Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13286

Setahun jadi Gubernur, Kebijakan Nurdin Hanya Memberatkan Rakyat

0
Gubernur Nurdin di atas kapal MV Seven Star usai melakukan peninjaun ke Letung, Jemaja, Anambas, Selasa (14/3).

batampos.co.id – Saya ingin fokus. Pertajam prioritas. Kalau kita tidak bergerak cepat, kita tertinggal.” Itulah kata-kata yang terlontar dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun, saat dilantik menjadi Gubernur Kepri oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 25 Mei 2016 lalu. Nurdin menggantikan gubernur senior, HM Sani, yang wafat beberapa bulan setelah dilantik menjadi Gubernur Kepri. Nurdin saat itu menjadi wakil Sani.

Setahun berlalu, kehadiran Nurdin memang memberikan kesan sama seperti saat masih menjabat sebagai Bupati Karimun, dua periode. Nurdin yang selalu bangun saat fajar, menemui rakyat dengan menyetir kendaraan sendiri. Bahkan, kadang menyetir kapal sendiri, membelah ombak di lautan Kepri untuk menemui rakyat di hinterland.

Nurdin bahkan dikenal gubernur yang suka menemui rakyatnya di warung kopi, sambil membicarakan berbagai persoalan publik. Jangankan acara resmi, undangan kawinan pun kadang dihadiri oleh Nurdin. Datang tanpa pengawalan yang ketat.

Namun, kesan merakyat itu bertolak belakang dengan beberapa kebijakan Nurdin setahun terakhir. Baik berupa kebijakan baru maupun kebijakan yang ia teruskan.

Kebijakan paling populer adalah keberanian Nurdin menyetujui kenaikan tarif listrik Batam hingga 45 persen. Tarif itu khusus untuk pelanggan rumah tangga yang merupakan terbanyak di Batam dan disetujui saat ekonomi masyarakat lagi lesu.

”Saya tak ingin Batam krisis listrik. Lagian pembahasan ini sudah setahun lebih,” ujar Nurdin, usai meneken regulasi yang menguatkan kenaikan tarif 45 persen yang digodok bersama anggota DPRD Kepri.

Kebijakan kedua, Nurdin tetap mempertahankan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dengan melanjutkan angka maksimum penerapan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 10 persen. Akibatnya, BBM Kepri, khususnya nonsubsidi tercatat paling tinggi se-Indonesia. Kepri tak sendiri, penerapan PBBKB maksimum juga diikuti oleh Provinsi Riau sejak 2015.

Nurdin berdalih, kebijakan itu sudah lama dan menjadi andalan pemasukan asli daerah (PAD) Provinsi Kepri. ”Selama ini tak ada yang protes,” kata Nurdin.

Kebijakan ketiga, Nurdin berencana menaikkan tarif pajak air permukaan dari 10 persen yang diatur di Perda Nomor 8/2011 menjadi 900 persen. Akibatnya, pengelola air bersih di Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB) sudah pasang kuda-kuda untuk menaikkan tarif air bersih ke konsumen.
Dari tiga kebijakan itu saja, Nurdin banjir kritikan. Beberapa kali aksi demo warga Batam menuntut tarif listrik direvisi, namun Nurdin tetap pada sikapnya, tarif tetap naik 45 persen.

Nurdin hanya mengubah skema penerapannya dari 3015 (30 persen di bulan April, menyusul 15 persen berikutnya) menjadi 15 plus-plus. Skema 15 plus-plus ini bisa menggunakan pola 151515 (15 persen pertama, 15 persen kedua, dan ketiga 15 persen) atau pola 1530 (15 persen di awal dan 30 persen berikutnya). Nurdin belum menentukan waktu penerapan ”plus-plus” tersebut.

Kritikan tak hanya datang dari masyarakat, tapi juga anggota DPRD. Salah satunya anggota DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov.

”Secara fisik, kita belum melihat apa yang sudah dilakukan,” ujar Ruslan kepada Batam Pos, Minggu (28/5) Legislator Komisi I DPRD Kepri tersebut memaparkan, sebelum persoalan tarif listrik Batam, PBBKB, dan tarif air permukaan, kritikan paling awal muncul saat DPRD Kepri mengajukan hak interpelasi terkait proses pelantikan pejabat-pejabat pada Oktober 2016 lalu.
Kemudian molornya pengesahan APBD Kepri 2017 karena tidak optimalnya kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri. Padahal Gubernur sebagai pimpinan punya tanggungjawab melakukan pembinaan terhadap bawahannya. Bukan hanya menerima hasil.

”Artinya proses pengawasan tidak berjalan, persoalan ini terjadi disebabkan dua faktor. Tidak mengertinya Gubernur tentang tata kelola anggaran, dan tidak adanya komunikasi yang baik dengan bawahan,” papar Ruslan.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPRD Batam tersebut menjelaskan, kritikan juga bermunculan ketika terungkapnya ada dugaan praktik nepotisme dalam proses lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Apalagi sampai keluarnya rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Akan tetapi sampai sekarang ini, rekomendasi yang dikeluarkan belum tindaklanjuti.

Menurut Ruslan, Gubernur bukannya sibuk untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi, tetapi lebih memilih melakukan pencitraan politik dengan dalih melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke setiap daerah.

