Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13293

Kampung Pelangi alias Rainbow Village, Semarang Jadi Perhatian Dunia

0

Ini bukan kampung warna-warni, pertama di Indonesia tetapi keberadaan kampung penuh warna pelangi di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan, Jawa Tengah menggemparkan dunia.

Media-media luar negeri beramai-ramai membahas Merah, Kuning, Hijau, Biru, Kuning itu dalam beberapa hari terakhir.

Di antaranya, Daily Mail, Mirror, India Times, Telegraph, Vogue, Independent, Coconut, dan Seasia. Media-media kenamaan itu membuat judul yang wow banget.

Misalnya, Independent yang memasang judul Rainbow Village: Indonesian Hamlet Is Instagram Hit With Colourful Makeover.

Sedangkan Telegraph memasang judul Rainbow Village Brightens Locals Lives And Social Media Feeds.

Sementara itu, India Times mengambil judul Indonesia’s ‘Rainbow Village’ May Cost Its Govt $150,000 But It Looks Worth Every Penny Spent.

Sedangkan Vogue memasang judul The Tiny Rainbow Village That¡¯s Sparking an Instagram Craze.

Di sisi lain, Mirror memilih judul ‘Ramshackle Slum To ‘Rainbow Village’: Shanty Town Is Transformed Into Top Tourist Spot Thanks To Lick Of Paint’.

Media-media itu memasang foto terkini Kampung Pelangi yang sangat Instagramable banget. Independent dan Daily Mail juga memajang perbedaan Kampung Pelangi sebelum dan sesudah di-makeover.

Dalam foto sebelum Kampung Pelangi dirombak total terlihat kampung itu layaknya desa lain di Indonesia.

Bangunan-bangunannya mayoritas disusun dari batu bata. Tembok bagian luar ada yang diplester semen, ada pula yang tidak. Namun, setelah direnovasi total, kampung itu bak putri jelita. Cantik, anggun, dan menjadi pusat perhatian.

Sosok di balik perubahan total itu adalah Slamet Widodo (54). “Ide membuat Kampung Pelangi datang setelah kami melihat kecantikan Kampung Warna-warni dan Kampung Tridi di Malang serta Kampung Kali Code di Jogjakarta,” kata pria yang berprofesi sebagai guru itu sebagaimana dilansir laman Independent.

Sama seperti Kampung Warna-warni, Tridi, dan Kali Code, Kampung Pelangi juga dihias dengan teknik permainan cat. Genteng rumah warga dicat warna-warni. Tembok rumah pun ditutup dengan cat beraneka warna.

Jembatan juga ditimpa dengan cat sehingga menjadi sangat pas dijadikan lokasi selfie atau foto bareng keluarga maupun teman.

Tak mengherankan, Vogue juga menulis Kampung Pelangi sangat Instagram-worthy.

“Inilah dahsyatnya digital media! Kehebatan pengaruh digital lifestyle, yang menginspirasi para netizen, dan menghebohkan dunia maya. Dari foto, video, slide show, semuanya bisa mencuri perhatian dunia,” kata Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.

Kampung Pelangi ini adalah contoh bagus. Sebagai branding, kampung itu sudah mendunia pamornya.

“Tinggal, bagaimana agar bisnisnya juga hidup dan mensejahterakan masyarakat. Jawabannya adalah homestay desa wisata!” cetus Menpar Arief.

Kampung itu tidak bermakna apa-apa kalau tidak diramaikan komunitas netizen. Mereka menjadi endorser dan sarana promosi yang sangat efektif.

“Terima kasih juga pada anak-anak muda yang tergabung dalam GenPI, Generasi Pesona Indonesia. Terus angkat potensi destinasi, calender of events dan sejumlah policy kepariwisataan yang terkait deregulasi,” ujar Menpar Arief di forum Rakornas II/2017 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Peran Wali Kota Semarang Hendar Prihadi juga tak bisa dilepaskan dari perubahan frontal itu.

Ide Slamet sejalan dengan misi Hendar yang ingin mempercantik desa-desa di Semarang.

Hendar bahkan mengecat beberapa rumah warga. Proyek itu memakan waktu sekitar sebulan.

Kini, kampung itu berubah menjadi lokasi bidikan travelista. Para pelancong beramai-ramai mengunjungi Kampung Pelangi, terutama pada akhir pekan.

