Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 1333

Posko Penyaluran Murid Baru Diserbu Orangtua, Pemerintah Pastikan Tak Ada Siswa Tertinggal

0
Posko penyaluran siswa baru di SMAN 5 Batam. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Posko penyaluran murid baru jenjang SMA dan SMK di wilayah Sagulung, Batam, diserbu orangtua dan calon siswa sejak resmi dibuka pada Kamis (3/7). Salah satu posko yang dipadati adalah SMAN 5 Batam, tempat warga datang dengan berbagai keluhan dan harapan agar anak mereka tetap mendapat bangku di sekolah negeri.

Antusiasme tinggi ini terjadi karena banyak calon siswa tidak lolos seleksi SPMB online yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Sebagian besar orangtua tetap berharap anaknya bisa masuk sekolah unggulan yang telah menjadi pilihan awal mereka, meski daya tampung sekolah tersebut telah penuh. “Anak saya maunya SMKN 5 karena jurusannya pemesinan kapal dan dekat dari rumah,” ujar Jumali, warga Dapur 12 yang tetap ngotot mempertahankan pilihan anaknya.

Namun tak semua bersikap ngotot. Beberapa orangtua seperti Sumarti, warga Buliang Batuaji, bersedia jika anaknya disalurkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota. “Tak apa, yang penting anak saya tetap masuk SMK,” katanya setelah tahu anaknya gagal di SMKN 1 dan ditawari SMKN 12.

Baca Juga: Disdik Kepri Buka Posko Pemerataan Siswa, Jawab Polemik SPMB 2025

Panitia posko terlihat aktif menampung berbagai keluhan, mencatat preferensi sekolah, dan menjelaskan peluang yang masih tersedia. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya posko sebagai jembatan komunikasi dan solusi antara masyarakat dan pemerintah dalam sistem pendidikan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Posko Penyaluran Calon Murid Baru mulai 3 hingga 5 Juli 2025. Penyaluran ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan seluruh lulusan SMP, terutama di Batam, bisa mengakses pendidikan menengah negeri.

Empat titik posko disiapkan sebagai lokasi pelayanan, yakni SMAN 1, SMAN 5, SMKN 7, dan SMAN 16 Batam. Masing-masing posko menangani zonasi sekolah yang berbeda agar proses penyaluran berjalan efektif dan terorganisir.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menegaskan bahwa penyaluran ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan hak pendidikan kepada setiap anak. “Kami pastikan tak ada yang tertinggal dari sistem pendidikan formal,” ujarnya melalui surat edaran resmi. Ia juga mengimbau orangtua untuk segera mengisi dan mengembalikan formulir penyaluran.

Formulir penyaluran memungkinkan siswa mencantumkan hingga lima pilihan sekolah negeri, lengkap dengan tiga pilihan jurusan di masing-masing sekolah. Proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal, urutan kebutuhan, dan ketersediaan jurusan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Batam, Kasdianto, menyebut bahwa belum ada kebijakan penambahan kuota siswa. “Kami hanya mengatur pemerataan siswa melalui skema penyaluran sesuai surat edaran,” tegasnya.

Melalui posko ini, Dinas Pendidikan berharap semua calon siswa mendapatkan tempat belajar secara adil dan sesuai potensi masing-masing. Dengan sistem transparan dan akuntabel, pemerintah memastikan hak pendidikan tidak berhenti hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Posko Penyaluran Murid Baru Diserbu Orangtua, Pemerintah Pastikan Tak Ada Siswa Tertinggal pertama kali tampil pada Metropolis.

Tak Bisa Tambah Rombel, Ribuan Siswa Dialihkan ke Sekolah yang Masih Memiliki Kuota

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto. Foto. Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Kota Batam menyisakan sejumlah persoalan yang cukup krusial. Dinas Pendidikan Kota Batam merilis hasil rekapitulasi pendaftaran jenjang SD dan SMP negeri, yang mencatat lebih dari 22 ribu calon murid telah mendaftar. Namun, ribuan di antaranya menghadapi kendala administratif yang berdampak pada proses penerimaan.

Untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri, Rencana Daya Tampung (RDT) mencapai 14.160 kursi. Dari jumlah itu, sebanyak 10.768 calon murid telah mendaftar. Mereka terdiri dari jalur afirmasi 443 anak, jalur mutasi 170 anak, dan jalur domisili sebanyak 10.278 anak. Setelah proses seleksi dan verifikasi, total murid yang diterima tercatat sebanyak 10.891 anak.

