Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13300

70 Persen Visa Calon Jamaah Haji Sudah Selesai

0
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters

batampos.co.id – Sebanyak 885 visa calon jamaah haji asal Kepulauan Riau (Kepri) selesai diproses. Hal ini dikatakan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kepri, Subadi, Kamis (20/7). Tahun ini Kepri memberangkatkan sedikitnya 1.286 jamaah calon haji menuju Makkah, Arab Saudi.

“Alhamdulillah, dari total keseluruhan yang sudah selesai mencapai 70 persen,” kata Subadi, Kamis (20/7).

Dia menjelaskan semua visa yang selesai diproses merupakan kepunyaan jamaah calon haji yang tergabung dalam kloter satu dan kloter 19, sedangkan untuk kloter terakhir atau kloter 27 belum selesai diproses.

“Kloter 19 masih ada empat visa lagi yang belum siap. Tahun ini penerbitan visa dilakukan berdasarkan urutan kloter, jadi yang kloter 27 masih menunggu dulu,” terangnya.

Mengenai kesiapan PPPIH Kepri menyambut kedatangan jamaah calon haji tahun ini, Subadi mengatakan persiapan sudah 95 persen berjalan, termasuk mempersiapkan asrama haji untuk calon jamaah menginap sebelum diberangkatkan.

“Beberapa perbaikan asrama haji sudah selesai dilaksanakan, setiap ruangan kamar juga telah dipasangi pendingin ruangan, agar jamaah merasa nyaman selama berada di asrama,” terangnya.

Tahun ini, selain Kepri ada empat provinsi lagi yang akan bergabung di embarkasi Batam yaitu, Provinsi Riau sebanyak 5.030 jamaah, Jambi 2.900 jamaah, Kalimantan Barat 2.510 jamaah, dan Palembang sebanyak 90 jamaah, ditambah 135 petugas haji dari empat provinsi tersebut.

“Total keseluruhan terdapat 12.030 jamaah embarkasi Batam yang akan berangkat nanti,” sebutnya.

Untuk waktu keberangkatan jamaah calon haji, Subadi menyebutkan jamaah kloter pertama akan berangkat, Selasa (1/8) mendatang, dan mulai masuk ke asrama satu hari sebelumnya. Jamaah akan diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan Arab Saudi Airlines menuju kota Makkah, Arab Saudi.

“kloter pertama sebanyak 450 jamaah yang akan berangkat, Natuna 72 jamaah, Lingga 39 jamaah, Bintan 71 jamaah, Anambas 39, Karimun 194 jamaah, dan Batam 35 jamaah,” tutupnya. (cr17)

Pelantar 1,2,3, dan 4 Dipenuhi Sampah

0
Sampah di pelantar 2 Tanjungpinang. foto:rpg

batampos.co.id – Permasalahan sampah sampai saat ini masih menjadi kendala yang tak kunjung bisa terselesaikan. Ini dilihat dari kondisi nyata, masih banyak sampah yang berserakan begitu saja di Kawasan Pelantar 1,2,3, dan 4, Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Pantauan Batam Pos di lokasi, beragam jenis sampah rumah tangga tampak menumpuk dan berserak di seputaran Kawasan Pelantar. Sampah yang terkesan dibiarkan begitu saja, juga mengeluarkan aroma busuk yang tak sedap untuk dihirup.

Sunaryo, 37, salah satu pengangkut becak barang di Pelantar 1 ini mengaku sampah yang berserak dan mengotori area pelantar tersebut merupakan sampah yang dibuang sembarangan dari warga sekitar, dan tidak pernah dibersihkan sama sekali hingga bertahun-tahun lamanya.

“Sudah bertahun-tahun sampah itu disitu, gak pernah dibersihkan. Yang buang juga warga sekitar. Biasa lah, sudah dilihatnya banyak sampah, ya ngikut juga dia (warga, red) buang disitu,” jelasnya.

Kondisi ini, tentunya menimbulkan pencemaran lingkungan yang tidak sehat.

“Bau busuk sampah itu sangat mengganggu, dan menyengat untuk dicium,” ungkapnya.

Ia menuturkan masalah sampah ini juga tidak pernah mendapat respon dari pemerintah setempat untuk dilakukan pembersihan.

“Sudah berapa tahun belakangan ini hampir tidak pernah dilakukan pembersihan disini. Cuek-cuek gitu saja. Warganya cuek, apalagi pemerintahnya,” terangnya.

