batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas antara dua pengendara sepeda motor terjadi di simpang Masjid Raya Batamcenter, Rabu (24/5) siang. Dua kendaraan ini terlibat kecelakaan karena menerobos lampu merah.
Kapolsek Batamkota Kompol Arwin yang ditemui dilokasi kejadian menuturkan, kecelakaan yang melibatkan dua pengendara sepeda motor itu karena salah satu pengendara sepeda motor menerobos lampu merah sehinga menabrak pengendara lainnya.
“Saat kejadian itu sedang turun hujan yang lumayan lebat. Mungkin terburu-buru karena hujan, mereka menerobos lampu merah,” ujarnya.
Kecelakaan trsebut melibatkan sepeda motor Honda Beat yang tanpa dilengkapi dengan nomor polisi dan sepeda motor Honda Supra Fit BP 3541 EF. Arwin mengatakan, kecelakaan tersebut tidak menyebabkan para pengendara tewas.
“Pengendaranya mengalami luka dan sepeda motornya mengalami rusak. Paling parah rusaknya itu sepeda motor Beat yang tidak dilengkapi dengan nomor polisi itu,” tuturnya.
Karena mengalami luka-luka, dua pengendara langsung dibawa ke klinik untuk mendapatkan pertolongan pertama dan kendaraan yang digunakan pengendara itu dievakuasi oleh polisi ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang.
“Setelah di obati, selanjutnya mereka kita bawa ke Unit Laka Polres,” imbuhnya. (cr1)
Sebuah kendaraan berusaha menerobos genangan air yang meluap dijalan Duyung Batuampar, Rabu (24/5/2017). Genangan air hujan yang menggenang karena saluran pembuangan yang kecil .
batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memimpin serah terima jabatan Kepala Biro Operasional (KaroOps) Polda Kepri pada Rabu (24/5). Kombes Pol Hariadi nantinya akan menjabat sebagai Karo Ops, menggantikan Kombes Pol Sugeng Sunariyadi.
“Serah terima jabatan, hal ini selain dimaksudkan dalam rangka pembinaan karir personel serta penyegaran ditubuh organisasi Polri,” kata Irjen Pol Sam Budigusdian, kemarin.
Ia berharap dengan adanya pergantian ini dapat meningkatkan daya operasional kesatuan. Upacara serah terima jabatan ini juga merupakan salah satu proses pemantapan kepemimpinan dalam rangka mendinamisikan organisasi, guna memenuhi tuntutan tugas pokok Polri selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Untuk menghadapi dinamika potensi kriminalitas di wilayah hukum Polda Kepri, diharapkan mampu mengakomodir semua fenomena dan gejala yang timbul.
Sam mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pejabat lama. Kombes Pol Sugeng Sunariyadi dinilai mampu meningkatkan kinerja Polda Kepri. Serta senantiasa mampu memberikan saran dan pertimbangan yang kreatif serta inovatif, sesuai dengan arah dan kebijakan pimpinan Polri.
“Selamat melaksanakan tugas ditempat yang baru, (sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Regiden Korlantas Polri) dan semoga sukses selalu dalam karir di Kepolisian,” ujar Sam.
Untuk pejabat yang baru, Sam mengatakan tantangan yang akan diterima akan semakin kompleks. Tapi, kata Sam percaya bahwa Hariadi dapat menerima seluruh tantangan tersebut. Dan meningkatkan kinerja satuan yang dipimpinnya di Polda Kepri. (ska)
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Dam, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Kemacetan disaat jam sibuk pagi dan sore hari selalu terjadi di sepanjang jalan R Suprapto Batuaji hingga jalan Ahmad Yani – simpang Kabil – Batam Center.
Dalam satu titik kemacetan bisa mencapai dua kilometer dan itu menyita banyak waktu pengendara khususnya kendaraan roda empat. Imbasnya tidak sedikit warga ataupun perusahaan yang merasa dirugikan dengan kondisi kemacetan tersebut.
Sepanjang jalan utama tersebut sedikitnya ada tiga titik lokasi macet. Dari arah Batuaji pengendara mulai dihadapkan dengan kemacetan panjang dari kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza hingga depan SPBU Genta III.
