Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13335

Polisi Sisir Kawasan Marina, Ringkus Empat Begal

0
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengawal empat pelaku begal yang berhasil ditangkap saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Empat begal dikawasan Jalan Marina sebelum Bapelkes, Batuaji, Selasa (9/5) lalu dibekuk jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang. Mereka adalah Jery, 19 dan Steven Hansen sitompul, 19, serta dua rekan mereka yang masih dibawah umur berinisial Mr, 17 dan As, 17.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan, penangkapan keempat orang tersangka ini bermula dari aksi begal yang mereka lakukan terhadap korbannya, Dedi Irawan yang melintas di jalan raya Marina sebelum Bapelkes dengan menggunakan sepeda motor.

“Pelaku kemudian datang dari arah belakang dengan menggunakan sepeda motor berboncengan langsung memepet korban dan memberhentikan korban,” kata Hengki, Senin (15/5) siang.

Setelah korban berhenti, kemudian dua dari empat orang pelaku langsung turun dan memukul korbannya hingga babak belur. Melihat korban yang sudah tidak berdaya lagi, pelaku pun langsung membawa lari sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban.

“Atas kejadian itu, korban kemudian mendatangi Polsek Batuaji untuk membuat laporan,” katanya.

Menerima laporan dari korban, kemudian jajaran Polsek Batuaji melakukan koordinasi dengan jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dan selanjutnya dilakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui bahwa akan terjadi transaksi sepeda motor di Simpang DAM yang diduga didapatkan dari hasil begal.

“Ternyata sampai disimpang DAM, mereka mau transaksi saat itu dan kami amankan dua pelaku. Dari penangkapan itu, kemudian diamankan lagi dua pelaku lainnya di Kaveling Flamboyan,” tuturnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, sepeda motor Force One milik pelaku dan sepeda motor Vega R milik pelaku.

“Mereka kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman selam sembilan tahun penjara,” imbuhnya.

Sementar itu, dari pengakuan Mr atau otak pelaku, sepeda motor hasil begal itu rencananya akan digunakannya untuk ditukarkan dengan sabu paket Rp. 500. Diakuinya, ia merupakan seorang pecandu narkotika jenis sabu sejak dua bulan terakhir.

“Saya tidak kerja. Sudah dua bulan makai sabu. Saya tidak ada mengajak mereka, cuma mereka aja yang mau ikut malam itu,” akunya. (cr1)

Hongkong akan Bangun Resort di Anambas

0

 

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berdiskusi dengan investor asing asal Hongkong di sela-sela kunjungannya di Pulau Jemaja Kabupaten Anambas, Sabtu (13/5).

Ditemani Asisten I dan II Pemerintah Provinsi Kepri Raja Ariza dan Syamsul Bahrum serta Bupati Anambas Abdul Harris, Gubernur bersama Investor bernama Frangky Wu yang bernaung dalam Jingsen Design (JSD Group) Sino Indonesia Invesment Group membahas tentang interkoneksi komunikasi di Anambas dan rencana membangun resort di pulau Mingga.

Secara garis besar Gubernur Nurdin sangat menyambut baik ide yang dipaparkan investor Hongkong tersebut melalui penerjemahnya dan akan berusaha membantu dan memberi kemudahan terkait regulasi yang akan di hadapi selama menjalankan pembangunan tersebut.

Apalagi kata Nurdin jaringan komunikasi sangat penting saat ini dan sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah terdepan Kepri.

“Para wisatawan yang datang selain menginginkan kentenangan dan kenyamanan tentu juga mengharapkan lancarnya jaringan komunikasi yang ada ada ditempat mereka berlibur,” ujar Nurdin terkait rencana membangun jaringan IPTV di Anambas.

Kemudian rencana membangun resort di pulau Mingga oleh investor Hongkong tersebut, Gubernur setuju apalagi marketnya adalah wisata alam.

“Jangan terlalu banyak membangun gedung-gedung bertingkat, kita punya aset yang baik terkait alam jadi disitulah kita bangun sarana dan prasarana yang ada yang kemudian dapat dinikmati masyarakat setempat maupun wisatawan juga bisa jadi pemasukan didaerah,” sambung Nurdin.

