membaca komentar secara pasif tanpa filter dan tidak siap mental dapat menimbulkan efek negatif terhadap suasana hati dan kepercayaan diri.
Batasi waktu untuk membaca komentar, dan jika tidak relevan atau tidak membangun, lebih baik hindari membaca sama sekali. Fokuslah pada konten utama, bukan bagian komentarnya.
b. Kenali dan Bedakan Kritik Membangun vs Komentar Merendahkan
Tidak semua komentar negatif harus dianggap buruk. Beberapa mengandung masukan yang sebenarnya berguna. Cobalah melatih diri untuk mengenali perbedaan antara kritik konstruktif yang ditujukan untuk perbaikan, dengan komentar merendahkan yang hanya berisi hinaan atau sarkasme. Menyadari perbedaan ini akan membantu kamu tidak terbawa emosi atau merasa rendah diri tanpa alasan yang jelas.
c. Terapkan Self-Talk Positif Setelah Terpapar Komentar Buruk
Setelah membaca komentar yang menyakitkan, jangan langsung mempercayai isinya sebagai kebenaran. Berikan ruang untuk refleksi diri dan tegaskan kembali bahwa satu komentar negatif tidak mendefinisikan siapa dirimu.
Ucapkan kalimat afirmasi sederhana seperti “Saya cukup,” “Saya berkembang setiap hari,” atau “Saya tidak harus disukai semua orang.” Selftalk seperti ini sangat membantu menjaga kestabilan emosional.
d. Bangun Lingkungan Digital yang Sehat dan Mendukung
Kurasi daftar akun yang kamu ikuti di media sosial. Unfollow akun-akun yang memicu perasaan iri, minder, atau penuh drama. Sebaliknya, ikuti akun yang memberikan konten inspiratif, edukatif, atau menghadirkan komunitas yang suportif. Semakin sehat lingkungan digitalmu, semakin kecil peluang munculnya komentar negatif yang berdampak pada mental.
e. Konsultasi dengan Profesional Bila Dampak Emosional Sudah Serius
Jika kamu merasa dampak komentar online mulai mengganggu tidur, kepercayaan diri, atau membuatmu menarik diri dari lingkungan sosial, itu tanda untuk meminta bantuan. Konsultasi dengan psikolog atau konselor bisa menjadi langkah terbaik. Profesional akan membantumu memproses emosi dengan cara yang sehat dan membangun kembali kepercayaan diri dari akar masalahnya.
Kesimpulan
Komentar online bisa berdampak signifikan pada kepercayaan diri, baik dalam bentuk positif maupun negatif. Sulit membedakan mana yang membangun dan mana yang melemahkan diri jika paparan berlangsung terus-menerus.
Dengan menyaring interaksi digital, menguatkan identitas dari dalam, dan mencari dukungan di dunia nyata, kita bisa menjaga kepercayaan diri tetap kuat meski dunia maya terus bersuara. (*)
Pasangan suami istri, Ade Wahyudi dan Nike Asmayoni saat menjalani sidang di PN Batam, Kamis (25/7). F.Azis Maulana
batampos – Pengadilan Negeri Batam menggelar sidang perkara penipuan dan penggelapan yang melibatkan pasangan suami istri, Ade Wahyudi dan Nike Asmayoni, Kamis (25/7).
Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wattimena tersebut, jaksa menghadirkan saksi korban Mairita Netty yang mengalami kerugian hingga Rp 53 juta akibat tipu daya oleh keduanya.
Korban mengungkapkan bahwa awal mula kasus ini terjadi pada Januari 2025, ketika ia dihubungi oleh seseorang melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku, yang ternyata adalah Nike Asmayoni, menyamar sebagai seorang duda bernama Saiful Anwar. Ia mengaku sebagai pengusaha elektronik dan pemilik kebun sawit di Pekanbaru.
“Awalnya saya ragu karena dia tidak pernah mau menerima panggilan telepon, tapi komunikasi lewat WhatsApp lancar. Lama-lama saya percaya karena dia bilang ingin menikahi saya dan sedang kesulitan karena orang tuanya sakit,” ujar Mairita di hadapan majelis hakim.
Melalui rangkaian pesan yang emosional, pelaku memanipulasi korban dengan cerita soal panen sawit yang belum laku, toko elektronik yang tutup, dan ibu yang membutuhkan perawatan intensif.
Korban yang telah terbujuk janji-janji manis pelaku, mulai mengirimkan sejumlah uang ke berbagai rekening yang telah disiapkan.
