Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13364

Hari Ini 2.463 Siswa SMP Laksanakan UNBK dan UNKP

0

batampos.co.id – Sebanyak 2.463 Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bintan, melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) hari ini. Pelaksanaan ujian ini dilakukan serentak di 37 sekolah.

“UNBK dan UNKP siap dilaksanakan hari ini. Dengan peserta UNBK sebanyak 673 siswa dan peserta UNKP sebanyak 1.790 siswa,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Tamsir, Senin (1/4).

Ia mengatakan pelaksanaan UNBK tersebut, dilangsungkan di lima sekolah diantaranya, di SMAN 1 Bintan, dengan diikuti 260 peserta, SMKN 2 Bintan, diikuti 171 peserta, SMAN 3 Bintan, diikuti 47 peserta, SMKN 1 Bintan, diikuti 162 peserta, dan SMKN 3 Bintan, diikuti 33 peserta. Sedangkan untuk pelaksanaan UNKP dilaksanakan 32 sekolah dengan jumlah 1.790 peserta.

“Tahun ini (2017, red) lima sekolah yang mengikuti UNBK diantaranya, SMPN 1 SMPN 2, SMPN 6, SMPN 11, serta SMPN 20, terpaksa harus menumpang di lima sekolah SMA dan SMK di Bintan. Dan menggunakan fasilitas yang ada, sebab fasilitas sekolah yang mengikuti UNBK belum memadai,” terangnya.

Tamsir menuturkan pelaksanaan UNBK ini juga akan diitinjau langsung oleh Bupati Bintan. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana proses secara langsung pelaksanaan UNBK di Bintan.

“Ujian ini dilaksanakan selama empat hari, mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Senin (8/5) mendatang, dengan menguji 4 mata pelajaran,” sebutnya.

Tak lupa Tamsir juga menghimbau kepada seluruh peserta yang mengikuti UNBK dan UNKP agar bisa mempersiapkan diri secara baik, dan harus teliti serta cermat untuk menjawab pertanyaan.

“Mudah-mudahan semua peserta bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Walaupun Ujian Nasional ini bukan penentuan kelulusan sekolah, tapi hasil ujian ini yang nantinya akan mengukur mutu dan kualitas pendidikan daerah dan nasional,” imbuhnya. (cr20)

Di Hadapan Pengusaha Hong Kong, Presiden Ajak Inves Pariwisata di Indonesia

0

Presiden Joko Widodo meyakinkan kepada para investor di Hongkong untuk memanfaatkan besarnya peluang usaha di sektor yang akan menjadi andalan republik ini. Pariwisata!

Saat bertemu pebisnis Hong Kong di sela-sela kunjungan kerjanya ke sana, Senin (1/5), Presiden Jokowi juga menyampaikan upaya pemerintah Indonesia untuk semakin memantapkan posisi sebagai negara yang ramah investasi. Tidak berbelit, penuh dengan kepastian.

Demikian sejumlah poin penting dalam pidato Jokowi di acara pertemuan pebisnis Hong Kong yang digelar di  Grand Ballroom Hotel Conrad, Hong Kong. “Bagi Indonesia, kami ingin tetap berfokus. Dan fokus kami saat ini adalah reformasi,” ujar presiden.

Reformasi pertama yang dia lakukan begitu menjabat presiden ketujuh adalah pengurangan dan realokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Tidak tanggung-tanggung, sebesar 80 persen subsidi dialihkan untuk hal-hal lain yang dirasakan lebih bermanfaat.

“Ini nilainya sekitar USD 15 miliar per tahun fiskal untuk kemudian kami alokasikan ke layanan kesehatan, pendidikan, dan utamanya pembangunan infrastruktur,” ujar Jokowi.

Beberapa contoh yant disampaikannya adalah proyek listrik 35 gigawatt, 1.000 kilometer jalan tol, 3.258 kilometer jalur kereta api, 15 bandara baru, 10 pengembangan bandara, serta 24 pelabuhan baru.

Mantan wali kota Surakarta itu juga menyebutkan soal penghapusan sekitar 3 ribu peraturan daerah yang mempersulit investasi. Demikian halnya dengan kebijakan pengampunan pajak yang kemudian menjadi salah satu kebijakan pengampunan pajak tersukses sepanjang sejarah.

“Berkat sejumlah upaya itu, tahun lalu kami memperbaiki peringkat kami di indeks Kemudahan Berusaha Bank Dunia sebanyak 15 peringkat. Dari peringkat 106 ke peringkat 91,” tegas Jokowi, yang berambisi memperbaiki peringkat Indonesia di posisi 40 besar.

Dengan sejumlah upaya dan capaian pemerintah tersebut, katanya, tersedia banyak peluang investasi di Indonesia. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Apalagi antar wilayah di Nusantara akan terhubung satu sama lain.

“Anda semua tahu Bali, pulau surga kami yang terkenal itu. Dengan akses infrastruktur yang semakin baik, kami telah meluncurkan sebuah program yang disebut ‘Sepuluh Bali Baru’. Seperti misalnya Raja Ampat di Papua, Mandalika di Lombok, dan Pulau Komodo,” beber mantan gubernur DKI Jakarta.

