batampos.co.id – Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Karimun H Anwar Hasyim yang juga Wakil Bupati Karimun berpesan kepada para qori dan qoriah agar memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk melatih beberapa cabang yang akan dipertandingkan di Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Provinsi Kepulauan Riau yang akan dilaksanakan di Batam bulan Mei ini.
Melalui Training Center (TC), jangan segan-segan untuk memperbaiki pembacaan Alquran dengan pembimbing 9 orang dari Nasional maupun Provinsi dan Kabupaten.
”Target kita juara umum di STQ Provinsi Kepri nanti. Untuk itu anak-anak ku sekalian silahkan, terus tingkatkan pemahaman Alquran dan jangan lupa jaga kesehatan,” kata Anwar Hasyim, kemarin (1/5).
TC yang diadakan oleh LPTQ Karimun ini, bertujuan untuk menfokuskan qori dan qoriah di cabang masing-masing yang akan di pertandingkan di STQ Provinsi Kepri. Sehingga, tidak bercampur dengan yang lainnya dimana masing-masing cabang akan dibimbing oleh pembimbing yang sudah ahli dibidangnya.
”Orangtuanyapun ikut melihat dan menyaksikan anak-anaknya belajar Al Quran. Dan saya memohon doanya kepada masyarakat Karimun supaya berjalan lancar dan dapat meraih juara umum,” tuturnya.
Lanjut Anwar lagi, adapun cabang atau golongan yang dipertandingkan nanti yaitu cabang tilawah anak-anak, kemudian tilawah dewasa . Hifzhil Alquran yang terbagi 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, 10 juz, 20 juz, 30 juz. Selain itu ada Tafsir Alquran dengan bahasa arab. (tri)
batampos.co.id – Anggota DPRD Provinsi Kepri Erry Suandy mendesak dinas perhubungan (dishub) provinsi, dan pihak syahbandar Tanjungbatu segera mengoperasikan ruang tunggu pelabuhan Tanjungbatu. Hal itu guna mengantisipasi meningkatnya penumpang terlebih menjelang Ramadan dan Indul Fitri.
“Sudah banyak masyarakat yang menanyakan pada saya kapan dioperasikan ruang tunggu di pelabuhan Tanjungbatu. Saya akan menghubungi Dishub Provinsi Kepri dan Syahbandar Tanjungbatu kira-kira apa yang menjadi kendala. Pokoknya saya minta agar lebaran tahun ini ruang tunggu sudah ditempati,” tegas Erry, Senin (1/5) kemarin.
Pihaknya sudah bertemu dengan pihak syahbandar dan dinas perhubungan provinsi Kepri membahas mangkraknya ruang tunggu tersebut. Mereka sepakat untuk segera mengoperasikan terminal dan ruang tunggu meskipun sebelumnya ada sedikit kesalahan antara keduanya. Terutama dari dinas perhubungan yang akan membangun fasilitas di atas lahan syahbandar Tanjungbatu, setelah proyeknya selesai tak kunjung diserahterimakan.
Terminal dan ruang tunggu merupakan proyek dinas perhubungan provinsi Kepri tahun anggaran 2013 menyerap APBD Provinsi Kepri sebesar Rp2,6 miliar. Meskipun proyek ini sudah dilengkapi fasilitas penunjang dan diresmikan oleh gubernur Kepri, namun sampai sekarang belum juga ditempati. Warga sudah cukup lama menunggu kapan terminal dan ruang tunggu pelabuhan Tanjungbatu dioperasikan. (ims)
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan salah seorang nelayan disalah satu pelantar di Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan luasnya laut di Kepri harus mampu memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Potensi yang besar kalau kita kelola dengan baik, akan mengangkat kesejahteraan masyarakat.
“Sayang laut begini luas, namun penduduk pesisir kurang menikmati kesejahteraan,” kata Nurdin pekan lalu, saat bertemu dengan sejumlah nelayan di Batam.
Menurut Nurdin, bantuan-bantuan pemerintah, baik pusat maupun provinsi dan kabupaten kota selalu ada. Misalnya, ada bantuan keramba, bagaimana pengelolaan dan hasilnya bisa maksimal.
“Jangan habis panen tak ada modal lagi,” kata Nurdin.
Nurdin berharap manajemen pengelolaan oleh nelayan harus semakin baik dan bagus. Termasuk manajemen bisnisnya.
