Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13340

Semarang Night Carnival 2017 Diminati 5 Negara

0

Empat devile kostum tema utama Paras Semarang yakni burung blekok, bunga sepatu, kuliner, dan lampion menjadi magnet yang luar biasa bagi masyarakat yang tumplek blek pada acara Semarang Night Carnival 2017 Sabtu (6/5) malam.

Mengambil titik start di Titik Nol KM atau depan Gedung Keuangan Negara Semarang, gelaran dalam rangka HUT Kota Semarang ke -470 dimulai pukul 20.00 Wib. Ribuan warga tumpah ruah menyesaki area Titik Nol KM bahkan menutup rute utama devile.

Perayaan yang ketujuh kalinya ini terbilang lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Keikutsertaan peserta dari luar negeri seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Srilangka, semakin menambah gebyar pawai malam itu. Peserta dalam negeri ada dari Sawah Lunto, Jember, Jepara, dan Kendal.

Parade devile dibuka dengan barisan mayoret keempat tema tersebut. Dilanjut masing-masing tema yakni burung blekok, bunga sepatu, kuliner dan lampion.

Penampilan tersebut merepresantasikan kehidupan kearifan lokal dan budaya di Semarang.  Dimana burung blekok menjadi habitat endemi di pesisir pantai Semarang kini menjadi area konservasi (dilindungi). Sementara bunga sepatu adalah satu-satunya bunga yang ada di Indonesia yang hanya ada di Semarang.

Untuk devile kuliner melambangkan akulturasi cita rasa dari budaya Cina, Jawa dan Arab sehingga kostum yang dibawakan pun melambangkan ikon kuliner seperti bandeng presto, lunpia, ganjel rel, dan lontong cap go meh.

Parade devile lampion melambangkan budaya Cina yang kuat di Semarang. Dimana lampion sudah menjadi kebiasaan oleh setiap warga dalam tiap-tiap perayaan pesta tak hanya hari besar milik komunitas tionghwa.

Waikota Semarang Hendar Prihadi mengapresiasi SNC 2017 ini. Selain meningkat secara kuantitas juga kualitasnya semakin bagus.

“Total ada 400 peserta devile ditambah peserta luar negeri yang juga menampilkan kostum busan kreatif mereka dengan devile juga,” kata Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan Walikota, menyatakan even SNC kini sudah menjadi agenda nasional oleh Kementerian Pariwisata. Bahkan kedepan akan lebih menargetkan kunjungan wisatawan internasional.

“Tahun ini ada kepesertaan negara lain, tahun depan akan kita tingkatkan sehingga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” katanya.

Sementara, Asisten Deputi pengembangan Segman Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara, Tazbir mengaku bangga dengan SNC 2017. Event itu sebagai bukti jika Semaramg konsisten dengan agenda kepariwisataan.

“Kemenpar mengapresiasi tinggi atas konsistensi kota Semarang menjadikan even ini sebagai kebanggaan warganya, ini juga bukti keseriusan dalam mengembangkan pariwisata,” katanya yang mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dia mengakui jika SNC sebagai modal utama berupa ide kreatif dalam mempromosikan dan memajukan pasriwisata. Sektor yang oleh Presiden Jokowi ditetapkan sebagai core economy bangsa dan menjadi sektor prioritas.

“Kesadaran pengembangan potensi wisata kini bertumbuh cepat, dulu daerah hanya mengandalkan sektor tambang sebagai penghasil PAD. semarang salah satu daerah yang sangat aktif dalam mengembangkan pariwista. Semoga bisa menjadi destinasi populer di Indonesia dan internasional,” katanya. (*)

Kemenpar Roadshow ke Tiga Kota di Vietnam

0

VietJet segera terbang Vietnam ke Indonesia directly.

Kementrian Pariwisata dibawah komando Arief Yahya pun menyambutnya dengan melakukan Roadshow 3 kota di Vietnam yaitu Hanoi, Ho Chi Minh City dan Da Nang pada 7-12 Mei 2017.

Roadshow selama 6 hari itu dalam rangka perencanaan pengembangan destinasi wisata prioritas di Danau Toba (Sumatera Utara), serta pengembangan konektivitas udara dari Vietnam ke Bandara Silangit.

“Rencananya Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Prioritas dan Tim Percepatan Pembangunan Konektivitas Indonesia, akan melaksanakan kunjungan kerja untuk mempelajari dan menjajaki kerjasama dengan pihak investor pariwisata dan maskapai penerbangan (airlines) yang berada di Vietnam,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani, Sabtu (6/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan aplikasi mempromosikan destinasi prioritas di Indonesia, mengingat Vietnam merupakan pasar potensial yang menyumbang 50.165 wisatawan pada 2015.

“Beberapa alasan wisman tertarik berwisata ke Vietnam antara lain banyak tersedia penerbangan langsung maupun lowcost ke 12 bandara internasional Vietnam. Dengan banyaknya airlines yang masuk ke Vietnam diharapkan juga akan bertambah rute dari Vietnam ke Indonesia juga,” ujar Pitana yang juga diamini Rizki.

Rizki menambahkan, dalam salah satu kunjungan ke Ho Chi Minh City, tim Kemenpar akan mengadakan pertemuan dengan Jet Star Pacific, dan dengan Viet Jet untuk menjajaki pembukaan rute ke Indonesia. Saat ini Vietnam dan Indonesia hanya dilayani oleh satu maskapai, yaitu Vietnam Airlines dengan rute Ho Chi Min City-Jakarta, frekuensi 7 kali per minggu dengan total 33.488 seats.

“Nantinya kami akan mendiskusikan kerjasama dalam pengembangan konektivitas dan aksesibilitas udara. Serta rencana pembukaan rute penerbangan bagi wisatawan Vietnam untuk mengunjungi destinasi-destinasi di Indonesia. Juga menindaklanjuti rencana pembukaan rute maskapai penerbangan VietJet ke Indonesia,” ungkap Rizki.

