Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13320

WFQR IV Satgas Barelang Amankan 14 TKI

0
Kondisi calon TKI

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang 17 yang tergabung dalam Tim Charli dan Tim WFQR Tanjungbalai Karimun mengamankan speed boat penyelundup Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Malaysia, Sabtu (13/5) lalu. Dari penangkapan ini, tim gabungan mengamankan 14 orang TKI beserta A, 44 sebagai tekong dan B, 33 selaku ABK.

Dari pengakuan A dan B, sebelum berangkat untuk menyelundupkan TKI tersebut, mereka mengakui mengkonsumsi narkoba jenis sabu terlebih dahulu. Pengakuan tekong dan ABK itu kemudian diperkuat dari hasil tes urin yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang positif menggunakan sabu dan ekstasi.

“Mereka menggunakan sabu itu sebelum turun ke laut. Katanya, memakai barang itu supaya dalam keadaan senang dan berani untuk melakukan penyelundupan,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno saat ditemui di Hotel Swis Bel Harbourbay, Selasa (16/5).

Dijelaskan Eko, kapal speed boat yang didukung dengan mesin 40 pk itu berangkat dari Pontian, Malaysia dengan tujuan Tanjung Sebatak Leho. Untuk mengelabui petugas, mereka berangkat pada mala hari dan para TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu disembunyikan dibawah terpal hijau.

“Saat ini, satu orang tekong, satu orang ABK dan 14 orang TKI itu masih diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Eko menambahkan, pihaknya telah memprediksi bahwa penyelundupan akan semakin sering terjadi pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan, khusunya penyelundupan TKI yang masuk ke Malaysia secara ilegal. Setiap tahunnya, kegiatan penyelundupan TKI menjelang bulan ramadhan ini sering dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Para TKI di kantor TNI AL

“Sindikat sepertinya tidak pernah kehabisan akal dan hal ini terkadang menuai kecelakaan di laut akibat cuaca buruk ataupun kelebihan penumpang hingga menelan puluhan korban,” katanya.

Untuk itu, Eko meminta kepada instansi terkait untuk membantu pemulangan para TKI yang saat ini masih berada di Malaysia. Bantuan ini dinilainya akan sangat membantu para TKI ilegal itu terhindar dari maut.

“Harapan saya kepada semua stakeholder turun tangan untuk membantu saudara kita pulang, sehingga tidak dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya. (cr1)

Sektor Pariwisata Bintan Masih Stabil

0
Wisatawan asing menikmati pantai di Kawasan Nirwana, Lagoi. Foto: Yuliana Dewi/batampos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengakui lesunya pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini, juga berdampak terhadap perekonomian di Kabupaten Bintan. Namun hal tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.

Apalagi penurunan terhadap sektor pariwisata di Bintan, mulai dari jumlah kunjungan wisatawan, hingga faktor pendukung untuk pendapatan sektor wisata seperti pajak hotel dan lainnya.

“Ya, sedikit banyaknya pasti ada dampaknya. Namun alhamdulilah untuk kunjungan pariwisata di Bintan masih stabil. Artinya penurunan yang terjadi tidak begitu drastis,” ungkap Apri di Kantor Bupati, Senin (15/5).

Menurutnya kondisi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan, saat ini masih berada di atas rata-rata dibandingkan dengan daerah lainnya di Kepri.

“Jika dilihat pertumbuhan ekonomi di Bintan, masih berada diatas. Dengan presentasi 5,30 persen. Hasil ini, tentunya akan terus kami tingkatkan lagi kedepannya,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut lanjut Apri, pihaknya akan melakukan terobosan untuk terus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan rutin menggelar event-event berskala Internasional untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya.

Dimana dengan adanya event tersebut, dapat meningkatkan pendapatan di berbagai sektor wisata, baik dari segi pajak hotel, restaurant, dan lainnya.

“Kami akan mengemasnya dalam suatu kegiatan bertaraf Internasional, seperti ajang Tour de Bintan, Triathlon, Iron Man, dan masih banyak lagi. Ini upaya yang terus akan kami dorong untuk meningkatkan ekonomi di Bintan,” terangnya.