“Saya berharap Kampung Pelangi menjadi yang paling besar di Indonesia dan menawarkan pilihan baru untuk pariwisata di Semarang,” kata Slamet. (*)

Rawat Ruwat Ranu, Upaya Warga Jaga Kelestarian Alam dan Ekowisata

0

Setelah menggelar event  “Menari di Atas Awan” di puncak B-29 kawasan Taman Nasional (TN) Bromo Tengger Semeru (BTS), lembaga peduli lingkungan Laskar Hijau bersama Disparbud Lumajang menggelar Rawat Ruwat Ranu. Ranu iaah telaga atau danau.

Geliat event yang meramaikan pariwisata di Kabupaten Lumajang yang bersumber dari partisipasi masyarakat kembali akan digelar. Menpar Arief Yahya berharap desa wisata di kawasan terdekat itu segera dihidupkan homestay-nya. Salah satunya untuk menjaga dan merawat agar mata air dan alam di sana terjaga lestari.

“Homestay desa wisata adalah cara cerdas membuat daerah di pelosok negeri ini menjadi maju pariwisatanya. Tanpa merusak alamnya. Homestay desa wisata itu sudah menjadi atraksi dan sekaligus amenitas yang berbasis budaya dan alam,” kata Menpar Arief Yahya di arena Rakornas II/2017 di Bidakara Jakarta, 18-19 Mei 2017.

Event yang digelar pada Sabtu (20/5) di Ranu Klakah, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah ini, selain  menyambut bulan suci Ramadan, juga merupakan kampanye pelestarian lingkungan melalui jalan kebudayaan. “Meski even ini baru pertama digelar, namun Pemkab Lumajang mendukung sepenuhnya. Karena ini adalah bagian dari wisata budaya yang berangkat dari kearifan lokal,” kata Deni Rohman, Kadisparbud Lumajang.

Menurut Deni, even ini selain untuk kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan di kawasan ranu atau danau juga untuk menggali potensi wisata di Lumajang. Oleh karena dari pelestarian lingkungan itu, maka akan muncul objek wisata yang menarik minat wisatawan untuk datang.

“Kalau danaunya kering. Apa yang menarik bagi wisatawan. Lagi pula bila danau kering, tentu akan berpengaruh pada lingkungan sekitarnya. Karena itu Pemda mendukung sekali even ini,” ujarnya.

Kegiatan ini sebenarnya pernah dilakukan di tempat yang sama oleh Laskar Hijau sejak tahun 2006 – 2010 dengan title “Maulid Hijau” di Ranu Klakah, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah. Bedanya, kali ini panggung yang digunakan mengapung di atas air dengan ukuran 20×10 meter.

Panggung ditopang dengan pelampung puluhan tangki kecil atau drum agar bisa menopang panggung di atas air.  Untuk menuju panggung yang berada di atas ranau atau danau kecil itu dari tepi danau, terhubung jembatan kayu yang ditopang drum dengan panjang jembatan sekitar  20 meter dari tepi ranu. Sedangkan lebar jembatan 1,5 meter.

Kegiatan ini akan dimulai pada pukul 12.30 dengan istighosah kubro bersama warga sekitar Ranu Klakah. Rencananya Bupati Lumajang akan hadir. Kemudian dilanjutkan dengan pagelaran budaya yang meliputi seni tari, musik dan teater dari seniman-seniman Lumajang, Malang dan Probolinggo.

“Mereka berpartisipasi secara sukarela karena kepeduliaannya kepada pelestarian budaya dan lingkungan. Panggung ini adalah panggung rakyat, siapapun boleh hadir menyaksikan dan menampilkan karya seninya,” kata A’ak Abdullah Al-Kudus, penggagas even yang juta Ketua Laskar Hijau.

Menurut A’ak, yang akrab dipanggil Gus Aak ini, mengapa perlu ada kegiatan ruwat ranu ini. Tidak lain karena Gunung Lemongan merupakan benteng ekologi Kabupaten Lumajang wilayah utara yang memiliki total 13 Ranu (Maar).

Menurut Gus Aak, tujuh Ranu di antaranya berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan sisanya berada di Kabupaten Probolinggo. “Ranu-ranu ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat khususnya untuk air minum, irigasi, perikanan juga wisata,” jelasnya.

Dijelaskannya, Illegal logging yang terjadi pada kisaran tahun 1998-2002 telah meluluh lantakkan kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan, sehingga berdampak langsung pada 13 ranu yang indah tersebut. Salah satunya Ranu Klakah.

Tak kurang dari 25 mata air di Ranu Klakah yang kemudian harus mati akibat perusakan hutan di Gunung Lemongan, dan sekarang tinggal 6 mata air saja. Padahal ranu ini menjadi tumpuan irigasi bagi 620 hektar areal persawahan yang ada di sekitarnya. Degradasi ekologi ini juga terjadi pada ranu-ranu yang lain, bahkan Ranu Kembar di desa Salak, Kecamatan Randuagung saat ini cenderung mengering.

