Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13186

Zaskia Gotik Terpesona Keindahan Bintan

0

batampos.co.id – Zaskia Gotik, artis dangdut ibu kota yang dijuluki Goyang Itik sukses mengoyang masyarakat Bintan di panggung hiburan rakyat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke -72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di lapangan kawasan industri Bintan, Lobam, Jumat (18/8) malam. Ia juga mengungkapkan rasa kagumnya terhadap alam di
Bintan.

Goyangan Zaskia membuat suasana di kawasan Lobam meriah. Pengunjung
yang datang juga ikut berjoget ala goyang itik. Beberapa pengunjung dipersilakan naik ke atas panggung untuk berselfi. Panggung hiburan malam ini merupakan kerja sama Pemkab Bintan dan PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

Sebelum kembali mengoyang pengunjung, Zaskia mengungkapkan, dirinya sudah beberapa kali ke Bintan. Keindahan dan pesona alam di Bintan, sangat luas biasa. Bahkan, dirinya mengungkapkan senang berada di Bintan. “Keindahan alam di sini memang luar biasa,” kata Zaskia terpesona.

Sebelum acara, Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati
Bintan Dalmasri Syam, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi,
Plt Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara secara simbolis memotong
tumpeng dan menyerahkan bantuan kepada veteran.

Apri Sujadi berharap, di usia ke 72 RI agar masyarakat selalu bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga menyampaikan, Pemkab sudah memprogramkan pelayanan berobat gratis dan masuk sekolah gratis, juga mendorong beberapa pembangunan Infrastruktur seperti pembangunan Stadion Olahraga bertaraf
internasional di Desa Busung.

Pembangunan stadion dengan luas sekitar 4,5 hektare sudah dimulai setelah dikuncurkan dana lebih kurang Rp 10,7 miliar. “Mudah-mudahan nanti dapat menjadi sentra pengembangan bibit-bibit olahraga berprestasi,” harapnya.

Selain memprioritas pelayanan kesehatan dan pendidikan masuk sekolah
gratis, Pemerintah Kabupaten Bintan juga menggesa pembangunan
infrastruktur di beberapa kecamatan. (cr21)

Compresor Silent Masuk Nominasi 10 Besar Nasional

0
Ahmad Ari Saputra mengoperasikan Compresor Silent di rumahnya Kampung Sumber Rejo Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri di Batam beberapa waktu lalu, ternyata telah melahirkan berbagai karya yang punya nilai guna masyarakat maupun dunia usaha di Provinsi Kepri. Salah satunya adalah Compresor Silent hasil cipta, Ahmad Ari Saputra. Penemuan tersebut menggunakan teknologi ramah lingkungan dan hemat energi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan, dari kabar yang diterima pihaknya, inovasi-inovasi unggulan Provinsi Kepri yang dipersiapkan untuk mengikuti Lomba TTG Nasional nanti masuk dalam kategori 10 besar nasional. Salah satu inovasi tersebut adalah Compresor Silent. Disebutkannya, penemun tersebut berasal dari Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Pemprov Kepri tersebut mengatakan, sekarang pihaknya tengah berupaya untuk menjadikan temuan-temuan yang dihasilkan lewat inovasi TGG berguna bagi masyarakat. Bukan hanya Kepri, tetapi bisa jadi di luar luar bisa menggunakannya.

Sejak diberikan amanah membidani program kerja tersebut, Sardison memang bertekad membuat terobosan baru bagi berkembangnya penemuan-penemuan yang sudah ada. Selain bernilai guna, tetapi juga menjadi kekuatan bisnis bagi penemunya.

“Selama ini, kita melihat tidak ada kelanjutannya, apabila telah selesai hajatan TTG. Makanya kita akan kumpulkan para-para inovator yang ada di Kepri dalam sebuah forum,” ujar Sardison disela-sela berbincang dengan Batam Pos, Jumat (18/8) lalu di Tanjungpinang.

Menurutnya, Silent Compressor adalah salah satu calon inovator unggulan yang akan dipersiapkan untuk diutuskan pada TTG Nasional 2017 di Palu, September mendatang. Sekarang ini, sistem seleksi semakin ketat. Karena inovasi yang dihasilkan harus menjadi sebuah produk yang dipasarkan. Dipaparkannya, tim penilai dari pusat akan turun ke Kepri pada 23 Agustus nanti.

“Ini yang sedang kita persiapkan, karena hampir semua karya yang ada belum diproduksi secara massal. Kita punya waktu untuk mempersiapkan itu,” paparnya.

Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Pulau Bintan tersebut juga mengatakan, pihaknya juga mengharapkan peran Posyantek di setiap Kabupaten/Kota. Ditegaskannya, setiap temuan yang punya nilai guna, harus terus diberi ruang. Sehingga bisa meminimalisir penggunaan produk luar negeri.

“Dari Kepri kita akan utus empat peserta. Mudah-mudahan pada TTG Nasional nanti, bisa keluar sebagai juara umum,” harap Sardison

Terpisah, Ahmad Ari Saputra sang penemu Compresor Silent menceritakan tentang asal mula ia membuat penemuan tersebut. Diakuinya, adanya compresor silent memang sudah lama. Hanya saja, penemuan yang dibuat lebih baik lagi dibadingkan dengan yang sudah ada. Bagi tukang air brush tersebut, alat penemuannya itu membuat dirinya bisa bekerja 24 jam tanpa memberikan kebisingan bagi tetangga.

