Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 1319

Kasus HIV di Batam Tembus 321, Usia Produktif Masih Paling Rentan

0
Ilustrasi. HIV/AIDS (JawaPos.com)

batampos – Sepanjang tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat sebanyak 321 kasus HIV, dengan mayoritas penderitanya berasal dari kelompok usia produktif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa kelompok usia 25–49 tahun mendominasi jumlah kasus, yakni 208 orang, terdiri dari 149 laki-laki dan 59 perempuan.

“Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi kelompok paling rentan terpapar HIV,” ujar Didi, Jumat (18/7).

Ia merinci, kelompok usia 20–24 tahun menyumbang 62 kasus, kemudian usia 15–19 tahun tercatat 13 kasus, dan 34 kasus berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun. Sementara itu, terdapat 4 kasus pada anak-anak di bawah 15 tahun, yang terdiri dari 1 kasus usia di bawah 4 tahun dan 3 kasus usia 5–14 tahun.

“Temuan pada anak-anak menunjukkan adanya transmisi dari ibu ke anak. Ini yang terus kami tekan melalui program pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayi (PPIA),” jelasnya.

Secara keseluruhan, dari total 321 kasus HIV tersebut, 237 penderita merupakan laki-laki dan 84 perempuan.

Didi menyebutkan bahwa Dinkes Batam terus menggencarkan edukasi, deteksi dini, serta pengobatan untuk menekan penyebaran HIV. Masyarakat dapat mengakses layanan konseling dan tes HIV secara gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai komunitas dan lembaga untuk menjangkau kelompok berisiko, seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, serta komunitas LGBTQ,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut atau malu melakukan tes HIV. Deteksi dini sangat penting untuk mendapatkan pengobatan dan mencegah penularan lebih lanjut.

“Semua layanan bersifat rahasia dan tidak diskriminatif. HIV bukan akhir dari segalanya. Yang penting adalah pengobatan dan gaya hidup sehat agar tetap produktif,” tegasnya.

Upaya promotif dan preventif yang dilakukan Dinkes mulai menunjukkan hasil positif. Menurut Didi, beberapa faktor turut berperan dalam menekan jumlah kasus, seperti peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan seksual melalui sekolah dan komunitas, serta skrining rutin yang menyasar kelompok berisiko tinggi.

“Akses layanan kesehatan yang lebih terbuka juga menjadi salah satu kunci,” katanya.

Untuk itu, skrining HIV tetap akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi pengendalian penyebaran, khususnya di kalangan usia produktif.

Ke depan, Didi menekankan pentingnya memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada remaja di luar sekolah yang cenderung sulit dijangkau oleh layanan formal. Ia juga menyarankan perlunya dilakukan studi kualitatif untuk menggali lebih dalam tentang persepsi, hambatan, dan kebutuhan remaja dalam mengakses informasi serta layanan HIV/AIDS.

“Langkah-langkah preventif harus terus diperkuat dan diperluas agar kita bisa menekan angka kasus baru secara lebih signifikan,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Kasus HIV di Batam Tembus 321, Usia Produktif Masih Paling Rentan pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepanjang 4 Tahun, BP Batam Bukukan Investasi Rp121 Triliun

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mejabarkan soal investasi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat rapat di DPR RI.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan, sepanjang empat tahun terakhir, Batam berhasil membukukan nilai investasi sebesar Rp121 triliun. Capaian itu menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 27,12 persen.

Tren diprediksi akan terus berlanjut. Amsakar menyebut, proyeksi nilai investasi lima tahun ke depan yang ditargetkan menyentuh Rp304,9 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 12,71 persen per tahun.

“Ini bukti bahwa Batam terus menjadi magnet investasi, dengan tren pertumbuhan yang sangat baik,” kata Amsakar saat acara Dashboard dan Duta Investasi, Jumat (18/7).