Untuk itu lanjut Nurdin perlu dibahas lebih lanjut lagi terkait regulasi agar tidak menyalahi aturan dan pihak pemerintah daerah siap membantu jika ada kendala dikemudian hari. (bni)

Polisi Tangkap Dua Pemeras Apotik

0
Kanit Jatanras Reskrim Polresta Barelang Iptu Afuza Admond mengintrogasi dua pelaku pemerasan yang behasil diamankan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua orang laki-laki yang mengaku sebagai peetugas BNN dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) diamankan jajaran Polresta Barelang. Mereka ditangkap karena memeras pemilik Apotik Kalista, Kamis (4/5) lalu.

Mereka adalah Endra Heryanto, 37 dan Darmawan, 44. Keduanya ditangkap di Perumahan Marina Park, Nagoya, Sabtu (13/5) lalu.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki menyatakan, dalam aksi pemerasan terhadap korban, kedua oknum ini mengaku sebagai aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM). Untuk dapat memeras korban, kedua pelaku menuduh korban mengedarkan barang-barang terlarang.

“Mereka mengaku sebagai aparat dari BNN dan Balai POM dengan modal sebuah lencana,” ujar Hengki, Senin (15/5) siang.

Kepada pemilik apotik, kedua oknum petugas bodong ini mengancam akan menangkap korban karena mengedarkan obat terlarang. Agar kasus ini tidak dilanjutkan, kedua oknum ini pun meminta uang tebusan sebesar Rp. 3 juta. Korban yang merasa diperas oleh kedua pelaku itu, langsung melaporkannya ke Mapolresta Barelang.

“Setelah mendapatkan laporan dari korbannya, kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa kedua pelaku sering berada di kawasan Marina Park. Keduanya kita amankan pada hari Sabtu,” katanya.

Setelah diamankan, kedua oknum ini dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan. Dari pengakuannya, mereka telah beraksi di tiga tempat yang berbeda, yakni di Apotik Kalista, Toko Obat Hotel Bali dan Pasar Pujabahari. Sementara, yang datang untuk membuat laporan ke polisi hanya pemilik Apotik Kalista.

“Dari mereka, kami amankan lencana BNN (Badan Narkotika Nasional), lencana KPK (Komunitas Pemberantasan Korupsi), satu unit mobil Avanza, kartu anggota Pers Sorot dan dua buah senjata jenis air soft gun,” tuturnya.

Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza Edmond menyatakan, dalam melancarkan aksinya kedua pelaku ini bersama-sama dengan salah satu rekannya yang telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Barelang.

“Iya, satu lagi rekan mereka masih DPO,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Endra mengatakan bahwa salah satu rekannya yang masih DPO adalah Ferry. Dalam aksinya, Ferry bertugas untuk mengecek penjualan pil Dextro di apotik maupun toko-toko oabt tersebut. Setelah diketahui apotik itu menjual obat-obatan terlarang, kemudian Endra dan Darmawan mendatangi apotik itu.

“Setelah itu baru kami datang bertiga dan meminta uangnya agar masalahnya bisa langsung diselesaikan,” akunya.

Dalam melancarkan aksinya, mereka juga melengkapi diri mereka dengan lencana BNN dan KPK. Selain itu, untuk lebih meyakinkan lagi, mereka juga membawa dua unit pistol air soft gun. Adapun lencana itu mereka dapatkan dari kantor pusat mereka di Jakarta.

“Dari kantor kita di Jakarta atau di Tanggerang. KPK itu kepanjangannya Komunitas Pengawas Korupsi seperti LSM. Sementara senjata itu kami dapatkan dari beli online,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, kedua oknum bodong ini diancam dengan pasal 368 ayat (1) KUHP dan/atau pasal 368 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman selama sembilan tahun penjara. (cr1)

Sheila Majid Hipnotis Penonton Bajafash

0
Artis Malyasia Sheila Majid tampil memukau saat tampil menghibur penonton pada acara Batam Jazz Fashion (Bajafash) di Hotel Radison Batam, Minggu (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Kemeriahan malam puncak penyelenggaraan Batam Jazz and Fashion (Bajafash) ditutup dengan penampilan spektkuler artis internasional Sheila Majid.

Acara yang berlangsung sejak, Sabtu (13/5) ini dihadiri ratusan pecinta music jazz dari semua kalangan.

