Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13365

Pesona Seba Baduy sebuah Kearifan Lokal

0

Pesona Seba Baduy dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lebak, Banten.

Ribuan warga Baduy berjalan kaki memadati jalan-jalan utama di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (28/4). Rombongan tersebut disambut jajaran Muspida Pemkab Lebak saat memasuki Kota Rangkas Bitung.

”Kegiatan Seba dimulai pada hari ini (Jumat) sampai Minggu (28-30) April 2017. Dimulai dari Kantor Kecamatan Leuwidamar di Kabupaten Lebak sampai Museum Negeri Provinsi Banten di Kota Serang,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya di Rangkas Bitung, Lebak, Banten, Jumat (28/4).

Warga Baduy luar dan dalam melakukan jalan kaki dari kampung mereka sambil membawa aneka hasil bumi yang dipersembahkan kepada kepala daerah. Pada pukul 16.00 WIB rombongan masyarakat Baduy memasuki kota Rangkasbitung, melewati jalan-jalan kota yang dihiasi branding Pesona Indonesia.

Ini Tradisi tahunan milik adat yang berasal dari daerah Selatan di Kabupaten Lebak. Tahun ini tergolong Seba Gede (besar), diikuti lebih dari 2.000 lebih orang masyarakat suku Baduy baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar.

“Selamat dan sukses,” jelas Arief Yahya Menpar. 

Perayaan Seba sampai sekarang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy. Perayaan Seba tersebut merupakan bentuk silatuhrahmi masyarakat Baduy dengan kepala daerah yakni Bupati dan Gubernur sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah.

Menurut Bupati Octavia, Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual Kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Ia menjelaskan, Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Seba ini merupakan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

“Pesan moral yang disampaikan dari masyarakat baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan. Tentunya ini juga merupakan pesan moral untuk kita sebagai masyarakat Banten agar tetap menjaga kelestarian alam supaya terhindar dari bencana,” kata Bupati Octavia.

Esthy Reko Astuty, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Personal Wawan Gunawan mengatakan, tradisi seba baduy merupakan salah satu destinasi wisata budaya favorit yang dimiliki Provinsi Banten.

“Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Baduy yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan sendiri yang bernilai jual wisata tinggi,” ujar Esthy.

Esthy menambahkan, Indonesia sendiri memiliki faktor-faktor yang menjadi daya tarik promosi bagi wisatawan untuk datang berwisata. Faktor-faktor tersebut, lanjut Esthy, yakni budaya, alam, dan wisata buatan.

 

“Prosentasenya budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen” kata Esthy.

Melihat tingginya nilai daya tarik budaya, Esthy menegaskan, bahwa kegiatan Seba Baduy ini mesti mendapat perhatian lebih.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pariwisata dan didukung Kementerian Pariwisata mengangkat wisata budaya dengan branding Pesona Seba Baduy tersebut sebagai daya tarik pariwisata di tingkat nasional dan dunia.

Pada malam harinya, semua masyarakat Baduy yang datang di kantor Bupati melakukan makan bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir.

Tidak terkecuali, Bupati Iti Octaviani, Ibu Esthy Reko Astuty, dan semua pejabat pemda Kabupaten Lebak duduk bersama dihalaman kantor Bupati dengan bersila dan makan ramai-ramai beralaskan daun pisang.

Keunikan ini menjadi suatu momen tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir di lokasi acara.

Seusai ritual makan malam bersama, mereka berkumpul di aula Bupati untuk memberikan simbolis aneka hasil bumi kepada Ibu Bupati.

Acara dilanjutkan dengan dialog antara Bupati dan warga Baduy yang lebih berisi penyampaian pendapat atau aspirasi warga Baduy kepada kepala daerah.

Di alun-alun Kota Rangkasbitung yang tepat berada didepan kantor Bupati, berbagai atraksi digelar untuk menghibur warga Baduy, masyarakat dan wisatawan yang hadir.

Mulai dari wayang golek, panggung tari jaipong, beragam stand pameran karya kreatif warga Baduy sampai berbagai macam kuliner Banten tersaji di alun-alun tersebut.