Dari sisi makroekonomi, Batam juga menunjukkan daya saing tinggi. Setelah sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19 pada 2020, pertumbuhan ekonomi Batam melonjak menjadi 4,75 persen di 2021, 6,84 persen di 2022, dan 7,04 persen pada 2023.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BP Batam Rilis Dashboard dan Duta Investasi

Sementara itu, neraca perdagangan Batam mencatatkan surplus sebesar USD 6,82 miliar dalam rentang waktu 2020 hingga 2024.

Terkait pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam kini tengah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), serta Peraturan Kepala BP Batam untuk mendukung implementasinya.

Ada perubahan budaya yang baik terjadi di internal BP Batam. Amsakar juga menilai, jajaran di BP Batam semakin solid.

“Saya lihat sekarang semua sudah ‘terjangkit’ semangat workaholic. Sama seperti kepala dan wakil kepala BP Batam,” ucapnya.

Dia menyerukan semangat optimisme agar Batam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika target RPJMN nasional adalah 8 persen, Batam menurutnya harus menyumbang lebih besar.

Baca Juga: Jaga Iklim Investasi, BP Batam Perkuat Perlindungan Investasi

“Batam harus berkontribusi hingga 9,5 persen atau bahkan lebih, dan bisa menyerap lebih dari dua juta tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu,  Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut, kemajuan Batam hanya bisa dicapai jika pemerintah dan dunia usaha bergerak seirama.

“Hari ini, lewat peluncuran dashboard dan duta investasi, kami jawab kepercayaan itu dengan langkah nyata,” kata Fary.

Ia menambahkan, transformasi pelayanan investasi akan terus dikembangkan dengan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, dan disesuaikan secara bertahap melalui perbaikan sistem layanan internal BP Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Sepanjang 4 Tahun, BP Batam Bukukan Investasi Rp121 Triliun pertama kali tampil pada Metropolis.

Sepanjang 4 Tahun, BP Batam Bukukan Investasi Rp121 Triliun

0
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mejabarkan soal investasi.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat rapat di DPR RI.

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan, sepanjang empat tahun terakhir, Batam berhasil membukukan nilai investasi sebesar Rp121 triliun. Capaian itu menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 27,12 persen.

Tren diprediksi akan terus berlanjut. Amsakar menyebut, proyeksi nilai investasi lima tahun ke depan yang ditargetkan menyentuh Rp304,9 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 12,71 persen per tahun.

“Ini bukti bahwa Batam terus menjadi magnet investasi, dengan tren pertumbuhan yang sangat baik,” kata Amsakar saat acara Dashboard dan Duta Investasi, Jumat (18/7).

Dari sisi makroekonomi, Batam juga menunjukkan daya saing tinggi. Setelah sempat terkontraksi akibat pandemi Covid-19 pada 2020, pertumbuhan ekonomi Batam melonjak menjadi 4,75 persen di 2021, 6,84 persen di 2022, dan 7,04 persen pada 2023.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BP Batam Rilis Dashboard dan Duta Investasi

Sementara itu, neraca perdagangan Batam mencatatkan surplus sebesar USD 6,82 miliar dalam rentang waktu 2020 hingga 2024.

Terkait pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam kini tengah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), serta Peraturan Kepala BP Batam untuk mendukung implementasinya.

Ada perubahan budaya yang baik terjadi di internal BP Batam. Amsakar juga menilai, jajaran di BP Batam semakin solid.

“Saya lihat sekarang semua sudah ‘terjangkit’ semangat workaholic. Sama seperti kepala dan wakil kepala BP Batam,” ucapnya.

Dia menyerukan semangat optimisme agar Batam memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Jika target RPJMN nasional adalah 8 persen, Batam menurutnya harus menyumbang lebih besar.

Baca Juga: Jaga Iklim Investasi, BP Batam Perkuat Perlindungan Investasi

“Batam harus berkontribusi hingga 9,5 persen atau bahkan lebih, dan bisa menyerap lebih dari dua juta tenaga kerja,” ujarnya.