“Silent Compresor inilah kemarin yang menang juara umum di ajang TTG Tingkat Provinsi Kepri di Batam belum lama ini,” ungkap Ari

Menurut Ari, apabila dibandingkan dengan kompresor convensional tentunya akan sangat berbeda. Tetapi dari segi kegunaanya jauh lebih banya. Disela-sela perbincangan, Ari juga menceritakan tentang awal mula dirinya menciptakan alat tersebut. Diakuinya, kompresor silent sebenarnya sudah ada. Hanya saja, peruntukannya terbatas.

“Semua pelaralatan yang digunakan konsepnya adalah ramah lingkungan. Karena latar belakangnya adalah sebagai tukang cat, makanya ingin membuat sebuah terobosan,” paparnya.

Pria yang sehari-hari aktip sebagai karyawan Bintan Service Point (BSP) tersebut mengatakan, untuk menghasilkan Silent Compresor tersebut, ia tidak selesai dalam satu kali percobaan. Dengan kesabaran, ia berhasil menuntaskan inovasi tersebut. Adapun perangkat-perangkat keras yang dibutuhkan adalah barang-barang seperti motor kulkas, tabung prion, sakelar otomatis. Selain itu melengkapi sistem kerja Silent Compressor adalah melengkapi dengan dua unit regulator

“Untuk membuat sebuah Silent Compressor cukup dengan Rp 1,5 juta. Tetapi semua barang-barang yang digunakan adalah bekas,” ungkap Ari.

Dijelaskan Ari, sistem kerjanya sama seperti kulkas. Dari segi anggaran, penggunaan Silent Compressor ini bisa lebih hemat 85 persen dibandingkan dengan Kompresor Konvesnional. Apalagi kekuatan listriknya hanya 90 watt. Untuk teganggan anginnya juga bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. (jpg)

Ribuan Peserta Meriahkan Karnaval

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi didampingi Ketua TP PKK Bintan, Deby Apri Sujadi, menyaksikan langsung acara karnaval HUT RI ke 72, yang diikuti sebanyak 2.500 peserta di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu (19/8). f Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 2.500 Peserta ikut memeriahkan pelaksanaan kirab budaya atau karnaval di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Sabtu (19/8) pagi.

Pelepasan Karnaval tersebut, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Bintan Apri Sujadi, didampingi Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi.

Lurah Kijang Kota, Anton mengatakan perlombaan yang diikuti ribuan peserta ini terbagi dalam empat tingkatan, mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Tingkat Sekolah Dasar (SD), Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta tingkat peserta umum.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap acara ini (karnaval, red). Banyak yang ikut berpartisipasi untuk menyemarakkan kegiatan ini, mulai dari TK, kemudian Gugus Sekolah, SMP dan umum. Ditambah lagi hasil karyanya berupa 14 rangkaian Mobil Hias yang luar biasa hebat,” jelas Anton, disela-sela perhelatan Karnaval tersebut.

Karnaval ini lanjutnya dilalui peserta dengan melewati empat lintasan, di mulai dari depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), menuju jalan Kesehatan, jalan RSUD Bintan, Jalan Trikora dan berakhir kembali ke Gedung LAM Kijang, yang merupakan finishnya.

“Jarak yang dilalui peserta cukup panjang. Tapi saya yakin semua peserta pasti bisa melaluinya. Karena motivasi kebersamaan yang kuat dan ditambah lagi ini merupakan momen kemerdekaan HUT RI. Mereka pasti semangat dan bisa sampai ke finish dengan cepat,” ungkapnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan kegiatan karnaval tersebut, menunjukkan keberagaman budaya serta nasionalisme dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI yang ke-72.

“Karnaval ini menunjukkan nasionalisme akan arti HUT Kemerdekaan RI, dan sangat senang melihat antusiasme masyarakat beramai-ramai ikut memeriahkannya,” ucapnya.

“Mudah-mudahan semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Bintan, ini tetap akan selalu terjaga kedepannya,” imbuhnya. (cr20)

ATB Batam Ajak Warga Menjaga Daerah Tangkapan Air demi Generasi Penerus

0

PT Adhya Tirta Batam (ATB)  mengolah sumber air baku yang ditampung dalam lima waduk yang ada.

Sejak didirikan pada tahun 1995, Batam yang sejak awal didisain menjadi kawasan Industri terus mengalami kemajuan secara signifikan. Baik dari infrastruktur maupun pertumbuhan jumlah penduduk yang setiap tahunnya terus bertambah.

Kondisi tersebut memunculkan permasalahan baru terkait kebutuhan akan air bersih untuk masyarakat Batam. Oleh karena itu, keberadaan waduk tadah hujan dan menjaga wilayah resapan air menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga secara bersama-sama.