Hong Kong yang dikenal dengan kekuatannya di bidang pembangunan real estate dan juga gaya hidup menjadikannya sejalan dengan pembangunan sektor pariwisata di Indonesia. Sebab, Jokowi memperkirakan ke depan, Indonesia akan segera kebanjiran investasi pada pembangunan hotel, resor, distrik pariwisata, dan sejumlah pusat aktivitas lainnya.

“Saya juga melihat peluang yang luar biasa bagi industri keuangan Hong Kong. Saya percaya, di Asia, pembiayaan infrastruktur akan menjadi peluang pasar modal terbesar selama beberapa dekade ke depan,” ucapnya.

Dengan sejumlah upaya yang terus dilakukan pemerintah Indonesia dan juga kemampuan investasi yang dimiliki Hong Kong, Jokowi berharap para investor Hong Kong tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

Dia juga meyakinkan bahwa pihaknya akan senantiasa melakukan perbaikan dari segala sisi untuk semakin menjadikan Indonesia sebagai negara ramah investasi.

“Kami di Indonesia akan terus menyambut anda dengan reformasi yang lebih kuat dan kemajuan yang lebih cepat dari sebelumnya,” pungkasnya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, 10 Bali Baru itu antara lain Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

“Kami sangat terbuka untuk investasi di 10 Bali baru itu. Pemerintah akan membangun akses berupa infrastruktur dasar, private sector bisa bermain di amenitas. Support dari CEO Presiden Jokowi sangat konkret dan kelihatan fisik dan non fisiknya di banyak destinasi,” ajak Menteri Arief Yahya kepada para investor..(**)

Di Hong Kong “Presiden Jokowi” Promosikan Pariwisata Indonesia

0

Patung lilin “Presiden Jokowi” di Madam Tussauds Museum, Hongkong, 1 Mei 2017 resmi dipamerkan. Sama seperti gaya Presiden Jokowi patung itu mengenakan baju putih, lengan panjang, ditekuk di ujungnya.
“Saya kira ini bagus untuk promosi pariwisata kita! Setiap bulan nanti diganti background-nya dengan Bali, Danau Toba, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan lainnya. Itu akan menjadi promosi yang bagus buat pariwisata Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo, di depan patung lilinnya sendiri “Presiden Jokowi.”

Instruksi Presiden Jokowi yang seolah-olah dimention kepada “Presiden Jokowi” itu pun menjadi momen yang bagus. Dari sisi promosi dan marketing, “Presiden Jokowi” sedang memposisikan dirinsenagai bintang iklan, alias endorser Wonderful Indonesia yang jika divalue, saat ini posisinya paling kuat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa sangat beruntung dengan gagasan original Presiden Jokowi itu. Dia adalah presiden dengan gaya marketing. Sampai soal patung lilin saja, dia arahkan menjadi alat promosi yang memperkenalkan pariwisata di Hongkong dan pengunjung Madam Tussauds Museum.

Ada tiga catatan Menpar Arief Yahya terkait ide Presiden Jokowi dengan mempromosikan destinasi branding di background patung itu. Pertama, pergantian backdrop itu disesuaikan dengan Calender of Events (CoE) di destinasi utama di Indonesia. Tiga Greater, Bali, Jakarta dan Kepri. Lalu destinasi branding dan 10 prioritas atau 10 Bali Baru.

Kedua, background juga bisa menjadi pintu untuk mempromosikan investasi di 10 top destinasi prioritas yang sedang dikembangkan Kemenpar. Ke-10 Bali Baru yang membutuhkan investasi pariwisata itu antara lain Danau Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kep Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulteng dan Morotai Maltara.

Ketiga, proses pergantian itu sendiri bisa diacarakan, bisa dibuat materi pross conference bersama, promosi bersama antara Madam Tussauds Museum dan Wonderful Indonesia.

“Agar menjadi pusat perhatian publik, dibuat kreatifnya, didesain gimmick-nya, diramaikan di media, dan diviralkan di medsos,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Tiga “jurus maut” itu bisa meng-amplifying messages atau pesan yang disampaikan Presiden Jokowi ke seluruh penjuru dunia. Dengan media digital, semua serba mungkin, lebih cepat, lebih high impact, lebih massif, dan bisa dideteksi dengan mudah melalui IT.

Dia mengingatkan, 70 persen travellers itu sudah search and share dengan media digital, dan medsos. Mereka tinggal membagi link, bisa jutaan manusia memviralkan. Karena itu, Arief Yahya yakin, menjadikan Presiden Jokowi sebagai endorser itu sangat kuat.

Mengapa pilihan manajemen Museum Madam Tussauds jatuh ke Presiden Jokowi? Tentu itu juga bukan rekayasa. Mereka pasti telah melakukan survei, akan popularitas, banyaknya fans, engagement-nya kuat, tokoh berprestasi, fenomenal, dan dikagumi penduduk dunia.

“Survei mereka sudah pasti valid! Tidak mungkin dalam memutuskan pilihan tokoh yang dipatungkan itu tidak punya magnit dunia!” ujar Menpar Arief. (*)

 

Abang None 2017 telah Terpilih, Siap Gaungkan Pariwisata

0
foto: harnas.co

Bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu, 29 April 2017, terpilih tiga wakil finalis Abnon salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tersebut untuk adu kehebatan di pemilihan Abnon DKI Jakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar Hidayat mengatakan, pemilihan Abnon Kepulauan Seribu kali ini mengusung tema Seribu Kontribusi Untuk Satu Destinasi dan digelar dengan konsep rakyat.