Sementara itu,  Deputi Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut, kemajuan Batam hanya bisa dicapai jika pemerintah dan dunia usaha bergerak seirama.

“Hari ini, lewat peluncuran dashboard dan duta investasi, kami jawab kepercayaan itu dengan langkah nyata,” kata Fary.

Ia menambahkan, transformasi pelayanan investasi akan terus dikembangkan dengan mengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, dan disesuaikan secara bertahap melalui perbaikan sistem layanan internal BP Batam. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Sepanjang 4 Tahun, BP Batam Bukukan Investasi Rp121 Triliun pertama kali tampil pada Metropolis.

Makan Bergizi Gratis Capai Puluhan Ribu Siswa, Disdik Batam Terus Perluas Cakupan

0
Ilustrasi. Siswa SD di Kota Batam menikmati makanan bergizi gratis di sekolah. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Juli 2025, program ini telah menjangkau puluhan ribu siswa dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 18 unit Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi dan tersebar di 8 kecamatan. Keberadaan SPPG ini menjadi pusat produksi makanan bergizi yang setiap harinya disalurkan ke sekolah-sekolah sasaran.

“Total sudah ada 72 sekolah negeri dan swasta di bawah Dinas Pendidikan yang mendapatkan layanan MBG, dengan jumlah siswa penerima manfaat mencapai 35.636 orang,” ujar Tri Wahyu Rubianto, Jumat (18/7).

Baca Juga: Polda Kepri Siapkan Dua Dapur, Siap Dukung Makan Bergizi Gratis 7.000 Siswa

Selain sekolah di bawah Disdik, program MBG juga telah merambah ke sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Tri menyebutkan, saat ini ada 3 sekolah Kemenag yang turut dilayani, dengan jumlah siswa penerima manfaat sebanyak 919 orang.

Tri menegaskan bahwa program MBG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi siswa dan mendukung proses pembelajaran yang sehat dan produktif.

“Tujuan utama program ini adalah memastikan seluruh siswa memperoleh asupan gizi seimbang. Kami di Dinas Pendidikan akan terus memperluas cakupan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani, sesuai dengan ketersediaan SPPG dan anggaran yang ada,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen sekolah, termasuk orang tua, untuk turut mengawal dan memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.

“Program ini bukan sekadar makan gratis, tapi ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi muda Batam. Kualitas sumber daya manusia dimulai dari pemenuhan gizi yang baik sejak dini,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Makan Bergizi Gratis Capai Puluhan Ribu Siswa, Disdik Batam Terus Perluas Cakupan pertama kali tampil pada Metropolis.

Viral Video Anak Ditemukan Menangis, Polisi: Bukan di Tanjunguban

0
Ilustrasi anak menangis
Ilustrasi anak menangis. F. Jawa Pos

batampos – Sebuah video memperlihatkan seorang anak perempuan menangis ditemukan warga di pinggir jalan beredar luas di media sosial, khususnya grup WhatsApp.

Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik itu, disebutkan bahwa lokasi kejadian berada di Kampung Baru.

Informasi ini sempat membuat heboh warga Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, lantaran di wilayah tersebut memang terdapat daerah bernama Kampung Baru.

Dalam video, seorang pria menyebut bahwa anak tersebut tak bisa menjelaskan alamat rumah maupun keberadaan ibunya.

“Ketika ditanya di mana mamaknya dan rumahnya di mana, dia hanya bilang jauh,” ujar pria dalam video tersebut, seperti dikutip pada Jumat (18/7).

Pria itu juga meminta masyarakat yang merasa kehilangan anak untuk segera datang ke rumah warga bernama Ahwani, yang disebut berada di Kampung Baru RT 004 RW 002, bawah fotokopi Subur.

Ia mengimbau warga membagikan video itu agar anak tersebut segera dipertemukan dengan keluarganya.

Namun setelah ditelusuri, Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman, memastikan bahwa video tersebut tidak berkaitan dengan wilayah Tanjunguban.