Alun-alun pun terlihat padat oleh lautan manusia, antusiasme tinggi masyarakat Rangkasbitung membuat event Pesona Seba Baduy kali ini makin menggelora.
Baduy atau banyak yang menyebutnya Orang Kanekes. Hidup di pedalaman lebak. Berprinsip meneguhkan adat istiadat warisan leluhur.

Menentang modernitas lewat 1001 pantangan. Yang bertahan tidak pun banyak.

Mereka kini dikenal sebagai Baduy Dalam dan bermukim tiga kampung di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Rangkasbitung, Banten; Cibeo, Cikesik, dan Cikertawana. Tanpa listrik, tanpa deru mesin, dan tetap setia membentengi diri dari pengaruh dunia luar hingga saat ini.

Bagi yang tidak kuat harus menyingkir.

Mereka dikenal sebagai Baduy Luar. Hidup berdampingan dengan Baduy Dalam dan masih menjalankan sebagian adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhurnya.

Bagi orang Baduy tidak mengenal olahraga, bahkan bagi Baduy Dalam, kegiatan ini terlarang menurut adat. Namun bukan berarti fisik dan kesehatan orang Baduy meragukan.

Apalagi untuk urusan jalan kaki, orang Baduy, utamanya Baduy Dalam mampu melakukannya berhari-hari.

Upacara Seba menjadi salah satu pembuktian ketangguhan fisik suku Baduy, terutama suku Baduy Dalam. Sebab dalam acara yang telah menjadi tradisi sejak Kesultanan Banten ini, mereka harus berjalan puluhan kilometer untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan pemerintahan di provinsi Banten.

Seba merupakan tradisi kuno. Sama tuanya dengan suku Baduy sendiri. Menurut Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, dalam acara ini warga Baduy akan keluar kampung untuk bertemu dengan ‘Bapa Gede’. Dalam acara ini, mereka juga membawa hasil bumi berupa pisang, gula aren, beras, hingga laksa.

Prosesi upacara Seba suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan menjadikan ketetapan Lembaga Adat Masyarakat Baduy yang diterapkan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. (*)

Sales Mission Menggoda Pasar Malaysia

0
ilustrasi

Sejumlah pelaku usaha bidang pariwisata (travel agent) Indonesia bertemu dengan para travel agent di luar negeri lewat Sales Mission.

Sales Mission kali ini digelar di Malaysia, tepatnya di tiga kota yaitu Saremban, Malaka, dan Johor Bahru.

Pembukaan Sales Mission di Malaysia dimulai hari  Rabu (26/4) bertempat di Hotel The Royale Bintang Saremban. Setelah Seremban, Sales Mission dilanjutkan di Malaka dan Johor Bahru pada 27 dan 28 April 2017. Sales mision ini bertujuan untuk memenuhi target 15 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia tahun ini.

“Sebanyak 15 travel agent dari Indonesia bertemu dengan 15 travel agent dari Malaysia. Harapannya, timbul kerjasama antara para travel agent dari kedua negara. Sehingga kita dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Pupung Thariq Fadhillah saat pembukaan Sales Mission di Hotel The Royale Bintang Saremban.

Pupung menjelaskan bahwa Malaysia dipilih karena merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga memiliki kedekatan dengan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari perspektif sejarah dan budaya pada kedua negara.

“Latar belakang sejarah, semua itu terkait, banyak leluhur-leluhur berasal dari Sumatera Barat datang ke Malaysia. Sebagian cikal bakal orang-orang di sini (Malaysia) berasal dari Indonesia,” kata Pupung.

Pupung mengungkapkan program Sales Mission bulan lalu juga telah digelar di Kuala Lumpur. Saat itu, dihadirkan narasumber yang menjelaskan berbagai objek wisata di Yogyakarta.

“Makanya kami lanjutkan di tiga kota ini (Seremban, Malaka dan Johor Bahru),” kata dia yang dibenarkan Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN Rizki Handayani.