Di Hanoi, lanjut Rizki, rencanaya akan melakukan kunjungan ke Fansipan Legend Complex, salah satu objek wisata yang dikelola dan dikembangkan oleh Sun Grup. Seperti diketahui Sun Group didirikan di Vietnam pada tahun 2007, dengan berfokus pada 4 bidang utama yaitu Convalescence Tourism, Luxury Real Estate, Amusement and Entertainment, Construction Investment.

“Disana kami akan memperlajari perkembangan teknologi yang dilakukan Vietnam dalam pengembangan destinasi-destinasi pariwisata di Vietnam, untuk dapat diterapkan di destinasi-destinasi prioritas di Indonesia,” pungkas Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, soal Air Connectivity atau akses udara, Kemenpar terus memperbesar daya angkut atau seats capacity. Sedangkan urusan airline, airport dan authority soal angkutan udara itu domain-nya bukan di Kemenpar. “Dibutuhkan total collaboration, dengan Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura,” kata Menpar Arief Yahya.

Sejak dua bulan silam, problem “jembatan udara” buat Indonesia yang berkepulauan ini sudah terdeteksi. Karena itu Menpar Arief Yahya bersama tim Kemenpar melakukan roadshow ke industri Airlines, Angkasa Pura I-II dan Authority, dalam hal ini Kemenhub. Gaya swasta, tidak terlalu protokoler, langsung bicara seolah-olah seperti B to B, mencari solusi terbaik.

“Karena 75% wisatawan itu masuk ke tanah air dengan airlines. Lalu 24% dengan penyeberangan, dan 1% di perbatasan. Sentuh yang terbesar dulu, untuk quick win, termasuk dengan rencana VietJet Air ke tanah air dari Vietnam juga merupakan kabar yang menggembirakan,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Megadeth, Ternyata Gemar Kopi Indonesia

0

Hammersonic Festival 2017, Festival metal terbesar di Asia Tenggara menyedot penggemar musik metal tanah air dan manca negara.

7 Mei 2017 Ecopark Ancol, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya ribuan metalhead dari dalam dan luar negeri.

Stephanus Adjie dari Revision Live selaku promotor mengatakan, tiket telah terjual ribuan lembar. Jumlah tersebut laku semenjak dibuka penjualan beberapa bulan lalu. Pembelinya metalhead berbagai daerah mulai dari pecinta musik keras asal Jawa hingga Sumatera, dan lainnya.

“Tiket sudah laku terjual 10 ribuan lebih saat presale, dan saat sale juga sekitar 10 ribuan, ini belum dihitung yang beli go show. Kira-kira akan mencapai 30 ribu penonton. Banyak juga pembeli tiket Hammersonic Festival 2017 berasal dari luar negeri. Seperti dari negara Singapura, Malaysia, dan Australia,” kata Stephanus Adjie, Minggu (7/5).

Hammersonic Festival 2017 ini sepeti hari rayanya pecinta musik metal. Dari segi pengisi acara, Hammersonic Festival tahun ini menghadirkan sejumlah band cadas dengan nama besar asal luar negeri. Mulai dari Megadeth, The Black Dahlia Murder, Whitechapel, Northlane, Earth Crisis, dan lainnya.

Selain musisi luar negeri, panggung Ecopark Ancol juga akan dihentak oleh band nasional seperti Seringai, Burgerkill, Revenge The Fate, Trojan, From Hell to Heaven, dan lainnya.

Perlu diketahui, band bintang tamu utama, Megadeth, ternyata penggemar kopi Indonesia. Sebelum manggung, selain air mineral, mereka minta panitia menyediakan banyak kopi aneka jenis di belakang panggung. Hal ini sontak cukup mengejutkan panitia karena permintaannya mendadak.

“Minta kopi sih wajar, dan masih bisa dicari kalau dalam bentuk sachet. Tapi ini yang diminta biji kopi dan kertas (saring) kopinya. Mereka tidak mau kopi sachet, maunya di-blend (diolah) sendiri. Dan kopinya minta disediakan banyak jenis, sepertinya mereka benar-benar pecinta kopi,” ungkap Stephanus Adjie.

Selain panggung musik cadas, Hammersonic Festival kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk Hammersonic Awards. Ini merupakan  penghargaan musik cadas paling prestisius di Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Jakarta oleh Revision Live Entertainment.

Pada tahun ini, Hammersonic Awards 2017 akan memberikan lima piala penghargaan. Proses penilaiannya melibatkan dewan juri yang kompeten dan kredibel. Terdiri dari para pelaku kancah musik cadas dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari musisi, label rekaman, promotor, jurnalis, atau blogger.

Beberapa nama di antaranya adalah Bimo D. Samyayogi (Undying Music, Jakarta), Samack (Solid Rock, Malang), Gebeg (Taring, Bandung), ArdySiji (Chmbrs, Makassar), Stephanus Adjie (Down For Life, Solo), dan lainnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Hammersonic Festival 2017 di Jakarta ini. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini.

Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Jakarta. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi metal dunia tampil di Indonesia.

“Event internasional akan mendorong pariwisata makin berkembang. Karena itu perbanyak event dunia dan promosikan dengan baik, sesuai originasi dan timeline. Pakai rumus DOT, destinasi originasi time,” jelasnya.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya. (*)

Peran Keluarga Menyiapkan Anak Masuk SD

0
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Memasuki tahun ajaran baru, banyak orangtua yang disibukkan dengan pendaftaran putra-putrinya ke sekolah. Proses dan persiapan pendaftaran siswa baru ini menjadi bagian yang cukup menyita waktu dan tenaga, khususnya bagi para orangtua yang ingin mendaftarkan anak-anaknya masuk ke Sekolah Dasar atau SD.

