Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13350

PAN Buka Pendaftaran Caleg

0
Ketua komite pemenang DPD PAN Karimun Achmad Djambi ketika memberikan keterangan pers, Rabu (3/5). F. Tri Haryono./batampos.

batampos.co.id – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karimun, mulai fokus penyiapan pemenangan pemilu legislatif 2019. Pendaftaran caleg pun sudah dibuka partai berlambang matahari ini sejak, Rabu (3/5) kemarin.

Pendaftaran dibuka hingga 30 Juli 2017 mendatang. Baik untuk masyarakat umum maupun pengurus DPD, DPC hingga simpatisan serta tokoh masyarakat.

”Persyaratan seperti biasa. Silakan mengambil formilir pendaftaran, foto copi KTA atau KTP, dan menyerahkan pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar di Sekretariat DPD PAN Kabupaten Karimun,” kata Ketua Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) DPD PAN Kabupaten Karimun, Achmad Djambi saat konferensi pers kemarin.

Ditambahkan, untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2019-2024 nantinya, DPD PAN Karimun akan menargetkan empat kursi di DPRD Karimun. Target tersebut berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Karimun-Buru satu kursi, Dapil II (Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Ungar dan Belat) dua kursi dan Dapil IV (Tebing, Meral dan Meral Barat) satu kursi.

”Jadi untuk Dapil III di Kecamatan Moro dan Durai, kita belum berani menyampaikan target kursi. Tapi, tetap kita upayakan kader-kader PAN di Dapil III untuk ikut di Pileg maupun dari luar kader partai. Makanya, dibuka pendaftaran Caleg diawal-awal sekarang ini,” jelas Achmad Djambi.

Dengan dibukanya pendaftaran caleg diawal-awal ini, nantinya bisa menjaring calon-calon yang akan menjadi wakil rakyat. Agar, nantinya benar-benar bisa menampung aspirasi masyarakat bawah untuk memasukkan dalam program pembangunan lima tahun kedepan. Selain itu, untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat supaya memilih figur yang benar-benar berkopeten.

”Intinya, jangan salah pilih wakil rakyat. Kita disini sebagai kapal yang menampung calon-calon wakil rakyat sesuai garis partai. Dan saya yakin masyarakat masih komitmen dengan partai berwarna biru,” ungkapnya. (tri)

ADD 38 Desa Sudah Cair

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun akhirnya mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang sejak empat bulan terakhir menyebabkan kepala desa bersama dengan perangkat desa belum menerima gaji dan tunjangan yang besarnya mencapai Rp 3 miliar lebih.

”Dari 42 desa yang ada seluruhnya di kabupaten kita, 38 desa sudah dicairkan ADD-nya yang bersumber dari APBD tahun ini. Jumlah yang dicairkan untuk setiap desa bervariasi. Tapi, rata-rata sekitar Rp 100 juta. Sedangkan, untuk empat desa lagi masih menunggu prosdes pencairan,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karimun, Abdullah, Rabu (3/5).

Memang, kata Abdullah, butuh waktu untuk mencairkan dana yang berasal dari APBD. Artinya, tidak bisa sekaligus untuk diproses. Melainkan bertahap. Untuk itu, empat desa yang belum menerima ADD diharapkan dapat bersabar. Sebab, pihaknya telah melakukan verifikasi. Dan, tinggal menunggu roposes pencairan dari bank ke rekening desa.

Menyinggung tentang penerimaan dana desa (DD) yang berasal dari APBN, Abdullah menyebutkan, sesuai dengan permintaan dari pusat yang telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten, maka pihak kabupaten telah melengkapi laporan pertanggungjawaban (LPj) tentang penggunaan DD pada tahun lalu.