Diakui Ruslan, sebagai pimpinan memang diharuskan untuk menyerap aspirasi rakyat. Tetapi mendekati berakhirnya semester pertama Tahun Anggaran (TA) 2017, belum terlihat adanya pembangunan fisik yang berjalan.

Dan Ruslan mengakui kebijakan populer namun tak pro rakyat adalah kenaikan tarif listrik Batam 45 persen itu. Ditegaskannya, apabila persetujuan DPRD Kepri berdasarkan individu, dirinya sangat tidak mendukung kenaikan TLB itu. Tetapi, persetujuan yang dibuat berdasarkan kolektif kolegial di lintas Komisi II dan Komisi III DPRD Kepri.

”Listrik memang infrastruktur penting saat ini. Tetapi untuk menaikkan tarif, harusnya tidak begitu tinggi. Sehingga tidak menimbulkan reaksi di tengah-tengah masyarakat Batam,” ujarnya.
Ditegaskan Ruslan, adanya pergerakan unjuk rasa di Batam belakangan ini, menunjukkan kebijakan yang dibuat Gubernur tidak pro rakyat. Apalagi persentase kenaikan 45 persen untuk golongan rumah tangga sangat besar.

Ketua Pengprov Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kepri tersebut juga menyebut kebijakan mempertahankan PBBKB maksimum bukan hanya tak pro rakyat tapi juga menggerogoti rakyat. Apalagi selain PBBKB, sebentar lagi akan keluar kebijakan pajak progresif kendaraan bermotor.

”Belum lagi ditambah dengan pengurangan premium di pasaran. Sehingga masyarakat terkesan ’dipaksa’ untuk membeli premium. Artinya masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar PBBKB 10 persen. Daerah lain selain Riau tak maksimum PBBKB-nya,” jelas Ruslan.

Ruslan juga tak habis pikir dengan rencana Pemprov Kepri menaikkan Pajak Air Permukaan hingga 900 persen. ”PAD yang dihasilkan dari keringat rakyat, itu namanya bukan PAD. Tetapi ’pemerasan’,” ujar Ruslan.

Menurutnya, melalui UU Nomor 23 Tahun 2014 Pemprov diberikan kewenangan untuk mengelola berbagai sektor. Baik itu pariwisata, kemaritiman, dan sebagainya. Harusnya peluang yang ada ini dioptimal. Sehingga PAD yang didapat murni dari potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada.

Sementara itu, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepri, Abdul Rahman yang juga anggota DPRD Kepri tidak menafikan setahun kepemimpinan Gubernur Nurdin mendapat banyak sorotan. Seperti keputusan menaikkan tarif listrik Batam. Menurut Abdul Rahman, PKS sejak awal tidak mendukung kenaikan TLB, dengan melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat sekarang ini.

”Secara individu kita sangat menentang kenaikan TLB. Karena kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak stabil. Tetapi kesepakatan diambil berdasarkan voting,” ujarnya.

Abdul Rahman mengatakan, pihaknya juga memberikan beberapa catatan terkait adanya rencana penerapan pajak progresif kendaraan bermotor. Karena jangan sampai kebijakan yang dibuat membebani masyarakat.

Menurut dia, satu tahun kepemimpinan Gubernur Nurdin, pihaknya sudah memberikan catatan-catatan khusus dengan me-review kebijakan yang diambil Nurdin.

Disebutkannya, ada beberapa hal yang harus segera diperbaiki oleh Gubernur. Yakni membangunan komunikasi yang baik dengan legislatif, meningkatkan fungsi kontrol kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ”Terkesan, OPD jalan sendiri-sendiri,” katanya.

Legislator dapil Batam itu menambahkan, sekarang ini banyak kewenangan yang dimiliki Pemprov Kepri. Khusus untuk meningkatkan PAD, tidak perlu membebani rakyat dengan menaikan berbagai tarif pajak. Karena ada potensi-potensi besar yang bisa dioptimalkan, seperti sektor kemaritiman, pariwisata, dan pengelolaan Participating Interst (PI) 10 persen di bidang minyak dan gas (Migas).

”Progres di sektor ini yang harus digesa. Sehingga PAD meningkat, masyarakat Kepri akan lebih sejahtera. Begitu juga pembangunan akan cepat terlaksana,” papar Abdul Rahman.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Sallon Simatupang menambahkan, kebijakan yang berakibat kepada kenaikan tarif tersebut sangat tidak memihak masyarakat. Apalagi melihat kondisi ekonomi Kota Batam saat ini.

”Masyarakat sudah menderita akibat banyak perusahaan yang tutup. Tarif listrik yang melambung. Masa mau dibebani lagi tarif air yang naik,” sesal Sallon.

Apapun ceritanya, kata Sallon, DPRD Kota Batam tidak akan setuju dengan kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.

Safari Ramadhan, anggota Komisi IV DPRD Batam mengaku, pemerintah harus tahu kondisi masyarakatnya saat ini. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan ditambah peluang kerja sedikit, masyarakat banyak tak mampu bahkan sangat banyak yang belum mendapatkan pekerjaan.

Alasan-alasan klasik yang disampaikan gubernur dinilai tidak beralasan. ”Kenapa bukan DBH migas saja yang diperjuangkan ke pusat agar kembali besar seperti tahun-tahun sebelumnya dari pada memajaki masyarakat Kepri. Kenapa tidak dioptimalkan potensi wisata Kepri dengan mengajukan KEK pariwisata. Padahal sektor ini bisa meningkatkan ekonomi masyrakat,” katanya.