“Batam sudah sangat maju. Kepadatan penduduknya sudah setara dengan kota besar seperti Denpasar maupun Lampung. Sementara ketersediaan air bersih saat ini masih mencukupi, namun tidak berarti akan tetap bertahan sampai masa depan. Sehingga perlu adanya tambahan ketersediaan air baku disamping menjaga air baku yang ada. Dan hal ini harus tetap berkelanjutan, dan sangat penting,” ujar Ir Benny Andrianto MM, President Director ATB saat menjadi pembicara dalam dialog singkat di kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau 2017 lalu di Kepri Mall.

Benny juga memaparkan ATB Sebagai perusahaan air yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola air bersih di Batam tentunya ikut peduli dalam menjaga lingkungan, khususnya Catchment Area.

“Cathcment area atau daerah tangkapan (resapan) air harus dipelihara, ATB secara konsisten setiap tahunnya selalu melakukan penanaman pohon di wilayah tangkapan air, bersama dengan komunitas sepeda dan melibatkan masyarakat luas agar bisa lebih peduli akan pentingnya menjaga lingkungan. Sehingga menjaga Catchment Area maka akan berpengaruh pada ketersediaan air baku,” jelas Benny lagi.

Saat ini, tambahnya, Batam sudah dihuni dengan rata-rata 9.000 orang per kilometer per segi. Artinya kebutuhan air bersih di Batam sudah setara dengan Medan, dimana air yang dibutuhkan sekitar 7.000-8.000 liter per detik dalam satu harinya.

Oleh karena itu, Batam perlu ada cadangan air baku untuk masa depan. Dimana ketersedian air kita saat ini sekitar 3.800 liter per detik. Apabila Waduk Tembesi beroperasi, maka akan menjadi 4.400 liter per detik. Sehingga perlu adanya cadangan tambahan air baku lagi, untuk mencukupi kebutuhan air di masa depan

Sementara konsumsi masyarakat Batam dalam hal air bersih masuk dalam kategori boros dibandingkan rata-rata standar Indonesia. Dimana pemakaian air mencapai 180 liter per orang dalam satu harinya. Sementara Standar Indonesia adalah 120 liter per hari setiap orang.

Pemandangan dari udara waduk Duriangkang. DOK/ATB

“Pemakaian air di Batam masuk dalam kategori boros dibanding rata-rata pemakaian air nasional. Untuk itu kita harus belajar berhemat air,” jelas Benny lagi.

Sementara itu, Purba Robert M Sianipar, Anggota 4 Deputi Bidang Pengusahaan Sarana lainnya BP Batam mengatakan langkah yang di lakukan ATB berupa menjaga lingkungan hidup dengan melakukan penanaman pohon di daerah tangkapan air sudah tepat.

Bahkan pihaknya mendorong untuk lebih banyak lagi pihak terlibat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan terutama daerah tangkapan air.

“Langkah yang dilakukan ATB sudah sangat tepat menjaga lingkungan berupa penanaman bibit pohon di daerah tangkapan air di Duriangkang. Kita berharap tidak hanya sampai di sini saja beberapa waduk juga perlu dilestarikan seperti Tembesi kita sambut baik, kalau perlu bukan hanya ATB saja namun bisa melibatkan pihak lainnya untuk berpartisipasi menjaga lingkungan,” kata Robert

Menurut Robert, menjaga keberlangsungan daerah tangkapan air jadi kepedulian bersama, bukan hanya bergantung dari pemerintah semata, namun perlu peran serta semua elemen masyarakat. Terlebih saat ini pertumbuhan penduduk di Batam juga banyak mengabaikan cathcment area, bahkan banyak yang melakukan penebangan pohon.

“Dengan adanya antusias dari masyarakat yang luar biasa saat di gelar ATB Festival hijau, hal ini bisa memberikan gambaran melihat langsung alam yang ada di dalam area tangkapan air dan akhirnya menimbulkan kesadaran bahwa cathment area perlu dilestarikan bukan menebang pohon justru kita bersama sama memelihara,” harap Robert.

Menjaga keberlangsungan catchment area di dam, BP Batam juga menegaskan menstrerilkan aktifitas-aktifitas yang merusak fungsi daerah tangkapan air seperti pemukiman, pertanian atau peternakan. Sebagai daerah konservasi cathcment area harus bebas dari aktifitas kegiatan manusia. (rilis)

Bintan Kukuhkan Family Sport Tourism melalui IRONMAN 70.3

0
Ratusan peserta mengikuti event Iron Man di Lagoi Bay Bintan, Minggu (20/8). F.Yusnadi/Batam Pos

Dua atlet pria dan wanita asal Selandia Baru Mike Philips dan Amelia Watkinson sukses menjadi jawara perhelatan IRONMAN 70.3 Bintan. Bertempat di Lagoi Bay, Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia, kedua atlet asal Selandia Baru itu menjadi kampiun acara berlevel internasional tersebut, 20 Agustus 2017.

Mike menjadi atlet pria tercepat dengan waktu 3 Jam 54 menit. Sedangkan atlet wanita tercepat adalah Amelia Watkinson dengan waktu 4 Jam 20 Menit.

“Selamat bagi para pemenang. Para pemenang akan mendapatkan total hadiah USD 15.000 dan kesempatan 30 slot untuk Ironman World Championship 2018 yang akan kami laksanakan di Nelson Mandela Bay, Afrika Selatan. Terima kasih juga kepada Indonesia yang telah menjadi tuan rumah yang baik dan alamnya yang sangat menawan,” ujar Nathalie Marquet, CEO Metasport, sebagai Panitia Pelaksana event tersebut asal Singapura.