Sebagai orang yang pernah juga hidup dengan menjual beli ikan, Nurdin menyampaikan pentingnya pengelolaan yang baik. Kadang toke pembeli ikan, punya banyak cara agar saat nelayan panen harganya ditekan murah.
Para toke, misalnya, kata mantan nakhoda kapal ini menyebutkan, ikan yang sama dipanen nelayan sedang melimpah. Sehingga harga harus jatuh. Demikian juga setelah panen, pesan Nurdin jangan sampai tak berproduksi lagi.
“Kadang dah dapat duit bukan beli bibit baru. Beli kendaraan motor,” kata Nurdin.
Nurdin juga berpesan bantuan-bantuan pemerintah jangan sampai tidak bermanfaat. Nanti, bantuan yang ada, mesinnya dimana, kapalnya entah di mana. Demikian juga ketika memberi bantuan, Nurdin menegaskan instansi terkait jangan asal bantu.
“Beri bantuan yang benar-benar bermanfaat, bukan asal ada proyek,” ingat Nurdin. (bni)
batampos.co.id – Sejumlah Pejabat di lingkungan Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Kepri bersama sebagian Anggota Komisi VI DPRD Provinsi Kepri bersiap-siap melakukan pelesiran kembali di Belanda. Adapun dalihnya adalah untuk melengkapi dokumen pengusulan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai pahlawan nasional.
Informasi yang didapat di internal BPAD Kepri, saat ini sedang dilakukan pengurusan VISA kunjungan ke Belanda. Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kepri yang meminta namanya tidak dikorankan, membenarkan adanya rencana ke negara kincir angin tersebut. Menurut pria tersebut, tujuannya memang untuk melengkapi dokumen Sultan Mahmud Riayat Syah III.
“Kita ambil yang postifnya saja, yakni untuk menuntaskan perjuangan Kepri menjadikan Sultan Mahmud Riayat Syah III sebagai Pahlawan Nasional ketiga dari Kepri,” kata dia menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (1/5) di Tanjungpinang.
Terkait rencana pelesiran ini, Batam Pos berusaha untuk konfirmasi ke Kepala BPAD Kepri, Amir Husin. Akan tetapi, sampai saat ini tidak memberikan respon apapun. Seperti diketahui, pada 2015 lalu BPAD Kepri bersama sejumlah Komisi IV DPRD Kepri juga melakukan kunjungan ke Belanda. Namun hasilnya adalah gagalnya Sultan Mahmud Riayat Syah III menjadi pahlawan nasional.
Rencana kegiatan tersebut tentunya bertentangan dengan perintah yang disampaikan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Beberapa waktu lalu Nurdin mengatakan dirinya akan membatasi setiap Organisasi Perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri untuk melakukan studi banding ke luar negeri. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menekan anggaran yang tidak tepat sasaran. Apalagi Provinsi Kepri mengalami defisit anggaran dengan adanya pemangkasan anggaran oleh pusat.
Mantan Bupati Karimun tersebut juga mengatakan, selain menyorot studi banding ke luar negeri, perjalanan ke luar daerah yang memang sekiranya tidak perlu jangan dilakukan. Karena meskipun sedikit-sedikit, tetapi apabila dikumpulkan nilainya akan menjadi banyak. Nurdin tetap berharap, kebijakan yang akan dibuat pemerintah pusat tidak membuat anggaran Kepri kembali defisit. (jpg)
batampos.co.id – Seorang warga negara Malaysia bernama Abdul Jalil bin Muhammad Daud, diamankan polisi di parkiran bandara internasional Hang Nadim Batam pada Kamis (27/4) lalu. Ia diduga hendak menyelundupkan tiga calon TKW ke luar negeri.
Menurut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya, Abdul Jalil yang kelahiran Johor 1965 itu awalnya berjalan bersama tiga wanita yakni Suarni binti Suarni Adar, Eliza Dwi Yuniar dan Sunarti binti Suparman di parkiran kedatangan bandara Hang Nadim Batam.
Ada warga yang curiga dengan mereka. Warga kemudian menanyakan hubungan Abdul Jalil dengan tiga wanita tersebut. Kepada warga, Abdul mengaku sebagai paman dari mereka. Karena makin curiga, Abdul cs dibawa ke Polsek Bandara. Setelah diperiksa ternyata para wanita tersebut telah dibekali paspor dengan tujuan hendak bekerja di Dubai.
