Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13367

Walikota Batam Ngaku Beberapa Kali Diundang Presiden dan Kemenkumham untuk Rapat…

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Usulan predisen ketiga Indonesia, Bj Habibie menjadikan Batam, Rempang, Galang (Barelang) sebagai provinsi khusus ekonomi ditanggap dingin oleh Pemko Batam.

Walikota Batam Muhammad Rudi, SE saat diminta tanggapan mengaku tidak terlalu gubris dengan dengan usulan tersebut.

“Kalau soal itu kami tidak terlalu gubris,” ujar Rudi, saat meletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung II di Batuaji, Minggu (30/4).

Pemko Batam baru akan gubris jika usulan tersebut merupakan perintah dari pemerintah pusat.

“Kami ikut saja perintah presiden karena sudah beberapa kali dipanggil rapat oleh Presiden dan Kemenkumham. Kalau iya tinggal laksanakan,” ujar Rudi. (eja)

Pompong Sekolah

0

Pelajar dan guru menaiki pompong dari Tiangwangkang, Tembesi, Batuaji, Kota Batam, Jumat (14/10/2016).

Yang menaiki pompong ini warga Tiangwangkang dan warga Jembatan II.
Mereka setiap hari menaiki pompong ini ke SDN 003 di Pulau Akar, serta SDN 009 dan SMPN 14 di Pulau Panjang.

Meskipun harus berdiri selama setengah jam, para siswa tetap mengejar cita-citanya.

Pompong ini dibiayai oleh Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan antar pulau di Kepulauan Riau.

Ya, ketika di daratan ada bus sekolah, bagi anak pula pompong sekolah, namanya.

Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

SMK Bisa !

0

Guru SMKN 1 Batam, Topan Febrinata (paling kiri) beserta para siswa jurusan teknik mekatronika sedang merakit mesin di Workshop SMKN 1 Batam, Selasa (11/4/2017).

Jurusan mekatronika adalah salah satu jurusan yang menerapkan sistem belajar selama empat tahun dan berkurikulum nasional dipadukan dengan kurikulum Thailand dan Jepang.

Proses belajar mereka benar-benar diawasi melalui layar telekonferens yang terhubung ke sekolah-sekolah lain yang menerapkan kurikulum serupa.

Foto: Dalil Harahap/Batam Pos.

Ribuan Wisman Singapura Nikmati Penampilan Band Wali di Batam

0
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata menggandeng travel Singapura dalam menyukseskan acara Wonderful Indonesia melalui mini konser band asal ibu kota Wali, bertempat di Gedung Sumatera Expo, Sabtu (29/4).

Kepala Bidang Wisata Buatan Kementerian Pariwisata, Putu Gayatri mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu upaya Kemenpar dalam meningkatkan kunjungan wisata, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Program crossborder ini memang menitik beratkan kepada kunjungan wisman,” kata dia.

Sebelumnya, pihak Kemenpar dan travel di Singapura telah melakukan survei, dan hasilnya mereka ingin menyaksikan grup band Wali.

Jadi, agen travel menjual paket wisata untuk menonton grup band Wali hingga menginap di Batam. “Saya rasa ini cukup efektif, terbukti dari target 650 yang datang mencapai seribu wisman,” kata Putu.

Kemenpar sendiri memang menaruh harapan yang besar terhadap Kepulauan Riau yang merupakan penyumbang nomor tiga wisatawan ke Indonesia.

“Ada Bintan, Karimun, dan Batam yang menjadi daerah berbatasan langsung dengan negara luar. Ini yang tengah kami gencarkan untuk meningkatkan jumlah kunjungannya,” terang perempuan asal Bali ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepualauan Riau, Buralimar mengatakan event yang digelar ini tentunya memberikan dampak positif terhadap jumlah kunjungan wisata di Batam.

“Seperti hari ini, terdapat tujuh agen travel yang menjual paket nonton Wali Band di Batam, dan berhasil mendatangkan seribu wisman dan mereka hafal lagu dan terhibur dengan penampilan Wali,” ujarnya.