Politisi partai Demokrat ini mengakui untuk serapan anggaran berjalan tahun ini, seperti dari pajak restaurant proyeksinya sendiri tetap mengalami penurunan, tapi tidak begitu signifikan.

“Kami yakin kondisi ekonomi yang saat ini sedang stabil, kemungkinan besar kedepannya akan meningkat. Sebab tak bisa dipungkiri hasil capaian PAD Bintan tahun 2016, lebih didominasi dari sektor wisata, yakni mencapai 60 persen, dari total PAD sebesar Rp 170 miliar lebih,” tuturnya.

“Untuk itu, kami akan terus mendorong kemajuan pariwisata di Bintan. Terutama memperkanalkan apa saja yang menjadi potensi wisata yang dimiliki Bintan, kepada masyarakat,” pungkasnya. (cr20)

Sukseskan Program Proda Sertifikasi 400 Bidang Tanah

0
Bupati Bintan Apri Sujadi, (kiri) menandatangani kerjasama MoU bersama dengan Kepala BPN Bintan Sugiarto, (kanan). Penandatanganan ini bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Program Operasi Daerah Agraria (Proda) Tahun Anggaran 2017. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemkab Bintan, melakukan penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU), dengan Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Bintan. Hal Ini bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Program Operasi Daerah Agraria (Proda) Tahun Anggaran 2017.

Berdasarkan MoU nomor 02/SPK-21.01/V/2017 dan MoU 461/MoU/2017, program ini telah dianggarkan pekerjaan sertifikasi tanah sebanyak 400 bidang, khususnya di empat Kecamatan di Kabupaten Bintan. Diantaranya, Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Toapaya, dan Kecamatan Teluk Bintan.

“Tahun ini, sudah dianggarkan pekerjaan sertifikasi tanah sebanyak 400 bidang yang difokuskan di empat kecamatan,” ujar, Kepala BPN Kabupaten Bintan Sugiarto, usai melakukan penandatnganan MoU di ruang rapat 1 Kantor Bupati Bintan, di Bandar Seri Bentan, Senin (15/5).

Menurutnya apabila nantinya program ini berjalan sukses, maka pada tahun selanjutnya juga telah dianggarkan 10.000 bidang tanah yang akan diprioritaskan bagi kawasan wilayah yang cukup padat penduduk.

“Masing-masing bidang tanah ini tersebar dengan perincian diantaranya, Kelurahan Kijang Kota 150 bidang, Kelurahan Gunung Lengkuas 50 bidang, Kelurahan Tanjung Uban Kota 50 bidang, Kelurahan Tanjung Uban Utara 50 bidang, Kelurahan Toapaya Asri 50 bidang, Kelurahan Tembeling Tanjung 30 bidang serta Desa Bintan Buyu 20 bidang,” terangnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi, sangat mengapresiasi adanya jalinan kerja sama yang dituangkan dalam MoU tersebut.

Menurutnya ini merupakan sebuah sinergi yang baik dan sejalan dengan program yang lagi digesa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Untuk kelancaran program tersebut lanjut Apri, dirinya juga telah menginstruksikan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bintan, untuk membebaskan pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB), guna memberikan kemudahan untuk pengurusan sertifikasi.

“Kami apresiasi penandatanganan MoU ini. Karena selain tujuan ingin menuntaskan pekerjaan rumah yang belum selesai, tentunya ini juga sejalan dengan amanat dari Presiden RI,” imbuhnya. (cr20)

 

 

Dekranasda Keluarkan Motif Baru Batik Kepri

0
Ketua Umum Dekranasda Kepri,Noor Lizah Nurdin, meninjau pengerjaan motif baru batik Kepri di lantai dasar Gedung Lembaga Adat Melayu Batam, Senin (15/5). F. batampos.

batampos.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepri mengeluarkan sejumlah motif baru batik Kepri. Sebanyak 20 orang pengrajin sedang dilatih saat ini untuk membuat dan memproduksi batik tersebut.