”Salah satu syarat untuk pencairan DD dari APBN adalah LPj tahun lalu. Ityu (LPj, red) sudha kita lengkapi semua dan dikirimkan ke pusat. Saat ini, tinggal menunggu surat pencairan dari Kementerian Keuangan saja,” jelas Abdullah. (san)

Pemkap Siap Bersinergi dengan Bank Riau Kepri

0

batampos.co.id – Bupati Anambas, Abdul Haris, menginginkan Bank Riau Kepri mengembangkan sayapnya dengan membuka kantor pelayanan di sejumlah kecamatan terutama di dua kecamatan besar lainnya yakni di kecamatan Palmatak dan kecamatan Jemaja.

Pasalnya di dua kecamatan ini juga tidak kalah potensinya jika dibandingkan dengan pulau Siantan. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan perekonomian bisa berjalan dan berkembang secara bersamaan dan menyeluruh.

“Masyarakat disana juga perlu pelayanan bank,” ungkap Haris, ketika memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan dana kemitraan berupa satu unit mobil jenazah di gedung Balai Pretemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa belum lama ini.

Atas bantuan tersebut Haris yang mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten kepulauan Anambas mengucapkan terima kasih atas bantuan satu unit mobil jenazah yang sangat bermanfaat buat masyarakat Anambas.

“Bantuan yang menyentuh sosial dan kepentingan buat masyarakat ini, diharapkan dapat menambah hubungan baik dengan Bank Riau Kepri dan juga pihak Bank lain yang ada di Anambas,” kata Haris.

Deirektur Utama PT. Bank Riau Kepri irvandi Gustari, mengatakan jika kedatangannya bersama rombongan, selain untuk memberikan bantuan dana kemitraan kepada pemda pihaknya juga sudah melihat potensi kecamatan palmatak dan kecamatan Jemaja dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di kedua kecamatan tersebut.

“Bank Riau siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan perekonomian masyarakat Anambas,” ungkap Irvandi dalam sambutannya saat itu.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang Bank Riau Kepri Tarempa Desrian, mengaku jika dari hasil survey yang telah dilakukan, kedua kecamatan itu memang sangat berpotensi. “Kalau bisa kantor pelayanan di dua kecamatan itu akan dibuka tahun ini,” ungkapnya.

Diakuinya untuk membuka kantor pelayanan baru di dua kecamatan itu menemui kendala yakni ketersediaan listrik dan jaringan. Namun saat ini sudah tidak menjadi masalah karena listrik sudah 20 jam. Sehingga bisa ditutupi dengan mesin genset.

“Untuk listrik tak masalah karena empat jamnya bisa disuplai dengan genset. Jaringan juga tidak jadi masalah lagi,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, khusus untuk kecamatan Jemaja memiliki potensi pariwisata yang baik. “Bank Riau siap dukung pemerintah kembangkan sektor pariwisata,” jelasnya. (sya)

Pendidikan Masyarakat Pulau Kurang Diperhatikan

0

batampos.co.id – Anggota Dewan Kabupaten Lingga Ahmad Nasirudin mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Lingga lebih memperhatikan pendidikan bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil di Tanah Bunda Melayu ini. Menurut pria yang duduk sebagai anggota komisi I DPRD tersebut, kondisi pendidikan di kawasan pesisir lebih membutuhkan perhatian baik dari segi fasilitas maupun tenaga pengajar.

“Saya mengharapkan adanya perhatian pemerintah yang lebih kepada masyarakat di pulau-pulau terkait pendidikan di sana,” ujar pria yang akrab disapa Udin.

Udin menuturkan, salah satu pulau yang memerlukan perhatian adalah Desa Pulau Batang di Senayang yang hingga saat ini tidak memiliki bangunan SMP. Padahal menurut Udin, jumlah anak di wilayah itu cukup banyak sehingga memungkinkan untuk mendirikan sekolah tingkat SMP.

Selama ini, anak usia sekolah di Pulau Batang terpaksa harus menyeberang laut selama satu jam menggunakan pompong ke Tajur Biru untuk bersekolah. Karenanya setiap anak harus mengeluarkan uang transportasi pompong sebesar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu setiap hari.