Total ada 16 kali transaksi dalam kurun waktu 25 hingga 30 Januari 2025 dengan rincian penerima atas nama Hendra Cipta, Mira Tania, Syafriadi Saputra, dan Aldani Depama.
Belakangan diketahui bahwa seluruh dana tersebut kemudian dikumpulkan dan dialirkan ke rekening Bank Mandiri atas nama Ade Wahyudi, suami dari Nike Asmayoni.
Dana yang dikirim korban digunakan pasangan tersebut untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Dalam persidangan, jaksa mengungkapkan perbuatan kedua terdakwa telah memenuhi unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 Jo Pasal 64 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penipuan berlanjut, serta Pasal 372 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penggelapan berlanjut.
Jaksa menegaskan, terdakwa Ade Wahyudi dan Nike Asmayoni (dalam berkas terpisah) secara sadar dan bersama-sama menyusun skenario penipuan tersebut. Mereka memanfaatkan identitas palsu dan hubungan emosional untuk mengelabui korban demi keuntungan pribadi.
Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan berbasis hubungan asmara online yang kini marak terjadi. (*)
Jafar/Felisha melangkah ke semifinal China Open 2025. (Dok.PBSI)
batampos – China Open 2025 jadi pengalaman kali kedua bagi Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nataniel Pasaribu mengikuti turnamen level Super 1000. Meski ‘minim pengalaman’ di level tertinggi, tapi pasangan ganda campuran Indonesia itu sukses menembus babak semifinal.
Jafar/Felisha, yang turun dengan status non-unggulan, Jumat (25/7), mengalahkan peringkat ketiga dunia Tang Chun Man/Tse Ying Suet 21-13, 18-21, 21-17.
Mereka membutuhkan waktu 1 jam 9 menit untuk mengalahkan wakil Hong Kong tersebut di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Tiongkok.
Seusai laga, Felisha mengungkapkan bahwa ketenangan jadi kunci. Di set penentu, atlet 20 tahun itu juga mencoba mengingatkan Jafar, yang berusia empat tahun lebih tua.
“Tadi di game ketiga kami sempat kehilangan 3-4 poin beruntun karena drive-drive Jafar banyak out. Lalu saya bilang ke dia untuk lebih tenang,” kata Felisha.
Aspek ketenangan itu sebelumnya jadi salah satu evaluasi utama bagi Jafar/Felisha. Dalam dua turnamen sebelumnya di Japan Open (Super 750) dan Indonesia Open (Super 1000), mereka baru menembus babak 16 besar.
“Ini yang kami pelajari dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, harus bisa meningkatkan ketenangan,” kata Felisha.
Setelah berhasil menembus semifinal Super 1000 pertamanya, Jafar/Felisha merasa tidak ada beban. Pasangan yang akhir tahun lalu masih terjun di level BWF Grade 3 di International Challenge Surabaya itu akan menghadapi unggulan kedua asal Tiongkok, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.
“Kami harus yakin walau tetap nothing to lose. Sudah di semifinal, tidak ada yang harus ditakutkan, harus berani,” tegas Felisha.
Sementara itu, langkah tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus terhenti di babak perempat final.
Atlet kelahiran 11 Agustus 1999 itu, kemarin kalah dua set langsung 19-21, 18-21 dari wakil tuan rumah Han Yue. Meski pernah meraih empat kali kemenangan menghadapi Han Yue, tapi Gregoria selalu keok dalam tiga pertemuan terakhir. (*)
Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada Senin (21/7). (Foto BNPB)
batampos – Beragam cara dilakukan pemerintah untuk menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Salah satunya dengan metode operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dinilai efektif, sehingga armada helikopter untuk kegiatan OMC itu akan ditambah.
Komitmen menambah unit helikopter untuk kegiatan OMC penanganan karhutla di Riau disampaikan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dia mengatakan laporan terkini, ada penurunan titik api atau hot spot karhutla Riau secara signifikan. Dari sebelumnya yang mencapai ribuan titik hot spot, sekarang tinggal sekitar seratus titik saja.
Perkembangan penanganan karhutla Riau itu disampaikan Raja, pada rapat koordinasi terkait pengendalian Karhutla di Riau pada Rabu (23/7) malam. Dia mengatakan saat ini terdapat penurunan angka titik api.
“Ada angka penurunan titik api di Riau. Dari awalnya tanggal 16 (Juli) di angka 1.300 (titil api), perhari ini angkanya di 116 titik,” ujar Raja.