Untuk Bintan, ini merupakan prestasi ciamik yang patut diacungi jempol. Pasalnya, destinasi yang juga masuk ke dalam wilayah destinasi Crossborder tanah air ini sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kemasan acara pertandingan pun menarik. Sebelumnya, sebanyak 300 anak umur 6 – 12 tahun turut serta dalam kompetisi lari dengan jarak sejauh 1,5 kilometer yang diberi nama “Iron Kids”.

Iron Kids yang menjadi rangkaian kegiatan IRONMAN 70.3 Bintan 2017 berlangsung pada Sabtu (19/8) sore kemarin di Lagoi Bintan, dibuka oleh Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizky Handayani. Rizki juga mendapatkan kehormatan mengibarkan Flagoff bersama Kepala Dinas Pariwisata Luki Prawira dan pihak sponsor Indofood di pertandingan inti IRONMAN.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaki Prawira mengatakan, dengan suksesnya acara ini menunjukkan bahwa popularitas IRONMAN 70.3 Bintan sudah dikenal luas. Lebih dari itu, juga menunjukkan Bintan sebagai destinasi lengkap yang layak dikunjungi wisata keluarga.

“Benar, IRONMAN ini potensinya dahsyat. Dia bisa menciptakan image bahwa Bintan destinasi yang lengkap dan cocok untuk didatangi bersama keluarga besar baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Karena setiap peserta pasti membawa keluarga, jadi IRONMAN ini bisa kita sebut dengan Bintan Family Tourism,” ujar Luki Zaki Prawira yang juga diamini oleh General Manager Bintan Resorts Cakrawala, Abdul Wahab.

Lebih lanjut Luki mengatakan Bintan memiliki berbagai syarat yang harus dimiliki satu destinasi. Mulai dari aksesibilitas, amenitas juga atraksi. Bahkan semua unsur tersebut di Bintan telah berstandar dunia dengan keragaman yang dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan.

“Destinasi kita sangat lengkap, bahkan di Bintan punya kolam renang yang ada hanya di Bintan, kita punya lapangan golf, kita punya resort yang lengkap. Jika anda membawa keluarga, sudah pasti akan tertampung di sini dan semua happy dengan alam yang asli dan tidak dimilliki negara lain. Kita punya keindahan alam yang bisa kami persembahkan di IRONMAN. Tentu ini akan memberikan dampak yang besar,” ujar Luki yang diamini Wahab.

IRONMAN 70.3 Bintan 2017 diikuti 1.200 peserta yang 80 persennya adalah wisatawan mancanegara terdiri dari 52 negara. Para Triathlete ‘melahap’ rute menantang yang ‘dibungkus’ dengan keindahan pemandangan alam di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Yang akan membawa para triathlete ke perjalanan tak terlupakan di Pulau Bintan.

Para peserta akan memulai lomba pada pagi hari dengan berenang sejauh 1,9 kilometer dari titik start di Plaza Lagoi, pusat pengembangan pariwisata Teluk Lagoi di zona khusus Bintan Resort.

Selanjutnya para atlet bersepeda sejauh 90 kilometer di jalanan yang mulus dan lebar. Baik renang dan sepeda, masih mengambil rute yang sama dengan tahun lalu. Dimana rute tersebut dianugerahi sebagai “The Best Long Course” di Asia pada 2016 oleh Asia Tri.

Sementara untuk rute lari, telah dilakukan penyesuaian oleh Meta Sport selaku penyelenggara lomba. Dimana peserta akan menempuh jarak sejauh 21 kilometer dengan lintasan yang lebih memudahkan triathlete serta memiliki pemandangan lebih menarik dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Sehingga akan lebih menarik bagi para triathlete.

Wahab juga memaparkan, dari 1.200 Triathlete, family dan spectator-nya lebih 3.000 Wisman. Karena setiap atletnya membawa dua hingga tiga orang anggota keluarganya ke Bintan berolahraga sambil berwisata.

“Hotel kami sebanyak 1.800 kamar di wilayah Bintan, habis ludes karena mereka membawa keluarga. Bayangkan saja jika rata-rata perorang ditaksir spending money 1.000 dolar AS, maka jika dalam satu resort saja yang habis ter-booking 1.800 kamar dengan rata-rata dua orang, maka bisa tercapai nilai 3,6 juta dolar AS,” ujar Luki.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara Rizki Handayani menyatakan Kementerian Pariwisata akan terus konsisten mendukung event-event sport tourism dengan level internasional.
Olahraga saat ini menjadi lifestyle, peningkatan kesadaran masyarakat dunia untuk hidup sehat, dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak atraksi, dalam bentuk event.

Wanita berhijab itu mengapresiasi Ironman 2017, karena selain mendatangkan wisman juga meningkatkan exposure pariwisata Bintan di dunia internasional. Kemenpar mendukung kegiatan semacam ini tidak hanya secara langsung, namun bisa dari sisi lain.

Sebagai contohnya, program PWI Terpadu Crossborder yang menawarkan paket menarik bagi wisman, dengan kolaborasi yang selalu ditekankan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya yakni Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi.