Kritikan juga datang dari Ketua FSPMI Kota Batam Suprapto. Ia menegaskan, secara tidak langsung Gubernur Kepri dengan segala kebijakannya telah membunuh rakyatnya secara pelan-pelan.

Menurut dia, rakyat Batam yang mayoritas pekerja atau buruh mendapat kenaikan upah yang tidak seberapa. Bahkan belum mencukupi kebutuhan hidup, dibebani dengan kebijakan-kebijakan yang tidak memihak pada rakyat.

”Artinya jika ini dinaikkan semua (listrik, PBBKB, pajak air permukaan, pajak progressif, red), berarti peran negara lewat pemerintah untuk melindungi rakyatnya sudah tak ada,” tuturnya.

Dia tak habis pikir dengan tindakan pemerintah kini yang mengaku paham kondisi ekonomi rakyat yang tengah lesu, namun satu sisi seolah tanpa kendali berlomba-lomba menaikkan tarif.

Menurutnya, keadaan ini justru kontras dengan kesejahteraan yang diperoleh rakyat. ”Upah minimum yang naik hanya 8,25 persen, upah sektoral yang tak kunjung diSK-kan. Buruh semakin terpuruk daya belinya,” kata dia.

Ia juga sangat menyayangkan peran pemerintah yang gagal menekan harga bahan pokok, padahal persoalan tersebut kerap terjadi setiap tahun. ”Satu ini sangat parah, naik terus tiap tahun, harusnya ini yang dikendalikan,” keluhnya.

Tak hanya itu, saat ini jumlah kesempatan kerja yang sedikit tak sebanding dengan jumlah angkatan kerja yang sangat banyak. ”Harusnya yang begini dibuatkan kebijakan,” kata Suprapto.(nur/jpg/rng/cr13/aya)

Disdik Akui Tak Tahu Kondisi Kelayakan Bus

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir mengaku tidak mengetahui terkait kondisi kelayakan bus sekolah yang mengalami kecelakaan, Kamis (18/5) lalu, yang ternyata uji KIR-nya sudah mati.

“Baru ini saya tahu setelah kejadian. Sebelumnya saya memang belum tahu kalau uji KIR-nya mati. Sebab baik dari pihak pengelola bus dan Dishub belum ada memberikan informasinya,” jelas Tamsir, Minggu (28/5).

Tamsir menuturkan dari awal pengadaan seluruh bus sekolah, tentunya semua bus tersebut sudah di uji KIR.

Namun seiring berjalannya waktu, ternyata ada tiga unit bus sekolah yang masa berlaku uji KIR-nya sudah habis.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Sebab baru ini juga kami ketahui kalau sebagian bus ternyata kelayakan operasinya ada yang sudah tidak aktif lagi masa berlakunya,” ungkapnya.

Ia mengakui dirinya juga tidak mengetahui persis terkait dengan aturan dan ketentuan dari teknis pelelangan serta kelayakan bus sepenuhnya seperti apa.

Hal ini dikarenakan dari pelelangan awal pengadaan bus sekolah tersebut sudah berjalan sebelum dirinya menjabat sebagai Kadisdik Bintan.

“Waktu saya menjabat disini (Disdik, red), proses pelelangan dan aturan teknisnya sudah berjalan,” ucapnya.

“Nah, setelah duduk menjabat saya pernah minta dokumen terkait semuanya. Mulai dari ketentuan teknis pelelangan, kelayakan kondisi bus, termasuk uji KIR bus, apakah sudah memenuhi atau belum? Namun sampai saat ini belum ada kami terima informasinya dari yang lama,” sambungnya lagi.

Untuk itu, lanjutnya setelah kecelakaan itu terjadi pihaknya langsung memanggil semua pihak terkait diantaranya, Dishub Bintan, Polres Bintan, Organda, serta pengelola bus untuk melakukan evaluasi, sebagai langkah antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

“Kami sudah lakukan pertemuan bersama. Dimana kesimpulannya saya meminta semua bus untuk di uji KIR ulang semuanya. Mengingat pentingnya keselamatan pelajar menjadi prioritas utama kedepannya,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata Tamsir, setiap sopir juga akan dibuatkan pakaian seragam lengkap dengan bet nama. Serta pemberlakuan Standart Operasional Procedure (SOP) juga akan diwajibkan, mulai dari jumlah penumpang yang tidak boleh melebihi kapasitas bus, serta jarak laju maksimal yang harus dilalui sopir bus tersebut.

“Secepatnya ini akan diberlakukan. Mudah-mudahan bisa memberikan jaminan keselamatan bagi pelajar kedepannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Muslim Matondang salah satu Mantan Pemilik Perusahaan Otobus (PO) resmi pertama kalinya di Bintan, yakni Kepri Trans, menilai kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu itu tidak serta-merta hanya sopir yang harus disalahkan.

Menurutnya kelayakan dari pada bus tersebut yang juga harus menjadi perhatian khusus dari semua pihak terkait.

Apalagi bus yang mengalami kecelakaan itu, kondisi KIR-nya sudah mati.

“Setahu saya yang namanya pengadaan bus itu utamanya adalah kelayakan. Apalagi itu bus untuk pelajar. Masa uji KIR-nya bisa sampai mati. Tentu ini akan menjadi pertanyaan besar ada apakah dengan ini semua?” terangnya.