Ketua Umum Dekranasda Kepri, yang juga Istri Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin, Senin (15/5) berkesempatan meninjau pengerjaan motif baru batik Kepri tersebut oleh pengerajin di lantai dasar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam. Noor Lizah didampingi Kabid Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Ria Wina.

Di lokasi pelatihan Noor Lizah menemui sekitar 10 perempuan yang sedang membatik dengan menggunakan canting. Juga ada satu orang laki-laki yang sedang mengerjakan batik cap. Noor Lizah bahkan sempat mencoba mempraktekan cara mengerjakan batik cap, mencelup kain batik dengan pewarna alami dan melihat proses merebus serta menjemur kain batik.

“Saya bersyukur sekali saat ini Kepri sudah memulai produksi sendiri Batik Kepri. Dari dulu saya berfikir, saat masih jadi istri Bupati Karimun, kenapa Batik Kepri tidak kita produksi sendiri. Saya saat itu yakin Kepri pasti bisa , cuma belum dimulai saja. Dan saat ini jalan itu sudah dimulai. Dan saya mendukung sepenuhnya,” ungkap Noor Lizah.

Noor Lizah juga langsung merespon beberapa kendala yang disampaikan tenaga pengajar membatik. Menurutnya, Dekranasda Kepri dan Pemda Kepri harus segera mencari solusi terjadinya ciplakan motif Kepri yang sudah dibuat.

Soalnya, Kepri belum memiliki sendiri alat batik cetak dari tembaga yang digunakan dalam membatik cap.

“Saat ini selesai motif dibuat, dikirim ke Jawa untuk dibuatkan alat cetak tembaganya. Setelah dibuatkan dikirim lagi ke Kepri untuk kita gunakan mencetak Batik Cap. Saat pembuatan alat batik itulah riskan terjadi duplikasi. Sehingga saat mereka sudah produksi , kita di Kepri bahkan baru mau cetak. Jalan keluarnya adalah urus hak paten dan buat cetakan sendiri. Dan saya berjanji akan mencarikan jalan keluar untuk kendala ini secepatnya. Pelan-pelan karena butuh anggaran,” jelas Noor Lizah.

Menurut Kabid Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Ria Wina kegiatan membatik tersebut merupakan bimbingan tekhnis IKM Batik melalui pewarna alami, kerjasama Disperindag Kepri dengan Dekranasda Kepri.

“Tahap awal ini kami baru mengambil 20 orang masyarakat untuk dilatih membatik. Kami mengambil pelatih batik langsung dari Yogyakarta. Target kami dari bimbingan ini lahirlah motif-motif batik baru. Motif-motif baru tersebut akan memperkaya jumlah batik Kepri yang ada sebelum ini, yakni batik Tikar,” jelas Ria Wina.

Saat ini, lanjut Ria Wina, para pembatik fokus ke motif-motif yang berasal dari kekayaan laut Kepri, seperti rumput laut, bakau, ikan dan kekayaan laut Kepri lainnya. (bni)

Embarkasi Batam Bertambah Lima Kloter

0

batampos.co.id – Embarkasi Batam pada musim haji 2017 ini bertambah lima kelompok terbang (kloter). Sehingga total kloter pada tahun ini mencapai 27 kloter. “Kalau tahun sebelumnya hanya 22 kloter, sekarang jadi 27 kloter. Rombongannya masih sama dari tiga provinsi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Provinsi Kepri Subandi, kemarin.

Ada pun calon jemaah haji (CJH) dari tiga provinsi itu berasal dari Jambi, Riau, dan Kepri. Subandi menjelaskan khusus Provinsi Kepri sendiri dibagi tiga kloter. Dimana dari total jamaah haji Kepri berjumlah 1.286 orang calon jamaah haji. Nantinya untuk calon jamaah haji Kepri merupakan kloter pertama dengan jumlah calon jemaah haji sebannyak 445 orang.

Disusul kloter ke-19 dengan jumlah calon jemaah haji sebenyak 445 orang, sedangkan kloter ke tiga jamaah haji Kepri yakni kloter ke-27 dengan total jamaah sebanyak 396 orang.