Dia berharap akan ada paket wisata yang bisa digarap antara Kemenpar dan travel asal Singapura, sehingga semakin banyak lagi wisman yang datang ke Batam.

“Banyak momen dan ini yang tengah kami coba manfaatkan,” tutupnya.(cr17)

Badung, Bali Promo Wisata ke Australia, India dan Rusia

0
ilustrasi

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali dalam waktu dekat ini akan melakukan sales mission di tiga negara yaitu Australia, India dan Rusia.

Ketiga negara itu menjadi target promosi pariwisata (sales mission) Kabupaten Badung, Bali, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah yang memiliki keindahan panorama alam ini.

“Dalam waktu dekat ketiga negara ini akan menjadi target promosi wisata Pemkab Badung agar lebih dikenal luas oleh seluruh masyarakat dunia,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, Sabtu (29/4).

Badra menjelaskan, promosi wisata ke Australia, akan dilakukan pada Juli 2017 dengan menyasar delapan kota di negara Kangguru itu. Di India, promosi akan dilakukan di Kota New Delhi pada Agustus 2017. Sementara di Rusia belum ditentukan targetnya.

“Untuk Australia dan India sudah ditentukan. Sementara promosi wisata di Rusia kami sempat berkoordinasi dengan pusat yang menilai potensi pasar wisatawan dari negara itu cukup bagus,” kata Badra.

Badra meyakini keindahan alam Pulau Bali, khususnya di Kabupaten Badung masih menjadi primadoma para pelancong yang ingin menikmati suasana pantai yang berpasir putih di daerah itu.

“Mudah-mudahan kunjungan wisatawan ke Bali mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, khusunya di Badung dan Bali umumnya,” ujar Badra.

Terkait rencana promosi ini, Dinas Pariwisata Badung sudah melakukan koordinasi dengan Badan Promosi Wisata Daerah beserta PHRI agar mendukung kegiatan itu agar Pulau Dewata lebih dikenal masyarakat dunia.

Sebelumnya, Pemkab Badung telah melakukan promosi wisata ke Negara Tiongkok dengan menyambangi dua kota yakni Tianjin dan Hohhot yang dihadiri 100 buyers dari “top travel agent”.

Dalam promosi wisata tersebut, antusiasme warga Tiongkok untuk berlibur ke Bali sangat tinggi, karena Pulau Dewata menjadi salah satu tujuan wisata primadona bagi masyarakat Negeri Tirai Bambu itu.

Upaya promosi wisata Badung khususnya dan Bali umumnya ke daerah itu, dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang juga diterima langsung Duta Besar (Dubes) Indonesia di Beijing Soegeng Rahardjo.

Selain China, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menilai sudah tepat memilih India untuk promosi. Warga India merupakan salah satu wisatawan mancanegara yang cukup besar berkunjung ke ke Indonesia. Pada tahun 2015, wisatawan outbond India ada 20.380.000 orang, atau tumbuh 11,1 persen dari tahun 2014.

Menpar Arief Yahya mengaku optimis pada tahun 2017 ini, wisatawan dari India akan bertambah, melihat India punya kedekatan budaya yang sangat kuat dengan Indonesia. “Ramayana dan Mahabharata yang sangat populer di Indonesia itu berasal dari India,” kata Menpar Arief Yahya.

Meskipun sampai saat ini tidak ada penerbangan langsung, namun selama ini India sudah menghasilkan hampir 300 ribu wisatawan mancanegara (wisman) setahun. Untuk itu, Arief Yahya berharap agar wisatawan mancanegara dari India digarap secara serius.

“Kalau dibiarkan saja sudah ada angka segitu, maka kalau digarap dengan marketing yang lebih bagus, saya yakin hasilnya akan lebih optimal,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Pesona Seba Baduy sebuah Kearifan Lokal

0

Pesona Seba Baduy dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Lebak, Banten.

Ribuan warga Baduy berjalan kaki memadati jalan-jalan utama di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (28/4). Rombongan tersebut disambut jajaran Muspida Pemkab Lebak saat memasuki Kota Rangkas Bitung.