Menurutnya kelayakan bus tersebut harus ditinjau kembali, apakah sudah memenuhi standart kelayakan untuk dioperasikan dijalan atau belum sama sekali.

Hal ini juga sebagai langkah antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi untuk selanjutnya.

“Kasihan anak pelajar harus menjadi korban akibat dari kelalaian dalam pengecekan kelayakan bus yang belum memenuhi standarisasinya. Mudah -mudahan pemerintah daerah bisa segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki ini semua, sehingga Jamiman keselamatan bagi pelajar bisa jadi prioritas kedepannya,” imbuhnya. (cr20)

 

Lima Bulan,34 Perusahaan di Batam Tutup

0
ilustrasi

SEKUPANG (BP) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti menyebut rentang waktu dua bulan terjadi penambahan perusahaan yang tutup sepanjang 2017 ini.

“Hingga 17 Mei 2017 ini, sudah ada 34 perusahaan yang tutup dan 889 karyawan kehilangan pekerjaannya,” kata Rudi, Rabu (24/5/2017).

Sebelumnya, jumlah perusahaan yang tutup berjumlah 24 perusahaan. Sekarang bertambah menjadi 37 perusahaan. “Terjadi penambahan 10 perusahaan dalam kurun waktu dua bulan,” sebutnya.

Bertambahnya jumlah perusahaan yang tutup ini, disebabkan tidak adanya pengerjaan proyek yang masuk. Alasan lainnya adalah perusahaan berhenti operasi karena masalah keuangan. “Secara global sebabnya masih sama, karena sepi order, perusahaan bangkrut dan tutup,” sebut mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Rudi menambahkan, kondisi perekonomian Batam yang tengah memburuk ini juga menjadi faktor pendukung perusahaan tutup. Sejauh ini, lanjut Rudi, baru 34 perusahaan yang telah melapor ke Disnaker.

“Yang lain saya belum terima informasinya, walaupun di luar sana ada informasi yang beredar tentang perusahaan yang bersiap-siap tutup karena sepi order,” terangnya.

Seperti biasanya, perusahaan yang ingin tutup terlebih dahulu menyelesaikan beberapa tanggung jawab kepada pekerja, seperti pembayaran pesangon pekerja. “Setelah semuanya selesai baru mereka melapor,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan belum menerima laporan bertambahnya perusahaan yang tutup. “Ini masalah yang cukup sensitif, jadi saya tidak mau bicara terlalu banyak dulu, yang jelas kami tengah berusaha mencarikan solusi, termasuk mengembalikan kondisi perekonomian Batam seperti semula,” ujarnya. (cr17)

Kementerian PUPR Salurkan Bantuan Rp 2,6 M

0

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 2.690.400.000 kepada Pemko Tanjungpinang. Kucuran dana yang bersumber dari APBN 2017 itu diperuntukan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) di empat kecamatan.

“Kita sudah teken kesepakatan bersama (MoU) dengan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Menindaklanjutinya kita siap membangun sanimas disini,” ujar Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, kemarin.

Bantuan dana pembangunan sanimas itu, kata Syahrul diantaranya untuk sanimas di Kecamatan Bukit Bestari digelontorkan sebesar Rp 538.080.000, Kecamatan Tanjungpinang Kota sebesar Rp 1.076.160.000, Kecamatan Tanjungpinang Barat sebesar Rp 538.080.000 dan Kecamatan Tanjungpinang Timur sebesar Rp 538.080.000.

Kesemua dana itu, lanjut Syahrul akan dikucurkan ke Dinas PUPR Kota Tanjungpinang. Bahkan dinas ini juga yang akan melaksanakan pembangunannya. Kemudian untuk lokasi pembangunannya akan ditetapkan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (PRKPKP). Sedangkan untuk pengelolaannya berada di tangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang.

“Kita minta DLH bersinergi dengan PU dan PRKPKP agar lokasi pembangunannya tepat sasaran. Kemudian juga bisa dinikmati semaksimalnya oleh masyarakat di empat kecamatan,” bebernya.

Besar harapan Syahrul Dinas PUPR, DLH dan PRKPKP mau mensosialisasikan program pembangunan sanimas ini kepada masyarakat sebelum dibangun. Dengan begitu masyarakat bisa mengetahui dan memahami fungsi dan kegunaan sanimas tersebut.

“Semoga program pembangunan sanimas ini mampu meningkatkan layanan sanitasi layak bagi masyarakat Tanjungpinang,” ungkapnya. (ary)

Pariwisata Batam Lesu

0
Turis asal Korea Selatan berpose dengan latarbelakang “Welcome to Batam” di Batam Centre. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Pariwisata digadang-gadang sebagai penopang ekonomi nasional. Namun berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kepri pada kuartal pertama tahun 2017 turun 0,94 persen dibanding kuartal yang sama pada tahun 2016.

Pada tahun 2016 kunjungan wisman berjumlah 475.840 kunjungan sedangkan tahun 2017 ini hanya 471.347 kunjungan.

Turunnya kunjungan wisman turut berimplikasi pada Tingkat  Penghunian  Kamar  (TPK)  hotel  berbintang  di  Kepri.

Walau Maret, TPK mencapai rata-rata 47,34 persen atau naik 4,89 poin dibanding TPK Februari 2017 sebesar 42,45 persen. Namun dibanding Maret 2016 malah turun sebesar 2,05 persen, TPK bulan Maret 2016 yaitu sebesar 49,39 persen.