Dari total 1.286 calon jemaah haji ini terdiri berasal dari Kota Batam berjumlah 665 orang, dari Kota Tanjungpinang 207 orang, Kabupaten Karimuan 194 orang, Kabupaten Natuna 72 orang, Kabupaten Bintan 71 orang, Kabupaten Lingga 39 orang dan Kabupaten Anambas 38 orang.

Hingga saat ini jelasnya untuk jamaah haji Batam dari 665 orang ini yang telah lengkap dan siap terkait kelengkapan dokumen baik paspor dan lainnya baru mencapai 565 orang. Sedangkan sisianya 100 orang masih dalam proses. Begitu juga dengan calon jamah haji Tanjungpinang dari 207 orang yang telah siap dikumennya 205 dan 2 orang masih dalam proses.

“Untuk calon jemaah haji dari Karimun, Bintan, Natuna, Lingga dan Anambas seluruhnya terkait kelengkapan dokumen telah lengkap. Namun, yang belum lengkap dolumen itu dipastikan, sebelum keberangkatan keloter pertama, seluruh calon jamaah haji Kepri telah lengkap dokumennya,” jelasnya.

Dengan adanya peningkatan jumlah kloter haji dtahun ini, tambahnya, tentunya Kemenag Kepri dan instansi terkait lainnya dalam hal ini akan melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Kami berkomitmen akan meningkatkan sarana dan parasarana dalam melayani calon jamaah haji ini. Pembenahan akan dilakukan di Asrama Haji Batam, Peningkatan transportasi dalam melayani semua calon jamaah haji dan juga peningkatan sarana danparasarana lainnya,” katanya.

Untuk kloter pertama di Kepri sudah dijadwalkan yakni akan berangkat pada tanggal 31 Juli 2017. Sementra untuk kloter selanjutnya masih menunggu keputusan atau jadwal dari Kementerian.

“Kami berharap musim haji 2017 akan lebih baik dari tahun sebelumnya, pembenahan asrama haji sudah jauh hari dilakukan perbaikan dan juga sarana pendukung lainnya,” pungkasnya. (aya)

Pemprov Kepri Belum Bereskan Temuan BPK

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadilah yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri mengklaim temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Hasil Pertanggungjawaban (LHP) APBD Tahun Anggaran (TA) 2015 lalu sudah dibereskan.

“LHP 2016 belum kita terima, sehingga belum tahu catatan apa saja yang diberikan BPK terhadap penyelenggaran keuangan Pemprov Kepri,” ujar Sekda Arif menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (15/5)

Menurut Arif, mengenai LHP TA 2015, dirinya sudah menugaskan Inspektorat Provinsi Kepri untuk menindaklajuti temuan BPK ke masing-masing OPD terkait. Diakuinya, dirinya belum menerima laporan dari hasil tindaklanjut dari Inspektorat Kepri.

“Mana yang sudah dan mana yang belum, saya belum terima. Tetapi yang pasti sudah kita tindaklanjuti sesuai permintaan BPK,” tegas Arif Fadilah.

Terpisah, Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bahtiar mengakui masih adanya sebagian rekomendasi BPK dalam LHP TA 2015 yang belum dituntaskan. Ditegaskan Mirza, untuk perbaikan tersebut masih butuh proses. Bahkan persoalan ini sudah sudah dikonsultasikan ke BPK.

“Masih dalam proses perbaikan. Kita tetap sedaya upaya melaksanakan rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh BPK,” ucap Mirza singkat.

Seperti diketahui, Anggota BPK, Harry Azhar Aziz mengatakan ada sejumlah temuan BPK atas LHP TA 2015 yang belum diselesaikan Pemerintah Daerah. Baik itu persoalan perjalanan dinas, bantuan sosial maupun iuran Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS).