Ada banyak persiapan dan pertimbangan bagi orangtua sebelum mendaftarkan putra putrinya ke SD. Mulai dari persiapan biaya, seragam, buku dan peralatan tulis, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan pilihan sekolah. Mau masuk ke sekolah negeri atau swasta. Rekam jejak prestasi dan kualitas sekolah kadang juga menjadi pertimbangan penting bagi para orangtua.

Sayangnya, sebagian besar orangtua ‘terjebak’ dengan perisapan-persiapan dan pertimbangan yang umum seperti di atas. Padahal, ada beberapa persiapan lain yang jauh lebih penting yang harus dipikirkan oleh para orangtua.

Persiapan yang lebih penting itu adalah persiapan si anak sendiri. Sebab duduk di bangku SD akan menjadi pengalaman pertama yang bisa jadi merupakan hal berat bagi anak-anak. Sebab mereka akan menghadapi situasi yang benar-benar baru. Mulai dari lingkungan sekolah, metode pembelajaran, sistem pendidikan, hingga teman-teman yang baru.

Meskipun sebelum masuk SD, sebagian besar anak-anak (atau semua anak) sudah pernah mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK), mereka akan tetap mengalami ‘shock culture’ saat masuk ke SD. Sebab TK dan SD akan berbeda sama sekali. Baik soal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, dan lain sebagainya.

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan para orangtua sebelum mendaftarkan putra-putrinya ke SD. Di antaranya sebagai berikut:

1. Persiapan fisik
Ini persiapan yang mutlak dipikirkan oleh para orangtua. Sebab saat belajar di SD, akan memerlukan waktu yang lebih panjang ketimbang di TK. Materi pembelajaran juga akan lebih berat. Tidak banyak lagi waktu untuk bermain-main seperti waktu di TK.

Untuk itu, para orangtua harus menyiapkan fisik anak-anaknya supaya sanggup mengikuti proses belajar mengajar di bangku SD. Supaya mereka tak mudah mengeluh dan capek, atau cepat bosan dan mengantuk.

Persiapan fisik ini bisa dimulai dari rumah. Misalnya mengatur pola tidur anak dengan baik. Mereka harus dibiasakan tidur yang cukup dan tepat waktu. Sehingga mereka tidak mengantuk saat berada di kelas.

Pemenuhan nutrisi yang tepat juga berdampak pada kekuatan fisik anak selama di sekolah. Sehingga para orangtua perlu memperhatikan asupan gizi saat sarapan sebelum berangkat sekolah.

2. Persiapan mental
Kesiapan mental anak tak kalah pentingnya. Sebab, sekali lagi, lingkungan sekolah SD akan jauh berbeda dengan TK. Sebab di SD akan ada teman baru yang jauh lebih banyak. Sehingga si anak perlu menyiapkan mentalnya untuk bergabung dengan teman-teman barunya itu.

Apalagi, di zaman sekarang anak-anak sangat rentan dengan perilaku bullying. Jika tidak ada dibekali dengan kekuatan mental yang baik, bisa jadi anak-anak mudah korban bully. Atau bahkan menjadi pelakunya.

Persiapan mental pada si anak tentu bisa dimulai dengan nasihat dari orangtua. Orangtua harus selalu menyampaikan pesan-pesan positif kepada si anak setiap akan berangkat sekolah. Misalnya pesan untuk menghargai orang lain, pesan untuk tidak menyakiti temannya baik fisik maupun psikis.

Mental berani pada anak juga perlu diperhatikan. Sehingga anak tidak minder di kelas dan mampu berkompetisi secara positif dengan teman-temannya di kelas.

3. Persiapan sosial
Seorang siswa atau murid sekolah dasar harus memiliki jiwa sosial yang baik. Bahkan sejak mereka duduk di bangku kelas satu SD. Mereka harus membiasakan bersosialisasi dengan teman-temannya di kelas, dengan para guru, dengan kakak kelas, atau bahkan dengan penjaga kantin sekolah.

Ini penting disiapkan bagi si anak. Karena pola pembelajaran di SD tidak lagi sama dengan di TK. Dimana saat masih di TK, guru selalu memberikan perhatian dan pendampingan secara personal dan intensif. Sementara saat di SD, guru biasanya tidak terlalu menggunakan pendekatan personal dalam proses belajar mengajar. Sehingga murid SD harus mulai membiasakan diri untuk mandiri.

Murid SD juga harus mampu berinteraksi secara aktif. Bukan hanya dengan teman sebaya, tetapi juga mampu berinteraksi dengan orang dewasa lain. Ia tak lagi takut atau malu dengan orang dewasa yang ditemuinya, terutama di lingkungan sekolah.

Persiapan sosial yang baik tentu akan sangat berdampak pada kualitas si anak itu sendiri. Dengan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi yang baik, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang berani secara positif. Sehingga mereka akan mampu mengembangkan potensinya di sekolah, baik potensi akademik maupun non akademik.

Untuk mengetahui kesiapan sosial anak ini, para orangtua bisa mengeceknya dengan dialog kecil dengan si anak. Misalnya dengan bertanya seputar kegiatan di sekolah. Pancing anak untuk bercerita tentang teman-temannya, tentang pelajaran di sekolah, tentang tugas yang ia kerjakan di kelas, dan lain sebagainya.

Dari percakapan itu, orangtua akan mengetahui apakah si anak cukup aktif selama di kelas. Apakah si anak mampu bekomunikasi secara baik dengan teman-temannya, dan lain sebagainya.

4. Kematangan emosi
Kematangan emosi ini sebenarnya tak jauh beda dengan kesiapan mental anak. Bedanya, kematangan emosi ini lebih pada bagaimana anak-anak mulai mengontrol diri mereka selama di sekolah.