Kemacetan di lokasi jalan itu umumnya karena aksi sopir angkutan kota (angkot) yang ngetem diatas bahu jalan untuk menaikan ataupun menurunkan penumpang.
Titik kemacetan selanjutnya adalah ruas jalan Ahmad Yani mulai dari simpang Dam hingga ke Simpang Panbil.
Padatnya arus lalulintas dijam sibuk menyebabkan ruas jalan itu macet hingga dua kilometer. Butuh waktu hingga sejam bagi kendaraan roda empat untuk melewati titik kemacetan itu.
Kemacetan di lokasi jalan itu karena banyak faktor mulai dari aksi ngetem angkot yang tak beraturan, hingga padatnya kendaraan yang hendak berbelok atau masuk ke kawasan perusahaan di sepanjang jalan tersebut.
Kemacetan panjang juga terjadi di jalan Ahmad Yani mulai dari depan Stadion Tumenggung Abduljamall Mukakuning hingga ke simpang Kabil atau depan Kepri Mall.
Kemacetan di lokasi jalan itu juga bisa memakan waktu hingga sejam bagi kendaraan roda empat. Penyebab kemacetan karena kendaraan yang bergerak dari arah Batuaji dan Seibeduk sangat banyak.
“Saya masuk kerja jam 08.00 WIB, jam setengah enam saya sudah bergerak dari rumah. Itu karena saya harus melewati tiga titik macet. Butuh waktu dua jam lebih dari Batuaji sampai ke Batamcenter,” ujar Riko, pengendara sedan Corona yang ditemui Batam Pos, sore kemarin di Batuaji.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh para sopir truk ataupun mobil operasional perusahaan. Akibat kemacetan itu mereka sering telat membawa material perlengkapan perusahaan ke lokasi perusahaan.
“Yang gawatnya kalau bawa perlengkapan produksi. Sampai ke perusahaan sudah ditargetkan karena produksi mau berjalan. Nah kalau telat berarti menghambat kegiatan produksi di perusahaan,” kata Arnold, sopir truk operasional salah satu perusahaan elektronik di Mukakuning.
Tidak saja sopir mobil operasional perusahana di Mukakuning, sopir truk operasional perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang juga mengeluhkan hal yang sama. Kemacetan panjang di sepanjang jalan tersebut kerap membuat mereka telat mengantarkan material perusahaan ke lokasi perusahaan.
“Sering kena omel dari atasan, ya mau gimana lagi, memang jalan sering macet,” ujar Hendri, sopir truk operasional perusahan lainnya.
Warga ataupun sopir kendaraan operasional perusahaan berharap agar pemerintah secepatnya memikirkan solusi untuk mengatasi kemacetan panjang itu. Jika tidak maka persoalan itu akan turut mengganggu iklim invetasi di kota Batam.
“Jelas kalau terlambat masuk barang, aktifitas produksi di perusahaan jadi terhambat. Kalau begini terus akan berpengaruh nantinya. Bisa jadi perusahaan akan tutup karena rugi,” kata Hendri. (eja)
Calon penumpang arus mudik PELNI tujuan Batam-Jakarta menaiki kepal kelud, tahun lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Manager Tata Usaha PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) cabang Batam, Toro mengatakan lebaran memang masih jauh namun penjualan tiket kapal jelang mudik sudah mulai diburu pembeli.
“Sudah hampir 90 persen terjual, seperti tanggal 13 Juni sudah sold out, sedangkan tanggal 16 dan 23 Juni masih ada seat 60 persen lagi,” kata Toro, Selasa (23/5).
Toro mengatakan selain kapal utama Pelni, pihaknya juga menyiapkan satu kapal cadangan untuk melayani arus mudik.
“Khusus Umsini kami fungsikan untuk mengangkut pemudik tujuan Jakarta,” ujar pria yang baru menjabat Maret lalu ini.
Untuk harga tiket KM Kelud tujuan Belawan dijual dengan harga Rp 220 ribu untuk dewasa, 170 ribu, sedangkan tujuan Jakarta dijual dengan harga Rp 312 ribu.
Sementara itu untuk antrean penumpang saat ini belum terlihat di loket penjualan tiket Pelni.