“Jika satu keluarga dua anak yang mesti berangkat ke sekolah setiap hari, apakah tidak berat bagi warga di sana memenuhi kebutuhan mereka?” Ujar Udin.

Selain itu, politisi dari partai Nasdem tersebut mengatakan jika di kawasan perkotaan seperti Dabo Singkep mendapat bantuan atau subsidi transportasi seperti bus dan sebagainya, mengapa kawasan pesisir atau pulau tidak mendapat bantuan transportasi laut? Padahal semua warga berkedudukan sama baik di kota maupun masyarakat di pedesaan termasuk juga masyarakat yang tinggal di pulau.

Lebih lanjut Udin menyampaikan kalau DPRD akan mendukung seluruh tindakan yang akan diambil Pemerintah jika hal tersebut untuk mensukseskan pendidikan seperti yang selama ini didengungkan Pemda terkait program pendidikan gratis.

“Terlebih pimpinan daerah yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan dunia pendidikan, salah satunya pendidikan gratis,” ujar Udin. (wsa)

Lingga Berangkatkan 200 Kafilah ke Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga memberangkatkan 200 lebih khafilah untuk memeriahkan kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke-VII tingkat Provinsi Kepulauan Riau tahun 2017 yang dilaksanakan di Kota Batam, Kamis (4/5) mendatang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) pemerintah Kabupaten Lingga, Akhmad Zukhri yang menangani masalah ini mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari peserta lomba, pendamping, rombongan penggembira barisan pawai Ta’aruf, panitia STQ Kabupaten Lingga, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten setempat.

“Lingga akan menurunkan 14 orang peserta untuk mengisi dua cabang yang dilombakan pada STQ Provinsi di Batam nanti, diantaranya cabang Tilawah anak/dewasa dan cabang hafalan Qur’an (Hafiz) 1-30 Juz,” kata dia di Daik Lingga, Selasa (2/5).

Menurut Akhmad, Pemkab Lingga tidak hanya menargetkan capaian peringkat pada lomba Tilawah dan Hafiz saja, tapi juga pada kegiatan lain yang disertakan dalam agenda STQ tersebut, seperti stan bazar, rebana, dan pawai ta’aruf.

“Untuk Tilawah dan Hafiz, kami akan berupaya mencapai peringkat lebih baik dari tahun-tahaun sebelumnya. Tapi untuk stan bazar kami optimis. Karena tren Lingga selalu baik untuk yang satu ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, Kabupaten Lingga lewat kerjasama antara Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan (BPM-PTSPP), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan beberapa instansi daerah lainnya, akan menampilkan berbagai macam produk unggulan kreatif dan khas milik Bunda Tanah Melayu di stan bazar kabupaten.

“Kali ini Lingga akan menampikan kuliner khas Bunda Tanah Melayu yang masih dipertahankan sampai hari ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Lingga juga mengirimkan 49 hafiz Qur’an 5-30 Juz dari beberapa pesantren kabupaten setempat, untuk diwisuda bersama 1.000 hafiz se Kepulauan Riau oleh Guburnur Nurdin Basirun.

Dia berharap dengan keikutsertaan Lingga di agenda STQ tingkat Provinsi Kepri di kota Batam tersebut semakin menyemarakkan agenda bernuansa islami yang rutin digelar pemerintah daerah setiap tahunnya itu.

“Pada intinya, STQ ini bukan sebatas perlombaan saja. Tapi mengandung nilai-nilai religius. Kita tidak boleh melupakan tujuan sebanarnya yakni syiar islam, agar Al-Qur’an jadi pedoman hidup umat kedepan,” tutupnya. (wsa)

Perjalanan Dinas Luar Negeri Disorot

0

batampos.co.id – Akademisi Politeknik Negeri Batam, Zainuddin turut menyoroti rencana perjalanan dinas keluar negeri yang akan dilakukan sejumlah pejabat Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepri bersama beberapa Anggota Komisi IV DPRD Kepri. Menurutnya meskipun skala prioritas, jumlah yang berangkat cukup perwakilan saja.