“Kita sudah memberikan waktu bagi daerah untuk memperbaiki. Kenyataanya masih ada yang belum tuntas. Padahal LHP TA 2016 akan segera dibagikan ke DPRD Kepri,” ujar Harry Azhar Aziz di Batam belum lama ini.(jpg)

Tarif Listrik Batam Batal Direvisi, Gubernur Tolak Dikelola Pusat

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sudah membuat keputusan tegas terkait persoalan Tarif Listrik Batam (TLB). Setelah menerima masukan dari berbagai pihak, Gubernur Nurdin tetap berpegang pada kebijakannya yang sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang dibuat Pemprov Kepri.

“Dengan berbagai pertimbangan, kita sudah membuat kesimpulan terkait persoalan TLB. Yakni tetap berpegang pada keputusan yang sudah kita buat (Pergub,red),” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (15/5) usai peringatan Hari Marwah Kepri ke 15 Tahun.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, sikap tegasnya itu bukan tanpa alasan. Karena dirinya juga tidak mahu, pengelolaan listrik Batam diambil alih oleh pusat. Menurutnya, persentase kenaikan tarif yang sudah diputuskan merupakan keputusan terbaik.

Masih kata Nurdin, kenaikan tahap pertama ini masih sekitar 30 persen dari 45 persen yang disetujui. Ditegaskannya lagi, keputusan yang dibuatnya juga melihat dari dua sisi. Baik itu untuk kesejahteraan masyarakat, maupun eksistensi PLN dalam memberikan pelayanan listrik yang prima kepada masyarakat.

“Kita harus sama-sama berpikir jauh kedepan, listrik adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan saat ini,” papar Nurdin.

Nurdin juga mengatakan, adanya aksi protes merupakan sesuatu yang wajar. Pria yang didapuk sebagai Ketua Nasdem Kepri tersebut menguraikan, pembahasan TLB sudah melalui proses yang panjang. Yakni lebih kurang satu tahun. Bahkan tarik ulur yang terjadi sudah menguras energi yang cukup banyak.

“Kita harus mengesampingkan ego sentrik. Kenaikan sekarang ini, nilainya terasa lebih kecil kedepannya. Tentu bisa disiasati dengan cara berhemat dalam pemakaian energi listrik,” paparnya lagi.

Disinggung untuk kenaikan tahap kedua sebesar 15 persen, Gubernur belum membuat keputusan. Dijelaskannya, karena masih melihat situasi dan kondisi ekonomi masyarakat. Meskipun lewat Pergub sudah diputusakan pada bulan Juni mendatang, tetapi waktu pelaksanaanya bisa ditinjau kembali.

“Kalau persoalan waktu bisa kita tinjau kembali. Batam adalah kota yang maju, tentu lucu apabila listriknya nyala bergilir. Menyusutnya kekuatan keuangan PLN,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Anggota DPD, Hardi Selamat Hood yang terlibat langsung pembahasan persoalan TLB bersama PLN dan Distamben Kepri tetap mengharapkan Gubernur memperbaiki persentase kenaikan. Dikatakannya pada prinsip mereka mendukung kenaikan TLB.

“Hanya saja persentasenya yang membuat masyarakat terkejut. Pola yang baik harusnya dilakukan dalam tiga tahap. Sehingga tidak membuat masyarakat kaget,” ujar Hardi, kemarin.

Senator dapil Provinsi Kepri itu mengatakan, meskipun kewenangan pembahasannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi, tetapi tidak etis kalau hanya melibatkan tripatrit. Yakni legislatif, yudikatif dan PLN sendiri. Sementara perwakilan masyarakat tidak dilibatkan.

“Persoalan lainnya adalah, tidak adanya proses sosialiasi yang dilakukan. Sekarang timingnya tidak tepat, apalagi ditengah gejolak ekonomi yang tidak menentu,” paparnya.

Disinggung mengenai perannya dibalik terjadinya aksi protes atas kenaikan TLB, Hardi dengan tegas mengatakan dirinya bukan penyandang dana atau aktor intelektual dibalik aksi tersebut. Diakuinya, dirinya memang menerima aspirasi dari masyarakat.

“Aksi yang terjadi adalah merupakan aksi spontanitas, bukan saya yang membidaninya. Kami memang punya kewajiban untuk menyerap aspirasi masyarakat,” jelas Mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam tersebut.