Meski masih anak-anak, seorang murid SD juga dituntut mampu menyalurkan emosi mereka dengan baik. Sehingga mereka tak mudah putus asa saat menghadapi pelajaran yang sulit. Mereka tak cepat menyerah atau bahkan menangis saat tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Selain di dalam kelas, kematangan emosi juga diperlukan saat anak-anak berada di luar kelas. Misalnya saat bermain dengan teman-temannya. Anak-anak dengan emosi yang matang akan lebih mudah berteman dan bergaul. Mereka tak cepat marah atau menangis saat terlibat perselisihan dengan teman-temannya.

5. Kemitraan dengan guru
Selain anak, persiapan juga perlu diperhatikan dari sisi orangtua. Salah satunya, para orangtua harus mampu menjalin kemitraan yang baik dengan guru-guru anaknya.

Kemitraan dan komunikasi orangtua-guru ini penting bagi keberhasilan anak di sekolah. Melalui jalinan komunikasi ini, para orangtua bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan anak selama di kelas. Inilah yang kemudian menjadi PR dan tugas para orangtua di rumah.

Misalnya, si anak lemah dalam hal baca-tulis-dan berhitung (calistung). Maka saat pulang sekolah atau saat belajar di rumah, orangtua harus fokus pada masalah ini dengan memperbanyak mengajari mereka calistung.

Atau, si anak paling susah diminta tampil ke depan kelas. Baik untuk menyanyi atau untuk mengerjakan tugas. Dalam contoh kasus ini, orangtua juga bisa mengatasinya dengan cara memupuk rasa percaya diri pada anak. Misalnya dengan cara membuat simulasi pembelajaran di kelas. Si ayah atau ibu berperan sebagai guru, dan si anak sebagai siswa. Dalam simulasi itu, si anak diminta menyanyi atau mengerjakan tugas layaknya di dalam kelas.

Persiapan-persiapan di atas menjadi amat penting, dan lebih penting ketimbang menyiapkan anak mampu calistung. Sebab tanpa kesiapan fisik, mental, sosial, dan emosi, si anak akan sulit bersaing positif untuk mengejar prestasi akademiknya. Untuk itu, para orangtua perlu memikirkan dan menyiapkan ‘bekal-bekal’ tersebut. Karena persiapan tersebut jauh lebih penting dari menyiapkan anak mampu baca tulis dan berhitung (calistung).***

Penulis: Yuasnil
Kepala Sekolah SDN 002 Seibeduk, Batam

Kuliner Indonesia Diminati di Eropa, Buka Restoran Nusantara Yuk…

0

Kepala Bidang Luar Negeri APJI (Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia), Reny Feby telah melakukan pertemuan dengan Isadora Tan (Diaspora Indonesia di Madrid). Pertemuan untuk menjajaki peluang dalam membuka restoran Indonesia di Madrid.

Selain itu, APJI juga melaksanakan negosiasi dengan perusahaan Kunandia SL dalam rangka pembukaan restoran Indonesia di Las Palmas. Seperti diketahui, Las Palmas merupakan salah satu destinasi turis utama di Spanyol, di mana pada tahun 2016, tercatat sebagai daerah di Spanyol yang menerima kunjungan turis terbanyak.

Tak hanya kesempatan membuka restoran Indonesia di Spanyol, nilai transaksi pada pameran ini memberikan capaian yang sangat besar bagi perusahaan makanan kemasan dan minuman Indonesia yang bernilai USD 201.000.

Perusahaan-perusahaann Indonesia telah menampilkan produk makanan kemasan  dan kopi serta produk maskan kuliner yang diharapkan dapat menembus pasar internasional  khususnya Spanyol.

Yup, Penampilan stan Indonesia di Pameran Internasional Salon de Gourmet ke-31 di Spanyol 24-29 April 2017 berbuah manis.  Saat pameran, telah memberikan daya tarik tersendiri  melalui penyajian berbagai menu kuliner Indonesia seperti nasi kuning, ayam goreng kremes, rendang, mie dan  dan bihun goreng serta sate ayam bumbu kacang goreng oleh Chef APJI.

Para pengunjung yang mencicipi sajian tersebut menyatakan kekagumannya atas nikmat rasa masakan Indonesia, sekaligus menyayangkan tidak adanya restoran Indonesia di Madrid.

Partisipasi Indonesia diikuti oleh Atase Perdagangan KBRI Madrid, ITPC Barcelona dan 2 perusahaan asal Indonesia yakni PT. Tiga Pilar Sejahtera Foods, Javaro Coffee dan APJI  dengan menempati area 30 m2 pada Hall 8 Paviliun G37.

Pameran Gourmet yang pertama kali diikuti Indonesia ini merupakan platform yang efisien bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memasuki gerbang baru bagi produk-produk kuliner Indonesia dan memperluas jalinan dan networking kontak bisnis dengan perusahaan-perusahaan dari Spanyol dan 30 negara. Di antaranya Argentina, Belgia, Belanda, Hungaria, Italia, Inggris, Jepang, Jerman, Kolombia Latvia, Meksiko, Swedia, Serbia, Swiss, Perancis, Portugal, Peru, dan Kanada. Kanada telah menjadi  negara guest of honor.

Salon Gourmet ke-31 yang memiliki 5 Hall telah menghadirkan 1.500 peserta pameran, 37.500 produk dan 1.200 produk baru dan menghadirkan 85.000 pengunjung dari berbagai dunia. Diperkirakan ekspetasi transaksi (ransaksi (direct and indirect) senilai € 200 Juta.

“Karenanya, tujuan ujuan utama keikutsertaan Indonesia adalah untuk menerobos pasar di bidang makanan dan minuman serta kuliner di wilayah Spanyol dan Eropa lainnya serta Medeterania, Amerika latin dan Afrika. Selain memperkenalkan produk makanan kemasan dan kuliner Indonesia yang siap menyaingi produk-produk Internasional lainnya, Indonesia juga memperkenalkan potensi industri makanan dan minuman Indonesia yang telah memenuhi standar internasional,” tegas Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso, Sabtu (6/5).