Kata Esthy, setelah melalui pertimbangan dan penilaian dewan juri yang cukup kompetitif, akhirnya terpilih sebagai juara 1 Abnon Kepulauan Seribu 2017 yaitu Adi Jaya dan Sabrina.

Kemudian pemenang wakil 1 yaitu Andri Marsyadi Tri Nugroho dan Rifka, lalu pemenang wakil 2 yaitu Satria Kamirah dan Rizki Soraya Diva.

“Kemenangan ini adalah kemenangan Kepulauan Seribu untuk terus mendunia dan pariwisata Indonesia terus bergairah, kami akan satu komitmen dengan pemerintah untuk mendongkrak kunjungan Wisman (Wisawatan Mancanegara,Red),” ujar Adi usai terpilih.

Dalam pemilihan tersebut juga muncul juara harapan 1 yang disabet oleh Evander dan Claudia Annissa, lalu juara harapan 2 diambil oleh Abdul Rochman dan Yuliette Natasha, serta juara favorit dimenangkan oleh Rahaditya dan Angelia Rizki.

Sebelumnya, dari total 121 peserta, yang lolos seleksi berjumlah 119 orang, terdiri dari 42 Abang dan 77 None, dan akhirnya terpilih 30 finalis Abnon.

Setelah itu diambil tiga finalis dari Abnon Kepulauan Seribu yang terpilih sebagai pemenang pertama, pemenang wakil 1 dan wakil 2 untuk berpartisipasi dalam pemilihan Abnon tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pemilihan, kemarin malam, dimulai pada pukul 19.00 ini pun dimeriahkan dengan beragam acara yang melibatkan finalis serta muda mudi berbakat Kepulauan Seribu. Mulai dari pertunjukan marawis, tari tradisional, adu pantun, puisi, live music oleh Omega Band, serta penampilan bintang tamu Marchel Siahaan.

Acara final pemilihan juara Abnon Kepulauan Seribu ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo. Dalam pidatopembukaannya, Budi mengungkapkan jika semua finalis diharapkan dapat  mempromosikan potensi pariwisata di Kepulauan Seribu.

“Sejak jadi finalis, Abnon Kepulauan Seribu ini adalah pemenang, dan dapat menampilkan yang terbaik untuk kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu, terutama mentarget” ujar Budi yang juga diamini Esthy.

Esthy juga berharap agar para finalis Abnon Kepulauan Seribu menjadi endorser pariwisata yang bisa mempromosikan dan menarik turis domestik maupun mancanegara datang ke pulau-pulau wisata yang ada di wilayah Kepulauan Seribu.

Esthy menambahkan, dukungan diberikan Kemenpar lantaran Kepulauan Seribu saat ini merupakan salah satu destinasi wisata prioritas yang masuk ke dalam ’10 Bali Baru’ yang sedang dikembangkan sebagai destinasi kelas dunia oleh Menpar Arief Yahya.

Menurut Esthy, karena merupakan gugusan kepulauan, Kepulauan Seribu tentunya memiliki berbagai potensi wisata yang bisa dikembangkan, terutama dari sektor bahari.

“Jadi, untuk para Abnon Kepulauan Seribu2017 yang nantinya bakal terpilih harus punya wawasan pariwisata yang luas terutama mengetahui betul seluruh potensi wisata yang ada diKepulauan Seribu,” katanya.

“Tujuannya, agar informasi wisata yang disampaikan atau dimuat di medsos-nya tepat dan menarik,” sambung Esthy didampingi Hidayat.

Wawasan dari Abnon ini pun di uji oleh para juri yang diketuai oleh Imron, Spdmm, pada malam final. Seluruh finalis satu persatu diberikanbeberapa pertanyaan berbeda. Salah satunya adalah mengenai cara dan upaya dalam mengembangkan pariwisata di Kepulauan Seribu.

Pertanyaan ini mendapat jawaban yang beragam dari para finalis. Ada yang menjawab dengan cara menonjolkan kebudayaan serta potensi alamnya hingga mempromosikan via media sosial.

Bupati Kabupaten Administrasi Kepuluan Seribu, Budi Utomo pun memberi ucapan selamat kepada para finalis yang telah terpilih untuk mewakili kepuluan seribu.

“Pemenang Abnon ini adalah yang terbaik untuk kita semua, kami berharap partisipasi Abnon terus berlanjut di tingkat Provinsi DKI dan kontribusinya makin baik untuk kemajuan pariwasata Pulau Seribu,” ujarnya saat menutup malam final pemilihan Abnon Pulau Seribu 2017. (*)

Pandeglang Food Festival 2017 Sedot Kunjungan Wisatawan

0

Desa Teluk Kecamatan Labuan, Pandeglang ramai, tak seperti biasa.

Di sana dihelat Pandeglang Food Festival 2017, 28-30 April 2017, lalu.

Festival itu diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjsama dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Pandeglang.

Acara itu didukung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Bidang Wisata Budaya Kemenpar bekerjasama juga dengan Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten.

Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam sambutannya menyampaikan perhelatan yang baru pertama di Pandeglang seperti ini harus dikembangkan dan dijalankan secara berkesinambungan.