Bahkan, TPK Kepri pada Maret tersebut lebih kecil 7,35 persen  dibanding  dengan  TPK  hotel  berbintang  secara  nasional,  dimana  rata-rata  TPK Nasional mencapai 54,69 persen.

Rata-rata   lama   menginap   tamu   asing  dan   Indonesia   pada   hotel   berbintang   pada  bulan Maret 2017 adalah 1,91 hari, lebih rendah 0,48 persen  dibanding dengan rata-rata  lama  menginap  tamu pada Februari 2017.

Bahkan, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam mengatakan alasan utama hotel di Batam tutup karena tingkat hunian yang rendah. Seperti yang terjadi pada Hotel Mercure Batam

“Tingkat hunian rendah, ini hal yang pasti (mempengaruhi),” kata Ketua Harian PHRI Batam, Tarigan.

Dia bahkan mengaku pesimis dengan perkembangan bisnis hotel ditengah ekonomi yang juga lesu. Menurutnya, jumlah wisatawan yang kerap naik tidak menjamin bisnis perhotelan di Batam bagus. Hal ini karena kebanyakan wisatawan menginap tidak lama bahkan tidak meniginap sama sekali.

“Mereka one trip saja, pagi datang sorenya pulang,” kata  dia. (cr13)

Hang Nadim Sediakan Takjil Berbuka

0

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyediakan makanan gratis saat berbuka puasa selama Ramadan 1438 Hijriyah. Hal ini untuk memberikan pelayanan maksimal, bagi penumpang yang sedang menjalani ibadah puasa.

“Ada takjil gratis yang kami sediakan,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, kemarin.

Ia mengatakan adanya makanan untuk berbuka ini, diharapkan dapat membantu penumpang yang akan berpergian bisa segera berbuka. Suwarso menjelaskan makanan yang disediakan tersebut yakni kurma dan minuman kemasan.

“Kami tempatkan beberapa tempat pengambilan takjil ini di area terminal bandara,” tuturnya.

Suwarso berharap pelayanan seperti ini, dapat membantu masyarakat. Ia menuturkan pihaknya juga telah menyelesaikan pembangunan tempat sholat bagi umat muslim.

“Sudah ada beberapa tempat sholat, jadi setelah berbuka. Bisa langsung Sholat Magrib,” ungkapnya>

Sementara itu Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menambahkan di Hang Nadim nantinya akan ada tim yang memonitor arus mudik lebaran. Tak hanya itu, tim ini juga membantu penumpang saat mudik.

“Unit-unit teknis seperti di Hang Nadim, akan buka selama 24 jam,” ujarnya.

Ia mengatakan hal ini bentuk komitmen BP Batam, memberikan pelayanan yang terbaik walau memasuki Ramadan. (ska)

Kemenpar Promo Wisata Indonesia di Shanghai dan Chengdu

0

22-25 Mei 2017 lalu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) promosi pariwisata Indonesia di dua kota besar di Tiongkok yaitu Shanghai dan Chengdu.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, Kemenpar dalam roadshow ini menggandeng 10 industri pariwisata Indonesia yang berasal dari Jakarta, Bali, Yogyakarta dan Surabaya.

Selain itu, Kementerian di bawah komando Arief Yahya ini juga bekerjasama dengan perwakilan Garuda Indonesia di Shanghai, guna bertemu dengan puluhan potensial buyers Tiongkok di kedua kota tersebut.

Vinsensius menambahkan, pihaknya di dua kota besar itu juga memaparkan perkembangan Pariwisata Indonesia termasuk 10 Top Destinasi Prioritas  atau yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru dalam Kegiatan Sales Mission Greater China 2017.

”Bali masih menjadi pilihan utama. Namun demikian, Indonesia memiliki banyak destinasi lain untuk ditawarkan. Termasuk 10 Bali Baru,” ujar dia. Ke-10 destinasi prioritas tersebut adalah Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo dan Semeru, Mandalika, dan Wakatobi.

I Gde Pitana juga berharap, melalui pelaksanaan kegiatan ini, akan membawa dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia hingga pertengahan tahun 2017. Dirinya memaparkan, jumlah wisatawan Tiongkok ke Indonesia terus meningkat. Data menunjukkan, tahun 2016 lalu tercatat 1.452.971 wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Nusantara.

Tahun 2017 ini, Kemenpar telah menetapkan target kunjungan wisman dari wilayah “Greater China” yang terdiri dari Tiongkok , Taiwan, dan Hongkong sebanyak 2.453.000. Untuk wilayah Tiongkok saja, kunjungan wisman ditargetkan mencapai 2.037.000 selama tahun 2017. Hingga Maret 2017, tercatat sebanyak 525.035 wisman Tiongkok berkunjung ke Indonesia.

Menurut Pitana, hal lain yang diyakini akan mendorong kenaikan kunjungan wisman adalah kerjasama Kemenpar dengan Baidu (Google-nyaTiongkok). Dengan lebih dari 300 juta pengguna per bulannya, pemerintah yakin Baidu akan banyak membantu brand awareness Wonderful Indonesia di Tiongkok.