Polisi ikut mengamankan barang bukti berupa paspor, boarding pass pesawat Lion Air dari Jakarta ke Batam milik ketiga wanita tersebut juga uang milik Abdul Jalil. Abdul Jalil diduga terlibat kasus penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri (Pasal 102 UU Nomor 39 tahun 2004). (cr1/spt)
batampos.co.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga Junaidi Adjam menyampaikan target yang telah dicapai Kabupaten Tanah Bunda Melayu dalam hal peraihan Adipura Buana telah berjalan hingga 80 persen. Jika beruntung, pada Mei tahun ini, Bupati Lingga akan dipanggil Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan RI di Jakarta untuk memberikan presentasi terhadap pencapaian kebersihan dan kesehatan di Kabupaten Lingga.
“Tidak semua daerah yang di panggil untuk presentasi,” ujar Junaidi kepada Batam Pos yang ditemui saat membersihkan Jalan Perusahaan, Dabo Singkep, Minggu (30/4) pagi.
Junaidi menambahkan, hingga saat ini pencapaian Kabupaten Lingga dalam hal peraihan Adipura Buana telah mencapai 80 persen keberhasilan. Pasalnya, Junaidi menyampaikan seluruh persyaratan dan indikator penilaian keseluruhannya masuk dalam kreteria penilaian dan terpenuhi.
Hal tersebut diketahui Junaidi setelah kunjungan tim ferivikasi dan Tim juri belum lama ini. Mereka meninjau sebanyak 40 titik pantau dari perkotaan hingga kawasan tempat pembuangan akhir (TPA) di Singkep Barat.
Sedangkan dua indikator yang sangat berat dan sulit yakni kebersihan dan pengolahan sampah telah dipenuhi Pemkab Lingga sehingga seluruh indikator penilaian masuk karegori dan telah terpenuhi. Indikator kenersihan yakni perkotaan dan perkantoran termasuk dalam kategori bersih.
Indikator lainnya yakni pengolahan sampah, Kabupaten Lingga khususnya Dabo Singkep juga telah memiliki TPA yang baik, bank sampah serta tempat pengolahan sampah dengan skala rius, riduse dan ricikle.
“Intinya semua telah terpenuhi dan tim juti telah memantau seluruh indikator yang memastikan Lingga masuk dalam kreteria kota peraih Adipura Buana,” ujar Junaidi.
Namun lebih jauh lagi, Junaidi menginginkan agar seluruh kegiatan yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup bersama dinas lainnya dan masyarakat tidak hanya berhenti pada kegiatan peraihan adipura saja. Menurutnya yang utama adalah daerah yang bersih dan sehat untuk menjadikan masyarakat yang lebih baik lagi.
“Setiap insidentil kami tetap akan turun kelapangan membersihkan kawasan kota dan sekitarnya,” kata Junaidi. (wsa)
batampos.co.id – Eko Saputra, 22, dan Radimansyah,18, dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Keduanya dalam keadaan mabuk lalu membawa kendaraan dan mengalami kecelakaan di jalur utama Ranai depan Masjid Agung, sekitara pukul 01.00 WIB, Minggu (30/4).
Kapolres Natuna, AKBP Charles Panuju Sinaga melalui Kasat Lantas AKP Awang Sugiharto mengatakan, pengendara dan penumpang sepedamotor Mio dalam pengaruh minuman beralkohol dan lem.
“Kami mengamankan barang bukti, sepeda motor Mio BP 4363 NA warna merah dan sepeda motor Kawasaki Kaze BP 2312 BB warna hitam yang terlibat tabrakan. Dari sepeda motor Mio kita dapat Lem Fox,” ujar Awang.
Dijelaskan Awang, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Mio melaju kencang dari arah Ranai menuju Mesjid Agung. Dengan kecepatan tinggi itu mereka langsung berpindah jalur tanpa perhitungan.
Di arah berlawanan, sepedamotor Kawasaki Kaze yang dikendarai Abdul Kholik,24 memboncengi Sohibul Kahfi ,38. Mereka membawa gerobak gandeng di belakang sepedamotor tersebut. Gerobak itu digunakan untuk berdagang usai perhelatan STQ Natuna di kompleks mesjid Agung.
Akibat tabrakan tersebut, penumpang Kawasaki Kaze, Kahfi yang memegang gerobak mengalami luka robek pada dagu dan tangan sebelah kanan. Untung pengendaranya, Abdul hanya mengalami luka lecet pada dagu. Namun sepeda motor mereka rusak dan gerobak pecah berserakan.