Sedangkan untuk jenjang SMP Negeri, daya tampung mencapai 15.039 kursi dengan jumlah pendaftar 12.238 orang. Mereka terdiri dari 1.161 jalur afirmasi, 2.121 jalur prestasi, 97 jalur mutasi, dan 8.535 melalui jalur domisili. Setelah proses verifikasi, calon murid yang diterima tercatat 12.065 orang.

Baca Juga: 1.039 Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri, Disdik Batam Buka Pendaftaran hingga 4 Juli

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menjelaskan bahwa sejumlah persoalan muncul selama pelaksanaan SPMB, utamanya terkait kelengkapan administrasi. Sebanyak 984 calon murid SD dan 441 calon murid SMP dinyatakan tidak memenuhi syarat karena Kartu Keluarga (KK) Batam yang digunakan belum genap satu tahun.

Tak hanya itu, terdapat 414 calon murid SD dan 146 calon murid SMP yang menggunakan KK Batam tetapi alamatnya tidak sesuai domisili. Juga ditemukan 245 calon murid SD dan 132 calon murid SMP yang menggunakan KK luar Batam. Sementara itu, ada pula penggunaan SK mutasi yang sudah kedaluwarsa, masing-masing 19 kasus di SD dan 25 di SMP.

Selain kendala dokumen, Disdik Batam mencatat ada 235 kasus calon murid SD dan 233 calon murid SMP yang tidak memenuhi kriteria lainnya. Hingga kini, panitia telah menerima 995 laporan pengaduan, terdiri dari 778 yang telah mendaftar melalui aplikasi dan 217 lainnya belum menyelesaikan proses pendaftaran.

Baca Juga: Sekolah Swasta Siap Tampung Siswa Tak Tertampung di Negeri, BMPS Dorong Peran Aktif Pemerintah

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kota Batam akan mengambil langkah lanjutan dengan memanggil calon murid bermasalah untuk ditempatkan di sekolah-sekolah yang masih memiliki sisa kuota. Namun, penempatan ini tetap tergantung pada kesediaan orang tua.

“Jika satu siswa saja ditambahkan di luar kuota resmi, maka ia tidak akan terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan berisiko tidak memperoleh ijazah kelulusan,” tegas seorang pejabat Disdik Batam.

Bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendaftaran, Disdik membuka posko di Gedung Gurindam pada 2 hingga 4 Juli 2025. Di sana, warga dapat mengisi formulir dan surat pernyataan bersedia ditempatkan di sekolah dengan sisa kuota.

Disdik Batam menegaskan bahwa sistem penerimaan dilakukan bertahap untuk efisiensi kuota. Sisa dari jalur afirmasi dan mutasi akan langsung dialihkan ke jalur domisili agar kuota tetap terisi maksimal tanpa melanggar regulasi.

Dalam keterangan lanjutan, Tri Wahyu Rubianto menyatakan bahwa beberapa sekolah mengalami kelebihan maupun kekurangan siswa. Pihaknya akan segera merilis data lengkap mengenai sekolah-sekolah yang masih kekurangan peserta didik dan siswa yang belum tertampung.

“Data itu akan kami rilis sekalian, baik siswa yang tidak tertampung maupun sekolah yang masih kekurangan siswa atau rombongan belajar. Insya Allah tanggal 3 Juli,” kata Tri.

Ia menegaskan bahwa solusi paling realistis saat ini adalah mendistribusikan siswa ke sekolah yang masih memiliki kuota, karena menambah rombel tidak diperkenankan oleh aturan Kemendikbudristek.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta. Bantuan ini khusus diberikan kepada keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DT-SEN).

Aplikasi khusus telah disiapkan untuk mendata siswa penerima bantuan. Data tersebut akan diverifikasi bersama Dinas Sosial guna memastikan kelayakan.

Sistem ini, lanjut Tri, akan otomatis menampung data siswa yang tidak lulus dan belum tertampung, lalu disalurkan ke sekolah swasta yang bekerja sama dalam program bantuan tersebut.

Namun, Tri menegaskan bahwa keputusan penempatan tetap akan mempertimbangkan kesiapan dan kemauan orang tua, tidak semata berdasarkan kondisi ekonomi.