Kondisi kerusakan inilah yang memantik para relawan Laskar Hijau untuk melakukan gerakan konservasi di Gunung Lemongan dan di ranu-ranu yang ada di sekitarnya sejak 2005. Selain melakukan penghijauan, para relawan ini juga melakukan kampanye-kampanye pelestarian lingkungan, salah satunya dengan jalan kebudayaan. (*)

Twin City Malaysia-Indonesia ala Rusdi Kirana

0
Rusdi saat dilantk.
foto: setkab

Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana memiliki strategi untuk mempromosikan potensi dan destinasi wisana nasional ke negara tetangga itu.

“Kira-kira habis Lebaran kami akan kerja sama dengan Kedubes Malaysia untuk joint promotion wisatawan vocational maupun UKM,” ungkap bos Lion Group tersebut saat ditanya soal strateginya di sektor pariwisata, di kompleks Istana Negara, Kamis (18/5).

Lebih konkritnya, dia mengusung konsep twin city antara kota-kota di Malaysia dengan kota di tanah air.

“Twin city, Kuala Lumpur-Jakarta, Kinabalu-Bali, Kinabalu-Menado,” ungkap Rusdi.

Rusdi Kirana sendiri sudah beberapa kali bertemu Menpar Arief Yahya, untuk membucarakan tema connectivity. Tentu yanh dibicarakan adalah sektor pariwisata yang saat ini sedang ngehits.

“Originasi Malaysia memang pasar utama pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya.

Tiongkok, Singapore, Australia, Malaysia, dan Jepang adalah lima besar originasi wisatawan mancanegara. Destinasi wisatawan Malaysia itu banyak yang ke Bandung, Jakarta, Joglosemar, Kepri, dan Bali.

“Kami berharap ke depan originasi Malaysia lebih besar lagi, karena secara geografis maupun cuktural, memang dekat,” ungkap Arief Yahya.

Arief Yahya menyebut, tourism, transportation dan telecommunication itu skema bisnisnya mirip. Sama-sama memindahkan “sesuatu” dari satu tempat ke tempat lain. “Sesuatu” itu kalau di telekomunikasi bisa voice, data, gambar, video, dll. Di Transportasi, “sesuatu” itu adalah barang dan orang. Sedang di Tourism, “sesuatu” yang dipindahkan itu adalah wisatawan.

Karena itu, jatak dan volume itu menentukan biaya. “Makin dekat akan semakin berpotensi untuk berkembang. Malaysia itu negara yang dekat, negara tetangga. Culture nya juga sama, Melayu,” ujarnya.

Sejak 17-21 Mei 2017, Wonderful Indonesia juga sedang berpameran di Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Ada Indonesia Street at Bukit Bintang Fiesta Indonesia, di jantung tempat wisatawan Timur Tengah bereksplorasi di Kuala Lumpur. Sebelumnya juga ada sales Mission di Seremban, Malaka, dan Johor Bahru.

Persisnya di Pavilion Mall Malaysia, 17-22 Mei 2017. Semua potensi pariwisata unggulan Indonesia, dipastikan siap menggoda pasar wisata Malaysia.

Di Bukit Bintang nanti, Kementerian Pariwisata tidak bekerja sendirian. KBRI Kuala Lumpur, Pemerintah Daerah Palembang dan Bandung, industri pariwisata, serta UKM, juga ikut digandeng untuk menyerang “musuh emosional” Wonderful Indonesia.

Kegiatan promosi di Bukit Bintang dengan konsep Indonesia Street cukup strategis. Wonderful Indonesia langsung menyerang ke jantung keramaian Malaysia. Langsung menggoda di titik epicentrum teramai di Bukit Bintang.

“Ingat kata-kata Sun Tzu, Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka engkau akan memenangkan persaingan! Atau dalam bahasa marketing, kenali customers mu, kenali rivalmu, maka kamu akan tampil menjadi pemenang” ungkap Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, juga akan hadir di Bukit Bintang. “Wonderful Indonesia tak boleh redup di Malaysia. Karenanya kami memilih berpromosi di jantungnya Bukit Bintang,” terang Prof I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, yang didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa.

Bukit Bintang memang sangat strategis. Kawasannya tak pernah sepi. Detak aktivitasnya selalu on 24 jam. Dari mulai pusat belanja, kuliner, tempat kongkow, hotel berbintang, kafe, dan tempat hiburan, semua ada di sana. Di sinilah tempat kerumunan massa yang paling ramai di Malaysia. Dari mulai pribumi sampai ekspatriat kerap berbaur jadi satu di Bukit Bintang.