Dia mengatakan penurunan titik api atau hot spot itu, merupakan hasil kerjasama berbagai pihak. Mulai dari TNI, Polri, BNPB hingga personel Manggala Agni.
Upaya penanganan Karhutla Riau tidak hanya dengan menerjunkan pasukan darat. Namun, juga dilakukan melalui udara dengan cara OMC. Dengan penurunan angka hot spot yang signifikan itu, Raja mengatakan operasi penanaman sudah relatif berhasil. Meskipun begitu masih perlu dioptimalisasi.
Raja menuturkan nantinya akan ada penambahan sarana prasarana untuk terus menurunkan jumlah titik api. Beberapa diantaranya dengan penambahan helikopter, water bombing, hingga mobilisasi pasukan untuk pemadaman di daerah Rokan Hulu (Rohul) dan Rokan Hilir (Rohil).
“Sekarang ada tersedia 2 unit heli untuk OMC insyallah akan jadi 3 unit,” ungkapnya.
Dengan penambahan unit helikopter itu, diharapkan kegiatan OMC bisa dilaksanakan dengan intensitas yang lebih banyak. Selain itu juga menjangkau secara lebih luas.
Kegiatan OMC merupakan inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain dengan helikopter, OMC juga dijalankan dengan pesawat terbang. Secara teknis, OMC dilakukan dengan cara menyemai awan. Cara ini dilakukan dengan menebar garam (NaCl) di gumpalan awan.
Selain itu pemerintah juva akan menambah water bombing yang sekarang ada 3 unit. Raja mengatakan dalam satu atau dua hari ini akan bertambah menjadi 5 unit. Lalu akan ada mobilisasi pasukan darat baik dari TNI Polri, terutama untuk pemadaman di daerah Rohul dan Rohil.
Dia kembali meminta masyarakat untuk tidak bermain api maupun melakukan land clearing dengan cara membakar. “Ingatkan memori masa lalu ketika Riau dikepung asap, tidak bisa keluar rumah, pesawat tidak bisa mendarat, adik-adik tidak bisa sekolah, banyak yang masuk rumah sakit kena ISPA,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah mengingatkan masyarakat tidak melakukan land clearing atau pembukaan lahan dengan cara membakar. Masyarakat yang masih bandel, siap-siap dijerat pidana.
Sanksi pidana itu bukan sekadar ancaman. Sejak Januari sampai Juli 2025 total ada 44 orang jadi tersangka akibat pembakaran lahan. Dengan total luas karhutla yang diakibatkan mencapai 269 hektar. Khusus dalam sepekan terakhir saja, ada 29 orang dijadikan tersangka kasus karhutla.
Peringatan supata masyarakat atau korporasi tidak membuka lahan dengan membakar, diantaranya disampaikan Menhut Raja Juli Antoni. Dia mengingatkan masyarakat Riau supaya tidak membakar hutan dan lahan, terutama pada 22 hingga 28 Juli. Berdasarkan data BMKG, periode tersebut memiliki potensi sangat mudah terbakar.
Paling penting untuk disampaikan ke publik, terutama kepada masyarakat Riau agar periode-periode ini tidak ada yang membakar Lahan. Tidak membakar hutan maupun lahan,” kata Raja di sela penandatanganan MoU dengan PP Muhammadiyah (22/7). Dia menambahkan di saat cuaca sangat panas, tingkat resiko terbakar di lapisan-lapisan atas permukaan tanah berpotensi lebih besar.
Raja menyebut, data BMKG menunjukkan 10 hari terakhir akan terjadi panas ekstrim. Kemudian juga adanya badai Wipha di Filipina. Faktor ini menimbulkan cuaca yang kering dan mudah terbakar.
Raja meminta masyarakat untuk tidak melakukan land clearing atau pembakaran lahan dan hutan. Dia menegaskan akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu kepada masyarakat maupun perusahaan yang membakar hutan dan lahan.
“Jangan berani-berani melakukan land clearing, membersihkan lahan untuk menanam dengan cara pembakaran, karena potensinya sangat luar biasa buruk,” ujar Raja. (*)
batampos – Pemerintah Kota Batam menargetkan penerimaan sebesar Rp42 miliar dari Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sepanjang tahun 2025. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, mengatakan IMTA merupakan salah satu sumber pendapatan daerah dari kompensasi penggunaan tenaga kerja asing yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.