“Kami terus menggenjot promosi dengan berbagai skema, dengan program promosi wonderful Indonesia terpadu, mendukung program di wilayah crossborder, kami melalukan program kerja sama dengan Airport Changi di Singapura, kita menjual paket di Singapura kerjasama dengan wholeseller, kerjasama dengan event MICE,”kata Rizki.

“Bintan ini adalah pintu masuk yang sangat ‘seksi’ untuk wisatawan Singapura maupun Malaysia, kita harus menjaganya dengan atraksi dan kebersihannya harus fokus agar wisatawan nyaman ke Batam dan Bintan,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.(*)

Dian Sastro Cinta Sumba, Luna Maya Terpesona Tana Toraja

0
Dian Sastro

Menteri Pariwisata Arief Yahya berterima kasih kepada para selebriti tanah air yang suka posting liburannya di media sosial. Mereka sudah membantu mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia semakin populer dan dikenal meluas.

“Tanpa disadari, itu bisa mengendors destinasi yang mereka sukai. Dan yang lebih mengharukan, mereka dengan seluruh kesadarannya, memposting sendiri dengan tulus dan iklas. Itu luar biasa, dan membantu pariwisata,” kata Arief Yahya.

Kesibukan yang padat justru membuat selebritas Indonesia selalu meluangkan waktu untuk pelesiran. Selain ke luar negeri, para selebritas Indonesia juga sering menjelajahi destinasi di tanah air. Salah satu selebritas yang gemar bertamasya adalah Dian Sastro Wardoyo.

Bintang film Ada Apa Dengan Cinta itu juga selalu mengunggah foto-foto pelesirannya ke Instagram. Dalam beberapa unggahan terakhir, Dian memajang foto tentang keindahan Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wanita 35 tahun itu terang-terangan mengagumi eksotisme Sumba. Dalam beberapa foto terlihat Dian berbaur dengan warga lokal. Dia juga sempat mengenakan kain khas Sumba.

Selain itu, istri Indraguna Sutowo tersebut juga pernah memajang foto ketika naik kuda Sumbawa. Tak hanya berlibur, Dian juga memiliki misi mulia di sana. Dia berupaya membantu warga Sumba, terutama soal air bersih.

Dengan membawa nama Yayasan Dian Sastrowardoyo, dia menggandeng Plaza Indonesia dan Samsung untuk menggelar pameran foto, video, dan kain khas Sumba.
Pameran bertajuk Lukamba Nduma Luri-Benang Yang Memberi Ruh, Kain Yang Memberi Hidup itu digelar di Plaza Indonesia pada 6-31 Agustus.

“Saya jatuh cinta pada Sumba. Personally, saya jatuh cinta banget sama kain tenunnya. Saya memang sangat suka kain tenun tradisional. Tenun Sumba berbeda banget,” ujar Dian beberapa waktu lalu.

Aura Kasih juga termasuk selebritas yang gemar pelesiran. Bintang film Asmara Dua Diana itu terlihat getol menyambangi alam bebas. Tidak mengherankan, akun Instagram resminya dipenuhi foto-foto saat dia pelesiran ke berbagai destinasi alam di penjuru Indonesia.

Beberapa foto menunjukkan dia tengah menikmati keindahan Bali. Ada pula foto yang memperlihatkan dirinya tengah pelesiran ke Jogjakarta. Di sela-sela shooting, Aura Kasih juga selalu menyempatkan waktu untuk menjelajahi wisata alam.

Misalnya, ketika dia shooting di Jogjakarta beberapa waktu lalu. Dia menyempatkan diri pergi ke Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Setelah itu, dia mengunggah foto liburannya ke Instagram.

“Dengan sering main ke destinasi wisata dan mengunggah di Instagram bisa mengenalkan ke dunia. Apalagi nge-tag tempatnya supaya merasa memiliki dan kenal,” ujar Aura Kasih.

Artis lain yang gemar traveling adalah Lola Amaria. Pemain sinetron sekaligus sutradara itu juga menyukai wisata alam. Instagram-nya diisi beberapa foto tentang keindahan alam nusantara.

Di antaranya, Gunung Rinjani dan Gunung Agung. Lola juga memiliki kepedulian tinggi terhadap destinasi wisata di Indonesia. Dia membuktikannya dengan mengajak warga membersihkan sampah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (18/8).

Aksi bersih-bersih itu merupakan rangkaian pemutaran film Labuan Hati di Pelabuhan Pelni. Lola juga mengajak beberapa artis seperti Raymond Tungka dan Nadine Chandrawinata untuk membersihkan sampah.

“Tidak hanya sekadar memutar film, kami juga ingin mengambil bagian untuk menumbuhkan rasa atau peduli untuk menjaga kebersihan bersama-sama. Baik untuk masyarakat setempat dan juga para wisatawan lokal dan mancanegara. Kita harus mencintai dan merawat serta menjaga alam yang indah di Labuan Bajo ini,” kata Lola.

Artis cantik Luna Maya juga getol menjelajahi keindahan alam Indonesia. Sama seperti selebritas lain, dia juga selalu mengunggah foto pelesirannya ke Instagram.