Kali ini, narasumber yang dihadirkan adalah Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ramadhani M dan Kabid Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso. Para narasumber tersebut menjelaskan seputar wisata di Aceh dan Sumatera Barat sebagai contoh dari berbagai wisata yang ada di Indonesia.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menambahkan, saat ini Malaysia masih berada di posisi empat besar pemasok kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Adanya program Sales Mission ini diharapkan dapat meningkatkan wisatawan asal Malaysia.

Pitana menjelaskan, alasan Kementerian yang dipimpin Menteri Arief Yahya ini membidik Seremban, Malaka, dan Johor Bahru pada Sales Mission kali ini, karena ketiga kota tersebut berada di semenanjung barat Malaysia. Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur.

“Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hubungan Kuala Lumpur,” kata dia. (*)

Di Davao City, Presiden Jokowi bersama Presiden Duterte Meresmikan Ro-Ro Rute Davao-General Santos-Bitung

0
foto: setkab.go.id

Presiden Jokowi menjalani serangkaian kunjungan kenegaraan ke Filipina yang dimulai Jumat pagi (28/4). Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Manila, Filipina guna menghadiri KTT ASEAN ke-30.

Selain Manila, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan juga akan berkunjung ke Davao dan Hong Kong.

Nah, di Davao City ini, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Duterte akan meresmikan pembukaan rute pelayaran laut Roll-on Roll-off (Ro-Ro) Davao-General Santos-Bitung. Peresmian ini diharapkan dapat memajukan perdagangan sub kawasan, pariwisata dan meningkatkankan konektivitas, baik antara Indonesia-Filipina maupun konektivitas ASEAN.

Dari sisi pariwisata, Menpar Arief Yahya langsung memerintahkan para deputinya untuk mempromosikan akses Roro Davao-General Santos-Bitung itu. Jalur itu bisa memperkuat akses wisatawan dari Filipina ke Indonesia.

Bahkan, Menpar Arief sudah mempersiapkan jalur penerbangan Davao-Sam Ratulangi Manado. “Ini akan menambah seats capacity yang saat ini masih minus 2 juta untuk mengejar target 15 juta wisman di tahun 2017 ini,” kata Arief Yahya dari Phuket, Thailand.

Mantan Dirut PT Telkom ini selama di Bangkok, di sela-sela forum World Travel and Tourisn Council (WTTC) 2017, juga bertemua Thai Lion Air yang diminta menambah jumlah penerbangan dari Thailand ke secondery city di Thailand. “Slot Don Mueang – Denpasar sudah siap! Tinggal Don Mueang – Solo Adi Sumarmo yang akan dikebut,” ujar Arief.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam rilisnya menyebutkan dalam kunjungannya ke Hong Kong, Presiden ingin memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) mendapat perlindungan dari otoritas Hongkong. Mengingat saat ini terdapat sekitar 172.000 WNI bekerja di Hong Kong.

Selain itu, sebagai salah satu hub-investasi, Hong Kong telah berinvestasi ke Indonesia pada tahun 2016 sebesar US$2,25 miliar, naik 225 persen dibanding tahun 2015 yang hanya US$691 juta. Oleh karena itu, kunjungan ke Hong Kong juga akan dimanfaatkan Presiden untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

Presiden pun berharap kunjungan tersebut dapat mendatangkan manfaat bagi rakyat Indonesia dan juga mempererat kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara yang akan dikunjunginya.

Di KTT ASEAN, Presiden akan memberikan pandangan mengenai keberhasilan dan tantangan ASEAN yang tahun ini memasuki usia ke-50.

Kunjungannya itu juga akan dimanfaatkan oleh Kepala Negara untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi kedua negara utamanya di bidang perdagangan.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Manila, Filipina, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Turut mengantarkan keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana ke Manila di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. (*)

Festival Semarapura Sarana Promosi Wisata Klungkung

0
ilustrasi
FOTO: baliinspirasi.com

Festival Semarapura dihelat pada 28 April – 2 Mei 2017. Tahun ini ialah tahun ketiga festival ini digelar.