“Masyarakat sangat antusias, bisa dikatakan ribuan orang datang ke Desa teluk ini. Ini akan menjadi daya tarik wisatawan baik wisatawan Pandeglang, Nasional, maupun mancanegara,” ujar Bupati Irna.

Lebih lanjut Irna menambahkan, masyarakat yang ikut andil dalam festival ini harus mempromosikan makanan khas yang ada di wilayahnya masing-masing, dan harus bisa membawa kenangan manis kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Wawan Gunawan mengatakan, dengan mulusnya jalan menuju tempat wisata yang notabene adalah jalan milik Pemprov Banten dan pemerintah pusat, dapat dipastikan sektor industri pariwisata di Pandeglang akan semakin maju.

“Alhamdulillah hari ini Pandeglang juga mendapat kunjungan bapak Ari Setiadi Moerwanto (Dirjen Binamarga Kemenpupera) ke Tanjung Lesung, semoga dengan kunjungan pak dirjen (kesini) dapat terus mengkaji kondisi jalan utama untuk pariwisata dan dapat memberikan keberkahan bagi kita semua,” ujar Esthy yang juga diamini Bupati.

Sementara, Ketua PHRI Pandeglang Widi Widiasmanto menjelaskan, “Ini bukan hanya seremonial belaka, disini kita ingin mengangkat ‘Angeun Lada’ sebagai makanan khas Pandeglang yang hampir saja terlupakan apalagi para kaum muda mudi. Dan berharap kedepannya makanan khas Pandeglang dapat menjadi makanan dalam menu utama di setiap restoran di Pandeglang khususnya di Kawasan Wisata, karena setiap wisatawan pasti mencari sesuatu yang khas di daerah tersebut.”

Peserta yang yang kami undang adalah dari lembaga pendidikan, masyarakat umum, para professional pengelola hotel, dan lintas dinas.

“Kami tidak menyangka apresiasi masyarakat yang ingin ikut andil dalam festival ini tidak seperti yang dibayangkan, sampai saat ini peserta yang masuk sudah lebih dari 100 orang,” sambungnya.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati, kegiatan Pandeglang Food Festival 2017 punya potensi besar menjadi wisata kuliner baru di Provinsi Banten sehingga akan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang ke Pandeglang.

“Jika dikemas secara menarik dan bagus, Pandeglang Food Festival akan menghadirkan wisata kuliner baru di Banten,” ungkapnya.

Eneng menambahkan, “Saya sangat mengapresiasi acara kuliner Pandeglang Food Festival yang menghadirkan panganan lokal dan makanan yang terbuat dari sumber karbohidrat lain seperti singkong dan umbi-umbian.” tutur Eneng.

“Kita berharap masyarakat Pandeglang bisa mempersiapkan diri, dengan menjaga sapta pesona salah satu kebersihan lingkungan destinasi, kalau turis melihat kotor nanti kapok untuk datang lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Wisata Budaya Wawan mendukung penuh kegiatan Pandeglang Food Festival tersebut, dan berharap agar kegiatan tersebut dapat dilakukan setiap tahun sehingga mampu mempromosikan Pandeglang khususnya dibidang wisata kuliner secara luas.

“Kemenpar di bawah Pak Menteri Arief Yahya ini mendukung penuh kegiatan serupa dan akan membantu membuat acara ini lebih baik lagi, sehingga promosi Pandeglang akan lebih luas,” harap Wawan.

Kasubid Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah Kemenpar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perhelatan tersebut. Kata wanita yang biasa disapa Ery itu mengatakan, kuliner menjunjung tinggi hakikat makanan sebagai jati diri bangsa. Keberagaman bukan perbedaan, tapi kesatuan dari pelbagai perbedaan justru membuat bangsa ini menjadi kuat.

“Dari makanan bisa menjadi perekat bangsa polesan seni hanya pemanis buatan agar indah dipandang, balutan budaya ini mencerminkan bangsa yang punya prestasi dibidang makanan dan seni budaya .Keduanya adalah produk budaya yang harus dilestarikan,” kata Ery. (*)

Family Friendly in Aceh

0
foto: myolivetravel

Selama tiga hari 26-28 April, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menawarkan paket wisata yang disebut Family Friendly melalui sales mission di tiga kota besar Malaysia.

Sales mission tersebut merupakan rangkaian promosi Wonderful Indonesia yang dilakukan Kementerian Pariwisata di Seremban, Malaka, dan Johor Bahru.

Aceh yang ikut serta dalam agenda itu langsung menawarkan paket

  • Wonderful Ramadhan in Aceh,
  • Discover Aceh,
  • Aceh Adventure,
  • Aceh Underwater,
  • Tsunami Heritage
  • Banda Aceh-Sabang
  • Wonderful Idul Adha in Aceh,
  • Muharram in Aceh,
  • Muhibbah Sejarah dan Budaya di Aceh, dan lainnya.

“Kegiatan ini juga menjadi strategi pemasaran pariwisata di Malaysia. Ada sejumlah paket wisata yang ditawarkan dalam kegiatan sales mission tersebut, khususnya paket wisata family friendly yang banyak dimiliki Aceh,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi, yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Rahmadani, Senin (1/5).

Reza berharap, penawaran paket-paket wisata tersebut, dapat menarik wisatawan Malaysia berkunjung ke Aceh. Apalagi tren kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh meningkat setiap tahunnya.

“Jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat. Tahun 2016 sudah mencapai 30.038 orang, naik dari tahun 2015 yang hanya 21.046 orang. Kami berharap tahun ini jumlahnya meningkat,” papar Reza.

Selain menawarkan paket wisata, sales mission di Malaysia juga menjadi ajang memperbaiki citra Aceh yang selama ini masih negatif oleh sebagian pelaku industri pariwisata di Malaysia. Utamanya terkait peraturan syariat yang dinilai terlalu ketat.

“Pencitraan Aceh selama ini masih negatif di luar negeri. Seperti pemakaian jilbab, masalah keamanan, akses, dan lainnya. Padahal, anggapan negatif tersebut bertolak belakang dengan kenyataannya. Aceh sangat aman dan kondusif,” timpal Rahmadani.

Selain Aceh, Kemenpar memfasilitasi 15 pelaku usaha bidang pariwisata (travel agent) di Indonesia untuk bertemu dengan para travel agent di luar negeri lewat sales mission ini. Pembukaan Sales Mission di Malaysia dimulai dari Saremban. Setelah Seremban, Sales Mission dilanjutkan di Malaka dan Johor Bahru.

“Sebanyak 15 travel agent dari Indonesia bertemu dengan 15 travel agent dari Malaysia. Harapannya, timbul kerjasama antara para travel agent dari kedua negara. Sehingga kita dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Pupung Thariq Fadhillah saat pembukaan Sales Mission di Hotel The Royale Bintang Saremban.

Pupung menjelaskan, Malaysia dipilih karena merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga memiliki kedekatan dengan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari perspektif sejarah dan budaya pada kedua negara.

“Latar belakang sejarah, semua itu terkait, banyak leluhur-leluhur berasal dari Sumatera Barat datang ke Malaysia. Sebagian cikal bakal orang-orang di sini (Malaysia) berasal dari Indonesia,” kata Pupung.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menambahkan, saat ini Malaysia masih berada di posisi empat besar pemasok kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Adanya program Sales Mission ini diharapkan dapat meningkatkan wisatawan asal Malaysia.

I Gde Pitana menjelaskan, alasan Kemenpar membidik Seremban, Malaka, dan Johor Bahru pada Sales Mission kali ini, karena ketiga kota tersebut berada di semenanjung barat Malaysia. Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur. “Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hubungan Kuala Lumpur,” kata Pitana.

Istilah “wisata halal” oleh rapat di yang dipimpin I Gde Pitana di ATM Dubai, 25 April 2017, diputuskan, untuk kepentingan promosi, rapat mengusulkan menggunakan istilah “Family Friendly” Destination. Itu untuk menggantikan kata-kata Halal Tourism atau Muslim Tourism. Peserta rapat I Gde Pitana, Samsriono Nugroho, Judi Rifajantoro, Nia Niscaya, Rita Sofia, Ayu, VITO KSA, VITO Middle East, VITO Halal.

Menpar Arief Yahya menyebut Pasar Malaysia itu sangat cocok berwisata ke Indonesia. Mereka yang sudah berumur, cocok dengan Bali atau 10 destinasi prioritas. Mereka yang paruh baya bisa bermain golf. Kebetulan sudah ada 114 golf course Indonesia yang standar internasional. Sementara ibu-ibu dan anak-anak mudanya bisa berwisata belanja dan kuliner.

“Ada banyak destinasi menarik yang ditawarkan kepada pasar Malaysia. Dan jangan lupa, Indonesia sudah diakui sebagai ASEAN favourite destination. Berwisata ke Indonesia tidak akan rugi,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Banten Sukses Selenggerakan Festival Golok Day 2017

0
sumber: metrotvnews.com

Banten sukses menggelar Festival Golok Day 2017, 29-30 April kemarin.

Tahun ini, ada kejutan besar berupa golok jumbo sepanjang 5 meter yang ikut dipamerkan di tengah acara. Festival Golok Day ini merupakan upaya pemerintah Kota Cilegon dalam rangka melestarikan dan merayakan senjata tradisional khas Kota Cilegon. Tak hanya itu, event Golok Day juga mendongkrak potensi wisata budaya di Banten dan banyak menarik wisatawan.

Even ini memiliki serangkaian kegiatan eksklusif seperti Seminar Golok, Coaching Clinic Pembuatan Senjata, Demo Penggunaan Senjata, Pawai Pendekar, Festival Pencak Silat Nusantara, Golok Day Award dan Pameran Pusaka Nusantara.

Yang paling nenarik, golok sepanjang 5 meter dipamerkan di Festival Golok Day 2017. Alhasil golok ‘raksasa’ tersebut tak lepas dari ajang swafoto warga yang datang ke festival. Selain memamerkan golok tersebut, beberapa acara juga digelar seperti silaturahmi pendekar Nusantara, pawai pendekar, demo pembuatan senjata, dan pemeran senjata Nusantara. Namun golok raksasa memang menjadi salah satu magnet di festival.

“Dipamerkannya golok raksasa memang sengaja untuk membuat Festival Golok Day lebih menarik dari tahun lalu. Sebelumnya, puluhan pendekar berziarah ke makam mantan orang nomor satu di Kota Cilegon Tb. Aat Syafaat (alm). Beliau merupakan pencetus Golok Day pertama,” kata Ketua Pelaksana Festival Golok Day, Jamhari Sakti.