“Tapi dua pemuda yang membawa sepedamotor Mio serta penumpangnya mengalami luka serius. Pengendaranya (Nòpi,red) patah tangan kiri, patah kaki kanan dan luka di mulut sampai gigi bagian atas rontok semua. Sama juga Radimansyah, yang diboncenginya. Kaki kanan patah dan luka robek di kaki kiri,” kata Kasat Lantas. (arn)
batampos.co.id – Pemerintah bersiap mencabut subsidi bagi pelanggan listrik daya 450 volt ampere (VA).
Sebelumnya, pemerintah berhasil mencabut subsidi listrik bagi 18,7 juta pelanggan 900 VA sehingga tarifnya telah mengikuti keekonomian.
Pekerja mengganti kabel pada salah satu tiang listrik di jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, belum lama ini. Foto.Yusnadi/Batam Pos
Kepala Biro Komunikasi Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, subsidi listrik 900 VA kini tinggal dinikmati 4,1 juta pelanggan yang terkategori miskin.
Mereka tetap mendapatkan tarif listrik Rp 605 per kWh.
Proses pencabutan subsidi untuk pelanggan 450 VA yang tergolong mampu juga sudah berjalan.
PLN dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) kini sedang memeriksa identitas pelanggan 450 VA dan mencocokkan dengan data masyarakat miskin yang dimiliki TNP2K.
Proses pemeriksaan diperkirakan selesai pada Oktober 2017.
Setelah itu, pemerintah baru bisa menentukan waktu pencabutan subsidi bagi pelanggan 450 VA yang tidak termasuk dalam data TNP2K.
Spesialis Komunikasi Hubungan Luar TNP2K Regi Wahono mengakui, proses pemilahan sedang berjalan.
Pihaknya menargetkan pemilahan selesai pada Agustus atau September mendatang.
Bukan tidak mungkin, pada Oktober data sudah bisa disahkan.
’’Sebelum selesainya pembahasan APBN 2017, pendataan harus selesai,’’ ungkapnya.
Saat ini, jumlah pemakai 450 VA mencapai 27 juta pelanggan. Artinya, terdapat kenaikan empat juta pelanggan.
TNP2K akan menggunakan data terpadu program penanganan fakir miskin (PPFM) untuk menentukan warga yang berhak mendapat tarif subsidi.
’’Mekanismenya sama. PLN akan datang dari pintu ke pintu untuk menyesuaikan data,’’ imbuhnya.
Proses verifikasi lapangan akan dilakukan lagi karena pada tahun lalu hanya dilaksanakan untuk pelanggan 900 VA.
Bedanya, jumlah warga yang masih berhak mendapatkan subsidi listrik untuk kelompok itu diperkirakan lebih besar jika dibandingkan dengan penerima subsidi untuk pelanggan 900 VA yang hanya 4,1 juta.
’’Kalau dari data terpadu, ada 14 juta orang miskin yang berhak mendapat subsidi,’’ terangnya.
Saat ini, data pelanggan kelompok 450 VA dari PLN sudah berada di TNP2K. Setelah semua proses verifikasi selesai, datanya akan diberikan kepada Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Pengamat energi Febby Tumiwa menilai, pemerintah memang perlu tegas kepada warga yang memanfaatkan subsidi.
Alasannya, banyak pelanggan 450 VA yang tergolong mampu.
’’Misalnya, pemilik usaha kos-kosan. Mereka, kan, tidak layak disubsidi. Subsidi hanya untuk orang tidak mampu,’’ terangnya.
Namun, Febby menyoroti kriteria orang miskin yang berhak mendapatkan subsidi.
Dia meminta pemerintah tidak sekadar menjadikan data penduduk miskin di TNP2K sebagai dasar pemberian subsidi.
”Pemerintah harus benar-benar turun ke lapangan berbekal definisi yang jelas,” katanya.
Tarif adjustment untuk pelanggan rumah tangga (R1) saat ini adalah Rp 1.467,28 per kWh.
Tarif listrik pelanggan 900 VA nonsubsidi menjadi Rp 1.352 per kWh. Artinya, terjadi kenaikan dari tarif listrik bersubsidi Rp 605 per kWh. (dim/c6/noe)
batampos.co.id – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Atma Dinata mengatakan hasil UN 2017 tingkat SMA/SMK akan diumumkan, Selasa (2/5) secara serentak. Menurut Atma, sesuai intruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hasil secara keseluruhannya akan disampaikan hari ini.