Masih dilokasi yang sama, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon mengatakan tarif yang diberlakukan sekarang ini adalah Rp1.210 per kwh atau sekitar 30 persen dari harga sebelumnya Rp980. Menurut Amjon, keputusan yang dibuat Gubernur adalah solusi terbaik.

“Gubernur sangat tidak sepakat kalau TLB diambil alih pusat. Masyarakat tinggal memilih, menerima keputusan sekarang ini atau mengikuti Tarif Dasar Listrik (TDL) Nasional,” ujar Amjon.

Disebutkan Amjon, dibalik kenaikan ini ada komitmen yang diharapkan kepada PLN Batam. Yakni menerangi pulau-pulau yang ada di kawasan Batam. Apabila komitmen ini tidak terlihat di akhir 2017 dan 2018, dirinya menjadi orang pertama yang memimpin aksi unjuk rasa di PLN Batam.

“Kita juga harus memikirkan kesejahteraan listrik di pulau-pulau yang ada di Batam. Karena di hinterland juga mendambakan listrik menyala 24 jam,” jelas pejabat asal Karimun tersebut.(jpg)

Polemik Seleksi JPTP, Demo Pejabat Kepri Terus Berlanjut

0

batampos.co.id – Pejabat Pemprov Kepri, Roma Ardadan bersama Angkatan Muda Thareqat Islam Indonesia (AMTI) terus melangsungkan aksinya di Kantor Ombudsman, Jakarta, Senin (15/5). Adapun tuntutannya adalah mendesak Ombudsman untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Sekda Kepri, Arif Fadilah.

“Aksi ini dilakukan sempena memperingati 15 Tahun Hari Marwah Provinsi Kepulauan Riau. Kami berharap Ombudsman segera menuntaskan polemik seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Kepri,” ujar Ketua AMTI Kepri, Bahruddin Rahman dalam siaran persnya.

Menurut Bahar, pihaknya berharap Ombudsman sebagai lembaga negara yang memiliki wewenang menegakkan pemerintahan yang bersih dan tertib administrasi, mampu memberikan keadilan dan menunjukkan kebenaran. Sehingga Hari Marwah Kepri tidak hanya sekedar euforia belaka.

Masih kata Bahar, Pemerintahan yang tidak tertib dalam mengelolah administrasi adalah pemerintahan sangat rentan melahirkan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sehingga tidak bisa dipandang sepele. Menyadari hal itu, harus adanya sanksi tegas bagi kepala daerah yang gagal dalam mengelola administrasi pemerintahan.

Lebih lanjut kata Bahar, pihaknya mendukung dan mendorong tim Ombudsman yang saat ini sedang bekerja untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur dan Sekda Kepulauan Riau. Hal ini penting sebab, pihaknya menduga ada upaya untuk menghilangkan barang bukti terkait dengan rekomendasi yang dikeluarkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Sudah saatnya Pemerintah Pusat tidak lagi memberikan toleransi terhadap tata kelola pemerintahan di daerah yang sarat dengan tipu muslihat. Karena persoalan administrasi di Pemprov Kepri sangat kacau,” cetus Bahar.

Ditambahkan Bahar, adapun bentuk aksi yang dilakukan adalah berupa pentas musik perjuangan, orasi dan menyebarkan selebaran pernyataan sikap. “Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di Kepri hari ini,” tutup Baharudin.(jpg)

Jual Kepting, Dituntut 3,6 Tahun

0

batampos.co.id – Wahyu Aditya, terdakwa yang memperjualbelikan Kepiting Bakau, dituntut tiga tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Susanto Martua yang digantikan Haryo Nugroho, dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (15/5).

Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja memasukkan, mengeluarkan, mengedarkan, dan memelihara ikan yang merugikan masyarakat, pembudidayaan ikan, sumber daya ikan, atau lingkungan sumber daya ikan ke dalam dan ke luar wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

“Untuk itu selain menuntut terdakwa dengan hukuman badan. Kami juga menjatuhkan denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara,”ujar JPU.