Penampilan kali ini Sheila tampil memukau dengan menggunakan busana anggun hitam dan putih membawakan lagu pertama judul warna. Riuh tepuk tangan mengiringi penampilan pertama Sheila.

“I’m so happy to be here, ini pertama kalinya saya tampil di Batam, and I’m so happy tonight,” kata Sheila Majid membuka percakapan.

Penonton dibawa larut dengan lagu kedua berjudul Dia. Penonton seakan terhipnotis untuk ikut bernyanyi bersama Sheila. Tidak sedikit juga penonton yang mengabadikan momen ketika penyanyi asal Malaysia ini bernyanyi.

Penampilan berikutnya Sheila membawakan lagu berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang membuat semua penonton bernyanyi yang terkenal pada awal tahun 2000-an ini menjadi lagu ketiga yang dibawakan Sheila.

Dengan diiringi piano Sheila melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu berjudul Ku Mohon, Legenda, Antara Anyer dan Jakarta, Aku Cinta Padamu, dan ditutup dengan lagu Sinaran.

Tidak hanya Sheila beberapa artis pendukung seperti Soukma, Lightcraft, Asian  Rynthom Harmony sebelumnya juga sukses membius ratusan penonton yang telah hadir sejak sore hari.  (cr17)

Jadikan Pulau Penyengat Destinasi Wisata Islam

0

batampos.co.id – Batam Pos Enterpreneur School (BPES) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), dan Dinas Pariwisata Propinsi, serta Dinas Pariwisata Tanjung Pinang akan menyelanggarakan festival Pulau Penyengat Syawal Serantau. Kegiatan ini akan diadakan 22 Juli mendatang.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua program yang berbasis pengembang yang diadakan kerjasama antara BPES dengan Dispar, yang dulunya Creating Wonderful Kepri (CWK), dan kini festival Pulau Penyengat Syawal Serantau,” ujar General Manager BPES, Lisya Anggraini, Senin (15/5).

Lisya mengatakan kegiatan ini merupakan hasil diskusi antara ia dengan alumni BPES Tanjung Pinang, Kartika dengan ustad Cecep. Hasil diskusi tersebut terumuslah kegiatan festival Pulau Penyengat Syawal Serantau ini.

“Kami berfikir harus adanya pemberdayaan masyarakat, saat ini dampak bagi masyarakat masih kecil, sehingga kami berharap kegiatan ini bisa memiliki manfaat bagi masyarakat dari destinasi yang ada disana. Saat ini wisata disana belum dikelola menjadi destinasi yang kokoh. SDM Penyengat juga harus siap, karena nantinya tempat mereka akan menjadi kawasan wisata, ini semua tergantung pada masyarakat” jelasnya.

Selanjutnya Lisya mengatakan ada banyak kekuatan sejarah luar biasa yang ada di Pulau Penyengat. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa menjual penyengat menjadi destinasi wisata dengan menjaga kearifan lokal.
“Mereka sangat kuat dengan islam maka kami buat destinasi wisata islam,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, akan diundang perusahaan travel datang menyaksikan kehebatan pulau Penyengat. Bissnis matching ini nantinya akan mengundang perusahaan berbasis pariwisata dari empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand, serta bekerja sama dengan kedutaan di masing-masing negara tersebut untuk mempromosikan wisata.
“Mereka bisa menjual paket wisata dari destinasi tersebut,” katanya.

Adapun kegiatan festival Pulau Penyengat Syawal Serantau dibuat dalam beberapa kegiatan kompetisi diantaranya Tour Pattern penyengat halal competition, malay muslim fashion carnaval, kompetisi seni budaya islami syawal serantau, tabliq ajbar syawal serantau, business matching empat negara wisata halal, wisata religius melayu, perheletan wonderfood Kepri syawal serantau, short film netizen competition, dan seni budaya pulau penyengat.

” Ada sekitar 16 kegiatan yang akan kami selenggarakan, dimana tujuan dari kegiatan ini bagaimana kita menjual penyengat memiliki muatan kompetisi dari tour pattern, malay muslim fasion carnaval, kompetisi seni budaya islam, dan mengangkat kearifan lokal seperti tabliq akbar, busnis matching, wisata religi melayu, dan mempromosikan Penyengat melalui dunia digital short film,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia perwakilan Kepri, Gusti Rizal Eka Putra mengatakan kegiatan ini sejalan dengan peran Bank Indonesia (BI) dalam rangka mendorong pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) teruma Penyengat. Dimana di tahun lalu, dalam seminar riset antara BI dengan dinas pariwisata dalam kegiatan tersebut dinas memberikan bantuan kepada pulau Penyengat untuk pengembang pulau.