Pria yang juga Ketua Himpunan Pendekar Persilatan Banten (HPPB) ini menjelaskan, selain golok khas Banten seperti golok Sulangkar peninggalan suku adat Baduy Kabupaten Lebak dan Ciomas Kabupaten Serang, bukan berarti hanya golok khas Cilegon saja yang dimunculkan dalam agenda kebudayaan tersebut. Pihak panitia juga mengundang para perajin khas Banten Selatan dan Banten Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menambahkan, Golok Day merupakan kegiatan yang menjadi salah satu ikon yang dapat mengangkat potensi seni budaya dan pariwisata Kota Cilegon.

“Kita akan dukung terus kegiatan ini. Meski hajat Kota Cilegon, namun esensinya ini milik bersama. Kita berharap kegiatan ini juga dapat mendorong banyak wisatawan datang pada acara tersebut,” kata Eneng.

Dalam kegiatan festival ini, seminar golok menghadirkan para pemateri seperti Dr. Sumiarto Aji, dosen Sejarah Antropologi Universitas Indonesia (UI) yang secara khusus mempelajari mengenai sejarah golok di Indonesia, Master Pembuat Senjata Kang Aken Sutra Sukendar dari Indonesian Blade Community dan dari Kasepuhan Golok Ciomas.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, dalam ajang kebudayaan lokal yang digelar di Kota Cilegon itu, Golok Day diharapkan dapat dimaknaibsebagai ajang kebudayaan tanah jawara yang tak tergerus zaman.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kebudayaan dan kearifan lokal di Banten bisa dipelihara dengan sebaik-baiknya bukan malah tradisi yang bagus dan istimewa ini hilang oleh arus modernisasi,” kata Esthy.

Esthy berharap agar festival kebudayaan ini dapat diselenggarakan lebih meriah pada tahun depan. Pihak Kemenpar dengab senang hati akan membantu mempromosikannya. “Kita akan bantu mempromosikannya melalui media sosial, media berita, baliho, dan lain-lain agar tidak hanya wisatawan lokal saja yang datang, tapi juga wisatawan mancanegara,” ujar Esthy.

Menpar Arief Yahya menyebut Banten kaya akan tradisi dan budaya yang kuat. Banten juga sudah ditetapkan sebagai satu dari 10 Top Destinasi dengan Tanjung Lesung sebagai ikon.

“Dan ada sekarang ada Festival Golok Day 2017. Ingat, wisman datang ke Indonesia itu 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% alasan man made,” papar Menpar Arief Yahya. (*)

Pegawai KSOP Tanjungpinang Terjaring OTT Pungli

0
HS (baju putih), digiring petugas Polisi Tanjungpinang,
Foto: Osias De/batampos

batampos.co.id – HS, Pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Tanjungpinang, di Pelabuhan domestik Sri Bintan Pura (SBP), Senin (1/5) sekitar pukul 13.00 WIB.

Operasi tersebut dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan. Dalam operasi itu, selain mengamankan satu orang pegawai KSOP Tanjungpinang, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Informasi yang dihimpun, dugaan pungli yang dilakukan petugas KSOP itu yakni melakukan pungutan liar kepada operator kapal yang hendak berangkat atau berlayar dari Pelabuhan domestik SBP. Adapun, petugas yang diamankan yakni yang bertugas mengecek jumlah penumpang dalam setiap kapal yang berlayar.

Pantauan dilapangan, petugas KSOP tersebut pun langsung digiring ke Polres Tanjungpinang untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pungli tersebut. Selain itu, OTT tersebut pun menjadi tontonan warga yang berada di Pelabuhan SBP.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, membenarkan pihaknya melakukan OTT di Pelabuhan domestik SBP dan mengamankan satu orang pegawai KSOP. Dari operasi tersebut pihaknya menyita sejumlah barang bukti diantaranya uang senilai Rp 2,6 juta.

“Selain uang ada juga catatan jumlah penumpang kapal. Yang diamankan baru satu orang,”ujar Joko, ditemui di kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Dikatakan Joko, oknum yang diamankan pihaknya yakni petugas piket yang melakukan pengecekan terhadap kapal. Modus pungli sendiri yaitu apabila adanya kelebihan penumpang, maka operator kapal membayar kepada mereka.

“Dia yang tukang ceking kapal, jadi agen kapal memberikan uang ke dia (HS), agar dikeluarkan surat jalan,”kata Joko.

Diterangkan Joko, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai KSOP itu. Pihaknya pun juga akan melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi lainnya.

“Masih kami periksa dulu. Ini kan kami juga belum tau kemana saja aliran dananya,”terang Joko.

Sementara itu, pantauan di Satreskrim Polres Tanjungpinang. HS, langsung menjalani pemeriksaan di ruang unit Tipikor Polres Tanjungpinang. Sedangkan empat orang saksi yakni Kepala Pos Pelabuhan SBP, Sutoyo dan pegawai KSOP serta agen kapal MV Marina menjalani pemeriksaan diruang lainnya.(ias)

Membuka Wawasan Jurnalis tentang Kebijakan Kepariwisataan

0
Nuansa Borobudur hadir di Homestay Desa Wisata Gnomon Urip, karya Aditya dan tim. Foto: istimewa

Menpar Arief Yahya memiliki jurus Pentahelix Yakni

  • Academician,
  • Business,
  • Community,
  • Government
  • Media-

Jurus ini terus dipupuk oleh Kemenpar.