Misalnya, foto saat dia liburan ke Bali. Luna juga mengaku cinta terhadap Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
Beberapa waktu lalu, Luna sempat pergi ke Tana Toraja untuk shooting film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody.

Meski harus melewati perjalanan panjang, Luna mengaku puas setelah melihat keindahan Tana Toraja. Selain mengagumi keindahan alam, artis 34 tahun itu juga terpesona budaya Tana Toraja.

“Toraja indah banget. Saya jatuh cinta banget,” kata artis kelahiran Denpasar, Bali itu.
Selain itu, kekasih Reino Barack tersebut juga sangat menyukai kopi Toraja. Menurut Luna, aroma dan rasa kopi Toraja sangat menggoda lidah.

“Pertama kali datang saya langsung jatuh cinta. Orang Sulsel itu luar biasa. Kopi Toraja itu juga sangat luar biasa. Enak banget,” ujar Luna. (*)

Puas Tonton Prambanan Jazz, Menteri Rini Siap Dukung Penuh Pariwisata

0

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kagum akan pesona festival Prambanan Jazz di komplek Candi Prambanan, 19 Agustus 2017. Dia pun langsung mengaku siap mendukung penuh pariwisata.

Ya, pesona Prambanan Jazz memang sukses. Menteri Rini memang lebih cocok dengan musik genre jazz.

Dengan didampingi Dirut Bank BTN Maryono, Dirut BRI Suprajarto, Dirut BNI Achmad Baiquni, dan Dirut Telkom Alex J Sinaga, Menteri Rini terlihat enjoy dan relaks. Selain suguhan jazz di Candi Hindu terbesar dunia, dia juga juga ikutan menyambangi stan-stan yang menampilkan produk UKM (Usaha Kecil Menengah).

“Kegiatan Prambanan Jazz ini cukup bagus. Harus dikembangkan dan diperluas demi mendukung wisata nasional. Industri wisata harus terus digalakkan karena salah satu sumber penerimaan negara,” ujar Menteri Rini di lokasi festival Prambanan Jazz, Sabtu (19/8) malam.

Menteri Rini mengaku datang ke Festival Prambanan Jazz untuk membuktikan kepopuleran event tahunan ini. Apalagi event ini juga didukung oleh Telkom dan BRI.

“Jadi sebagai bentuk dukungan, sekaligus saya mau lihat juga acara Indihome Prambanan Jazz ini populer atau tidak. Ternyata sangat populer,” ungkap Menteri Rini.

Kelasnya pun sangat mumpuni. Deretan pengisi acaranya datang dari musisi kelas dunia seperti Sarah Brightman. Kebetulan, Sarah Brightman merupakan penyanyi jazz yang disukainya. Rini pun teringat masa mudanya saat menonton konser Queen di Amerika, sehingga memunculkan kenangan masa lalu.

Sewaktu masih sekolah, Menteri Rini mengatakan lagu favoritnya adalah We Are The Champions. “Seru waktu itu teriak-teriak sama teman-teman. Kalau sekarang aku lagi suka dengerin lagunya Ed Sheraan yang judulnya Thinking Out Loud. Di mobile phone aku ini juga banyak lagu-lagu,” ujar Rini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa senang rekan sejawatnya di Kabinet Kerja menikmati pertunjukan Prambanan Jazz dan memberikan dukungan penuh terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, wisatawan pasti terpikat oleh suasana pertunjukan, yang berlatar belakang Candi Prambanan di tepian sungai Opak itu.

Ketika Candi Hindu tertinggi dan terbesar dunia itu disorot lampu dari bawah, keeksotisan Candi Prambanan bisa terlihat sangat jelas. “Keindahan Candi Prambanan itu sangat terasa di lokasi pementasan ini,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menurutnya, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini. Pertama, dampak langsung, menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan sekitarnya.

Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi jazz dunia tampil di Indonesia. “Setelah menyaksikan jazz di tengah suasana candi yang heritage khas Wonderful Indonesia, jangan lupa sharing foto dan video ke media sosial masing-masing. Impact nya angat besar, karena bintang jazz iyang tampil selalu dipantau oleh followers dan subscribers-nya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Selain itu, agenda musik itu mirip dengan sport tourism. Sama-sama man made, yang menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya. (*)

44 Peserta Ikut Lomba Kicau Burung

0
Azmi peserta lomba kicau burung kelas kenari meraih juara satu dalam ajang lomba kicau burung Dabo Singkep, Minggu (28/8) pagi. F Wijaya Satria/Batam Pos

batampos.co.id – Memeriahkan HUT ke 72 RI, komunitas pecinta burung di Dabo Singkep menggelar lomba kicau burung pertama kali di Kabupaten Lingga yang digelar di implasmen eks PT Timah, Dabo Singkep, Minggu (20/8) pagi. Sejumlah peserta terbagi mengikuti empat kelas yakni perlombaan love bird, kenari, kacer dan murai batu.

“Selama ini para penghoby burung di Dabo Singkep mengikuti perlombaan di Batam dan Tanjungpinang. Jadi sekarang ini kami mengadakan sendiri untuk menyalurkan hoby,” ujar Adam Muslim ketua panitia perlombaan ketika ditemui di lokasi pertandingan.