Sunaryo berharap agar pemerintah setempat dan warga diseputaran Kawasan Pelantar tersebut bisa menerapkan pola pembersihan rutin. Paling tidak bisa meminimalisir jumlah sampah yang dibuang setiap harinya, sehingga dapat mencegah pencemaran lingkungan yang terjadi.

“Maunya sih gak usah muluk-muluk. Rajin saja pemerintah sosialisasikan gotong royong bersama dengan warga untuk membersihkannya setiap hari, pasti bagus untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang selama ini sudah kotor,” harapannya.

Hal yang sama juga disampaikan Agus, Warga Pelantar 1.

Menurutnya sampah yang berserakan di wilayah tempat dia tinggal tersebut sudah berlangsung lama terjadi, namun tidak pernah dibersihkan sama sekali.

“Sampah itu sudah lama lah pokoknya. Itu pun gak pernah dibersihkan sama sekali,” ujarnya.

Ia mengakui kurangnya kesadaran masyarakat sekitar terhadap pentingnya pola hidup bersih menjadi faktor utama yang menyebabkan lingkungan di Kawasan Pelantar tersebut menjadi kotor dan tidak sehat.

“Kesadaran masyarakat disini masih kurang. Kalau nggak kan gak mungkin mereka buang sampah sembarangan disini. Lagian kalau tidak warga disini siapa lagi yang buang? kan tak mungkin warga luar yang buang kesini,” tegasnya.

Ia juga berharap selain dari kesadaran warga sekitar, seharusnya pemerintah setempat juga peduli untuk melakukan sosialisasi pentingnya kebersihan dan bahayanya pencemaran yang diakibatkan dari lingkungan kotor.

“Kebersihan harus dilakukan sama-sama. Kalau sendiri-sendiri sama saja nol. Ini pemerintahnya saja cuek, konon lagi masyarakatnya,” imbuhnya. (cr20)

Syawal Penyengat Di Meriahkan 12 Perlombaan Dan Pemateri Terkenal

0

batampos.co.id – Kolaborasi Bank Indonesia (BI), Batam Pos Entrepreneur School (BPES), Dinas Pariwisata Provinsi, dan Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang akan menyelenggarakan kegiatan Syawal Penyengat dengan tema “Road to Fesyar Syawal Penyengat Serantau 2017” Sabtu (22/7) hingga Minggu (23/7) nanti di Pulau Penyengat. Kegiatan tersebut akan dimeriahkan dengan 12 perlombaan daerah dari masyarakat Pulau Penyengat.

Dalam kegiatan tersebut akan diselenggarakan kegiatan lomba seni budaya seperti perlombaan baca puisi, pantun, gurindam 12, serta lomba pukul bantal, menangkap itik, lomba dayung sampan, dan lomba becak motor (bentor) hias. Tak hanya itu disiapkan juga lomba barzanji untuk ibu-ibu majelis taklim, dan lomba pangkak gasing.

“Ada sekitar 12 perlombaan yang akan diadakan memeriahkan Syawal Penyengat  Serantau tersebut,” ujar Kepala Bidang adat tradisi nilai budaya dan kesenian Disbudpar Kota Tanjungpinang, Syafaruddin, kemarin.

Syafaruddin mengatakan mengenai kegiatan perlombaan seperti ini sebenarnya sudah yang menjadi agenda yang kedua kalinya diadakan oleh Pemerintahan Kota (Pemko) Tanjungpinang. Dan kegiatan tahun ini sedikit berbeda karena sejalan dengan kegiatan BI, BPES, dan Dispar provinsi yang membuat kegiatan Syawal Penyengat dengan tema “Road to Fesyar Syawal Penyengat Serantau 2017.

“Karena kegiatannya sama maka kami diajak berkolaborasi agar kegiatan ini lebih ramai lagi, dan kami selalu berusaha membuat kegiatan seperti ini menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, agar Pulau Penyengat kedepannya bisa berbenah,” katanya.

Selain menyiapkan berbagai perlombaan untuk masyarakat dalam kegiatan Syawal Penyengat, Syafaruddin juga telah menyiapkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Pulau Penyengat.

“Mereka dibimbing oleh dinas perindustrian untuk membina UKM, seperti dengan adanya kelompok usaha bersama ibu Kube yang membuat makanan,” jelasnya.