“Dan inilah kegiatan yang sejalan dengan program BI ingin mendorong pulau Penyengat menjadi daerah wisata, yang kedepan akan menjadi wisata religi, wisata melayu, dan wisata halal di Kepri,” ujar Gusti.

Gusti mengatakan tak hanya BI, dinas pariwisata propinsi Kepri bersama dengan dinas pariwisata Tanjung Pinang sepakat, dan bersinergi untuk menyelanggarakan kegiatan festival Pulau Penyengat Syawal Serantau yang akan diadakan 22 Juli mendatang.
“Acaranya berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu. Di hari Minggu kami akan mengadakan seminar dengan mengangkat tema wisata syariah dan wisata religi,” jelasnya.

Tak hanya itu festival Pulau Penyengat Syawal Serantau, akan ada kegiatan lomba tour pattern dengan mengundang travel atau biro perjalanan yang mempunyai konsep mengenai pengembang wisata penyengat kedepannya.

“Dari mereka nantinya akan timbul ide-ide, yang akan di implementasi untuk Pulau Penyengat. Sesuai dengan cita-cita BI menjadikan Penyengat wisata berbasis masyarakat,” harap Gusti.

Harapan Gusti, agar kegiatan yang sudah tercatat sebagai event kementerian pariwisata pusat ini bisa menjadi agenda rutin tahunan  yang akan diadakan setiap tahunnya.

Senada dengan Gusti Rizal Eka Putra Kelapa Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan dinas pariwisata akan mengadakan kegiatan untuk menunjung pariwisata Kepri, seperti dengan mengadakan kegiatan festival Pulau Penyengat Syawal Serantau. Kegiatan ini di harapkan mampu menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata religi yang ada di Kepri.

“Saya berharap dengan adanya festival Pulau Penyengat Syawal Serantau mudah-mudahan bisa datangkan 100 hingga 200 wisman mancanegara,” ujar Buralimar. (cr12)

Cat Show, Wadah Bagi Pecinta Kucing

0
Sejumlah catlovers, sebutan untuk penggemar kucing, memberi makanan kucing kesayangan mereka saat Cast Show di Tanjungpinang City Centre, Sabtu (13/5). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk pertama kalinya, Komunitas Cat Lover Tanjungpinang sukses menggelar Cat Show 2017 di Mal Tanjungpinang City Centre, Sabtu (13/5).

Kegiatan yang menampilkan berbagai jenis kucing ini diisi dengan lomba makan kucing, lomba cat fashion dan talkshow kesehatan kucing ini menjadi wadah berkumpulnya para catlovers, mencari ilmu tentang kucing, edukasi, sharing sesama owner kucing.

“Semua tentang kucing di bahas, mulai dari kesehatan hingga perawatannya,” ujar Adi Sadewa, ketua pelaksana kegiatan.

Tidak hanya itu, Komunitas Cat Lover Tanjungpinang juga menggandeng dokter hewan dan Indonesia Cat Association (ICA) Batam untuk memberikan konsultasi gratis kepada catlovers.

“Lebih kurang 40 peserta antusias mengikuti kegiatan ini, mudah-mudahan akan banyak kegiatan seperti ini di Tanjungpinang,” kata Adi.

Sementara itu, Desi, salah seorang catlovers mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan Cat Show yang digelar Komunitas Cat Lover Tanjungpinang. Selain memberikan edukasi dan informasi tentang kucing, ia dapat berkumpul dengan catlovers lainnya untuk sekedar sharing dan bertukar pikiran.

“Selain sharing dan ngobrol, kita juga dapat mempererat silaturahim sesama pecinta kucing,” Pungkasnya. (odi)

 

Ekonomi Lesu, Daya Beli Berkurang dan PAD Baru Rp210 Miliar

0

batampos.co.id – Penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov
Kepri masih minim. Pada triwulan pertama Tahun Anggaran (TA) 2017,
Pemprov Kepri melalui Badan Pengelelola Pajak dan Retrebusi Daerah
hanya terkumpul sekitar 210 miliar. Penerimaan tersebut disumbang dari
empat sektor pendapatan.