Adam menambahkan, saat ini Kabupaten Lingga memiliki potensi burung yang sangat banyak, sehingga penyelenggaraan perlombaan kicau burung ini diharapkan dapat menjadi pemicu pelestarian burung semakin meningkat. Selain itu, lomba kicau burung juga menambah kemeriahan untuk memperingati HUT ke 72 RI.

Pertandingan kicau burung perdana diadakan di Kabupaten Lingga ini sebagai pembuka untuk pertandingan-pertandingan kicau burung lainnya. Walau demikian, sebanyak 44 peserta mengikuti pertandingan kali ini. Kedepan, panitia juga akan melaksanakan pertandingan kicau burung kembali mengingat partisipasi peserta yang mengikuti pertandingan kali ini dinilai baik.

“Sejumlah pecinta burung dari Kabupaten Lingga yang mengikuti perlombaan di luar daerah juga sering meraih juara,” ujar Adam.

Dalam perlombaan kali ini, panitia mengenakan biaya pendaftaran kepada seluruh peserta sesuai dengan kelas burung yang diikuti. Untuk peserta yang mengikuti perlombaan kelas burung love bird dan kenari membayar Rp 20 ribu. Sedangkan untuk kelas kacer dan murai dikenakan biaya pendaftaran Rp 30 ribu.

Azmi salah seorang peserta perlombaan kicau burung kelas kenari mendapat juara satu setelah menyingkirkan sejumlah peserta lainnya dalam pertandingan tersebut. Azmi yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negar (ASN) ini merasa sanang setelah burung pelihataannya tersebut meraih juara satu.

“Tidak ada yang istimewa, saya hanya merawat burung ini seperti biasa. Setiap pagi dijemur, makan pudingnya telur putuh dan sawi putih. Yang penting rasa sayang kepada burung tersebut,” kata Azmi.

Di lokasi, seluruh burung yang tampil mengikuti perlombaan memperdengarkan kicau terbaik namun dewan juri dari Tanjungpinang Budi dan Andre, mengambil tiga terbaik dari setiap kelas yang mengikuti perlombaan. (wsa)

Festival Sriwijaya 2017 Sajikan Pertunjukan Kolosal di Sumsel

0
Festival Sriwijaya 2017 akan digelar di Benteng Kuto Besak, persis di samping Jembatan Ampera, Palembang. Sumber Foto: www.venuemagz.com

Festival Sriwijaya 2017 dipastikan diselenggarakan 22 sampai 28 Agustus 2017 dan dipusatkan di Benteng Kuto Besak (BKB).

Sebelumnya, acara tahunan pemprov Sumsel ini belum mendapat izin dari Harnojoyo, Wali Kota Palembang. Festival ini merupakan wadah bagi semua pekerja seni yang berasal dari 17 kabupaten dan kota yang berada di Sumatera Selatan.

“Temanya tentang fashion seni budaya Sriwijaya, fashion show kolosal yang bakal ditampilkan bujang gadis dari kabupaten kota di Sumsel,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, Sabtu (19/8).

Irene menjelaskan, Festival Sriwijaya yang telah masuk tiga besar terpopuler di Indonesia ini hanya menampilkan pergelaran seni budaya se-Sumsel, bukan untuk bertransaksi tunai. Kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini dalam rangka mengangkat kembali nilai-nilai tradisional dalam bingkai kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

“Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memberikan apresiasi terhadap usaha maksimal dan berkesinambungan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Selatan,” kata Irene.

Festival Sriwijaya tahun ini mengangkat tema perniagaan maritim dengan tujuan menjadikan Sumatera Selatan sebagai prioritas destinasi pariwisata nasional.

“Pada Festival Sriwijaya kali ini ada yang istimewa dengan mempromosikan Asian Games XVIII,” kata Irene.Menurut Irene, salah satu promosi yang akan dilakukan adalah peluncuran count down atau hitung mundur satu tahun menjelang Asian Games.

Irene menambahkan, Pemprov Sumsel akan mempersiapkan Festival Sriwijaya dengan kemasan secara apik dan modern untuk mendongkrak sektor industri pariwisata nasional. Agenda Festival Sriwijaya 2017 yang telah diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya pekan lalu akan mendukung promosi pariwasata nasional. Dari agenda Festival Sriwijaya 2017, akan ada pemutaran bioskop keliling yang menayangkan film-film bertemakan pendidikan, budaya dan pariwisata.

Pada hari ke-2 akan ada lomba lukis kertas karton tebal, pertunjukan seni rupa, pameran karya lukis seniman, lukis wajah karikatur, demo pembatik dan lomba lukis baju kaos.“Juga, ada panggung hiburan yang menampilkan musik etnik, parade musik jalanan dan parade teater tradisional Dul Muluk serta penampilan gelar budaya dari kabupaten atau kota,” ujar Irene.

Pada hari ke-4, ada pementasan teater mini, Festival Batanghari Sembilan dengan menampilkan 60 peserta gitar tunggal, pementasan musik jalanan dan malamnya pementasan wayang kulit Palembang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Wawan Gunawan mengatakan, kegiatan ini juga dimaksudkan selain untuk mempromosikan Pesona Indonesia, juga sebagai kegiatan yang bermanfaat untuk menangkap atraksi wisata budaya di Kota Pelembang dan sekitarnya.