”Kegiatan Seba dimulai pada hari ini (Jumat) sampai Minggu (28-30) April 2017. Dimulai dari Kantor Kecamatan Leuwidamar di Kabupaten Lebak sampai Museum Negeri Provinsi Banten di Kota Serang,” kata Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya di Rangkas Bitung, Lebak, Banten, Jumat (28/4).

Warga Baduy luar dan dalam melakukan jalan kaki dari kampung mereka sambil membawa aneka hasil bumi yang dipersembahkan kepada kepala daerah. Pada pukul 16.00 WIB rombongan masyarakat Baduy memasuki kota Rangkasbitung, melewati jalan-jalan kota yang dihiasi branding Pesona Indonesia.

Ini Tradisi tahunan milik adat yang berasal dari daerah Selatan di Kabupaten Lebak. Tahun ini tergolong Seba Gede (besar), diikuti lebih dari 2.000 lebih orang masyarakat suku Baduy baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar.

“Selamat dan sukses,” jelas Arief Yahya Menpar. 

Perayaan Seba sampai sekarang masih dipertahankan secara turun-temurun oleh masyarakat Baduy. Perayaan Seba tersebut merupakan bentuk silatuhrahmi masyarakat Baduy dengan kepala daerah yakni Bupati dan Gubernur sebagai “Bapak Gede” atau kepala pemerintah daerah.

Menurut Bupati Octavia, Seba Baduy dilakukan setelah warga Baduy menjalani ritual kawalu selama tiga bulan. Ritual Kawalu berlangsung selama tiga bulan dan pada kurun waktu tersebut kawasan Baduy tertutup bagi wisatawan.

Ia menjelaskan, Seba Baduy merupakan upacara tradisi sakral warga Baduy yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Seba ini merupakan budaya yang sudah dilaksanakan secara turun temurun sejak zaman Kesultanan Banten.

“Pesan moral yang disampaikan dari masyarakat baduy yakni menitipkan pesan kepada pemerintah untuk menjaga kelestarian alam, hutan, dan lingkungan. Tentunya ini juga merupakan pesan moral untuk kita sebagai masyarakat Banten agar tetap menjaga kelestarian alam supaya terhindar dari bencana,” kata Bupati Octavia.

Esthy Reko Astuty, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Personal Wawan Gunawan mengatakan, tradisi seba baduy merupakan salah satu destinasi wisata budaya favorit yang dimiliki Provinsi Banten.

“Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Baduy yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan sendiri yang bernilai jual wisata tinggi,” ujar Esthy.

Esthy menambahkan, Indonesia sendiri memiliki faktor-faktor yang menjadi daya tarik promosi bagi wisatawan untuk datang berwisata. Faktor-faktor tersebut, lanjut Esthy, yakni budaya, alam, dan wisata buatan.

 

“Prosentasenya budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen” kata Esthy.

Melihat tingginya nilai daya tarik budaya, Esthy menegaskan, bahwa kegiatan Seba Baduy ini mesti mendapat perhatian lebih.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pariwisata dan didukung Kementerian Pariwisata mengangkat wisata budaya dengan branding Pesona Seba Baduy tersebut sebagai daya tarik pariwisata di tingkat nasional dan dunia.

Pada malam harinya, semua masyarakat Baduy yang datang di kantor Bupati melakukan makan bersama dengan seluruh masyarakat yang hadir.

Tidak terkecuali, Bupati Iti Octaviani, Ibu Esthy Reko Astuty, dan semua pejabat pemda Kabupaten Lebak duduk bersama dihalaman kantor Bupati dengan bersila dan makan ramai-ramai beralaskan daun pisang.

Keunikan ini menjadi suatu momen tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir di lokasi acara.

Seusai ritual makan malam bersama, mereka berkumpul di aula Bupati untuk memberikan simbolis aneka hasil bumi kepada Ibu Bupati.

Acara dilanjutkan dengan dialog antara Bupati dan warga Baduy yang lebih berisi penyampaian pendapat atau aspirasi warga Baduy kepada kepala daerah.