“Untuk triwulan pertama ini, PAD yang sudah terkumpul sekitar 210
miliar. Jumlah tersebut adalah perhitungan Januari sampai Maret lalu,”
ujar Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi
Daerah, Pemprov Kepri, Herman menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu
(14/5) di Tanjungpinang.

Menurut Herman, apabila dihitung dengan penerimaan bulan April dan Mei
tentu jumlah tersebut sudah bertambah. Masih kata Herman, proses
perhitungannya dilakukan setiap pertengahan bulan, yakni tanggal 15
Mei. Disebutkannya PAD dari sektor Pajak Kendraan Bermotor (PKB)
sudah terkumpul sebesar Rp91.281.408.911 atau sekitar 25,7 persen dari
target PKB Rp 354.831.803.445

Lebih lanjut katanya, PAD berikutnya adalah melalui Bea Balik Nama
Kendraan Bermotor (BBNKB). Dari sumber ini, pendapatan yang sudah
diterima adalah senilai Rp55.508.116.300 atau sekitar 20,8 persen dari
target sebesar Rp265.884.268.949. Berikutnya adalah pendapatan dari
Pajak Bahan Bakar Kendraan Bermotor (PBB KB) senilai Rp 62.491.925.001
atau 23,6 persen dari proyeksi sebesar Rp264.190.642.043.

“PBBKB objeknya pemakaian bahan bakar oleh kebedaraan bermotor. Tentu
ini juga menjadi sektor andalan bagi PAD daerah tentunya,” papar
Herman.

Dikatakan Herman, sektor pajak terakhir adalah pajak Air Permukaan
(AP). Menurutnya lagi, pada sektor ini sudah terkumpul Rp510.776.632
atau berkisar 4,2 persen dari target sebesar Rp12.288.919.500.
Dijelaskannya Herman, PAD yang diproyeksi ini diluar dari Dana Bagi
Hasil (DBH) Pajak Rokok, dan Pajak Penghasilan, dan DBH Minyak dan Gas
(Migas).

“Tentu memang membutuhkan kerja keras untuk memencapai target yang
sudah dibidik. Kita berharap melalui revisi Perda Retrebusi dan Pajak
bisa menambah pundi-pundi PAD di Kepri,” paparnya lagi.

Ditambahkan Herman, PAD Tahun 2016 lalu yang berhasil terkumpul adalah
sekitar Rp1,1 triliun. Meskipun ditengah kondisi ekonomi yang tidak
stabil sekarang ini, pihaknya tetap berupaya untuk mengejar target
yang sudah dibuat. Atas dasar itu, diharapkan bagi wajib pajak
kendraan bermotor bisa patuh dalam membayar pajak.

“Semakin besar PAD yang kita terima, maka semakin bergairah
pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Mari sama-sama kita
dukung pembangunan daerah, dengan taat membayar pajak,” tutup Herman.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua menilai rendahnya
penyerapan PAD Kepri pada triwulan pertama ini tentu sangat
dipengaruhi daya beli masyarakat. Menurut Rudy, dua tahun belakangan
BBNKB menjadi primadona bagi PAD Kepri. Akan tetapi dengan kondisi
ekonomi sekarang ini, sulit untuk mencapai target dari sektor
tersebut.

“Makanya Pemprov Kepri sangat berhasrat pembahasan revisi Perda Pajak
dan Retrebusi segera rampung. Sehingga bisa menerapkan pajak progresif
dan mengambil jasa retrebusi labuh jangkar,” ujar Rudy Chua, tadi
malam.(jpg)

Promo Cashback Rp 250 juta

0
Repro pergudangan yang ditawarkan di kawasan industri Tunas Bizpark Multiguna Batamcentre. F. Tunas Group untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pengembang Tunas Group menawarkan promo cashback hingga Rp 250 juta setiap pembelian unit di kawasan industri Tunas 2 dan kawasan industri Tunas Bizpark Batamcentre.

Bukan hanya promo cashback pengembang juga memberikan gratis pengurusan surat-surat seperti Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Sedangkan untuk untuk konsumen yang berminat bisa melakukan Uang Tanda Jadi (UTJ) Rp 50 juta untuk gudang multiguna Bizpark dan Rp 100 juta untuk Tunas Bizpark industri.