Syafaruddin menyambut baik pengembangan wisata, pengembang UKM yang akan dilakukan BI, BPES, dan Dispar provinsi ini.

“Kami menyambut baik kegiatan ini, dan kami berharap dengan adanya kegiatan masyarakat Pulau Penyengat bisa mendapatkan ilmu, seperti bagaimana cara mengemas, memasarkan produk, dari kegiatan festival nanti,” harapnya.

Ia juga berharap kedepannya dengan adanya kegiatan ini bisa merubah pola fikir masyarakat Pulau Penyengat dalam acara kompetisi dibidang ekonomi.

General Manager BPES, Lisya Anggraini mengatakan untuk pembukaan acara akan diadakan Sabtu (22/7) di Pulau Penyengat dimulai dengan rangkaian acara pertunjukan seni budaya dan kompetisi malay culture carnival, parade pakaian muslim melayu, dan kompetisi  hunting foto. Sedangkan hari Minggu (23/7) nantinya akan ada seminar dari empat narasumber serta bisnis matching. Dalam seminar nanti akan dibahas tentang pengembang ekomoni syariah oleh pemateri ternama.

Sebutnya Riyanto Sofyan yang merupakan pemilik dan pelopor hotel syariah pertama di Indonesia. Ia akan memaparkan tentang pengembang bisnis ekonomi hotel syariah.

“Saya mengetahui tentang Riyanto dari tulisan kaki yang ditulis Jawa Pos, dan saya juga pernah mengikuti seminarnya, strategi pengembang ekonomi syariah dikepalanya sangat luar biasa,” ujar Lisya.

Pemateri selanjutnya Ari Ferianto sebagai konseptor ekomoni syariah dari PT Erwandi Tarmizi Consultant.

“Dulunya dia memimpin bank kovensional dan kini ia pindah bidang konsultan yang memberikan konsep tentang ekonomi syariah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lisya mengatakan pemateri ketiga dari Konsulat Republik Indonesia Songkhla Thailand, bernama Reno. Nantinya dia akan memaparkan tentang bagaimana Thailand mengembangkan tourimsnya. Karena pendapatan Thailand yang tertinggi datang dari tourims.

“Contohnya Phuket, kunjungan wisman kesana sama dengan kunjungan wisman ke seluruh Indonesia, dan strategi itulah yang akan ia sampaikan,” ucapnya.

Dan pemateri dari BI bernama Irvan Sukarna selaku peneliti ekonomi senior yang akan memaparkan tentang prospek usaha syariah secara nasioanl. Serta peran dari ekonomi syariah secara nasioanl.

“Ia akan banyak berbicara tentang makro bagaimana mengembangkan wisata halal,” tambah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra.

Gusti menambahkan seminar tersebut akan diisi oleh empat pemateri terkenal, yang akan menjelaskan tentang pengembang wisata halal, perekonomian wisata halal, dan perspektif syariah terkait wisata syariah dan perbankan.(cr12)

Helmy : Sabu yang Digelapkan Sebanyak 500 Gram

0
Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto memusnahkan barang bukti sabu yang digelapkan anggota. F.Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Direktur Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Helmy Santika menegaskan, jumlah barang bukti yang digelapkan oleh jajaran Satres Narkoba Polres Bintan sebanyak 500 gram dari total barang bukti sebanyak 16 kilogram.

“Untuk melengkapi jumlah tangkapan awal sebanyak 16 kilogram, sabu yang 500 gram itu ditukar dengan tawas. Bukan 1 kilo atau 2 kilo yang digelapkan. Melainkan 500 gram,” ujar Helmy, Kamis (20/7) siang.

Dijelaskan Helmy, tawas merupakan bahan kimia H2O yang merupakan senyawa dengan air. Jadi, setelah tercampur dengan mayoritas sabu, maka ketika tawas itu dilakukan pengecekan dengan tes laboratorium, akan positif metamfetamin atau sabu.

“Jadi yang dimusnahkan pada saat itu adalah sabu. Walaupun ada tercampur dengan tawas. Sabu yang dicampur dengan tawas sebanyak 500 gram ini lah yang diperiksa secara labor dan dimusnahkan didepan kejaksaan, BPOM bahkan tersangka dan wartawan,” jelasnya.