“Kejadian itu bukan di Tanjunguban, tapi di Bandar Lampung,” tegasnya singkat, Jumat siang. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

 

Artikel Viral Video Anak Ditemukan Menangis, Polisi: Bukan di Tanjunguban pertama kali tampil pada Kepri.

Polsek Sekupang Ingatkan Warga Waspadai Modus Penipuan Skema Segitiga di Platform Jual Beli Daring

0
Ilustrasi

batampos – Polsek Sekupang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan bermodus skema segitiga yang saat ini marak terjadi di platform jual beli daring. Skema ini telah memakan banyak korban, utamanya mereka yang bertransaksi melalui toko online tanpa verifikasi menyeluruh.

Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, menjelaskan bahwa dalam skema ini pelaku memanfaatkan dua pihak yang tidak saling mengenal penjual dan pembeli untuk melancarkan aksinya.

“Modus ini cukup licik. Pelaku bertindak sebagai perantara, padahal sebenarnya dia tidak memiliki barang yang dijual. Sudah banyak laporan terkait modus ini,” ujar Iptu Ridho, Jumat (18/7).

Ridho kemudian menceritakan kronologi salah satu kasus sebagai contoh. Seorang pria bernama Budi berniat menjual motor lamanya yang sudah tidak terpakai melalui toko online. Ia mengunggah foto motor lengkap dengan keterangan kondisi dan harga.

Di sisi lain, seorang calon pembeli bernama Santi tertarik mencari motor bekas dengan harga murah. Ia kemudian menemukan iklan motor yang tampak sama, tetapi dengan harga lebih rendah. Iklan tersebut ternyata dipasang oleh pelaku penipuan dengan mencuri foto dan deskripsi dari unggahan Budi.

Santi lalu menghubungi nomor yang tertera di iklan milik pelaku. Sebelum merespons Santi, pelaku terlebih dahulu menghubungi Budi dan mengaku sebagai perantara yang hendak membantu temannya membeli motor. Pelaku meminta Budi untuk mengaku sebagai sepupunya jika ditanya.

“Pelaku ini sangat lihai, dia paham detail motor yang dijual, karena mengambil langsung dari postingan asli. Jadi, korban Santi pun yakin bahwa pelaku adalah pemilik motor yang sah,” jelas Ridho.

Setelah sepakat, pelaku mengatur pertemuan antara Santi dan Budi. Kepada Santi, pelaku berdalih sedang berada di luar kota dan mengutus “sepupunya” (Budi) untuk memperlihatkan motor. Tanpa curiga, Santi mentransfer uang ke rekening pelaku setelah melihat motor secara langsung.

“Setelah transaksi selesai, barulah terungkap bahwa Budi sama sekali tidak mengenal pelaku. Uang pun sudah dikirim ke rekening si penipu,” ujar Ridho.

Polsek Sekupang mengingatkan warga agar selalu mengecek identitas penjual dan pembeli secara menyeluruh. Jika perlu, lakukan transaksi melalui rekening bersama (escrow) atau menggunakan platform jual beli yang sudah terpercaya dan memiliki sistem verifikasi.

“Jangan tergiur harga murah. Pastikan berkomunikasi langsung dengan pemilik barang dan tidak melibatkan pihak ketiga yang tidak dikenal,” tutup Ridho. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Polsek Sekupang Ingatkan Warga Waspadai Modus Penipuan Skema Segitiga di Platform Jual Beli Daring pertama kali tampil pada Metropolis.

Dilema Warga Mengkait: Antara Perlindungan Penyu dan Perut Lapar

0
Cerita warga Anambas konsumsi penyu
Erni, salah satu warga Mengkait saat mengisahkan kehidupan mereka yang terpaksa mengonsumsi penyu di hadapan petugas LKKPN Pekanbaru. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Langit kelabu menggantung di atas Desa Mengkait. Angin laut yang biasa membawa harapan, kini seolah ikut lesu menatap kehidupan warganya yang terlilit dalam rantai kemiskinan.