Dalam pernyataannya menyambut keikutsertan Indonesia yang dihadiri Ketua Umum APJI, Ibu Ayu Muliadi, Duta Besar Yuli Mumpuni Widarso mengapresiasi dan mendukung keikutsertaan Indonesia khususnya perusahaan-perusahaan Indonesia.

Mengingat pentingnya pameran yang berbobot internasional yang menawarkan banyak peluang dan potensi bagi pemasaran produk makanan dan minuman Indonesia serta mendorong produk-produk makanan dan minuman Indonesia masuk ke pasar-pasar Eropa sehingga dapat meningkatan produk ekspor Indonesia ke Spanyol.

Pameran yang diikuti oleh perusahaan produk makanan dan minuman dari berbagai negara telah diresmikan oleh H.E. Sra. Isabel Garcia Tejerina, Menteri Pertanian dan Perikanan Spanyol.

Pada pembukaan acara Menteri Isabel telah melakukan kunjungan ke stand-stand pada 4 paviliun dan menemukan makanan dan minuman yang lebih mencermikan sektor makanan Spanyol yang memiliki variasi, style dan kualitas internasional, seperti produk makanan olahan dan makanan kemasan, makanan laut, daging, produk unggas, produk susu, bahan tambahan makanan dan bahan-bahan peralatan roti, kembang gula, anggur, minuman keras, kopi teh dan lain-lain.

Menpar Arief Yahya dua tahun lalu pernah bertemu Menteri Isabel di Madrid. Salah satu yang dibicarakan adalah industri perhotelan, sekolah pariwisata dan heritage building. “Spanyol adalah negara dengan jumlah wisman besar di Eropa, kita perlu belajar dari mereka,” kata Menpar Arief. (*)

#GenPISumsel Baru Saja Diresmikan, Eh, Sudah di Puncak Twitterland

0

GenPI –Generasi Pesona Indonesia– Sumatera Selatan (Sumsel) lebih dari 9 jam, menduduki posisi paling puncak dalam daftar trending topic nasional di Twitter sejak ia diluncurkan.

“Istimewa! Terima kasih para netizen, bloggers, vloggers, youtubers, selebgram dan semua aktivis media sosial yang turut menyemarakkan peluncuran GenPI Sumsel di media online dan media sosial,” ucap Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga di Hotel Arista, Palembang, Sabtu, 6 Mei 2017.

GenPI Sumsel, menurut Irene Camelyn memang diikuti oleh para netizen yang sudah lama berkolaborasi dengan tim Dispar Sumsel. Persisnya sejak Februari 2016, atau lebih dari setahun lalu. Karena itu, ketika diaktivasi dalam wadah GenPI, mereka langsung tune in.

Selain itu, hadir para “pendekar medsos” dari GenPI Aceh, GenPI Sumbar, GenPI Jateng, GenPI Lombok Sumbawa, GenPI Maluku, GenPI Jabar dan GenPI Jatim yang turut menyaksikan peresmian GenPI Sumsel itu. “Terima kasih, GenPI menjadi motor penggerak untuk mempromosikan pariwisata, mengangkat potensi alam, budaya dan buatan di Sumsel,” jelas Irene.

Presiden Joko Widodo memang sempat merasakan, greget Palembang sebagai host Asian Games 2018 bersama Jakarta, sangat kurang. Suasana menjelang pesta olahraga Negara-negara se Asia itu masih jauh dari yang diharapkan. “GenPi Sumsel ini akan menjadi salah satu media untuk menghebohkan kesiapan daerah dengan destinasi wisatanya,” harapnya.

Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono menjelaskan GenPI adalah komunitas netizen yang memiliki perhatian khusus di bidang pariwisata. Sebagai community, sekaligus berperan sebagai media endorser yang dalam Pentahelix (ABCGM) –Academician, Business, Community, Government, Media– menempati dua folder sekaligus.

Satu lagi, lanjut Don Kardono, sebagai media (M), karena mereka juga semakin efektif menyampaikan message atau pesan, reportase, dan bisa membuat viral. Media adalah penyampai pesan ke publik, dan mereka bisa melakukannya. Channel-nya media sosial. Juga bisa menjadi community (C), karena mereka punya minat yang sama, berada di alam digital yang sama, dan sama-sama concern di pariwisata.

Di mana letak asyiknya bergabung dengan  GenPI? Sementara, itu adalah pekerjaan volenteer, tidak dibayar, tidak menghasilkan uang secara langsung? Don menjelaskan panjang lebar soal benefit dan intengible assets yang bisa divalue.

“Pertama, networking! Dunia medsos itu asyiknya adalah networking, semakin banyak followers, subscribers dan friends di dunia maya, dengan engagement yang kuat, dia akan menjadi trendsetter. Punya pengikut yang fanatik, dan ditandai dengan comments, repost, retweet, nge-tag, nge-like. Ketika punya pertemanan yg kuat, maka mereka laku menjadi endorser yang kuat pula,” ungkap Don Kardono.

Kedua, GenPI adalah aktualisasi seseorang di era digital, sebagai gaya hidup digital. Pariwisata adalah digital lifestyle.

“Anak-anak muda sekarang, tidak menabung untuk membeli rumah atau tanah. Mereka mengumpulkan duit untuk bisa selfie dan nge-vlog di Raja Ampat, Labuan Bajo, Wakatobi, Lombok Sumbawa, Bali, Kepri, Borobudur, dan destinasi lainnya!” kata Don.

Kalau di Instagram, Facebook, Path, Twitter, Youtube, WA status –layanan terbaru WhatsApp–, penuh dengan foto-foto destinasi yang eksklusif, alam yang keren, budaya yang khas, tidak semua orang bisa ke sana, semakin bergengsilah pemilik akunnya. Semakin di-follow banyak netizen lain.