“Bukit Bintang ada di jantung kota Kuala Lumpur. Ini merupakan pusat kerumunan massa yang paling ramai. Menggelar Indonesia Street dengan berbagai macam acara yang dikemas dalam konsep promosi Wonderful Indonesia akan menjadi cara terbaik dan efektif untuk mempromosikan Indonesia kepada publik Malaysia,” katanya. (*)

Kemendes PDTT Optimalkan Program Generasi Sehat Cerdas

0
SDN 002 Batamkota duduk ditangga sambil bermain bersama kawan-kawan menunggu jemputan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Generasi Sehat Cerdas (GSC) harus digalakkan di setiap daerah. Gerakan di tingkat desa tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan layanan dasar yang berkualitas di tiap desa untuk terwujudnya desa mandiri.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Generasi Sehat dan Cerdas 2017 di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Pihaknya pun mengaku bangga dengan apresiasi yang diberikan World Bank terhadap program yang berada dalam naungan Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kemendes PDTT ini. Apresiasi tersebut, kata Anwar, adalah buah karya dari apa yang dilaksanakan selama ini.

“Terus terang, dalam pandangan World Bank, GSC ini dianggap suatu program yang sangat berhasil. Keberhasilan inilah wujud karya kolaborasi yang sinergis kementerian lintas sektoral dalam melaksanakan GSC,” kata Anwar.

Dirinya pun berharap, melalui rakornas ini dapat menghasilkan pemikiran yang konstruktif dan operasional. Pengalaman yang dimiliki sejak 2007 silam, lanjut dia, menjadi bekal optimisme tata kelola program GSC makin baik lagi.

Ia menyebut, program ini merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan yang secara khusus mengintervensi bidang kesehatan dan pendidikan.

Dikatakannya, masyarakat dapat memanfaatkan Dana Desa untuk membiayai kegiatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Seperti pembangunan atau rehabilitasi poskesdes, polindes, sanitasi dan air bersih, fasilitasi program kependudukan sesuai hasil keputusan dalam musyawarah desa.

Sementara terkait kelemahan yang terjadi di tahun sebelumnya, Anwar mengajak seluruh pihak bisa meminimalisir di tahun anggaran 2017 ini.

“GSC ini menjadi harapan kita untuk berkontribusi menyongsong generasi yang sehat dan cerdas. Program ini sangat mulia, secara tidak langsung kita memegang mandat ilahi, untuk mewujudkan anak cucu kita memiliki mental yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

Program GSC, merupakan solusi tersistematis antara pusat dan daerah untuk meminimalisir catatan World Bank terkait 37 persen anak Indonesia dalam kondisi tidak berkembang secara optimal atau stunting.

Hal tersebut menurut Anwar bisa menjadi tragedi jika tidak ada solusi yang bermanfaat bagi bangsa ini. “Solusinya melalui GSC ini. Untuk itu diperlukan target yang terukur, dan memiliki nilai manfaat di kemudian hari dan bisa mencatatkan peninggalan untuk perbaikan bangsa,” katanya.

Mengenai implementasi program, Anwar mengharapkan dikawal secara tata kelola yang baik, efektif, efisien dan akuntabilitas.

Sebagai informasi, Kemendes PDTT juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk membangun 50 ribu Rumah Desa Sehat. Program tersebut merupakan fasilitasi layanan kesehatan dasar sebagai pelaksanaan pembangunan berwawasan kesehatan tingkat desa. Tujuannya, untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Selain itu, Rumah Desa Sehat juga dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan dan berfungsinya dokter komunitas, bidan desa, keterjangkauan air bersih, keterjaminan sanitasi dan kualitas gizi.

Indikator yang ingin dicapai, yaitu menurunnya kasus kematian ibu, menurunnya kasus gizi buruk, penyakit menular dan tidak menular, dan menurunnya kasus narkotika dan obat terlarang. (*)

4.700 Lampion Tandai Ulangtahun Semarang

0
Suasana pelepasan lampion.

Hari Ulang Tahun (HUT) kota Semarang ke-470 kali ini terasa istimewa. Perayaan ulangtahun ditandai dengan penerbangan 4.700 lampion, sebagai simbol HUT ke-470.

Ribuan masyarakat baik warga lokal maupun luar kota tumplek blek di sepanjang sungai Banjir Kanal Barat. Di sungai inilah puncak HUT diadakan bersamaan dengan pawai perahu hias malam hari.