“Kita tahu Sumatera Selatan ada wisata budaya seperti yang terkait dengan sejarah kemudian kuliner dan ini akan dijadikan destinasi nasional, sehingga diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata di Indonesia,” kata Esthy yang diamini Wawan.

Kata Esthy, Festival Sriwijaya 2017 juga sebagai ajang memperkenalkan potensi budaya unggulan daerah yang berkelas dunia agar dapat menjadi ikon di daerahnya.
“Dari namanya saja Sriwijaya, mempunyai kekuatan secara magis, secara spiritual sudah memberikan daya magnet tersendiri. Kekuatan itu berakar dari hak sejarah yang melegenda, sejarah yang mempunyai nilai- nilai luhur yang perlu disampaikan kepada generasi sekarang, dengan cara kekinian namun tidak meninggalkan akar jati diri budaya bangsa,” kata Esthy.

Wawan menambahkan, gelaran yang menjadi agenda nasional ini menampilkan pertunjukan tarian-tarian kolosal, seni drama dan seni budaya dari 17 kabupaten/ kota di Sumsel menggambarkan perjalanan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya dipimpin oleh Raja Dapunta Hyang hingga menjadi sebuah kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Selain itu juga dimeriahkan dengan festival kuliner serta jajanan pasar, memperkenalkan budaya di kalangan generasi muda yang akan menjadi promosi wisata Sumsel.

“Lima hari digelar, event ini sangat besar pengaruhnya untuk dijadikan andalan sebagai atraksi pariwisata budaya. Dengan terselenggaranya even ini menjadi salah satu sudut yang mewarnai peradaban bangsa Indonesia. Melalui promosi pariwisata, saya yakin bangsa di berbagai dunia akan terus melirik kekuatan nilai budaya itu dan pastinya menarik untuk mereka kunjungi,” ujar Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kegiatan ini. Dijelaskan Arief, selain peningkatan target wisatawan mancanegara yang ditetapkan Presiden Joko Widodo menjadi 15 juta orang pada tahun 2017 ini, peningkatan jumlah tempat wisata juga menjadi konsen dirinya di Kemenpar.

“Tahun ini konsentrasi kita adalah meningkatan jumlah kunjungan Wisman (wisatawan mancanegara) ke Indonesia. Meski targetnya masih melingkupi wilayah Bali, Kepulauan Riau dan Jakarta sebagai tujuan utama wisman, namun perlu juga ada daerah-daerah baru sebagai tujuan wisata baru. Sebagai daerah yang kental dengan sejarah peradaban kerajaan Sriwijaya di masa lampau, Sumatera Selatan telah siap dan telah mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan peningkatan pariwisata sehingga menjadi tontonan menarik bagi wisnus dan wisman yang berkunjung ke Sumsel,” jelas Menpar Arief Yahya.(*)

 

2018 Tanjungsauh Dikerjakan

0

 

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam HM Rudi, segera mengambil alih rencana pembangunan pelabuhan kontainer Tanjungsauh yang sejak 25 tahun lebih tidak ada perkembangan. Panbil Industrial Estate sebagai perusahaan lokal ditunjuk sebagai Lead Consortium.

Pengambilalihan ini dilakukan Gubernur sebagai solusi atas terkendalanya pembangunan Tanjungsauh selama ini. Juga untuk menyelamatkan perekonomian Kepri yang tengah melambat.

“Sesegera mungkin saya akan bentuk tim kecil untuk melaksanakan rencana pengambil-alihan ini. Tim ini nanti yang akan mengurus segala sesuatunya mulai dari perencanaan, proses pembangunan sampai pengawasan. Targetnya 2018 pembangunan sudah jalan” ungkap Nurdin, Jumat (18/8) malam.

Nurdin mengatakan rancangan proyek pembangunan Tanjungsauh telah selesai dibuat. Dalam waktu dekat akan diekspose ke hadapan Presiden RI Joko Widodo.

Pembangunan Pelabuhan Kontainer Tanjungsauh nantinya, lanjut Nurdin juga akan dilengkapi dengan pembangunan jembatan yang menghubungkan empat pulau, yakni Batam-Tanjung Sauh, Pulau Buru – Pulau Bintan dengan panjang 7 km.

Di Tanjungsauh juga akan dibangun kawasan industri dan pemukiman yang bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Tidak ada pilihan lain selain mencari alternatif baru untuk industri. Batam sudah terlanjur penuh oleh pemukiman. Maka nanti di Tanjung Sauh kita rancang khusus untuk kawasan industrinya minimal 40 persen,” tambahnya.

Menurut Nurdin potensi Tanjung Sauh sebagai pelabuhan kontainer sangat besar. Ada sekitar 80 ribu kapal yang lewat di Selat Malaka dengan mengangkut kontainer 70 juta teus per tahun. Potensi besar itu juga ditangkap oleh Singapura yang menaikkan targetnya dari 30 juta teus menjadi 70 juta teus per tahun.

Luas kawasan yang akan dibangun direncanakan 1200 ha dengan 120 ha untuk khusus kawasan terminal. Target kontainer awal 500 ribu -1 juta teus per tahun dan target akan naik seiring perkembangan waktu. Lama pembangunan diperkirakan 10 tahun. (bni)