Di aula Kantor Desa Mengkait yang berdiri di atas pasir putih pesisir, suara Eni (38) lirih terdengar bergetar menahan pilu, saat ia menceritakan kenyataan yang harus ia hadapi setiap hari.

“Kami tahu penyu itu dilindungi, tapi kami juga butuh makan,” katanya dengan suara patah-patah, menunduk dalam, menyembunyikan genangan air mata di pelupuk.

Sebagian besar warga Mengkait menggantungkan hidup dari laut. Namun, di balik keindahan laut Anambas, nelayan seperti suami Eni hanya mampu membawa pulang sekitar Rp 80 ribu per hari, itu pun belum dikurangi dengan ongkos minyak untuk pompong.

Kadang, setelah semua dikalkulasi, yang tersisa tak lebih dari Rp 30 ribu. Uang sebesar itu harus cukup untuk makan, belanja, dan sekolah anak-anak.

Dengan penghasilan pas-pasan, daging sapi dan ayam menjadi makanan mewah yang hanya bisa dibayangkan.

Sehari-hari, mereka hanya makan ikan murah seperti kerisi dan ikan benggol. Sedangkan ikan kakap, kerapu, dan jenis ikan mahal lainnya justru harus dijual demi bisa bertahan hidup.

“Kami makan seadanya saja. Daging sapi mana sanggup kami beli, sekarang harganya sudah Rp 140 ribu sekilo,” ucap Eni, suaranya makin parau.

Namun, saat ada acara keluarga, tamu datang, atau hajatan berlangsung, dilema besar pun datang menghantam.

Mereka ingin menjamu tamu dengan baik, menyajikan makanan yang istimewa. Tapi kantong mereka kosong.

Maka, penyu yang masih bisa mereka temukan di laut sekitar menjadi pilihan, meski mereka tahu, itu adalah pelanggaran hukum dan menyakiti alam.

“Kami ingin berikan yang terbaik. Makanya kami hidangkan daging penyu. Karena daging lain tak sanggup kami beli,” tutur Eni di hadapan petugas LKKPN Pekanbaru.

Ia pun mengaku tak sanggup melihat proses penyembelihan. Tapi kebutuhan lebih kuat dari rasa iba.

“Saya menangis waktu penyu itu dipotong. Tapi macam mana, kami butuh. Jadi gelap mata juga,” lanjutnya, menahan tangis yang akhirnya jatuh di pipi.

Eni tak mencari pembenaran. Ia tahu kesalahannya. Tapi ia juga berharap dunia tidak serta merta menghakimi tanpa memahami.

“Kami dukung perlindungan penyu, kami tak ingin anak-anak kami hidup dengan cara ini. Tapi tolong lihat keadaan kami juga. Bantu ekonomi kami,” katanya penuh harap.

Ia menggambarkan betapa sempitnya pilihan yang tersedia. Ketika perut lapar dan tamu harus dijamu, pilihan yang ada hanya dua, malu karena tak bisa menyajikan apa-apa, atau melanggar demi bisa menjaga kehormatan.

Maka penyu pun jadi korban diam-diam dari sistem yang tak adil.

“Dunia berguncang akibat kami, karena kami konsumsi penyu. Tapi kami mohon, maafkan. Bukan kami tak peduli. Tapi kami ini siapa?” lirihnya.

Kisah Eni menggugah hati petugas LKKPN Pekanbaru yang datang untuk melakukan sosialisasi larangan konsumsi penyu.

Ketua Tim Kerjasama, Data dan Informasi, Andriyatno Hanif, tak menampik bahwa kesalahan bukan hanya milik warga.

“Dari sisi hukum dan agama, itu tidak dibenarkan. Tapi kami sadar, ini tak bisa diselesaikan dengan larangan semata,” kata Andriyatno.

Ia pun tak menampik, pernah dijamu daging penyu oleh warga Mengkait ketika melaksanakan kunjungan kerja pada tahun 2011 lalu.