Ini pagelaran ke-5 setelah tahun tahun sebelumnya selalu heboh. Tema kali ini adalah “Festival Banjir Kanal Barat 2017”. Di sepanjang Jalan Bojong Salaman dan Jalan Basudewo, sepanjang bibir sungai Banjir Kanal Barat penuh sesak manusia.

Mereka terlihat antusias mengikuti rangkain event tahunan yang dihelat selama tiga hari mulai Kamis – Sabtu (18-20/5). Penyelenggara utama acara ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Pada event yang juga digelar pameran produk unggulan (UMKM & Kuliner) yang sudah menjadi ikon pariwisata Kota Semarang bertaraf nasional tersebut, juga dihadiri Walikota Semarang, Hendrar Prihadi Walikota.

Didampingi wakil walikota Hevearita G Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, serta jajaran kepala Dinas se-Kota Semarang dan tamu kehormatan dari DPRD Kota Tangerang serta perwakilan Kemenpar RI.

Dalam sambutanya, Hendi sapaan akrab orang nomer satu Semarang itu mengaku senang dan bangga, Festival Banjir Kanal Barat mampu mengangkat promosi Kota Semarang dan menjadi ikon pariwisata tingkat nasional.

Sekaligus menjadi hiburan rakyat khususnya warga Semarang dan kota-kota terdekatnya. “Selaku pemerintah daerah, kami memberi apreasiasi tinggi kepada semua pihak yang turut andil menggelar event ini. Tanpa bantuan dan kontribusi semua unsur baik pemerintahan dan peran swasta, event ini tidak akan menjadi ikon nasional,” tandasnya.

Menurut Hendi, hebat dan guyub sebuah kota yang tengah berkembang tidak lepas dari warganya yang terus mendukung dan menjadi tuan rumah di kotanya sendiri.

“Kami berharap event ini dan sejenisnya, bisa terus maju dan berkembang dan mampu menjadi hiburan masyarakat luas. Dengan kemasan yang profesional in shaa Alloh mampu mengangkat promosi Kota Semarang dengan semua keunggulanya,” terangnya.

Usai pembukaan acara, segenap tamu undangan serta ribuan masyarakat dihibur penampilan Cakra Khan, penyanyi papan atas tanah air yang tampil asyik. Dikolaborasi dengan Gamelan Pelangi sebagai pengiring, sukses memukau tamu undangan.

Tak puas sampai disini. Pada sesi penutup juga disajikan lomba perahu hias yang diikuit tak kurang dari dua puluh peserta dari BUMD, SKPD dan swasta. Yang indah dengan penampilan perahu hiasnya. Mereka jor joran pamer keindahan di depan juri. Ini juga menjadi moment menarik para penonton.

Tepat pukul 22.00 wib, dilakukan pelepasan sebanyak 4.700 lampion sebagai lambang sukses HUT Kota Semarang ke 470. Penerbangan diawali oleh Walikota Semarang yang diikuti tamu undangan dan masyarakat. Ribuan lampion berwana mewah pun terbang lepas ke udara. Selamat kota Semarang semoga sukses terbang jauh seperti lampion.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas acara yang dikemas di tepian sungai itu. Sungai, laut, danau, harus menjadi beranda depan rumah, tempat bermain, ruang publik yang harus nyaman, bersih, rapi dan penuh estetika.

“Kalau tempatnya bersih, aman, nyaman, sudah pasti bakal menjadi destinasi wisata keluarga. Di Asiatique Bangkok, Thailand, tepi sungai itu menjadi destinasi kuliner dan cruising yang sukses. Thailand adalah salah satu tempat kita menimba pengalaman,” kata dia.(*)

Aceh Promosi Wisata ke Bali

0
Kesenian Aceh saat tampil di Buleleng Bali.

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mempromosikan seni budaya hingga ke Bali.

Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Buleleng sebagai media promosi yang dimanfaatkan betul oleh provinsi berjulukkan “Serambi Mekkah” ini.

Event seni budaya tahunan sekaligus dengan gelaran Buleleng Expo 2017 yang berlangsung 17-21 Mei di Eks Pelabuhan Buleleng, Singaraja ini menjadi daya tarik pariwisata bagi wisatawan nusantara wisatawan mancanegara yang dibuka langsung Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa PKN bukan hanya dirancang sebagai media untuk penggalian, pelestarian, pembinaan dan pengembangan seni budaya Bali, namun juga sebagai media promosi pariwisata.