Untuk jenjang SMP, data siswa tidak tertampung dan kekurangan daya tampung sekolah akan diumumkan menyusul setelah proses pengumuman hasil PPDB SMP selesai. “Kami fokus selesaikan data SD terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Tak Bisa Tambah Rombel, Ribuan Siswa Dialihkan ke Sekolah yang Masih Memiliki Kuota pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Luka Berat dalam Tabrakan Beruntun di Bintan, Polisi Imbau Hati-Hati

0
Salah satu kendaraan yang mengalami kecelakaan beruntun di Bintan, dievakuasi oleh polisi. F. Dola untuk Batam Pos.

batampos – Sembilan orang menjadi korban, dua di antaranya mengalami luka berat dalam kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Lintas Barat, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Rabu (2/7), kemarin.

Kasi Humas Polres Bintan, AKP Prasojo, menyampaikan bahwa insiden tersebut melibatkan tiga mobil: Toyota Yaris, Toyota Avanza, dan Toyota Calya.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Avanza BP 1746 BY yang dikemudikan Muhammad Ryand Shaputra (23) menabrak bagian samping Yaris BP 1164 YQ yang dikendarai Marmidi (34).

Setelah itu, Avanza kembali menghantam Toyota Calya BP 1284 EF yang dikemudikan Sudarmawanto (31) dan membawa lima penumpang.

Akibat benturan beruntun tersebut, dua orang mengalami luka berat, yakni Muhammad Ryand yang menderita patah paha kanan dan Muhammad Revan Putra Praghandha (11), penumpang Calya, yang mengalami luka robek di kepala. Sisanya, tujuh orang mengalami luka ringan seperti lecet, keseleo, memar, dan sesak di dada.

Seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis.

“Tiga kendaraan yang terlibat telah diamankan ke Mapolres Bintan di Bintan Buyu. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 60 juta,” ujar Prasojo, Kamis (3/7).

Pihak kepolisian mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama liburan sekolah, di mana volume kendaraan di jalanan cenderung meningkat.

“Banyak keluarga bepergian di masa liburan. Kami imbau agar pengemudi tidak lengah dan tetap menjaga jarak serta kecepatan,” kata Prasojo. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto

Artikel Dua Luka Berat dalam Tabrakan Beruntun di Bintan, Polisi Imbau Hati-Hati pertama kali tampil pada Kepri.

Gara-Gara Anak Ketahuan Mencuri, Ayah di Anambas Jadi Tersangka Penganiayaan

0
KBO Satreskrim Polres Anambas, Iptu Rudy Luis. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos

batampos – Seorang pria berinisial Af, warga Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, ditetapkan sebagai tersangka oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Anambas dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap anak kandungnya.

Penetapan status tersangka dilakukan usai gelar perkara dan menerima laporan dari masyarakat. Menurut polisi, penganiayaan terjadi setelah sang anak berinisial MD mencuri barang milik warga, bersama Rn dan Az, yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka pencurian.

“Kejadiannya bulan Mei, saat anaknya pertama kali ketahuan mencuri. Ayahnya malu dan kesal, lalu memukul anaknya lebih dari dua kali,” kata Kepala Urusan Pembinaan dan Operasi (KBO) Satreskrim Polres Anambas, Iptu Rudy Luis, Kamis (3/7/2025).

Aksi pemukulan tersebut bahkan disaksikan langsung oleh beberapa warga sekitar. Rudy menegaskan bahwa kendati sang ayah mengaku khilaf, unsur kekerasan tetap terpenuhi.

Namun begitu, penyidik memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap Af. Alasannya, pelaku merupakan tulang punggung keluarga.

Istri Af juga telah memberikan jaminan hukum atas keberadaan dan kerja sama suaminya dalam proses hukum.

“Dengan pertimbangan rasa keadilan dan kondisi sosial ekonomi, penahanan kita tangguhkan,” ujar Rudy. (*)

Reporter: Ihsan Imaduddin

Artikel Gara-Gara Anak Ketahuan Mencuri, Ayah di Anambas Jadi Tersangka Penganiayaan pertama kali tampil pada Kepri.

Hindari 7 Kesalahan Fatal Ini Supaya Bau Badan Tidak Muncul

0
ILUSTRASI. Ketiak yang tidak dirawat dengan baik, selain dapat menimbulkan bau badan juga dapat terlihat kusam hingga menghitam serta bertekstur kasar. (Reader’s Digest)

batampos – Fenomena bau badan yang menyebalkan dapat menyerang bahkan ketika Anda telah melakukan segalanya dengan benar.