“Karena mereka banyak yang membeli online, selain itu tiket juga bisa dibeli di retail moderen yang ada di Batam,” tambahnya.
Dia menambahkan arus mudik tahun ini masih berlangsung di Pelabuhan Batuampar. Untuk memudahkan mobilisasi calon penumpang nanti, pihaknya menyiapkan sedikitnya lima bus yang akan melayani penumpang dari pelabuhan menuju kapal.
“Sama dengan tahun sebelumnya, kami menyiapkan bus agar calon penumpang lebih cepat menuju kapal,” terangnya.
Toro memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada tanggal 16 tujuan Jakarta dan 23 Juni tujuan Belawan. Calon penumpang yang ingin mudik dan menggunakan jasa Pelni Batam, sebaiknya cepat membeli tiket, sebelum kehabisan.
Untuk jumlah penumpang yang akan mudik tahun ini, Toro belum bisa menjelaskan hampir sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada peningkatan yang signifikan.
“Belawan masih destinasi paling ramai dikunjungi,” sebut dia.(cr17)
batampos.co.id – Lowongan kerja yang dibuka oleh Rotary Malaysia Engineering Company diminati sekitar 1.600 lebih pencaker Batam.
Pihak perekrut yakni PT Zisra Dwijaya (Bidar Timur Group), mengaku kaget dengan animo pencaker di Batam.
“Kami kewalahan, kami kira tidak terlalu banyak. Jadi membludak, ini diluar ekspestasi,” kata Business and Development Director Aulia Febrina, di Hotel Harmoni One Batamcenter di sela-sela tahapan wawancara calon pekerja, Selasa (23/5).
Menurutnya, alasan para pencaker yang mendasar hingga mencoba peruntungan di Malaysia karena proyek atau lapangan pekerjaan di Batam sepi.
Rekruitmen gelombang pertama pertengahan April lalu yang dilakukan di PT Rotary Batam, Tanjunguncang dan Serang Banten sejumlah 600 lebih pencaker.
Sementara gelombang kedua yang dibuka sejak Sabtu (20/5) lalu di Hotel Harmoni One diserbu lebih dari 1000 pencaker.
“Gelombang pertama butuh 282 orang, yang (gelombang) kedua butuh 200 orang,” terangnya.
Dia mengatakan, setelah dipastikan lolos kelak, para pekerja akan bekerja pada proyek perusahaan pengolahan minyak dan gas. Selama bekerja, akan disediakan tempat tinggal, transport, ditanggung biaya makan minum hingga laundry ditanggung perusahaan.
“Nama projectnya Rapid Project, yaitu tentang refinery project, tentang perminyakan tapi bukan pengeboran tapi lebih ke pengolahan. Gaji murni untuk mereka, mereka tinggal kerja saja,” paparnya. Namun diawal proses rekruitmen medical dan paspor ditanggung oleh calon pekerja sendiri, selebihnya juga ditanggung perusahaan.
Seorang pencaker, Ilham mengaku melamar dan siap bekerja di luar negeri karena pekerjaan di Batam sepi.
“Bertahan seperti ini susah juga. Mumpung banyak lowongannya juga,” kata mantan pekerja di bilangan Tanjunguncang ini, sembari menunjukkan beberapa posisi pekerjaaan yang dibutuhkan Rotary Malaysia Engineering Company.
Di antara posisi yang dibutuhkan yakni, pipinp supervisor, welding foreman, foreman piping, fitter piping, structure supervisor electrian fitter hingga general worker. (cr13)
batampos.co.id – Operasi Patuh Seligi 2017 telah berakhir pada Selasa (22/5) kemarin. Operasi Patuh Seligi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum kepada pengendara lalu lintas ini, jajaran Sat Lantas Polresta Barelang telah menindak 1.672 pelanggar lalu lintas.
“Kepada pengendara yang melanggar, tidak semuanya kami lakukan penilangan. Ada juga kita berikan sanksi teguran pelanggarannya tidak fatal,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Andar Sibarani.
Andar mengatakan, Operasi Pautuh Seligi digelar selama 14 hari di sejumlah titik di Kota Batam itu. Dalam operasi itu, 975 pelanggar dikenakan sanksi teguran. Sementara sisanya atau sebanyak 697 pelanggar dilakukan penilangan langsung.