Dilanjutkan Helmy, untuk penanganan kasus penggelapan barang bukti sebanyak 500 gram ini, ditangani oleh Polda Kepri. Tidak terkecuali mantan Kasat Narkoba Polres Bintan yang berinisial Da, beserta lima orang anggotanya.

“Kita akan memeriksa peran mereka masing-masing. Begitu nanti selesai kita periksa, sesuai dengan kebijakan pimpinan akan dijatuhi tindakan tegas. Tidak ada toleransi,” ujarnya.

Helmy menambahkan, barang bukti sabu seberat 16 kilogram itu merupakan barang bukti dari hasil tangkapan Polres Bintan. Dari 16 kilogram sabu itu, dibagi menjadi 21 paket yang beratnya bervariatif.

“Ada yang beratnya 900 gram, 500 gam, bahkan ada yang satu kilogram. Jadi total keseluruhannya itu 15,9 kilogram, tidak sampai 16 kilogram. Itu adalah barang bukti yang ditangkap Polres Bintan dan ekstasi ada 1000 butir lebih,” jelasnya. (cr1)

Empat Terdakwa Pencuri Ikan Kabur dari Kejari

0
Ratusan nelayan Vietnam yang ditangkap mencari ikan di laut Natuna akan dipulangkan ke negaranya. F. Aulia/Batam Pos.

batampos.co.id – Empat terdakwa kasus ilegal fishing asal Vietnam dikabarkan melarikan diri dari kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis (20/7) dini hari.

Keempat terdakwa itu masing masing bernama Nguyen Thanh Hung selaku nahkoda kapal ikan asing BV 0805 TS. Pham Van Hung selaku nahkoda kapal ikan asing BV 5548 TS. Phan Be selaku nahkoda kapal ikan asing BV 5549 TS. Nguyen Van Tien selaku nahkoda kapal ikan asing BV 95221 TS.

“Sampai saat ini kami masih menduga keempat terdakwa itu kabur. Sebab sampai saat ini keempat orang tersebut belum kembali ke kantor kejaksaan,” kata Kajari Natuna Efrianto kepada media, Kamis (20/7).

Dugaan sementara katanya, keempat terdakwa keluar dari kantor Kejaksaan antara pukul 01.00 WiB dan 03.00 WiB. Namun baru diketahui sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas jaga yang melakukan pengecekan.

“Kami sudah koordinasi dengan Lanal dan kepolisian. Kita juga mohon informasi dari masyarakat jika mendapati keempat orang tersebut agar segera melapor kepada kejaksaan maupun pihak berwajib,” sebut Kajari.

Kajari Efrianto menyebutkan, sebelum melarikan diri, petugas keamanan tidak mendapati gelagat mencurigakan terhadap keempat terdakwa.

“Setiap hari mereka rutin belanja untuk keperluan makan minum. Namun kali ini mereka belum kembali ke kantor,” ujarnya.(arn)

Penerimaan IMTA Hanya Rp 2,5 Miliar

0

batampos.co.id – Penerimaan dari perpanjangan izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang dijalankan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun pada semester pertama masih jauh dari target. Yakni, baru mencapai Rp 2,5 miliar, sedangkan targetnya Rp 5 miliar.

”Kalau dilihat dari penerimaan IMTA sampai dengan akhir bulan lalu sebesar Rp 2,5 miliar dari target sebesar Rp 5 miliar, maka sampai akhir tahun sepertinya sulit untuk mencapai target tersebut. Pasalnya, kondisi tenaga kerja asing yang ada di daerah kita sudah berkurang dibandingkan pada tahun lalu. Berbeda tahun lalu jumlah tenaga kerja asing cukup banyak,. sehingga realisasi IMTA mencapai Rp 7 miliar,” ujar Kepala Disnaker Kabupaten Karimun, Azmi Yuliansyah, Kamis (20/7).

Selain itu, kata Azmi, dari data yang ada jumlah tenaga kerja asing yang akan habis masa berlakunya dimulai pada Agustus dan September. Hanya saja, apakah diperpanjang atau tidak, belum dapat dipastikan. Mengingat para tenaga kerja asing itu banyaknya di PT Saipem Indonesia Karimun Branch. Sedangkan, diketahui saat ini jumlah pekerja asing di perusahaan tersbeut sudah banyak berkurang seiring berkuranganya volume pekerjaan.