Meskipun sudah mandi, memakai deodoran, dan mengenakan pakaian baru, bau badan bisa tetap muncul.

Namun, bau badan sering kali bukan merupakan cerminan dari kebersihan yang buruk, melainkan tanda dari kebersihan yang salah.

Dilansir English jagran, berikut 7 kesalahan fatal yang dapat membuat Anda semakin bau badan.

1. Sabun berbahan kimia keras

Hindari penggunaan sabun antibakteri yang keras pada ketiak karena dapat mengganggu mikrobioma kulit.

Sebaliknya, bersihkan area tersebut sekali sehari dengan pembersih yang lembut dan hindari scrub keras.

Pendekatan yang lembut ini menjaga keseimbangan bakteri baik dan jahat, mencegah pertumbuhan berlebih mikroba penyebab bau badan.

2. Melewatkan eksfoliasi

Keseimbangan adalah kuncinya. Meskipun eksfoliasi berlebihan berbahaya, menghindarinya sama sekali dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, residu produk, dan keringat sehingga menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

Sebaliknya, lakukan eksfoliasi sekali atau dua kali seminggu dengan produk yang lembut untuk mencegah pori-pori tersumbat dan menjaga ketiak tetap sehat.

3. Mencukur dengan tidak benar

Mencukur ketiak dapat mengurangi bau badan, tetapi teknik yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi, rambut tumbuh ke dalam, dan luka, yang menciptakan titik masuk bagi bakteri dan memperburuk bau badan.

Untuk mencukur dengan aman, gunakan pisau cukur yang bersih dan gel cukur atau sabun lembut.

4. Pakai deodoran terlalu banyak

Penyalahgunaan deodoran dan antiperspiran dapat memperparah bau badan.

Menggunakannya secara berlebihan atau tanpa mencucinya dapat menjebak bakteri, bercampur dengan keringat, dan mengiritasi kulit sensitif, yang menyebabkan peradangan dan bau badan.

Sebaliknya, gunakan produk ini pada kulit yang bersih dan kering serta biarkan kulit Anda beristirahat, terutama semalaman agar dapat bernapas.

5. Tidak mengeringkan dengan benar

Terburu-buru berpakaian setelah mandi dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di ketiak.

Untuk mengatasinya, tepuk-tepuk ketiak dengan handuk secara perlahan setelah mandi, luangkan beberapa detik untuk menyerap kelembapan berlebih dan mengurangi risiko bau badan.

6. Bahan pakaian yang tidak sesuai

Kain seperti poliester dan nilon dapat menahan kelembapan sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Pilih kain yang menyerap keringat seperti katun atau linen, terutama pada hari yang hangat atau lembap.

Selain itu, ganti pakaian setelah berolahraga meskipun Anda tidak merasa berkeringat untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga ketiak tetap bebas bau.

7. Mengabaikan pola makan

Makanan seperti bawang putih, bawang merah, dan daging merah serta alkohol dapat mengubah aroma alami tubuh.

Dehidrasi dapat mengonsentrasikan senyawa keringat sehingga memperparah bau badan.

Minum banyak air putih dan konsumsi makanan yang bergizi dapat mengurangi bau badan dengan membuang racun. (*)

Artikel Hindari 7 Kesalahan Fatal Ini Supaya Bau Badan Tidak Muncul pertama kali tampil pada Lifestyle.

Tuduhan Pelakor Berujung Penganiyaan, Warga Tanjung Uncang Dituntut 10 Bulan

0
Ilustrasi wanita berkelahi.

batampos – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Eva Selvia dengan pidana penjara selama 10 bulan dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Rabu (2/7). Sidang ini dipimpin majelis hakim Douglas Napitupulu, Andi Bayu, dan Feri Irawan.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana, maka dituntut pidana selama 10 bulan,” ujar JPU Martua saat membacakan tuntutan.

Terdakwa, melalui penasihat hukumnya, menyatakan akan menyampaikan pembelaan atau pleidoi pada persidangan berikutnya yang dijadwalkan digelar pekan depan.

Dari uraian dakwaan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 8 Februari 2025, sekitar pukul 21.25 WIB, di Perumahan Central Raya Blok EE No. 05, Tanjung Uncang, Batu Aji.