“Melalui pesta budaya ini diharapkan akan menumbuhkembangkan semangat masyarakat Buleleng khususnya dan Bali umumnya untuk terus memelihara seni budaya daerah sebagai aset bangsa, sekaligus media produktif dalam mempromosikan Bali sebagai destinasi budaya,” ungkapnya.

Dalam upaya mempromosikan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal, Disbudpar Aceh ikut memeriahkan PKB dengan memboyong tim kesenian dari Sanggar Cut Nyak Dhien Meuligo binaan Niazah A Hamid yang tampil dengan sejumlah tarian unggulan.

“Tari Prang Sabil dan Tari Saman berhasil tampil elegan pada acara malam pembukaan, yang membuat hadirin kagum termasuk wisatawan mancanegara yang juga hadir meramaikan malam pembukaan,” ujar Kepala Seksi Pengembangan Komunikasi dan Strategi Pemasaran Disbudpar Aceh, M. Syahputra, Jum’at (19/5/2017).

Putra menyebutkan, tim kesenian Aceh sendiri akan tampil selama 2 (dua) hari dalam kegiatan tersebut yang diikuti juga beberapa sanggar kesenian dari Bali serta beberapa atraksi kesenian internasional, khususnya dari India.

“Sebuah kebanggaan tarian Aceh dapat tampil maksimal dalam pesta kesenian Bali ini. Hal ini tentunya menjadi media strategis dalam memperkenalkan kekayaan dan keunikan seni budaya Aceh yang sangat kental dengan keislamannya,” ujar Putra yang juga didampingi oleh Kepala Seksi Analisis dan Pengembangab Segmen Pasar Nurlaila Hamjah.

Tidak hanya tampil di panggung PKB, Aceh juga ambil bgaian di Expo Buleleng yang hadir untuk mengenalkan industri pariwisata.

“Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Aceh dalam mempromosikan industri pariwisatanya, Aceh juga ikut dalam Expo Buleleng dengan tampilan stand yang khusus didekor unik berlatarkan gapura Aceh,” ungkapnya.

Ada dua industri Pariwisata Aceh yang ikut dalam pameran tersebut, seperti Aceh Great Wall Tour dan Asoe Nanggroe Wisata dengan menjual paket-paket wisata menarik serta ragam produk unggulan Aceh, seperti kopi, pakaian adat dan cinderamata khas Aceh.

Putra berharap, adanya kesempatan promosi luar daerah ini tentunya memperkuat positioning Aceh sebagai family friendly destination.

“Semoga industri pariwisata Aceh semakin berkembang dan dapat berdampak positif bagi kemajuan Aceh masa akan datang dan memperkuat positioning Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia,” ungkapnya. (*)

Kabar Gembira, Dua Perusahaan Asal Jeman Luaskan Usaha di Batam

0
foto: linkedin

batampos.co.id – Kabar gembira, dua investor asing asal Jerman, Catterpillar dan Schneider memperluas usahanya di Batam, Kepulauan Riau.

Catterpillar akan memindahkan pabriknya dari Dortmund, Jerman ke Batam sedangkan Schneider melakukan ekspansi usahanya dengan nilai investasi 141 juta Dolar Amerika.

“Catterpillar di Tanjunguncang biasanya produksi alat-alat berat berencana pindahkan pabrik dari Dortmund ke sini. Mereka sudah punya sekitar 600 SDM dan telah mengambil tujuh welder wanita dari salah satu SMK di Batam,” kata Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami setelah menerima kunjungan dari 14 perusahaan yang tergabung dalam Singapore Business Federation (SBF).

Sejak mulai beroperasi di Batam pada tahun 2013, Catterpillar telah berinvestasi sebesar 216,4 juta Dolar Amerika dan kembali akan memperluas usahanya dengan nilai 12 juta Dolar Amerika.

Sedangkan Schneider yang berorientasi 100 persen ekspor keluar negeri telah mempekerjakan hampir 1700 SDM dan perluasan usaha ini dipandang sebagai momen baik untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Batam.

Gusmardi juga membantah opini yang berkembang di publik bahwa perusahaan-perusahaan top di Batam seperti Mc Dermott dan Siemens tengah lesu.

“Memang saat harga minyak turun 30 Dolar, Mc Dermott teriak, namun mereka berkomitmen untuk tetap di Batam,” jelasnya seperti dikutip Batam Pos (Jawa Pos Group) kemarin.

Imbas dari kelesuan ekonomi global memang mengganggu produktivitas Mc Dermott dan Siemens. Namun masih dalam tahap penurunan permintaan order dari luar sehingga ada pengurangan karyawan. “Namun selebihnya masih bertahan, berikut juga dengan 700 perusahaan yang ada di 24 kawasan industri di Batam,” katanya.