”Kesulitan lain yang dihadapi untuk mencapai target penerimaan IMTA berkaitan dengan pengawasan. Artinya, siapa yang tahu bahwa ada pekerja asing yang masuk menggunakan paspor kunjungan biasa ke daerah kita dan kemudian kerja di perusahaan. Sudah tentu tidak membayar IMTA. Hal ini disebabkan pengawasan tidak lagi ada di Disnaker kabupaten, melainkan di provinsi,” jelas Azmi. (san)

KPK akan Turun ke Anambas

0

batampos.co.id – Dua orang dari divisi pencegahan dan pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan datang ke Anambas.

Kedatangan personel KPK ke Anambas ini, menurut Inspektur Kabupaten Anambas, Ody Karyadi, untuk menggelar rapat koordinasi dengan Pemkab Anambas, sekaligus menyaksikan penandatanganan fakta integritas seluruh kepala desa di Anambas.

Kedatangan personil KPK tersebut kata Ody, merupakan bentuk lanjutan Nota Kesepahaman pemerintah daerah dengan KPK yang sudah dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei lalu. Dengan dilaksanakan nota kesepahaman tersebut melahirkan program pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Nota kesepahaman dengan KPK itu dilakukan oleh seluruh Kepala Daerah yang ada di Kepri baik itu walikota, bupati hingga ke tingkat Gubernur,” ujar Ody Karyadi.

Dalam bidang pencegahan korupsi, ada beberapa indikator yang harus diawasi oleh KPK. Seperti masalah pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Optimalisasi Pendapatan dan yang kelima mengenai Pengawasan dan Pengendalian.

“Ini yang nantinya akan dikoordinasikan apakah semuanya harus dikoneksikan dengan KPK secara online agau seperti apa nantinya itu akan didudukkan,” ungkap Ody.

Untuk koordinasi tingkat daerah melibatkan empat sejumlah pihak mulai dari Sekda Asisten I, Asisten II, Asisten III dan Inspektur atau kepala Inspektorat. “Pak Sekda menjadi ketua dengan anggotanya tiga asisten ditambah saya selaku kepala Inspektorat (Inspektur),”kata Ody. (sya)

Pemukul Ng Sun Kia Diperiksa Polisi

0
NG Sun Kia menunjukan mata kirinya yang lebam akibat pemukulan. F. ist

batampos.co.id – Kapolsek Kundur Utara/Barat AKP Emsas Mardenis menegaskan jika kasus pemukulan yang dilakukan Asiong terhadap korban Ng Sun Kia dalam proses pemeriksaan. Termasuk memanggil Asiong untuk dimintai keteranganya, termasuk memanggil korban Ng Sun Kia.

“Sebelumnya ada laporan terkait kasus pemukulan yang dialami korban, selanjutnya kita lalakukan pemeriksaan. Kita sudah panggil pelakunya dan korban karena masih berobat sehingga kita masih menunggu. Kita belum menahan pelaku karena sebelumnya ada upaya damai keduanya masih saudara,” kata Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakan polisi berkerja profesional jika keduanya tidak ada upaya damai kasusnya tetap kita lanjutkan. Untuk sementara kita masih menunggu pihak korban yang sedang menjalani berobat ke Malaysia. Diduga kasusnya masalah utang piutang antara korban dan pelaku.

Berita sebelumnya dijelaskan aksi pemukulan berawal ketika Asiong menagih utang kepada korban Ng Sun Kia atas pembelian bahan material bahan bangunan sebesar Rp 10 juta lebih. Namun korban saat itu mengaku belum memiliki uang dan hanya mengantongi uang Rp 500 ribu saja dan korban berniat akan mengangsur utangnya sebesar Rp 500 ribu. Tawaran korban ditolak Asiong bersikeras tetap meminta utangnya dibayar lunas saat itu juga.

Bahkan korban kembali menjanjikan kalau utangnya akan dibayar lunas setelah kembali lagi nanti ke Selat Beliah. Jengkel karena korban tak juga bisa membayar lunas utangnya saat itu juga, Asiong yang emosi langsung mendaratkan pukulannya tepat mengenai dada korban. (ims)

Baznas Kembali Salurkan Bantuan Pendidikan

0
Ketua dan panitia Baznas Karimun menyerahkan dana umat kepada pelajar kurang mampu di Masjid Baiturahman Teluk Air, Kamis (20/7). F. Tri Haryono/ Batam Pos.