Dikatakan JPU, perbuatan terdakwa yang memperjualbelikan kepiting bakau sebanyak 16 kotak atau berisi 507 ekor kepiting, terbukti melanggar berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/PERMEN-KP/2016 Tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 yang menerangkan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Kepiting (Scylla spp.), dengan Harmonized System Code 0306.24.10.00, dari wilayah Negara Republik Indonesia hanya dapat dilakukan dengan ketentuan Penangkapan dan/atau pengeluaran pada tanggal 15 Desember sampai dengan tanggal 5 Februari baik dalam kondisi bertelur maupun tidak bertelur dan dengan ukuran lebar karapas diatas 15(lima belas) cm atau berat diatas 200(dua ratus) gram per ekor.

“Perbuatannya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 88 Jo Pasal 16 Ayat(1) Undang-undang Republik Indonesia No.31 tahun 2004 tentang Perikanan,” kata JPU.

Mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU untuknya. Terdakwa, langsung menanggapinya secara lisan. Yang mana ia menyesal atas perbuatannya tersebut. Terdakwa juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya menyesal atas perbuatan saya. Saya juga berjanji tidak akan mengulanginya. Saya minta majelis hakim untuk memberikan hukuman yang ringan. Karena saya tulang punggung keluarga,”ucapnya.

Mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan terdakwa atas tuntutan tersebut. Majelis hakim yang diketuai oleh Jhonson Sirait, mengatakan pihaknya akan bermusyawarah terlebih dulu untuk menentukan putusan atas tuntutan JPU. Untuk itu pihaknya menunda persidangan dua hari kedepan untuk menyusun putusan terlebih dulu.

“Sidang kami tunda, dua hari kedepan. Kami akan bermusyawarah untuk menyusun putusannya dulu. Kami butuh waktu untuk merangkum putusan yang akan dijatuhi untuk terdakwa,”ujar Jhonson sambil mengetok palu tanda ditundanya persidangan.(ias)

Sejumlah Investor Tertarik Potensi Wisata di Anambas

0

batampos.co.id – Sejumlah investor asing sudah mulai melirik potensi wisata yang berada di Kecamatan Jemaja. Dikabarkan calon investor itu sudah berdiskusi dengan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris dengan para calon investor tersebut. Bahkan ketika Gubernur Kepri Nurdin Basirun datang ke Letung juga sempat ditemui para investor asing tersebut.

Menurut Abdul Harris, Gubernur Kepri sangat merespon baik tentang wacana para investor itu ingin berinvestasi di Anambas dengan membangun sejumlah hotel bertaraf internasional.

“Gubernur Kepri menyambut baik wacana yang dipaparkan investor itu dan dipastikan akan berupaya membantu dan memberi kemudahan bagi investor yang akan berinvestasi,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris kepada wartawan ketika dihubungi, Senin (15/5).

Haris, mengatakan banyak hal yang dapat dilakukan oleh para investor diantaranya pembangunan resort dipantai atau yang lainnya, itu semua tergantung konsep pembangunan dari para investor, namun tidak terlepas dari perencanaan yang telah dilakukan oleh Pemda. “Kita tetap menerima para investor yang ingin berinvestasi dalam peningkatan pariwisata. Tentu semuanya harus memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

Kata Haris, pulau yang ada di Kecamatan Jemaja masih banyak yang bisa dipilih untuk membangun pariwisata, diantaranya Pulau Mingga, Kusik, Pulau Nukan, Pulau Ayam, Duate dan lain-lainnya.

Ia sangat berharap akan adanya peningkatan pariwisata di anambas akan meningkatkan pendapatan daerah. Ia juga menyampaikan jika sektor pariwisata bisa dikatakan cukup membantu segala pembangunan daerah itu sendiri.

Dalam hal ini Pemerintah daerah terus memperbaiki jaringan telekomunikasi dan transportasi karena sangat penting dalam mendorong peningkatan pariwisata kedepannya.

“Kita berharap Pemprov dan Pemerintah Pusat dapat membantu mendorong peningkatan sarana dan prasarana, demi terciptanya pembangunan pariwisata anambas kedepannya lebih baik,” ungkapnya. (sya)