“Tapi sekarang, Alhamdulillah mereka sudah mulai sadar. Dan kunjungan saya kali ini, tidak dijamu daging Penyu,” ungkap nya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tak bisa dibiarkan bertahan dalam keadaan tanpa pilihan.

“Masalah ini bukan hanya salah masyarakat. Salah juga di pemerintah. Kami akan perbaiki ini semua. Kami cari alternatif, solusi pengganti agar mereka tak perlu menyakiti penyu untuk bertahan hidup,” tegas Andriyatno.

Cerita Eni menyentuh nurani siapa pun yang masih memiliki empati. Ia adalah potret nyata dari masyarakat yang terjepit, sadar akan kesalahan, tapi tak diberi pilihan lain.

Perlindungan alam tak akan berhasil jika hanya berbicara tentang hukum dan ancaman pidana. Ia harus juga menyentuh perut yang lapar, dapur yang kosong, dan suara ibu yang setiap hari memikirkan apa yang bisa dimasak besok.

Penyu bukan musuh masyarakat Mengkait. Mereka hanya korban seperti warga yang juga menjadi korban kemiskinan yang tak pernah benar-benar dibereskan.

Reporter: Ihsan Imaduddin 

Artikel Dilema Warga Mengkait: Antara Perlindungan Penyu dan Perut Lapar pertama kali tampil pada Kepri.

Jalan Rusak dan PJU Mati, Akses Vital Sekupang Jadi Titik Rawan Kecelakaan

0
Jalan Ahmad Dahlan Seitemiang, Sekupang dalam kondisi rusak parah. Foto. Eusebius Sara/ Sara

batampos – Kondisi Jalan Ahmad Dahlan yang membentang dari Sei Temiang hingga Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Batam, kian memprihatinkan. Kerusakan parah yang terjadi di sepanjang jalur ini menuai keluhan serius dari masyarakat, terutama para pekerja yang setiap hari melintasinya.

Jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat dan pekerja dari berbagai kawasan di Sekupang. Namun, hingga kini, perbaikan jalan nyaris tidak mendapat perhatian. Penanganan hanya sebatas tambal sulam yang sudah lama dilakukan dan kini kembali rusak, bahkan lebih parah dari sebelumnya.

“Kami melewati jalan ini setiap hari dan kondisinya sangat membahayakan. Sudah sering pengendara jatuh, terutama saat malam karena gelap dan lubangnya dalam,” keluh Imran, warga Tanjungriau, Jumat (18/7).

Kondisi diperparah dengan minimnya penerangan jalan. Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada sebagian besar tak berfungsi. Ini membuat malam hari menjadi waktu yang rawan kecelakaan karena kombinasi jalan berlubang dan gelap gulita di sepanjang kawasan hutan yang dilewati.

Jhonson, salah seorang pekerja yang setiap hari menggunakan jalur tersebut mengaku sudah lama menunggu adanya perbaikan permanen. “Sudah bertahun-tahun rusak, katanya mau diperbaiki tapi sampai sekarang masih seperti ini,” ujarnya.

Lurah Tanjungriau, Syamsuddin, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan usulan perbaikan menyeluruh jalan tersebut dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Ia berharap pemerintah kota segera menjadikan ini prioritas mengingat tingkat urgensi dan banyaknya masyarakat yang terdampak.

“Kami sudah ajukan dalam Musrenbang, dan berharap ada realisasi segera. Karena ini menyangkut keselamatan warga setiap hari,” tegas Syamsuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan proyek pelebaran dan perbaikan jalan masih difokuskan di beberapa titik prioritas lainnya. Sedangkan untuk titik Jalan Ahmad Dahlan, pihaknya masih menunggu ketersediaan anggaran.

“Kita berharap tahun depan bisa masuk dalam anggaran utama. Untuk sementara memang masih menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” kata Suhar saat dikonfirmasi.