“Itulah ciri khas digital lifestyle, ketemu apa saja, mengutamakan foto dan selfie, lalu di share di media sosial,” ungkap Don.

Ketiga, apa asyiknya GenPI? Presiden Jokowi di banyak forum resmi meyampaikan bahwa core economy bangsa ini adalah pariwisata. Sektor yang paling bisa berkompetisi di level dunia. Sampai-sampai Menpar Arief Yahya menyebutnya pariwisata adalah cara yang paling cepat dan paling murah, untuk mendapatkan devisa, menaikkan PDB dan menyerap tenaga kerja.

“Karena itu, kalau punya interest di pariwisata, dan aktif di medsos, silakan bergabung di komunitas GenPI! Generasi Pesona Indonesia,” ajak Menpar Arief Yahya.

Apa saja aktivitasnya? Stafsus Menpar Don Kardono menyebut: populerkan apapun juga soal pariwisata. Patokannya, Calender of Events (CoE) dari masing-masing daerah. Lebih menarik, lebih heboh, lebih asyik.

“Golnya adalah menjadi pembicaraan publik, yang biasanya menjadi trending topic di medsos,” katanya.

Kalau di jurnalistik ada istilah Kode Etik Jurnalistik, maka di GenPI pun ada kode etiknya. Hindari SARA, hindari Hoax, lebih ke sharing informasi seputar pariwisata, baik destinasi, pemasaran, maupun kelembagaan atau SDM.

Ketua GenPI Jateng, Shafigh Pahlevi yang diberi waktu mempresentasikan aktivitas netizen Jateng juga menyampaikan testimoninya. Dulu, saat pembentukan GenPI Jateng juga bisa menahan trending topic hingga 9 jam.

“Kami bangga berada di komunitas GenPI yang asyik ini,” ujar Shafigh yang sudah langganan bikin trending topic itu.

Ketua GenPI NTP Siti Khotijah, yang populer dengan akun Jhe Ipul itu juga mempresentasikan perjuangan hebatnya memulai komunitas ini, hingga punya anggota 300 orang ini. GenPI Lombok Sumbawa inilah salah satu cerita sukses dari Halal Destination Award Lombok tahun 2015 dan 2016.

“Masih belum yakin dengan GenPI? Please deh! Pariwisata Indonesia ini pangas mendapat support para netizen untuk menjadi nomor satu di dunia!” kata Jhe Ipul.

Para ketua dan aktivis GenPI lain pun, ikut mengamini. Mereka adalah Aries Purnama (Sumbar), Inggit Erlianto, Yelli Sustarina, Shafigh Pahlevi (Jateng), Wahyudi (Jateng), Fajra, Agus Wibowo dan Robby Sunata Ketua GenPI Sumsel yang terbaru. (*)

Diplomasi Kuliner untuk Gaet Turis Prancis

0

Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Perancis, yang akan berkolaborasi dengan Quartiers du Monde untuk hadir di Pameran bergengsi Taste of Paris yang mempunyai audiensi pengunjung 35 000 orang pada tanggal 18 hingga 21 Mei 2017.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika (ETTAA) Nia Niscaya mengatakan Wonderful Indonesia akan menjadi partner exclusive Quartiers du monde, dimana stand Quartiers du Monde akan dihiasi gambar-gambar Pemandangan indah di Indonesia yang akan berlangsung selama 4 hari tersebut.

“Quartiers du Monde merupakan Tour specialist yang menjual paket-paket tour thematic ke seluruh dunia, salah satunya tour gastronomi ke Indonesia. Quartiers du Monde juga mengeluarkan paket program Tour Gastronomi Java Bali yang akan dipromosikan selama pameran,” ujar I Gde Pitana yang diamini Nia Niscaya saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (6/5).

Nia Niscaya menambahkan, jurus promosi Wonderful Indonesia juga dikencangkan, untuk meramaikan kehadiran Indonesia di pameran Taste of Paris. VITO Perancis sebagai perwakilan Kemenpar di pameran ini, akan menyumbang empat macam makanan Indonesia, yang akan ditawarkan sebagai degustasi makanan khas Indonesia.

“Setiap hari akan dibuat session tasting berbeda. Pada tanggal 18 Mei akan ada degustasi kue Wingko Babat, sementara pada tanggal 19 Mei VITO Perancis akan menjajakan degustasi Lumpia, pada tanggal 20 Mei, degustasi lapis legit yang terpilih sebagai “the best Indonesian cake voted by CNN” turut disajikan, sedangkan dihari terakhir 21 Mei kuliner khas jawa tengah Klepon juga turut dihidangkan,” ujar Nia.

Sementara itu, VITO Kemenpar di Prancis Eka Moncarre menjelaskan, ini merupakan strategi yang dipakai oleh VITO Perancis untuk mempromosikan Indonesia di Perancis.

“Jika kita ingin membuat orang jatuh cinta kepada Indonesia, kita harus membuat mereka jatuh cinta dengan makanan Indonesia dulu. Jika mereka suka dengan makanan Indonesia, maka membuat mereka tertarik untuk pergi mengunjungi Indonesia,” tutur Eka.

Lebih lanjut Eka menambahkan, warga Prancis sangat terikat dengan semua hal yang berbau gastronomi, dan merupakan cara yang jitu yang untuk memikat hati orang-orang Perancis. Tidak heran jika festival gastronomi Indonesia yang pertama kali diadakan oleh VITO bekerjasama dengan AGI bulan February yang lalu di Hotel Shangrila Paris bersama dengan Chef William Wongso, bisa mendatangkan 756 orang selama 6 hari.

“Perancis ditargetkan tahun ini untuk mendatangkan 330 000 vistors ke Indonesia, dan semoga dengan pameran ini, target yang ditetapkan akan tercapai,” ujar Eka.