Di alun-alun Kota Rangkasbitung yang tepat berada didepan kantor Bupati, berbagai atraksi digelar untuk menghibur warga Baduy, masyarakat dan wisatawan yang hadir.

Mulai dari wayang golek, panggung tari jaipong, beragam stand pameran karya kreatif warga Baduy sampai berbagai macam kuliner Banten tersaji di alun-alun tersebut.

Alun-alun pun terlihat padat oleh lautan manusia, antusiasme tinggi masyarakat Rangkasbitung membuat event Pesona Seba Baduy kali ini makin menggelora.
Baduy atau banyak yang menyebutnya Orang Kanekes. Hidup di pedalaman lebak. Berprinsip meneguhkan adat istiadat warisan leluhur.

Menentang modernitas lewat 1001 pantangan. Yang bertahan tidak pun banyak.

Mereka kini dikenal sebagai Baduy Dalam dan bermukim tiga kampung di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Rangkasbitung, Banten; Cibeo, Cikesik, dan Cikertawana. Tanpa listrik, tanpa deru mesin, dan tetap setia membentengi diri dari pengaruh dunia luar hingga saat ini.

Bagi yang tidak kuat harus menyingkir.

Mereka dikenal sebagai Baduy Luar. Hidup berdampingan dengan Baduy Dalam dan masih menjalankan sebagian adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhurnya.

Bagi orang Baduy tidak mengenal olahraga, bahkan bagi Baduy Dalam, kegiatan ini terlarang menurut adat. Namun bukan berarti fisik dan kesehatan orang Baduy meragukan.

Apalagi untuk urusan jalan kaki, orang Baduy, utamanya Baduy Dalam mampu melakukannya berhari-hari.

Upacara Seba menjadi salah satu pembuktian ketangguhan fisik suku Baduy, terutama suku Baduy Dalam. Sebab dalam acara yang telah menjadi tradisi sejak Kesultanan Banten ini, mereka harus berjalan puluhan kilometer untuk bersilaturahmi dengan para pimpinan pemerintahan di provinsi Banten.

Seba merupakan tradisi kuno. Sama tuanya dengan suku Baduy sendiri. Menurut Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, dalam acara ini warga Baduy akan keluar kampung untuk bertemu dengan ‘Bapa Gede’. Dalam acara ini, mereka juga membawa hasil bumi berupa pisang, gula aren, beras, hingga laksa.

Prosesi upacara Seba suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dan menjadikan ketetapan Lembaga Adat Masyarakat Baduy yang diterapkan dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. (*)

Sales Mission Menggoda Pasar Malaysia

0
ilustrasi

Sejumlah pelaku usaha bidang pariwisata (travel agent) Indonesia bertemu dengan para travel agent di luar negeri lewat Sales Mission.

Sales Mission kali ini digelar di Malaysia, tepatnya di tiga kota yaitu Saremban, Malaka, dan Johor Bahru.

Pembukaan Sales Mission di Malaysia dimulai hari  Rabu (26/4) bertempat di Hotel The Royale Bintang Saremban. Setelah Seremban, Sales Mission dilanjutkan di Malaka dan Johor Bahru pada 27 dan 28 April 2017. Sales mision ini bertujuan untuk memenuhi target 15 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia tahun ini.

“Sebanyak 15 travel agent dari Indonesia bertemu dengan 15 travel agent dari Malaysia. Harapannya, timbul kerjasama antara para travel agent dari kedua negara. Sehingga kita dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia,” ujar Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Pupung Thariq Fadhillah saat pembukaan Sales Mission di Hotel The Royale Bintang Saremban.

Pupung menjelaskan bahwa Malaysia dipilih karena merupakan pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga memiliki kedekatan dengan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari perspektif sejarah dan budaya pada kedua negara.

“Latar belakang sejarah, semua itu terkait, banyak leluhur-leluhur berasal dari Sumatera Barat datang ke Malaysia. Sebagian cikal bakal orang-orang di sini (Malaysia) berasal dari Indonesia,” kata Pupung.