“Pemerintah pusat sudah mengintruksikan, supaya pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran. Karena kondisi keuangan negara sedang tidak stabil,” ujar Zainuddin menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (3/5).

Dilakukannya fungsi pengawasan anggaran, pengawasan kegiatan, dan budgeting berada ditangan DPRD tentunya. Masih kata Zainuddin, kebiasaan buruk para wakil rakyat adalah berbondong-bondong melakukan perjalanan dinas keluar negeri. Sementara kondisi sosial ekonomi masyarakat tidak diperhatikan.

“Terkadang ego seperti ini yang menimbulkan reaksi ditengah-tengah masyarakat. DPRD juga harus mendukung efesiensi anggaran di daerah,” paparnya.

Mantan Komisioner KPU Batam tersebut juga mengatakan, APBD Kepri masih rawan terjadi defisit anggaran. Untuk menyiasati ini, perlu ada pembatasan-pembatasan. Seperti mengurangi perjalanan dinas, baik keluar negeri maupun dalam negeri.

“Artinya secukupnya saja, yakni sesuai dengan yang dibutuhkan. Karena bisa dijamin, semakin banyak jumlah yang berangkat, pasti tidak fokus dengan tujuan yang dicari,” tegas Zainuddin.

Sebelumnya, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepri, Amir Husin membenarkan adanya rencana perjalanan dinas ke Belanda pada pertengahan bulan ini. Adapun agendanya adalah untuk mencari dokumen Sultan Mahmud Riayat Syah III.

Menurutnya, perjalanan tersebut adalah upaya untuk menuntaskan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional ke tiga dari Kepri. Disebutkannya, untuk kepentingan ini Pemprov Kepri melalui BPAD Kepri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 300 juta. Dijelaskannya, anggaran tersebut bukan semata untuk perjalanan, tetapi juga untuk keperluan mencari dokumen-dokumen yang dibutuhkan.(jpg)

52 Hafiz Atthoiriyah Wakili Karimun

0

batampos.co.id – Hafiz yang kini menimba ilmu di Yayasan Atthoiriyah, Kecamatan Moro, mendominasi kafilah Karimun di ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) VII Provinsi Kepri yang dilaksanakan di Kota Batam, Kamis (5/5) ini. Sebanyak 52 hafiz/hafizah Atthoiriyah sudah bertekad memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Karimun dalam upaya merebut juara umum.

“Selaku pimpinan kecamatan, tentu saya bangga banyak hafiz/hafizah dari Kecamatan Moro mewakili Karimun di ajang STQ Kepri. Mereka semangat, dan berjanji mengerahkan kemampuan untuk mengharumkan nama Karimun di pentas STQ,” tegas Camat Moro, M Fidias, Rabu (4/5) kemarin.

Adapun cabang atau golongan Hifzhil Alquran 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz merupakan andalan kafilah Karimun. Mengingat, Ma’had Tahfizul Quran Atthohiriyah adalah pondok pesantren yang sistem pendidikan utamanya adalah Hafiz Quran.

“Memang kita sangat berharap, hafiz dari yayasan Atthohiriyah mampu memberikan yang terbaik di ajang STQ. Khususnya yang menjadi andalan di cabang Hifzhil Alquran 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz,” papar Fidias.

Menghadapi STQ Kepri, kafilah Kabupaten Karimun sudah menjalani pemusatan pelataihan (TC). Pembimbing yang didatangkan sebanyak 9 orang dari tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten.

”Target kita juara umum di STQ Provinsi Kepri kali ini,” tegas Ketua LPTQ Karimun, Anwar Hasyim.

Untuk itu, Anwar Hasyim meminta seluruh kafilah mampu memberikan yang terbaik. Tidak ketinggalan, Anwar berpesan agar seluruh kafilah tetap menjaga kesehatan, dan selalu berdoa.