Warga berharap, dengan semakin meningkatnya laporan dan perhatian, perbaikan jalan ini segera dilakukan sebelum jatuh lebih banyak korban. Sebab, jalan ini bukan hanya urat nadi mobilitas masyarakat, tapi juga faktor penting dalam keselamatan berkendara di wilayah Sekupang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Jalan Rusak dan PJU Mati, Akses Vital Sekupang Jadi Titik Rawan Kecelakaan pertama kali tampil pada Metropolis.

IPOT Luncurkan Inovasi Wealth Creation Platform Pertama di Indonesia untuk Segala Gaya Investasi

0
Direktur Utama Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengumumkan transformasi dari platform jual beli produk investasi menjadi platform Wealth Creation Pertama di Indonesia pada acara bertemakan A New Wealth Order yang diadakan di NOYA X 80 PROOF, Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara pada Kamis, 17 Juli 2025.

batampos – Dunia investasi Indonesia kini memasuki era baru “Wealth Creation”, di mana kolaborasi, teknologi, dan inklusi bersatu untuk mempercepat penciptaan kekayaan (wealth creation).

Menjawab kebutuhan itu, Indo Premier Sekuritas mengumumkan transformasinya dari platform jual beli produk investasi menjadi platform Wealth Creation Pertama di Indonesia. Platform yang memungkinkan siapa pun-dari investor individu, keluarga dan komunitas-menjalani wealth creation journey secara terstruktur dan kolaboratif.

Transformasi ini diresmikan di acara bertemakan A New Wealth Order yang diadakan di NOYA X 80 PROOF, Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta Utara pada Kamis, 17 Juli 2025.

“Transformasi ini bukan hanya tentang kemudahan transaksi, tetapi memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada masyarakat Indonesia untuk berinvestasi sesuai dengan gaya dan tujuan mereka, baik secara mandiri maupun kolaboratif,” ujar Direktur Utama Indo Premier Sekuritas. Moleonoto The.

Berbeda dengan platform investasi lain yang hanya fokus pada transaksi, IPOT dirancang untuk mendukung segala gaya investasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk investasi mandiri, bersama keluarga, komunitas, dan advisor profesional.

Semua Gaya Investasi yang Didukung IPOT

IPOT memahami bahwa setiap individu, keluarga, dan komunitas memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda dalam membangun masa depan keuangan mereka. Oleh karena itu, IPOT dirancang untuk memfasilitasi Wealth Creation Journey yang terstruktur dan fleksibel bagi siapa saja.

1. Investor Mandiri (Solo)
Seorang investor yang ingin membangun portofolio saham dan ETF untuk dana pensiun dapat menggunakan fitur multi-account di IPOT untuk memisahkan akun untuk trading jangka pendek dan akun untuk investasi jangka panjang, sehingga risiko terkelola dengan baik.

2. Investasi Berbasis Keluarga
Orang tua dapat membuka akun untuk anak remaja mereka, membimbing mereka dalam memilih saham dan reksa dana sambil mengajarkan literasi investasi secara langsung, sehingga seluruh keluarga terlibat aktif dalam wealth creation journey bersama.

3. Investasi Komunitas
Sekelompok teman atau komunitas lokal dapat membentuk akun bersama dengan satu atau dua pemimpin sebagai pengelola, mengatur strategi investasi bersama untuk tujuan seperti dana pendidikan komunitas atau dana sosial, dengan transparansi dan kontrol yang jelas.

4. Advisor Profesional
Advisor dapat membantu klien mereka dengan mode monitor only atau akses penuh untuk membeli dan menjual saham atas nama klien sesuai izin, dengan atau tanpa pemberian nasehat aktif, mendukung berbagai kebutuhan investor dari pemula hingga yang lebih berpengalaman dalam Wealth Creation Journey mereka.

Fitur Unggulan IPOT sebagai Wealth Creation Platform

IPOT dirancang bukan hanya sebagai platform transaksi, melainkan sebagai platform wealth creation yang komprehensif, mendukung siapa pun dalam membangun dan mengembangkan aset keuangan. IPOT memahami bahwa setiap perjalanan investasi itu unik, dan karena itu, IPOT hadir dengan serangkaian fitur unggulan yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, kontrol, dan kemudahan bagi setiap investor.