“Barang bukti tilang yang kita sisa itu ada Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak 205 berkas, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebanyak 444 berkas dan kendaraan bermotor sebanyak 50 berkas,” bebernya.
Dijelaskan Andar, sebagian besar pelanggar lalu lintas tidak mempunyai SIM atau masa berlaku SIM nya sudah habis. Sehingga polisi melakukan penilangan dengan menahan STNK kendaraan bermotornya sebagai barang bukti untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.
“Selain ikut sidang, kita juga menerapkan sistem e-Tilang dengan membayar langsung ke bank. Jadi, Operasi ini sekaligus untuk memperkenalkan sistem e-Tilang kepada masyarakat,” tuturnya.
Andar menambahkan, untuk kedepannya jajaran Sat Lantas Polresta Barelang akan bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum kepada pengendara lalu lintas dengan cara memasang berbagai spanduk di setiap pesimpangan.
“Kedepannya tetap kita akan lakukan patroli. Yang jelas, kita akan prioritaskan teguran kepada masyarakat yang melanggar,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Hasfarizal Handra menegaskan, sesuai aturan terbaru setiap perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Satu
bulan sebelum lebaran, selasa (23/5).
Ia mengatakan setiap perusahaan di Bintan sudah harus menyiapkan THR karyawannya sejak dini.
Pasalnya DPMPTSP tidak mau mendengar adanya keluhan dari para karyawan perusahaan akibat keterlambatan pembayaran THR.
“Sekarang pembayaran THR tidak lagi seminggu menjelang lebaran. Aturannya sebulan sebelum lebaran sudah dibayarkan. Sebenarnya semua perusahaan itu sudah tahu, menjelang sebelum puasa THR itu sudah harus dibayarkan,” ujar
Hasfarizal, Selasa (23/5)
Merujuk aturan 2017, lanjut Hasfarizal, THR tidak dibayarkan seminggu sebelum lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya dari aturan terbaru, THR seyogyanya harus dibayarkan sebulan sebelum lebaran atau menjelang puasa. Namun, semua bergantung pada perusahaan.
Kalau ada perusahaan tetap memilih membayarkan seminggu sebelum puasa, itu boleh saja. Dengan catatan THR dibayarkan sesuai prosedur.
“Kita minta semua harus dibayarkan. Termasuk pekerja muda yang baru bekerja, nanti kan dihitung sesuai masa kerjanya,” tegasnya.
Hasfarizal menuturkan pihaknya juga sudah menyiapkan posko khusus THR di kantor Dinas PMDPTSP dan Ketenagakerjaan Bintan. Karyawan atau pekerja yang bermasalah dengan THR perusahaan dapat langsung mendatangi posko tersebut. Semua aduan terkait THR akan disikapi secara cepat oleh DPMPTSP dan Ketenagakerjaan.
“Kami ada buat posko pengaduan THR, tiga hari puasa posko itu sudah terbentuk, jadi pekerja yang bermasalah dengan THR dengan perusahaan silahkan datang ke posko,” jelasnya.
Selain posko, lanjutnya DPMPTSP juga meneruskan informasi himbauan THR ke serikat-serikat pekerja di Bintan.
Para serikat pekerja dapat menjembatani hal-hal yang berkaitan dengan THR pekerja dengan perusahaan.
Ia menambahkan dari data yang tercatat di DPMPTSP ada sebanyak 171 perusahaan yang berdiri di Bintan. Jumlah itu sudah termasuk Perusahaan Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN). DPMPTSP dan Ketenagakerjaan
memastikan, 171 perusahaan tersebut tidak pernah bermasalah dengan THR karyawannya. (cr20)
batampos.co.id – BP Batam kembali menertibkan puluhan babi yang berada dikawasan Dam Duriangkang. Dimana sebelumnya BP Batam menertibkan kawasan Monggak, Rabu (24/5) lalu giliran kawasan Rindu Malam I yang terletak didepan Perumahan Mediterania.
“Kurang lebih, kawasan yang kami tertibkan itu sekitar 10 Haktare,” kata Direktur Ditpam BP Batam, Budi Santoso, kemarin.