“Promo ini hanya berlaku selama bulan ini saja,” Admin Marketing Tunas Group, Irene Novela, kemarin.

Irene mengatakan kawasan industri Tunas 2 dan kawasan industri Tunas Bizpark Batamcentre hadir di atas tanah seluas 64 hektare. Adapun keunggulan yang ditawarkan Tunas Bizpark Industri dan gedung multiguna Bizpark ini lokasi strategis berada di pinggir jalan besar dengan row jalan seluas 15 meter.

“Khusus Tunas Bizpark Multiguna tersisa delapan unit bangunan, dengan progres masih dalam tahap pembangunan yang dijadwalkan akan serah terima Juni 2018 mendatang,” ujar Irene.

Mengenai harga yang ditawarkan untuk Tunas Bizpark multiguna mulai dari Rp 1,95 miliar dengan dua pilihan ukuran yaitu 8×18 meter persegi dan 10×18 meter persegi dimana luas bangunan hingga 280 meter persegi. Sedangkan Tunas Bizpark Industri mulai dari Rp 5,6 miliar, yang hadir dengan pilihan bangunan ukuran 18×30 meter persegi dan 18×34 meter persegi, serta luas bangunan hingga 756 meter persegi. Dan untuk kawasan Industri Tunas 2 memiliki luas bangunan dengan lebar 12 meter dengan panjangnya bervariasi dari ukuran 24 meter sampai 28 meter. Harga ditawarkan mulai dari Rp 3,85 miliar.

“Saat ini kawasan Industri Tunas 2, tersisa lima unit bangunan yang ready stok. Sebagian masih dalam proses dimana serah terima bangunan (STB) direncanakan pada Juni 2017 dan Desember 2018,” ujar Irene.

Lebih lanjut, Irene mengatakan kawasan Tunas Bizpark Multiguna dan Tunas Bizpark Industri ini memiliki kelebihan berdekatan dengan pusat pemerintahan menjadikan kemudahan tersendiri bagi investor maupun perusahaan dalam mengurus segala bentuk perizinan dengan pemerintah, selain itu juga terdapat Pelabuhan Internasional dan juga Bandara Internasional yang kurang lebih 10 menit dari kawasan Industri Tunas dan 30 menit dari Nagoya.

“Disini juga pengamanan sangat terjaga yaitu adanya security 24 jam dan memiliki pembangkit listrik sendiri sehingga memberikan kondisi lingkungan yang lebih nyaman kepada tenant,” jelas Irene.

Selain itu, Tunas Industri merupakan gudang multiguna yang bisa memberikan suatu kelebihan untuk bisnis mulai dari perkantor, gudang, pabrik dan komersial. Hadir dengan lahan yang luas, fasilitas lengkap, infrastruktur bagus.

“Banyaknya varian pilihan bangunan ini agar dapat memenuhi berbagai macam bentuk kebutuhan bisnis yang ada sehingga pelanggan bisa dengan tepat dalam memilih tempat sesuai dengan ukuran yang dibutuhkannya,” katanya.

Informasi pemasaran lebih lanjut kunjungi Marketing Office Tunas Industrial Estate & Business Park di Jalan Raja Isa, Kawasan Industri Tunas Ruko Blok A1 Nomor 8 Batamcenter. (cr12)

Padang Melang Diharapkan jadi Wisata Internasional

0
Pantai Padang Melang, Kepulauan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas ini diharapkan bisa menjadi objek wisata bertaraf internasional. F. Fardilla/batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun berharap Pantai Padang Melang, Kepulauan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas bisa menjadi objek wisata bertaraf internasional. Untuk itu perlu koordinasi dan kerjasama seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah.

“Mari kita jaga bersama lokasi kita ini. Ada potensi yang besar dan jangan disia-siakan, peran pemerintah terkait berbagai regulasi diharapkan mampu meningkatkan potensinya. Dan tentu peran dari masyarakat untuk menjaga keindahan kebersihan pantai. Mari mulai tanamkan kesadaran dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah di pantai dan dilaut agar tetap terjaga,” kata Nurdin saat menutup Festival Padang Melang 2017, Sabtu (13/5) di pantai Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Nurdin juga meminta kepada Pemkab Anambas, agar jika terjadi kendala atau kesulitan terkait perizinan dalam pengembangan pantai Padang Melang maka agar segera menyampaikan ke Pemprov Kepri. Hal ini agar kendala tersebut dapat segera terselesaikan dan tidak menjadi hambatan kedepan.