Pupung mengungkapkan program Sales Mission bulan lalu juga telah digelar di Kuala Lumpur. Saat itu, dihadirkan narasumber yang menjelaskan berbagai objek wisata di Yogyakarta.

“Makanya kami lanjutkan di tiga kota ini (Seremban, Malaka dan Johor Bahru),” kata dia yang dibenarkan Asdep Pengembangan Pemasaran ASEAN Rizki Handayani.

Kali ini, narasumber yang dihadirkan adalah Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ramadhani M dan Kabid Pengembangan Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Didit Permadi Santoso. Para narasumber tersebut menjelaskan seputar wisata di Aceh dan Sumatera Barat sebagai contoh dari berbagai wisata yang ada di Indonesia.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana menambahkan, saat ini Malaysia masih berada di posisi empat besar pemasok kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Adanya program Sales Mission ini diharapkan dapat meningkatkan wisatawan asal Malaysia.

Pitana menjelaskan, alasan Kementerian yang dipimpin Menteri Arief Yahya ini membidik Seremban, Malaka, dan Johor Bahru pada Sales Mission kali ini, karena ketiga kota tersebut berada di semenanjung barat Malaysia. Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur.

“Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hubungan Kuala Lumpur,” kata dia. (*)

Di Davao City, Presiden Jokowi bersama Presiden Duterte Meresmikan Ro-Ro Rute Davao-General Santos-Bitung

0
foto: setkab.go.id

Presiden Jokowi menjalani serangkaian kunjungan kenegaraan ke Filipina yang dimulai Jumat pagi (28/4). Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak ke Manila, Filipina guna menghadiri KTT ASEAN ke-30.

Selain Manila, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan juga akan berkunjung ke Davao dan Hong Kong.

Nah, di Davao City ini, Presiden Joko Widodo bersama Presiden Duterte akan meresmikan pembukaan rute pelayaran laut Roll-on Roll-off (Ro-Ro) Davao-General Santos-Bitung. Peresmian ini diharapkan dapat memajukan perdagangan sub kawasan, pariwisata dan meningkatkankan konektivitas, baik antara Indonesia-Filipina maupun konektivitas ASEAN.

Dari sisi pariwisata, Menpar Arief Yahya langsung memerintahkan para deputinya untuk mempromosikan akses Roro Davao-General Santos-Bitung itu. Jalur itu bisa memperkuat akses wisatawan dari Filipina ke Indonesia.

Bahkan, Menpar Arief sudah mempersiapkan jalur penerbangan Davao-Sam Ratulangi Manado. “Ini akan menambah seats capacity yang saat ini masih minus 2 juta untuk mengejar target 15 juta wisman di tahun 2017 ini,” kata Arief Yahya dari Phuket, Thailand.

Mantan Dirut PT Telkom ini selama di Bangkok, di sela-sela forum World Travel and Tourisn Council (WTTC) 2017, juga bertemua Thai Lion Air yang diminta menambah jumlah penerbangan dari Thailand ke secondery city di Thailand. “Slot Don Mueang – Denpasar sudah siap! Tinggal Don Mueang – Solo Adi Sumarmo yang akan dikebut,” ujar Arief.

Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam rilisnya menyebutkan dalam kunjungannya ke Hong Kong, Presiden ingin memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) mendapat perlindungan dari otoritas Hongkong. Mengingat saat ini terdapat sekitar 172.000 WNI bekerja di Hong Kong.

Selain itu, sebagai salah satu hub-investasi, Hong Kong telah berinvestasi ke Indonesia pada tahun 2016 sebesar US$2,25 miliar, naik 225 persen dibanding tahun 2015 yang hanya US$691 juta. Oleh karena itu, kunjungan ke Hong Kong juga akan dimanfaatkan Presiden untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

Presiden pun berharap kunjungan tersebut dapat mendatangkan manfaat bagi rakyat Indonesia dan juga mempererat kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara yang akan dikunjunginya.

Di KTT ASEAN, Presiden akan memberikan pandangan mengenai keberhasilan dan tantangan ASEAN yang tahun ini memasuki usia ke-50.