Karena inilah ekosistem kepariwiaataan yang harus solid, speed dan smart berjamaah.

Inline dengan corporate culture yang dibangun Menteri Arief Yahya dengan istilan WinWay, Wonderful Indonesia Way. Atau benar-benar the way to win! Isi WinWay, dengan solid, speed, smart itu akan diaampaikan dalam Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang berlangsung di  Jogjakarta, Kamis (4/5).

Tema workshop ini adalah “Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: dengan prioritas utama Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas.” Acara ini akan dibuka oleh Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara sekaligus menjadi narasumber bersama Bupati Sleman H.Sri Purnomo, Staf Khusus Menteri Pariwisata bidang Komunikasi dan Media Muh Noer Sadono, Ketua ASITA Provinsi DIY Udhi Sudiyanto, dan Dirut Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC) Edi Setijono.

Workshop ini menjadi sangat penting.

Pertama, untuk meningkatkan pemahaman para jurnalis  tentang kebijakan kepariwisataan menuju  target kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini 2017. Menuju angka 20 juta wisman dan 275 juta wisnus pada 2019 mendatang.

Kedua, media adalah satu dari 5 unsur pentahelix yang menjadi stakeholder pariwisata. Karena itu, mereka harus mendapatkan update yang aktual.

Ketiga, acara ini dilangsungkan di Jogja, karena berada di satu dari 10 top destinasi, atau 10 Baru. Joglosemar menjadi salah satu pilar dari destinasi prioritas dengan ikon Borobudur. Karena itu pemahaman tentang prioritas itu menjadi sangat mendesak.

Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, pemerintah menetapkan pariwisata sebagai leading sector karena kegiatan pariwisata merupakan cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB, dan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional tidak lepas dari peran serta semua pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu; kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas,  pemerintah, dan media sebagai kekuatan Pentahelix. Kerjasama semua unsur pariwisata sebagai Indonesia Incorporated  menjadi kekuatan dalam mewujudkan pariwisata sebagai  leading sector  perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Seketaris Kemenpar Ukus Kuswara mengatakan, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua, pertama belum lama ini dilakukan bagi para jurnalis di Greater Bali (Bali, NTB, dan NTT) kemudian dilanjutkan untuk jurnalis Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) serta dari Magelang sebagai kota terdekat  dengan destinasi Borobudur.

“Joglosemar merupakan pintu masuk (entry gate) bagi wisatawan yang berkunjung ke Jawa Tengah dan Jogjakarta, sedangkan Borobudur yang ditetapkan sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas menjadi magnet utama dalam membangun kerjasama pariwisata Joglosemar,” kata Ukus Kuswara.

Ukus Kuswara menjelaskan, kesiapan Joglosemar sebagai destinasi unggulan terlihat dari aksesibilitasnya antara lain memiliki 3 bandara internasional (Bandara Achamad Yani, Bandara New Yogyakarta, dan Bandara Adi Soemarmo). Dan sebentar lagi akan segera memiliki bandara terbaru, terbesar, terbesar, di Kulonprogo.

Joglosemar sudah lama menjadi  detinasi favorit bagai wisatawan kapal pesiar (cruise) dunia yang singgah di pelabuhan Tanjung Emas Semarang (Semarang- Borobudur–Solo-Yogyakarta) serta menjadi destinas favorit bagi wisman Eropa yang mengikuti paket tour Java-Bali Overland.

“Kesiapan ini menjadikan Joglosemar ditetapkannya sebagai destinasi wisata yang dibranding (destination branding) oleh Wonderful Indonesia; selain Greater Jakarta, Greater Bali, Greater Kepri (Kepulauan Riau), Wakatobi Bunaken, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassar, dan Bandung.

Dengan ditetapkan sebagai destination branding, Kemenpar gencar melakukan strategi branding dan integrated marketing communication Joglosemar bersama Wonderful Indonesia ke mancanegara.

Joglosemar mempunyai Borobudur sebagai magnet utama dalam menarik kunjungan wisman. Borobudur sebagai UNESCO Heritage Site setelah menjadi destinasi prioritas atau menjadi “Bali Baru” dengan sistem pengelolaan single management diharapkan kunjungan wisman ke sana akan meningkat pesat.

Sebagai perbandingan (banch marking) tahun 2014 Borobudur dikunjungi sebanyak 254.082 wisman, sedangkan Angkorwat Kamboja dan Georgetown Penang Malaysia juga sebagai UNESCO Heritage Site masing-masing dikunjung 2,3 juta dan 720 ribu wisman.

Top 3 Program Kemenpar 2017

Staf Khusus Menteri bidang Komunikasi dan Media Muh Noer Sadono menjelaskan Top 3 Program Kemenpar 2017;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara yang diterapan tahun ini.

“Saat ini kita berada di era digital. Aktivitas keseharian kita tidak lepas dari digital. Bangun tidur yang dicari pertama; handphone dan yang dipencet pertama button WA, IG, FB, Twitter, Line, dan sebangsanya. Kita baru sadar bahwa kita ini hidup di dua alam; dunia nyata dan dunia maya keduanya  harus eksis. Inilah digital lifestye,” kata Don Kardono.