“Teruslah tingkatkan pemahaman Alquran, dan jangan lupa jaga kesehatan. Semoga target juara umu bisa terpenuhi,” harap Anwar Hasyim. (enl)

Pemeliharaan RTH Capai Rp 500 Juta

0

batampos.co.id – Pemkab Karimun akan melakukan pemeliharaan terhadap Ruang terbuka hijau (RTH), salah satunya yang ada di Jalan Jenderal Sudiman atau tepatnya di depan RSUD M Sani, Tanjungbalai Karimun.

Untuk pemerliharaan tersebut, Pemkab Karimun menganggarkan Rp 500 juta lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN yang saat ini sedang diproses lelang. Hal tersebut dibenarkan oleh Kadis Pertamanan dan Penataan Pemukiman Karimun, Rosmawati, Rabu (3/5).

Tidak hanya dari DAK APBN, katanya, alokasi dana yang dialokasi dari APBD tahun ini juga ada. Diperuntujkkan untuk di samping lokasi RTH tersebut. Sehingga, lokasinya akan semakin luas.

”Semakin banyak RTH semakin baik. Untuk itu, ke depan kita sudah merencanakan untuk menambah RTH di wilayah Tanjungbalai Karimun. Salah satu yang bisa ditata untuk lokasi baryu RTH itu di sekitar atau di pintu masuk perkantoran Kantor Bupati. Di sana kita lihat sudah banyak pohion dan ada taman. Sehingga, tidak salah jika ditata untuk lebih bagus lagi,” ujar Rosmawati.

Sementara itu Kadis Lingkungan Hidup Karimun, Heriyadi menyebutkan hutan taman kota (HTK) saat ini memang masih minim, untuk itu berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, ada lokasi baru yang tidak jauh di Perumahan Griya Paraja.

”HTK saat ini memang ada, tapi tidak cukup luas. untuk sebuah kabupoaten, HTK memang dibutuhkan. Apalagi dikaitkan denganm penilaian untuk meraih adipura. Karena, kredit poinnya cukup tinggi,” paparnya. (san)

Program Magang Kemenkop UKM 2017 Dorong 500 Wirausaha Muda

0

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong dunia usaha membuka kesempatan magang bagi pemuda.

Melalui kegiatan ini peserta akan mendapat pengalaman langsung sebagai seorang wirausahawan.

Nantinya, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri atau menjadi mitra usaha di tempat mereka magang.

Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, Hariyanto mengatakan program yang digagas pemerintah melalui Kemenkop UKM ini bertujuan untuk menularkan mental, jiwa, dan semangat berwirausaha kepada pemuda melalui pemberian pemahaman dan pengalaman praktik-praktik wirausaha pada dunia usaha khususnya UKM sehingga diharapkan dapat tercipta wirausaha muda yang memiliki kompetensi baik.

‘’Program magang dilaksanakan dengan dasar hukum UU Nomor 20 Tahun 2008 pasal 19 ayat 1 yakni dalam rangka memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan, meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, serta membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan. Intinya, kegiatan ini untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi, dan kreativitas bisnis, dan penciptaan wirausaha baru,’’ ujar Hariyanto.

“Peserta yang berhak mengikuti program magang ialah peserta yang dijaring oleh panitia seleksi dengan kriteria diantaranya pria dan wanita berumur 17-30 tahun, minimum SMA sederajat, dan lolos seleksi serta bersedia mengikuti tata cara magang yang berlaku”, lanjut Hariyanto.

“Program magang yang berjalan berhasil merekrut sebanyak 100 peserta dan 20 UKM, yang mana setiap satu UKM menampung peserta magang sebanyak 5 orang,’’ ungkap Hariyanto.

Proses magang akan dilaksanakan selama 25 hari. Dimana para peserta akan dibagi dalam kelompok bidang spesifik (produksi UKM) dan manajemen usaha (pembukuan dan lain-lain), serta dilakukan secara intensif melalui proses monitoring. Sebelum mulai magang, para peserta, pendamping dan pemilik UKM diberi pembekalan terkait aktivitas magang dengan cara diberi buku panduan magang dan akan dibagi kelompok bagi setiap UKM yang menerima peserta magang.