Festival yang digelar di depan Monumen Puputan Klungkung ini untuk mempromosikan potensi-potensi wisata yang ada di Klungkung.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, wilayah yang dipimpinnya ini memiliki banyak wisata budaya dan wisata alam. Khusus Festival Semarapura tahun 2017 ini, pihaknya ingin lebih banyak menampilkan budaya dan pengenalan objek wisata seputaran Kota Semarapura (city tour).

“Kali ini berisi tentang budaya dan pengenalan objek wisata seputaran Kota Semarapura. Tapi kita juga ingin mempromosikan semua obyek wisata yang ada di Klungkung,” ujar Bupati Suwirta, Jumat (28/4).

Suwirta menambahkan, festival ini juga dijadikan momen untuk membangkitkan eksistensi objek wisata Kerta Gosa sebagai salah satu destinasi wisata peninggalan sejarah yang tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya, mengingat Kabupaten Klungkung merupakan pusat kerajaan.

“Kita juga punya wisata sejarah, karena dulunya Klungkung ini pusat kerajaan. Melalui festival ini wisatawan akan lebih tertuju pada Kerta Gosa dan Kota Semarapura untuk menikmati wisata sejarah,” imbuhnya.

Mengingat festival ini bersamaan dengan momen perayaan Hari Puputan Klungkung ke-109 dan HUT ke-25 Kota Semarapura, akan ditampilkan berbagai atraksi seni budaya yang melibatkan ratusan seniman.

“Selain itu juga digelar pameran UMKM, Bursa Tenaga Kerja (Job Fair) dan berbagai hiburan lainnya. Kami optimistis ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan peningkatan PAD Kabupaten Klungkung,” pungkas Suwirta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, festival ini bisa memancing kreativitas masyarakat. Itu bukan hanya terkait seni, melainkan juga budaya secara luas, kerajinan, hingga kuliner.

“Beberapa desa akan menampilkan tradisi kuno, seperti tari baris jangkang dan sanghyang jaran. Ajang seni budaya di Klungkung ini memperkaya festival budaya yang rutin digelar di Bali,” ujar Pitana.

Lebih lanjut, Pitana juga memuji culture dan nature yang ditampilkan pada festival ini. “Yang penting promosinya saja. Untuk koreonya saya tidak terlalu khawatir karena Bali sudah punya nama yang bagus. Kalau dibanding daerah lain harus diberikan sentuhan. Tinggal promosinya saja, menurut saya,” ujar  Pitana.
[06:12, 4/30/2017]

Puluhan Ribu Warga Umat Muslim Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Agung II

0
foto: randy / batampos

batampos.co.id – Wilayah Tanjunguncang, persisnya di pinggir jalan Brigjen Katamso depan kawasan Tunas Regency, Batuaji dipadati puluhan ribu warga berpakain serbah putih.

Mereka adalah umat Muslim dari berbagai penjurur kota Batam yang menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Agung II di depan kawasan Tunas Regency.

Ribuan umat Muslim terlihat padat di lokasi pembangunan masjid hingga ke kawasan Tunas Regency di seberangnya. Ribuan kendaraan juga berjubel memenuhi badan jalan hingga ke  dalam Tunas.

Jalanan juga macet.

Peletakan Batu Pertama sendiri akan dilakukan oleh wali kota Batam Muhammad Rudi, dan jajarannya serta dimeriahkan dengan tausiah ustazd Arifin Ilham dari Jakarta.(eja)

Klungkung Tourism, Aplikasi Destinasi Wisata Klungkung

0

Pemkab Klungkung, Bali meluncurkan aplikasi destinasi pariwisata “Klungkung Tourism” berbasis android untuk mempromosikan daerahnya.