“Hingga akhir Mei, realisasinya kita mencapai Rp15 miliar atau sekitar 35 persen dari target tersebut. Ini menjadi perhatian serius, terutama dalam mendorong pelaporan dan kepatuhan perusahaan terhadap penggunaan TKA,” ujarnya, Jumat (25/7).
Ia mengakui, capaian IMTA sangat bergantung pada jumlah TKA yang dipekerjakan perusahaan, serta lokasi kerjanya. Jika TKA hanya bekerja di wilayah Batam, maka dana masuk ke kas daerah kota.
Namun bila cakupan kerja lintas kabupaten/kota dalam satu provinsi, dana masuk ke provinsi. Sementara untuk lintas provinsi, pendapatan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di tingkat pusat.
“Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua aktivitas TKA di Batam menghasilkan pendapatan untuk kota. Padahal mereka bekerja di sini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2024 lalu, target IMTA Batam sebesar Rp45,7 miliar dan terealisasi Rp39,1 miliar. Meski belum 100 persen, capaian itu menunjukkan potensi yang besar jika pelaporan dan pengawasan dilakukan dengan maksimal.
Untuk itu, Disnaker terus mendorong perusahaan agar tertib dalam melaporkan TKA dan memenuhi kewajiban pembayaran IMTA.
“Kami juga terbuka melakukan pembinaan kepada perusahaan agar proses pelaporan berjalan lancar dan sesuai aturan,” tutupnya. (*)
Timnas Indonesia U-23 vs Timnas U-23 Thailand dalam pertandingan semifinal Piala AFF U-23 2025 di SUGBK, Senayan, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
batampos – Timnas Indonesia U-23 berhasil melaju ke final Piala AFF U-23 2025 setelah memenangkan pertandingan dramatis melawan Thailand U-23. Garuda Muda menang lewat adu penalti dengan skor akhir 7-6, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta tersebut, duel Timnas Indonesia U-23 vs Thailand U-23 berjalan sengit. Kedua tim saling berbalas serangan dari menit pertama.
Tapi Thailand U-23 lah yang berhasil unggul lebih dulu lewat Yotsakon Burapha pada menit ke-60. Sementara Timnas Indonesia U-23 baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui sundulan Jens Raven.
Skor 1-1 pun jadi hasil akhir dalam pertandingan waktu normal 90 menit. Gol juga tak ada yang tercipta dalam 2×15 menit sehingga laga ditentukan lewat adu penalti.
Jalannya Pertandingan
Dominasi langsung coba ditunjukkan Garuda Muda sejak kick-off dilakukan. Duet Rahmat Arjuna dan Rayhan Hannan di dua sisi penyerangan Garuda menjadi andalan untuk menggedor lini pertahanan Thailand U-23.
Peluang pertama pun berhasil diciptakan Timnas Indonesia U-23 saat laga baru berjalan enam menit. Semua berawal dari pergerakan Rahmar Ajuna, yang kemudian mengirimkan bola kepada Dony Tri Pamungkas.
Pemain Persija Jakarta itu kemudian melepaskan tembakan mendatar ke gawang Sorawat Phosaman. Sayang, bola sepakan Dony Tri masih melebar ke sisi kanan sehingga gagal memnuahkan gol.
Thailand U-23 sebagai tim tamu pun tak tinggal diam. Pasukan Negeri Gajah Putih mampu keluar dari tekanan dan membalasnya lima menit kemudian. Adalah Seksan Ratree yang mengancam lewat sundulan dari skema sepal pojok. Namun tandukannya masih membentur mistar.
Peluang emas itu membuat Thailand U-23 makin percaya diri dalam melancarkan serangan. Ancaman kembali dibuat, kali ini giliran Phanthamit Praphanth yang membuat kesempatan emas. Tapi sontekannya gagal karena masih melenceng sisi kiri gawang Indonesia.
Pertandingan kian seru di pertengahan babak pertama. Kedua tim saling berbalas serangan untuk berebut mencetak gol pertama dan unggul lebih dulu.
Timnas Indonesia U-23 baru dapat peluang lagi pada menit ke-29. Adalah Jens Raven yang jadi aktornya, di mana dia melepaskan sundulan memanfaatkan umpan Rahmat Arjuna. Tapi tandukannya hanya membentur mistar sehingga tak ada gol yang tercipta.
Garuda Muda sebagai tuan rumah makin percaya diri dalam menyerang. Kapten tim Kadek Arel bahkan sampai dua kali menciptakan peluang, masing-masing pada menit ke-39 dan ke-42. Namun kedua kesempatan itu masih melenceng.