Mentri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi aktifnya VITO Perancis mengikuti bursa- bursa wisata di negara itu, terbukti meningkatkan kunjungan turis dari Perancis ke Indonesia tahun lalu sekitar 20 % mencapai 250.921 orang dan target tahun ini ditargetkan mencapai 330 ribu wisatawan Prancis. (*)

Tiru Film Kartun, Bocah 7 Tahun Terjun dari Lantai 10 Menggunakan Payung

0

batampos.co.id – Bapak-ibu pembaca batampos.co.id percayalah, tidak semua film kartun selalu baik untuk membangun karakter anak-anak.

Di Suzhou, Tiongkok, baru-baru ini, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun melompat dari lantai sepuluh apartemen, tempat keluarganya berdomisili.

Dia dilaporkan keluar dan melompat dari jendela, setelah menonton film kartun dimana ada adegan melompat dari tempat tinggi menggunakan payung sebagai parasut.

Di film kartun yang dia tonton, payung bisa memperlambat jatuhnya karakter yang dia lihat di layar kaca. Namun kenapa harus engkau coba dari lantai sepuluh, Nak?!

Si bocah jatuh terkapar, dengan tangan masih berpegangan pada payung. Untungnya, dia masih selamat meski dengan luka parah. Tak disebutkan seberapa parah cedera yang dialami. (dota allstar/adk/jpnn)

Dokter Eropa Terpesona Budaya dan Alam Indonesia

0

Sebanyak 100 dermatology Jerman, Belanda, Austria, Swiss, Kamboja dan Singapura, dibuat terpana dengan penampilan Ramayana Ballet di Candi Prambanan, Jumat (5/3) malam.

Merekna menikmati cultural night yang digelar pada sela Conference on Tropical And Clinical Dermatology 2017 di The Alana Hotel and Convention Center, Sleman, Yogyakarta.

Imbasnya, mereka memutuskan untuk stay dua minggu agar bisa mengeksplore culture dan nature Indonesia.

“Ini sangat luar biasa. Culture dan nature seperti Indonesia inilah yang disuka kolega-kolega saya di Jerman, Belanda, Austria dan Swiss. Saya bisa pastikan seluruh delegasi Eropa akan stay dua minggu di Indonesia,” terang Prof. Dr. Med. Dr. Thomas Ruzicka, spesialis Medical Doctor di Universitas di Dűsseldorf, Sabtu (6/3).

Pria kelahiran 12 Januari 1952 di Prague, Republik Ceko itu mengaku sangat takjub menyaksikan Ramayana Ballet. Apalagi, shownya dilakukan di pelataran Candi Prambanan, yang notabene merupakan Candi Hindu terbesar di dunia. Show budaya dengan latar belakang candi setinggi 47 meter itu menjadi ajang selfie seluruh dermatology yang hadir.

“Kami benar-benar dimanjakan dengan pertunjukan Ramayana Ballet yang dipadukan dengan pemandangan latar indah berupa batu Candi Prambanan. Ini mahakarya budaya Hindu yang luar biasa. Tahun depan saya akan ikut Internetional Conference di Jogja lagi,” ungkapnya.

Dr Rosemarie Moser juga sama.. Selain mengeksplor budaya, konsultan di Dermatovenerology dalam praktik medis pribadinya di Eisenstadtkelahir itu mengaku ingin merasakan berwisata ke Raja Ampat. “Setelah ini saya ke Raja Ampat. Saya ingin melihat langsung snorkling site terbaik dunia 2015,” ucap wanita kelahiran 15 Agustus 1965 itu.

Statemen ketakjuban juga ikut disuarakan Prof. Isaak Effendy. Pria berdarah Indonesia yang sudah 30 tahun tinggal di Jerman itu malahan mengaku siap membantu Kementerian Pariwisata dalam mendatangkan lebih banyak lagi dermatology Eropa ke Indonesia.

“Budaya dengan story telling seperti ini yang disuka masyarakat Eropa. Ini sangat menarik, karena sangat jarang sekali dijumpai di negara-negara lainnya. Tahun besok, saya akan bawa lebih banyak lagi dermatology Eropa ke Indonesia,” ungkapnya.

Soal ini, Kepala dan Konsultan Dermatologi di Departemen Dermatologi di Rumah Sakit Kota Bielefeld itu mengaku sangat pede. Dalihnya simpel. Sebelum acara digelar, hanya Jerman dan Belanda yang siap mengirimkan perwakilannya ke Jogjakarta. Ternyata setelah mendengar nama Jogjakarta, Austria, Swiss, Kamboja dan Singapura ikutan mengirimkan delegasinya.

“Tahun besok Austria datang lengkap dengan komunitas dermatologynya. Semua antusias karena sekarang mereka tidak diribetkan lagi dengan urusan visa. Kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang dicetuskan Kementerian Pariwisata itu sangat membantu mobilitas kami-kami ini yang ada di Eropa,” ungkapnuya.

Beragam Ketakjuban tadi membuat Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Asturi, ikut sumringah. Dia langsung memberikan apresiasi tinggi pada Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi yang telah bersusah payah menyiapkan suguhanbcultural night kelas dunia di Candi Prambanan.

“Terima kasih atas pujian-pujiannya. Ini kerja keras seluruh tim Pemasaran Nusantara, terutama Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi. Mudah-mudahan ini bisa menyebar ke Eropa,” harap Esthy.

Perpaduan eksotisme Candi Prambanan ini dengan Ramayana Ballet itu juga ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Menonton Ramayana Ballet dengan ditemani desiran angin dan tata cahaya lampu yang menyorot ke candi Hindu terbesar di dunia, Prambanan, menurutnya, bisa menjadi jembatan diplomasi budaya dalam memperkuat branding nasional.