Ia mengatakan di kawasan Rindu Malam I, pihaknya menemukan masih ada sekitar 50 ekor babi berkeliaran. Sehingga pihak BP Batam kembali mengambil langkah tegas.
“Babi yang ada itu, sisa dari penertiban sebelumnya. Kami musnahkan lagi, dengan cara dibakar,” tuturnya.
Namun ada beberapa orang yang mengakui pemilik dari babi-babi tersebut. Pihak BP Batam mempersilahkan mereka membawa keluar, babi milik mereka. “Kalau yang tak ada pemiliknya, kami bakar dan kubur. Tapi ada yang klaim, kami minta membawa babi tersebut keluar dari kawasan Dam Duriangkang,” ujarnya.
Penindakan ini dilakukan, kata Budi setelah pihaknya menemukan masih adanya babi-babi yang berkeliaran. “Sejak ditertibkan, kami awasi terus. Ini kami tindak lagi,” ungkapnya.
Budi mengatakan bahwa pihaknya tak akan pernah berhenti menindak, oknum-oknum nakal yang mencoba memelihara babi di sekitaran Dam Duriangkang. Oleh sebab itu, ia menuturkan pihak Ditpam BP Batam akan melakukan pengawasan secara berkala.
“Untuk mencegah masuknya orang-orang yang ingin mendirikan perternakan babi, atau hal-hal lainnya yang dapat mencemari air di Dam Duriangkang,” tuturnya.
Tak hanya babi saja, Budi menuturkan pihaknya juga melakukan penindakan terhadap keramba ikan ilegal yang didirikan di kawasan Dam Duriangkang. Selain itu juga kebun-kebun yang digarap warga, dengan cara menebang pohon-pohon besar disekitaran Dam Duriangkang. Bila pohon tersebut ditebang, makan akan menurunkan daya serap air di sekitaran Dam Duriangkang.
“Sudah dua hari kami bekerja, dari kemarin (22/5) dan sekarang (23/5). Nanti ada temuan lagi, kami turun dan tindak lagi,” ujarnya. (ska)
Artis ibukota Rosa tampil memukau saat menghibur warga Batam pada acara customer gathering One Residence di Hotel Harris Batam Center, Senin (22/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – One Residence Apartment menggelar acara customer gathering yang dihadiri ratusan pemilik maupun calon pemilik suite di One Residence Apartment. Acara ini digelar di Ballroom Hotel Haris, Batam Center, Senin (15/5) malam.
Dalam acara customer gathering ini, pemilik apartemen maupun calon pembeli di hibur dengan artis papan atas Rossa. Dalam penampilannya, Rossa membawakan beberapa lagu populernya. Diantaranya lagu berjudul Pudar, Ku Menunggu, Terlanjur Cinta dan beberapa lagu hits lainnya.
“Customer gathering ini kita menghadirkan Rossa untuk memanjakan para pemilik unit maupun yang belum memiliki unit di One Residence,” ujar Chief Project Marketing, Reagan Halim.
Dijelaskan Reagan, One Residence merupakan apartement pertama di Batam yang bersebelahan langsung dengan terminal ferry internasional,Batam Center, pusat perbelanjaan Mega Mall dan berada tepat di pinggir laut. Sehingga hunian eksklusif ini, dapat memanjakan pemiliknya dengan pemandangan laut.
“Jadi kami punya pelantar di tepi pantai. Konsumen yang sudah membeli apartemen One Residence dapat berjalan pada pagi hari hari maupun sore di sepanjang pelatar fasilitas apartemen,” ucapnya.
Reagan menyatakan, One Residence Apartemen memiliki 336 unit suite yang terbagi ke dalam 25 lantai. Dari jumlah suite yang tersedia, hingga Senin (22/5) malam sudah laku terjual hingga mencapai 55 sampai 60 persen.
“Malam ini, dalam acara customer gathering sudah bertambah lagi unit yang terjual. Perkiraannya, malam ini sudah terjual hingga puluhan unit,” paparnya.
Reagan menambahkan, pembangunan apartemen One Residence sendiri akan segera dilakukan pada bulan Agustus 2017 mendatang dan akan dilakukan serah terima pada Desember 2019.
“Konsumen yang telah membeli itu ada berbagai macam. Baik itu Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA),” imbuhnya. (cr1)