Thailand U-23 sempat bergantian menciptakan peluang semenit berselang lewat Seksan Ratree. Memanfaatkan operan Yotsakon Burapha, tendangan kaki kanannya masih melambung.
Garuda Muda punya kesempatan emas menjelang babak pertama berakhir. Adalah Rahmat Arjuna, yang memanfaatkan umpan panjang kiper Muhammad Ardiansyah ke dalam kotak penalti.
Tapi, winger Bali United FC gagal mengkonversi peluang emas tersebut jadi gol karena sepakannya mampu ditepis kiper Sorawat Phosaman. Pertandingan babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0.
Pada babak kedua, tempo kedua tim tak banyak berubah. Jual beli serangan pun langsung tersaji pada 15 menit awal.
Timnas Indonesia U-23 lebih dulu menciptakan peluang. Tepatnya pada menit ke-55 lewat tendangan spekulasi dari Robi Darwis. Sayang, bola sepakannya masih mampu diamankan oleh penjaga gawang Thailand.
Tiga menit kemudian, giliran Thailand yang mengancam. Yakni melalui Phantamit Praphanth yang melepaskan tembakan jarak jauh. Beruntung, ada Ardiansyah yang dengan cermat mengamankan bola.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-60. Tapi Thailand U-23 lah yang berhasil melakukannya setelah Yotsakon Burapha sukses membuka keunggulan.
Yotsakon Burapha mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan menyambut umpan matang dari Seksan Retree. Ia tinggal menyontek bola masuk ke gawang untuk membawa Thailand U-23 unggul 1-0.
Alih-alih menambah keunggulan, Timnas Indonesia U-23 nyaris kebobolan untuk kali kedua. Siraphop Wandee hampir memberikan petaka andai sepakan kaki kirinya dari luar kotak penalti tak digagalkan Ardiansyah pada menit ke-72.
Tapi permainan Timnas Indonesia U-23 lebih hidup setelahnya. Terutama setelah pelatih Gerald Vanenburg melakukan tiga pergantian pemain sekaligus di menit ke-77. Achmad Maulana, Dominikus Dion, dan Rahmat Arjuna ditarik keluar untuk digantikan oleh Alfharezzi Buffon, Muhammad Ferarri, dan Brandon Scheunemann.
Meski tiga pemain yang dimasukkan bertipe bertahan, tapi penyerangan Timnas Indonesia U-23 lebih baik. Gempuran pun dilakukab skuad Garuda Muda.
Hasilnya, gol penyamakedudukan berhasil tercipta pada menit ke-84. Adalah Jens Raven yang sukses membobol gawang Thailand U-23. Ia mencetak gol lewat sundulan jarak dekat memanfaatkan sepak pojok Rayhan Hannan. Skor berubah jadi 1-1.
Serangan demi serangan terus coba dilakukan Timnas Indonesia U-23 pasca gol. Tapi tak ada gol lagi yang tercipta sehingga skor sama kuat bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak kedua berakhir. Laga pun dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2×15 menit.
Memasuki extra time, tempo pertandingan mulai mengendur. Tapi Thailand U-23 hampir kembali unggul saat extra time babak pertama, tepatnya menit ke-94.
Semua bermula dari Yotsakhon Burapha yang menerima umpan panjang dari tengah lapangan. Pemain nomor sembilan itu kemudian melewati kiper Ardiansyah dan bola melaju ke gawang.
Tapi ada Alfharezzi Buffon yang keluar sebagai penyelamat. Dia berhasil memenangkan lomba lari dengan Burapha untuk kemudian membuang bola. Gawang Timnas Indonesia U-23 selamat dari kebobolan dan skor tetap 1-1 hingga extra time babak pertama tuntas.
Pada extra time babak kedua, dominasi justru menjadi milik Thailand U-23. Lini pertahanan Garuda Muda digempur habis-habisan selama 15 menit terakhir. Beruntung eksekusi para pemain Gajah Putih Muda tak ada yang menjadi gol. Skor tetap 1-1 dan laga ditentukan lewat adu penalti.
Mentalitas Timnas Indonesia U-23 dan Thailand U-23 benar-benar diuji di adu penalti. Dari lima algojo awal yang dipercaya, empat di antaranya berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Yakni Kadek Arel, Kakang Rudianto, Hokky Caraka, dan Yardan Yafi. Hanya Robi Darwis yang gagal.