Gusmardi mengakui kompetisi antar negara di bidang penyediaan lahan industri memang berat. Untuk menyaingi Johor Malaysia masih butuh jalan panjang, namun tidak dengan Vietnam karena Batam masih lebih baik dari negara komunis tersebut.

“Di Batam, masa pengelolaan lahan bisa mencapai 80 tahun. Sedangkan di Vietnam yang dulunya 60 tahun malah dikurangi sebanyak 30 tahun,” ungkapnya.

Selain itu, jika ada perusahaan-perusahaan yang tutup di Batam, Gusmardi meminta jangan salahkan BP Batam karena pada dasarnya dunia industri juga berjalan sebanding dengan kemajuan teknologi.

“Inikan bisnis. Ada pasar, apalagi Batam sangat terpengaruh pasar global, jika Singapura menurun, kita juga ikutan,” jelasnya.

Teknologi juga menentukan peran dari daya saing perusahaan industri. Teknologi yang kalah saing tentu membuat perusahaan tidak akan mampu bertahan hidup karena ada teknologi yang lebih baik lagi.

“Contohnya Sanyo Battery yang sudah tutup tahun lalu. Mereka tak bisa berkompetisi lagi karena teknologinya kalah bersaing. Akibatnya terpaksa kurangi karyawan supaya bisa hidup atau malah tutup,” tegasnya. (leo)

Sedan Masuk Parit

0
Mobil sedan dengan nomor polisi BP 1443 ZK masuk ke dalam parit di ruas jalan Sudirman arah Bandara Hang Nadim, Batam, Jumat (19/5). (DALIL HARAHAP/BATAM POS)

batampos.co.id – Sebuah mobil sedan Mitsubishi Galant BP 1443 ZK yang menjadi tontonan warga, karena terperosok ke dalam parit, di dekat Perumahan Taman Mediterania, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (19/5) siang. Sementara pengemudinya tidak ditemukan di tempat itu.

Seorang warga di lokasi kejadian mengatakan, laka tunggal ini bermula dari sedan tersebut mengelak kendaraan yang berada di depannya. Karena tidak sempat untuk melakukan pengereman, sopir sedan itu membanting stir ke kanan, hingga menabrak trotoar dan masuk ke dalam drainase.

“Pengemudinya tidak apa-apa tadi. Polisi juga sudah ada di sini tadi,” kata Hendra Saputra.

Hendra melanjutkan, mobil hitam itu mengalami rusak parah pada bagian bamper depan. Selain itu, laka lantas ini juga membuat arus lalu lintas dari arah Kepri Mall menuju ke Bandara mengalami kemacetan.

“Mobil sudah dibawa ke sama derek sekitar pukul 12.00 tadi,” ucapnya.

Sementara, Unit Laka Lantas Polresta Barelang yang tiba di lokasi, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi. Mobil sedan itu juga langsung dikeluarkan dari drainase. (cr1/iil/JPG)

Sembako Merangkak Naik, DPRD akan Sidak Pasar

0

Warga sedang memilih daging di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/5). Harga daging beku masih normal menjelang bulan puasa Rp 80.000. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Jelang Ramadhan, DPRD Kota Batam berencana memantau harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional.

“Kami baca di media harga sembako sudah dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). Kenaikan ini jelas membebani masyarakat, guna memastikan harga kita lakukan sidak,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang, Kamis (18/5).

Dalam sidak nanti, pihaknya mengaku akan menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) Kota Batam. Sidak tersebut akan dilakukan berkelanjutan, sehingga pemerintah dan legislatif bisa mengontrol harga di pasaran.

“Saya juga sudah usulkan tahun ini diberlakukan lagi monitoring harga di seluruh pasar,” tuturnya.

Termasuk juga, kata Sallon menyediakan timbangan oleh Pemko Batam di masing-masing pasar. “Ini inisiatif saya, masyarakat yang tidak mempercayai bisa nimbang sendiri di timbangan ini,” tutur politisi Nasdem tersebut.

Uba Ingan Sigalinging, anggota DPRD Batam mengaku posisi harga sudah ada standarisasi harga tertinggi. Tinggal bagaimana pemerintah, dalam hal ini disperindag mengontrol dan mengecek harga tersebut di pasaran.

“Kalau hanya alasan mau lebaran atau listrik naik saya pikir gak ada korelasi sembako naik,” tegasnya.