Peluncuran aplikasi ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Puputan Klungkung ke-109, HUT ke-25 Kota Semarapura dan Festival Semarapura ke-3 tahun 2017 di Depan Monumen Puputan Klungkung, Jumat (28/4).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengatakan, aplikasi ini dibuat sebagai salah satu promosi pariwisata dengan sistem digital dan guide digital bagi wisatawan yang berkunjung ke Klungkung. Dalam aplikasi tersebut wisatawan akan menemukan berbagai informasi tentang destinasi wisata dan budaya di Kabupaten Klungkung.

“Aplikasi ini sudah bisa didownload melalui Playstore. Wisatawan akan mendapatkan informasi apapun yang terkait pariwisata di Klungkung,” kata Bupat Suwirta.

Dalam aplikasi tersebut, dimuat berbagai destinasi yang ada di Kabupaten Klungkung. Mulai wisata alam, budaya, kuliner, akomodasi pariwisata, penunjang pariwisata serta layanan publik yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan. Dengan berbasis Global Positioning System (GPS), aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mengetahui lokasi wisata dan sebagai penunjuk arah tempat wisata terdekat.

“Wisatawan nantinya juga bisa memberi komentar atau like pada destinasi yang sudah dikunjungi. Komentar-komentar itu nanti akan menjadi evaluasi kami,” ujar Bupati Suwirta.

Aplikasi ini, lanjut Bupati Suwirta, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Klungkung untuk mempromosikan usahanya sehingga akan lebih dikenal dan mudah dicari oleh wisatawan.

“Masyarakat juga bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk promosi usahanya, baik di bidang pariwisata ataupun UMKM yang ada di Klungkung,” imbuhnya.

Dengan diluncurkannya aplikasi Klungkung Tourism, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klungkung semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Semoga dengan aplikasi Klungkung Tourism ini, promosi wisatawan di Klungkung bisa dimaksimalkan,” harap Bupati Suwirta.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Klungkung, I Nengah Sukasta menambahkan, para pengguna gadget smartphone pun dijamin tidak akan kesulitan menggunakan aplikasi ini. Aplikasi berlogo ikan mola-mola sebagai khas dari Pulau Nusa Penida, ini juga cukup ringan hanya berukuran kurang dari 7 mb saja. Memasuki halaman utama, ketika pertama kali dibuka akan muncul “Fine greatest place for yourholidays” yang  dapat diartikan sebagai ajakan untuk menemukan tempat terbaik untuk berlibur.

Pengguna aplikasi dapat memilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Di dalamnya terdapat beberapa pilihan kategori seperti Beach & Nature, Art & Culture, Temple, Museum, dan Event & Festival.  Setiap kategori dilengkapi dengan foto dan detail lengkap mengenai destinasinya. Bahkan ada navigasi untuk mengarahkan pengunjung ke destinasi yang dituju.

Sejak pertama kali diluncurkan, pihak Dispar secara bertahap mulai menyosialisasikan aplikasi tersebut melalui para guide yang mengantar tamunya ke beberapa objek wisata populer di Klungkung seperti di Kertha Gosa dan Goa Lawah.

“kita sudah mulai sosialisasikan ke wisatawan. Petugas kita menginfokannya ke guide untuk diteruskan ke wisatawan,”  ujar Sukasta.

Mengenai hal ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengucapkan selamat atas diluncurkannya aplikasi Klungkung Tourism. Dirinya semakin yakin dengan aksi transformasi digital bakal membawa gerbong Kementerian Pariwisata RI melompat jauh menuju target menjaring 20 juta wisatawan di 2019.

“Jika tidak ikut Go Digital, saya jamin destinasi wisata yang dimiliki daerah itu tidak akan maju. Karena itu no return point, harus familiar dengan digital,” kata Menpar Arief Yahya.

Lanjutnya lagi, itulah mengapa ada istilah More Digital More Personal, karena marketing sudah langsung masuk ke smartphone ke customers dan komunikasi data ke pelanggannya sudah detail sampai ke personal. Dengan digital itu semua informasi bisa diupload, dipromosikan secara global, dan semua orang yang memiliki aplikasi yang sama bisa langsung connect.

“Kalau tak segera mengubah pola pikir ke digital, kita pasti ketinggalan. Sulit mengejar rival-rival utama kita,” ujar Arief Yahya.