“Selain Baidu, aplikasi perjalanan wisata nomor satu di Tiongkok, Qunar, juga dapat membantu wisatawan Tiongkok yang ingin berlibur ke Indonesia, untuk memperoleh informasi mengenai penerbangan domestik dan internasional, paket liburan, hingga informasi lainnya,” beber Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, bukan hanya Indonesia yang membidik pasar wisman dengan originasi Tiongkok karena merupakan pasar wisatawan terbesar di dunia.

“Hampir semua negara di dunia juga mengincar wisman dari Negeri Tirai Bambu itu. Outbound travellers mereka setahun lebih dari 120 juta orang. Dan mereka juga sudah go digital, 70 persen Chinese Travelers juga sudah look, book, pay dengan digital. Karena itu kami yakin, dengan digital kita bisa tahu persis kesukaan customer kita,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, potensi wisatawan dari China yang besar ini menguntungkan, karena memiliki tingkat belanja tinggi. Pengeluaran rata-rata wisman China USD 1.057 per orang per kunjungan.

“Di samping itu tuntutan wisman China terhadap destinasi kita tidak banyak, sepanjang ada pantai. Meskipun kini mulai ada pergeseran tren wisman China yang mulai menggemari wisata belanja, misalnya di Bali. Ada tren baru masyarakat China yang ke Bali misalnya untuk belanja bahkan ada beberapa yang menggelar pernikahan di Bali,” ungkap pria asli Banyuwangi itu.

Menpar Arief Yahya bertekad mengoptimalkan upaya menggarap pasar China sehingga bisa menjaring lebih banyak wisman ke Tanah Air. Dalam agenda roadshow ke sejumlah maskapai (airlines), Menpar Arief Yahya sempat meminta Sriwijaya Air menambah direct flight dari China ke Indonesia.

Tidak hanya Sriwijaya Air, Menpar Arief Yahya juga menyambangi Garuda Indonesia yang berada di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Kepada Garuda Indonesia, Menpar meminta direct flight ke sejumlah destinasi yang ada di China.

“Saat ini saya minta ke Garuda untuk menambah direct flight ke China. Di tujuh secondary cities di China , sudah menggunakan flight carter. Kalau itu dijadikan schedule flight pasti akan lebih bagus untuk menjaring wisman lebih banyak,” katanya. (*)

Taksi di Kota Marseille Dihiasi Wonderful Indonesia

0

Konsulat Jenderal  Republik Indonesia (KJRI) di Marseille, Dewi M Kusumaastuti, memastikan akan memasang branding tersebut di 40 taksi berkeliling kota menyapa Les Marseillais-sebutan bagi penduduk kota-Marseille.

Dewi mengatakan, pihaknya menebar branding tersebut bekerjasama dan berkoordinasi dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Prancis di Paris, Eka Moncarre.

Kegiatan promosi bersama itu akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2017, mendatang.  ”Kami juga akan menyediakan brosur wisata berbagai destinasi wisata di Indonesia yang disediakan dalam taksi”, tambah Dewi yang didampingi Eka.

Menurut Dewi, promosi Wonderful Indonesia melalui taksi di Marseille ini rencananya akan dilaksanakan selama sebulan penuh untuk terus menjaring wisatawan potensial di Perancis ke tanah air.

Tentu, info ini akan menambah seru promosi branding Wonderful Indonesia di berbagai belahan dunia. Ada di Times Square New York Amerika Serikat, ada di Schiphol Airport Belanda, ada di Shanghai Tiongkok, di beberapa kota Australia, di Tokyo Jepang dan New Delhi India.

Pengalaman membungkus taxi dengan sticker Wonderful Indonesia sudah pernah dilakukan di Great Britania, saat WTM London tahun 2015 dan 2016. “Tahun 2015 ada 200 black cab taxi London dibungkus Wonderful Indonesia dengan berbagai desain destinasi wisata yang sudah branding dan siap jual. Tahun 2016 naik menjadi 400 taxi yang dibranding,” kata Menpar Arief Yahya.

Eka juga menambahkan, branding tersebut nantinya akan menyapa “Les Marseillais” Marseille-Prancis bagian Selatan, serta para wisatawan asing di kota Marseille. Gambar objek wisata Indonesia berupa Bali, Danau Toba, Pulau Komodo dan Candi Borobudur akan “berkeliling kota” melalui promosi Wonderful Indonesia pada 40 taksi Marseille.

“Nah, Taxi Marseille mampu menjaring konsumen tetap hingga 1000 orang per-bulan dan melewati lebih dari 500 rute jalan setiap bulannya. Melalui exposure kepada sekitar 1,06 juta penduduk Marseille dan sekitar 4 juta wisatawan per tahun di Marseille,” katanya.

Mereka dapat melihat poster iklan di taksi, dengan materi promosi Wonderful Indonesia ini.

“Saya kira ini akan efektif dalam menjaring calon wisatawan Prancis ke Indonesia yang biasa liburan mulai musim panas bulan Juli-Agustus,” beber Dewi.

KJRI rencananya juga akan memaksimalkan promosi Wonderful Indonesia, Tour Operator Prancis “Climats du Monde” yang akan menyediakan 2000 flyer wisata Indonesia yang disediakan di dalam taksi Marseille.

”Kita akan membuat mereka teropesona melihat dan menikmati Indonesia di dalam taxi sambil berkeliling kota,” ujar Eka.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada pihak KJRI yang sangat “Indonesia Incorporated” bersinergi mempromosikan Wonderful Indonesia. “Terima kasih Ibu Konjen RI di Marseille,” ucap Arief Yahya.