Disini perlu adanya jaminan kepada masyarakat, bahwa pemerintah sebagai regulator memiliki kemampuan pengawasan dan sekaligus mengontrol harga. Sidak sendiri kata Uba, harus dimulai dari sekarang dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Harus bisa dikendalikan. Sebab, kalau ini tak bisa tingkat inflasi akan gila-gilaan,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah sembako sudah mulai merangkat naik jelang ramadhan. Bawang putih misalnya, di pasar Mitra Raya dijual dengan harga Rp 50 ribu perkilo. Padahal HET sendiri hanya sebesar Rp 38 ribu perkilonya.

Begitu juga komoditas daging ayam. Pedagang daging Idris mengatakan secara bertahap kenaikan sudah terjadi dua minggu terakhir dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 perkilo.

“Panen ayam kurang, kebutuhan naik makanya (harga) naik juga,” ucapnya. (rng)

 

Drainase Terkikis Banjir, Perumahan Puri Mas Terancam Roboh

0
Warga melihat lokasi longsor di Perumahan Purimas, Buliang, Batuaji, Kamis (18/5). Longsornya jalan ini sangat mebahayakan warga sekitar karena semakin hari tanah semakin terkikis. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bahaya longsor mengintai warga yang berdiam di blok E1 Perumahan Puri Mas, RT 05/RW 22, kelurahan Buliang, Batuaji. Pasalnya saluran drainase yang baru berupa galian tanah yang memisahkan perumahan Puri Mas bagian depan dengan perumahan Maitri Indah sudah habis terkikis banjir. Akses jalan masuk dan jalan depan deretan rumah blok E1 terancam putus.

Iwan warga di blok E1 nomor 15 menuturkan, jika akses jalan di depan blok rumah mereka itu putus maka otomatis jalan masuk ke dalam perumahan itu juga terputus sebab jalan yang sudah terancam ambruk karena longsor itu merupakan jalan masuk satu-satunya ke perumahan Puri Mas.”Sudah lama kondisinya begini. Pohon-pohon yang kami taman di pinggir parit itu semuanya sudah tumbang karena longsor dan terkikis banjir,” ujar Iwan, kepada wartawan, Kamis (18/5) siang.

Penyebab longsornya pinggir drainase itu kata Iwan, karena memang selama ini saluran drainase itu belum ada semenisasi ataupun pemasangan batu miring. Sehingga setiap kali hujan, banjir perlahan-lahan mengikir pinggiran drainase dan hingga saat ini pengikisan serta longsor itu sudah mencapai separuh jalan di depan blok E1. “Lihat aja sendiri mas, sudah separuh jalan yang dikikis. Sangat terancam memang kami sekarang,” ujar Iwan.

Jika pemerintah tak segara menindak lanjuti persoalan itu, maka tak menuntut kemungkinan rumah-rumah warga yang berderat di blok E1 itu akan roboh nantinya.”Itu yang kami kuatirkan. Sudah berulang kali kami sampaikan ke pemerintah persoalan ini,” tutur Iwan lagi.

Pantauan di lapangan, memang separuh jalan di depan blok E1 itu kondisinya sudah gantung. Separuh jalan dari arah saluran drainase bagian bawa sudah tak ada tumpuan tanah lagi. Lahan kosong antara batas aspal jalan ke saluran drainase yang semula lebarnya mencapai tiga meter sudah tak ada lagi. Celah lahan yang seharusnya itu lahan penghijauan itu atau taman itu sudah ratah dengan galian drainase. Saluran drainasepun tampak amburadul sebab selain dangkal karena tertimbun tanah losong juga tampak tak berbentuk lagi.

Padahal saluran drainase itu merupakan satu-satunya drainase yang menjadi saluran pembuangan baik warga perumahan Puri Mas ataupun perumahan Maitri Indah.

Imbas dari longsornya pinggiran drainase itu, selain warga harus ekstra hati-hati, untuk kendaraan roda empat sementara waktu tak diperbolehkan lewat atau masuk ke dalam perumahan itu. Ini bertujuan untuk menghindari hal yang tak diinginkan. “Kalau mobil lewat bisa bahaya sebab jalan ini bagian bawa sudah tak ada tumpuan tanah lagi,” kata Indra, warga lainnya.

Lurah Buliang Husein Siregar saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui kondisi tersebut dan tindak lanjutnya tahun ini Pemko Batam akan segera memasang batu miring di drainase yang bermasalah itu. “Sekarang lagi gali, tahun ini sudah bisa pasang batumiring. Anggaran (non PIK) sudah disetujui tinggal pelaksanaannya saja. Memang sudah sangat berbahaya itu,” ujar Husein, kemarin. (eja)