Tapi para pemain Thailand U-23 juga melakukan hal yang sama. Cuma Pichitchai Sienkrathok yang gagal sebagai eksekutor pertama, sementara lainnya berhasil.
Ardiansyah muncul sebagai pahlawan. Dia berhasil menggagalkan eksekusi Yotsakhon Burapha di tendangan ketujuh. Alfharezzi Buffon yang menendang berikutnya pun sukses menjalankan tugas. Dia menjadi penentu kemenangan Garuda Muda dengan skor 7-6. (*)
batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki dugaan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk periode 2023-2025. KPK diduga mengusut penambahan kuota haji sebanyak 20 ribu jamaah yang diselewengkan.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan penambahan kuota tersebut merupakan hasil komunikasi antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat itu dengan Pemerintah Arab Saudi. Penambahan kuota itu seharusnya untuk memperpendek masa tunggu haji reguler.
“Nah ini untuk memperpendek, memangkas itu, berarti kan kuotanya harus diperbesar, yang berangkatnya harus lebih banyak. Nah di sana diberikanlah, kalau tidak salah 20 ribu ya,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (24/7).
Ia menjelaskan, seharusnya kuota tambahan tersebut dibagi sesuai ketentuan yakni 92 persen untuk jamaah reguler dan 8 persen untuk haji khusus. Namun, dalam praktiknya justru terjadi penyimpangan.
“Jadi begini, ada aturannya bahwa untuk kuotanya itu, 8 sama 92 (persen). Tetapi kemudian ternyata dibagi 2, 50-50,” ungkap Asep.
Pembagian tidak sesuai aturan ini diduga membuka celah praktik jual beli kuota haji. Modus dugaan jual beli kuota haji ini dilakukan oleh pihak swasta, terutama agen travel haji plus, yang berperan sebagai perantara.
“Jadi ada keuntungan yang diambil dari dia ke yang khusus ini,” ujar Asep.
KPK pun mengaku telah memanggil sejumlah travel agen dalam proses penyelidikan awal. Fokus penyelidikan saat ini mengungkap besaran kuota yang diterima agen travel dan harga yang dibebankan kepada jemaah.
“Kita sedang menelusuri dari hilir, kita sudah tahu ada pembagian, tetapi proses di hilirnya seperti apa,” tutur Asep.
Tak hanya soal jual beli kuota, KPK juga mendalami dugaan aliran dana dari agen travel ke penyelenggara negara. Sebab, diduga kuota haji tersebut diperjualbelikan dengan harga yang sangat tinggi.
“Itu yang sedang kita selusuri,” tegas Asep.
Dalam proses penyelidikan berjalan, lanjut Asep, KPK juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pendakwah Khalid Basalamah. KPK juga membuka kemungkinan memeriksa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Setelah sampai kepada pucuk pimpinan, nanti kita akan panggil tentunya,” pungkasnya. (*)
Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api yang membakar ruli di dekat SMPN 41 Batam seberang kantor Camat Lubuk Baja, Kamis (24/7). F Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Kebakaran yang meludeskan 6 unit Ruli Baloi Blok II, RT 005/RW001, Lubuk Baja diduga disebakan korlseting listrik. Dari penyelidikan awal polisi, api berasal dari rumah warga berinsiak R.
“Dugaan awal masih korsleting listrik,” ujar Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada, Jumat (25/7).
Rangga memastikan peristiwa hanya menyebabkan kerugian materil dan tidak ada menimbulkan korban jiwa.
“Tidak ada korban. Kerugian masih dihitung para korban,” katanya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto mengatakan kebakaran ini menyebabkan 6 ruli hangus terbakar.
“Ada 6 ruli terbakar. Dugaan korsleting, tapi kita masih melakukan penyelidikan untuk penyebab pastinya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kebakaran terjadi di Ruli Baloi Blok II, RT 005/RW001, Lubuk Baja, Kamis (24/7) sore. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun api menghanguskan 4 unit rumah.
Iqhsan, salah seorang korban mengatakan kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh ibunya. Saat itu, api terlihat muncul dari rumah tetangganya.
“Ibu saya lihat api, lalu teriak. Tapi api langsung membesar,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan api langsung membesar karena seluruh rumah masih semi permanen. Bahkan, ia tak sempat menyelamatkan barang berharga di dalam rumah.
“Habis semua, tak ada yang bisa diselamatkan,” tutupnya. (*)