“Penyampaiannya serentak hari ini, apapun hasilnya tentu adalah yang terbaik bagi nama Provinsi Kepri” ujar Atma Dinata menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (1/5) di Tanjungpinang.
Pria yang duduk sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA Disdik Kepri tersebut mengatakan, apapun hasilnya UN tidak terlalu berpengaruh pada kelulusan siswa. Karena yang menentukan kelulusan adalah rapat akhir sekolah. Ia tetap berharap, Kepri bisa mempertahankan raihan UN tahun ini seperti tahun sebelumnya.
Masih kata Atma, sebanyak 20.516 pelajar SMA/SMK sederajat di Kepri yang telah mengikuti UNBK yang digelar pada 3 April sampai 6 April lalu untuk SMK. Sedangkan untuk UNBK SMA akan digelar pada 10 hingga 13 April lalu. Jumlah keseluruhan berada di tujuh Kabupaten/Kota yang ada diwilayah Provinsi Kepri.
“Tanjungpinang 2.866 peserta UN SMA/SMK. Kemudian di Kabupaten Bintan jumlahnya 1.706, Batam 10.124, Karimun, 3.090, Natuna 1.155, Lingga sebanyak 1.024.Dimana untuk tingkat SMA/MA totalnya berjumlah 12.848 peserta dan untuk SMK sebanyak 8.032 peserta,” tutup Atma
Seperti diketahui, Provinsi Kepri mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan nasional. Pasalnya Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) Provinsi Kepri 2016 lalu. Yakni, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) meraih predikat terbaik pertama. Sementara untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peringkat lima nasional. Sedangkan untuk jurusan IPA Kepri berada diperingkat tujuh nasional.(jpg)
Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batamcenter, Senin (1/5), Penumpang yang berasal dari Singapura dan Malayasia ini akan pulang usai menikmati liburan di Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)
batampos.co.id – Pelabuhan Ferry Internasional Batam, arus balik libur panjang para turis asal Singapura dan Malaysia tampak sesak menunggu antrean masuk ke dalam kapal, saat lLibur panjang yang berakhir pada Senin (1/5/2017) .
Tak ayal pihak pelabuhan terpaksa melakukan sejumlah manajemen demi mengatur kelancaran arus penumpang melewati pintu pemeriksaan. Bahkan petugas jaga pun diperbanyak untuk mengantisipasi kejadian yang tak diiinginkan.
Pantauan Batam Pos, ratusan penumpang yang hendak meninggalkan Batam menuju Singapura dan Malaysia tampak antre. Mereka berbaris dan menunggu giliran masuk karena ruang tunggu keberangkatan penuh.
Supervisor Pelabuhan Internasional Batamcenter, Frans Siagian mengatakan, peningkatan jumlah penumpang terjadi pada arus keberangkatan. Ruang tunggu keberangkatan sudah dipadati penumpang yang merupakan warga negara asing (WNA) sejak Senin pagi.
“Kalau arus balik ke Batam memang meningkat dibanding hari biasa. Namun arus balik ke Singapura dan Malaysia jauh lebih meningkat sejak pagi tadi (kemarin, red),” ujar Frans.
Menurut dia, agar tidak terjadi desak-desakan di ruang tunggu, pihaknya menutup beberapa jalur menuju ruang keberangkatan. Bahkan sebelum masuk ruang keberangkatan, para penumpang harus melewati beberapa kali antrean.
Antrean pertama di bawah tangga eskalator, kemudian di atas tangga eskalator dan selanjutnya konter pegecapan paspor menuju ruang tunggu. “Beberapa jalur kami tutup agar tak ada desak-desakan. Jadi semua penumpang wajib antre sebelum masuk ruang keberangkatan. Bahkan untuk jalur yang dari Megamal saja kami tutup,” terang Frans.
Frans memerkirakan jumlah penumpang meningkat beberapa kali lipat dibanding akhir pekan biasa. Hal itu disebab banyaknya WNA, terutama dari Singapura dan Malaysia. “Untuk data tak bisa saya sebutkan, yang pasti jauh meningkat. Rata-rata mereka datang dari Singapura dan Malaysia,” sebut Frans.
Adhar, petugas keamanan Pelabuhan menambahkan, untuk penjagaan dan keamanan hampir seluruh petugas disiagakan. “Dimaksimalkan, ada 36 petugas keamanan. Kalau hari biasa hanya 14 orang. Namun kini dimaksimalkan dari yang shift pagi hingga malam,” beber Adhar. (she/iil/JPG)