Pada kesempatan ini Gubernur menyerahlan 1000 lifejacket secara simbolis untuk seluruh Kabupaten dan Kota. Hal ini sebagai upaya Pemprov Kepri meningkatkan keamanan dan lenyamanan dalam berlayar. Mengingat Kepri dikelilingi laut dan transportasi utamanya adalah kendaraan laut.

Festival Padang Melang ini berlangsung sejak, Kamis (11/5) dengan berbagai agenda didalamnya, diantaranya perlombaan olahraga pantai seperti lomba kano, jongkong dan lopek, renang, volly pantai serta permainan rakyat lainnya.

Selain itu disajikan pula Pameran Rumah Budaya, Parade Panggung Budaya, Bazar Kuliner, Oleh-oleh serta kerajinan dari UKM tempatan.

Di samping itu ada juga Pagelaran Kemilau Batik Cual serta Tour de Jemaja Island dimana pengunjung akan dimanjakan dengan kesejukan air terjun Neraja dan Air Biru, ketenangan area persawahan Bukit Padi, keindahan pantai Kusik dan Padang Melang, pesona terumbu karang pulau Ayam, pulau Blusan, pulau Merbak, serta wisata sejarah peninggalan perkampungan Vietnam di pulau Kuku dan pulau Nguan.

Khusus untuk perlombaan panjat pinang, Gubernur langsung spontan akan memberikan bantuan 5 buah sepeda dewasa untuk hadiahnya. Gubernur berharap dengan diberikannya hadiah sepeda dapat bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari masyarakat juga meningkatkan kesadaran untuk berolahraga dengan bersepeda.

Festival Padang Melang sendiri ditutup dengan Pementasan Tari Gubang, yang merupakan khazanah budaya asli penduduk pulau Jemaja dengan melibatkan pemakaian 1000 Topeng Gubang, dimeriahkan dengan pesta Lampion Terbang dan ditutup dengan malam hiburan Artis Ibukota. (bni)

Penanganan HIV/AIDS di Kepri Tak Penuhi Target

0

batampos.co.id – Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kepri mesti dilakukan. Terutama target-target pemenuhan pelayanan yang jadi indikator kesuksesan. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kepri, Onward Siahaan mengharapkan perbaikan kualitas pelayanan kesehatan ini juga menyentuh kepada para penderita HIV/AIDS.

“Apalagi permasalahn HIV/AIDS ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Bahkan masuk dalam lima skala prioritas yang akan diperhatikan Pemprov Kepri,” kata Onward, kemarin.

Informasi yang diterima Onward, hingga kini, pemenuhan pelayanan kesehatan bagi para penderita HIV/AIDS di Kepri belum memenuhi target. Indikator persentase angka kasus HIV yang ditangani atau diobati se-Kepri hanya mencapai 57 perseb dibanding targetnya sebesar 67 persen.

“Atau jumlah lebih kurang sebanyak 333 orang yang tidak mendapatkan pengobatan,” sebut Onward.

Tentunya hal ini perlu penyelesaian, sehingga penderita HIV secara keseluruhan dapat diobati dan ditangani dengan semestinya.

“Bukan hanya pengobatan tentunya, yang lebih penting lagi terkait pencegahan, dimana harusnya Dinkes proaktif bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pencegahan HIV-AIDS ini dengan lebih sering melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya penyakit ini,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana menyebutkan, selama ini telah dilakukan koordinasi dengan kabupaten/kota dalam upaya sosialisasi pencegahan HIV. Utamanya, kata Tjetjep, di kantong-kantong yang diduga menjadi lokasi penyebaran virus tersebut dan juga ke beberapa perguruan tinggi.

“Tentu kalau namanya sosialisasi pencegahan terus kami lakukan. Itu wajib,” tegasnya.

Ditegaskan Tjetjep bahwasanya menekan angka pertumbuhan penderita HIV/AIDS di Kepri memang masuk dalam agenda prioritas gubernur di bidang kesehatan. Termasuk pula, kata dia, memberikan pelayanan yang maksimal kepada para ODHA. (aya)