“Peserta magang dijaring oleh Dinas Koperasi dan UKM yang nantinya akan merekomendasikan UKM yang berminat menjadi tempat magang, merekomendasikan peserta magang, serta melakukan monitoring pelaksanaan magang,” tandas Hariyanto.

Hariyanto mengatakan, selama proses magang, monitoring dan perekaman akan dilakukan setelah 14 hari berjalannya kegiatan. Pihak kementerian didampingi Dinas Koperasi dan UKM provinsi akan melakukan kunjungan langsung ke UKM pendamping untuk mengevaluasi proses magang yang sedang berjalan.

Dengan begitu, para peserta yang mengikuti program magang diharapkan dapat memahami dan menyelami dunia bisnis praktis, terutama kewirausahaan secara langsung.

“Peserta akan dibekali dengan pelatihan mulai dari proses produksi, kemasan, manajemen usaha hingga pemasaran,” jelasnya.
ilustrasi

Melalui pelatihan magang kali ini, para peserta diharapkan menjadi wirausaha muda yang mandiri yang dapat menjadi mitra usaha ditempat magangnya masing-masing.

”Manfaat melalui program ini peserta yang notabene baru belajar menjadi wirausaha akan mendapatkan informasi praktek kewirausahaan secara langsung. Mereka juga mendapatkan keterampilan yang berguna sebagai bahan pertimbangan rencana masa depan. Program ini diharapkan dapat memotivasi dan memberikan alternatif bagi pemuda apabila berminat membuka usaha,” ujar Hariyanto.

Selain itu, menurutnya, program magang juga mendatangkan manfaat bagi UKM mitra magang yakni menularkan pengetahuan dan metode kepada peserta dan diharapkan dapat mengembangkan usahanya secara teori atau keilmuan.

Di samping itu, dalam program itu ada interaksi dengan akademisi sehingga diharapkan akan memperkaya metode dan alat di dalam menjalankan usahanya.

“Kami berharap melalui program magang dapat terjadi peningkatan kapasitas dan kredibilitas, serta memperluas jaringan usaha UKM,” katanya.

Khusus awal tahun ini, program magang diberikan kepada 500 peserta yang telah lolos seleksi. Peserta akan ditempatkan pada 100 UKM pendamping. Kegiatan ini di laksanakan di 5 (lima) Provinsi yakni Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara.

Jawa Timur

Program Magang Kemenkop dan UKM ditahun 2017 ini diawali dengan dilaksanakannya pembukaan kegiatan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan dibuka langsung ketuanya, I Gusti Ayu Bintang Darmawati di pendopo Krido Manunggal Tuban di Jl. Gub. RM. Suryo, Tuban.

Magang diikuti oleh 100 orang peserta dan 20 UKM pendamping. Peserta akan mendapat pelatihan selama 25 hari, mulai Senin (6/3/2017) sampai Jumat, (7/4/2017). Program magang ini akan resmi ditutup Minggu, (9/4/2017).

Bali

Sedangkan di Provinsi Bali, program dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga di Hotel Aston Denpasar, Selasa, (21/3/2017).

Peserta yang mengikuti program sebanyak 100 pemuda dan 20 UKM Pendamping yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar.Program Magang akan dilaksanakan mulai Senin, (27/3/2017) sampai Jumat, (28/4/2017) dan ditutup Kamis, (4/5/2017).

Jawa Tengah

Khusus di Provinsi Jawa Tengah pembukaan magang dilaksanakan pada Rabu, (26/4/2017) di Semarang. Pelaksanaan kegiatannya mulai dilakukan, Kamis, (27/4/2017) sampai Senin (5/5/2017) dan ditutup Sabtu, (10/6/2017). Peserta magang berasal dari 5 kabupaten dengan peserta masing-masing 20 orang dan 5 orang dari UKM di setiap kabupatennya. Kelima kabupaten tersebut ialah Temanggung, Wonosobo, Karanganyar, Wonogiri dan Purworejo.