• Multi-Account: Memungkinkan pengguna membuat akun untuk memisahkan setiap strategi ataupun tujuan investasi sehingga risiko lebih mudah untuk dikelola.

• Shared Access: Dapat digunakan oleh keluarga dan komunitas untuk berkolaborasi dan berinvestasi bersama.

• Fleksibilitas Advisor: Mendukung advisor formal/informal dengan opsi akses sesuai izin.

• Produk Lengkap: Saham, ETF, reksa dana, Power Fund Series dan obligasi dengan eksekusi transaksi real-time dan harga terbaik.

Sejalan dengan slogan “One Platform, Your Journey” IPOT hadir untuk mendampingi setiap individu, keluarga, komunitas dan profesional dalam membangun masa depan keuangan mereka melalui Wealth Creation Journey yang terstruktur dan fleksibel, memastikan bahwa setiap langkah investasi dapat dilakukan dengan nyaman dan transparan, sejalan dengan semangat dari tagline terbaru IPOT “Together, We Grow”. (*)

Artikel IPOT Luncurkan Inovasi Wealth Creation Platform Pertama di Indonesia untuk Segala Gaya Investasi pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Jera, Residivis Curanmor Kembali Beraksi, Alasan Ekonomi Jadi Dalih

0
Nurul Aisyah (32), seorang residivis kasus pencurian sepeda motor saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (17/7). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Nurul Aisyah (32), seorang residivis kasus pencurian sepeda motor, kembali duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (17/7). Ia diadili atas dugaan pencurian sepeda motor di kawasan Lubuk Baja.

Sidang yang berlangsung di ruang utama PN Batam itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rinaldi, didampingi hakim anggota Watimena dan Yuanne.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fitri Dafpriyeni menghadirkan saksi korban untuk memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian.

“Motor Honda Beat kami terparkir di depan rumah. Saat suami hendak keluar, motor itu sudah tidak ada lagi,” kata saksi korban dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim.

JPU kemudian menghadirkan terdakwa Nurul Aisyah ke ruang sidang. Mengenakan baju tahanan berwarna oranye milik Kejaksaan Negeri Batam, Nurul tampak tenang namun pasrah menghadapi proses hukum.

Dalam keterangannya, ia mengaku bersalah dan menjelaskan motif di balik aksinya. “Saya berjalan kaki tanpa tujuan dan melihat motor terparkir dengan kunci yang masih tergantung. Karena butuh uang, saya ambil motor itu. Rencananya mau saya gadaikan,” ujarnya.

Namun, rencana itu tak sempat terwujud. Polisi lebih dulu meringkusnya di kawasan Nongsa, sebelum motor sempat dipindahtangankan.

Yang memperberat posisi terdakwa adalah fakta bahwa ini bukan kali pertama ia terlibat kasus serupa. Dalam catatan pengadilan, Nurul pernah divonis dua tahun penjara pada 2024 atas perkara pencurian sepeda motor, dan baru saja bebas beberapa bulan lalu.

“Ini perkara kedua, Yang Mulia. Saya baru keluar penjara tahun lalu,” ungkapnya.

Ia mengaku nekat mencuri lagi karena terdesak kebutuhan ekonomi. Nurul menyebut, uang hasil gadai motor itu rencananya akan digunakan untuk membeli tiket pulang ke Medan bagi anak dan orang tuanya.

“Saya tidak punya pekerjaan. Saya menyesal,” tuturnya .

Majelis hakim menunda sidang dan akan melanjutkannya pekan depan dengan agenda pembacaan surat tuntutan dari JPU. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Artikel Tak Jera, Residivis Curanmor Kembali Beraksi, Alasan Ekonomi Jadi Dalih pertama kali tampil pada Metropolis.