Baca Juga: 1.039 Siswa Tak Tertampung di SMP Negeri, Disdik Batam Buka Pendaftaran hingga 4 Juli

Insiden berawal ketika Eva, yang sedang bekerja di sebuah minimarket (Dmart) di kawasan Tanjung Uncang, mendengar ucapan dari seseorang yang menyebut seorang perempuan sebagai “pelakor” (perebut laki orang). Seseorang itu merujuk pada Indah Jelita Lubis, yang kemudian menjadi korban dalam perkara ini.

Terdakwa sempat menahan emosinya, namun sesampainya di rumah sekitar pukul 21.00 WIB, ia menceritakan kejadian tersebut kepada suaminya, Lukas. Suami terdakwa kemudian menuju rumah korban yang tak jauh dari lokasi mereka. Terdakwa menyusul dan langsung masuk ke kamar korban.

Saat itu, korban sedang tertidur. Terdakwa langsung memukul mulut korban sebanyak satu kali. Setelah korban terbangun dan duduk, terdakwa kembali memukul pipi korban. Ketika korban mencoba membalas dengan menggigit lutut terdakwa, Eva kembali menghantam mulut korban dengan pukulan berulang kali hingga menyebabkan luka dan pendarahan.

Berdasarkan hasil visum et repertum dari RSUD Embung Fatimah, korban mengalami luka memar di pipi kiri dan kelopak mata kiri, robekan di bibir bagian bawah, serta bintik pendarahan pada selaput bening mata kiri. Akibat luka-luka tersebut, korban mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari dan pekerjaannya.

Baca Juga: Cabuli Anak Kandung 2 Kali, Dilakukan Usai Nonton Film Dewasa

JPU menilai bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP, dan meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan.

Persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi dari pihak terdakwa. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Artikel Tuduhan Pelakor Berujung Penganiyaan, Warga Tanjung Uncang Dituntut 10 Bulan pertama kali tampil pada Metropolis.

BPKP Kawal Program Sekolah Rakyat hingga Makan Bergizi di Lingga

0

  • Kepala Perwakilan BPKP Provinsi saat melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala Barenlitbang Lingga dan beberapa kepala OPD Lingga, Rabu (2/7). F. Diskominfo Lingga untuk BATAM POS

batampos – Tiga program prioritas Pemerintah Kabupaten Lingga yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Penguatan Koperasi Desa mendapat perhatian khusus dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Riau, Hisyam Wahyudi, memimpin langsung diskusi strategis bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingga pada Rabu (2/7) di Ruang Rapat Barenlitbang Lingga.

Pertemuan ini digelar sebagai upaya mempercepat pelaksanaan dan meningkatkan tata kelola program-program prioritas daerah yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, gizi anak, dan ekonomi desa.

Kepala Barenlitbang Lingga, Selamat, menyebutkan bahwa diskusi bersama BPKP menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pelaksanaan program agar berjalan lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

“Diskusi tadi sekaligus membahas tentang MBG, Sekolah Rakyat, dan koperasi desa. Maka dari itu kita melibatkan OPD terkait agar implementasinya lebih terintegrasi dan tepat sasaran,” ujar Selamat.

Ia berharap, dukungan dan pengawasan BPKP mampu memperkuat akuntabilitas serta memastikan manfaat program terasa langsung oleh masyarakat.

“Dengan adanya pendampingan dari BPKP, kita optimistis pelaksanaan program-program ini akan lebih transparan dan memberikan dampak nyata, terutama untuk ketahanan pangan, pendidikan akar rumput, dan penguatan ekonomi berbasis desa,” tutup Selamat. (*)

Reporter: Vatawari

Artikel BPKP Kawal Program Sekolah Rakyat hingga Makan Bergizi di Lingga pertama kali tampil pada Kepri.

Manfaatkan Bahan-Bahan di Dapur, Ini 4 Cara Mengatasi Mata Panda Secara Natural dan Cepat

0
Ilustrasi

batampos – Cara mengatasi mata panda menjadi perhatian banyak orang karena lingkaran hitam di bawah mata dapat mengurangi kepercayaan diri dan membuat wajah tampak lelah.

Mata panda sering kali dipicu oleh faktor seperti kurang tidur, stres, dehidrasi, atau genetika.

Namun ada beragam cara alami dan efektif yang dapat membantu menyamarkan penampilan mata panda dengan cepat.