Menpar yang mantan Dirut PT Telkom ini adalah salah satu menteri yang sangat konsisten tampil dalam berbagai kegiatan promosi mancanegara dengan branding Wonderful Indonesia. Dia selalu menggunakan benchmark, contoh sukses Negara lain dalam model promosi.

Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart terutama eksistensi kita saat berpromosi di luar negri.”Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” ucap lulusan ITB Bandung, Surrey University UK, dan Doktoral di Unpad Bandung itu.

Kalau sudah urusan marketing, dari promosi multichannel, Arief Yahya selalu mengawinkan teori-teori dengan implementasi lapangan. Ada alas an praktis, ada landasan teoritis, sehingga setiap langkah dan pergerakan tidak pernah lepas dari framework yang sudah disusun.

Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya juga punya bekal ilmu branding. Karena itu pula Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding.

Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83. (*)

Bagansiapiapi Siap Gelar Festival Bakar Tongkang 2017, Catat Tanggal Mainnya Ya…

0

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, kini, sedang mempersiapkan Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), 10-11 Juni mendatang.

Acara adat Tionghoa yang sudah menyatu dengan masyarakat Bagansiapiapi ini bakal dikunjungi ribuan orang. Baik dari nusantara maupun mancanegara. Sebab kegiatan ini sudah dikenal di berbagai penjuru dunia.

“Bahkan banyak yang berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan hingga Cina Daratan,” kata Gubernur Arsyadjuliandi serius.

Ritual Bakar Tongkang adalah acara budaya yang dilakukan di Riau untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi pada tahun 1820. Pada festival ini akan ada ritual atau upacara bakar tongkang yang dilakukan sebagai simbol bahwa masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi tak akan kembali lagi ke tanah leluhur dan berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Hong Kong van Andalas.

“Ritual yang dikenal dengan nama Go Gek Cap Lak dalam bahasa Hokkiein ini sudah berlangsung sejak 134 tahun silam. Pada zaman orde baru, ritual ini sempat dilarang. Namun, sejak era kepemimpinan Gus Dur larangan terhadap ritual ini dihapuskan,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, Minggu (28/5).

Festival Bakar Tongkang akan diawali dengan sembahyang di kelenteng Ing Hok Kiong yang merupakan kelenteng tertua di kawasan Pekong Besar. Lalu acara dilanjutkan dengan arak-arakan ke tempat pembakaran hingga berlanjut ke prosesi pembakaran di hari berikutnya.

“Prosesi pembakaran tongkang biasanya diawali dengan menetapkan posisi haluan tongkang sesuai petunjuk Dewa Kie Ong Ya atau Dewa laut. Setelah mengetahui posisinya, tongkang akan diletakkan pada posisi pembakaran dan kertas sembahyang ditimbun dekat lambung kapal yang siap untuk dibakar,” jelas Fahmizal Usman.

Tak hanya itu, selama ritual ini, berbagai kelenteng yang memenuhi Bagan Siapiapi melakukan upacara pemanggilan roh. Biasanya ada orang yang bersedia menjadi medium untuk dirasuki roh.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Tionghoa pada malam hiburan Bakar Tongkang yang dipusatkan di depan Kelenteng Ing Hok King untuk tetap menjaga toleransi beragama mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

“Kita minta malam hiburan Bakar Tongkang nanti dilakukan seperti tahun lalu setelah sholat Tarawih,” pintanya.

Menurutnya Fahmizal Usman, selain mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata daerah yang sangat menjanjikan, dengan adanya acara Ritual Bakar Tongkang masyarakat juga dapat imbas perekonomiannya.

Event Bakar Tongkang biasanya didominasi wisatawan mancanegara marga Tionghoa. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Cina, Hong Kong, Malaysia, Singapura.

“Bakar Tongkang juga mampu mendatangkan puluhan ribu orang wisatawan, baik domestik maupun wisatawan internasional. Yang datang biasanya mereka punya keturunan (keluarga-red) di Rohil. Itu banyak sekali,” tambahnya.

Kalau soal promosi, Menteri Pariwisata Arief Yahya akan membantu, karena event itu sudah berkelas dunia dan banyak wisatawan yang datang mengikuti prosesi itu. Kegiatan ini juga sudah masuk Calender of Event Riau, yang diusulkan sebagai kegiatan nasional.

Strategi media yang dilakulan Kemenpar adalah POSE, paid mesia, own media, social media dan endorser media. Channeling media itu akan dipilih yang paling efektif untuk mempromosikan kegiatan tahunan bakar tongkang itu.

Pola yang dilakukan Kemenpar adalah, pre event, on event dan post event. Karena itu, semampang waktunya masih cukup, kegiatan itu harus dipromosikan melalui digital media dulu.

“Diviralkan dulu melalui media digital,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Batam View Puaskan Ratusan Turis Singapura dengan Sajian Mandarin Concert

0

Menerbangkan lampion, pesta kembang api, high taste of hospitality, konser 12 artis Mandarin 3 jam full, hingga view Sirkuit F1 Marina Bay Singapura dan Johor Bahru Bridge Malaysia, semua ada di Nongsa, Batam.

Itulah seluruh experience yang tidak bisa didapatkan Singapura yang hanya didapat di Batam.