Don menjelaskan, digital lifestyle telah merubah perilaku para traveler menjadi lebih; mobile, personal, dan interactive.

“Data menunjukkan bahwa 70% traveler melakukan search dan share melalui media digital,” kata Don Kardono seraya mengatakan, termasuk dalam me-search dan share informasi atau berita pariwisata terbaru mereka sudah digital.

Laporan TTCI 2017 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menyebutkan, pariwisata Indonesia berada di ranking 42 dunia atau naik 8 peringkat dari posisi tahun 2015 yang lalu di ranking 50 dunia. Sementara itu Malaysia turun 2 peringkat di posisi 26, Singapura juga turun 2 peringkat dan Thailand naik hanya 1 peringkat di ranking 34.

“Target pariwisata  Indonesia tahun 2019 berada di peringkat 30 dunia. Ini menjadi tantangan besar untuk mewujudkan target tersebut dan memperlukan peran serta semua semua pihak dalam Indonesia Incorporated,” jelasnya.

Secara umum TTCI 2017  melaporkan, pariwista Indonesia naik di peringkat 42  dengan skor 4,16 dari posisi tahun 2015 berada di peringkat 50 dengan skor 4,04. Kenaikan skor tersebut karena ada 14 pilar penilaian  beberapa di antaranya mengalami kenaikan antara lain; Business Environment naik 3 trap, dari 63 ke 60. Health and Hygiene naik 1 level, dari 109 ke 108.

“Tertinggi adalah International Openess naik drastis, dari 55 ke 17 karena faktor kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang gencar disosialisasikan dalam dua tahun terakhir ini.  Selain itu Prioritization Travel and Tourism juga naik dari 15 ke 12,” kata Don Kardono.

Workshop yang diinisiasi Komblik Kemenpar ini akan dikkuti 50  jurnalis media cetak, online, dan elektronik dari Semarang, Yogyakarta, Solo dan Magelang (Forum Wartawan Joglosemar) dan Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta. Kegiatan  workshop sebelumnya juga dilasanakan di Kuta Bali, baru-baru ini dan  diikuti jurnarlis Great Bali (Bali, NTB, dan NTT) dan perwakilan media asing  di Bali. (*)                 

Festival Pesona Batu Pinagut akan Pecahkan Rekor Bakar Tinadal Terpanjang

0

Pesona Batu Pinagut akan digelar 15-20 Mei oleh  Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara.

Pada kesempatan ini bakal ada pemecahan rekor Bakar Tindalal (makanan khas) terpanjang.

Event nasional Pesona Batu Pinagut, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan pariwisata demi memajukan perekonomian masyarakat. Untuk itu atraksi yang diadakan diperbanyak mulai dari Festival Kuliner, Festival Budaya, dan Festival Permainan Tradisional.

“Selain itu juga ada aneka perlombaan seperti lomba foto, lomba Kutinting Race, dab lomba perahu hias. Di puncaknya juga bakal ada pameran pembangunan Bolmut Expo, pameran Anggrek, Pemilihan Boulo Vuyu, seminar pariwisata dan pemecahan rekor Bakar Tindalal,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bolaang Mongondow Utara SH Ponongoa, Minggu (30/4).

Pantai Batu Pinagut diandalkan pemerintah untuk menarik wisatawan berkunjung, sebab memiliki keindahan yang luar biasa. Hamparan pasir putihnya sangat panjang, sehingga membuat pengunjung leluasa untuk menikmati indahnya alam di pesisir pantai.

Di kawasan pantai ini, juga telah dibangun gazebo, dengan akses jalan memadai dan bisa dijangkau pengunjung dengan mudah, sebab berada di Ibu Kota Boroko.

Ponongoa menjelaskan, Pemerintah Pemkab Bolmut tidak henti-hentinya mempromosikan Pesona Festival Batu Pinagut. Terakhir, Bandara Samratulangi, Manado dipenuhi materi iklan yang menggambarkan menariknya Festival Pesona Batu Pinagut.

“Pemkab Bolmut sangat berterima kasih pada PT Angkasa Pura sebagai pengelola Bandar udara Samratulangi yang membantu promosi secara gratis. Kami akan terus berupaya agar Bolmut sama dan sejajar dengan daerah berkembang lainnya di Sulawesi Utara (Sulut) pada lingkupnya,” sambung Ponongoa.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan, festival ini merupakan komitmen pemerintah, salah satunya untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai prioritas, karena daerah ini memang punya potensi di sektor pariwisata.

Lewat Festival Pesona Batu Pinagut, Esthy berharap acara yang sudah menjadi agenda nasional tersebut mampu menarik wisatawan lokal atau mancanegara.

“Kegiatan ini untuk pengembangan daerah yang punya potensi pariwisata. Kita punya banyak potensi wisata yang luar biasa yang harus kita kunjungi, sehingga bisa menyampaikan pada dunia bahwa potensi wisata kita tak kalah dengan mancanegara,” kata Esthy.

Dalam Festival Pesona Batu Pinagut, Esthy senang beragam atraksi seni budaya dan potensi daerah dipamerkan. Menurutnya hal ini akan membangkitkan semangat daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Jangan hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) saja yang merasakan dampak positif dari festival ini, tapi masyarakat Kabupaten Bolmut juga. Makanya perlu digaungkan secara luas, sehingga bisa berlangsung sukses,” pungkas Esthy. (*)