Banyak solusi alami yang mudah diterapkan di rumah. Ditambah dengan perubahan gaya hidup, kamu dapat melihat hasil yang signifikan dalam waktu singkat.

Berikut rangkuman beberapa cara mengatasi mata panda secara natural dan cepat, lengkap dengan penjelasan mendalam seperti dikutip dari Healthline dan Only My Health.

1. Kompres Dingin dengan Sendok atau Teh Celup

Salah satu cara mengatasi mata panda yang paling sederhana adalah menggunakan kompres dingin.

Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah di bawah mata, sehingga dapat mengurangi pembengkakan dan lingkaran hitam.

Kamu bisa menggunakan dua sendok logam yang didinginkan di lemari es selama 10-15 menit, lalu tempelkan pada area bawah mata selama beberapa menit.

Sebagai alternatifnya, kamu bisa menggunakan kantong teh celup bekas (seperti teh hijau atau chamomile) yang telah didinginkan.

Ini juga efektif karena mengandung antioksidan yang dapat menenangkan dan menyegarkan kulit.

Lakukan ini setiap pagi untuk hasil cepat dan pastikan kamu tidak menekan terlalu keras agar tidak melukai kulit sensitif di sekitar mata.

2. Gunakan Irisan Timun untuk Melembabkan dan Mencerahkan

Bukan rahasia lagi bahwa timun bermanfaat untuk kesehatan kulit sekitar mata. Mengatasi mata panda dengan irisan timun populer karena sifatnya yang melembabkan dan mencerahkan.

Timun kaya akan air dan antioksidan, yang membantu mengurangi peradangan dan mencerahkan kulit di bawah mata.

Selain itu, timun juga membantu menenangkan kulit yang lelah, memberikan efek relaksasi yang mendukung penampilan kamu agar lebih segar.

Potong timun menjadi irisan tipis. Dinginkan di lemari es selama 10 menit, lalu letakkan di atas mata selama 15-20 menit. Lakukan ini 2-3 kali seminggu untuk hasil optimal.

3. Minyak Almond atau Kelapa

Untuk mengurangi mata panda, pijat area bawah mata secara lembut dengan minyak alami seperti minyak almond atau kelapa.

MInyak kelapa dikenal dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga kelembaban kulit. Adapun minyak almond, kaya akan vitamin E, membantu mencerahkan kulit, sedangkan minyak kelapa memiliki sifat anti-inflamasi yang menenangkan.

Oleskan beberapa tetes minyak pada ujung jari, kemudian pijat area bawah mata dengan lembut menggunakan gerakan melingkar selama 2-3 menit sebelum tidur.

Lakukan secara rutin untuk mengurangi lingkaran hitam dan menjaga kelembaban kulit serta untuk mencegah mata panda memburuk.

4. Gunakan Masker Kentang untuk Mengurangi Pigmentasi

Manfaatkan sifat alami kentang yang kaya akan enzim dan vitamin C sebagai salah satu cara mengatasi mata panda.

Kamu bisa mengolahnya menjadi masker yang dapat membantu mencerahkan kulit dan mengurangi pigmentasi.

Kentang juga membantu mengurangi pembengkakan, sehingga menjadikannya solusi alami yang efektif.

Parut kentang mentah, peras airnya, lalu rendam bola kapas dalam jus kentang tersebut. Tempelkan kapas pada area bawah mata selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air dingin.

Sebagai alternatif penggunaan bahan ini, manfaatkan irisan kentang tipis untuk ditempelkan langsung pada mata. Lakukan 3-4 kali seminggu untuk melihat hasil dalam beberapa minggu.

Itulah 4 cara mengatasi mata panda yang mudah dilakukan di rumah. Selamat mencoba! (*)

Artikel Manfaatkan Bahan-Bahan di Dapur, Ini 4 Cara Mengatasi Mata Panda Secara Natural dan Cepat pertama kali tampil pada Lifestyle.

MotoGP Sprint Assen Kembali Soroti Relasi Balap Marquez Bersaudara, Alex Dinilai Sengaja Beri Kemenangan

0
Marc Marquez dan Alex Marquez saat meraih podium ganda menjadi catatan sejarah baru di MotoGP 2024. (Dony)

batampos – Alex Marquez mengalami cedera saat Grand Prix Belanda yang mengurangi peluangnya dalam perburuan gelar dunia MotoGP 2025.