Kunjungannya itu juga akan dimanfaatkan oleh Kepala Negara untuk meningkatkan hubungan bilateral dan kerja sama ekonomi kedua negara utamanya di bidang perdagangan.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Manila, Filipina, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Turut mengantarkan keberangkatan Presiden dan Ibu Iriana ke Manila di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. (*)

Festival Semarapura Sarana Promosi Wisata Klungkung

0
ilustrasi
FOTO: baliinspirasi.com

Festival Semarapura dihelat pada 28 April – 2 Mei 2017. Tahun ini ialah tahun ketiga festival ini digelar.

Festival yang digelar di depan Monumen Puputan Klungkung ini untuk mempromosikan potensi-potensi wisata yang ada di Klungkung.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, wilayah yang dipimpinnya ini memiliki banyak wisata budaya dan wisata alam. Khusus Festival Semarapura tahun 2017 ini, pihaknya ingin lebih banyak menampilkan budaya dan pengenalan objek wisata seputaran Kota Semarapura (city tour).

“Kali ini berisi tentang budaya dan pengenalan objek wisata seputaran Kota Semarapura. Tapi kita juga ingin mempromosikan semua obyek wisata yang ada di Klungkung,” ujar Bupati Suwirta, Jumat (28/4).

Suwirta menambahkan, festival ini juga dijadikan momen untuk membangkitkan eksistensi objek wisata Kerta Gosa sebagai salah satu destinasi wisata peninggalan sejarah yang tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya, mengingat Kabupaten Klungkung merupakan pusat kerajaan.

“Kita juga punya wisata sejarah, karena dulunya Klungkung ini pusat kerajaan. Melalui festival ini wisatawan akan lebih tertuju pada Kerta Gosa dan Kota Semarapura untuk menikmati wisata sejarah,” imbuhnya.

Mengingat festival ini bersamaan dengan momen perayaan Hari Puputan Klungkung ke-109 dan HUT ke-25 Kota Semarapura, akan ditampilkan berbagai atraksi seni budaya yang melibatkan ratusan seniman.

“Selain itu juga digelar pameran UMKM, Bursa Tenaga Kerja (Job Fair) dan berbagai hiburan lainnya. Kami optimistis ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan peningkatan PAD Kabupaten Klungkung,” pungkas Suwirta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, festival ini bisa memancing kreativitas masyarakat. Itu bukan hanya terkait seni, melainkan juga budaya secara luas, kerajinan, hingga kuliner.

“Beberapa desa akan menampilkan tradisi kuno, seperti tari baris jangkang dan sanghyang jaran. Ajang seni budaya di Klungkung ini memperkaya festival budaya yang rutin digelar di Bali,” ujar Pitana.

Lebih lanjut, Pitana juga memuji culture dan nature yang ditampilkan pada festival ini. “Yang penting promosinya saja. Untuk koreonya saya tidak terlalu khawatir karena Bali sudah punya nama yang bagus. Kalau dibanding daerah lain harus diberikan sentuhan. Tinggal promosinya saja, menurut saya,” ujar  Pitana.
[06:12, 4/30/2017]

Puluhan Ribu Warga Umat Muslim Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Agung II

0
foto: randy / batampos

batampos.co.id – Wilayah Tanjunguncang, persisnya di pinggir jalan Brigjen Katamso depan kawasan Tunas Regency, Batuaji dipadati puluhan ribu warga berpakain serbah putih.

Mereka adalah umat Muslim dari berbagai penjurur kota Batam yang menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Agung II di depan kawasan Tunas Regency.

Ribuan umat Muslim terlihat padat di lokasi pembangunan masjid hingga ke kawasan Tunas Regency di seberangnya. Ribuan kendaraan juga berjubel memenuhi badan jalan hingga ke  dalam Tunas.

Jalanan juga macet.

Peletakan Batu Pertama sendiri akan dilakukan oleh wali kota Batam Muhammad Rudi, dan jajarannya serta dimeriahkan dengan tausiah ustazd Arifin Ilham dari Jakarta.(eja)