Enam Pejabat Polres Barelang Dirotasi

0

batampos.co.id – Enam pejabat utama Polresta Barelang resmi diganti dalam agenda serah terima jabatan di Mapolresta Barelang, Sabtu (29/4) pagi. Pejabat baru diharapkan bisa segera menyesuaikan diri dan bekerja lebih baik.

Enam pejabat itu, yaitu

  1. Kasat Reskrim yang sebelumnya dijabat Kompol Memo Ardian digantikan Kompol Agung Gima Sunarya.
  2. Kasatres Narkoba yang sebelumnya dijabat Kompol Hery Haryanto diganti Kompol Arwin A Wientama.
  3. Kabag Ren dijabat Kompol Bernadus Bayu Suseno diganti Kompol Marna,
  4. Kapolsek Batuampar yang dijabat Kompol Arwin A Wientama diganti Arya Yesa Brahmana.
  5. Kapolsek Galang yang dijabat AKP Septimaris diganti AKP Eri Sujati,
  6. Kapolsek Belakangpadang yang dijabat AKP Adi Sumardi diganti AKP Septimaris.

Kapolres Batelang AKBP Hengki mengatakan pergantian pejabat lama dengan yang baru adalah hal biasa di lingkungan Polri. Tujuannya untuk penyegaran di suatu organisasi, sehingga bisa bertugas lebih baik.

“Dengan mutasi, masing-masing anggota Polri bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Sehingga nantinya bisa diterapkan untuk menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat,” kata Hengki dalam sambutannya.

Ia berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Begitu juga dengan pejabat lama di tempat yang baru.

“Sekecil apapun itu harus bisa diselesaikan dengan baik. Sebab apapun tugas kita adalah penting, apalagi dalam hal melayani masyarakat,” imbuh Hengki.

Di sisi lain, Hengki juga menjelaskan mulai menerapkan kedisplinan ke semua anggotanya. Dimana semua anggota wajib hadir tiap hari.

“Saya sudah siapkan finger print di depan dan semuanya wajib absen. Karena kita butuh anggota yang disiplin, kalau tidak sesuai tinggal diganti,” pungkas Hengki. (she)

Mitsui Tertarik Kembangkan Hang Nadim

0

batampos.co.id – Sejumlah perusahaan Jepang tertarik untuk mengembangkan Bandar Udara Hang Nadim. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Deloitte, Fibetech, Nippon Koei dan Mitsui.

“Mitsui bahkan sudah menyatakan minatnya untuk ikut dalam proses tender internasional Hang Nadim pada bulan Juni ini,” ungkap Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Sabtu (29/4).

Ia memaparkan ketertarikan Mitsui setelah kembali dari Jepang. Di negara matahari terbit itu, BP Batam bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan KBRI Tokyo melakukan promosi mengenai tender internasional Bandara Hang Nadim dan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Di depan 100 peserta, Eko menjelaskan tender tersebut akan dimulai pada Juni dengan nilai investasi untuk program pengembangan Hang Nadim sebesar 448 juta dolar Amerika.

“Selain Jepang, negara lainnya seperti Korea Selatan, India dan Prancis juga ikut menyatakan ketertarikan,” ungkapnya.

Selain bandara, BP Batam juga mempromosikan proyek pengembangan pelabuhan Batuampar.

“Mitsui juga tertarik untuk mengelola pembangunan Batuampar,” imbuh Eko.

Selain acara promosi, BP Batam dan peserta lainnya juga mengadakan pertemuan dengan manajemen Haneda Airport Management yang merupakan salah satu bandara terbesar di Jepang. Kemudian perusahaan listrik PLTU J Power dan Japan Bank for International Cooperation.