Batampos.co.id – Badan Amil Zakar Nasional (Baznas) kabupaten Karimun mendistribusikan dana umat yang ada di Baznas Karimun untuk periode ke II untuk 554 pelajar yang kurang mampu, kemarin (20/7).

Penerima bantuan pendidikan tersebut, di mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) / Madrasah Ibtidaiah (MI) sebanyak 9 sekolah dengan jumlah penerima ada 139 pelajar.
Kemudian, tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs) 17 sekolah dengan 243 pelajar dan terakhir tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA) 12 sekolah dengan penerima ada 172 pelajar.

”Totalnya ada 38 sekolah untuk periode kedua ini, dengan total semuanya mencapai Rp 112.400 Juta. Masing-masing pelajar mendapatkan bantuan pendidikan mulai Rp 150 ribu, Rp 200 ribu dan Rp 250 ribu sesuai tingkatkan sekolah,” jelas Ketua Baznas Karimun H Atan AS, di Masjid Baiturahman Teluk Air.

Lanjutnya, pada tahun ini pihaknya sudah menyalurkan zakat sebesar Rp 820 juta yang terdiri dari periode ke-I pada bulan maret lalu Rp 320 juta dan periode ke II- sebesar Rp 500 juta. Dan dana zakat yang terkumpul ini, selain diberikan kepada masyarakat kurang mampu. Telah disisihkan sebesar 30 persen, untuk dunia pendidikan bagi anak-anak pelajar yang kurang mampu.

”Mudah-mudahan di periode terakhir nanti akan tercapai target yang telah ditetapkan Baznas Provinsi Kepri. Dan saya mengimbau kepada masyarakat yang bekerja agar melakukan zakat profesi kepada Baznas Karimun,” harapnya.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Karimun Usman Ahmad berharap kepada para pelajar, agar tidak dilihat dari isi bantuan itu. Namun, bagaimana memanfaatkan bantuan tersebut untuk melengkapi mobiler sekolah seperti beli buku, peralatan sekolah dan sebagainya.

” Paling penting disiplin. Nah, salah satunya bagaimana anak-anak ku disiplin memanfaatkan bantuan pendidikan dari Baznas Karimun,” tuturnya. (tri)

Produk Pangan Jadi Kuliner Khas Bintan

0

 

Bupati Bintan, Apri Sujadi memberikan pengarahan kepada para petani di Bintan, pada saat membuka kegiatan temu usaha peningkatan kemampuan lembaga petani, di Aula Pertemuan kantor Camat Toapaya, kamis 920/7). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi optimis hasil dari produk pangan olahan para petani Bintan, bisa bersaing hingga menembus pasar Internasional. Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan temu usaha peningkatan kemampuan lembaga petani, di Aula Pertemuan Kantor Camat Topaya, Kamis (20/7).

Apri menjelaskan produk pangan olahan merupakan kreasi bisnis yang dilakukan para petani untuk semakin memaksimalkan hasil yang didapat. Untuk itulah pelatihan, bimbingan dan dukungan dari berbagai kalangan juga sangat diharapkan untuk dapat meningkatkan segala peluang yang ada.

“Kami memahami segala hambatan yang ada di lapangan. Untuk itu ke depannya kita harapkan dapat sama-sama saling berkoordinasi, agar kuantitas produk yang ada dapat ditingkatkan. Jaminan kualitasnya juga kita pastikan, serta pemasarannya akan kita perluas,” jelasnya.

Menurutnya produk pangan olahan yang ada di Bintan, tentunya tidak kalah saing dengan produk dari luar. “Bintan sendiri sudah pernah mengekspor hasil olahan pangan ke Singapura dan Malaysia, dan ini menjadi bukti dari hasil kemajuan pangan kita yang bisa terus dikembangkan,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya bukan tidak mungkin kalau kedepannya produk pangan yang dihasilkan akan menembus lagi pasar global, meskipun produk yang dihasilkan bukan produk besar.

Dirinya juga mengharapkan agar di kemudian hari produk-produk ini dapat menembus pasar internasional dan menjadi kuliner khas Kabupaten Bintan.

“Kita tidak bermaksud untuk berkhayal, namun kita perlu sama-sama menggenggam harapan, agar produk-produk kita nantinya benar-benar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, bahkan kita bisa ekspor ke negara-negara tetangga,” imbuhnya. (cr20)