“Ini menjadi ajang promosi branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, ikon pariwisata tanah air. Dermatology Eropa itu bisa menjadi endorser,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief yakin, kedatangan dermatology Eropa ke Indonesia itu akan berdampak positif. Kunjungan wisatawan Eropa bisa meningkat tajam.

“Tidak hanya meningkat, kita punya kesempatan besar mengalahkan negara-negara tetangga kita kalau kita bisa menyenangkan mereka. Ini akan menjadi promosi dari mulut ke mulut yang baik ketika mereka kembali ke negaranya,” ujarnya. (*)

Bermain bersama Dewi Pule

0
foto: slemanonline

AIR sungai yang jernih mengalir. Pohon-pohon salak pondoh tumbuh merata di kebun. Rumah-rumah rapih berjejer. Sapaan ramah menyapa. Di Kejahuan Gunung Merapi tampak kokoh berdiri.

Begitulah suasana Desa Wisata Pulesari atau yang dikenal sebagai Dewi Pule.

Suasana seperti itulah yang akan dirasakan oleh siapa pun yang datang ke Pulesari, Wonokerto, Turi kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebuah anugerah yang bisa disyukuri oleh seluruh warga Desa Wisata Pulesari.

Mereka ingin berbagi kebahagiaan tinggal di Lereng Merapi, di ketinggian 400-900 meter di atas permukaan laut itu kepada lebih banyak orang. Maka pada 9 November 2012 mereka sepakat meluncurkan Pulesari sebagai Desa Wisata Budaya dan Tradisi.

Ya, di kawasan ini, penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Ada kegiatan rutin tradisi tahunan yaitu Upacara Adat Pager Bumi yang selalu dilaksanakan setiap Bulan Sapar Rabu Pungkasan. Kesenian lokal seperti Kubro Siswo, Tari Salak, jathilan, karawitan, bisa dinikmati di Pulesari.

Selain itu, beberapa faktor pendukung seperti makanan khas, sistem pertanian dan sistem sosial turut mewarnai sebuah kawasan desa wisata. Dengan sedikit polesan, penambahan sarana dan prasarana bermain, mempercantik lingkungan, berubahlah Pulesari sebagai Dewi Pule. Desa Wisata Pulesari.

Memanfaatkan sungai jernih yang hanya berjarak 200-300 meter terpisah jalan dan kebun salak, dilengkapilah sarana outbond, fun game maupun treking. Kemudian kekayaan berupa kebun salak pondoh dijadikan inspirasi untuk menjadi atraksi. Selain wisata memetik salak, kemudian dibuatlah paket mengolah salak menjadi berbagai produk olahan.

“Ada 12 olahan salak yang dikembangkan di sini. Di antaranya dodol salak, bakpia, wingko, enting-enting, kerupuk, nastar, madumongso, bakwan, sambal, oseng-oseng, nogosari dan kolak,” ujar Didik Irwanto, Ketua Desa Wisata Pulesari.

Apa yang disajikan Dewi Pule ternyata sangat diminati. Treking sungai dan belajar 12 olahan salak pondoh menjadi favorit. Kini, ratusan orang, mulai dari anak-anak SD, siswa SMP dan SMA, para mahasiswa maupun pekerja kantoran, berdatangan ke Pulesari. Ada yang hanya satu hari beraktivitas di sini, banyak pula yang menginap. Dengan 46 homestay yang ada, 600 orang rombongan pun bisa di tampung di Dewi Pule.

Sejumlah paket “bermain” maupun live in dengan harga yang sangat hemat bisa didapat di Dewi Pule. Sewa homestay mulai dari sewa satu homestay untuk 10 orang dengan harga Rp 150 ribu ( hanya Rp 15.000/orang) hingga yang satu kamar Rp 50 ribu untuk dua orang.

Paket bermain atau satu hari di Pulesari mulai dari Paket Tradisi seharga Rp 50 ribu (minimal 25 pax) hingga yang seharga Rp 100 ribu (minimal 25 pax). Murahnya paket one day tour seharga Rp 50 ribu bisa dilihat dari fasilitas yang akan diperoleh yakni welcome drink (jahe sereh), snack 1x Fun Game, Ice Breaking, Outbound, bumbung bocor, jembatan goyang, titihan bambu, serta makan dan minum sekali.

Sedangkan Paket Live In, mulai dari Paket Tradisi seharga Rp 175 ribu ( minimal 25 pax) hingga harga Rp 265 ribu (minimal 25 pax). Paket seharga Rp 175 ribu ini juga sangat murah karena akan mendapatkan fasilitas welcome drink, snack 2x, makan – minum tiga kali (malam, pagi, siang), pertunjukan seni, menginap di homestay, senam, outbound, bumbung bocor, jembatan goyang, dan titihan bambu.

Menginap di Pulesari, berarti para pengunjung pun turut merasakan suasana pedesaan yang masih asli dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ada enam pendopo yang tersebar di desa wisata ini. Pendopo-pendopo inilah yang dipakai untuk kegiatan tamu. Makan bersama untuk tamu disediakan di pendopo-pendopo ini.

Makanan untuk tamu disiapkan oleh ibu-ibu kelompok Dasa Wisma. “Jadi semuanya terlibat karena Desa Wisata Pulesari memang dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Pariwisata harus menyejahterakan warga,” tegas Didik.

Banyak alasan untuk datang dan menginap di Dewi Pule, desa wisata yang pernah mendapatkan Juara I Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2014. Dewi Pule juga merupakah salah satu perwakilan dari Yogyakarta berpartisipasi dalam mengikuti Community Based Tourism (CBT) Award ASEAN.

Menpar Arief Yahya tambah yakin bahwa Sleman, Jogjakarta bisa melompat lebih tinggi dalam memajukan desa wisata dengan homestaynya. Kesadaran sebagai Kota Wisata, Kota Seni Budaya dan Kota Pendidikan sangat kuat. (*)