“BP Batam sangat optimis bahwa pengembangan bandara internasional yang mempunyai landas pacu terpanjang di dunia ini dapat berjalan dengan skema KPBU,” pungkas Eko. (leo)

Hari Ini, Peletakan Batu Pertama Masjid Agung II

0
Maket masjid agung Batuaji

batampos.co.id – Kebutuhan akan sarana ibadah seperti masjid di Kota Batam dengan jumlah penduduk 1,2 juta saat ini sangat penting. Sebagai kota industri, kebutuhan akan tempat ibadah ini sangat dirasakan oleh pekerja muslim, khususnya di kawasan industri Tanjunguncang. Tak sedikit pekerja pria  salat Jumat tergesa gesa karena waktu istirahat  tidak cukup.

Pemko Batam langsung merespon akan kebutuhan mesjid tersebut dengan membangun Masjid Agung atas persetujuan DPRD Kota Batam, dan hari ini (30/4) langsung dilakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid oleh Wali Kota Batam M Rudi.

Masjid Agung Batam ini terletak di Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji. Lokasinya persis di tepi Jalan Brigjen Katamso, pemisah Kecamatan Batuaji dan Sagulung.

Lahan seluas 4,2 hektare telah dimatangkan untuk peletakan batu pertama. Peletakan batu pertama ini diisi doa bersama dan zikir yang dipimpin Ustaz Arifin Ilham dari majelis zikir Azzikra.

Masjid ini akan menelan anggaran Rp 243 miliar dan dibangun tiga lantai. Pembangunan masjid dilaksanakan dengan sistem tahun jamak hingga 2019 mendatang.

Masjid berarsitektur Arab-Turki-Melayu ini kata Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam Ardiwinata diperkirakan dapat menampung sampai 18.563 jamaah.

Pada bagian ballroom mampu tampung hingga 5.485 jamaah, bangunan utama bisa tampung 5.748 jamaah, lantai atas 1.175 jamaah, dan area koridor bisa menampung hingga 5.615 jamaah.

Menara utamanya akan dibangun setinggi 99 meter. Angka ini diambil dari jumlah nama baik Allah atau Asmaul Husna. Masjid ini diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat Batam untuk semakin mematangkan spiritual. Serta menjadi pintu percepatan terwujudnya Batam sebagai bandar dunia madani.

Selain sarana ibadah, masjid ini juga diharapkan dapat menjadi objek wisata religi. Oleh karena itu, bangunan masjid akan dilengkapi fasilitas parkir yang mampu menampung ratusan kendaraan.

Lokasi parkir dibagi menjadi dua titik yakni luar ruangan atau outdoor untuk 10 unit bus, 105 mobil, 107 motor. Sedangkan parkir bawah tanah (basement) mampu tampung 308 mobil dan 331 motor.(spt)

Libur Panjang, Hang Nadim Sepi

0
ilustrasi foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Setiap kali libur akhir pekan yang cukup panjang, dengan adanya tambahan tanggal merah. Bandara Internasional Hang Nadim selalu dipadati oleh masyarakat yang datang atau pergi keluar Batam.

Namun, kali ini, walau Senin (1/5) tanggal merah peringatan hari buruh. Tak terlihat lonjakan yang berarti di Bandara Internasional Hang Nadim.

“Dalam dua hari belakang ini, masih normal saja,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (29/4).

Suwarso mengatakan kondisi berbeda pada beberapa pekan belakangan. Dimana pada dua minggu belakangan ini, terjadi penumpukan penumpang yang cukup padat di Hang Nadim. Penumpang tersebut diduga adalah wisatawan nusantara yang berliburan ke Batam dan sekitarnya.

“Dua minggu belakangan ini, kan juga ada libur yang cukup panjang. Peningkatan penumpang cukup signifikan,” tuturnya.

Namun pada Sabtu (29/4), tak terlihat rombongan wisnus yang memadati Hang Nadim. Suwarso juga kurang mengetahui penyababnya.

“Kondisi ini seperti ini, (sepi,red) akan berlangsung hingga sore,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos di lapangan, tak terlihat penumpang menumpuk di terminal kedatangan. Begitu juga di terminal keberangkatan, pada beberapa pekan belakangan saat libur panjang baik terminal keberangkatan atau kedatangan dipadati penumpang. (ska)