Cedera tersebut semakin menambah jarak dengan kakaknya, Marc Marquez, yang kini unggul 68 poin menjelang balapan di Sachsenring, sirkuit favoritnya.

Namun, perbincangan di paddock dan media sosial bukan hanya soal cedera, tetapi juga soal kontroversi balapan sprint Assen.

Dilansir dari laman Paddock pada Kamis (3/7), dalam balapan sprint tersebut, Marc memimpin sejak awal dan adiknya, Alex, mengikuti di belakang dengan kecepatan kompetitif.

Banyak pengamat menilai Alex seharusnya bisa menyalip, tetapi tidak pernah melakukannya hingga Marc meraih kemenangan kesembilan dari sepuluh balapan.

Beberapa pihak mulai bertanya-tanya, apakah Alex menahan diri untuk tidak mengalahkan saudaranya sendiri?

Berdasarkan analisis, sulit menyatakan Alex sengaja memberi kemenangan kepada Marc, tetapi terlihat jelas bahwa cara balapnya melawan Marc berbeda dibanding pembalap lain.

Sirkuit Assen yang sempit dan cepat memang menyulitkan upaya menyalip, tetapi Alex tak pernah terlihat benar-benar mencoba. Ia cepat, tapi tidak di tempat yang tepat untuk menyalip. Ini menimbulkan persepsi bahwa ia bersikap lunak terhadap kakaknya.

Fakta bahwa Alex Marquez pernah meraih dua gelar dunia di kelas Moto3 dan Moto2 menunjukkan bahwa ia bukan pembalap pasif. Ia dikenal agresif dan sering melakukan manuver berani terhadap pembalap lain seperti Pedro Acosta dan Pecco Bagnaia.

Oleh karena itu, ketika ia terlihat pasif terhadap Marc, wajar bila publik mempertanyakan integritas persaingan di antara saudara kandung itu.

Komentar dari para pihak pun menambah keruh suasana. Joan Mir, mantan juara dunia, secara terbuka menyebut Alex tampak menahan diri.

Sementara itu, Marc Marquez mencoba membela saudaranya dengan menyebut orang-orang yang mempertanyakan integritas Alex tidak memahami MotoGP.

Pembelaan ini dianggap kurang tepat karena sejarah olahraga selalu membuka ruang bagi pertanyaan soal keadilan kompetisi.

Meski tidak dapat dibuktikan bahwa Alex sengaja membiarkan Marc menang, perbedaan gaya menyerangnya terhadap saudaranya dibanding lawan lain terlihat mencolok.

Ini menjadi isu yang patut dicermati karena menyangkut kredibilitas kompetisi. Jika memang ada pendekatan berbeda terhadap rival yang juga keluarga, setidaknya publik layak tahu dan menilai secara terbuka. (*)

Artikel MotoGP Sprint Assen Kembali Soroti Relasi Balap Marquez Bersaudara, Alex Dinilai Sengaja Beri Kemenangan pertama kali tampil pada Olahraga.

Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono jadi Tersangka Penerimaan Gratifikasi Senilai Rp 17 Miliar

0
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo berikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI periode 2019-2021 Ma’ruf Cahyono sebagai tersangka, kasus dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR RI senilai Rp 17 miliar. Penetapan tersangka itu setelah KPK melakukan proses penyidikan melalui pemeriksaan saksi-saksi.

“Pada perkara ini KPK telah menetapkan tersangka dengan inisial MC selaku Sekjen MPR RI Periode 2019-2021,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (3/7).

Dalam proses penyidikan, KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi. Penyidik KPK memanggil dua orang pihak swasta, yakni Andi Wirawan dan Jonathan Hartono, pada Rabu (2/7) kemarin.

KPK menggali pengetahuan Jonathan Hartono terkait dugaan investasi yang dilakukan oleh tersangka Ma’ruf Cahyono. Sementara, saksi Andi Wirawan tidak memenuhi panggilan pemeriksaan.

“Saksi didalami terkait dengan investasi yang dilakukan oleh tersangka,” tegas Budi.

Meski Ma’ruf Cahyono telah menyandang status sebagai tersangka, KPK belum menahan yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. KPK dalam hal ini masih memproses penyidikan dalam merampungkan kasus hukum tersebut. (*)

Artikel Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono jadi Tersangka Penerimaan Gratifikasi Senilai Rp 17 Miliar pertama kali tampil pada News.