Yogyakarta

Sementara, Kabupaten Kulonprogo dipilih mewakili Provinsi DI Yogyakarta. Pembukaan Program Magang dibuka Sekretariat Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nutyanto di Hotel King, Jumat (28/4/2017).

“Tujuan utama kegiatan magang ini bagi peserta selain mendapat teori tentang kewirausahaan dan kiat dan strategi didalam kelas, tetapi peserta magang dapat terjun langsung melihat para pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan usahanya,” ujar Rully.

Kegiatan diikuti oleh 100 peserta magang dan 20 UKM Pendamping yang dimulai Selasa, (2/5/2017) sampai Rabu (7/6/2017). Program ini akan ditutup Minggu, (11/6/2017).

Kalimantan Utara

Pembukaan program magang di Provinsi Kalimantan Utara akan dilakukan pada Rabu (17/5/2017). Kegiatan diikuti oleh 100 peserta pada 20 UKM pedamping. Peserta magang ini berasal dari Malino dan Tarakan. Pelaksanaan program magang dimulai, Senin (22/5/2017) sampai Jumat, (30/6/2017) dan ditutup pada Rabu, (5/7/2017).(Adv)

Dinas PMD Gelar Lomba Inovasi TTG

0
Salah satu pelajar peserta TTG memaparkan hasil karya TTG nya dihadapan juri, Rabu (3/5). F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Karimun, Rabu (3/5), mengadakan lomba inovasi teknologi tepat guna (TTG) ke- IV se Kabupaten Karimun yang diikuti 20 peserta dari tingkat SMA/Sederajat dan umum. Kepala Dinas DPMD Karimun Suwedi memaparkan, melalui lomba inovasi teknologi tepat guna kita optimalkan potensi sumber daya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

”Kita berikan kesempatan kepada para pelajar maupun generasi muda pada umumnya, untuk memanfaatkan teknologi yang ada supaya tepat guna. Yang pada akhirnya, dapat memasyarakatkan teknologi untuk menumbuhkan budaya entrepreneur dan wirausaha,” ungkapnya.

Dengan demikian, diharapkan kedepan bisa memotivasi masyarakat dan generasi muda untuk mampu menciptakan kreativitas ide-ide baru teknologi sederhana yang sangat membantu pengembangan ekonomi masyarakat itu sendiri. Sehingga, bisa tepat sasaran yang diharapkan terutama bagi kalangan pelajar untuk memanfaatkan bahan-bahan di sekitarnya bisa dijadikan teknologi tepat guna.

”Nah, bagi pelajar ketika hasil karyanya dapat dimanfaatkan masyarakat. Ini berarti memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan teknologi tepat guna,” tuturnya.

Lanjut Suwedi lagi, peserta yang mendaftar beberapa waktu lalu ada 38 peserta yang berasal dari 9 kecamatan. Namun, setelah dilakukan verifikasi hanya 20 peserta saja yang pasti ikut dengan juri dihadirkan sebanyak 3 orang. Sedangkan, hadiah bagi pemenang diberikan juara pertama Rp5 Juta, juara kedua Rp4 Juta, juara ketiga Rp3 Juta dan juara harapan satu, kedua dan tiga masing-masing mendapatkan Rp500 ribu.

”Kegiatan ini dua hari dilaksanakan, dengan memaparkan hasil karyanya dan apa saja manfaat alat tersebut kepada tim juri,” jelasnya.

Sementara Asisten I Setkab Karimun Muhammad Tang mengatakan, peserta yang menjadi juara nantinya dapat mewakili kabupaten Karimun dalam lomba teknologi tepat guna tingkat Nasional di Sulawesi Tengah. Sehingga, hasil karya teknologi tepat guna bisa meningkatkan produktivitas kesejahteraan masyarakat.

”Pemkab Karimun melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai fasilitator untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda. Pemanfaatan teknologi menjadi alat yang tepat guna,” singkatnya. (tri)