Hasilnya, 230 wisman Singapura yang seluruhnya membawa paspor, mengaku happy. Konsep konser Mandarin rajutan Batam View Beach Resort dan Kementerian Pariwisata itu memang tak biasa. Konsernya diisi bukan satu atau dua orang yang biasa tampil di Negeri Singa Putih.

Jumlah artis yang diboyong sampai 12. Dan semuanya sangat ngetop di Singapura. Semuanya sering menghias layar kaca Singapura. Durasi shownya? Tiga jam full. Tiga kali lebih panjang dari durasi konser Mandarin di Singapura. Bahkan tak hanya konser.

Comedy show hingga talkshow interactive dengan audience, disuguhkan tak pernah putus hingga tengah malam.

Hasilnya? Tak ada satupun wisman yang meninggalkan arena konser. Semuanya betah berlama-lama menyaksikan konser. Apalagi, artis yang diundang bukan artis kacangan. Semua punya basis fans yang sangat besar di chinese market Singapura.

Dari mulai Yang Junting, Ryan Lian, Luo Jiaming, Huang Bihua, Michelle Cho, Katherine, Babes, Sam Loo, Lim Zhi Yi, Chen Xing dan Tny Yin Yin, semua tampil all out.

“Ini Mandarin Concert perdana di Batam. Luar biasa. Ada banyak experience baru yang didapat Singaporean di sini,” ujar Chu Mingwei, Events & Marketing Manager Huang & Co, Minggu (28/5) dinihari.

Yang membuat ratusan wisman Singapura makin happy, ada experience baru yang didapatkan di Nongsa. Di Nongsa Batam, audience tak lagi menyaksikan konser di gedung-gedung tinggi. Tak juga diapit beton-beton pencakar langit. Yang terjadi, wisman justru diajak menyaksikan konser di pinggir pantai. Konsernya pun ditemani angin yang bertiup sejuk dan bulan yang tampak menor di langit bersih.

Suara deburan ombak dengan atap langit yang penuh bintang membuat suasana makin terasa sangat oke. Belum lagi, experience menyaksikan gemerlap Singapura, Sirkuit Marina Bay dan Johor Bahru Bridge Malaysia dari Batam.

“Indonesia sangat beruntung punya Batam. Alamnya sangat indah, penduduknya ramah, kuliner dan makanannya pun sangat oke. Di Singapura tidak ada suasana seperti ini. Kebanyakan stress karena tekanan kerja yang tinggi. Tapi setelah datang ke Batam, semua Singaporean happy,” timpal Kevin Bastian, Singaporean yang berprofesi sebagai pilot komersial untuk Bank dan charter flight.

Ucapan Kevin memang tak mengada-ada. Hingga akhir acara, tak ada satupun Singaporean yang bergeser dari tempat duduknya.

Malahan, di akhir acara, 230 Singaporean dikejutkan dengan show kembang api yang tak pernah putus selama 30 menit. Nuansa dan kehebohannya tak kalah dengan pesta pergantian tahun.

Bagi yang mengira ini sudah klimaks, maka Anda salah besar. Masih ada sensasi menerbangkan lampion yang dihadirkan di akhir acara. Proses pelepasan lampion ini memiliki makna penting bagi Singaporean karena di dalam setiap lampion yang dilepaskan, berisi harapan dan doa bagi dirinya sendiri dan orang yang dicintainya.

“Melepas lampion bukanlah sebuah hura-hura, melainkan doa yang diterbangkan ke langit. Tapi itu dilarang di negeri kami. Nah, di Batam, kami bisa menerbangkan lampion dengan bebas. Amazing. Batam luar biasa,” ucap Kheng Long.

Rasa happy itu membuat ratusan wisman Singapura tadi tak segan berderma. Charity yang digalang di tengah acara menghasilkan nominal yang tidak sedikit. Semua ikut menyumbang. Semua ikut berderma meski hasil charity itu akan disumbangkan ke masyarakat Batam yang tak mampu.

“Acaranya dari pagi loh. Tapi tak ada satupun yang balik ke kamar sebelum show berakhir. Pagi hari semuanya kami ajak City Tour dan berwisata belanja. Spent money-nya rata-rata 500-1000 sing dolar. Itu berkah lagi untuk Indonesia. Karenanya di Batam View semua Singaporean kami berikan kesan yang mendalam. Sensasi experience yang tidak bisa didapatkan di Singapura, nuansa alam, hospitality ala Indonesia, itu yang kami angkat. Buat mereka happy. Setelah itu, mereka akan dengan sukarela menjadi endorser pariwisata Indonesia,” ungkap General Manager Batam View Beach Resort Andy Fong.

Batam memang sangat menjanjikan. Karenanya, daerah yang hanya terpaut 30 menit dari Singapura itu terus didorong menjadi lokomotif besar untuk menggerakkan turisme di wilayah perbatasan.

“Banyak agenda crossborder yang sudah di create hingga akhir tahun. Kita bikin Batam menjadi second home nya orang Singapura,” timpal Deputi Pengembangan Promosi Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kabid Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi.

Menpar Arief Yahya ikut memuji pengembangan pariwisata yang dibalut dengan inovasi seperti tadi. Menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada, dan unik, menurutnya sangat dibutuhkan untuk membuat pariwisata Batam dilirik banyak wisman.

“Ini sudah tepat. Wisman Singapura diajak mengexplore, sambil merasakan sensasi di destinasi. Inilah yang mendatangkan repeater tourism. Kalau begini terus, saya yakin pamor wisata Batam makin berkibar,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)